Senin, 27 Agustus 2012

Baju Kotak Jokowi Dijual di Mobil mobil

TEMPO.CO, Jakarta - Ada saja cara yang dilakukan tim relawan Jokowi Widodo untuk mengumpulkan dana kampanye. Salah satunya adalah menjual baju kotak-kotak di pinggir-pinggir jalan. "Sudah dua pekan kami jualan di jalan Casablanca ini," ujar Romindo, relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), ketika ditemui Tempo, Senin, 27 Agustus 2012.

Dengan mobil Terano berplat nomer B 2102 EL ini Romi mengaku bisa menjual sekitar 30-50 baju per hari. "Satu baju-nya kami jual seharga Rp 75 ribu," ujarnya. Hasil penjualan menurut dia disumbangkan untuk dana kampanye pemenangan Joko Widodo.

Baju-baju ini, menurut dia merupakan baju yang diantar khusus dari Solo. "Liat saja mereknya (Lassolo)," ujarnya sambil menunjukan kemaja yang bergelantungan di sekitar mobil.

Mustar Bona Ventura, Koordinator Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) pasangan Jokowi-Ahok, mengatakan jenis penjualan dengan menggunakan mobil ini tidak hanya berada di Casablanca. "Saat ini secara masif berjalan di 63 titik lokasi, antara lain: Diponegoro 58, Jl Casablanca, Jl Saharjo, Jl Ampera, Ceger, dan lain-lain," ujarnya.

Cara penjualan ini, menurutnya merupakan bentuk usaha menyerupai peran posko-posko PDI Perjuangan pada tahun 1998 - 1999. "Tidak bisa dipungkiri, kemenangan mutlak PDI Perjuangan tahun 98-99, khususnya DKI Jakarta, tidak lepas dari peran posko-posko sebagai wujud dukungan rakyat pada PDI Perjuangan," kata Romindo. "Sepertinya, pola ini yang sedang diulang oleh Pospera dengan pembentukan outlet-outlet penjualan baju Jokowi."

Rencananya menurut Romi bila tidak ada halangan, Ia akan tetap berjualan sampai tanggal 5 September nanti. "Mungkin bisa lebih," ujarnya.

Ia pun mengaku sampai kini tidak menemukan kesulitan berarti dalam penjualan baju-baju kotak-kotak ini. "Paling kadang Satpol PP ngeliatin, tapi toh ga ada yang berani ngusir," ujarnya. "Penjualan baju ini kan juga jauh dari embel-embel kampanye, tidak ada ajakan mencoblos atau pembagian flyer-flyer," ujarnya.

ANANDA PUTRI
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/27/228425818/p-Baju-Kotak-Jokowi-Dijual-di-Mobil-mobil

