Tampilkan postingan dengan label Pesona Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Tiga Gili Pesona Yang Tidak Pernah Pudar

Mungkin banyak bermunculan lokasi-lokasi wisata baru di sekitar Pulau Lombok, namun pesona tiga Gili — Trawangan, Meno, dan Air — tetap tidak pudar. Pulau-pulau kecil di pesisir barat laut Lombok ini masih jadi tujuan wisata utama baik bagi pelancong domestik maupun mancanegara.

Tidak sulit untuk jatuh cinta dengan pulau-pulau ini karena kombinasi keindahan alam yang luar biasa serta atmosfer liburan yang sangat kental. Gili sendiri dalam bahasa Sasak berarti pulau kecil, jadi jangan heran apabila banyak pulau kecil lainnya yang juga disebut gili, misalnya Gili Nanggu, Gili Layar, dan sebagainya.

Gili Trawangan merupakan pulau terbesar dari ketiga gili ini. Di sinilah biasanya para wisatawan memilih akomodasi, karena memang banyak tersedia penginapan mulai dari yang sangat murah hingga resor mewah. Banyak juga penduduk setempat yang menyewakan kamar di rumah-rumah mereka.
Bersantai di Gili dapat melepaskan kejemuan yang Anda dapat di kota besar. (Olenka Priyadarsani)
Gili Meno dan Gili Air berukuran lebih kecil dan sangat cocok bagi Anda yang menginginkan suasanya yang lebih sepi dan privat. Pulau-pulau ini memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sepi dan indah. Dapat dijadikan pilihan bagi Anda yang ingin berbulan madu.

Mengapa Tiga Gili sangat populer di kalangan wisatawan? Banyak yang bilang keindahan alam Lombok tidak kalah dengan Bali, dengan pantai-pantai yang lebih bersih. Di pulau-pulau kecil nan cantik ini para pelancong dapat melakukan berbagai aktivitas, antara lain menyelam, snorkeling, atau sekadar bermalas-malasan di pinggir pantai sambil menikmati matahari tenggelam.
Gili sudah menyapa Anda sebelum sampai di pulau-pulau indah tersebut. (Olenka Priyadarsani)
Salah satu keunggulan berlibur di sini adalah Anda dapat melarikan diri dari suasana kota besar yang ramai dan penuh polusi. Bahkan di Gili Trawangan yang merupakan pulau terbesar dengan fasilitas cukup lengkap, kendaraan bermotor dilarang beroperasi. Karena itu Anda tidak akan terganggu dengan bisingnya suara motor dan mobil.

Untuk berkeliling Gili Trawangan, Anda dapat berjalan kaki, atau menggunakan kendaraan lokal, yaitu kereta kuda yang disebut cidomo.

Siang hari biasanya dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk menyelam atau snorkeling di laut sekitar pulau yang indah. Terumbu karang yang beraneka rupa dengan berbagai spesies laut serta air laut yang jernih membuat wisatawan selalu ingin kembali. Di Gili Trawangan juga ada beberapa operator selam yang menyediakan kursus bersertifikat.

Di sini juga banyak tersedia perahu dengan lantai kaca sehingga Anda yang tidak mau menceburkan diri di air masih dapat menikmati keindahan bawah laut perairan di sekitar ketiga gili ini.

Sore dan malam hari adalah waktunya bersantai. Duduk-duduk beralaskan bantal di kafe-kafe pinggir pantai sambil menikmati suara deburan ombak dan bau air laut. Bagi Anda yang menginginkan malam hari yang “hidup”, Gili Trawangan harus menjadi pilihan Anda. Di pulau ini banyak kafe dan bar yang ramai dikunjungi wisatawan asing hingga lewat tengah malam.

Bahkan, kadang sulit mencari makanan Indonesia, karena kebanyakan menyediakan menu Barat.

Ada beberapa cara menuju ke pulau-pulau ini. Bila Anda mengombinasikannya dengan wisata ke Pulau Dewata, Anda dapat langsung menuju ke Gili Trawangan dari Bali — baik dengan kapal cepat maupun kapal yang lebih lambat. Sementara bila Anda terbang ke Pulau Lombok, ada beberapa operator tur yang dapat membantu Anda dengan transportasi darat dari bandara dan menyediakan kapal  untuk menyeberang menuju Gili Trawangan.

