Senin, 27 Agustus 2012

Sri Mulyani Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke 72

TEMPO.CO, New York - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes, Kamis, 23 Agustus 2012. Direktur Operasional Bank Dunia ini menjadi wanita paling berpengaruh nomor 72.

Forbes menganggap Sri Mulyani sebagai sosok yang berpengaruh karena berhasil membenahi sistem fiskal di Indonesia. Adapun hal itu dilakukan Sri saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia selama periode 2005-2010.

Kanselir Jerman Angela Merkel terpilih menjadi wanita paling berpengaruh di dunia nomor satu. Ini adalah kedua kalinya sang kanselir menjadi wanita paling berpengaruh di dunia.

“Wanita-wanita berkuasa ini memberikan pengaruhnya dengan berbagai cara untuk berbagai tujuan, dan semua menghasilkan dampak berbeda bagi komunitas global,” kata Moira Forbes, Presiden dan penerbit Forbes Woman.

Daftar wanita paling berpengaruh versi Forbes ini meliputi 100 wanita dari 28 negara yang rata-rata berusia 55 tahun. Di antaranya terdapat 25 CEO perusahaan yang menghasilkan pendapatan US$ 984 miliar.

Forbes menyusun peringkat para wanita terkenal, mulai dari pengambil kebijakan, pebisnis, dan selebriti, berdasarkan tingkat pengaruh, kekayaan, dan pemberitaan di media.
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/23/090425047/Sri-Mulyani-Wanita-Paling-Berpengaruh-Dunia-ke-72

Usai Berlebaran Jokowi Bergerilya di Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Seusai merayakan Hari Raya Idul Fitri dan menyelesaikan aktivitas dinasnya di Solo, hari ini calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali "bergerilya" di Ibu Kota Jakarta.

Koordinator komunikasi dan media center tim kampanye Jokowi-Basuki, Budi Purnomo Karjodihardjo, menyatakan, pada hari Lebaran kemarin, Jokowi belum bisa bertandang ke Jakarta karena harus melakukan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dalam kapasitasnya selaku Wali Kota Solo.

"Kunjungan Jokowi ke Jakarta ini adalah yang pertama setelah Lebaran," katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

Kegiatan Jokowi di Jakarta akan dimulai siang nanti seusai salat Jumat. Jokowi mulai menyapa Jakarta di sejumlah titik di daerah pinggir kali dan rel Angke di Bandengan Selatan, Kecamatan Tambora, serta di Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Besok, Jokowi melanjutkan kegiatannya dengan menggelar halalbihalal bersama tim kampanye, tim sukarelawan, dan warga Jakarta di kantor sekretariat tim kampanye Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara halalbihalal itu bakal digelar mulai pukul 10.00. Para sukarelawan, simpatisan, dan pendukung Jokowi yang identik dengan baju kotak-kotak akan hadir untuk bercengkerama dengan warga dalam kesempatan itu.

Seperti diketahui, Jokowi yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan melaju dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 20 September mendatang. Di putaran pertama, mereka mengungguli calon inkumben Fauzi Bowo yang maju berpasangan dengan Nachrowi Ramli.

PINGIT ARIA
Sumber Berita : http://pilkada.tempo.co/konten-berita/pilkada_dki_serba_serbi/2012/08/24/425172/Usai-Berlebaran-Jokowi-Bergerilya-di-Jakarta

Kalla Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa

TEMPO.CO, Jakarta -- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan berkembangnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan jelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran dua September nanti. Terutama yang belakangan ini terjadi, yakni beredarnya video berisi muatan SARA lewat situs YouTube.

"Apa pun itu, (jelas) melanggar. Melanggar undang-undang, melanggar etika, dan membahayakan bangsa," kata Kalla di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2012. "Dari sisi apa pun, (itu) melanggar dan negatif."

Meski sulit mencari pembuat dan pengirim video di dunia maya tersebut, Kalla meminta pihak kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta untuk tetap mencari pelakunya. "Kan ada (bagian) cyber crime-nya," ujar dia. Jika tidak, ia melanjutkan, peredaran video ini akan membahayakan persatuan bangsa. "Bisa menimbulkan masalah lagi."

Isu SARA terus berkembang jelang pemilihan putaran dua, mulai dari kasus spanduk hingga ceramah Rhoma Irama yang malah dihentikan penyelidikannya. Terakhir, beredarnya video berisi muatan SARA lewat situs YouTube yang akhirnya telah diblokir oleh pemerintah pusat karena menampilkan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Tayangan video dua menit ini bertitel "Koboy Cina Pimpin Jakarta".