Mengintip Gigolo di Pantai Kuta

Ciri-ciri Gigolo di Pantai Kuta

Di Pantai Kuta Bali praktik gigolo sudah ada sejak 20 tahun lalu. Keberadaanya dapat diketahui secara nyata. Mereka memiliki ciri-ciri tersendiri bila akan mencari mangsanya.
Jony Combor, salah satu gigolo pantai menyatakan, aktifitas gigolo pantai berbeda dengan gigolo umumnya, seperti di cafe atau tempat hiburan.
Menurutnya, operasi gigolo Kuta, juga berbeda dengan gigolo yang ada di Ubud Gianyar yang mencari mangsa di sebuah café atau Bar. Jika mangsa sudah kena biasanya mereka diajak ke villa-villa.
Gigolo-gigolo tersebut kerap sengaja dihubungi tamunya sebelum tiba di Bali. Kemudian diminta untuk menemani sang tamu selama berlibur di Bali.
"Mereka juga memiliki teman tamu yang kapasitasnya menemani turis selama 2-3 minggu, seperti jalan-jalan, shoping hingga menghantar liburan ke wilayah lain seperti Lombok," kata Jony Combor, Selasa (27/4).
Diantara mereka ada yang berhubungan, ada juga yang tidak. "Bisa dikatakan mereka ini sebagai guide tidak resmi," ujarnya.
Berbeda dengan gigolo pantai, cirinya antara lain biasanya berbada kekar, berkulit hitam, dekil, gondrong tanggung, rambut diwarnai,  suka mengenakan celana melorot, dan suka berjemur. 
"Itu ciri-ciri yang menonjol, jika mencari mangsa biasanya mereka mendekati target yang sedang berjemur dengan bahasa asing sehari-harinya," katanya.
Bahasa yang sering digunakan untuk mendekati tamu seperti "Hi.. how are you". Jika to the point gigolo ini akan mengatakan "you like jig-ijigg?" jigg-ijigg adalah salah satu istilah bahasa gaul dari Australia yang biasa digunakan oleh bule-bule yang ingin melakukan seks. 
Jika targetnya orang Jepang, bahasa yang digunakan "Moshi-moshi…, anata wa daisuki icha-icha, desu ka"?? artinya "halo apa anda mau 'bercinta' dengan saya?"
Sulitnya, tempat nongkrong para gigolo ini tidak bisa ditebak. Tapi, biasanya berada di warung-warung sepanjang Pantai Kuta. 
Berbeda dengan di kawasan Ubud Gianyar, ciri-ciri mereka hampir sama, celana oblong, kekar, dan mengenakan topi miring, kacamata hitam.
Mereka bukan asli Kuta, rata-rata mereka dari wilayah lain seperti Buleleng, Singaraja, Karangasem, bahkan dari Banyuwangi dan Jember.
"Di ubud juga banyak, biasanya mereka nongkrong dekat tempat wisata Monkey Fores, di samping lapangan, di jalan Dewi Sita, mereka biasanya di Villa-villa," katanya.



“Kami Bukan Gigolo, Tapi Pacari Bule Gonta-ganti’’ Kesaksian Aktor Cowboys in Paradise

PARA beach boy di Kuta  yang bekerja di Bali membantah berprofesi seba-gai gigolo, sebagaimana yang dikisahkan dalam film ‘Cow-boys in Paradise’. 
Namun, me-reka tidak menyangkal kerap berpacaran dengan wisatawan asing dan sering berganti pacar. “Kita pacaran dengan wanita bule karena suka sama suka,” kata Argo (28), salah seorang ‘bintang’ Cowboys in Paradise, Rabu (28/04).
Pria berusia akhir 20-an tahun asal Jawa Timur terse-but mengaku pernah beberapa kali berpacaran dengan wanita asing dari berbagai negara yang berlibur ke Bali. Biasanya kisah asmara berawal dari papan selancar berubah men-jadi teman hingga berakhir menjadi TTM (teman tapi mesra) hingga akhirnya berpacaran.
“Kalau dia ajak keluar ma-lam, kenapa tidak? Kita mau saja. Mereka ke sini kan ingin senang-senang,” ujar Argo. Argo mengaku tidak jarang aktivitas bersenang-senang dibiayai oleh pihak wanita. Tetapi dia membantah bila dituding motivasinya berpacaran dengan wisatawan wanita asing adalah untuk menggaet kekayaan saja.
“Kalau saya tidak mampu bayar minuman di diskotik, ya dibayarin. Tetapi saya tidak pernah mendapat barang mewah dan uang banyak dari mereka. Kalau kita gigolo mungkin sudah banyak punya mobil,” katanya. 
Bila jalinan cinta dua bangsa ini mulus, maka pertemuan selanjutnya usai berakhirnya musim libu-ran bisa melalui jaringan internet. Tetapi sering juga mereka putus sebelum ber-akhirnya musim liburan ka-rena si wanita cemburu de-ngan teman-teman wanita para beach boys.
Beach boy lainnya bernama Arnold juga membantah ber-profesi gigolo,
“Kami bukan gigolo, mas. kita kerja di sini melatih berselancar para tamu,” kata Arnold, salah satu beach boy yang muncul dalam film ga-rapan Amit Virmani tersebut. Dia pemuda yang bilang,”I love you!”
Bersama rekan-rekannya, selama lima tahun terakhir Arnold membuka kursus surf-ing kecil-kecilan dan menye-wakan papan surfing di Pantai Kuta. Tarif yang dikenakan kepada wisatawan untuk ber-selancar sebesar Rp 150 ribu per jam.
“Biasanya dua jam belajar, mereka sudah bisa berdiri di atas papan selancar,” kata Ar-nold yang asal Jawa Timur ini.
Sementara itu, Agus yang menyewakan papan selancar juga membantah jika rekan-nya berprofesi gigolo. “Saya kenal mereka dan bekerja sa-ma saya sejak lama, tidak be-nar mereka gigolo,” kata Agus. Para beach boy itu sendiri mengaku tak tahu bahwa film yang menampilkannya itu merupakan film tentang gigolo di Bali.
Arnold mengatakan, ketika diminta ambil bagian dalam film tersebut ia tidak diberi ta-hu bahwa film itu akan ber-kisah mengenai gigolo di Bali. “Kalau saya tahu itu film gi-golo, logikanya bodoh aja ka-lau saya main film seperti itu,” ujar Arnold.
Pemuda yang sehari-hari bekerja menyewakan papan selancar ini mengaku kenal dengan sang sutradara, Amit Virmani, yang memang saat itu sangat dekat dengan anak-anak pantai. “Pertama kenal, (dia) sebagai tamu. Terus, dekat sama anak-anak. Ke-mudian, jadi teman baik,” cerita Arnold.
Dengan adanya film itu, Arnold merasa hanya diman-faatkan oleh Amit. Ia meng-anggap Amit mereguk keuntu-ngan dengan mengorbankan anak-anak pantai. “Kata te-man saya, dia (Amit) dapat duit miliaran di setiap negara yang memutar film tersebut, semen-tara saya enggak dapat apa-apa. Malah, nama baik saya ter-cemar,” ujarnya lagi.(dtc/zal)