Cara yang paling murah adalah dengan menumpang kapal kayu tradisional dari Bangsal, sebuah dermaga kecil. Saat itu dari bandara saya memilih ojek menuju ke Bangsal sebagai sarana transportasi paling murah, namun tentu saja Anda dapat memilih untuk sarana transportasi yang lebih nyaman seperti mobil sewaan atau taksi.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/tiga-gili--pesona-yang-tidak-pernah-pudar.html

Jumat, 27 Juli 2012

Indahnya Gunung Bromo

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Su-ku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.
Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Sumber : id.wikipedia.org, Google.com

Rabu, 13 Juni 2012

Bersafari Melihat Kera Kera di Sangeh

Sangeh merupakan tempat wisata alami dan memiliki atraksi utama ratusan monyet-monyet (kera). Lokasi di desa Sangeh, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung.
Di sini terdapat sebuah pura kecil diselimuti lumut hijau tersembunyi di sela-sela hutan pala yang menjulang tinggi itu. Di punggung sebuah tugu pura tersebut dipahat patung Garuda, seekor burung mistik yang di dalam cerita Samudramantana dikisahkan sedang mencari tirta Amerta di dasar samudra, kemudian atas jasanya oleh Betara Wisnu, dihadiahkan seteguk kepadanya, akhirnya Garuda menjadi kendaraan setia Bathara Wisnu.
Legenda lain menceritakan bahwa penghuni hutan tersebut adalah prajurit kera yang kelelahan di dalam pertempuran membunuh Rahwana. Kera-kera itu jatuh bersamaan dengan bungkahan gunung dan hutan yang dipakai menghimpit tubuh Rahwana kemudian menetap di hutan itu.
Cerita lain juga mengatakan bahwa seorang putri kerajaan Mengwi bernama Mayangsari yang sedang kasmaran, gagal bertunangan, akhirnya melarikan diri ke hutan terdekat dan menjadi seorang pertapa.
Di dalam pelariannya itu dia tidak memakai sehelai pakaian pun, sehingga harus memakai rambutnya yang panjang untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling terlarang. Dia gagal mewujudkan impiannya dan meninggal secara gaib. Masyarakat setempat percaya, bahwa dewi itu kini menjadi Bethari Mayangsari.
Sumber Berita : http://e-kuta.com/blog/tempat-wisata/bersafari-melihat-kera-kera-di-sangeh.htm

Jumat, 08 Juni 2012

Ujung Genteng

Ujung Genteng. Sebuah wilayah paling selatan dari kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Menurut cerita masyarakat sekitar dahulu daerah ini dinamakan Ujung genting karena terlihat dari bentuknya yang cukup “genting” di perbatasan antara daratan dan samudera lepas (hindia).



25-26 Desember 2009 yang lalu merupakan kali ke tiga saya menyambangi tempat tersebut. tidak pernah bosan saya menikmati wilayah ujung genteng yang menawarkan spot spot pantai dengan keseksian tersendiri. Ya, dengan satu garis pantai di wilayah ujung genteng, anda akan disuguhkan bermacam pesona pantai yang memiliki keunikan tersendiri. Berikut beberapa pantai yang ada di wilayah Ujung genteng.
Pantai Cibuaya


Pantai ini memiliki ombak yang sangat tenang. Pantai cibuaya menyuguhkan air bening dengan gradasi hijau muda kebiruan yang bersanding dengan pasir krem kecoklatan yang terbentuk dari pecahan kerang. Disini dengan mudah kita akan menemukan rumah atau cangkang dari bermacam kerang dan keong. Saya sarankan anda membawa baju ganti jika ingin ke pantai ini, karena air jernih pantai cibuaya sangat menggiurkan untuk dimainkan. Entah itu hanya sekedar berendam ataupun berenang. karena ada beberapa spot di pantai cibuaya yang memiliki kontur yang mirip kolam renang berdindingkan karang lembut ber-alga. jadi tangan kita tidak akan sakit ketika menyentuh karang tersebut. Disini juga tersedia toilet umum untuk membilas tubuh dan berganti pakaian. Oia, pantai ini juga diambil dari nama sungai yang mengalir ke muara pantai tersebut. cibuaya.

