Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2012

Surat Dari Solo

Sepucuk surat dari seorang teman saya dari Solo untuk Pak Jokowi :

Pak Jokowi, saya tinggal di Solo, dan saya bangga punya pemimpin seperti pak Jokowi.

Pak Jokowi, bapak sungguh bisa mengayomi rakyat kecil, saya tidak pernah melihat pemimpin lain yang bisa lakukan itu sebaik bapak.

Pak Jokowi, sifat bapak yang ramah, santun benar-benar sudah membuat damai Kota Solo, warga Solo bangga bisa punya pemimpin seperti bapak.

Pak Jokowi, yang paling saya sukai dari sifat bapak adalah kejujuran. Bapak tidak pernah makan uang rakyat sendiri, bahkan gaji bapak pun rela tidak bapak ambil. Kami warga Solo jadi tak enak hati pada bapak. Sungguhpun tidak ada pemimpin seperti bapak yang mau tulus bekerja untuk rakyat.

Pak Jokowi, bapak telah berhasil memajukan Kota Solo. Terima kasih atas inovasi-inovasi, terobosan-terobosan yang bapak lakukan demi Kota Solo.

Pak Jokowi, kami juga bangga Kota Solo telah Bapak kenalkan ke dunia internasional. Menjadi kota budaya yang disegani di dunia internasional, itu semua berkat kerja keras bapak telah mengenalkan Kota Solo ke dunia luar.

Pak Jokowi, terima kasih sudah berhasil memindahkan 989 PKL di Banjarsari tanpa kekerasan. Saya warga Solo senang melihat bapak yang begitu mengayomi para PKL. Tidak hanya di Banjarsari, seluruh PKL berhasil dipindahkan Bapak tanpa menggunakan kekerasan. Pemimpin yang sungguh bisa megayomi rakyatnya.

Pak Jokowi, terima kasih sudah membangun 18 Pasar Tradisional di Solo menjadi bagus kembali. Benar-benar tidak ada pemimpin sehebat bapak. Ternyata bapak lebih suka membangun Pasar Tradisional ketimbang membangun mal, salut buat bapak.

Pak Jokowi, terima kasih bapak telah memberi inovasi transportasi terbaru berupa Railbus dan Bus Tingkat pertama di Indonesia. Untuk bus tingkat memang dulu sudah ada tetapi entah kenapa dihilangkan dan baru dimunculkan lagi atas inisiatif Jokowi. Semoga Kota Jakarta juga memilikinya sehingga menjadi kota kedua setelah Solo.

Pak Jokowi, kini engkau akan ditugaskan di tempat yang lebih besar, lebih menantang. Semoga engkau dapat melaksanakan tugasmu seperti di Solo, selalu mengayomi rakyat kecil.

Selamat berjuang pak Jokowi
Kami Rakyat Solo mendukungmu
Pak Jokowi pasti menang
Kami Warga Solo selalu mendoakan bapak

Sumber : http://kompasiana.com/post/politik/2012/08/30/terima-kasih-banyak-pak-jokowi-dari-kami-warga-solo/