Razia Gigolo Bali, 28 Pemuda Ditangkap
 

TEMPO Interaktif, Denpasar - Razia yang Satuan Tugas (Satgas) Pantai Kuta, akhirnya membuahkan hasil. Dalam razia yang dilakukan Senin (26/4) mereka berhasil menangkap 28 pemuda yang tak memiliki identitas serta pekerjaan yang jelas di Pantai Kuta Bali. Mereka jelas bukan sekedar turis domestik karena sudah sering ditemui oleh petugas.

Namun, menurut Ketua Satgas Pantai Kuta Gusti Ngurah Tresna, mereka tidak ada yang mengaku sebagai gigolo. "Itu pengakuan mereka. Kami tidak menelusuri lebih jauh," katanya.

Menurut Tresna, setelah ditangkap, para pemuda itu dibawa ke Kantor Kelurahan Kuta untuk mendapat pembinaan. Terutama untuk melengkapi surat-surat kependudukan dan harus segera mencari kerja.

Sayang, dalam razia itu, Satgas belum berhasil menangkap aktor yang di clip video "Cowboys in Paradise" yang diunggah di situs Youtube itu. Bisa jadi, kata Tresna, mereka sengaja bersembunyi setelah kasusnya terekspose sejak satu minggu lalu.
Tresna menjamin, dari kalangan pedagang serta penyewa papan surfing di pantai tidak ada yang berani melakukan praktek gigolo. "Mereka semua terdaftar dan memiliki izin. Kalau bermasalah akan kami cabut izinnya," ujarnya.





































Sumber Berita : http://gobloggoblox.blogspot.com/2012/04/mengintip-gigolo-di-pantai-kuta.html

Sri Mulyani Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke 72

TEMPO.CO, New York - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes, Kamis, 23 Agustus 2012. Direktur Operasional Bank Dunia ini menjadi wanita paling berpengaruh nomor 72.

Forbes menganggap Sri Mulyani sebagai sosok yang berpengaruh karena berhasil membenahi sistem fiskal di Indonesia. Adapun hal itu dilakukan Sri saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia selama periode 2005-2010.

Kanselir Jerman Angela Merkel terpilih menjadi wanita paling berpengaruh di dunia nomor satu. Ini adalah kedua kalinya sang kanselir menjadi wanita paling berpengaruh di dunia.

“Wanita-wanita berkuasa ini memberikan pengaruhnya dengan berbagai cara untuk berbagai tujuan, dan semua menghasilkan dampak berbeda bagi komunitas global,” kata Moira Forbes, Presiden dan penerbit Forbes Woman.

Daftar wanita paling berpengaruh versi Forbes ini meliputi 100 wanita dari 28 negara yang rata-rata berusia 55 tahun. Di antaranya terdapat 25 CEO perusahaan yang menghasilkan pendapatan US$ 984 miliar.

