Minggu, 22 April 2012

Teh Bakal Jadi Minuman Nasional India

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India akan menyatakan teh sebagai minuman nasional, Ahad (22/4). Langkah itu sebagai bagian peringatan ulang tahun salah satu pelopor penanam teh yang digantung kolonial Inggris pada 1857.

Wakil Ketua Komisi Perencanaan Montek Singh Ahluwalia mengumumkan keputusan tersebut saat mengunjungi Assam, salah satu daerah penghasil teh. Assam merupakan kampung halaman Maniram Dewan.

Dewan adalah orang yang memperkenalkan produksi teh komersial di kawasan. Dia juga yang berperan mengenyahkan Inggris dari Assam pada pemberontakan 1857.

"Teh akan menjadi minuman nasional pada 17 April tahun depan bertepatan dengan ulang tahun Maniram Dewan ke 212," ujar Ahluwalia.

Ia menambahkan, sektor industri teh paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan. Hampir setengah pekerjanya adalah perempuan.

Asian Age malaporkan, menyatakan teh sebagai minuman nasional dapat mengakibatkan masalah di antara para herbalis yang menyarankan minuman populer India sebagai minuman nasional. Minuman tersebut misalnya air kelapa, air lemon atau lassi (sejenis yoghurt).

Teh biasa disajikan di India dengan susu dan banyak gula. Tidak jarang teh dibumbui sedikit kapulaga
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/teh-bakal-jadi-minuman-nasional-india-123027580.html

Pemkab Dinilai Kurang Peduli

SLAWI – Masyarakat kabupaten merasa bangga dengan masuknya salah satu warganya, Febri Yoga asal Kabupaten Tegal yang lolos finalis Indonesia Idol dan disiarkan setiap minggu disalahsatu TV swasta. Namun kebanggaan tersebut, menurut beberapa warga kurang diikuti oleh pemkab setempat. Pemkab dinilai kurang peduli, padahal masuknya Febri di Indoensia Idol telah membawa nama Kabupaten Tegal di kancah nasional.
Seperti dikatakan penggiat seni musik, Heru Gimbal, vokalis Band Rasa rasta, Panji penabuh dram handal asal Slawi, dan Priyo yang merupakan pemain organ asal Kelurahan Procot.
Menurut Heru, terpilihnya Febri menjadi finalis Indonesia Idol harusnya menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga Pemkab Tegal. Namun dirinya melihat Pemkab tidak ada niatan baik untuk mensosialisasikan agar warganya mendukung Febri menjadi yang terbaik. Karena dalam final tersebut, selain kemampuan dirinya juga harus dibantu dengan polling sms atau telepon.  “Masuknya Febri di Indoesia Idol yang diseiarkan di TV swasta setiap satu minggu sekali, jelas Kabupaten Tegal selalu di sebut-sebut. Tapi kami melihat pemkab tidak ada kepedulian, padahal kami yakin, tim yang membantu febri sudah memberikan surat permohonan untuk didukung oleh pemkab,” kata Heru, Jumat (20/4).
Hal senada juga di katakan, Panji, menurutnya, Febri merupakan salah satu Ikon Kabupaten Tegal yang telah membawa nama di kancah nasional. Sesama seniman, pihaknya merasa prihatin dengan tidak ada dukungan dari pemkab.   “Yang kami dengar, justeru yang peduli adalah dari daerah lain, sebut saja Kota Tegal. Padahal Febri itukan warga Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Begitupun dengan Priyo, sesama seniman, pihaknya berharap agar selain masyarakat dapat mendukung, pemkab juga ada kepedulian terhadap warganya yang telah membawa nama Kabupaten Tegal. Kalaupun pemkab tidak mendukung dengan hadir langsung dalam acara tersebut, paling tidak ada semacam woro-woro kepada masyarakat agar bisa mendukung warga tegal yang telah maju ke tingkat nasional, dalam media. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Dinilai-Kurang-Peduli.html

