Minggu, 04 Maret 2012

Gang Dolly???

Apa lagi yang bisa diceritakan tentang Dolly? Nyaris semua orang tahu apa, bagaimana, mengapa, dan apa saja di dalam lokalisasi yang konon disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara itu.Tapi, bicara Dolly memang selalu menarik.

Bukan semata-mata soal gincu tebal dan tubuh sintal yang dijual para wanita binal di sana, bukan pula tentang lelaki hidung belang yang ketagihan menenggelamkan dirinya dalam kenikmatan semu, juga bukan tentang permufakatan jahat para mucikari alias germo alias GM dengan para kaki tangannya yang telah tersebar hingga ke desa-desa pelosok itu. Pun bukan pula tentang bagaimana dunia setan ini telah menyumbang berjuta-juta rupiah ke kas negara, namun tak pernah ada yang menggugatnya.
Nun di antara pekatnya lembah hitam di kawasan Putat Surabaya itu, tersembul banyak harapan (meski sulit jadi kenyataan), ada juga suara-suara mengutuk: Jamput, kok iso aku nang kene rek!

Itu pula yang sempat berkecamuk di dada Ana dan Ani (nama samaran). Ana, 19, mulanya adalah gadis baik-baik asal salah satu kabupaten di jawa timur. Lepas dari SMK, dia sempat kerja di sebuah toko di Kota Malang. Gajinya tak seberapa, tapi untuk remaja yang baru lulus dari sekolah, uang itu cukup bagi dirinya untuk sedikit bergaya. Sejenak, masa depannya seakan tanpa cela. Pikirnya, nabung sedikit demi sedikit, lantas punya toko sendiri di rumah, bisa jadi modal mengarungi hidup.
Tapi, putaran nasib memang tak dapat diterka. Bosnya menutup usaha toko baju tak seberapa besar itu. Alasannya, semua aset bakal dilego untuk bayar utang. Si Bos tak sungkan mengaku bangkrut karena kalah main judi dan valas. Alhasil, jadilah Ana tanpa pekerjaan. Sungguh sial, dalam ketidakpastian itu, bapak dan ibunya bercerai. Situasi ini sempat membuat psikologis gadis setinggi 163 cm, berambut lurus hitam sebahu, dan berdada 36 itu goncang. Namun, tak sampai sebulan, Ana bangkit dari keterpurukan. Dia sadar bahwa hidup harus berlanjut. Berbekal ijazah SMK itu, dia kembali berburu kerja. Kesana-kemari, tak juga ada yang nyangkut.
Di saat hampir putus asa, Ana tanpa sengaja berjumpa pria, yang dia ingat teman bosnya dulu. Pria berkulit gelap itu menawarkan kerja. Katanya, “Jaga toko di Surabaya. Gajinya lumaya lho.” Kipasan rupiah itu membuat Ana silau. Tanpa pikir panjang diterimalah pekerjaan (yang kelak mengubah hidupnya selamanya) itu. Alih-alih jadi gadis metropolis, Ana telah diterkam mafia Dolly. Pria itu tak lebih dari seorang makelar yang dapat komisi dari GM bila dapat wajah baru. Apa lacur, tangis pun tak ada artinya. Mau pulang tak ada duit. Mau pergi tak tahu arah. Akhirnya, jadilah Ana bagian dari gemerlap Delta Lima (sebutan lain Dolly) yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ana marah, Ana berontak, sayang… tangannya yang lencir nan kuning langsat itu tak memiliki daya untuk melawan.
Hampir setahun dia terperangkap. Anehnya, 365 hari ternyata cukup untuk mengubah segalanya. Dia kini justru menikmatinya. ”Saya tahu ini nista, tapi saya tak bisa kerja lain. Lagian, cari kerja juga susah. Entahlah nanti kalo udah umur-umur 30, buka toko aja di rumah,” katanya, enteng*.
Mungkin karena telah jadi bagian dari keluarga besar Dolly itu, Ana tanpa ragu mengajak Ani, adik sepupunya yang tiga tahun lebih muda darinya (busyet!). Ani, tak berbeda dengan Ana, awal mulanya adalah gadis baik-baik. Dia tinggal di Jember dari keluarga biasa-biasa saja. Karena bujuk rayu Ana, dia pun pergi ke Surabaya. Singkat cerita, dia bahkan satu wisma dengan Ana, kos bareng, dan beberapa kali punya pelanggan sama..
Fenomena Ana dan Ani bukan rekaan. Di beberapa wisma, baik di Dolly, di lokalisasi Jarak, dan Moroseneng, memang ada PSK yang masih saudara alias bertalian darah. Ada yang kandung (tapi jaraaang banget, ada juga yang sepupu, ipar, dll, pokoknya mengandung persaudaraan/brotherhood). Ada yang datang seperti yang terjadi pada Ana dan Ani, ada juga yang dua-duanya terjebak perangkap maut makelar Dolly.