Forbes menyusun peringkat para wanita terkenal, mulai dari pengambil kebijakan, pebisnis, dan selebriti, berdasarkan tingkat pengaruh, kekayaan, dan pemberitaan di media.
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/23/090425047/Sri-Mulyani-Wanita-Paling-Berpengaruh-Dunia-ke-72

Usai Berlebaran Jokowi Bergerilya di Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Seusai merayakan Hari Raya Idul Fitri dan menyelesaikan aktivitas dinasnya di Solo, hari ini calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali "bergerilya" di Ibu Kota Jakarta.

Koordinator komunikasi dan media center tim kampanye Jokowi-Basuki, Budi Purnomo Karjodihardjo, menyatakan, pada hari Lebaran kemarin, Jokowi belum bisa bertandang ke Jakarta karena harus melakukan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dalam kapasitasnya selaku Wali Kota Solo.

"Kunjungan Jokowi ke Jakarta ini adalah yang pertama setelah Lebaran," katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

Kegiatan Jokowi di Jakarta akan dimulai siang nanti seusai salat Jumat. Jokowi mulai menyapa Jakarta di sejumlah titik di daerah pinggir kali dan rel Angke di Bandengan Selatan, Kecamatan Tambora, serta di Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Besok, Jokowi melanjutkan kegiatannya dengan menggelar halalbihalal bersama tim kampanye, tim sukarelawan, dan warga Jakarta di kantor sekretariat tim kampanye Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara halalbihalal itu bakal digelar mulai pukul 10.00. Para sukarelawan, simpatisan, dan pendukung Jokowi yang identik dengan baju kotak-kotak akan hadir untuk bercengkerama dengan warga dalam kesempatan itu.

Seperti diketahui, Jokowi yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan melaju dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 20 September mendatang. Di putaran pertama, mereka mengungguli calon inkumben Fauzi Bowo yang maju berpasangan dengan Nachrowi Ramli.

PINGIT ARIA
Sumber Berita : http://pilkada.tempo.co/konten-berita/pilkada_dki_serba_serbi/2012/08/24/425172/Usai-Berlebaran-Jokowi-Bergerilya-di-Jakarta

Kalla Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa

TEMPO.CO, Jakarta -- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan berkembangnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan jelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran dua September nanti. Terutama yang belakangan ini terjadi, yakni beredarnya video berisi muatan SARA lewat situs YouTube.

"Apa pun itu, (jelas) melanggar. Melanggar undang-undang, melanggar etika, dan membahayakan bangsa," kata Kalla di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2012. "Dari sisi apa pun, (itu) melanggar dan negatif."

Meski sulit mencari pembuat dan pengirim video di dunia maya tersebut, Kalla meminta pihak kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta untuk tetap mencari pelakunya. "Kan ada (bagian) cyber crime-nya," ujar dia. Jika tidak, ia melanjutkan, peredaran video ini akan membahayakan persatuan bangsa. "Bisa menimbulkan masalah lagi."

Isu SARA terus berkembang jelang pemilihan putaran dua, mulai dari kasus spanduk hingga ceramah Rhoma Irama yang malah dihentikan penyelidikannya. Terakhir, beredarnya video berisi muatan SARA lewat situs YouTube yang akhirnya telah diblokir oleh pemerintah pusat karena menampilkan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Tayangan video dua menit ini bertitel "Koboy Cina Pimpin Jakarta".

Selain itu, kasus kebakaran di beberapa wilayah Jakarta yang sering terjadi akhir-akhir ini juga dikait-kaitkan dengan masa-masa jelang pemilihan putaran kedua. Sebabnya, kasus kebakaran yang tak kunjung henti ini dianggap lebih banyak terjadi di daerah-daerah lumbung suara salah satu pasangan calon gubernur.

