Minggu, 15 April 2012

Usul Masjidil Haram Dihancurkan Ulama di Saudi Dipenjara

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Seorang Ulama Arab Saudi dipenjara selama lima tahun karena dituduh pengadilan setempat telah melakukan hasutan kepada kerajaan Saudi. Yussef al-Ahmad dinyatakan bersalah karena menyerukan penghancuran Masjidil Haram dan lokasi di sekitar Ka'bah agar dibangun kembali dengan memisahkan posisi laki-laki dan perempuan.
Seruan Ahmad ini kemudian dianggap sebagai sebuah hasutan oleh kerajaan Saudi Arabia. Dalam laman al Arabiya, Senin (11/4), menjelaskan bahwa Ahmad ini membuatnya dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun dan denda sebesar 100 ribu riyal atau senilai 26 ribu dolar AS.
Walaupun apa yang dilakukan Ahmad ini bermaksud untuk memisahkan jamaah pria dan wanita, namun pemerintah Saudi menganggap ini sebagai hasutan. Terutama disaat pemerintah Saudi sedang gencar memperluas dan merenovasi Masjidil Haram.
Ahmad ditahan setelah memposting video seruannya tersebut ke YouTube. Dalam video tersebut ia memaksa kepada Raja Abdullah, Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef bin Abdul Aziz dan wakilnya untuk melaksanakan apa yang ia sarankan itu.
Selain dirinya, dua orang warga negara Mesir yang bekerja dengan Yussef juga ikut ditahan. Dua orang warga negara Mesir tersebut kemudian di depostasi ke negara asalnya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/usul-masjidil-haram-dihancurkan-ulama-di-saudi-dipenjara-050601307.html

Sandra Dewi 50 Perempuan Tercantik di Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - Sandra Dewi masuk dalam daftar 50 Wanita Tercantik versi majalah dewasa, High End. Sandra mengaku sangat bangga.

"Aku senang banget datang ke sini. Ini acara menganugerahkan 50 Wanita Tercantik dIndonesia. Aku senang dibilang 50 wanita tercantik," tutur Sandra di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (12/4)

Selain Sandra Dewi ada beberapa dari kalangan selebritis yang juga dinobatkan sebagai perempuan tercantik seperti Annisa Pohan, Ayu Ting Ting, Julie Estelle, Laura Basuki, dan Carrisa Puteri.

"Kecantikan itu sudah melekat pada setiap perempuan, tapi tergantung bagaimana perempuan itu bisa menyadari dan bisa merawat diri," ujar bintang film Quickie Express itu.

Gadis kelahiran Pangkal Pinang 18 Agustus 1983 itu mengaku, ia merawat kecantikannya dengan cara alami.

"Semua wanita cantik, bagaimana kita menilai, bagaimana cara kita merawat diri kita. Nggak hanya luarnya saja, tapi dalamnya juga. Kalau merawat diri dan hati bersih harus selaras. Saya prinsipnya natural," katanya. [fei]
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/sandra-dewi-50-perempuan-tercantik-di-indonesia-031000455.html

Warga Terserang Gatal dan Diare

TEGAL - Banyak warga di RT 10/RW 10 Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal akhir-akhir ini yang terserang penyakit gatal-gatal dan diare. Hal itu terjadi akibat rumah maupun lingkungan sekitarnya tergenang rob.

Johari (46), warga setempat, Minggu (15/4) mengatakan, sebagian besar warga yang terserang penyakit kulit dan diare adalah anak-anak. Warga meminta Dinas Kesehatan segera memberikan bantuan obat-obatan.
”Kebanyakan warga menderita gatal-gatal di bagian kaki,” katanya.

Menurut dia, rob yang melanda wilayahnya telah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Hal itu terjadi karena Muara Kali Anyar tersumbat, sehingga air rob menggenangi permukiman.
”Ketinggian air mencapai 30 cm, ketika hujan lebat turun. Selain menggenangi permukiman, rob juga merendam ratusan rumah warga.”

Lingkungan Kumuh

Terkait masalah tersebut, Johari mengaku telah melaporkan ke Wali Kota H Ikmal Jaya SE Ak untuk segera ada upaya penanganan. Pasalnya, apabila genangan rob terus dibiarkan menyebabkan lingkungan kumuh serta rawan menimbulkan penyakit.

