Selasa, 14 Juni 2011

Jembatan Terpanjang di Dunia Hubungkan 3 kota

Jembatan terpanjang di dunia selesai dibangun di Cina setelah empat tahun pengerjaan. Jembatan sepanjang 42,5 kilometer yang memiliki persimpangan tersebut menghubungkan tiga kota di Cina. Jembatan itu menghubungkan Kota Qingdao di sebelah timur Provinsi Shandong dengan Distrik Huangdao. Panjang jembatan tersebut mencapai 42,5 kilometer atau sekitar delapan kali lebih panjang dari jembatan Suramadu di Jawa Timur, Indonesia, yang memiliki panjang 5,4 kilometer.

Jembatan terpanjang di dunia
Jembatan terpanjang di dunia

Jembatan bernama Qingdao Haiwan tersebut dibangun dua tim berbeda yang mengerjakan sejak 2006. Pembangunan selesai pada Senin (27/12). Jembatan menghubungkan tiga kota pantai di Provinsi Shandong. Salah satu teknisi mengatakan, “Contoh dari komputer dan perhitungannya semua sangat bagus. Tapi Anda tidak bisa bersantai sampai kedua sisi menyatu. Kerenggangan beberapa sentimeter saja bisa memicu bencana.”

Jembatan terpanjang ini dibangun salah satu tujuannya ternyata hanya untuk menyingkat jarak tempuh 20 menit dari 2 kota yang berhubungan

Jembatan terpanjang ini dibangun salah satu tujuannya ternyata hanya untuk menyingkat jarak tempuh 20 menit dari 2 kota yang berhubungan

Jembatan Qingdao Haiwan menyisihkan jembatan Lake Pontchartrain Causeway di Louisiana, Amerika Serikat. Lake Pontchartrain Causeway memiliki panjang 38,42 kilometer.
Sumber : http://beye-beyeblog.blogspot.com

Sungai Terjernih di Dunia

Sungai Terjernih di Dunia

Greenland dalam bahasa inggris, atau tanah hijau (nama resmi: Kalaallit nunaat, bahasa denmark: Grønland), adalah sebuah pulau di samudra atlantik bagian utara di arah timur laut kanada. Luas wilayahnya adalah 2.166.086 km² dan merupakan pulau terbesar di dunia. Pulau ini termasuk wilayah kerajaan denmark. Sejak tahun 1979, tanah hijau diberi kemandirian dan sejak tahun 1985 tidak lagi menjadi anggota uni eropa. Akan tetapi, ratu denmark masih tetap menjabat sebagai kepala negara. Ibukota tanah hijau adalah nuuk.












Tanah hijau secara geografis merupakan bagian dari amerika utara. 80% dari seluruh wilayah tertutup es yang di beberapa tempat ketebalannya mencapai 3 kilometer. Hanya daerah pesisir selatan dan barat yang bisa didiami manusia.

Pesona Sendrataris di Prambanan

Sendrari Ramayana Dipertunjukkan malam hari (hanya setiap selasa, kamis, dan sabtu), didukung lebih dari 200 penari dan musisi profesional. Ada 2 panggung yang digunakan yaitu panggung outdoor dengan background candi prambanan dan yang kedua adalah indoor Gedung Tri Murti. Pertunjukan indoor dilaksanakan bila sedang musim hujan (lihat jadwal dibawah).Pertunjukan dimulai pukul 19.30 tepat.Fasilitas yang ada disekitar teater adalah restoran Prambanan Garden Resto,  souvenir shop, makanan dan minuman.
Sinopsis
Berawal dari penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana. Prabu Rama dibantu oleh pasukan yang di komandani Hanoman menyerbu Kerajaan Alengka dan akhirnya berhasil membebaskan Dewi Sinta.
Cerita ini berkisah tentang hubungan seorang raja, saudara dan istri yang baik, serta para pengikutnya. Dewa, manusia, raksasa, monyet dan wanita-wanita cantik semua menari menceritakan kisah yang sangat menarik diselingi adegan penculikan  dan juga pertempuran.

