Senin, 19 September 2011

Di Indonesia Orangutan pun Ketagihan Merokok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orangutan di kebun binatang Indonesia hampir semuanya merokok karena pemberian pengunjung dan tanpa ada larangan dari petugas penjaga.
"Orangutan yang merokok di kebun binatang terjadi dimana saja kecuali Taman Safari," kata Hardi Bhaktiantoro, direktur Pusat Perlindungan Orang Utan, Centre for Orangutan Protection (COP) seperti dilansir BBC Indonesia, Sabtu (17/9/2011).
"Orang utan merokok karena bebasnya interaksi antara pengunjung dan orangutan, sementara petugas tidak mencegah. Akibatnya pengunjung bisa melempar rokok, makanan atau minuman," kata Hardi.
Salah satu pengamatan yang disaksikan Hardi pertengahan September adalah orangutan berusia lima tahun dan tengah merokok di Kebun Binatang Taru Jurug, Solo. "Orangutan yang merokok bagi kebanyakan orang dianggap lucu, dan ditertawakan sama-sama," kata Hardi.
Dampak bagi pengunjung, Hardi mengatakan karena DNA orangutan dan manusia sama sekitar 97%, maka dampak rokok bagi kesehatan primata ini juga besar. "Dampak buruk pasti, rokok membahayakan kesehatan. DNA manusia dengan orang utan mirip, jadi membahayakan juga untuk orangutan," tambah Hardi.
Untuk itu ia mendesak pihak kebun binatang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orangutan dan mengupayakan kebiasaan pengunjung memberikan sesuatu kepada orangutan dihentikan.
"Kebun binatang harus melakukan pemeriksaan apakah orangutan mereka sehat atau tidak. Bila tidak, bisa membahayakan pengunjung. Bila ada yang kena TBC misalnya, dan batuk, pengunjung juga bisa terkena," tambahnya.
Di Malaysia, seekor orangutan yang ketagihan merokok dikarantina untuk membantu menghentikan kebiasaan buruk ini. Petugas satwa liar di kebun binatang Johor mengatakan mereka masih terus mengupayakan merokok orangutan bernama Shirley. Orangutan dikategorikan sebagai binatang yang dilindungi dan hanya 50.000 ekor yang hidup di hutan.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Banyak Dapat Hibah

JAKARTA- Melonjaknya kuharta milik Angelina Sondakh hingga lebih dari 1.000% selama menjadi wakil rakyat menimbulkan banyak pertanyaan. Terlebih sebagian besar harta itu diperolehnya dari hibah.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LH-KPN) yang diajukan Angelina Sondakh menunjukkan adanya lonjakan besar. Pada 2003, harta Angie —yang selalu disebut Bu Artis oleh tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011, Muhammad Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manullang— hanya Rp 618 juta. Namun pada 2010 kekayaannya sudah mencapai  Rp 6,1 miliar.
Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap melakukan penelusuran harta milik politisi muda Partai Demokrat tersebut.
’’Tentunya harus kami telusuri, tidak sertamerta menuduh,’’ kata Wakil Ketua KPK M Jasin, kemarin.
Dia mengatakan, data yang dimiliki Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK tersebut akan dikoordinasikan dengan penyidik KPK.
’’Tentunya tim penyidik akan berkoordinasi secara erat dengan tim pemeriksa LHKPN. Itulah gunanya satu atap antara pencegahan dan penindakan,’’ ujarnya.
Seperti diketahui, dari salinan LHKPN yang diperoleh Suara Merdeka, sebagian harta milik Angelina Sondakh berasal dari hibah. Angie, sapaan Angelina, tercatat memiliki tiga buah mobil dan satu motor BMW.
Tiga buah mobil yang dimiliki perempuan bernama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini adalah BMW X5. Mobil mewah ini tercatat sebagai hibah pada tahun 2005 dengan harga Rp 630 juta.
Mobil lainnya yang juga hibah adalah Honda CR-V tahun 2008 senilai Rp 174 juta. Angie juga memiliki Toyota Innova tahun 2008 seharga Rp 180 juta. Selain itu, dia memiliki alat transportasi Bombardier tahun 2009 Rp 50 juta.
Putri Indonesia 2001 ini punya dua bidang tanah di Bandung seluas 2.000 meter persegi senilai Rp 2 miliar. Tanah itu juga diperolehnya dari hibah.
Angelina pun memiliki harta berupa surat berharga mencapai Rp 1,2 miliar dan giro senilai Rp 770 juta. Total harta Angie per 21 Juli 2010 mencapai Rp 6,1 miliar, melonjak jauh dari Rp 618 juta per 23 Desember 2003.
Angie, bersama koleganya di Partai Demokrat Mirwan Amir, serta I Wayan Koster dari FPDIP, adalah tiga tokoh yang sering disebut oleh tersangka suap Wisma Atlet SEa Games, Mindo Rosalina Manullang dan Muhammad Nazaruddin. Angie disebut oleh Nazaruddin sebagai pihak yang mengatur ’’dana suap’’ di komisi-komisi dan Badan Anggaran DPR. (J13-43)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/19/159746/

Pembangunan Dinilai Lamban.