Sukses selalu pak Jokowi

24 Jam Menuju DKI 1

Sebelumnya tidak ada yang menduga dan menyangka kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jokowi-Ahok pada putaran pertama Pilgub DKI 2012 cukup fenomenal. Pasangan ini meraih 42% suara, jauh meninggalkan 5 pasangan calon lain. Bahkan pasangan calon Incumbent Foke-Nara yang menduduki urutan ke 2 dalam perolehan suara terpaut 10%, dengan perolehan suara sebanyak 32%. Akhirnya putaran ke dua harus dijalankan karena belum ada yang mencapai kemenangan mutlak dengan perolehan suara minimal 51%.
Bagaimana dengan putaran ke dua?
Tidak lebih dari 24 jam lagi, diiringi turunya hujan perdana membasahai kota ini setelah musim kemarau yang sedikit agak panjang, warga DKI akan menentukan pilihan gubernurnya untuk memimpin DKI periode 2012-2017. Siapakah yang akan dipilih oleh warga DKI? Apakah yang lama akan mendapatkan kesempatan dua kali? Atau yang baru akan mendapatkan kesempatan perdana?
Bila kita flash back perjalanan kedua pasangan calon sejak putaran pertama hingga menjelang putaran ke dua besok, ke dua pasangan calon yang lolos ke putaran ke dua ini telah melakukan segala macam upaya untuk meraih kursi no 1 dan paling panas di Ibu kota ini. Mulai dari cara-cara yang konvensional hingga dengan cara-cara yang sangat kreatif dan inovatif. Mulai dari cara yang ideal hingga mungkin juga dengan cara yang curang bahkan melanggar hukum. Mulai dari cara-cara yang memang menarik simpati hingga dengan cara-cara yang sarat dengan intimidasi.
Lalu kira-kira siapa yang akan mencapai puncak piramid Kota ini? Atau mungkin pertanyaan yang lebih terurai adalah siapa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh DKI?. Pemimpin yang bagaimana yang sanggup membenahi kota yang semrawut ini?. Gubernur seperti apa yang mampu meredam ‘kekejaman’ Ibukota ini yang katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Jakarta 25 tahun terakhir
Penulis bukanlah tim sukses, apalagi bagian dari salah satu calon tertentu. Penulis hanya seorang warga DKI yang sudah 25 tahun berdomisili dan berjibaku di Ibukota yang berantakan ini. Sejauh pengamatan penulis, sejak tahun 87 hingga sekarang kota ini berkembang sangat pesat tanpa kendali. Pembangunan seakan-akan saling berkejar-kejaran.
Kota ini bagai hutan beton, pori-pori tanahnya ditutup dengan pengerasan material kasar secara sporadis, hingga tidak ada lagi permukaan tanah yang dapat menyerap air, inilah penyebab utama banjir. Nyaris seluruh permukaan Kota ini tidak bisa lagi dirambati oleh akar tanaman. Sehingga air tidak lagi melintasi siklusnya.
Ruang terbuka hijau atau taman kota habis dijadikan bangunan pusat perbelanjaan. Tidak ada lagi taman-taman tempat yang nyaman untuk anak-anak bermain, tidak ada lagi udara segar yang dapat kita hirup saat bangun pagi. Pusat-pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, dan perumahan yg tidak memenuhi standart amdal, semuanya bertumbuh seperti jamur. Belum lagi permukiman liar yang tumbuh menjadi pemukiman kumuh.
Kota Jakarta ini tidak lagi manusiawi. Tidak ada lagi pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, tidak ada kemudahan akses fasilitas umum untuk penyandang cacat. Tidak ada lagi ruang yang nyaman untuk sekedar bercengkrama di ruang terbuka. Tidak ada lagi masyarakat yg peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kesemrawutan atau kesalahan pengelolaan membuat kota ini menjadi tidak teratur. Kemacetan tak terurai akibat pesatnya perkembangan kepemilikan kendaraan, jauh lebih cepat akselerasinya dibandingkan perkembangan fisik ruas jalan. Hingga volume kendaraan tidak dapat lagi ditanggung oleh volume jalan yang memang sangat terbatas.
Nampaknya semua gubernur yang pernah memimpin Kota ini hanya berorientasi kepada pengembangan secara fisik semata. Tidak ada pemimpin yang menata kota ini secara software, hingga membuat sistem yang sesungguhnya sebagai regulasi pengendalian pembangunan kota ini. Yang dikembangkan hanya fisiknya saja yang semakin berlapis-lapis bahkan menjulang tinggi menuju kaki langit.
Perilaku masyarakatnya pun berubah semakin oportunis, hubungan tatanan sosialnya berangsur surut atau mengalami proses degradasi. Dekadensi moralpun terasa seiring dengan semakin tingginya tingkat stressing kota ini. Polusi udara yang menebal, panas yang menyengat, air bersih yang sulit didapat, pengangguran yang semakin tinggi, urabanisasi yang juga tidak terkendali, hingga membuat kota gila ini semakin men’gila’politan (pelsetan megapolitan).
Mr. J or Mr. F?
Lalu siapakah yang lebih pantas mengelola Kota ini? Apakah masih kita serahkan kepada yang pengalaman mengelola kota Jakarta ini namun misorientasi? Atau kepada yang sesunggunya juga sudah pengalaman di kota lain dan berhasil mengelola kota tersebut menjadi kota idaman para turis lokal dan mancanegara?
Apakah persoalan kota ini dapat diatasi dengan emosional dan temperamen? Atau sesungguhnya kota keras ini harus dihadapi dengan kelembutan? Ya tentunya dengan kebijakan yang tegas. Sebab kota ini nampaknya harus dipimpin oleh seorang yang cerdas dan dapat menata kota ini dengan konsep yang manusiawi dan dengan cara yang humanis.
Jika kita lihat dari parameter perilaku saja, nampaknya kedua pasangan calon ini sangat bertolak belakang. Yang satu ramah dan santun yang satu malah suka marah-marah dan tendensius. Heheheh
Jika kita lihat dari prestasi memimpin? mmmm…Memang Solo adalah kota yang tidak besar dan cenderung homogen, penduduknya pun tidak lebih dari 1 juta. Mungkin tidak sulit bagi seorang Jokowi untuk membuat kota Solo menjadi kota yang arif dan lohjinawi. Bagaimana dengan Jakarta yang heterogen dan berpenduduk 9 Jt jiwa dengan segalam macam persoalan?
Lalu bagaimana dengan prestasi Foke selama memimpin Jakarta? Gubernur yang sudah memimpin DKI selama satu periode dan sebelumnya menjadi wakil Sutioso ternyata tidak berhasil membenahi dan menata kota ini menjadi baik. Padahal menurut pengakuan beliau katanya ahli di bidang ini (baca:penataan tata kota). Lagi-lagi karena berorientasi pada pembangunan fisik. Karena setiap proyek pembangunan fisik, seorang gubernur akan mendapatkan ‘fee’ atas peresetujuanya memberikan ijin pembangunan fisik di kota ini. Wow, apakah karena uang milayaran yang di depan mata mengucur begitu saja hingga Foke sulit merelakan lepasnya Jabatan DKI-1 tersebut? Hingga harus ngotot ingin mengalahkan Jokowi di putaran ke dua besok?
Jurus pamungkas apa yang akan dilakukan oleh Foke untuk mengungguli perolehan suara Jokowi yang unggul 10% dengan perolehan suara yang dia capai? Sanggupkah Foke melawan Jokowi yang diback-up oleh relawan-relawan yang loyal mencitrakan Jokowi. Maaf mungkin bukan mencitrakan tetapi melanjutkan profile yang sesungguhnya sudah tercitrakan baik.
Percayakah anda kalau Jokowi tidak pernah korupsi? bahkan tidak menerima gajinya sebagai upah lelahnya memimpin kota Solo?. Jika itu benar, mungkin baru Jokowi satu-satunya tokoh pemimpin di negeri ini yang sama sekali tidak pernah korup. Penulis sangat yakin akan hal ini, hingga membuat penulis penasaran ingin jalan-jalan ke kota Solo sekedar menghilangkan kepenatan selama bekerja di Kota Jakarta yang memang kejam ini.
Belum pernah penulis mendapatkan broadcast bbm yang mencitrakan Foke itu baik. Sebaliknya segudang postingan, twit, status FB, hingga tulisan yang termuat di dunia maya kebanyakan mencitrakan Jokowi adalah orang baik. Hebatnya lagi rating ‘JOKOWI’ di mbah google mencapai19.700.000. Sedangkan Foke hanya mencapai 12.500.000. Ini bukti bahwa ternyata Jokowi tidak saja menjadi harapan warga Jakarta. tetapi sudah menjadi harapan masyarakat bangsa ini. Bahkan warga Solo tidak boleh lagi possesive dengan Jokowi. Karena Jokowi sudah menjadi ‘milik’ bangsa ini.
Singkatnya, masihkah kita akan memilih orang sudah GAGAL?
Tidakkah kita penasaran akan hasil sukses yang diraih oleh Jokowi di kota SOLO? 
Sumber Berita :  http://politik.kompasiana.com/2012/09/19/24-jam-menuju-dki-1/