Misteri dan Legenda Putri Duyung

Misteri dan Legenda Putri Duyung. Ada banyak kisah duyung dari Jepang, namun kisah yang satu ini berbasis pada legenda kuno 1.400 tahun lalu. Satu kisah yang berasal dari kisah kepercayaan Shinto di Kota Fujinomiya dekat kaki Gunung Fuji, Jepang...

Tidak diketahui pasti apakah legenda soal duyung berasal dari kisah nyata atau bukan. Namun berdasarkan telaah ilmiah di beberapa perairan yang di masa lalu duyung sering dikisahkan, justru memang dihuni hewan-hewan spesial.

Beberapa hewan spesial itu hingga kini masih hidup di perairan tawar atau asin. Hewan-hewan inilah yang sering disalahtafsirkan sebagai duyung. Mungkin karena kebiasaan hidupnya, bentuknya dan performanya yang memang mirip. Apalagi bila dilihat dari kejauhan.




Hewan-hewan ini dikenal sebagai “dugong“, “manatee” dan “sapi laut (sea cow)”. Ketiga spesies ini memiliki bentuk tubuh yang mirip, namun hidup di lingkungan perairan yang berbeda. Tergolong sebagai mamalia yang suka menyusui dan berjemur di batu karang dan tepi-tepi perairan, atau mengeluh dan bersuara lantang.

Dugong

Adalah mamalia laut pemakan tumbuhan. Bisa ditemukan di perairan dangkal kawasan pantai India, Pasifik Selatan (dari wilayah pantai timur Afrika sampai utara Australia), perairan pantai Papua, dan kepulauan lain di Pasifik. Dugong berwarna cokelat kelabu, tubuhnya sepanjang 2,7 meter dan mampu hidup sampai usia 70 tahun.


Manatee.

Ada tiga jenis manatee yang sudah dikenal. Ada yang hidup di perairan Karibia dan sepanjang pantai tenggara Amerika Selatan.


Ada yang di sepanjang perairan pantai dan muara sungai Florida (AS), dan jenis ketiga yang hidup di perairan tawar sungai Amazon. Manatee ini ada yang hidup di air tawar dan air asin. Warna manatee kelabu, dengan ukuran panjang tubuh 4 meter.

Sapi Laut (sea cow).

Pertama kali ditemukan dan diidentifikasi pada tahun 1741 di dekat Pulau Commander di Laut Bering. Sapi laut biasanya suka hidup di perairan dangkal dekat pantai. Ukuran tubuhnya bisa sepanjang 7,6 meter dan warnanya kelabu kecokelatan dengan pola polkadot samar.


Ketiga hewan air yang menyusui anaknya ini termasuk dalam kelompok ordo (grup) hewan mamalia air yang disebut Sirenia.

Penamaan kelompok mamalia air ini dibuat para ilmuwan berdasarkan kepercayaan kuno (mitologi) bahwa hewan-hewan sirenia inilah yang dulu diyakini para pelaut sebagai sirens atau duyung.

Duyung pertama kali muncul dalam mitologi di Assyria (1000 SM). Atargatis, ibu dari ratu Assyria, Semiramis, adalah dewi yang mencintai seorang gembala namun kemudian ia membunuhnya karena cintanya ditolak. Merasa malu ia melompat ke dalam danau dan berubah menjadi ikan. Dalam transformasi menebus malu itu ia berubah menjadi duyung.

Lalu pada masa 500 SM, kisah duyung terdengar lagi dari seorang filsuf dari Ionia (wilayah Yunani) bernama Anaximander. Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari satu spesies hewan air. Teori ini kemudian disebut sebagai evolusi hewan air ke manusia. Pendapatnya ini dianggap sebagai pembenaran bahwa duyung adalah hewan air yang sedang berevolusi menjadi manusia.



Begitu populernya duyung ini, sehingga tercantum dalam perkamen dan naskah-naskah tua. Bahwa dalam catatan Alexander the Great, sang penguasa Macedonia, (356-323 SM) kisah duyung juga terselip di sana. Saudara perempuan Alexander bernama Thessalonike disebutkan berubah menjadi duyung setelah kematiannya.

