Kamis, 05 Januari 2012

Soal Mobil Nasional Indonesia Kalah Dari Malaysia

TEMPO.CO , Jakarta:Pengamat industri otomotif Suhari Sargo mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam proyek mobil nasional. Soalnya, sejumlah proyek mobil dalam negeri yang pernah digarap mandek di tengah jalan. Bahkan, dibanding Malaysia, proyek mobil nasional di Indonesia jauh tertinggal. "Kenapa? Inilah yang harus ditanyakan alasannya proyek itu tak kunjung terealisasi," ujarnya saat dihubungi, Kamis 5 Januari 2012.

Sejumlah proyek mobil dalam negeri pernah digarap, misalnya Arina, Timor, dan Bimantara. Tapi proyek itu mandek. Belakangan mobil Esemka naik daun setelah Wali Kota Surakarta Joko Widodo menjadikannya sebagai kendaraan dinas. Aksi ini diikuti sejumlah tokoh, meski masih menjadi kontroversi terkait dengan izin, jaminan keamanan, dan keselamatannya.

Suhari mengatakan, untuk memajukan Esemka menjadi mobil nasional perlu proses panjang dan investasi besar. Proyek itu juga butuh dukungan pemerintah.

Indonesia memulai proyek mobil nasional sejak 1985, berselang dua tahun dari proyek serupa di Malaysia. Kala itu diluncurkan mobil Timor sebagai mobil nasional. Belakangan proyek mobil nasional itu mati karena berbagai sebab, mulai tak adanya dukungan dari pemerintah sampai pasar yang tak menyambut.

Suhari mengatakan, Malaysia mengambil langkah berbeda dengan memproduksi Proton. Pemerintah di sana serius bahkan berani berinvestasi besar untuk mewujudkan proyek itu. Karena itu, "Kini tinggal pemerintah, mau atau tidak."

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menegaskan, untuk urusan mobil nasional, pemerintah justru serius. Buktinya, kata dia, pihaknya memberi dana penelitian dan pengembangan bagi perusahaan yang berinovasi dalam proyek mobil nasional. Dia mencontohkan PT Wahana Cipta Karya Mandiri yang memproduksi mobil Arina dan PT INKA yang memproduksi mobil GEA. "Penelitian dan pengembangan itu juga melibatkan uji coba kualitas mobil," ujarnya.

Kini tinggal perusahaan itu yang mengembangkan produksi. Ihwal kondisi keuangan perusahaan dalam memproduksi dan strategi pemasarannya, kata Budi, "Pemerintah tidak ikutan lagi."

Kehadiran mobil Esemka membangkitkan kembali semangat menghidupkan proyek mobil nasional. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh ingin menghadiahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Tapi, juru bicara kepresidenan, Julian Aldrian Pasha, mengatakan Presiden belum bisa berkomentar. "Tapi Presiden mengapresiasi kreativitas dari siswa SMK 2 Surakarta itu," ujarnya di Istana Negara kemarin.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

158 pembunuhan-misteri-dan-kaum-bohemia

Sejarah masa lalu Sydney kaya akan cerita. Di antara gang-gang yang tersembunyi dan jalan-jalan rahasia kota ini, berbagai macam seniman, penjahat, penari telanjang, aktivis dan pelacur berbagi kehidupan.

Inilah kota yang menjadi hidup karena anarki dan monopoli rum pada masa kolonisasi. Sydney kemudian berubah menjadi kota dengan geng kriminal, rumah bordil dan kasus pembunuhan misterius. Tetapi sejarah kota ini juga melibatkan para seniman, penulis, dan kelompok-kelompok rahasia.

Berikut beberapa tempat yang sreing menjadi tongkrongan para karakter dari masa lalu Sydney tersebut.

1. Hero of Waterloo, The Rocks

Dulu, para pemabuk akan dibawa ke terowongan di bawah hotel ini. Saat terbangun, mereka sudah berada di tengah laut.Salah satu pub tertua di Sydney, Hero of Waterloo menjadi tempat minum favorit bagi para tentara di tahun 1840-an.