Catatan Kecil Mas Pardi Yoko

AKU SISIHKAN UANG SAKUKU UNTUK PAK JOKOWI. Malam ini dari kota Solo akan banjir puja dan doa pada Sang Maha Kuasa, memohon ke hadirat Illahi agar Pilkada DKI besok pagi berjalan aman, lancar dan damai serta memohon semoga Pak Jokowi dan pak Basuki diberi kemenanga serta berkesempatan meminpin DKI.
Salah satu kelompok ( para pemuda, remaja dan pelajar ) mengundang saya untuk hadir pada Malam Doa dan Pentas Kreasi untuk pak Jokowi yang akan dilaksanakan di Pelataran Sriwedari nanti malam jam 19.00wib s/d selesai serta dilanjutkan nonton bareng Tayangan Pemilu Kada DKI pada Kamis , 20 Sept 2012.......undangan itu bagi saya adalah biasa karena saya juga banyak mendapat undangan yang sama dari berbagai kelompok dan di tempat yg berbeda. Tapi ada hal lain yang membuat saya trenyuh dan kemben
g kembeng mata saya serasa mau menangis ketika saya tanyakan dari mana sumber dananya karena saya lihat rencana acaranya banyak dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.............lalu dengan malu malu mereka menceriterakan bahwa merek berusaha mencari sumbangan ke beberapa pihak serta penggalian dari mereka sendiri dengan cara berjualan beberapa barang yang bisa diambil untungnya kemudian mereka menyisihkan sebagian uang saku mereka selama sebulan untuk ditabung dan dipergunakan mendanai kegiatan tersebut. Deeeeeeegh........ tertegun sesaat dan terhenyak mendengar pengakuan mereka. Mereka rela berkeringat, mereka rela berkorban demi orang yang mereka cintai. Pelajar berjualan, pelajar rela menyisihkan uang saku mereka selama sebulan,,,,,,,sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa bagi saya. Bukan hanya itu merekapun rela meluangkan waktu dan tenaga untuk kangelan mempersiapkan acara. Duuuuuh betapa luhur budimu adik adikku, betapa dalamnya kalian mencintai pemimpinmu. Duh pak Jokowi, betapa dalam kau menancapkan pesona cinta dalam diri mereka, betapa dalam kau tanamkan kerelaan berkorban pada diri anak-anak muda ini. Pak Jokowi......... kepemimpinanmu dan cintamu pada rakyatmu telah membangkitkan semangat mereka untuk membalas cintamu dan perhatianmu. Pak Jokowi sungguh SOSOK pemimpin yang mencintai dan dicintai. Pak Jokowi SOSOK pemimpin yang mengabdi dan melayani. Pak Jokowi......jangan pernah lupakan kebersamaan ini. Pak Jokowi......sungguh kami sangat mencintaimu. Tuhanku dan Allahku, dengarlah puja kami, dengarlah doa kami dan berkahilah pak JOKOWI dan pak BASUKI. Amanlah negeriku, damailah Jakartaku dan jadilah JB pemimpin baru. Semoga Tuhan mengabulkan.
 Sumber Berita : http://www.facebook.com/groups/420510097966592/

Jokowi Tidak Ada Skenario Kalah

Besok warga DKI Jakarta akan memberikan kejutan setelah pemungutan suara berakhir.

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada skenario kalah Pilkada DKI putaran kedua dalam kamusnya.

"Dari awal sudah saya katakan, saya optimistis. Tidak ada skenario kalah," kata Jokowi, ketika menghadiri acara penerimaan Soegeng Sarjadi Award di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu malam.

Selain optimis, Jokowi juga mengungkapkan besok warga DKI Jakarta akan memberikan kejutan setelah pemungutan suara berakhir.

"Saya tunggu kejutannya besok. Seluruh masyarakat DKI Jakarta yang akan memberikannya," ujar Jokowi.

Terkait persiapan khusus jelang pelaksanaan Pilkada, Jokowi mengatakan hanya membutuhkan asupan dan istirahat yang cukup.

"Persiapan untuk besok hanya makan yang banyak dan istirahat yang cukup," kata Jokowi yang pada malam itu tidak mengenakan baju kotak-kotak.

Jokowi menuturkan kehadirannya di Jakarta kali ini memang khusus untuk mengikuti jalannya proses pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua secara langsung.

Seperti diketahui, Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan digelar besok, Kamis (20/9). Dalam pemilihan tersebut, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan menghadapi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli
Sumber Berita :  http://www.beritasatu.com/megapolitan/72761-jokowi-tidak-ada-skenario-kalah.html

Besok Foke Dilaporkan ke KPK dan Bawaslu

Ada dua dugaan pelanggaran pidana, yakni pidana korupsi dan pidana Pemilu.

Adanya dugaan politik uang APBD yang dilakukan oleh Calon Gubernur Petahana Fauzi Bowo melalui dana hibah dan bantuan sosial, Indonesia Budget Center (IBC) akan melaporkan hal tersebut kepada KPK dan Banwaslu.

“Dengan membawa bukti-bukti dari hasil investigasi dan verifikasi yang kami miliki, akan kami laporkan ini besok Rabu (19/9),” kata Arif Nur Alam, Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), hari ini, di Jakarta.

Arif mengatakan pelaporan ini dilakukan oleh Arif karena dirinya melihat ada dua dugaan pelanggaran pidana apabila penyelewengan dana ini benar terbukti, yakni pidana korupsi dan pidana Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kami berharap KPK untuk dapat segera menindaklanjuti temuan ini, karena adanya indikasi dugaan korupsi pengelolaan APBD yang dilakukan oleh Gubernur pada bantuan hibah dan bansos,” sambung Arif.

Dirinya juga berharap Bawaslu untuk menindaklanjuti temuan ini sebagai dugaan tindak pidana pemilu pada pelaksanaan Pilgub DKI, dimana cagub diduga telah menyalahgunakan posisinya sebagai gubernur terkait dana APBD.

Selain akan melaporkan kepada dua lembaga tersebut, IBC juga mengkritisi kebijakan Kementrian Dalam Negeri yang semestinya dapat mengontrol penyelewengan dana APBD ini melalui moratorium menghentikan hibah dan bansos dalam Pemilukada.

“Ini bisa menjadi warning bagi pemerintah, dan moratorium tersebut seharusnya bisa ditetapkan dalam dua tahun sebelum Pemilukada,” tegasnya.

 Sumber Berita :  http://www.beritasatu.com/megapolitan/72378-besok-foke-dilaporkan-ke-kpk-dan-bawaslu.html

Selasa, 18 September 2012

Yesus Pernah Menikah Naskah Kuno Sebut Kata Istri

TEMPO.CO, Washington - Delapan baris teks pada bagian depan dan enam baris di belakang dari manuskrip abad IV menyingkap sebuah cerita. Manuskrip yang ditulis dalam bahasa Koptik ini di dalamnya menyebut Yesus ditulis berbicara tentang "istri saya," menurut profesor Harvard Karen L. King, yang menemukan manuskrip itu.

"Garis paling menarik dari seluruh fragmen itu ... adalah kalimat ''Yesus berkata kepada mereka [para murid-Nya], istri saya ..." King mengatakan dalam sebuah video yang diposting ke saluran Harvard di Youtube. Baris berikutnya dari teks berbunyi, "Dia akan dapat menjadi murid-Ku."

"Ini adalah teks kuno yang masih ada yang secara eksplisit menggambarkan Yesus merujuk kepada istri," tulis King dalam makalahnya, mengenai penemuan tersebut.

Penemuan, jika divalidasi, dapat memiliki implikasi besar bagi keyakinan Kristen. Keyakinan bahwa Yesus tidak menikah adalah salah satu alasan dalam Gereja Katolik tentang hidup selibat dan tidak diizinkan untuk menikah. Hal ini juga dapat memiliki implikasi untuk peran perempuan dalam gereja, karena itu berarti Yesus memiliki seorang murid perempuan.