Legenda dan kisah duyung ini tersebar ke mana-mana. Dikisahkan oleh para pelaut dan penjelajah samudera. Umumnya duyung digambarkan sebagai perempuan cantik berekor ikan, berambut panjang, bersuara merdu, suka berjemur di karang dan tepi pantai. Namun tak ada bukti pasti mengenai eksistensinya. Kecuali yang tertinggal dalam bentuk sketsa kuno dan tergambar di mata uang kaum Corinthian (Yunani).

Namun ada sebuah buku bertahun 1718 yang terbit di Amsterdam Belanda, yang mengupas soal kehidupan aneka satwa di Samudera Hindia. Buku ini dilengkapi artikel deskripsi, aneka sketsa dan gambar.




Dalam buku ini ada satu catatan detail soal duyung :

“Ada monster berwujud wanita setengah ikan, tertangkap di perairan Amboyna (gugus kepulauan Maluku, Indonesia).


Berdasarkan pengukuran memiliki tubuh sepanjang 59 inci (147,5 cm), bentuknya mirip belut laut (moa). Makhluk ini hanya bertahan hidup selama 103 jam (4,5 hari) setelah ditangkap, dan mati di akuarium. Selama pengurungan diberi makan ikan-ikan kecil dan hasil laut lainnya, namun ia tidak merespons makanan tersebut.”

Agaknya duyung memang masih misteri. Dipercaya ada, namun bukti yang terlihat sampai kini tak pernah pasti soal wujud duyung yang ada di legenda. Para ahli bahkan menyimpulkan bahwa kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong, manatee dan sea cow (Sapi laut), yang disalahtafsir oleh pelaut masa lalu ( blak-blakan.com )

Sumber : http://beritatekhnologi.blogspot.com/

RI "Juara" Korupsi Asia Tenggara

JAKARTA - Indonesia masih menjadi lahan subur bagi para koruptor. Survei terhadap penegakan hukum dan korupsi di 65 negara di dunia yang diselenggarakan oleh World Justice Project menyebutkan, praktik korupsi di Indonesia sudah sangat menyebar luas.

Jika diurutkan, Indonesia berada di posisi bawah baik secara regional maupun global. Survei dilakukan dengan sangat hati-hati, melibatkan lebih dari 66.000 responden dan 2.000 ahli.

Dalam hal ketiadaan korupsi, Indonesia mendapatkan skor 0,46 atau berada di urutan 47 dari 65 negara tersurvei. Jika dilihat dari sisi kawasan (regional), Indonesia adalah ’’juara’’ korupsi di antara negara-negara besar Asia Tenggara.

Vietnam tepat berada di atas Indonesia dengan skor 0,50. Filipina dua tingkat lebih baik karena mengantongi nilai 0,57. Negara terbersih dari korupsi di Asia Tenggara tetap dipegang oleh Singapura dengan skor 0,91. Malaysia menyusul di bawahnya dengan 0,64. Thailand (0,61). Skor terjelek adalah nol, sedang skor tertinggi satu.

Survei yang diberi nama ’’World Justice Project 2011 Rule of Law’’ ini diumumkan Selasa (14/6) kemarin di Washington, AS.

“Korupsi sudah sangat menyebar luas di Indonesia. Negara itu berada di posisi kedua dari terakhir untuk wilayah regional dan posisi 47 secara global (dari total 65 negara),” jelas hasil survei tersebut.

“Bantuan hukum bisa jadi terlalu mahal atau tidak tersedia sama sekali di Indonesia, dan kesenjangan antara kaya dan miskin terhadap pelaksanaan proses hukum dan kepuasan hukum sipil menjadi signifikan.”

Survei ini terbagi ke dalam delapan kategori penegakan hukum, yakni kekuasaan pemerintah yang terbatas, ketiadaan korupsi, hukum yang jelas, stabil dan transparan, ketertiban dan keamanan, hak-hak dasar, keterbukaan pemerintah, penegakan perundang-undangan, akses terhadap keadilan sipil, dan peradilan yang efektif.

Dalam survei itu, Indonesia dimasukkan dalam kawasan Asia Timur-Pasifik bersama Jepang, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan lainnya.