Para penyelundup rum juga menyukai hotel yang dibangun oleh para narapidana ini. Terowongan di bawah tanah hotel terhubung ke pelabuhan, sehingga para penyelundup bisa aman mengantar barang.

Terowongan ini juga memiliki kegunaan lain, seperti sudah disebut di atas, merekrut paksa anak-anak muda untuk menjadi pelaut.

Menurut legenda lokal, pria-pria yang mabuk di bar ini kemudian akan dijatuhkan lewat pintu perangkap ke bawah tanah, diseret sepanjang terowongan, dan ketika mereka bangun esok paginya, mereka sudah berada di kapal di tengah laut.

Hero of Waterloo, 81 Lower Fort St., The Rocks, +61 (0)2 9252 4553

2. Elizabeth Bay House, Elizabeth Bay

Rumah terindah yang menjadi pusat pesta dan kini menjadi museum.Mendapat julukan "Rumah terindah di koloni", Elizabeth Bay House menjadi tempat berlangsungnya pesta-pesta besar pada 1830-an.

Tapi seabad kemudian, rumah gaya Regency di pinggir pelabuhan ini menjadi tuan rumah buat pesta-pesta yang berbeda.

Dari 1928-1935, rumah ini menjadi tempat tinggal ilegal bagi seniman seperti Wallace Thornton dan Wolfgang Cardamatis.

Pada 1940-an, ada 16 ruang tidur di rumah ini. Seniman Donald Fried juga pernah tinggal di sini dan menggambar sketsa sebuah pesta liar dengan tamu-tamu meluncur di tangga rumah.

Kini, Elizabeth Bay House dibuka untuk umum sebagai museum.

Elizabeth Bay House, 7 Onslow Ave., Elizabeth Bay. Open Friday-Sunday 9.30 a.m.-4 p.m., +61 (0)2 9356 3022, http://www.hht.net.au/

3. The Suez Canal, The Rocks

Gang-gang ini dulu menjadi tempat beroperasinya kelompok penjahat.Harrington Lane kini lebih sering dikenal dengan nama Terusan Suez (plesetan dari "sewers" atau got). Pada 1870-an kawasan ini adalah daerah kekuasaan geng kriminal Rocks Push.

Anggota geng ini terdiri dari bekas narapidana, gelandangan, dan pelacur. Mereka akan menantang rivalnya untuk berebut daerah kekuasaan, datang ke rumah bordil di sekitar situ dan tempat mengisap opium, serta terlibat dalam kejahatan kecil. Pelaut yang mabuk sering menjadi korban geng ini, setelah digoda oleh anggota perempuan geng. Para pelaut itu kemudian diserang dan dirampok.

Penghancuran kawasan ini pada awal 1900-an menjadi penyebab utama berakhirnya kekuasaan geng tersebut, tapi Suez Canal tetap berdiri.

Suez Canal terletak antara jalan George dan Harrington. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: http://www.shfa.nsw.gov.au/

4. Curlew Camp, Mosman

Lokasi yang menjadi inspirasi beberapa karya seni terbaik Australia.Di bawah Taronga Zoo, di pantai timur Little Sirius Cove, sebuah permukiman seniman muncul pada 1880an.

Terkenal dengan nama Curlew Camp, seniman Arthur Streeton dan Tom Roberts adalah sebagian dari mereka yang pernah tinggal di sini dan menciptakan lukisan-lukisan termasyhur mereka.

Di tempat ini pernah berdiri selusin tenda, termasuk satu untuk makan malam, lengkap dengan area berdansa dan piano kecil.


Para pengunjung bisa mengikuti jejak para seniman di tempat ini dalam tur Mosman Council's Curlew Camp Artists' Walk.

Curlew Camp Artists' Walk, Mosman Council, +61 (0)2 9978 4000

5. East Village Hotel, Darlinghurst

The East Village adalah tempat minum-minum geng kriminal "Razor Gangs".Razor Gangs mendominasi dunia kejahatan Sydney pada 1920-an. Mereka suka nongkrong di Tradesmen's Arms — rumah berdarah yang kini berubah menjadi Hotel East Village.