Selama berabad-abad, perdebatan tentang kemungkinan bahwa Yesus menikah, atau bahwa ia mungkin punya hubungan dengan Maria Magdalena, tak pernah usang. Perdebatan itu dimutakhirkan melalui novel karya Dan Brown, The Da Vinci Code.

Namun, King menekankan bahwa penemuan baru ini "tidak memberikan bukti bahwa Yesus secara historis menikah."

"Namun fragmen tersebut memberikan bukti langsung yang mengklaim tentang status perkawinan Yesus pertama kali muncul lebih dari satu abad setelah kematian Yesus dalam konteks intra-Kristen terkait kontroversi atas seksualitas, perkawinan, dan pemuridan Yesus," katanya.

Bertahun-tahun setelah kematian Yesus, orang Kristen berdebat tentang apa cara yang benar untuk mengikuti Yesus. Sekalangan umat percaya Yesus menikah.

Sementara meneliti keaslian papirus  ini, King mengatakan dia sangat tertarik juga untuk meneliti siapa orang pertama kali yang menyatakan bahwa Yesus tidak punya istri. "Saya terkejut menemukan bahwa penegasan Yesus tak menikah berada pada periode yang sama dengan umur papirus ini," katanya. Itu berarti bahwa lama setelah kematian Yesus pertanyaan tentang apakah Yesus menikah atau tidak terus mengemuka, dan fragmen kecil ini muncul untuk menegaskannya.

King berencana mempresentasikan penelitiannya pada International Congress of Coptic Studies X di Roma.
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/09/19/121430408/Yesus-Pernah-Menikah-Naskah-Kuno-Sebut-Kata-Istri

MUI Akui Dukung Foke Nara

TEMPO.CO, Jakarta -  Koordinator Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin mengaku memang mendukung calon gubernur DKI incumbent Fauzi Bowo. Ketika dihubungi Tempo, Selasa 18 September 2012, Ma’ruf mengatakan, Foke adalah kandidat gubernur yang kuat agamanya, dekat dengan ulama, serta pernah menjadi ketua tanfidziyah Nahdatul Ulama wilayah DKI.
Kedua, Foke dianggap memiliki pendidikan yang cukup karena merupakan tamatan S3 dari jerman tentang perencanaan kota. Lalu, Bang Kumis juga dinilai berpengalaman mengabdi di DKI selama 30 tahun lebih. Ma’ruf juga menyebut, Foke telah menorehkan banyak prestasi.
Sehingga, kata Ma’ruf, sejumlah ketua MUI secara personal sudah bersepakat mendukung Foke.  Dukungan itu diberikan dalam bentuk selebaran yang disebarkan ke berbagai wilayah Jakarta.  »Itu tausiyah ulama dan habaib untuk umat Islam DKI. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan, maka lebih baik kami sampaikan secara tertulis,” kata Ma’ruf.

Meski tahu soal isi selebaran itu, Ma’ruf mengaku tidak tahu siapa penyebarnya. »Orang-orang yang sepakat biasanya kemudian menyebarkan,” kata dia.
Masalahnya, di lapangan, himbauan MUI untuk memilih Foke itu, digabung dengan selebaran lain yang isinya ‘seram’. Ada yang menyebut Jokowi beragama kristen. Ada yang menyebut daftar kegagalan Jokowi memimpin Solo, dan banyak lagi. »Kalau yang itu bukan dari kami. Masa ulama ngomongin orang,” kata Ma’ruf.
Umar Shihab, salah satu ketua MUI membenarkan, secara personal, ketua MUI membuat kesepakatan bersama di antara mereka untuk mendukung Bang Kumis. Kesepakatan itu dibuat setelah pemilukada putaran pertama menyisakan dua calon, yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. »Dalam kesepakatan itu, kami mendukung Fauzi Bowo, memang betul. Tapi bukan berarti ikut kampanye.”
Selebaran yang ditemukan Tempo di Jakarta Timur, terdiri dari lima lembar. Lembar pertama hingga ketiga berjudul Tausiyah Ulama dan Para Habaib DKI Jakarta Kepada Umat Islam DKI Jakarta, berisi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan alasan mendukung Foke. Ditambah, pencantuman nama-nama 14 orang, di antaranya ketua MUI, Ma’ruf Amin, Umar Shihab, dan  Amidhan. Lembar keempat memuat biodata Jokowi dan Ahok. Adapun lembar kelima berisi artikel opini  koran Kompas.
Umar membantah bahwa dia membuat selebaran untuk mendukung calon gubernur incumbent, Fauzi Bowo. »Kami mendukung, tapi tidak pernah membuat selebaran,” katanya saat dihubungi terpisah.
Umar menduga, selebaran dukungan untuk Foke itu dibuat oleh kalangan yang mengetahui adanya kesepakatan para ketua MUI. »Mungkin dibuat oleh teman-teman yang tahu bahwa kami setuju (dukung Foke),” ujar Umar.
 Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/mui-akui-dukung-foke-nara-233453604.html

Akun Triomacan2000 Jadi Jangkar Pendukung Foke

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga analisa percakapan politik di media sosial, PoliticaWave, menyebut pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja unggul dalam merebut perhatian netizens. Pada periode 12 Juli-12 September 2012, mereka meraih share of exposure  (persentase jumlah buzz/mention kandidat di social media) sebanyak 54,9 persen.
Sedangkan pasangan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli hanya meraih 45,1 persen dukungan.
"Media sosial yang kami monitor meliputi Twitter, Facebook, Online Forum, Blog, Online News dan Youtube," ujar Pendiri PoliticaWave, Yose Rizal, Selasa, 18 September 2012.
Kemenangan ini ditentukan oleh terpolanya strategi komunikasi dunia maya yang dilakukan kubu pasangan Jokowi-Ahok. "Komunikasi mereka menyebar di antara akun jejaringnya," ujarnya.
Sementara pola komunikasi para pembincang Fauzi di dunia maya, amat terpusat. "(Akun twitter) @triomacan2000 misalnya, menjadi penghubung bagi banyak akun pendukung Fauzi," ujar Yose.
Tercatat sebanyak 562.598 unique user (jumlah akun unik yang melakukan percakapan) mendukung Jokowi - Basuki. Sementara Fauzi - Nachrowi hanya didukung 309.678 unique user. Ini menyebabkan buzz (jumlah percakapan tentang kandidat di social media) pasangan kotak-kotak itu mencapai 1.365.234 kicauan. Sementara pasangan petahana hanya mentok di angka 813.742 kicauan.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/akun-triomacan2000-jadi-jangkar-pendukung-foke-024616117.html

Prabowo Subianto

Sahabat-sahabatku sekalian.