Bagi FPKB PPDI PNS Harga Mati

SLAWI - Setekah FPKB DPR-RI berhasil memperjuangkan sekretaris desa (Sekdes) menjadi PNS, kini Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI), tengah digadang kearah itu. Bahkan FPKB bersikap, jika PPDI PNS adalah harga mati. Mumpung masih pembahasan di tingkat DPR-RI, FPKB bakal berupaya maksimal agar keinginannya mengantar PPDI terwujud.  Apalagi, saat ini sudah saatnya desa menjadi kelurahan, seiring perkembangan era.
Bahkan desa sebagai ujung tombak melayani masyarakat ditingkat paling bawah, harus mendapat perhatian serius oleh pemerintah. Diprediksi gaji untuk PPDI sebesar Rp 12 Triliun, menurutnya, pemerintah masih memiliki anggaran untuk gaji PPDI tersebut. Sangat pantas jika FPKB tetap konsisten memperjuangkan PPDI jadi PNS.  “Mensitir temuan Kwik Kian Gie, jika setiap tahun anggaran APBN diduga dikorup Rp 300 Triliun sampai Rp 400 Triliun, angka Rp 12 Triliun sangat kecil,” ujar anggota Komisi III DPR-RI asal FPKB yang berangkat dari Dapil IX, H Bachrudin Nasori SSI MM, kemarin saat resesnya di Slawi.
 Apapun konsekuensinya, FPKB tetap bersikukuh, jika memperjuangkan PPDI menjadi PNS, tetap konsekuen dan eksis. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dari seluruh fraksi yang ada agar mampu mendorong PPDI tersebut. Meski saat ini masih tahap pembahasan dan fraksi lain belum mendukung, namun FPKB tidak surut dan terus mendukung PPDI.  Apalagi dirinya mengetahui persis, bagaimana perjuangan perangkat desa dalam memberikan layanan terhadap masyarakat. Kepatutan itulah yang membuat FPKB serius dalam mendukung PPDI menjadi PNS.  “Apapun yang terjadi dalam pembahasan ditingkat DPR-RI, FPKB tetap konsisten,” ujar Bachrudin.
 BERSAMA NU
 Disisi lain, H Bacrudin Nasori SSI MM, dalam resesnya menegaskan, jika PKB yang dilahirkan NU, jangan sekali-kali ingkar terhadap organisasi itu. Karena jika hal itu terjadi maka matilah PKB. Untuk itu pihaknya berpesan kepada seluruh kader PKB mulai dari tingkat pusat sampai daerah untuk terus selalu dekat. Jika perlu perhatian terhadap keberlangsungan organisasi NU harus didukung penuh oleh PKB.
 Dikatakan Bahrudin, apapun PKB tidak boleh terpisah dari NU, karena organisasi itulah yang mendirikan dan membesarkan PKB. Bahkan besar dan maju mundurnya PKB terletak dari dukungan NU. Selama ini kebersamaan yang sudah terjalin dengan NU, hendaknya terus dijaga dan lebih ditingkatkan.  “Selama ini PKB dengan Rois dan Tanfidz NU sudah sangat baik dalam kebersamaan. Kondisi ini yang kader PKB harus intens menjaganya,” jelas Bachrudin.
 Dalam resesnya yang mengusung seputar UU Pemilu, yang telah ditetapkan, pihaknya mengajak agar NU terus mendukung PKB. Karena jika terpecah, dikhawatirkan suara NU yang bisa beralih ke partai lain. Karena kuota prosentasi suara partai dalam Pemilu mendatang, hanya partai yang mampu mencapai 3,5 prosen yang berhak mendudukkan kadernya di kursi DPR.  “Jadi jika kader NU ikut partai lain yang suaranya dibawah itu, bakal bisa beralih ke partai lain yang bukan PKB. Kondisi ini bisa mengecewakan NU sendiri, yang tidak terdukung oleh partai yang sudah menjalin kebersamaan, selama ini,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Bagi-FPKB-PPDI-PNS-Harga-Mati.html

Perempuan Harus Paham Potens

SETIAP manusia seharusnya mampu memahami potensi dirinya. Tak terkecuali seorang perempuan yang mana di zaman dahulu identik sebagai pelengkap dan lebih cenderung bekerja di dapur.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, DR Hajjah Ayu Palaretin, seorang perempuan harus mampu menggali dan memahami potensi yang dimilikinya. Pasalnya, ketika sudah mengetahui akan dapat fokus dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.  “Silahkan saja seorang perempuan bekerja dimanapun, sesuai potensi yang dimiliki. Namun perempuan yang sudah memiliki suami juga harus mendapatkan dukungan dan ijin dari suami,” katanya.
Selain memahami potensi dirinya, lanjut Ayu Palaratin, dalam rangka memperingati hari kartini sekarang ini, pihaknya berharap jangan hanya dijadikan sebatas peringatan saja. Tapi perempuan Indonesia harus bisa menteladaninya, dengan melakukan kiprahnya dalam kegiatan apapun. Selain ada dukungan juga mampu melakukan komunikasi agar pengetahuan yang dimilikinya juga lebih banyak.  “Dengan dukungan dan pengetahuan yang luas, saya yakin perempuan Indonesia akan semakin berkembang,” ungkap Ayu yang merupakan politisi dari fraksi Demokrat.
Ayu yang merupakan ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal menuturkan, selain perempuan, pihak laki-laki juga harus memberikan kesempatan kepada perempuan. Artinya harus mendukung istri atau perempuan tersebut, dengan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Karenanya saling menghargai dan saling mendukung itu sangat diperlukan untuk memajukan kaum perempuan.  “Saya yakin perempuan banyak yang memiliki potensi lebih yang tidak kalah dengan laki-laki, asalkan perempuan itu diberi dukungan,” pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Perempuan-Harus-Paham-Potensi.html