Pantai Pangumbahan & Penangkaran Penyu Hijau





Pantai pangumbahan ini terletak sesudah pantai cibuaya. Pantai ini memilki pasir yang sangat lembut berwarna krem kecoklatan dan ombak yang cukup besar. Tak jarang para wisatawan asing terlihat sedang berolahraga surfing di beberapa spot pantai ini. pasir yang lembut pun sepertinya menjadi pilihan bagi para penyu hijau untuk bertelur di sekitar tempat ini. Dengan Rp. 5000 perorang kita sudah bisa melihat induk penyu hijau ini bertelur (melihat proses penyu bertelur).

Muara Cipanarikan


Nah, keunikan spot pantai disini, aliran sungai yang menuju muara tidak lurus namun membelok sehingga membuat lengkungan indah dan memperlihatkan sebuah tanjung pasir tumpul buatan alam yang terapit air laut yang jernih.

Ombak Tujuh
untuk foto- foto klik disini (http://sports.webshots.com/album/566807416RgIFKB)
Sebuah pantai yang memilki ombak yang berurutan tujuh dalam satu waktu. Tempat ini menjadi favorit para peselancar asing. untuk mencapai tempat ini dengan melalui jalur laut alias menyebrang dengan perahu. Sensasi yang sangat memacu adrenalin ketika berada diatas perahu pada saat air laut memainkan ombak tujuhnya.

Reruntuhan Dermaga Belanda


Pemandangan disini cukup eksotis dengan reruntuhan dermaga yang kontras dengan laut lepas.Hal ini juga menambah sejarah kita bahwa penjajahan pada masa Belanda pun dulu sempat menjangkau wilayah ini.

Tempat Pelelangan Ikan

Menyambangi laut, menjadi kurang rasanya jika tidak dibarengi dengan menyantap makanan khas laut. Ditempat ini kita bisa menemukan berbagai macam jenis tangkapan laut yang masih segar. Jangan ragu untuk menawar.

Cagar alam


Di wilayah ujung genteng ini juga terdapat hutan cagar alam dan liar. Harus berhati – hati juga karena hutan ini merupakan rumah dari nyamuk penyebab malaria. Jadi untuk menjaga, sebaiknya anda menyiapkan pil kina atau meminum pil kina sebelum bertandang ke wilayah Ujung genteng.

Oke. Tempat - tempat diatas adalah tempat wisata yang berada dalam wilayah ujung genteng. Selanjutnya saya akan membahas beberapa tempat wisata yang dekat dengan ujung genteng dan mudah untuk dicapai.

Tanah Lot Amanda Ratu


Tempat ini merupakan kawasan villa, namun pengunjung luar juga dapat masuk dan menikmati keindahan sentuhan alam pantai di tempat ini. ya, mini tanah lot dan muara sungai.

Pantai Minajaya


Keluar dari Ujung genteng, ketika kita menuju kecamatan surade kita akan diperlihatkan papan penunjuk jalan menuju Pantai Minajaya di sebelah kanan. Pantai minajaya ini tergolong sepi. Pantai ini memilki pasir halus kecoklatan dan berair jernih. Ombak yang cukup besar pecah ditengah sebelum menuju bibir pantai. Pantai ini seringkali surut sehingga memperlihatkan karang-karang yang cukup tajam karena tidak terlindung alga.

Curug Cikaso

Air dari sungai cikaso yang berwarna kehijauan tumpah di bukit ini. terdapat tiga air terjun yang berdampingan di tempat ini. ketika musim hujan, debit air terjun sangat deras, sehingga kita tidak bisa bermain air di kolam hijaunya. Namun, saat musim kemarau, debit air kecil dan kolam hijau pun aman untuk direnangi (tentu saja oleh yang bisa berenang). Untuk mencapai tempat ini cukup unik karena harus menyusuri sungai terdahulu dalam beberapa menit. Tidak ada tanjakan cinta seperti ketika kita ingin melihat air terjun di daerah pegunungan. Intinya mencapai tempat ini sangat mudah. menuju tempat ini akan dikenakan biaya Rp. 2000 per orang dan untuk transport sewa perahu sebesar Rap. 60 000 untuk kapasitas 10 orang.