Hari ini tanggal 16 September 2012. Empat hari lagi, tanggal 20 September 2012 ibukota kita akan melaksanakan pemilihan gubernur putaran kedua. Diluar dugaan banyak pihak, calon gubernur dan calon wakil gubernur yang kita usung dan kita dukung, yaitu saudara Joko Widodo dan saudara Basuki T Purnama telah memenangkan putaran pertama dengan cukup meyakinkan.

Di antara enam kandidat, mereka berhasil menempatkan posisi nomor satu walaupun menghadapi kekuatan-kekuatan lawan yang tangguh.

Sesudah putaran pertama, kita merasakan dengan cukup prihatin ada pihak-pihak yang menggunakan cara-cara yang tidak baik untuk mempertahankan kursi jabatannya. Bahkan, menurut hemat saya, mereka bersedia menggunakan isu-isu yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Isu-isu yang dapat menggoyahkan sendi-sendi kerukunan antara agama, antara suku dan antara ras.

Padahal, kita semua mengetahui, apalagi kaum elite dan kaum cendikiawan, seharusnya lebih menyadari bahwa bangsa kita sangat rawan terhadap perpecahan. Bahwa, persatuan nasional, kerukunan antara suku, antara agama, antara ras adalah syarat mutlak bagi perdamaian di negara kita. Kita semua sadar, tanpa perdamaian, tidak mungkin ada kemakmuran dan kemajuan, ataupun pembangunan apapun. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat bagi setiap transformasi bangsa. Bagaimana kita bisa mencapai perdamaian, jika tidak ada keharmonisan.

Kita sangat sedih, akan keberadaan pihak-pihak yang sangat jelas, demi mempertahankan kursi jabatan bersedia melakukan apapun termasuk menggoyahkan kerukunan antara suku, antara agama, antara ras. Termasuk juga, mengambil resiko mengobarkan kebencian, kecurigaan, dan memperbesar perbedaan terhadap golongan lain.

Sejarah peradaban manusia, bahkan kejadian-kejadian kini yang kita lihat terjadi di beberapa negara dewasa ini menunjukkan kepada kita, dan mengajarkan kepada kita, bahwa setiap pemimpin, setiap kaum cendikiawan, setiap bagian dari elite harus sangat hati-hati, dan harus selalu menjaga kerukunan, kekeluargaan, persahabatan, dan rasa saling hormat-menghormati.

Pribadi bangsa kita adalah tenggang roso. Silih asah, silih asih, silih asuh – bukan saling curiga, saling benci, saling mengejek. Negara kita butuh pemimpin-pemimpin yang bisa memberi kesejukan. Kalau perlu berkorban harta, jabatan dan nyawa demi kepentingan yang besar: demi perdamaian, demi kerukunan antara agama, kerukunan antara ras, kerukunan antara suku.

Sahabat-sahabat yang saya hormati dan banggakan, semua indikator menunjukkan bahwa rakyat banyak dari semua lapisan menghendaki perubahan. Pihak-pihak yang melakukan intimidasi, ternyata tidak berhasil mempengaruhi rakyat banyak. Apa yang kita rasakan dan apa yang kita tangkap dari trend perkembangan di masyarakat Jakarta sekarang, bahkan di masyarakat Indonesia, adalah bahwa sekarang rakyat menghendaki sekarang pemimpin-pemimpin yang bersih, yang amanah. Berapapun uang, berapapun kekuatan, berapapun taktik-taktik kotor yang digunakan, firasat saya adalah bahwa semua itu sudah tidak laku lagi di masyarakat kita.

Saya di awal proses pemilihan gubernur DKI ini memilih saudara Joko Widodo dan saudara Basuki T Purnama karena firasa saya bahwa rakyat Jakarta mendambakan pemimpin dengan gaya baru, pemimpin yang bersih, pemimpin yang sederhana, pemimpin yang punya itikad baik.

Mungkin ada orang lain yang lebih pintar, mungkin ada orang lain yang punya sumber uang lebih banyak, didukung oleh kekuatan-kekuatan besar. Tetapi firasat saya mengatakan, sudah saatnya rakyat biasa diminta berbicara, dan firasat saya mengatakan saatnya adalah empat hari lagi.

Sahabatku yang budiman, engkau masuk ke Facebook saya tentunya dengan itikad yang sama dengan saya: untuk berbagi pandangan tentang bangsa dan negara kita. Saya percaya engkau juga ingin Indonesia yang damai, bukan Indonesia yang rusuh. Engkau ingin Indonesia yang kuat, bukan Indonesia yang terpecah-pecah. Engkau juga memimpikan Indonesia yang makmur, yang aman, dimana rakyatnya sejahtera.

Saya ingat kata-kata, seorang pemimpin yang baik, pemimpin yang berhasil, yaitu bapak Muhammad Noer (Cak Noer), gubernur Jawa Timur dari tahun 1967 sampai 1978 yang sangat legendaris dan sangat dicintai oleh rakyat Jawa Timur. Pada suatu saat ia mengatakan kepada saya, “seorang pemimpin berhasil kalau rakyat biasa bisa tersenyum”. Dalam bahasa Jawa, “yen wong cilik iso gumuyu maka pemimpin rakyat itu berhasil”.

Itulah mimpi kita, suatu saat rakyat Indonesia bisa saling menyapa dengan damai apapun suku, agama dan rasnya. Kita semua adalah manusia, kita semua adalah hamba Tuhan. Kita semua punya hak hidup di alam semesta ini. Kita semua bersaudara, kenapa kita harus bertikai?

Mengganti pejabat publik, mengganti pemimpin politik itu biasa. Janganlah dibuat jadi sumber perpecahan. Kalau kita jujur, kalau kita sepakat memilih demokrasi sebagai jalan terbaik untuk sistim bernegara dan sistim pemerintah kita, maka konsekuenlah, janganlah tebarkan kebencian demi kekuasaan. Serahkanlah kepada rakyat, biarkan rakyat yang berbicara. Keputusan rakyat harus kita hormati dengan baik.

Oleh karena itu, para sahabat sekalian, marilah kita berbuat baik. Marilah kita tidak tinggal diam. Kalau kita tinggal diam, maka yang berkuasa adalah orang yang tidak baik.

Saudara-saudara sekalian, saya mohon sekali lagi, bergeraklah saudara-saudara. Carilah kerabatmu, saudaramu, kenalanmu yang memiliki KTP di Jakarta. Hubungi dia, apakah dengan telepon, apakah dengan SMS, ataukan dengan email, hubungi dia. Yakinkan dia untuk mendukung dan memilih dan mencoblos Jokowi dan Basuki.