Dua madam Kate Leigh dan Tilly Devine menjadi tuan rumah bagi dua geng utama dengan senjata utama pisau silet, untuk meninggalkan bekas luka pada korban-korban mereka.

Devine menghabiskan hidupnya di pub — karena sekitar 30 atau lebih bordil yang ia miliki hanya berjarak beberapa blok di sepanjang Palmer Street.

East Village Hotel, 234 Palmer St., Darlinghurst. +61 (0)2 9331 5457, info@thevillagehotel.com.au
Sumber Berita : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/

Demi Suami- Tdak Selingkuh Istri Rela Disetubuhi Dukun Cabul

Unikaja.com - Mengaku bisa menyembuhkan dan memperbaiki hubungan rumah tangga agar suami tak selingkuh, Nono Endin (55), warga Bengkong Dalam, menipu korbannya, Juli (30). Nono tak hanya meminta bayaran Rp1,6 juta, tapi juga menyetubuhi Juli. Aksi dukun cabul itu dilakukan Kamis, (8/12) pukul 14.00 WIB, di penginapan wisma Wisatama, Jodoh. Korbannya pun, Juli, saat itu mau saja menuruti apa yang disyaratkan oleh kakek yang punya dua cucu ini, karena mengaku suaminya, Ismail, sudah lama tak pulang ke rumah mereka di perumahan Beverly Park Batam Kota. Read More: http://www.unikaja.com/2011/12/demi-suami-tidak-selingkuh-istri-rela.
Sumber Berita : http://bb.lintasberita.com/Entertainment/Dunia-Malam/

Pertemuan Pertama Reese Witherspoon Dengan Suaminya

Reese Withespoon menceritakan bagaiman dia bertemu dengan suaminya Jim Toth, yang dia nikahi pada Maret. Pasangan itu berpacaran selama setahun sebelum memutuskan untuk menikah, dan Reese mengaku pertemuan mereka tidak disengaja.
"Ada pria mabuk yang merayuku, membuat dirinya terlihat idiot, berteriak kepadaku," jelasnya dalam majalah Elle edisi Februari.
"Dia (menghina, mengejek, menudingkan jari ke wajahku), 'Kau tidak tahu aku.' Dan aku balas, 'Yeah, aku tahu.Aku tidak mengenalmu!' Jim kemudian datang dan bilang, 'Tolong maafkan temanku. Dia baru saja putus dengan seseorang,' Dan aku ingat berpikir, temannya sangat menyebalkan, orang yang mengerikan. Dan kalau Jim itu teman yang baik, mengeluarkan dia dari situasi tersebut," tambahnya.
Jim adalah agen Hollywood dan pasangan itu menikah di rumah pedesaan miliki Reese di hadapan teman dan kerabat mereka.
Reese sebelumnya pernah menikah dengan Ryan Phillippe. Dia memiliki dua anak dengan Ryan.
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/

Kemenag Siap Bebas Korupsi

DALAM rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-66, belum lama ini, lembaga itu menyatakan siap memperteguh komitmen lembaganya bebas dari korupsi. Hal itu seperti disampaikan Wakil Bupati Tegal, H Moch Herry Soelistiyawan SH MHum, saat membacakan sambutan Menteri Agama-RI, Suryadharma Ali, pada kegiatan HAB di kantor Kemenag Kabupaten Tegal.
“Menteri siap memperteguh komitmen untuk membangun Kementerian Agama dan strukturnya yang bebas korupsi,” kata Herry, mensitir sambutan Suryadharma Ali. Dikatakan Herry, pihaknya juga menghimbau kepada keluarga besar Kementerian Agama RI, seperti Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, agar menaati niatan itu. Sehingga akan terwujud tata pemerintahan yang baik dan akuntabel, berdasarkan kerangka manajerial dan moral yang ketat.
Menurut dia, dengan kondisi yang demikian, aparatur Kemenag dimanapun harus dapat mengimplementasikan nilai-nilai keikhlasan dalam bersikap. Sehingga setiap keputusan yang diambil, bisa sesuai substansi dan seiring dengan perkembangan masyarakat. “Untuk itu, setiap PNS Kemenag haruslah mempunyai jiwa kepemimpinan yang handal, professional, amanah, dan berkarakter,” jelasnya.
Sementara pada kesempatan itu, Kantor Kemenag Kabupaten Tegal juga memberikan bantuan kepada sejumlah lembaga di Kabupaten Tegal, salah satunya Yaumi Kabupaten Tegal. Bantuan diterimakan dari Kepala Kemenag Kabupaten Tegal kepada Ketua Yaumi Kabupaten Tegal yang juga dijabat Wakil Bupati. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