”Dinas Pekerjaan Umum (DPU) harus mencarikan solusi yang tepat, sehingga rob maupun banjir yang selama ini sering terjadi bisa diatasi. Dengan demikian, warga bisa kembali hidup tenang dan nyaman,” katanya. 

Warga lain, Dewi (28) menyatakan, meski rob yang kini mulai kembali terjadi di wilayahnya masih sebatas menggenangi jalan, namun hal itu membuat cemas warga. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya rob selain menggenangi kampus UPS, SMP 12, SMK/SMA PGRI, SD Mintaragen 9 dan 10 juga  merendam ratusan rumah warga.

”Kami takut, rob tahun ini bisa lebih besar dibandingkan tahun lalu,” katanya. 
Kepala DPU, Ir Gito Mursriyono mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan sejumlah petugas untuk mengeruk muara Kali Anyar.

Selain itu, tahun ini akan dilakukan pembangunan jeti di muara Kali Anyar untuk mengatasi pendangkalan.
”Sebelumnya kami juga telah melakukan normalisasi Kali Anyar sepanjang 400 meter guna mengatasi genangan air,” jelasnya. (H17-48)  
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/16/183362/Warga-Terserang-Gatal-dan-Diare-

Pengguna PAK Palsu Minta Mengajar

SLAWI - Sejumlah kepala SD yang menggunakan PAK palsu mengadukan kepada Dinas Dikpora Pemkab Tegal, guna diperkenankan mengajar kembali. Kondisi itu oleh dinas disikapi dan dikonsultasikan terhadap Komis IV yang membidangi pendidikan. Dari pembahasan diantara keduanya, diminta agar pihak terkait untuk berembug dan mengajukan permohonan kepada Bupati Tegal agar kebijakan bisa mengajar kembali bisa direalisasi.  “Dulu dasar penonaktifan atas kasus tersebut dilakukan oleh bupati, jadi kami kira harus konsultasi dan berkoordinasi yang dilakukan oleh dinas terhadap pemberi sanksi,” ujar ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin BA dari FPKS, saat pertemuan dan pembahasan komisi dengan Dinas Dikpora, kemarin.
 Dikatakan Wakhidin, komisi tidak bisa memberikan keputusan hanya memberikan dukungan yang bersifat mediasi dalam pertemuan itu. Namun melihat sejumlah kasek yang terkena sanksi atas PAK itu merupakan guru berprestasi, sangat disayangkan jika mereka tidak difungsikan kembali untuk mengajar. Meski demikian, pihaknya menyarankan agar pihak Dinas Dikpora yang melakukan mediasi dan minta dukungan kepada pemberi sanksi agar bisa meninjau kembali dan memfungsikan keahlian mereka, untuk dimanfaatkan kembali mengajar.
 Menurut dia, sangat disayangkan, jika mereka memiliki prestasi dibidangnya cukup baik, namun tidak termanfaatkan. Padahal tidak menutup kemungkinan mereka tidak semuanya melakukan pemalsuan PAK, namun hanya terlibat karena desakan teman bukan atas keinginan sendiri.  “Namun apapun yang terjadi saat ini, sanksi sudah diberikan hanya minta kebijakan kepada pemberi sanksi dlaam hal ini bupati, yang bisa memberikan kebijakan,” jelasnya.
 Sementara, dari Dinas Dikpora yang dipimpin langsung dalam pertemuan itu oleh Kepala Dinas, Drs Edi Pramono, berencana melakukan koordinasi dengan Bupati Tegal, terkait hal itu. Namun demikian, berkoordinasi dan minta petunjuk terhadap Komisi IV merupakan hal wajar, apalagi Komisi IV itu yang membidangi pendidikan.  “Kami akan mengupayakan sesuai hasil pertemuan dan pembahasan dengan Komisi IV,” ujarnya. (gon)  
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pengguna-PAK-Palsu-Minta-Mengajar.html