PEMBANGUNAN los dan kios pasar Trayeman Slawi yang diperuntukkan bagi pedagang yang berada di luar lokasi akibat kebakaran tahun 2009, terus dilanjutkan.
Namun demikian, pengerjaannya mendapat sorotan Komisi II DPRD. Diantaranya tentang pengerjaan yang dinilai lamban, serta kurang efektifnya dalam pemanfaatan anggaran.
Padahal anggaran dari APBD setempat yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan pasar Trayeman, untuk tahun 2010 sebesar Rp 2,4 Miliar dan ditahun 2011 dari dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Pusat sebesar Rp 3,8 Miliar yang melalui proses lelang.
Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Senin (19/9) melihat dari dekat proses pelaksanaan pembangunan baik tahap I tahun 2010 maupun pembangunan ditahun 2011 yang menggunakan dana PPID. Sejumlah catatan ditorehkan oleh Komisi II, terkait kondisi yang ada baik yang telah selesai pengerjaannya maupun yang tengah dikerjakan.
“Selain lamban, juga ada sejumlah hal yang perlu disikapi. Seperti pemasangan tiang penyangga yang menurut kami kurang efektif dalam pemanfaatan anggaran,” kata Nursidik dan Sahuri, serta sejumlah anggota Komisi II lain yang turut meninjau pengerjaan kegiatan tersebut.
Kelambanan yang dimaksudkan, menurut mereka, karena untuk anggaran dari PPID Pusat, belum terlihat riil peruntukkannya. Kalupun ada, untuk membangun tiang penyangga, dianggap oleh mereka kurang bersentuhan dengan peruntukkan awal. Yaitu untuk pembangunan los sayap sebelah kanan dan kiri bangunan induk tahun 2010 lalu.
Padahal, kata mereka, fungsi tiang hanya sebagai penopang perpipaan hidran sebagai antisipasi kebakaran. Seharusnya, lebih mengutamakan pembangunan los dan kios agar pedagang yang berada di luar pasar bisa segera tertampung.
“Apalagi kesan yang kami tangkap, pembangunan tiang penyangga sebagai upaya memperkuat pembangunan tahap awal. Ini kan kurang sinergi sentuhannya,” terang mereka.
Sementara anggota Komisi II lainnya, Agus Salim, Bahrun dan, Agus Triyono, menyikapi keinginan Paguyuban Pedagang Pasar Trayeman yang ingin turut serta dilibatkan. Karena menurut mereka, nantinya los maupun kios diperuntukkan bagi pedagang. Selama ini, menurut mereka seperti mensitir penjelasan Ketua Paguyuban Pasar, Sakhori, pihaknya sama sekali tidak diajak rembug atau musyawarah terkait pelaksanaan pembangunan yang nantinya diperuntukkan bagi pedagang.
Sedang Bagian Perencanaan Pembangunan Pasar pada Dinas UKM Pasar dan Koperasi Kabupaten Tegal, Tofik, yang didampingi Kabid Pasar, Suprapto, mengatakan, tahapan pembangunan sudah sesuai dengan Rancangan Anggaran dan Belanja (RAB) yang ada. Pelaksanaan tahap II dengan anggaran dari PPID, belum bisa dimanfaatkan untuk membangun los dan kios. Pasalnya, lahan yang diperuntukkan masih tersisa di sayap bangunan los lama yang saat ini masih dimanfaatkan oleh pedagang.
“Kami harus menunggu proses lelang pembongkarannya terlebih dahulu. Baru setelah los sayap diratakan, pembangunan bisa dimulai,” ujar Tofik.
Ditambahkan, pembangunan tahap II yang diperkirakan selesai sekitar pertengahan Desember tahun 2011, saat ini untuk kerangka baja sudah siap. Sambil menunggu proses kesiapan lahan untuk  pembangunan los dan kios, rekanan penggarap akan mengerjakan tiang penyangga untuk perpipaan hidran yang juga ada di RAB tahap II.
“Yang pasti, pelaksanaan kegiatan diupayakan selesai tepat waktu dan semua sesuai RAB yang ada,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php