Selain itu, kasus kebakaran di beberapa wilayah Jakarta yang sering terjadi akhir-akhir ini juga dikait-kaitkan dengan masa-masa jelang pemilihan putaran kedua. Sebabnya, kasus kebakaran yang tak kunjung henti ini dianggap lebih banyak terjadi di daerah-daerah lumbung suara salah satu pasangan calon gubernur.

PRIHANDOKO
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/25/228425443/Kalla-Isu-SARA-Pilkada-DKI-Bahayakan-Bangsa

Rutin Memantau Gula Darah Pangkal Hemat

Kompas.com - Sama seperti meroketnya harga berbagai barang, harga obat dan biaya kesehatan juga ikut terbang ke langit. Apalagi perawatan penyakit kronis seperti diabetes yang berlangsung seumur hidup. Maka ada baiknya kita bersikap kritis dalam menjaga kesehatan. Pengendalian gula darah yang baik bukan hanya dapat mengurangi beban tersebut, malah mungkin menghindarkan komplikasi penyakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam reportasenya bulan September 2011 menetapkan kanker, diabetes, penyakit paru, dan masalah kardiovaskular, sebagai empat penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kematian saat ini.

Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang disebutkan oleh Resolusi PBB No.61 tahun 2006 sebagai pandemi global yang mengancam kesehatan dunia secara serius, tidak hanya karena efek komplikasinya tapi juga dampak ekonominya secara langsung pada kenaikan biaya pelayanan kesehatan.

Pada tahun 2011, Amerika Serikat menghabiskan 174 miliar dollar Amerika untuk menangani diabetes dari populasi diabetesi yang mencapai 25,8 juta jiwa. Biaya itu terdiri dari biaya perawatan langsung yang mencapai 67 persen dari total biaya.

Walau pun Indonesia belum punya data seakurat itu, ada indikasi kuat bahwa anggaran kesehatan yang dikeluarkan pemerintah kita tidak sedikit. WHO memperkirakan negara seluruh dunia mengeluarkan 2,5 - 15 persen anggaran kesehatannya untuk diabetes.

Kerugian ekonomi akibat diabetes di tingkat individu tidak kalah mencengangkan. Bila pada tahun pertama setelah didiagnosis pasien mengeluarkan biaya senilai Rp 18,3 juta setahun, pada tahun kedelapan biayanya meningkat menjadi Rp 49,1 juta.

Komponen biaya yang langsung dikeluarkan pasien diabetes untuk pengobatannya meliputi biaya dokter dan rumah sakit, biaya obat-obatan, biaya laboratorium dan pemantauan gula darah, serta biaya perawatan jangka panjang. Sementara biaya tidak langsung antara lain hilangnya produktivitas dan turunnya kualitas hidup.

Menurut Prof. Sri Hartini KS Kariadi, Sp.PD, biaya penanganan diabetes akan semakin mahal jika pasien sudah mengalami komplikasi akibat penyakitnya tidak bisa dikendalikan dengan baik. "Organ-organ tubuh yang bisa terkena komplikasi mulai dari mata, jantung, ginjal, hingga saraf," katanya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Roche di Jakarta beberapa waktu lalu.

Komplikasi kronis diabetes biasanya muncul setelah beberapa tahun didiagnosis diabetes, tetapi seringkali komplikasi dideteksi saat pasien pertama kali didiagnosis. Ini terjaid karena sebenarnya pasien sudah lama menderita diabetes tanpa gejala yang jelas sehingga komplikasinya tidak terpantau.

"Gula darah yang tinggi atau hiperglikemi akan cepat menimbulkan komplikasi kalau ada pendampingnya, misalnya kolesterol tinggi, usia lanjut, merokok, atau hipertensi," kata guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Cek teratur

Perawatan utama diabetes sebagian besar tergantung pada diri diabetesi sendiri. Salah satu hal paling penting yang bisa dilakukan untuk mencapai kesehatan terbaik dan mencegah komplikasi adalah memonitor gula darah puasa dan gula darah dua jam setelah makan.

Banyak hal yang berpengaruh pada kadar gula darah, mulai dari kurang olahraga, pola makan, hingga emosi. Karena itu pemantauan lebih sering diperlukan agar diketahui apakah perawatan sudah mencapai sasaran. Selain itu pemantauan ini penting untuk mendeteksi kelainan.

"Kita tidak bisa hanya berpatokan pada pemeriksaan gula darah pada satu waktu tertentu, yang bagus adalah pemeriksaan sehari-hari," kata Sri Hartini.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan gula darah tiba-tiba melonjak atau justru terlalu rendah, Sri Hartini menyarankan untuk dievaluasi penyebabnya. Misalnya apakah lupa minum obat atau kebanyakan makan. "Dengan pemeriksaan teratur, pasien bisa mawas diri sehingga tercapai perubahan perilaku," imbuhnya.