Sumber Berita  : http://zenteguh.wordpress.com/

Pendakian Argopuro

Keindahan Puncak Argopuro

Tiga punggung gunung dan pegunungan yang membatasi selatan Probolinggo yaitu pegunungan Tengger dengan Bromo, gunung Lamongan dan dataran tinggi Yang, bukan hanya menyajikan panorama yang mempesona, namun juga menantang untuk ditaklukkan yang menarik adalah kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.



Puncak Argopuro

Kumpulan bukit-bukit memiliki daya tarik dan keunikan yang khas sehingga mendorong bagi para peneliti dan kelompok Pecinta Alam dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia untuk mengadakan pendakian sampai puncak Argopuro Medan sulit dengan tebing terjal dan lembah curam, ranjau-ranjau alam yang menghadang sepanjang jalan adalah pada semak-semak menjelang tiba di Puncak Argopuro, perlu diwaspadai ranjau-ranjau alami berupa tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon beracun atau daun menyengat. Batang, tangkai dan permukaan helai daunnya dipenuhi duri yang bila menggores atau menyentuh kulit, menimbulkan rasa gatal bercampur nyeri disertai panas, nyaris seperti pengaruh cairan berbisa yang ditusukkan oleh sengat lebah, lipan atau kalajengking. Tetapi anehnya, kadang-kadang sengatan tersebut secara mendadak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya rematik.

Itulah sebabnya kawasan ini bebas dari binatang dan hewan melata yang berbahaya seperti ular, lipan, dan sebagainya. Terpaan angin dingin menyambut bersahabat para penakluk Puncak Argopuro (3.088 meter). Setiap pendaki pasti berdecak kagum. Di Argopuroyang merupakan puncak paling tinggi diantara puluhan bukit yang berhimpit di Dataran Tinggi Yang, terdapat pelataran luas dengan puing-puing bangunan runtuh yang berserakan. Meski sudah berabad-abad tak terawat, disana sini masih tersisa bentuk-bentuk bangunan utama, pondasi terpendam yang merupakan batas-batas ruang, pintu-pintu masuk dan pintu penghubung, pura pemujaan, tempat semedi, dan gapura utama. Sayang, sampai hari ini belum diketemukan sebuah prasasti atau bukti-bukti yang menunjukan bilangan tahun, sehingga reruntuhan puing bekas istana yang merupakan singgasana megah Ratu jelita “Dewi Rengganis” tetap menjadi misteri yang belum terungkap.


Rute Menuju Puncak
Enggan rasanya meninggalkan lokasi memukau ini. Namun masih ada lokasi menarik yang perlu disinggahi. Setelah dari Puncak Argopuro atau lebih dikenal “Istana Rengganis”, kita kembali menuju Cicentor untuk meneruskan perjalanan ke Si Kasur. Mengitari bukit Batu Lempeng, menuruni Pondok Celot, melewati Taman Sarang Labah-labah yang dikenal dengan nama Si Mesem yang artinya tersenyum. Dilokasi ini pengunjung hampir pasti tersenyum dan tersenyum, mengagumi keajaiban alam.