Penginapan pun sudah cukup banyak berkisar 300rb keatas. biasanya sudah dpt 2 kmr. Disini jarang tersedia warung makan. Sebaiknya membawa bahan makanan karena banyak juga villa atau tempat penginapan yang sudah memiliki alat masak. Namun untuk berjaga - jaga lebih baik konfirmasi pada pihak penginapan akan tersedianya alat masak. Jika ragu, bisa membawa kompor portable juga.
Bagaimana mencapai tempat - tempat wisata Ujung Genteng?
Umum => Bus non Ac Jakarta-Bogor = Rp.15.000
Bus MGI Bogor-Surade = Rp.35.000
Angkot Surade-Ujung genteng = Rp. 4000
(saran saya jika ingin menuju Ujung Genteng dengan kendaraan umum, sebaiknya agak banyakan, min 10 orang agar bisa mencarter angkot supaya lebih murah buat keliling. Tarif sewa angkot biasanya Rap.200.000,-/12 jam udah plus supir dan bensin)
Kendaraan Pribadi =>bensin 300rb PP untuk rute Jakarta-Ujung genteng
(sudah di tes pada 3 kendaraan Toyota Kijang )
Travel Agency (nah ini tergantung kebiijakan masing – masing travel. Setahu saya berkisar antara 450-700 ribu per orang.)
Waktu kunjung terbaik Juni-September
Selamat Liburan,,
Sumber Berita : http://jejakcermindanasa.blogspot.com/2010/02/ujung-genteng.html

Minggu, 18 Maret 2012

Foto Unik Dunia Bawah Air Nan Cantik

Karya: Mikael Jigmo, Andrey Narchuck, Pedro Gonio, Norbest Probst, Erick Javier & Marcus Liem


Inilah karya yang luar biasa dari Mikael Jigmo. Dunia bawah air, atau dengan kata lain dunia di dalam laut. Dimana segala mahluk atau habitat laut ada dan menarik untuk dilihat maupun diperhatikan. Dunia bawah air penuh dengan ikan-ikan dan hewan-hewan laut yang cantik dan mempesona. Siapa pun akan tertarik untuk mengabadikannya melalui kamera dan merekamnya ; baik untuk koleksi pribadi mau pun sebagai bahan penelitian. Namun kali ini, kita akan melihat beberapa koleksi habitat laut dengan ikan-ikan yang unik dan menarik.

































Sumber Berita : http://www.arto-mega.com/2011/08/foto-unik-dunia-bawah-air-nan-cantik.html

Minggu, 11 Maret 2012

Yang Harus Anda Kunjungi di Kota Bandung

Kunjungilah ibukota Jawa Barat, salah satu kota paling indah di Indonesia.
Tangkuban Perahu, salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat. Sekitar 20 kilometer dari Bandung ke sebelah utara. Foto: Indonesia Tourism
Kami yakin Anda sudah akrab dengan ibukota Indonesia, Jakarta (kota yang terkenal di dunia karena kemacetannya), namun seberapa akrab Anda dengan Bandung?

Bandung, kota ketiga terbesar di Indonesia, terkenal dengan industri tekstilnya. Selain itu, merupakan kota bersejarah pada tahun 1995 ketika menjadi tuan rumah pertama kali untuk Konferensi Asia-Afrika dan sekarang pariwisata menjadi infrastruktur utama, selain hotel dan swalayan di perkotaan.

Tempat wisata

Trans Studio Bandung tak hanya yang terbesar di Indonesia namun juga yang terbesar di dunia. Foto: Trans Studio

Nikmati sentuhan petualangan di Tangkuban Perahu, gunung berapi aktif yang dapat ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan. Anda akan segera menikmatinya saat melihat gunung berapi tersebut secara langsung.