Peringatan Hari Kartini ke 133 Kabupaten Tegal

Salah satu kegiatan menyambut hari Kartini ke 133 Kabupaten Tegal diadakan lomba senam yang diikuti 800 peserta dari SKPD di lingkungan Pemkab Tegal yang diramaikan oleh Muspida Kabupaten Tegal, Jumat (20/4), seperti apa?
LAPORAN : M FATKHUROHMAN

BERTEMPAT di halaman kantor Pemkab Tegal, ratusan perempuan mengikuti lomba senam yang diramaikan Muspida Kabupaten Tegal dalam rangka memperingati hari Kartini ke 133 yang bekerjasama dengan Senam Tera Indonesia (STI).
Pagi itu, peserta yang berjumlah 800 orang melakukan senam dengan salahsatu instruktur dengan diiringi musik. Mereka terlihat semangat dalam berolahraga di belakang para pejabat dan muspida Kabupaten Tegal dengan dipandangi oleh para juri.
Menurut Ketua STI Kabupaten Tegal, Dra Suspriyanti, melalui ketua II STI, Tien Mei Antias menuturkan, lomba ini sengaja diadakan untuk memperingati hari Kartini, dengan harapan kegiatan lomba tersebut dapat meningkatkan olahraga dan memasyarakatkan senam tera.  “Kami berharap dengan lomba senam ini bisa meningkatkan dan memasyarakatkan senam tera,” katanya di sela-sela lomba.
Ia menjelaskan, dari peserta yang berjumlah 800 tersebut, oleh para juri di nilai dan dipilih sebanyak 100 peserta dan dari 100 dipilih menjadi 6 orang guna memilih juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 sampai 3.  “Setelah mereka senam bersama dengan dimeriahkan oleh muspida dan kepala-kepala SKPD, selanjutnya dipilih 100 orang dan mereka melakukan senam kembali, begitupun dengan enam nominator juara tersebut,” ujar Tien Mei. Ia menambahkan, para juara dalam lomba senam mendapatkan trophy dan hadiah kejuaraan.
Sementara, sebelum lomba senam dilakukan, Wakil Bupati Tegal, Hery Soeltistiyawan SH Mhum, dalam sambutannya mengatakan, bahwa adanya senam merupakan sosialisasi tentang olahraga yang seharusnya dapat dilakukan oleh masyarakat semua. Dengan tersosialisasinya senam ini, gerakan STI dikalangan masyarakat Kabupaten Tegal diharapkan semakin menyukai dan mencintai olahraga serta dapat melakukan secara rutin agar kondisi badan selalu sehat.  “Kami berharap dengan senam ini dapat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, senam ini merupakan salahsatu upaya untuk menuju sehat, karenanya jika senam ini dapat dilakukan oleh masyarakat luas, diharapkan masyarakat Kabupaten Tegal khususnya dapat menjadi semakin sehat. Dengan sehat manusia akan siap melakukan pembangunan di Kabupaten Tegal, karena tanpa kesehatan bagaimana akan melakukan pembangunan.  “Jika sehatkan pembangunan bisa dilakukan, tapi jika tidak sehat, mana bisa dilakukan,” ungkapnya.
Bersamaan dengan kegiatan lomba senam, peringatan hari Kartini juga mengadakan kegiatan donor darah yang dilakukan di Pendopo Pemkab Tegal. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Peringatan-Hari-Kartini-ke-133-Kabupaten-Tegal.html

Selasa, 17 April 2012

Intip Bayi Diperut Ibu

Intip bayi diperut ibu yuk! 