PRIHANDOKO
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/25/228425443/Kalla-Isu-SARA-Pilkada-DKI-Bahayakan-Bangsa

Rutin Memantau Gula Darah Pangkal Hemat

Kompas.com - Sama seperti meroketnya harga berbagai barang, harga obat dan biaya kesehatan juga ikut terbang ke langit. Apalagi perawatan penyakit kronis seperti diabetes yang berlangsung seumur hidup. Maka ada baiknya kita bersikap kritis dalam menjaga kesehatan. Pengendalian gula darah yang baik bukan hanya dapat mengurangi beban tersebut, malah mungkin menghindarkan komplikasi penyakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam reportasenya bulan September 2011 menetapkan kanker, diabetes, penyakit paru, dan masalah kardiovaskular, sebagai empat penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kematian saat ini.

Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang disebutkan oleh Resolusi PBB No.61 tahun 2006 sebagai pandemi global yang mengancam kesehatan dunia secara serius, tidak hanya karena efek komplikasinya tapi juga dampak ekonominya secara langsung pada kenaikan biaya pelayanan kesehatan.

Pada tahun 2011, Amerika Serikat menghabiskan 174 miliar dollar Amerika untuk menangani diabetes dari populasi diabetesi yang mencapai 25,8 juta jiwa. Biaya itu terdiri dari biaya perawatan langsung yang mencapai 67 persen dari total biaya.

Walau pun Indonesia belum punya data seakurat itu, ada indikasi kuat bahwa anggaran kesehatan yang dikeluarkan pemerintah kita tidak sedikit. WHO memperkirakan negara seluruh dunia mengeluarkan 2,5 - 15 persen anggaran kesehatannya untuk diabetes.

Kerugian ekonomi akibat diabetes di tingkat individu tidak kalah mencengangkan. Bila pada tahun pertama setelah didiagnosis pasien mengeluarkan biaya senilai Rp 18,3 juta setahun, pada tahun kedelapan biayanya meningkat menjadi Rp 49,1 juta.

Komponen biaya yang langsung dikeluarkan pasien diabetes untuk pengobatannya meliputi biaya dokter dan rumah sakit, biaya obat-obatan, biaya laboratorium dan pemantauan gula darah, serta biaya perawatan jangka panjang. Sementara biaya tidak langsung antara lain hilangnya produktivitas dan turunnya kualitas hidup.

Menurut Prof. Sri Hartini KS Kariadi, Sp.PD, biaya penanganan diabetes akan semakin mahal jika pasien sudah mengalami komplikasi akibat penyakitnya tidak bisa dikendalikan dengan baik. "Organ-organ tubuh yang bisa terkena komplikasi mulai dari mata, jantung, ginjal, hingga saraf," katanya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Roche di Jakarta beberapa waktu lalu.

Komplikasi kronis diabetes biasanya muncul setelah beberapa tahun didiagnosis diabetes, tetapi seringkali komplikasi dideteksi saat pasien pertama kali didiagnosis. Ini terjaid karena sebenarnya pasien sudah lama menderita diabetes tanpa gejala yang jelas sehingga komplikasinya tidak terpantau.

"Gula darah yang tinggi atau hiperglikemi akan cepat menimbulkan komplikasi kalau ada pendampingnya, misalnya kolesterol tinggi, usia lanjut, merokok, atau hipertensi," kata guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Cek teratur

Perawatan utama diabetes sebagian besar tergantung pada diri diabetesi sendiri. Salah satu hal paling penting yang bisa dilakukan untuk mencapai kesehatan terbaik dan mencegah komplikasi adalah memonitor gula darah puasa dan gula darah dua jam setelah makan.

Banyak hal yang berpengaruh pada kadar gula darah, mulai dari kurang olahraga, pola makan, hingga emosi. Karena itu pemantauan lebih sering diperlukan agar diketahui apakah perawatan sudah mencapai sasaran. Selain itu pemantauan ini penting untuk mendeteksi kelainan.

"Kita tidak bisa hanya berpatokan pada pemeriksaan gula darah pada satu waktu tertentu, yang bagus adalah pemeriksaan sehari-hari," kata Sri Hartini.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan gula darah tiba-tiba melonjak atau justru terlalu rendah, Sri Hartini menyarankan untuk dievaluasi penyebabnya. Misalnya apakah lupa minum obat atau kebanyakan makan. "Dengan pemeriksaan teratur, pasien bisa mawas diri sehingga tercapai perubahan perilaku," imbuhnya.