OW Guci Berbenah Sejumlah Kiat Diterapkan

Pasangan Berpakaian Adat Tegalan Sambut PengunjungUpaya menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Obyek Wisata (OW) Guci, ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya, dengan menampilkan sepasang karyawan OW Guci yang mengenakan pakaian adat Tegalan. Seperti apa ?
LAPORAN : MOH GHONI
GUNA menarik lebih banyak wisatawan agar berkunjung ke OW Guci, pengelola UPTD 2 OW Guci dan Kalibakung, terus berbenah diri. Sejumlah kiat diterapkan sebagai bentuk daya tarik.
Diantaranya, dengan menempatkan sepasang karyawan OW Guci yang mengenakan pakaian adat khas Tegalan, di pintu gerbang masuk OW andalan Kabupaten Tegal itu. Penempatan sepasang karyawan berpakaian adat yang dimulai sejak Minggu (1/1) kemarin, untuk menyapa setiap pengunjung yang datang ke OW Guci. Disamping sebagai daya tarik, juga sekaligus untuk memperkenalkan kepada wisatawan jika Kabupaten Tegal juga memiliki budaya dan seni asli daerah, diantaranya pakaian adat.
Penataan lainnya sebagai daya tarik, juga dilakukan seperti pemasangan baliho dan spanduk tentang OW itu. Bahkan dari spanduk itu, wisatwan bisa mengetahui apa dan bagaimana OW Guci dengan segala fasilitas dan panorama alam yang ditawarkan kepada wisatawan.
“Intinya, kami ingin ada nilai lebih untuk OW Guci. Sehingga, berimbas pada tingginya jumlah pengunjung dan besarnya PAD OW itu sendiri kedepan,” kata Pengelola UPTD OW 2, Sutanto Karno SIP, kemarin.
Dikatakan Sutanto, upaya yang ditempuh pihaknya itu diibaratkan seperti pepatah sekali dayung dua pulau terlampaui. Karena upaya itu sebagai perwujudan keinginan yang dikemas olehnya, agar OW Guci lebih menarik dikunjungi wisatawan baik lokal, regional, maupun manca negara. Disamping itu, dirinya juga tetap menerapkan sejumlah kiat yang selama ini dianggap cukup berhasil dalam menarik pengunjung. Bahkan, kerjasama dengan sejumlah pelaku wisata seperti biro perjalanan, juga terus digagas.
Menurut dia, dengan upaya itu, dirinya berharap agar para pengunjung OW Guci, selain disambut ramah juga memahami jika sebagian kultur budaya dan seni Kabupaten Tegal juga lekat dengan keramahan dan kesantunan. Salah satu yang ditampilkan untuk sementara ini baru sebatas pakaian adapt Tegalan.
“Namun seiring perkembangannya, kami juga berencana menampilkan sejumlah seni budaya Tegalan untuk menghibur wisatawan. Ini yang tengah kami upayakan dan kami rencanakan,” jelasnya.
Namun ada yang mengganjal dalam mengelola OW Guci, diantaranya kendala klasik yang selama ini belum tertangani dan terlengkapi. Yaitu bagaimana mengatasi kemacetan dan penempatan parkir yang representatif bagi pengunjung khususnya saat jumlah wisatawan membludak. Itu yang dia harapkan ada sentuhan dan dukungan dari Pemkab Tegal.
Sementara, untuk capaian itu, pihaknya akan berupaya maksimal dari sisi pendapatan OW Guci. Bahkan dalam waktu dekat, OW Guci juga bakal bekerjasama dengan BKK Talang, untuk memperbaiki dan menata logo baner nama “Obyek Wisata Guci”, yang terpampang di salah satu lereng bukit disekitar OW itu. “Kami ingin akan baner tulisan dimaksud tertata lebih indah, sehingga pengunjung yang melihatnya semakin terkesan dan merasa ada keindahan,” pungkas Sutanto Karno SIP. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Mobile-e KTP Dioperasikan