Sumber Berita : http://hitam-putihphoto.blogspot.com/2010/09/intip-bayi-diperut-ibu-yuk.html


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1yzQ34WAj1cAGr7R2O6hWvt_FebHQlpUthfeHYknhsbOl1XjaG_urVT8lDFlN2iFWK4Ey3CLRMhtL3_Drz4z-VEvn6JubilS4LykdQDBVTVzqTdgiM91sRiOVBihpht-SHAe4wJrZOJN6/s1600/the_mystery_of_pregnancy_01.jpg

Saya menemukan sebuah foto-foto mikroskopik cantik buah karya dari fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson. Ia terkenal karena foto-fotonya seperti embrio manusia dan berbagai foto untuk mata pelajaran medis lainnya yang belum ernah difoto sebelumnya. Kali ini dia memperlihatkan kita akan keunikan dari kehidupan sebelum kelahiran!


Spoiler :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxDXs7nojvduqIFURg53SgzYBk95EWaDReYnlixlsORKN3JEALtfnkFFRkarDk8bDGUhzYutFfU7Fxzh5KibgfKwTIGimr8GBTbeQKNekwHaacX9KQINEGz-wC5J8EN5lS-_osBja1woqJ/s1600/the_mystery_of_pregnancy_02.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQpaqfms1e9DveMaKnbJpWP0KhnuKQXg52v-Hpk5NfnsY9br05mdl5G8rkcWYh_rWyb2W3c3XrUpGlF3y402SgpPveCnIpt-_xIcv1JmtgwFZ_huUM1VWdYqDJOV2Ijc0hGz1CoTvuH4gH/s1600/the_mystery_of_pregnancy_03.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbTp3-URwgS8ZoYG30k91HuX1h_mMHzKmURX4jFrbJLnxqf7ClKzhbtWF5d_jSdY1zT-729C04bJxus6iIBhB3Jr0iy4cmTv7F7WgIdY41zYcxbNFlIRPonSPJWBNOVkTZlXZJwD_xAVpQ/s1600/the_mystery_of_pregnancy_04.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1VDLysoSaWazDYKEsT7h18LwAmg9JOX4y3wcpf7iA2nMi6v0l5zne1JPPYe5BAQRE4uMhVg1sj8RSTvaldjX12gUkrkuqtSxIArj36ktg4B5bCDIqNVDTZeB2Zh4Wt1V9rJSXdegHsFVG/s1600/the_mystery_of_pregnancy_05.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGvnEOqa3poUfcTTTMex2yOz3uz1w4Tys_2I6uoefEg2wtyS-mA-1i9ljthgEwaECeM0g-KdrFf1ab1WCgfkTjPxXmmG0j_QozJeRRoBA51FSKeuE5aOqeJLr1i1-xucKlx36oOu1tZGi6/s1600/the_mystery_of_pregnancy_06.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrc6aFHj6kmSLOeZrY5sAGehlAkUqix4T2NsgR6VHTgyzOn96V90qmgeg7h3HzDGr8Fj_vBDWI2_l3OuBukQG31r2vMzIG6ulLn__PicRUICQw1XH9UVtJOqUIVl8l9EXJ92x8V00mzs1W/s1600/the_mystery_of_pregnancy_07.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2K6TjOYnPEAdT231sFn09gE_9r1RCOyfj5ow8vJlofNpQCZ9ZTP2utWupUcKMR6r-MQNIY8WPM7ZFP8tGVaMjimOgOXH4TVbfctNHWcO8V2KyDL39S43qZkZf8PnPVa-d-KHhL0XqHgSs/s1600/the_mystery_of_pregnancy_08.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGGecPgmqR-lqgV8xOUzh5oSBwkWb93qG1BYCkID2dXWJLphCbyhg2sDT5llkdbZUQk-6D-EA05GFVLrWO8ppHSWPz3JI1I-fVlge8ZYa2EsblBR_TSkmA2Dr4sBqdH8cSMQGD3guQL_oa/s1600/the_mystery_of_pregnancy_09.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGTA5-R5ijxNS_4AeWuxn9WnkFNfHx1Yz4YhhKTHNchUJgumPKNpqMM9FrAbb10y5Dv9OZk83dTp_OcWEh00NrG5r7Za3rSz12lGs9646g3hee9pK5teCJKPDDDyeSsfvKfLPNNTZvB7v-/s1600/the_mystery_of_pregnancy_10.