Pemeriksaan darah secara mandiri bisa dilakukan oleh diabetesi sendiri tanpa perlu ke laboratorium. Biasanya sebelum makan atau dua jam setelah makan. Diperlukan alat khusus untuk ini yang sekarang banyak dijual bebas di apotik. Hasil pemeriksaan bisa diperoleh dalam beberapa detik.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh unit bisnis diabetes care PT.Roche Indonesia, pasien diabetes yang melakukan pememantauan gula darah mandiri secara rutin dan mencatat tren gula darahnya dalam log book catatan harian gula darah, hanya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp.700.000 per tahun dengan asumsi melakukan tes 8 kali sebulan.

"Bandingkan dengan biaya cuci darah akibat komplikasi yang mencapai lebih dari Rp. 115 juta per tahun jika dilakukan seminggu sekali atau biaya kejadian serangan jantung pada tahun pertama sebesar Rp 59,8 juta," kata Magdalena Vandry, Business Head dari unit bisnis diabetes care PT.Roche Indonesia.

Pemeriksaan lain yang diperlukan adalah mengukur kadar HbA1C yang merupakan nilai rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir. Nilai HbA1C yang dianggap baik adalah 6,5 persen - 7 persen.  Bila kadar gula darah sehari-hari lebih tinggi dari normal, maka hasil HbA1C akan tinggi.

"Nilai A1C ini sangat penting karena berkaitan dengan komplikasi. Bila terjadi penurunan nilai sampai 1 persen, maka risiko komplikasi diabetes pun berkurang," jelas Sri Hartini.
Sumber Berita : http://health.kompas.com/read/2012/08/27/12060656/Rutin.Memantau.Gula.Darah.Pangkal.Hemat

Harta Pengikut Syiah Dijarah

SAMPANG, KOMPAS.com - Ratusan warga Syiah yang tinggal di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, banyak kehilangan harta kekayaannya pasca peristiwa bentrok pada Minggu (26/8/2012).
37 rumah milik mereka hangus dan rata dengan tanah. Hewan ternak dan isi rumah mereka juga tidak jelas nasibnya, karena sudah dijarah oleh warga yang melakukan penyerangan.
Sebelum kejadian pembakaran, toko milik Umi Kulsum, isteri Tajul Muluk, pimpinan Syiah Sampang yang kini ditahan di Lapas Sampang, dijarah oleh sejumlah pemuda.
Setelah isi toko habis kemudian dibakar beserta rumahnya. Sementara di rumah-rumah warga pengikut Syiah lainnya, juga terjadi penjarahan. Seperti hewan ternak sapi, ayam, burung dan isi rumah lainnya.
Kejadian itu berlangsung saat aparat kepolisian belum berada di lapangan. Salah satu warga Desa Karang Gayam yang mengaku bernama Ipung mengatakan, para warga yang menjarah harta pengikut Syiah itu beralasan, harta mereka halal untuk diambil.
"Saya hanya melihat aksi warga yang mejarah dan membakar rumah dan kandang pengikut Syiah. Saya turut prihatin jika sampai tega menjarah harta dan membakar rumah mereka," katanya kepada Kompas.com, Minggu sore.
Bahkan menurutnya, penjarahan tetap terjadi meskipun ada aparat yang sudah datang melakukan penjagaan.
"saya lihat ada yang membawa sapi warga Syiah dan Polisi menangkapnya. Namun karena polisi yang menangkap hanya dua orang, sementara warga yang melakukan pembakaran dan penjarahan lebih dua orang, akhirnya orang tersebut dilepas karena mungkin polisinya kawatir diamuk massa," imbuhnya.
Sampai saat ini, Polisi masih belum menetapkan tersangka pelaku penyerangan, penjarahan dan pembakaran 37 rumah warga Syiah tersebut.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko menuturkan, pengamanan situasi dan evakuasi korban lebih penting. Namun pihaknya secara tegas menindak perilaku kejahatan yang sampai menelan satu korban jiwa.
"Kami akan tindak tegas kepada siapapun yang sudah bertindak anarkis. Penegakan hukum tidak akan pandang bulu dan kami tidak mau ditekan oleh pihak manapun," kata Hadiatmoko.
Editor :
Benny N Joewono
Sumber Berita :  http://regional.kompas.com/read/2012/08/27/01492039/Harta.Pengikut.Syiah.Dijarah