Perjalanan 1.000 kilometer dimulai dari satu langkah, dan langkah pertama kita adalah tanggal 20 September 2012. Pihak lain, uangnya sangat banyak, kekuatannya sangat besar, dan kita sudah tahu semua cara-cara mereka. Hanya gelombang besar dari bawah yang bisa membawa perubahan untuk kebaikan. Gelombang itu, saya yakin, saudara-saudara bisa ikut menggerakkan .

Empat hari terakhir, bisa menentukan sejarah DKI kedepan, dan sejarah Indonesia kedepan.

Terima kasih, selamat berjuang untuk Indonesia Raya yang kita cintai. Untuk Indonesia Raya yang damai, aman, kuat, sejahtera, dimana seluruh rakyat Indonesia bisa tersenyum.

Selamat berjuang.

Bojong Koneng, Bogor. 16 September 2012.

Sahabatmu,

Prabowo Subianto
Sumber Berita :  http://www.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151015305771179

Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku Penyebaran Selebaran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua orang pelaku penyebaran brosur yang berisi seruan provokatif yang mendiskreditkan etnis Tionghoa dan ajakan untuk menolak pemimpin Tionghoa diamankan Kepolisian Sektor Matraman, pada Selasa (18/9/2012) sore.

Menurut keterangan Pramono, Relawan Jokowi-Basuki Jakarta Timur, ia melihat ada dua orang tengah membagikan selebaran yang berisi provokasi dan mengarahkan agar masyarakat Jakarta tidak memilih pemimpin dari etnis Tionghoa.

Brosur tersebut bertuliskan tulisan besar "Rakyat menggugat, suara nurani rakyat pinggiran ibukota. Gugat ketimpangan pribumi cina". Brosur tersebut dibagikan di perempatan lampu merah Matraman.

Pramono, seorang Relawan Jokowi-Basuki Jakarta Timur yang melaporkan penyebaran selebaran gelap tersebut menjelaskan bahwa ia melihat aksi penyebaran tersebut saat tengah melintas lampu merah Matraman dari arah jalan Tambak.

"Saya kemudian lapor ke Polsek Matraman, takutnya tuh orang jadi korban kemarahan pendukung Jokowi," tukas Pram saat ditemui di Mapolsek Matraman, Selasa (18/9/2012).

Sementara itu Kapolsek Matraman, Komisaris Polisi Djoko Santoso, membenarkan bahwa ada dua orang diamankan terkait aksi penyebaran selebaran gelap. Penangkapan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, seorang relawan Posepera Juan Forti Silalahi, mengaku mengenal salah satu dari dua orang yang diamankan polisi tersebut. Menurutnya salah seorang dari pelaku tersebut bernama Ucok Lubis, yang dulunya merupakan salah seorang aktifis jalanan.

"Tapi saya nggak tahu kalau dia itu ada hubungannya sama salah satu calon apa nggak," ujar Juan.

Dari pengamatan Tribunnews.com selebaran gelap tersebut mengatasnamakan dari "BAKAR BAJA (Barisan Laskar Bumi Putera Jakarta)". Saat ini, kedua pelaku sendiri telah dibawa menuju ke Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.
Sumber Berita :  http://m.tribunnews.com/2012/09/18/polisi-tangkap-dua-orang-pelaku-penyebaran-selebaran

Senin, 17 September 2012

DPRD Gelar Halal Bi Halal

DPRD Kabupaten Tegal, Senin (17/9) kemarin, menggelar halal bi halal bagi seluruh anggotanya. Hadir dalam acara itu seluruh undangan dari kalangan Muspida, sejumlah pejabat eksekutif Pemkab Tegal, dan undangan lainnya. Acara halal bi halal itu juga diisi dengan tausiyah oleh KH Bukhori. Usai acara, seuruh hadirin saling bersalaman dengan dihibur organ tunggal.
“Meski baru bisa melaksanakan halal bi halal saat ini, semoga tetap terjalin hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif. Karena pada dasarnya, pelaksana pemerintahan di daerah adalah kedua lembaga yakni eksekutif dan legislatif,” terang Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH SH, saat sambutan pada acara itu, kemarin.
Dikatakan Rojikin, momentum halal bi halal diharapkan mampu menggugah kinerja anggota dewan kedepan agar menjadi lebih baik. Jika masih ada anggota dewan yang belum menepati janjinya kepada masyarakat Kabupaten Tegal, diminta segera melakukan layanan terbaiknya bagi masyarakat. Apalagi fungsi anggota dewan merupakan wakil dan kepanjangan masyarakat daerahnya.
Menurut dia, terkait terciptanya harmonisasi antara eksekutif dan legislatif, sudah sewajarnya harus diciptakan di seluruh daerah khususnya Kabupaten Tegal. Karena pelaksanan tugas daerah adalah kebersamaan antara eksekutif dan legislatif sebagai pejabat penguasa dan pelaksanan di daerahnya. “Melayani masyarakat secara baik, merupakan tugas bersama antara eksekutif dan legislatif,” ujar Rojikin.
Sementara, KH Bukhori dalam tausiyahnya menjelaskan, pihaknya ingin agar seluruh pejabat daerah mampu menjalankan amanah dari masyarakatnya. Sudah barang tentu dengan mempelajari tauladan dan cara berpikir positif sesuai ajaran agamanya. Pejabat selain mempelajari tata pemerintahan, juga perlu mempelajari ilmu lain. “Ini agar bisa melayani secara maksimal dan optimal. Sehingga akan peka dalam melayani masyarakatnya,” pungkas KH Bukhori. (gon)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/DPRD-Gelar-Halal-Bi-Halal.html

Harga Kepala Salman Rushdie Naik Menjadi Rp. 314-miliar

Di tengah kontroversi film The Innocence of Muslims, Yayasan Khordad di Iran menaikkan hadiah sayembara bagi siapa saja berhasil membunuh Salman Rushdie, penulis Inggris berdarah India. Nilainya meningkat dari Rp 26,6 miliar menjadi Rp 31,4 miliar.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (17/9), pemimpin Yayasan Khordad Hassan Sana'i mengumumkan kenaikan hadiah buat pembunuh Rushdie. Dia menuding novel itu memicu lahirnya film-film anti-Islam. "Jika Salman Rushdie tidak dibunuh maka film-film lain menghina Nabi Muhammad takkan pernah berakhir. Inilah saat tepat untuk membunuh dia," kata yayasan itu dalam pernyataan tertulis.

Salman Rushdie adalah pengarang Ayat-ayat Setan yang dituding menghina Islam. Dalam buku itu, penulis 65 tahun ini menuduh Nabi Muhammad tukang kawin dan menyebut istri-istri Rasulullah pelacur. Karena itulah, pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Khomeini mengeluarkan fatwa mati buat Rushdie pada 1989.

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei tujuh tahun lalu menegaskan lagi kewajiban buat membunuh Rushdie karena dia dianggap murtad.