Negara-negara maju seperti Jepang, Australia, Singapura, dan Korea Selatan memiliki angka tinggi hampir di semua dimensi. Berbeda halnya dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand yang cenderung memiliki angka rendah di semua dimensi penegakan hukum.

Tanpa Gaung

Wakil Presiden Boediono mengakui pemberantasan korupsi tidak mudah dilakukan. Dia bahkan mengkritik Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2011 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang sampai sekarang tidak ada gaungnya.

Selain kurangnya respons dari publik, belum berjalannya Inpres tersebut disebabkan penyusunan rencana aksi yang membutuhkan waktu lama.
’’Inpres No 9 kami harapkan ada gaungnya. Ternyata tidak sama sekali. Mungkin dinilai tidak ada bobotnya,’’ kata Boediono saat membuka Forum Antikorupsi II dan Sosialisasi Inpres No 9/2011 di Jakarta, Selasa (14/6).

Hadir pada acara tersebut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusoebroto.

Boediono yang juga mantan Menkeu menjelaskan, Inpres No.9/2011 merupakan rencana penting pemerintah yang dituangkan dalam program aksi selama satu tahun. Isinya muatan dan curahan dari pimpinan instansi untuk melakukan pembenahan ke dalam yang sudah disusun secara komprehensif dan rinci, terkait langkah yang akan dilakukan pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk meminimalisasi korupsi di semua lembaga pemerintah.

Dia menilai, keberadaan Inpres ini merupakan hal yang baik guna menciptakan iklim antikorupsi. Namun, Wapres menyayangkan bahwa proses penyusunan rencana aksinya memakan waktu lama. Dia melihat sendiri proses pembahasannya sangat alot dan harus bolak-balik dari instansi masing-masing.

Terpisah, Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai, pernyataan Wapres Boediono bahwa Inpres No.9/2011 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (RA-PPK) tidak ada gaungnya sama sekali, merupakan bentuk pengakuan kelemahan leadership Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dalam memberantas korupsi.

’’Pernyataan ini juga sekaligus menggambarkan bahwa kementerian terkait dan penegak hukum dalam lingkup eksekutif seperti Polri, Kejaksaan Agung tidak patuh atas instruksi ini,’’ katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso juga mengungkapkan keprihatinannya karena Indonesia berada di nomor 47 dari 65 negara terkorup dan tidak adil di dunia. “Saya prihatin dengan hasil survei  itu. Ini menjadi warning bagi kita,” kata Priyo dalam diskusi Forum MKGR di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, menurut Priyo, survei itu harus menjadi momentum melakukan mawas diri bersama. Kondisi yang penuh dengan hiruk pikuk saat ini menjadi masa sulit bagi Indonesia ke depan, terutama reformasi dan demokrasi.
“Kalau ini tidak direspon, saya khawatir akan terjadi turbulensi atau kekacauan, menuju negara gagal,” katanya.

Ia menambahkan, reformasi dan demokrasi yang telah diperjuangkan tidak boleh berhenti. Menurut Priyo, saat ini Indonesia masih dalam tahap mencari bentuk demokrasi yang tepat, sehingga kegagalan dalam mengelola berbagai masalah bisa menggelincirkan kembali ke negara otoriter.

Priyo juga khawatir bila keadaannya terus seperti ini, akan terjadi gejolak di masyarakat yang dapat mengakibatkan bentrokan dengan negara.
“Akan ada tumbukan lempeng negara dan masyarakat yang berbahaya yang perlu dihindari,” katanya.

Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusoebroto pun kaget atas hasil survei World Justice Project itu. Dia mengaku sangat malu. Apalagi dalam waktu dekat ini dia akan menjadi pembicara soal pemberantasan korupsi di Indonesia di kantor World Justice Project di Washington. “Celaka, malu ya. Jalan saya enggak bisa tegak ya,” kata Kuntoro, kemarin.

Kuntoro dijadwalkan menyambangi kantor WJP di Washington untuk memaparkan kondisi penegakan hukum di Indonesia. Dia akan memaparkan government public participation.