Ketika Anda sampai ke puncak, Anda akan disambut dengan pemandangan indah dan deretan kios kerajinan tangan. Kuda tunggangan menunggu untuk mengantar Anda menjelajahi gunung (dengan ketinggian sekitar 2.084 meter) tersebut.

Sempatkan juga berkunjung ke taman hiburan indoor terbesar ketiga di dunia, Trans Studio Bandung. Tempat ini merupakan rumah singgah untuk 20 wahana dan berbagai acara, semuanya dibagi menjadi tiga zona yang berbeda.

Mari berlibur dan hidupkan kembali masa kecil Anda di Trans Studio.

Trans Studio Bandung, Jl. Gatot Subroto 289 Bandung - 40273, www.transstudiobandung.com; Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Tempat menginap

Dari club room The Regency, Anda dapat melihat gunung-gunung dari kejauhan dan kota Bandung dari ketinggian. Foto: Hyatt Regency Bandung
Semua ruangan di hotel Hilton memberikan akses Internet berkecepatan tinggi dan TV LCD. Hotel juga menawarkan pusat kebugaran dan kolam renang di puncak gedung yang menghadap ke gunung Tangkuban Perahu.
Bahkan jika Anda tak tertarik berolahraga, bersantaplah di Fresco Italia Restaurant yang berada di tepi kolam renang, lidah Anda akan dimanjakan dengan makanan yang nikmat dan menggugah selera. Jika Anda ingin relaksasi, tersedia juga fasilitas spa.

Pilihan lainnya yakni Hyatt Regency Bandung. Berlokasi di jantung kota Bandung, hotel dengan 252 kamar ini menawarkan fasilitas rapat dan pusat kebugaran serta restoran dan fasilitas hiburan. Hotel Hyatt Regency Bandung hanya berjarak 20 menit dari bandara Bandung dan 10 menit dari stasiun Bandung.

Hilton Bandung Hotel, HOS Tjokroaminoto No. 41-43, Bandung, Indonesia 40171, 62 22 8606 6888, www1.hilton.com; Hyatt Regency Bandung, Jalan Sumatera No. 51, Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40115, +62 22 421 1234, bandung.regency.hyatt.com

Tempat berbelanja

Di Bandung Supermal, Anda akan merasakan pengalaman hiburan dan belanja sepuasnya di kota Bandung. Foto: Berita Assyams
Dengan lebih dari 250 toko dan Metro Department Store, Bandung Supermal (BSM) merupakan pusat belanja terkemuka di Bandung. Selain berbelanja, BSM juga merupakan rumah bagi Kota Fantasi, taman hiburan indoor, arena bowling dan bioskop.

Paris Van Java (PVJ) merupakan salah satu kompleks gaya hidup yang populer baik bagi pengunjung maupun bagi penduduk lokal. Terdapat berbagai toko hingga bioskop dan hypermarket didalamnya, semua tersedia untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Bandung Supermal, Jl. Gatot Subroto 289, Bandung 40273, +62 22 9109 1020, www.bandungsupermal.com; Paris Van Java - Resort Lifestyle Place, Jl. Karang Tinggal No. 7, Bandung, 40162, Indonesia, +62 22 206 0800, paris-van-java.com

Tempat makan

The Valley merupakan tempat yang sempurna untuk mendapatkan panorama terbaik saat Anda menikmati makanan. Foto: The Valley
Pengalaman makan terbaik tentu lebih dari sekedar makanan lezat dan pelayanan yang hangat (meskipun itu adalah awal yang baik); sebuah restoran haruslah memiliki suasana yang luar biasa. Valley Bistro Café Bandung memiliki semua karakteristik ini, dengan salah satu pemandangan matahari terbenam terbaik di kota. Nikmati makanan Anda dengan lembah yang indah sebagai latar belakang.

Terletak di puncak bukit, Valley Bistro Cafe merupakan bagian dari resort The Valley yang menawarkan gabungan masakan Eropa modern, Jepang dan masakan oriental. Lokasi restoran ini, makanan yang disajikan serta pemandangannya merupakan perpaduan seimbang bagi penduduk lokal dan pengunjung. Pastikan melakukan pemesanan tempat terlebih dahulu untuk mendapatkan meja terdekat dengan pemandangan terbaik.