Dilokasi Si Kasur, terdapat dua buah bungalow yang tinggal pondasi dan separuh dinding batu, namun berdiri sangat kokoh. Bekas bangunan Tuan Ladebour (Belanda) ini dilengkapi dengan pondasi landasan pesawat terbang. Pada peta kawasan Dataran Tinggi Yang, lokasi ini disebut Alun-Alun Besar. Tidak jauh dari dekat bangunan tersebut yang sekarang ditandai dengan sebutan Cemara Satu, terdapat mata air yang disebut Sungai Kolbu dengan selada air terhampar disepanjang hulu sungai cagar alam itu. Sayur segar yang lezat ini agaknya memang disediakan bagi mereka yang bertenda di Si Kasur.

Dari Si Kasur, menuruni lembah yang dikenal dengan Jurang Dalam, melewati Jambangan, mengikari bukit Cemara Dua, menelusuri Alun-Alun kecil, tiba di bukit Cemara Panjang (terdapat mata air). Jika perjalanan diteruskan, ada simpangan yang berupa rambu dan papan peringatan. Setelah melewati Pondok Lalang, Taman Sari dan Batu Lawang, route pendakian Puncak Argopuro / Rengganis berakhir di pintu keluar Badaeran.

Qatar Negara Terkaya di Dunia

Liputan6.com, Jakarta: Qatar dinobatkan sebagai negara terkaya di duni versi Majalah Forbes, yang dilansir Jumat (3/2). Negara di Teluk Persia Emirat dengan penduduk berjumlah 1,7 juta jiwa ini mencatat produk domestik bruto per kapita diperkirakan lebih dari 88.000 dolar AS pada 2010.

Kekayaan Qatar terdongkrak oleh melambungnya harga minyak, dan besarnya cadangan gas alam yang mereka miliki. Qatar mempunyai cadangan gas alam terbesar ke-3 di dunia, dan sebagian besar sudah diinvestasikan dalam infrastruktur untuk mencairkan dan mengekspornya.

Majalah Forbes memeringkat daftar negara-negara kaya tersebut berdasarkan perhitungan PDB (Produk Domestic Bruto) perkapita dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Untuk membuat peringkat negara-negara terkaya di dunia, Forbes melihat pada PDB per kapita yang disesuaikan dengan daya beli bagi 182 negara.

"Pada dasarnya, inilah satu-satunya cara kita membandingkan PDB antar negara," ucap Gian Luca Clementi, Profesor Ekonomi di Universitas New York kepada Forbes.

Di urutan kedua setelah Qatar, negara terkaya adalah Luxemburg, sang ikan kecil perkasa. Dengan daya beli PDB per kapita di atas 81.000 dolar AS. Negara dengan jumlah penduduk hanya setengah juta jiwa ini menjadi pusat keuangan di paruh kedua abad ke-20. Sebagian berkat kerahasiaan hukum perbankan yang sangat ketat dengan reputasi atas surganya pajak.

Urutan ketiga negara terkaya di dunia adalah Singapura. Negara di Asia Tenggara ini digerakkan oleh sektor teknologi, manufaktur dan finansial. Pendapatan per kapita masyarakatnya hampir mencapai 56.700 dolar AS.

Urutan keempat adalah Norwegia, dengan jumlah pendapatan dari minyak bumi yang sebagian besarnya adalah hasil ekspor dan merupakan kontribusi utama bagi negara ini. Disesuaikan PDB per kapita, Norwegia mencatat PDB per kapita yang hampir mencapai 52.000 dolar AS. Negara tersebut juga merupakan salah satu negara ekspotir gas terbesar di dunia.