Upaya Radikal

Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa berpendapat, perlu ada langkah revolusioner untuk memberangus korupsi.
“Ikhtiar ini terancam akan tidak berdampak pada perubahan apabila kepemimpinan di instansi penegak hukum tidak menggunakan tangan besi untuk melaksanakan upaya-upaya perbaikan secara radikal,” kata Mas Achmad Santosa. ’’Apabila kita mau secara serius memulihkan citra penegakan hukum di mata masyarakat, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Cara yang pertama yakni mengurangi keganasan dari political corruption atau grand corruption yang melibatkan para elite politik,’’ ujarnya.

“Korupsi ini sangat luar biasa, menyebabkan lahirnya kebijakan yang korup dan hilangnya pendapatan negara. Kebijakan yang korup termasuk kebijakan pengalokasian anggaran dan alokasi konsesi untuk eksploitasi sumber daya alam. Political corruption juga menghambat penegakan hukum yang adil,” urai Ota.

Langkah kedua adalah menghilangkan korupsi di level regulatory. Langkah ketiga pada pengadaan barang dan jasa atau kontrak-kontrak pemerintah.
“Apabila ketiga hal itu mampu kita lakukan maka dengan sendirinya kepercayaan masyarakat internasional dan domestik terhadap hukum akan membaik,” tuturnya. (F3,J13,D3,K24-43)
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 15 Juni 2011

Video Panasonic Terbaru

Video Kamera Panasonic Terbaru 2011 – Berita Informasi Gadget 2011 tentang Video Kamera Panasonic dengan seri SDRS45. Video Kamera Panasonic SDRS45 Compact Flash Memory Camcorder, Camcorder SD Card menampilkan Long Recording Mode S45, yang menggunakan SDXC / SDHC / SD Memory Card sebagai media merekam, tidak memiliki mekanisme drive sehingga memiliki ketahanan yang sangat baik untuk dampak eksternal. Ideal untuk penggunaan sehari-hari, ia menawarkan portabilitas mudah kapan saja bagi pengguna nya. Berita lengkap tentang Video Kamera Panasonic Terbaru 2011 bisa anda baca di bawah ini.
Video Kamera Panasonic Terbaru 2011
Video Kamera Panasonic Terbaru 2011

Harga : Rp. 1,900,000,-
Spesifikasi Video Kamera Panasonic
Digital Zoom: 70x
Optical Zoom: 40x
Lens Aperture: F1.9 (WIDE) / 3.4 (TELE)
Tampilan Format: 123.200 piksel
Didukung Baterai: Min. 895 mAh / Lithium-Ion
Shooting Mode: Digital modus foto
Shooting Program: Snow, Beach, Sunset, Pemandangan, Fireworks, Rendah cahaya, Spotlight, Night scene, Olahraga mode, Mode Portrait
Image Stabilizer: E.I.S. [Image Stabilizer Erectrical]
Deteksi Wajah: Ya
White Balance: Custom, Presets, Automatic
Digital Video Format: MPEG2, [Motion Image] H.264/AVC
TV Tuner: -
Didukung Flash Memory: SDXC / SDHC / SD
Jenis lensa: Zoom Lens
Fokus Penyesuaian: Manual, Automatic
Auto Focus Points (Zones): -
Lensa Produsen: Panasonic
Fitur Tambahan: Mendukung DPOF, cetak langsung, AF / AE pelacakan, Face detection, Built-in speaker, fungsi Pra-Rec, dukungan PictBridge, Built-in panduan bantuan, modus YouTube menangkap, USB 2.0 kompatibilitas, kompensasi Backlight, Intelligent Scene Selector, Intelligent Contrast Kontrol, Mengambil foto ketika merekam film, otomatis penyesuaian kecerahan layar,
Jenis Konektor: 1 x USB, 1 x Composite video / audio output, 1 x DC power input
Perangkat Lunak: VideoCam Suite 3.0
Termasuk Kabel: 1, 1 x A / V kabel, 1 x kabel USB
Power Device: Power adapter – Eksternal
Dukungan Sistem Operasi: -
Min Shutter Speed: 1 / 25 detik.
Jenis Tampilan: Layar LCD – TFT active matrix – 2.7 in – Color
Kamera Flash: -
Max Shutter Speed: 1 / 8000 detik
Exposure Mode: Manual, Program, Automatic
White Balance Presets; Auto / Indoor1 / Indoor2 / Sunny / Cloudy / set Putih
Format Gambar Diam: JPEG
Panjang Focal: 1,48 – 59.20mm
Ekspansi Slot (s): 1 x SD Memory Card
Video Kamera Panasonic
Video Kamera Panasonic
Panasonic SDRS45
Panasonic SDRS45
Video Kamera Panasonic SDRS45
Video Kamera Panasonic SDRS45
Gambar Video Kamera Panasonic
Gambar Video Kamera Panasonic