Pemeriksaan darah secara mandiri bisa dilakukan oleh diabetesi sendiri tanpa perlu ke laboratorium. Biasanya sebelum makan atau dua jam setelah makan. Diperlukan alat khusus untuk ini yang sekarang banyak dijual bebas di apotik. Hasil pemeriksaan bisa diperoleh dalam beberapa detik.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh unit bisnis diabetes care PT.Roche Indonesia, pasien diabetes yang melakukan pememantauan gula darah mandiri secara rutin dan mencatat tren gula darahnya dalam log book catatan harian gula darah, hanya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp.700.000 per tahun dengan asumsi melakukan tes 8 kali sebulan.

"Bandingkan dengan biaya cuci darah akibat komplikasi yang mencapai lebih dari Rp. 115 juta per tahun jika dilakukan seminggu sekali atau biaya kejadian serangan jantung pada tahun pertama sebesar Rp 59,8 juta," kata Magdalena Vandry, Business Head dari unit bisnis diabetes care PT.Roche Indonesia.

Pemeriksaan lain yang diperlukan adalah mengukur kadar HbA1C yang merupakan nilai rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir. Nilai HbA1C yang dianggap baik adalah 6,5 persen - 7 persen.  Bila kadar gula darah sehari-hari lebih tinggi dari normal, maka hasil HbA1C akan tinggi.

"Nilai A1C ini sangat penting karena berkaitan dengan komplikasi. Bila terjadi penurunan nilai sampai 1 persen, maka risiko komplikasi diabetes pun berkurang," jelas Sri Hartini.
Sumber Berita : http://health.kompas.com/read/2012/08/27/12060656/Rutin.Memantau.Gula.Darah.Pangkal.Hemat

Harta Pengikut Syiah Dijarah

SAMPANG, KOMPAS.com - Ratusan warga Syiah yang tinggal di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, banyak kehilangan harta kekayaannya pasca peristiwa bentrok pada Minggu (26/8/2012).
37 rumah milik mereka hangus dan rata dengan tanah. Hewan ternak dan isi rumah mereka juga tidak jelas nasibnya, karena sudah dijarah oleh warga yang melakukan penyerangan.
Sebelum kejadian pembakaran, toko milik Umi Kulsum, isteri Tajul Muluk, pimpinan Syiah Sampang yang kini ditahan di Lapas Sampang, dijarah oleh sejumlah pemuda.
Setelah isi toko habis kemudian dibakar beserta rumahnya. Sementara di rumah-rumah warga pengikut Syiah lainnya, juga terjadi penjarahan. Seperti hewan ternak sapi, ayam, burung dan isi rumah lainnya.
Kejadian itu berlangsung saat aparat kepolisian belum berada di lapangan. Salah satu warga Desa Karang Gayam yang mengaku bernama Ipung mengatakan, para warga yang menjarah harta pengikut Syiah itu beralasan, harta mereka halal untuk diambil.
"Saya hanya melihat aksi warga yang mejarah dan membakar rumah dan kandang pengikut Syiah. Saya turut prihatin jika sampai tega menjarah harta dan membakar rumah mereka," katanya kepada Kompas.com, Minggu sore.
Bahkan menurutnya, penjarahan tetap terjadi meskipun ada aparat yang sudah datang melakukan penjagaan.
"saya lihat ada yang membawa sapi warga Syiah dan Polisi menangkapnya. Namun karena polisi yang menangkap hanya dua orang, sementara warga yang melakukan pembakaran dan penjarahan lebih dua orang, akhirnya orang tersebut dilepas karena mungkin polisinya kawatir diamuk massa," imbuhnya.
Sampai saat ini, Polisi masih belum menetapkan tersangka pelaku penyerangan, penjarahan dan pembakaran 37 rumah warga Syiah tersebut.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko menuturkan, pengamanan situasi dan evakuasi korban lebih penting. Namun pihaknya secara tegas menindak perilaku kejahatan yang sampai menelan satu korban jiwa.
"Kami akan tindak tegas kepada siapapun yang sudah bertindak anarkis. Penegakan hukum tidak akan pandang bulu dan kami tidak mau ditekan oleh pihak manapun," kata Hadiatmoko.
Editor :
Benny N Joewono
Sumber Berita :  http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/01492039/Harta.Pengikut.Syiah.Dijarah

