LENSAINDONESIA.COM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan
melakukan kunjungan kerja ke Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten
Tegal pada 20 hingga 21 Februari 2013. Tidak hanya melihat potensi
hortikultura yang berkualitas ekspor, SBY juga akan diagendakan bakal
melakukan dialog dengan petani desa setempat. Selain itu, Puskesmas
Adiwerna juga akan jadi sasaran kunjungan, setelah itu dia akan menginap
di obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal.
Pasca kedatangan orang
nomor satu di Indonesia ini, sterilisasi pengamanan juga dilakukan di
satasiun Kereta Api Kota Tegal, Jawa Tengah oleh pasukan Paspampres.
Ketatnya pengamanan tersebut membuat para calon penumpang kereta api
banyak yang mengeluh. Selain ketatnya pemeriksaan identitas, para
pengantar juga tidak diizinkan masuk kedalam area stasiun.
Ningsih,
warga slerok, kota tegal, mengatakan kepada LICOM, Kedatangan presiden
dirasakan sangat mengganggu calon penumpang kereta api. Pasalnya, para
pengantar tidak diperbolehkan mengantar ke atas kereta api seperti
biasa.
“Barang bawaan saya banyak sekali, karena suami saya tidak
diizinkan masuk, akhirnya saya yang jadi repot seperti ini membawa
barang-barang ini. Selain itu banyak calon penumpang yang ingin mencari
informasi keberangkatan dan kedatangan kereta juga tidak diizinkan untuk
masuk area stasiun,” ujarnya Selasa (19/2/2013).
Pantauan LICOM
dilapangan, menyambut kedatangan SBY ke Kota Tegal, para pedagang di
kawasan Stasiun Tegal tidak diperbolehkan untuk berdagang selama 2 hari
lamanya. Tentunya hal tersebut sangat merugikan para pedagang. Sumarti
salah seorang pedagang makanan di area stasiun tegal mengatakan, dari
kemarin saya sudah tidak diizinkan berdagang. Saya bingung mau protes
kemana dan kepada siapa. “Ini sangat merugikan kami para pedagang kecil.
bagaimana kami bisa mendapatkan pendapatan jika kami tidak bisa
berdagang seperti bias,” ujarnya.
Kunjungan Presiden SBY ke Desa
Tuwel yang berada di kaki Gunung Slamet bagian utara, Kabupaten Tegal,
Jawa Tengah ini memang difokuskan kepada sektor pertanian. Desa Tuwel
memiliki potensi yang baik, khususnya lombok. Bahkan, produk pertanian
tersebut telah mampu diekspor ke Singapura. Di sisi lain, nantinya akan
ada display produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa
setempat.@boy
Sumber Berita : http://www.lensaindonesia.com/2013/02/19/kunjungan-sby-ke-tegal-dikeluhkan-para-pedagang-dan-calon-penumpang-kereta-api.html