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsF0ePDNQlDfIOlPNJSwleTaAu41YoLZRfyk0lMhe30AruYYYcgGIrxPjCSjyJl1ct7hNHDQD9VxiYFTPeo9ubLy6SRyyfcOQbQ7UNVbgKryuw5t1SOLo3PPUkTbbZeXrSlZmysAKUgl1l/s1600/the_mystery_of_pregnancy_11.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFkY1jEssPLE9KRgUqvNEg7f15V3pRtN3dbyMKuTnkeGhP_kJ2-lbjeRpD87i5jJ3vpBDiMgelKDByHQVmF90hUWANHyJCkpYDTUEOiR5QiyRIJeB6FXnwXB1u9X9YqiGBgIarvdImNqij/s1600/the_mystery_of_pregnancy_12.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG9EqZl6xF9nUMyE-C4L-hHjSmpPT8pjlCRzZeD955THU_v10-kGiwApFnin3Ip4Jh1969X_DVTRzHKJBlKA2BNyKzXihLapjQikKybnBzHAhCNXaEhfXb8jnfOkth9bDPsjZxTRdyFDv4/s1600/the_mystery_of_pregnancy_13.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Ah7ifWoTOtyVt3eHRT7de9vHvdSdKoC82x2sLmmy1xztKsaOXEOJ1hqmQVY_NvnVzD6vya4MubHfjGqLCBW7HniEkAfsIXHAmF0rXAv6gd_foJC54uZQl8cBaiiYBaL5IgFaLseoTBIL/s1600/the_mystery_of_pregnancy_14.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8f_HYh85sloYk78_cD4HFzy55ntHcz3G9_GYvtF2Lw0gOym-SEAuzkhqvQ_MQZQij5sDc_R_6OiE1drtZNNfTQ5sioKYkMm4zGTghfnsvx8vWLv0-RC_k2qazOWqlwHLeY9CFWWZoq4mF/s1600/the_mystery_of_pregnancy_15.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2LSnSEFFzgmzIMRsdDgXrXK0gWSLkkxujYwrDLyhvoyimF1oWa3QpQganJj1BE0bvBtZBWU1WCfvG7f4FxW4ooUbiG9O0M29VS53xTI9siKhTsG4ckvdIgwo6rRjgA5-DpWcPU2y6kc92/s1600/the_mystery_of_pregnancy_16.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1Kbvu58dShoSZScMZRRyiBIESSx30klu6yC9vaEPp6MFL1cDXHBN1OoLmS0Rx6nZy6tIvcZQqobRpGjp-9gOP3y2-9Quqo-2qrtpd1bQJDLzHam_DNzp-h644rGkbcOKbGfjelpJwlz_c/s1600/the_mystery_of_pregnancy_17.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfnIkw8GX66K16KWXCQjPkuWxfRhCnt6ckWP3GUinxS-VooOwgm7O96weeatZVJiBXqfbfcOaAFldexy5NAgKqxCrNmd_DqWdO91j9yFy627gkYbhN1E_pTpF8cKV4k-dOtIWhinc6h9TT/s1600/the_mystery_of_pregnancy_18.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjflJun16YyhUZoVueNG8xPuaBWw7GPtKrZFOWb1WKdx7AS60ew4hiSeMzGFh34ZGmk0xmDpbrO0LJN0CemhxDwj5RlMEplY4IgLyOcEP9cQ2AxW8HPbYNO9yKhelXK6tYuigzoXF-np037/s1600/the_mystery_of_pregnancy_19.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYj6PTZLmTVUHyFW2Dz7FszUx1HVIQ8Pyb9ryM5xawijz2fTBxOdE75RNQudaHH1Rp3tAzV1MNs1NsSnYXyz2KzKmgbPcSAlFpId-LpZ-SjjxpB28HhLTK3A1y9hhj1dDZhtI40mMS4V4c/s1600/the_mystery_of_pregnancy_20.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYXv2dLdwc65H0qt1ZEDqkLJagsxa3DN7TM9XmXliHhp5FgKkDrT7ybqUdaw6D00cSdKpbSgSFL7yOLbOVzF7RnLbjSGXQ9VUn0KaARZFL0u4NfOIFb3YSQ4WeXCdF9lZtOy3xLR9OzSMd/s1600/the_mystery_of_pregnancy_21.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrPDFauEnT3xuKuoEZavr7K-JfAxaHzexIoCvAX-u27aKN1zo9FdUzsVWt3e5AfK05LShFsBIte7zd4u64WbpOwqv5SahPujZtm4zhN9P8EUAayldPE9y8omCIZmi1R57T72GqnT-N6ibY/s1600/the_mystery_of_pregnancy_22.jpg

Biografi RA Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan

Sumber Berita : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ra-kartini.html