Senin, 09 Januari 2012

Foto Foto Baju Ketat Ashanty

Penyanyi Ashanty menjadi banyak diperbincangkan setelah tampil di DahSyat RCTI pada Minggu (8/1/2012). Tak biasa memang, saat itu ia yang tampil bersama sang kekasih Anang Hermansyah berpenampilan sangat seksi. Baca FOTO-FOTO Ciuman Tiffany SNSD dan Jungmo TRAX Beredar Luas di Internet.



Ashanty memang tak mengenakan pakaian serba terbuka. Tapi saat itu, gaun biru yang dikenakannya begitu pas di badan sehingga lekukan tubuhnya terlihat jelas.

Foto-foto tersebut pun beredar di dunia maya. Tampak beberapa foto memperlihatkan betapa ketatnya gaun yang dipakai Ashanty.


Saat itu, keduanya memang tampil ceria dengan membawakan lagu 'Sumpah Mati'. Bahkan, Anang dan Ashanty tampak bergoyang ala penyanyi dangdut.

Tak seperti lagu sebelumnya yang kental bernuansa pop, lagu itu merupakan lagu ciptaan Anang pertama yang bergenre dangdut. Lagu itu juga terselip dalam album duet 'Jodohku'.
Sumber Berita : http://www.submitbookmarker.com/2012/01/

Waspadai Minum Saat Makan

REPUBLIKA.CO.ID,  Anda memiliki kebiasaan banyak minum ketika sedang makan? Sepertinya Anda harus segera mengubah kebiasaan tersebut. Sebab, meneguk air ketika makan ternyata dapat menghambat pencernaan di lambung.

Konselor mikrobiotik dari India, Shonali Sabherwal, mengatakan, ketika makan bukanlah waktu yang tepat untuk memuaskan rasa dahaga. "Orang-orang tidak tahu betapa minum air saat makan cukup mempersulit pencernaan mereka," ujar Sabherwal seperti dikutip Times of India.
Penelitian menunjukkan bahwa minum sedikit air selama makan tidak menjadi perhatian. Namun, minum segelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan. Para peneliti menemukan bahwa yang terbaik adalah minum air sebelum makan dan dua jam sesudahnya. Hal ini membantu dalam penyerapan nutrisi.
Sabherwal mengatakan bahwa minum air ketika makan dapat mengencerkan konsentrasi asam lambung (HCl). Untuk mencerna makanan, tubuh memerlukan HCl dengan konsentrasi tertentu. Namun, kerena minum banyak air, konsentrasi HCl berkurang. Akibatnya, hanya sedikit makanan yang bisa dicerna oleh tubuh. Hal ini, jika dibiarkan terus bisa menimbulkan berbagai penyakit.
Asam lambung, selain membantu pencernaan juga berfungsi sebagai anti bakteri. Jika lambung sudah tidak bekerja optimal, akan dapat mempengaruhi kerja organ pencernaan lainnya menjadi lebih berat sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh.
Agar tak merasa haus ketika makan, Sabherwal menghimbau agar tak terlalu banyak makan makanan yang asin.  "Pastikan makanan Anda tidak terlalu asin karena  akan semakin membuat  haus," kata dia. Agar pencernaan tetap berjalan baik meskipun tanpa dibantu oleh air, ia menyarankan agar mengunyah pelan-pelan. Saat mengunyah, mulut mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan makanan sehingga tugas lambung dalam mencerna makanan menjadi lebih ringan.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