Urutan kelima ditempati oleh Brunei Darussalam yang terletak di Pulau kalimantan. Negara kecil ini menuai manfaat dari melambungnya minyak bumi dan ladang gas alam yang sangat luas dan masuk di peringkat ke-5. PDB per kapita-nya lebih dari US$48,000. (http://www.vibiznews.com/mla)
SuMber Berita : http://berita.liputan6.com/read/380007/qatar-negara-terkaya-di-dunia

Galaila Karen Agustiawan Obsesi Pertamina Berkelas Dunia

Sudah dua tahun lebih, Ir. Galaila Karen Agustiawan, mendapat amanah sebagai Direktur Utama PT Pertamina  (Persero). Dialah  perempuan  pertama yang   menempati   posisi  puncak   di    Pertamina
sepanjang 51  tahun  sejarah perusahaan itu. Banyak ide brilian yang dia torehkan pada perusahaan milik BUMN tersebut. Di   antaranya,  program transformasi Pertamina yang berfokus pada pengelolaan bisnis yang lebih efisien, gerak   strategis   di     bidang   eksplorasi   dan   produksi, memastikan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Perempuan  kelahiran  Bandung, 19   Oktober  1958   ini adalah  lulusan Sarjana Teknik Fisika, Institut  Teknologi Bandung  (ITB)   angkatan  1978. Ketika  dilantik  pada  5
Februari 2009  lalu, Ikatan alumni ITB  melalui websitenya berharap PT  Pertamina (Persero) di  bawah kepemimpinan Karen, dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara, khususnya komitmen Pertamina untuk bertransformasi menjadi perusahaan migas kelas dunia.
Perjalanan   karir   Karen   cukup   panjang.   Sebelum di   Pertamina, Karen telah  lama berkarier  di   Mobil  Oil Indonesia (1984-1996). Ia pindah ke CGG Petrosystem selama setahun  sebelum pindah  lagi  ke  perusahaan  konsultan Landmark Concurrent Solusi Indonesia. Tahun 2002-2006 ia bergabung dengan Halliburton Indonesia. Dari pengalaman berpindah-pindah   tempat  kerja,  Karen  memetik satu hal, memberikan yang terbaik. Sempat muncul kekha- watiran dari teman-temannya, Karen akan berubah setelah di Pertamina.
Bagi Karen, Pertamina   adalah tantangan, dan ia  menyukai  tantangan.  Menurutnya,  tantangan memicu ide   di   otak keluar dan itu membuatnya hidup.   ”Dulu,  menjadi   Direktur   Hulu   banyak tantangan.  Tetapi  kalau  saya  melihat  posisi  itu sekarang, sudah tidak  menantang. Saya sekarang memimpin tujuh  anak  perusahaan,  itu  berat, tetapi menantang,” katanya. Tantangan lain soal maskulinitas.  Diketahaui  di   perusahaan  migas  memang sangat kuat maskulinitasnya.“Saat saya masuk, banyak yang mempertanyakan, bisa apa cewek ini.”Jawabannya? ”Banyak yang mengakui, she  did bring something.”
Karen juga mencermati adanya perubahan cara berpikir di  sektor hulu. Dulu orang masuk Pertamina lebih untuk keamanan kerja, masuk Pertamina untuk menghidupi keluarga. ”Sekarang harus diubah menjadi I’m proud to  be Pertamina family,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa dirinya masih terobsesi menjadikan Pertamina terdepan, minimal sama dengan Petronas, perusahaan minyak Malaysia. Sulitnya membuat Pertamina menjadi berkelas dunia? ”Ini soal keseimbangan, we  can not see  our selves as  a full  private corporate karena ini   kan perusahaan  pelat merah yang mengemban tugas negara,” jawabnya. Karen menjelaskan bila Petronas perusahaan minyak Malaysia yang dulunya justru berguru dengan Pertamina bisa berkembang pesat, ia yakin tempat yang dipimpinnya  sekarang  akan  menuai sukses serupa. “Memang bukan tugas mudah, Pertamina notabene sebagai perusahaan  plat  merah  yang  mengemban tugas  negara melaksanakan dua tugas yaitu sisi   korporat  yang harus meraih untuk maka harus menggejot sisi  hulunya. Lalu sisi hilir yang begitu banyak terbentang aspek sosial yang harus dihadapi, misalnya memastikan bagaimana agar pengadaan elpiji dan  BBM.   Namun  saya  percaya  ke  duanya  harus memiliki asas keseimbangan.”
Penyuka musik klasik Bethoven ini  mengatakan Pertamina haruslah mampu menerapkan good corporate gover- nance yang bisa dan  tidak  meniadakan segala bentuk intervensi yang merugikan negara tanpa tolerir dan pandang  bulu. “Banyak  yang bilang  menduduki  kursi Pertamina panas. Tetapi insyaalllah dengan sikap be your self  yang saya yakini melakukan tugas dan kerja terbaik, saya akan mampu mendinginkan kursi yang selalu dicap panas tadi,” tuturnya  tergelak sambil menyeruput gelas cappuccinonya.
Diapun menceritakan sejak kecil sikap kemandirian, disiplin dan bekerja keras merupakan hasil didikan orang tuanya.  Kendati  ayahnya  hidup  berkecukupan  diakui Karen tidak pernah mendapatkan sesuatu dengan mudah, selalu ada kerja keras.“Sikap ini juga yang akan saya bawa untuk mengubah Pertamina.” Kemudian diakuinya sejak kecil terbiasa hidup berpindah-pindah lantaran mengikuti tugas ayahnya. Ketika sekolah dasar ia pernah tinggal di Srilangka dan India. Menikmati hidup di  negeri orang Karen selalu menyukai berkunjung ke tempat-tempat kebudayaan dan bersejarah. “Mungkin kepekaan empati saya terasah lantaran  saya selalu menyukai kebudayaan dan kehidupan tradisional yang selalu saya cari setiap mengunjungi sebuah tempat atau negara manapun.”
Karen memandang Pertamina di  satu sisi  sebagai korporat,  maka  untung  harus  diraih.  Sisi  hulu  pun digenjot. Namun, di  sisi  hilir, banyak aspek sosial yang harus dihadapi. Misalnya, bagaimana memastikan agar BBM dan elpiji tersedia dan gampang diakses.
Sumber Berita : http://new.uai.ac.id/enterprise/2012/01/12/galaila-karen-agustiawan-obsesi-pertamina-berkelas-dunia/