Minggu, 26 Agustus 2012

Satya Dharma Gita Choir Raih Emas di Pulau Dewata

Satya Dharma Gita (SDG) Choir kembali mengukir prestasi gemilang pada event Bali International Choir Competition (BICC) 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 3-9 Agustus 2012 di Denpasar-Bali. Dalam kompetisi tersebut Satya Dharma Gita Choir memperoleh medali emas dengan total nilai 90,50 untuk kategori folklore, dengan menampilkan dua lagu rakyat, yaitu: Ma Rencong-Rencong (Bugis folksong, arr. Budi Susanto Yohanes) dan Tari Kembang Janger (Balinese folksong, arr. Alfonso Andika Wiratma) serta medali emas yang diperoleh untuk kategori female choir dengan perolehan nilai 86,75 lewat lagu Sanctus (arr. Roni Sugiarto & Swingly), dan Tari Sanghyang Dedari (arr. Agustinus Bambang Jusana). Perolehan nilai yang berhasil diraih SDG Choir dalam kategori female choir ini merupakan sesuatu yang cukup memuaskan mengingat kategori ini merupakan kategori pertama yang diikuti SDG Choir sepanjang 10 tahun berkiprah. Pada BICC 2012, Satya Dharma Gita Choir (PSM SDG FH UNDIP) mengirimkan  46 personil, yang terdiri atas: 36 penyanyi, 2 orang pemusik, 4 orang penari, 1 orang conducter, 1 orang official dan 2 orang dosen pendamping. Dalam acara Bali International Choir Competition 2012 di Denpasar-Bali tersebut, terdapat sekitar 110 kelompok paduan suara bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam 10 kategori.
Pengirimin tim SDG Choir pada kegiatan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan dana tersebut dperoleh dari kontribusi peserta, bantuan dari FH Undip, sponsor, donatur dan kegiatan penggalangan dana lainnya, seperti: mengamen dan berjualan makanan.

Segenap pengurus dan anggota SDG Choir mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang maha Esa; orangtua para penyanyi; pihak dekanat dan segenap civitas akademika Fakultas Hukum Undip di bawah pimpinan Prof. Dr. Yos Johan Utama,SH,MHum; Andika Wiratma selaku conducter, dosen pendamping  (Tity Wahyu,SH,MHum dan Kadek Cahya Susila,SH,MH), arranger, para pemusik & penari, para Donatur, masyarakat Banjar Kaja Panjer-Bali yang mengijinkan balai banjarnya dipakai sebagai tempat latihan selama di Bali dan segenap pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang dengan keikhlasan membantu dan mendukung kegiatan tersebut. Selanjutnya, kami mohon doa dan dukungan segenap pihak untuk kegiatan kami selanjutnya yaitu Konser Satu Dekade SDG Choir di Bulan Oktober 2012 serta Guangzhou International Open Choir Competition pada awal november 2012 di China.
Sumber Berita :  http://fh.undip.ac.id/id/component/content/article/38-berita/548-satya-dharma-gita-choir-raih-emas-di-pulau-dewata.html

Sudah 638 Orang Tewas Saat Mudik

Liputan6.com, Jakarta: Hingga hari ketiga pasca-Lebaran, Markas Besar Polri mencatat telah terjadi 3.600 kecelakaan lalu lintas. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, akibat kecelakaan lalu lintas saat musim mudik tahun ini sebanyak 638 orang meninggal dan 994 luka berat.
Lantaran itulah, ia mengimbau para pemudik untuk lebih berhati-hati di jalan serta memanfaatkan pos koordinasi kesehatan dan pengamanan yang ada untuk beristirahat. "Kalau sudah lelah berjalan, pemudik sebaiknya beristirahat dulu," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/8).
Boy menambahkan pada 21 Agustus silam pihaknya mencatat telah terjadi 3.350 pelanggaran lalu lintas. Dengan rincian pemberian surat tilang (bukti pelanggaran) sebanyak 1.982 dan teguran sebanyak 1.368 kali. Sedangkan kecelakaan lalu lintas pada hari itu mencapai 309 kejadian yang mengakibatkan 64 orang meninggal dunia dan 95 luka berat.
Menurut Boy, dari data tersebut, terjadi peningkatan angka kecelakaan sebanyak 70 persen dibanding musim mudik 2011 lalu. Pelanggaran lalu lintas naik 14 persen, korban meninggal dunia naik delapan persen, luka berat naik 0,4 persen, pemudik yang ditilang naik dua persen, dan pemberian teguran naik 114 persen.
Untuk memberi pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik, Polri masih menggelar Operasi Ketupat 2012 hingga 26 Agustus mendatang. Adapun operasi ini digelar pertama kali pada 11 Agustus lalu.(ALI/ANS)
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/duh-sudah-638-orang-tewas-saat-mudik-113400931.html