Setelah heboh, Ayat-ayat Setan, kaum muslim sejagat kembali diguncang dengan munculnya The Innocence of Muslims karya Sam Bacile, lelaki Amerika keturunan Yahudi. Film ini menggambarkan Nabi Muhammad penipu dan tukang merayu.

Unjuk rasa besar-besaran disertai kekerasan muncul di Timur Tengah dan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Mereka menuntut pemerintah Amerika meminta maaf dan Bacile harus dihukum mati.
 Sumber Berita : http://www.merdeka.com/dunia/harga-kepala-salman-rushdie-naik-menjadi-rp-314-miliar.html

Di Masa Tenang Foke Sindir Jokowi

Walau saat ini telah memasuki masa tenang kampanye jelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 20 September 2012, Fauzi Bowo kembali menyidir Joko Widodo atau Jokowi. Hal ini dilakukan Jokowi saat melakukan peresmian Gedung Klinik Muslimah NU (Klinik Hemodialis) di Jln Langit Langit No 12 Kampung Ambon Jakarta Timur.

"Saya meyambut baik keberadaan klinik ini dan berharap bisa bersinergi. Kalau berobat bisa gratis, syaratnya harus miskin," ucapnya saat menyampaikan sambutan, Senin (17/9).

Lebih lanjut gubernur yang akrab disapa Foke ini juga sempat menyinggung program kesehatan 'Jakarta Sehat' yang sering digadang-gadangkan oleh pesaingnya Jokowi. Menurut Foke program kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamskesda) lebih baik dibanding milik Jokowi.

"Nanti kalo sudah berjalan saya harap program Jamkesda bisa berlaku di sini. Mohon maaf saya gak bawa kartu ini kemana-mana. kalau orang yang lain kan bawa kartunya kemana-mana padahal kartu ini bukan buat saya," ujarnya.

Tidak sampai di situ Foke juga sempat menegur wartawan saat menanyakan soal persyaratan pengobatan gratis yang diprogramkan oleh dirinya.

"Syaratnya ya harus miskin. Anda berapa lama di jakarta tinggalnya? Baru tahu kali ya, kalau orang Solo tidak tahu ya saya paham. Kalau Anda tinggal di Jakarta masa tidak tahu, ya Allah," ujar foke.

Usai menutup sambutannya foke pun tidak lupa untuk mengingatkan para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut untuk memilih calon yang tepat.

"Saya sengaja tidak ngomong. Tanggal 20 udah pada ngartilah semuanya," tutupnya.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/di-masa-tenang-foke-sindir-jokowi.html

Adik Iparnya Dukung Jokowi Foke Marah

Adik ipar Fauzi Bowo, Romo Harie ikut hadir menyaksikan debat cagub-cawagub DKI Jakarta di studio Metro TV, Jakarta Barat. Namun Romo tidak berada di barisan pendukung Foke, dia yang mengenakan baju kotak-kotak, justru terlihat semangat mendukung Jokowi.

Romo yakin, keputusan dirinya memilih bergabung mendukung Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta akan menyebabkan Foke marah. Namun Romo tidak mempermasalahkan hal itu.

"Saya yakin, dia (Foke) marah sama saya. Saya bisa lihat itu," kata Romo kepada merdeka.com usai debat, Minggu (16/9) malam.

Tidak hanya itu, Romo juga mengatakan saat mereka berpapasan, kakak iparnya itu memilih buang muka ketimbang bersalaman atau sekadar bertegur sapa.

"Dia sudah sempat melihat saya, tadi pas berpapasan, tapi dia buang muka," kata Romo.

Romo Harie datang bersama para pendukung Jokowi-Ahok saat debat cagub-cawagub DKI Jakarta di studio Metro TV, Jakarta Barat. Romo yang duduk tidak jauh dari Fungsionaris DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ribka Tjiptaning, dengan riangnya mendukung Jokowi.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/adik-iparnya-dukung-jokowi-foke-marah.html

Apa Arti Pernyataan Nachrowi

Pernyataan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (Nara) kepada pesaingnya Cawagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dalam debat cagub dan cawagub DKI menuai kontroversi. Sebagian menilai, pernyataan "Haiya Ahok" berbau SARA. Lantas, apa sebenarnya arti haiya.

Menurut Pakar Budaya Tionghoa dari Universitas Indonesia, David Kwa, haiya dalam bahasa China tidak ada artinya. Biasanya, haiya digunakan oleh orang melayu untuk mengkiaskan bahasa China.

Arti haiya bisa berubah jika digunakan dalam acara debat seperti konteks pilkada. "Bisa saja tujuannya melecehkan, mengejek atau untuk lucu-lucuan," kata David kepada merdeka.com, Senin (17/9).

Di China sendiri, dalam bahasa sehari-hari tidak menggunakan kata haiya untuk berinteraksi dengan orang lain. "Coba Anda cek, lihat saja di sana atau film. Tidak ada kata haiya," ujar dia.

Sementara Ahok mengaku merasa tidak tersinggung dengan ucapan rivalnya tersebut. Ahok juga menilai, pernyataan Nara tidak rasis. "Enggak tuh (tersinggung), biasa saja tuh," kata Ahok kemarin.

Menurut Ahok, dia dan Nara memang kerap bercanda. "Sampai dia pernah bilang, orang betawi kalau enggak pilih dia, mau dicabut KTP-nya, mau diusir kalau enggak milih mereka. Bang Nara kan terkenal sering bercanda," ujar Ahok.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/apa-arti-pernyataan-nachrowi-quothaiya-ahokquot.html

Spanduk Foke Diprotes Wartawan

Pemilihan gubernur DKI Jakarta tinggal hitungan bulan. Banyak bakal calon gubernur mulai mencuri simpati agar mendapat tempat di hati warga Jakarta.
Banyak cara dilakukan pasangan calon menarik simpati. Salah satunya adalah memasang  spanduk dan pamflet di jalanan Ibu Kota.

Salah satu spanduk yang menjadi perhatian adalah di daerah Jakarta Utara. Spanduk itu milik Fauzi Bowo. Spanduk itu berada di Jalan Yosudarso, Pelumpang, Jakarta Utara.
Spanduk berwarna oranye bertuliskan "Tahu Jakarta dari fakta bukan dari berita" ini terlihat di tempel di pohon-pohon terotoar, pintu masuk Tol Pelumpang dan jembatan penyeberangan di sekitar wilayah tersebut.

"Saya mempertanyakan isi materi dari kampanye dalam spanduk Foke (panggilan Fauzi Bowo), dari kacamata kami itu sama saja melecehkan profesi kami sebagai pencari berita," ujar Bono salah satu wartawan yang bertugas di daerah Jakarta Utara.