Dua Belas Cara Bikin Orgasme Lebih Dahsyat

Liputan6.com, Jakarta: Dalam bercinta, wanita umumnya cenderung lebih lambat untuk mencapai titik klimaks, atau mencapai orgasme dibanding pasangan lelakinya. Tetapi Anda tak perlu menyerah. Ada beberapa cara bagi kaum wanita untuk bisa mendapatkan orgasme yang dahsyat.

Variasi posisi dalam bercinta sangat membantu wanita untuk mencapai orgasme yang diinginkan. Ambil posisi di atas misalnya, adalah acara untuk mempercepat wanita meraih titik klimkas, karena posisi seperti ini memungkinkan klitoris lebih tersentuh oleh tulang pubis pasangannya, sehingga rangsangan yang dihasilkan begitu hebat. Cara lain misalnya, tidur telentang dan meletakkan bantal di bawah pantat, sehingga posisi klitoris juga makin mudah tersentuh bagian intim pasangan.

"Jika ingin sensasi lebih, tak ada salahnya juga menggunakan alat bantu seperti vibrator saat berhubungan intim," ujar Laura Berman, PhD, asisten professor psychiatry dan OB-GYN di Feinberg School of Medicine paada Universitas Northwestern.

Berbincang dengan pasangan tentang hal-hal yang menyenangkan, dan yang bisa membangkitkan gairah seks sangat dianjurkan. "laki-laki biasanya menginginkan semacam petunjuk," ujar Laura Berman.