PPP Siap Lebih Baik

SALAH satu warga PPP yang cukup bangga dengan suksesnya gelar acara peresmian gedung baru dan Harlah PPP ke-39 oleh DPC PPP Kabupaten Tegal, adalah panitia penyelenggara.
Hal itu diuangkapkan Katua Panitia Penyelenggara, HA Muzaeni, yang juga Ketua Fraksi PPPNU di DPRD Kabupaten Tegal.
Selain bangga, dirinya beserta kader lain juga siap menyongsong dan memajukan PPP kedepan agar lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan. Sejumlah program demi kemajuan partai, masyarakat, dan daerah, sudah dipersiapkan untuk melangkah.
Dikatakan Muzaeni, dirinya bangga dan plong dengan selesainya seluruh gelar kegiatan itu. Meski demikian pihaknya tidak lupa untuk mempersiapkan diri jika perjuangan meraih harapan masih terbentang luas didepan.
Menurut dia, langkah dirinya sebagai Ketua Fraksi partainya di DPRD setempat, berencana menampung aspirasi kader dan masyarakat, khususnya dari kalangan masyarakat bawah. Bahkan sejumlah perhatian partai bakal lebih difokuskan dalam mendukung capaian kesejahteran dan kecerdasan kader dan masyarakat Kabupaten Tegal. “Kami siap mempertahankan segala program dan menyiapkan program yang bisa diterima masyarakat. Bahkan kami siap mendorong program itu kepada Pemkab Tegal, sehingga bisa direalisasi,” terangnya.
Ditambahkan, betuk program yang dipersiapkan diantaranya bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan, dan pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu. Juga program bagaimana perwujudan dan penyaluran Raskin serta Jamkesda dan Jamkesmas, yang kesemuanya menyentuh ekonomi lemah.
Sementara, terkait dengan keyakinan perolehan kursi pada Pemilu mendatang di DPRD Kabupaten Tegal, dirinya memiliki target sekitar 7-8 kursi. Asumsi itu, merujuk perolehan sebelumnya, dimana dari DP 3 kembali bisa dua kursi dan lima DP lainnya bisa satu kursi. “Sudah barang tentu bukan hal mudah dan butuh perjuangan maksimal. Tapi kami yakin, PPP siap mendulang kejayaan, Insya Allah,” pungkasnya dengan nada pasti. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Menilik Dari Dekat Aksi Protes Warga Desa Kemantran

Penggalian saluran air, tak selamanya berdampak positif. Salah satu dampak negatif, seperti yang dirasakan warga Desa Kemantran Kecamatan Kramat. Dimana setelah penggalian itu justru menimbulkan kerusakan jalan. Lalu ?
LAPORAN : YERI NOVEL
KRAMAT - Bekas galian saluran air bersih yang berada di pertigaan Desa Kemantran Kecamatan Kramat, dikeluhkan sejumlah warga sekitar. Pasalnya, bekas galian berupa tanah liat itu, tidak dikembalikan seperti semula. Sehingga, warga pun kesal dan  meluapkan aksinya dengan menanami sebuah pohon pisang yang diberi tulisan "Mas Tolong Kami."
Selain tulisan, sejumlah makanan ringan juga tampak digantungkan di tangkai daun tanaman tersebut. Aksi itu, berlangsung sejak Jumat (6/1) lalu. Warga tidak terima, melihat kondisi jalan yang dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab yang akibatnya meresahkan masyarakat.
H Udin (56), warga Desa Kemantran RT 03 RW 02, Sabtu (7/1), mengungkapkan, proyek pengadaan saluran air bersih yang melintas di desanya, sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan. Gorong-gorong yang sudah digali, tidak dibetulkan kembali. Dengan begitu, kendaraan yang melintas sangat terganggu karena jalannya tampak rusak dan licin. Terlebih, pada saat jam padat kendaraan seperti pagi dan siang hari. Pertigaan Kemantran akan terlihat macet layaknya di kota-kota besar. Belum lagi, ketika ada kendaraan berat yang memuat material melintas di jalur tersebut. Tentunya, jalan akan semakin padat dan sulit dilewati.
"Proyek ini (saluran air, Red) tidak betul. Kontraktor tidak memikirkan rakyat termasuk pengguna jalan. Kami sangat terganggu dengan bekas galian saluran air bersih ini," cetusnya.
Dia meminta, pelaksana proyek atau kontraktor yang bersangkutan, segera mengembalikan lagi ke kondisi semula, termasuk jalan aspal yang kini sudah berlubang. Tanah liat yang menumpuk di tepi jalan, juga harus dipindahkan. Apabila tidak dilakukan dalam waktu singkat, pihaknya mengancam akan melakukan protes dengan aksi yang lebih dari pada aksi sekarang ini.
Untuk instansi terkait, menurut dia, mestinya juga menegur kontraktor yang sepertinya asal-asalan dalam mengerjakan penggalian tanah tersebut. Sebab, selain sudah menghambat aktifitas pengendara, juga kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
"Semenjak ada bekas galian ini, di pertigaan Kemantran sering terjadi kecelakaan. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun sudah merugikan materi pengguna jalan," ujarnya.
Kepala Desa Kemantran, Sumici, ketika dihubungi wartawan, juga mengatakan hal senada. Pihaknya dengan tegas meminta pertanggungjawaban atas penggalian tanah di wilayahnya yang sudah merugikan sejumlah warganya. Termasuk pengguna jalan yang kerap terperosok masuk ke dalam tumpukan tanah liat yang berada di tepi jalan. Selain itu, pengendara yang melintas dari arah barat menuju ke utara, juga merasa kesulitan karena terhambat dengan lubang jalan bekas galian proyek tersebut. Terpaksa, pengendara pun mengantri yang akibatnya mengalami penumpukan kendaraan.
"Saya memang ada rencana mau menghubungi kontraktornya. Tapi saya tidak punya nomer handphonenya," imbuhnya.
Kepala UPTD PU Kramat, Nurkholis, melalui Kasubag TU, Sugiarto, mengaku, terkait penggalian saluran air bersih, bukan merupakan wewenangnya. Akan tetapi, terkait penggalian tanah atau jalan aspal di wilayahnya, merupakan wewenangnya. Namun demikian, sejauh ini tidak koordinasi antara pihak kontraktor yang bersangkutan dengan UPTD setempat. Sehingga, dirinya sama sekali tidak tahu.
"Intinya, kami belum menerima adanya laporan mengenai penggalian tanah yang digunakan untuk saluran air. Mungkin, koordinasinya dengan pusat," kata dia menjelaskan singkat. (*)
sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Pelayanan Dinilai Kurang Maksimal