UPAYA memaksimalkan tenggat waktu yang ada dalam program gratis pelayanan e-KTP di wilayahnya, mendorong DFinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcaspil) Kabupaten Tegal, mengoperasikan unit mobil pelayanan keliling.
Pengoperasionalisasian mobile e-KTP itu sendiri sebenarnya sudah mulai diluncurkan sejak 27 Desember 2011 silam. Dimana keberadaan mobil perangkat e-KTP ini dioptimalkan untuk pelayanan bagi desa yang merasa perekaman data pribadi penduduknya masih rendah. Dan untuk saat ini mobil perangkat e-KTP tersebut ditempatkan di off room Pemkab Tegal untuk melayani perekaman data warga yang tinggal di Kecamatan Slawi.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, Drs HM Masykur FS MSI, menyatakan, pergerakan mobil perangkat e-KTP tersebut akan digeser ke masing-masing kecamatan sesuai permintaan untuk mengakomodir ajuan permohonan dari desa.
"Mobil ini akan difungsikan selama 5 hari kerja dalam seminggu. Kami akan mengakomodir permintaan desa yang disampaikan melalui masing-masing kecamatan untuk memudahkan perekaman data pribadi penduduk yang perlu ditangani secara cepat. Dan bagi desa yang merasa perekaman data penduduknya masih rendah, dipersilahkan secepatnya mendaftarkan diri di kecamatan," terangnya, Kamis (5/1).
Dijelaskanya, pengoperasionalisasian mobil perangkat e-KTP yang sempat dilakukan di Kecamatan Slawi tersebut sebagai langkah uji coba. "Hari ini adalah waktu terakhir masa uji coba mobil e-KTP di Kecamatan Slawi. Dan untuk selanjutnya, mobil akan bergerak mendatangi desa yang telah diusulkan camat. Kami membentuk tim untuk mendatangi desa yang membutuhkan pelayanan perekaman data pribadi untuk program e-KTP," ujarnya.
Dengan diberikannya toleransi jadwal pelaksanaan e-KTP gratis oleh Kementrian Dalam Negeri hingga April 2012 mendatang, pihaknya berharap target 100 persen terlayani dalam program e-KTP gratis, dapat tercapai.
Diungkapkannya, jatah yang ditetapkan untuk program e-KTP gratis di wilayah Kabupaten Tegal sejumlah 1.121.888 orang. Dan Masykur juga berharap, dengan ketersediaan perangkat yang ada, pelayanan perekaman bisa melebihi target yang ditetapkan pusat. Hingga sekarang prosentase perekaman sudah mencapai 470.000 warga atau sekitar kurang lebih 37 persennya.
"Sampai saat ini ada dua kecamatan yang sudah berperan aktif memacu masyarakatnya untuk mengoptimalkan jadwal perekaman data pribadi penduduk. Dua kecamatan tersebut masing-masing Jatinegara dengan prosentase 53,43 persen dan Kedung Banteng dengan prosentase 53,21 persen. Disamping itu ada kecamatan yang paling rendah dalam pencapaian prosentase perekaman data penduduk. Yakni Kecamatan Kramat yang baru mencapai 16,44 persen. Kami tidak tahu apa yang menjadi kendala disana. Padahal honor juga telah diberikan kepada pelaksana dilapangan," tegasnya.
Disamping Kramat yang menempati prosentase terendah, rata-rata di masing-masing kecamatan perolehan prosentase diatas 20 persen. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/