Kampung Daun merupakan pengalaman bersantap dengan atmosfer yang sama sekali berbeda dari The Valley. Berlokasi di sebuah lembah yang tertutup tebing, Kampung Daun memberikan privasi, dengan meja dalam pondokan yang tersebar di seluruh desa.

Meskipun masakan Barat menjadi menu utama, jangan ragu memesan masakan lokal dengan rasa Indonesia. Lakukan pemesanan tempat terlebih dahulu, dan bawalah baju hangat untuk menetralisir suasana dingin di malam hari.

The Valley, Jl. Lembah Pakar Timur No. 28, Dago Pakar, Bandung, Indonesia, +62 22 253 1053, www.thevalley.co.id; Kampung Daun Culture Gallery & Cafe, Jl. Sersan Bajuri Km. 4,7 No. 88 RR1 - Bandung, +62 22 278 7915, kampungdaun.net
Sumber Berita : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/294-yang-harus-anda-kunjungi-di-kota-bandung

Minggu, 04 Maret 2012

Pendakian Argopuro

Keindahan Puncak Argopuro

Tiga punggung gunung dan pegunungan yang membatasi selatan Probolinggo yaitu pegunungan Tengger dengan Bromo, gunung Lamongan dan dataran tinggi Yang, bukan hanya menyajikan panorama yang mempesona, namun juga menantang untuk ditaklukkan yang menarik adalah kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.



Puncak Argopuro

Kumpulan bukit-bukit memiliki daya tarik dan keunikan yang khas sehingga mendorong bagi para peneliti dan kelompok Pecinta Alam dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia untuk mengadakan pendakian sampai puncak Argopuro Medan sulit dengan tebing terjal dan lembah curam, ranjau-ranjau alam yang menghadang sepanjang jalan adalah pada semak-semak menjelang tiba di Puncak Argopuro, perlu diwaspadai ranjau-ranjau alami berupa tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon beracun atau daun menyengat. Batang, tangkai dan permukaan helai daunnya dipenuhi duri yang bila menggores atau menyentuh kulit, menimbulkan rasa gatal bercampur nyeri disertai panas, nyaris seperti pengaruh cairan berbisa yang ditusukkan oleh sengat lebah, lipan atau kalajengking. Tetapi anehnya, kadang-kadang sengatan tersebut secara mendadak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya rematik.

Itulah sebabnya kawasan ini bebas dari binatang dan hewan melata yang berbahaya seperti ular, lipan, dan sebagainya. Terpaan angin dingin menyambut bersahabat para penakluk Puncak Argopuro (3.088 meter). Setiap pendaki pasti berdecak kagum. Di Argopuroyang merupakan puncak paling tinggi diantara puluhan bukit yang berhimpit di Dataran Tinggi Yang, terdapat pelataran luas dengan puing-puing bangunan runtuh yang berserakan. Meski sudah berabad-abad tak terawat, disana sini masih tersisa bentuk-bentuk bangunan utama, pondasi terpendam yang merupakan batas-batas ruang, pintu-pintu masuk dan pintu penghubung, pura pemujaan, tempat semedi, dan gapura utama. Sayang, sampai hari ini belum diketemukan sebuah prasasti atau bukti-bukti yang menunjukan bilangan tahun, sehingga reruntuhan puing bekas istana yang merupakan singgasana megah Ratu jelita “Dewi Rengganis” tetap menjadi misteri yang belum terungkap.


Rute Menuju Puncak
Enggan rasanya meninggalkan lokasi memukau ini. Namun masih ada lokasi menarik yang perlu disinggahi. Setelah dari Puncak Argopuro atau lebih dikenal “Istana Rengganis”, kita kembali menuju Cicentor untuk meneruskan perjalanan ke Si Kasur. Mengitari bukit Batu Lempeng, menuruni Pondok Celot, melewati Taman Sarang Labah-labah yang dikenal dengan nama Si Mesem yang artinya tersenyum. Dilokasi ini pengunjung hampir pasti tersenyum dan tersenyum, mengagumi keajaiban alam.