Dari Sosialisasi KKN Mahasiswa UPS Tegal di Desa Kabukan

SEJUMLAH Mahasiswa Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal menggelar sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kabukan Kecamatan Tarub, Sabtu malam lalu. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa setempat Manis Kusbani beserta jajarannya, Dosen pendamping lapangan (DPL), dan tokoh masyarakat sekitar.
Acara ramah tamah yang dihelat di pendopo desa setempat ini, sekaligus untuk memperkenalkan diri selaku mahasiswa UPS terhadap masyarakat Desa Kabukan. Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN, sebanyak 15 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 5 perempuan.
Ketua Tim KKN Sunarjo mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan. Selama itu, Tim KKN akan memberikan empat item wawasan terhadap masyarakat sekitar. Yakni, ilmu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan hidup. Adapun tujuan dari KKN sendiri, mahasiswa UPS ini menjelaskan, untuk memberdayakan keluarga dalam menanggulangi kemiskinan serta membangun keluarga sejahtera.
"Intinya kita akan memberikan tata cara menuju keluarga sejahtera," paparnya. Dia menguraikan, bagi anak yang masih berusia sekolah, wajib mengenyam belajar selama sembilan tahun. Karena itu merupakan program pemerintah pusat yang harus dicanangkan. Bagi warga yang tidak mampu, tidak perlu takut dengan biaya sekolah yang tinggi. Sebab, sekolah sekarang ini, tidak dipungut biaya alias gratis. Bila ditemukan ada yang dimintai sumbangan tanpa alasan yang tepat, orang tua bisa melaporkannya ke dinas yang berwenang.
"Ilmu pendidikan salah satu item yang akan kami terapkan di sini (Desa Kabukan, red)," ujarnya. Dia melanjutkan, rencana kerja dan jadwal kegiatan KKN di Desa Kabukan, dengan cara observasi dan pendataan langsung di lapangan. Kemudian setelah itu, Tim KKN akan mengidentifikasi permasalahan serta menyiapkan beberapa program yang telah dicanangkan universitasnya.
"Tugas mahasiswa KKN ini sebagai motivator pembangunan masyarakat desa dengan kemampuan intelektualnya masing-masing," jelasnya. Sementara itu, Kepala Desa Kabukan Manis Kusbani mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada sejumlah mahasiswa KKN tersebut. Dirinya juga mengaku tidak akan segan, bilamana tim KKN memerlukan informasi penting terkait warganya. "Kami akan membantu sebatas kemampuan kami. Silahkan tim KKN menyalurkan ilmunya kepada warga kami ini," katanya. (yeri novel)
Sumber Berita :http://www.radartegal.com/index.php/