Beritahu pasangan Anda ketika dia sudah melakukan "terobosan" yang benar. Atau bisikkan sesuatu ketika Anda merasakan kenikmatan.

Sesekali melakukan masturbasi untuk mendapatkan orgasme saat berhubungan intim, juga bukanlah hal yang tabu. "Untuk melatih tubuh Anda agar bisa mencapai orgasme, cobalah untuk bermasturbasi," kata Danielle Cavallucci, seorang konsultan seks.

Untuk mendapatkan orgasme yang dahsyat, Anda juga harus rajin melatih otot-otot alat vital. Latihan Kegel adalah latihan klasik yang biasa dilakukan kaum wanita yang ingin mengubah orgasme yang lemah menjadi luar biasa," konsultan seks Dorian Solot.

Salah satu gerakan yang biasa dilakukan adalah tidur telentang, kemudian buat gerakan seperti menahan kencing untuk mengencangkan otot-otot di sekitar alat vital. Lakukan latihan kegel ini setiap hari dan tetaplah bernafas ketika membuat gerakan itu.

Melakukan kegiatan-kegiatan yang menantang dan sedikit beresiko, juga dipercaya bisa meningkatkan gairah seks, dan membantu mendapatkan orgasme yang diinginkan. Kegiatan seperti mendaki gunung atau sekedar menonton film horor berdua, dikatakan bisa menstimulasi dopamine di otak dan memicu gairah.

Saat bercinta, ada kalanya Anda perlu menahan diri untuk mendapatkan kesenangan itu. Jangan terlalu cepat meraih orgasme, tundalah sebentar, karena melakukan rangsangan-rangsangan yang lebih lama akan menghasillam "ledakan" yang lebih dahsyat.

Aturlah pernapasan saat berhubungan intim. "Anda bisa menggunakan napas untuk menyalurkan energi seksual Anda," kata Yvonne Fulbright, salah seorang pendidik soal seks. Pasangan yang bisa mengatur pernapasan seirama akan bisa memperlambat proses orgasme, dan menghasilkan orgasme bersama yang lebih dahsyat.

Tak ada salahnya menonton film atau membaca buku erotis berdua untuk membantu membangkitkan gairah. Tapi jangan terlalu sering. Film atau buku hanya sekedar membantu menimbulkan rangsangan-rangsangan untuk mencapai orgasme yang lebih baik.

Foreplay yang kreatif adalah cara unik yang sangat dianjurkan. Bahkan foreplay bisa dimulai sebelum Anda berdua bertemu dan "bertempur" di tempat tidur, misalnya dengan saling mengirim sms erotis.

Anda kaum wanita sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, jika memiliki masalah, baik masalah kesehatan atupun masalah non medis yang bisa mengganggu hubungan dengan pasangan.

Jika Anda tidak bisa orgasme, saran dari para ahli akan sangat membantu. Kerusakan saraf atau rendahnya kadar testosteron dapat menjadi masalah. "Dokter Anda dapat melakukan evaluasi medis," kata Laura Berman, "atau faktor lain yang berhubungan."

Dalam berbagai studi terkini terhadap lebih dari 500 wanita di Perancis, lebih dari 70 persennya mengakui stress pekerjaan dikompromikan dengan kehidupan seksnya. Libido yang rendah tentu saja kesempatan orgasme akan rendah pula.