Wartawan yang bekerja di salah satu radio ternama ini mengatakan, dia akan membahas hal ini bersama rekan-rekanya forum jurnalis Jakarta Utara. Jika memang nantinya perlu ditindak, Bono pun berencana melaporkan ini ke Dewan Pers.

"Itu merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap jurnalis, kami akan rembukkan kalau memang perlu nanti kami adukan ke dewan pers," tegasnya.

Senada dengan Bono, seorang kontributor televisi swasta Opi pekong mengatakan, spanduk tersebut menurutnya secara tidak langsung telah menyudutkan wartawan yang bertugas sebagai pencari berita.

"Spanduk ini dibaca banyak orang, saya harap tim sukses Foke segera menarik atau merubah arti dari kata- kata tersebut. Takutnya nanti dengan baca spanduk ini masyarakat tidak percaya lagi dengan pemberitaan" jelasnya.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/spanduk-foke-diprotes-wartawan.html

Nachrowi Ramli Haiya Ahok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Nachrowi Ramli sempat menyapa kandidat wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan sapaan seperti orang Tionghoa sebelum bertanya.
"Haiya Ahok, haiya. Abang mau tahu neh, kalau lulus disini mau pindah lagi enggak?" kata Nachrowi saat debat Cagub di Studio Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Basuki pun menjawab dengan mengatakan pertanyaan Nachrowi tersebut menyontek pertanyaan presenter Metro TV, Najwa Sihab.
"Di Bangka, Ahok dianggap pahlawan. Seperti pemain bola, kalau kita pemain yang jago di kampung, pas pemain di level nasional yang nggak baik, maka diambil dari kampung. Yang di Jakarta nggak becus, makanya dipindah kesini," cetusnya.
Nara pun kembali menanggapi jawaban Ahok tersebut dengan mengatakan pahlawan dengan pengkhianat beda tipis.
"Jadi pahlawan sama pengkhianat itu beda tipis ya. Saya enggak bilang rakus, tetapi beda tipis," katanya.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/nachrowi-ramli-haiya-ahok-164156854.html

Foke Jokowi Saling Sindir di Akhir Debat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Petahana Fauzi Bowo mengungkapkan dialog lewat debat kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta menjadi ajang belajar. Dalam pidato penutupnya, Foke masih sempat saja menyindir rivalnya Joko Widodo, meski diawali dengan pujian.
Foke menilai ia bisa belajar dari debat dengan Jokowi karena menjanjikan sesuatu yang belum tentu ia bisa lakukan.
" Bagi saya itu positif dan saya akan belajar pencitraan yang semakin baik," ujar Foke dalam closing statement di ajang debat di Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Namun Jokowi tak mau kalah. Ia juga memuji Foke. Menurut Jokowi, pria berkumis ini punya pengalaman malang melintang di birokrasi Jakarta. Satu persatu pengalaman Foke disebut Jokowi dari mulai Sekda, Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Sutiyoso.
"Dengan pengalaman itu mestinya beliau bisa langsung action, memutuskan. Tidak hanya rencana, rencana dan akan melaksanakan. Hal positifnya ya baru merencanakan itu. Paling tidak beliau sudah punya rencana meski belum dikerjakan,” sindir Jokowi.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/foke-jokowi-saling-sindir-di-akhir-debat-163758950.html

Jokowi Nilai Foke Hanya Bisa Beretorika

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon petahana Fauzi Bowo kena sentil cagub Joko Widodo. Ia menunjukkan Foke Cuma beretorika lantaran menggembar-gemborkan soal MRT (Mass Rapid Transportation) tapi nyatanya bukan saja belum diselesaikan tapi justeru belum dimulai. Hal itu juga terjadi pada proyek monorail dan busway.
“Di dalam RPJM harus diselesakan 15 koridor. Sekarang baru 11 koridor. Beretorika itu saya atau Pak Fauzi?” sindir Jokowi melemparkan pernyataan kepada Foke yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli dalam acara debat di Studio 2 Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2012) malam.
Mendengar pernyataan Jokowi, membuat Foke tidak tinggal diam. Menurut Foke proyek monorail sudah dilakukan dan begitu juga busway sejak 2004. Terkait baru selesai hanya 11 koridor yang diselesaikan di era Gubernur Sutiyoso, Foke menampiknya.
“Yang empat koridor tidak bisa dengan cara yang sama,” elak Foke.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/jokowi-nilai-foke-hanya-bisa-beretorika-163710467.html

Minggu, 16 September 2012

Apa Salah Amerika

TRIBUNNEWS.COM - Innocence of Muslim, sebuah film murahan yang harus ditukar dengan nyawa, sebuah tindakan yang menimbulkan tanda tanya moral, apa pantas sebuah film murah harus dibayar mahal dengan sebuah nyawa yang nilainya jauh lebih mahal.
Kalau bicara pelecehan agama, ya itu memang benar, tapi apakah pelecehan sebuah agama harus disikapi dengan “angkat pedang, angkat senjata, atau angkat tindakan anarkis lainnya”? Lalu pertanyaan sederhana muncul lagi, kenapa harus Amerika yang diserang? Kenapa harus Negara Amerika yang mengalami tumbal nyawa tersebut? Terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menimbulkan “salah bunuh”. Kenapa? Jelas saja, karena pembuat film tersebut bukan berasal dari Amerika Serikat, tapi dari Mesir!
 Lalu setelah begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Yang ada malah makin menimbulkan penodaan agama? Apa salah para konsulat Amerika sampai harus menerima tumbal nyawa? Jadi bila disitu ada 1 keluarga konsulat, apakah sekeluarga itu akan dihabisi juga nyawanya? Sekejam itukah?
Hendaknya sebagai manusia yang beragama, harus masih lebih memiliki hati nurani yang baik dalam menyikapi suatu persoalan pelecehan agama, Tersulut? Sudah pasti. Tapi mungkin ada yang mengatakan, itu kan bukan agama mu yang dilecehkan? Masih ingat kisah The Da Vinci Code kan? Sebuah novel sekaligus film yang sangat memutar balikan fakta, tapi tidak sampai menimbulkan perbuatan anarkis dari agama Kristen untuk merenggut sebuah nyawa.
Sebagai penulis, saya tidak mau terlalu menggunakan ayat-ayat suci, karena penulis sendiri bukanlah ahli agama bahkan ahli kitab suci manapun, namun saya hanya ingin menekankan nilai pantas sebuah film untuk merenggut sebuah nyawa.
Kiranya ini jadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Ini bukti hanya karena rasa tidak suka terhadap Amerika, sehingga segala sesuatu yang buruk selalu diidentikan dengan Amerika. Lihat personalitynya, jangan lihat negaranya bahkan agamanya.
Salam,
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/apa-salah-amerika-014335604.html;_