Melirik Warga Purwahamba yang Membudidaya Ikan Lele

Siapa pun orangnya, pastinya akan mengenal dengan ikan lele. Namun demikian, tidak semua orang berani bersentuhan langsung dengan ikan lele karena memiliki kulit yang licin dan berlendir. Bagi peternak ikan lele, tidaklah sulit untuk menyentuh dan memegangnya. Seperti yang biasa dilakukan oleh peternak ikan lele di Desa Purwahamba Kecamatan Suradadi. Siapakah dia?
LAPORAN: YERI NOVEL
Banyak orang menafsirkan bahwa ikan lele jenis ikan yang jorok. Namun sebenarnya, itu praduga yang salah besar. Karena tidak semua ikan lele hidup di sungai yang kotor atau di tambak dengan makanan yang kotor juga. Ikan lele yang satu ini, justru sering dibeli oleh sejumlah pedagang lamogan dan peternak ikan lele dari berbagai penjuru.
Adalah Handiyanto warga Jalan Purwahamba Raya KM 13 Kecamatan Suradadi. Pria berusia 38 tahun ini merupakan peternak ikan lele dumbo yang terkenal seantero Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal.
Berawal dari iseng, kini bapak dari dua anak ini, menjadi peternak ikan lele yang terkenal. Kolam ikan lele yang dimilikinya hingga kini mencapai 50 tempat. Ukurannya berbeda-beda karena fungsinya juga berbeda. Kolam untuk pembibitan, tidak seluas kolam induk. Sedangkan kolam petelor, juga berbeda dengan peremajaan. Semua kolam menurutnya, memiliki kwalitas masing-masing.
Dia mengisahkan, semula hanya memiliki satu jodoh ikan lele jenis dumbo. Ikan tersebut diletakan di sebuah kolam kecil yang terbuat dari terpal. Kemudian selang beberapa lama, ikan itu bertelor sebanyak 30 ribu butir. "Saya bingung, telor itu mau ditaruh dimana," kisahnya.
Karena tidak memiliki kolam lagi, akhirnya pemilik RM Damai Sejahtera Purwahamba ini membuat kolam seadanya di sekitar rumahnya. Dalam hitungan hari, ribuan telor ikan lele itu menetas dengan sendirinya. Padahal waktu itu, dirinya tidak memiliki perlengkapan ternak ikan lele yang memadahi.
"Mungkin ini rejeki keluarga kami. Tanpa rencana matang, tiba-tiba diberi jalan oleh yang Maha Pencipta," kata warga non muslim ini.
Selama empat tahun membudidaya ikan lele, Handiyanto mengaku sudah berlimpah ruah hasilnya. Setiap hari, sejumlah penjual pecel lele asal Lamongan, membeli hasil usahanya sebanyak 50 kilogram. Selain itu, ikan lele  jenis induknya, juga selalu dibeli oleh sejumlah peternak lain daerah. Harga induk ikan lele dengan berat 6 kilogram per ekor seharga Rp 150 ribu. Sementara para petani yang membeli minimal 2-4 ekor.   
"Hasilnya lumayan. Bisa untuk menabung," kata pemilik Budidaya Mitra Raja ini.
Jumlah ikan lele induk yang dimiliki suami dari wanita yang bernama Lani (33) ini, sebanyak 350 ekor. Berat per ekornya, antara 6 - 8 kilogramnya. Sementara ikan yang untuk konsumsi dan ikan bibit, jumlahnya mencapai ratusan ribu. Makanan yang selalu diberikan kepada ikan tersebut, terbuat dari pur ikan dicampur ikan surimi. Sebelum diberikan kepada ikan ternakannya, makanan lebih dulu digiling supaya halus.
"Makanan selalu kita jaga. Kita tidak ingin mengecewakan pelanggan," ujarnya.
Dia menambahkan, selain hasil ternakannya dijual kepada petani dan warung Lamongan, dirinya juga memproduksi abon ikan lele. Abon tersebut dikemas 1 ons dan dipasarkan di Kota Semarang. Meski jumlahnya belum banyak, namun abon tersebut sudah ramai dan banyak diminati oleh warga Semarang.
"Kami juga memberikan pelayanan pengembangan ikan lele untuk para siswa-siswi SMP Atmaja Wacana Kota Tegal. Tujuannya untuk membantu pengetahuan siswa saja. Supaya kelak, bisa menjadi peternak ikan lele seperti saya ini," kata Handiyanto sekaligus menutup perbincangannya dengan Radar Tegal.   (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Din Syamsuddin Jadi Santri Jangan Minder

BANYUMAS-Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin mengajak para santri Pondok Pesantren Modern Zam-zam Cilongok, Kabupaten Banyumas untuk tidak minder menghadapi tantangan zaman. Bahkan diharapkan dapat menjadi yang terbaik.

Demikian disampaikan Din Syamsuddin saat tanya jawab dengan para santri Pondok Pesantren Modern Zam-zam Cilongok, Minggu (18/9).
Dalam kunjungan singkat tersebut orang nomor satu di organisasi masa (ormas) Islam yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu juga  menandatangani prasasti pembangunan gedung SMA Ponpes Modern Zam-zam Muhammadiyah.
”Santri lulusan Pondok Pesantren harus bisa menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi umat. Jangan minder kalau ingin bisa berpretasi,” ujarnya menjawab pertanyaan salah satu santri yang bertanya kiat sukses.

Usai menandatangani prasasti pembangunan Gedung SMA Unggulan milik PCM Muhammadiyah Cilongok tersebut, Din mengharapkan agar majelis pendidikan Muhammadiyah dapat terus menciptakan umat yang tak hanya cerdas tapi juga berakhlak mulia. Usai mengadakan dialog dengan para pendidik dan santri di Ponpes Modern Zamzam selama setengah jam, Din langsung menuju ke Purwokerto.

Sekolah Unggulan

Direktur Utama Ponpes Modern Zam-zam, Agus Miftah mengatakan saat ini di Ponpes Zam-zam merupakan lembaga pendidikan Muhammadiyah Unggulan di wilayah Cilongok. Dalam kompleks pondok pesantren tersebut kini telah berdiri SMP Muhammadiyah. Sedangkan untuk tahun ini tengah dibangun gedung SMA Ponpes Modern Zam-zam Muhammadiyah.
”Saat ini jumlah santri di pondok ini ada sekitar 120 santri. Semoga usai pencanangan pembangunan gedung SMA ini para warga sekitar Cilongok dapat memanfaatkan lembaga pendidikan tersebut,” jelas Agus Miftah. 