PELAYANAN di RSUD Dr Soesilo Slawi Kabupaten Tegal, akhir-akhir ini menjadi sorotan dari berbagai masyarakat. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan anggota Komisi IV, Mustofa, yang saat menjalani reses, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang pelayanan di rumah sakit tersebut.   
“Kami banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan pelayanan di rumah sakit. Mereka mengeluh dengan perawat yang kurang ramah, ada yang disuruh pulang, dan banyak lagi yang lainnya. Kami berharap, pelayanan ini perlu ada perhatian dari pihak manajemen rumah sakit untuk memperbaiki,” kata Mustofa, saat melakukan kunjungan ke RSUD Dr Soesilo Slawi, Senin (9/1) , kemarin.
Hal senada juga dikatakan, Wakil Ketua Komsi IV, dr HM Budi Sutrisno MKes, kaitan dengan pelayanan di RSUD. Dimana banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang pelayanan khususnya pelayanan di kelas 3 atau yang menggunakan Jamkesmas atau Jamkesda.
“Banyak aduan dari masyarakat tentang pelayanan. Katanya pelayanan di RSUD kurang bagus. Bagi kami setiap pelayanan pasti ada baik dan kurangnya. Tetapi minimal dari masyarakat tidak banyak keluhan, itu yang harus diperhatikan oleh pihak RSUD,” katanya.
Dia menambahkan, terkait dengan pasien yang menggunakan Jamkesmas atau Jamkesda, pihak rumah sakit sebenarnya diuntungkan. Karena pengeluaran yang dibayarkan ke rumah sakit jauh lebih besar daripada pasien yang membayar sendiri.    
“Seharusnya kejadian semacam itu tidak perlu terjadi. Karena sebenarnya mereka sama-sama membayar, dan rumah sakit lebih diuntungkan. Jadi menurut kami, pelayanan itu harus lebih maksimal,” ungkap dr Budi, yang memimpin rombongan.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi I, Helmi Amrulloh, menyoroti tentang dokter dari kalangan pegawai negeri yang berada di rumah sakit tersebut. Menurutnya, mereka (dokter, Red) harus siap dan selalu stand by di RSUD dr Soesilo Slawi. Hal ini karena datangnya penderita gawat darurat tidak mengenal waktu. Namun yang terjadi di rumah sakit tersebut tidak demikian, banyak dokter yang pada saat jam bekerja tetapi tidak ada di tempat. “Kebetulan belum lama saya ke rumah sakit untuk berobat, eh tidak ada dokter. Apakah setiap hari seperti ini yah ? Berarti benar dong aduan orang selama ini, kalau di rumah sakit Dr Soesilo banyak dokter yang tidak stand by,” katanya, seakan bertanya.
Dikatakannya, hal ini menjadi pengalaman sendiri baginya. Karena selama ini hanya menerima aduan dari masyarakat. Dengan melihat kondisi seperti itu, menurutnya, harus ada ketegasan dari pihak Direktur rumah sakit atau pemerintah untuk membuat aturan agar dokter yang bertugas di rumah sakit, harus selalu ada di tempat pada saat jam kerja. Kalau ternyata tidak mematuhi itu harus ada sanksi.
“Ini harus pula disikapi oleh pihak Dinkes untuk membuat aturan. Kalau memang tidak ditempat karena ada praktek di luar, maka ijin praktek harus di tinjau kembali. Agar hal itu juga tidak mengganggu kerja di rumah sakit,” tegasnya.
Sementara, Plt Direktur RSUD Dr Soesilo Slawi, dr H Widodo Joko Mulyono MKes MMR, yang juga Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, menanggapi masalah tersebut, mengatakan, bahwa terkait dengan dokter yang berjumlah 22 orang, pihaknya sudah melakukan komitmen bersama untuk melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai seorang dokter.
“Kalau melihat dari aturan Menpan, dokter di rumah sakit itu harus ada 36, namun di kami baru ada 22 dokter. Namun dari pihak pemerintah sekarang sedang menyekolahkan 8 dokter dari putra daerah yang siap bekerja di RSUD ini. Selain itu, kaitan dengan dokter yang lain, kami sudah melakukan komitmen bersama agar dokter yang ada melaksankan hak dan kewajibanya,” katanya.
Sementara, urusan perawat, di RSUD Dr Soesilo ini sedang fokus di kelas 3. Untuk para perawat yang masa kontraknya sudah habis, dilakukan evaluasi. Sementara perawat yang bagus, diperpanjang 1 tahun. Adapun perawat yang kurang bagus, diperpanjang 6 bulan. Perawat ini sebenarnya tergolong perawat yang sudah masuk kriteria BLUD.
“Kami sudah berupaya secara bertahap untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata nya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Ribuan Massa Turun Jalan