Sumber Berita : http://radenbeletz.com/

Hutan Sebagai Peyangga Kehidupan

HARI Lingkungan Hidup (HLH) yang diperingati setiap tanggal 5 Juni merupakan  bentuk kesadaran masyarakat dunia mengenai lingkungan  hidup yang mulai  mendapatkan perhatian serius semenjak Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm, Swedia tahun 1977. 

Tahun ini, tema yang diusung adalah Forests: Nature at Your Service. Tema ini sesungguhnya merupakan isu utama yang diangkat dari pencanangan tahun 2011 sebagai Tahun Hutan Internasional (International Year of Forests). Untuk peringatan HLH di Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi Hutan Penyangga Kehidupan.

Dalam pengertian ekologis, hutan merupakan satu kesatuan ekosistem yang memiliki unsur-unsur, yaitu fisik-abiotik (tidak hidup) dan biotik (hidup). Unsur fisik abiotik dapat berupa tanah yang merupakan hamparan alam dan air serta unsur biotik, seperti pohon-pohon, dan berbagai sumber daya hayati yang terdapat dalam hutan.

Dengan melihat unsur-unsurnya, segera kita ketahui betapa hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia maupun kelangsungan hidup bersama di atas planet bumi ini. Manfaat hutan dapat dinikmati secara terus menerus bila hutan juga terpelihara kelestariannya.

Kerusakan Hutan

Manusia sering menciptakan paradoks bagi kehidupannya sendiri. Kita tahu bahwa hutan memberikan manusia bahan-bahan pangan, pa-pan, obat-obatan, memelihara daur air, menyerap karbon, dan lain-lain. Tetapi pada saat yang sama, kita juga menyaksikan tangan-tangan rakus yang menjarah dan menghancurkan hutan-hutan primer di Bumi Pertiwi. Kita juga sangat paham fungsi-fungsi ekologi, ekonomi dan sosial dari hutan untuk  pembangunan berkelanjutan dan kehidupan anak-cucu kita, tetapi berbagai keputusan dan tindakan yang kita lakukan sering berseberangan dengan akal sehat kita.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup RI, kerusakan hutan di Indonesia sekitar 1,1 juta hektare per tahun, sedangkan kemampuan pemulihan lahan yang telah rusak hanya sekitar 0,5 juta hektare per tahun.

Penegakan Hukum

Sesungguhnya masyarakat kita sudah sangat paham makna hutan sebagai penyangga kehidupan. Juga sudah begitu banyak pejuang lingkungan yang melakukan penghijauan dan penanaman kembali (reboisasi) lahan-lahan kritis. Para pencinta lingkungan, hari demi hari,  terus pula bertambah jumlahnya. Mayoritas masyarakat kita pun sadar lingkungan.

Tetapi kelompok yang belum sadar akan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan adalah para pelaku pembalakan liar atau mafia hutan. Mereka bisa disadarkan bila aturan hukum diberlakukan secara tegas dan berwibawa.
Kita belum pernah mendengar ada pelaku pembalakan liar yang dihukum. Maka. momen peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, juga harus menjadi momen kesadaran bagi para penegak hukum, seperti polisi, hakim, dan jaksa untuk melaksakan dengan tegas  berbagai aturan hukum lingkungan.

Perjuangan para pencinta lingkungan dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat untuk merawat bumi dengan menanam pohon dan berperilaku hemat dalam menggunakan sumber daya, jangan dicederai oleh karena lemahnya aspek penegakan hukum. (24)

—Norbertus Kaleka, pemerhati lingkungan.
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 14 Juni 2011