Selebihnya, carilah informasi dari para ahli atau melalui buku-buku yang mereka tulis. Ada banyak cara untuk mendapatkan kembali gairah seks yang membara, dan meraih orgasme yang lebih dahsyat. (health.com/mla)
Sumber Berita : http://kesehatan.liputan6.com/read/354752/dua-belas-cara-bikin-orgasme-lebih-dahsyat

Karen Agustiawan Pelaku Bisnis Terkuat Asia

Liputan6.com, Jakarta: Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menempati urutan teratas daftar 50 wanita pelaku bisnis paling kuat di Asia versi majalah bisnis Forbes. Selain Karen, dua pengusaha dari Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut, yaitu Shinta Widjaja Kamdani dari Sintesa Group dan Siti Hartati Murdaya dari Central Cipta Murdaya.
Karen (52 tahun), adalah perempuan pertama yang menduduki jabatan Direktur Utama Pertamina. Ia dilantik pada 2009. Ia diharapkan dapat menyelesaikan persoalan distribusi minyak dan gas yang dianggap bermasalah. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Hulu Pertamina yang menangani eksplorasi minyak perusahaan milik negara terbesar di Indonesia tersebut.
Sebanyak 21 wanita dari daftar tersebut didominasi oleh pengusaha wanita dari Cina, Taiwan dan Makao. Delapan dari India dan lima dari Singapura. Sisanya berasal dari Korea Selatan, Indonesia, Jepang, Australia, Filipina, Thailand dan Vietnam.
Forbes mengatakan daftar itu disusun berdasarkan "peran para pebisnis perempuan itu dalam manajemen perusahaan-perusahaan pencetak untung." Namun masih banyak perempuan di Asia yang menghadapi isu ketidaksetaraan di kantor.
"Daftar ini adalah penghargaan atas dinamisme wanita pelaku bisnis di Asia yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," kata Moira Forbes, presiden dan penerbit ForbesWoman dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC Indonesia, Kamis (1/3).(ADO)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/karen-agustiawan-pelaku-bisnis-terkuat-asia-155555604.html

Kelola Gas Alam Sumenep Butuh Dana Besar

TEMPO.CO, Sumenep - Keinginan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk menjadi daerah pengelola minyak dan gas bumi direstui BP Migas. Namun agar bisa merealiasikannya dibutuhkan investasi hingga 150 juta dolar Amerika. "Kami akan berupaya melengkapi semua persyaratan, termasuk dana investasi," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sumenep, Suprayogi, Minggu, 4 Maret 2012.

Menurut Suprayogi, sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa mengelola sendiri kekayaan alamnya untuk kesejahteraan warga Sumenep dan Madura secara keseluruhan. "Selama ini gas yang diambil dari wilayah Sumenep langsung dikirim lewat pipa ke Porong dan Gresik. Kami hanya dilewati," ujar Suprayogi.

Suprayogi menjelaskan bahwa BP Migas sudah berkomitmen memberikan jatah 30 juta kaki kubik gas per hari pada tahap pertama dan 170 juta kaki kubik gas pada tahap ke tiga.

Rencananya, jatah gas tersebut akan diolah menjadi LNG, Amoniak Plan dan Power Plan untuk kelistrikan. "Kalau bisa terealisasi, selururh warga Madura bisa menikmati listrik. Kebutuhan untuk listrik hanya delapan juta kaki kubik gas per hari," ucap Suprayogi memaparkan.

Suprayogi mengatakan bahwa Desa Kombengan di Pulau Talango sudah direncanakan sebagai lokasi pengelolaan gas alam tersebut. Selain karena letaknya yang strategis, Kombengan juga dekat dengan pipa gas bawah laut.

Sebelumnya kepada Tempo di Sumenep, Humas BP Migas, Gde Pradnyana, mengatakan bahwa BP Migas mendukung keinginan Bupati Sumenep KH Busyro Karim untuk mengembangkan pengelolaan gas.

Namun Gde menyarankan ada cara yang lebih ekonomis dan tidak butuh banyak investasi, yaitu mengelola gas langsung di Blok Pegerungan di Pulau Sapeken menjadi CNG untuk kemudian dikirim ke Sumenep. "Ini lebih ekonomis ketimbang membangun pipa baru,” tuturnya.

MUSTHOFA BISRI
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/kelola-gas-alam-sumenep-butuh-dana-besar-094450364.html