SEDIKITNYA 8.000 orang turun ke jalan untuk mengikuti acara puncak Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama (Kemenag) ke-66 tahun 2012 yang dikemas dalam jalan santai sehat, Minggu (8/1) pagi kemarin.
Aksi turun jalan kali ini diikuti keluarga besar Kemenag, Pondok Pesantren, Mandrasah Negeri, MDA, dan TPQ se-Kabupaten Tegal. Dimana pelepasan puncak jalan sehat santai dilakukan Wakil Bupati Tegal, H Moch Herry Soelistyawan SH MHum, di depan halaman kantor Kemenag, yang disaksikan jajaran Muspida setempat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, Drs H Ahmad Ubaidi MSi, melalui humasnya, Fathul Yaman SH, menyatakan, tema yang diusung dalam peringatan HAB ke-66 adalah iklhas, integritas, dan bersih.
"Pada puncak jalan sehat santai, kami menyediakan hadiah berupa 50 unit sepeda dan 100 paket hadiah hiburan. Sementara itu hadiah utama berupa 2 unit sepeda motor, 2 unit kulkas, dan 4 buah televisi. Dimana semua hadiah itu dukungan dari beberapa sponsorship," terangnya, Senin (9/1).
Diakuinya, rute jalan sehat santai sendiri menyusuri Jalan Wahid Hasyim depan kantor Kemenag menuju Jalan KS Tubun, areal Kali Sapu, Pengadilan Agama, menuju arah Jalan Dr Soetomo dan kembali ke garis finish di komplek kantor Kemenag.
Dia mengaku, acara puncak tersebut bisa berjalan sukses tanpa hambatan berkat dukungan penuh jajaran Polres Tegal dan Brigif 4/Dewa Ratna yang menerjunkan pasukannya untuk mengamankan jalannya perhelatan.
Untuk kegiatan HAB ke-66 tahun ini, pihaknya juga menggelar perhelatan lomba Madrasah Sehat, lomba seni song religi, dan seni lukis dinding. "Kami juga menggelar lomba pertandingan olahraga seperti tenis meja, lomba senam ria anak Indonesia, bola voli, tenis lapangan, dan catur. Dan gelar tasyakuran kami lakukan secara sederhana diikuti dengan kegiatan bakti sosial. Puncak peringatan HAB digelar 3 Januari 2012 dengan upacara bendera yang dilanjutkan dengan pemberian bantuan Yaumi, berikut anjangsana dan silaturahmi ke mantan Kankemenag serta karyawan," cetusnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