Dilokasi Si Kasur, terdapat dua buah bungalow yang tinggal pondasi dan separuh dinding batu, namun berdiri sangat kokoh. Bekas bangunan Tuan Ladebour (Belanda) ini dilengkapi dengan pondasi landasan pesawat terbang. Pada peta kawasan Dataran Tinggi Yang, lokasi ini disebut Alun-Alun Besar. Tidak jauh dari dekat bangunan tersebut yang sekarang ditandai dengan sebutan Cemara Satu, terdapat mata air yang disebut Sungai Kolbu dengan selada air terhampar disepanjang hulu sungai cagar alam itu. Sayur segar yang lezat ini agaknya memang disediakan bagi mereka yang bertenda di Si Kasur.

Dari Si Kasur, menuruni lembah yang dikenal dengan Jurang Dalam, melewati Jambangan, mengikari bukit Cemara Dua, menelusuri Alun-Alun kecil, tiba di bukit Cemara Panjang (terdapat mata air). Jika perjalanan diteruskan, ada simpangan yang berupa rambu dan papan peringatan. Setelah melewati Pondok Lalang, Taman Sari dan Batu Lawang, route pendakian Puncak Argopuro / Rengganis berakhir di pintu keluar Badaeran.

Jumat, 02 Maret 2012

Bledug Kuwu Fenomena Kawah Lumpur

Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena kawah lumpur (mud volcanoes) yang sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732 M—928 M). Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Grobogan, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Secara etimologi, nama bledug kuwu berasal dari bahasa Jawa, yaitu `bledug` yang berarti ledakan/meledak dan `kuwu` yang diserap dari kata `kuwur` yang berarti lari/kabur/berhamburan.
Menurut cerita turun temurun yang beredar di masyarakat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan. Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju Kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anak Aji Saka, penguasa Kerajaan Medang Kamulan.

Keistimewaan
Selama perjalanan menuju Bledug Kuwu pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau, kawasan hutan yang cukup lebat, dan bukit-bukit yang begitu indah, sehingga perjalanan menuju tempat wisata ini tidak terasa membosankan. Setelah sampai di lokasi, pengunjung akan melihat fenomena alam yang mengagumkan. Di objek wisata ini, terjadi letupan-letupan lumpur seperti bunyi meriam yang berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 sampai 3 menit, di daerah dengan diameter kurang lebih 650 meter. Bahkan, tak jarang, letupan-letupan lumpur itu bisa mencapai seukuran rumah penduduk.
Selain menikmati keindahan wisata Bledug Kuwu, pengunjung juga bisa menyaksikan penduduk desa yang mencari nafkah dari Bledug Kuwu sebagai petani garam. Dari sumber air garam Bledug Kuwu, petani garam mengolahnya hingga menjadi garam dapur. Kemasyhuran rasa garam Bledug Kuwu pernah tercatat dalam sejarah Kraton Surakarta.
Lokasi
Objek wisata Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Perjalanan menuju objek wisata Bledug Kuwu dapat ditempuh melalui jalan darat. Dari Terminal Bus Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Purwodadi dengan biaya sekitar Rp 10.000. Setelah sampai di Terminal Bus Purwodadi, perjalanan dapat dilanjutkan dengan minibus jurusan Porwodadi—Kuwu dengan ongkos sekitar Rp 5.000 (April 2008).
Harga Tiket
Bagi pengunjung yang baru pertama kali menyambangi objek wisata ini mungkin akan terheran-heran dengan harga tiket masuk yang ditetapkan oleh pemerintah setempat. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 500 per orang (April 2008) pengunjung sudah bisa menikmati keindahan wisata alam Bledug Kuwu sepuas-puasnya.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di sekitar lokasi objek wisata Bledug Kuwu terdapat akomodasi dan fasilitas, seperti: rumah makan, rumah penginapan, warung telekomunikasi/Wartel, dan tentu saja, warung/toko yang menjual garam buatan penduduk Desa Kuwu yang sudah masyhur rasanya. 
Sumber Berita : http://yonasadhikrisnanda-yonas.blogspot.com/2011/07/bledug-kuwu-fenomena-kawah-lumpur.html