Pembangunan gedung SMA Unggulan ini merupakan program yang telah lama direncanakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok. Pasalnya di Kecamatan Cilongok sendiri belum ada sekolah menengah atas yang dapat mengakomodir keinginan warga untuk pendidikan.
”Kami berharap agar nantinya keberadaan SMA unggulan di kompleks Ponpes Zam-zam ini dapat memberi manfaat bagi warga Cilongok dan sekitarnya. Karena selama ini di Cilongok yang notabene terdiri dari 20 desa belum terdapat SMA,” jelas Agus Miftah.(sus-80)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/19/159731/

Tantangan NU Semakin Berat

SLAWI – Ketua PWNU Jawa Tengah, H Moh Adnan, dalam memberikan tausyiahnya, pada saat acara halal bi halal PCNU Kabupaten Tegal, Sabtu (17/9) mengatakan, tantangan yang dihadapi NU ini semakin berat. Hal ini karena sekarang ini dihadapkan dengan penentang ideologi dari berbagai aspek.
Menurutnya, dahulu NU yang memutuskan, wliayah Indonesia adalah darul islam,yang wajib dibela. NU memutuskan haram hukumnya memberontak bangsanya sendiri, NU yang memperlopori pancasila sebagai azas bagi bangsa ini. Namun sekarang, pelan-pelan banyak organisasi lain yang menyoal keputusan NU.  “NU itu ibarat kereta api yang sudah jelas ada jalurnya, masinisnya, dan penumpangnya. Saya berharap jangan sampai penumpang di gerbong turun sebelum sampai ketujuan,” katanya.
Sebelumnya, Ia menyampaikan tentang proses hari raya idul fitri yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Dikatakannya, sebelum ramai-ramai ribut tentang hari raya idul fitri, lajnah falakiyah PBNU sudah pernah menentukan bahwa 1 Syawal 1432 H, jatuh pada 31 Agustus. Namun tidak tahu, banyak percetakan kalender yang memberikan tanggal 1 Syawal tersebut jatuh tanggal 30 Agustus 2011.
Ia menceritakan, sebelumnya pernah ada pertemuan para astronomi, di Jawa Barat, dan mereka banyak yang tidak menerima 1 Syawal, tanggal 31 Agustus. Namun pada pertemuan berikutnya, bertempat di Jawa Tengah, para astronomi merasa meyakin pendapat dari Falakiyah, bahwa 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus.  “Ini sekedar untuk diketahui saja, oleh warga nahdliyin,” ungkapnya.
Di Timur Tengah yang melakukan hari raya idul fitri pada tanggal 30 Agustus, oleh raja, rakyatnya diminta untuk mengkodo dan membayar kifaroh. Karena hasil kajian teoritis yang dilakukan oleh Saudi, bahwa hilal yang dilihat, bukanlah hilal, tapi semacam pancaran sinar dari planet venus yang melintas.  “hilal itu tidak mudah untuk dilihat, dan insya allah, kita mudah-mudahan termasuk yang benar,” katanya.
Hala bi halal yang dilakukan secara sederhana di gedung NU tersebut, hadir perwakilan dari Pemkab Tegal, Kepala Kebangpolinmas, Agus Sunarjo, mewakili Wakil Bupati Tegal. Rois Syuriah Nu Kabupaten Tegal, bersama jajaran pengurusnya, Ketua Tanfidziyah, pengurus lajnah dan lembaga, badan otonom dan pengurus MWC NU se Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Agus Sunarjo meminta ada kerjasama yang baik antara Pemkab Tegal dengan PCNU Kabupaten Tegal untuk membangun daerahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan teori kepemimpinan.
Berbeda dengan Ketua Tanfidziyh, H Ahmad Wasari, bahwa dirinya menyampaikan tentang kondisi internal organisasi, agar amanat yang diembannya tersebut dapat betul-betul dirasakan manfaat bagi warga NU pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya.
Dirinya memberikan motivasi kepada yang hadir agar mampu menjadikan dirinya menjadi orang yang rahmatallil alamin. Menurutnya, Rahmatalal lil alamian, perlu diwujudkan dalam kehdupan sehari-hari sebagai anggota keluarga, dalam kehidupan bermasyarakat, diaplikasikan dalam kinerja sehari-hari, dan yang lebih penting dalam berorganisasi. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/