PT SNJM Ditutup Sementara

TUNTUTAN warga Desa Demangharjo Kecamatan Warureja, terkait limbah bau yang dikeluarkan oleh PT Sahabat Nelayan Jaya Mandiri (SNJM), direspon positif oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tegal.
PT SNJM yang memproduksi tepung ikan itu bersedia tutup sementara selama 20 hari, terhitung sejak kesepahaman disepakati, Senin (9/1) kemarin. Ditutupnya PT itu, karena warga memprotes agar PT memperbaiki limbahnya yang selama ini dianggap mengganggu lingkungan setempat.
Proses pembahasan antara warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Demangharjo (FMPDD) bersama PT SNJM, berlangsung cukup alot. Pembahasan diantara kedua belah pihak yang dimediatori oleh BLH, akhirnya menemukan kesepahaman. Pembahasan bertempat di ruang rapat BLH, disaksikan oleh Kades Demangharjo, Camat Warureja, Polsek setempat, dan perwakilan dari Polres Tegal, serta perwakilan instansi terkait.
“Kami berterima kasih pada semua pihak yang turut menyelesaiakan permasalahan antara FMPDD dan PT SNJM. Kami juga bisa menerima kesepahaman ini,” kata perwakilan FMPDD, HA Tugagus Fahmi SH, didampingi H Slamet, kemarin.    
Dikatakan oleh Tubagus, permasalahan bau yang dikeluarkan oleh PT SNJM yang berada di ruas jalan KM 19 Tegal-Pemalang, sebetulnya sudah berlangsung lama. Bahkan warga pernah melakukan demo saat bulan Puasa tahun 2010 lalu, namun sampai kini tidak ada solusi atau perbaikan dari PT, terkait limbah bau yang dikeluarkan dan mengganggu masyarakat itu. Makanya FMPDD memprotes dan bersyukur semua pihak terkait bersedia memediatori permasalahan ini. “Kami khawatir jika dibiarkan, warga menjadi marah dan berbuat anarkis,” ujarnya.
Perwakilan dari PT SNJM, Mansyur dan Ikhsan, meski bersikukuh mempertahankan argumentasinya, namun akhirnya bersedia untuk menutup sementara PTnya. Bahkan karyawannya, sesuai saran dari pihak terkait dan aturan yang ada, untuk sementara dirumahkan. “Kami akan berusaha memperbaiki. Saat ini mesin produksi tepung ikan yang sesuai standar, tengah kami datangkan. Setelah mesin selesai, bakal berakivitas kembali,” ujar keduanya.
Sementara, Kepala BLH Kabupaten Tegal, Ir Khofifah MM, didampingi dari BPPT dan Dinsosnakertrans Pemkab Tegal, sebagai mediator, merasa plong dengan diterimanya hasil kesepahaman itu. Bahkan dengan dalih dan kondisi yang ada, menurutnya, lebih baik untuk menutup sementara aktivitas PT SNJM, daripada bersinggungan dengan warga.    
“Kami kira, setelah memperbaiki alat produksinya sehingga tidak mengeluarkan bau lagi, masyarakat memperbolehkan PT ini beraktivitas kembali,” tegas Ir Khofifah.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT SNJM yang memproduksi tepung ikan, dianggap tidak konsekuen dengan janjainya untuk memperbaiki alat produkisinya agar tidak mengeluarkan bau. Kondisi itulah yang memicu warga memprotes dan melaporkan kondisi perusahaan itu kepada pihak terkait untuk ditemukan solusinya. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php