Disperindag Menggelar Program OVOP

Upaya memperbaiki ekonomi masyarakat Kabupaten Tegal, berbagai langkah ditempuh pemerintah setempat. Salah satunya, menyelenggarakan program OVOP. Bagaimana kegiatannya?
LAPORAN: YERI NOVEL
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tegal tengah menggelar program OVOP (One Vilage One Produk) atau satu desa satu produk. Dalam program tersebut, dinas telah mengusulkan dua sentra yakni sentra mebel di Desa Pamiritan Kecamatan Balapulang dan sentra shuttlecock di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi.  
Kasi Industri dan Aneka, Disperindag Kabupaten Tegal, Edy Suharno, mengatakan demikian kepada wartawan, saat dihubungi di Lingkungan Industri Kecil, Jalan Raya Dampyak, Kecamatan Kramat, kemarin.
Menurutnya, pengajuan dua sentra dalam program OVOP dilakukan sejak bulan Maret, dan saat ini masih dalam proses verivikasi. Sementara untuk seleksinya, rencananya bakal dilakukan pada pertengahan tahun ini oleh Dinas Perindustrian Jawa Tengah dan Kementerian Perindustrian. "Kalau dua sentra itu bisa lolos, tentu produk di daerah bisa lebih maju dan berkembang. Kita berdoa saja," kata Edy.
OVOP di Indonesia umumnya adalah UKM yang konsisten menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan terus mendapat bimbingan serta aneka bantuan dari  pemerintah. Hal ini berkaitan dengan produk yang dihasilkan mewakili identitas daerah bahkan negara.  Dimana produk-produknya mencerminkan keunikan suatu daerah atau desa. Karenanya, apabila dua sentra itu sampai lolos, maka Kabupaten Tegal bakal terkenal di pasar nasional bahkan internasional.
Dia menambahkan, dengan keunggulan yang dimiliki tiap sentra, maka produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi daerahnya. Sebab dapat membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan ketrampilan SDM. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 74.000 desa yang memiliki keunikan atau ciri khas. Dimana mayoritas atau sekitar 65% penduduknya masih tergolong miskin atau berpendapatan rendah. "Mayoritas desa-desa tersebut eksis disektor pertanian dan kerajinan tangan. Dengan kultur itu, sangat potensial apabila dikembangkan OVOP," tukasnya. (*) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Disperindag-Menggelar-Program-OVOP.html

Warga Suradadi Nobar Indonesia- Idol

SURADADI - Suasana di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi pada Jumat (13/4) malam kemarin tidak seperti biasanya. Kali ini, warga berkumpul dan duduk berjejer memadati Jalan KH Rais Desa Suradadi. Mereka tampaknya sedang menikmati layar lebar yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga setempat yang bekerjasama dengan perusahaan provider selluler. Keluarga besar ini merupakan bagian keluarga dari seorang finalis Indonesia Idol spektakuler, Febri Yoga yang lolos dalam kontestan 12 besar. Nonton bareng itu tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat. Namun demikian, Muspika setempat juga turut hadir menikmatinya.
Kakak pertama Febri Yoga, Kusmiati (41) mengatakan, kegiatan nonton bareng itu merupakan kali pertama digelarnya seiring dengan acara Indonesia Idol yang baru ditayangkan oleh perusahaan televisi swasta pada musim ini. "Nonton bareng ini di fasilitasi oleh perusahaan selluler. Rencananya, acara ini sampai batas akhir Febri mengikuti Indonesia Idol," kata Kusmiati di sela-sela nonton bareng yang di helat di depan rumahnya, Jalan KH Rais RT 02 RW 03 Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Jumat malam.
Kepala Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tegal ini menceritakan, Febri Yoga merupakan adiknya yang nomor 7 anak dari pasangan suami istri Almarhum Khasan Slamet dan Siti Jamilah. Febri masih kuliah di Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal fakultas Ekonomi semester 3. Sebelum mengikuti kontestan pencari bakat itu, adik bungsunya yang lahir di Tegal pada 25 Februari 1988, memang hobby menyanyi. Bahkan Febri juga memiliki grup band sendiri yang bernama Sunday Morning. Sebelum bergabung di grup itu, Febri tercatat di grup band Mozas sebagai vokalis.  "Febri sangat mengidolakan sekali dengan grup band Gigi. Tapi dia juga suka dengan lagunya Kris Dayanti yang berjudul Menghitung Hari," imbuhnya.
Aktifitas Febri sehari-hari, selalu disibukan dengan musik dan kuliah. Febri tak pernah berbuat aneh karena dia merupakan anak yang baik dan penurut. Ketika hendak mengikuti kontestan, Febri sempat meminta restu kepada keluarga besarnya. Kala itu, Febri meminta untuk didoakan agar pada kontestan yang kedua ini bisa sukses hingga menuai hasil yang maksimal. "Tahun 2010 Febri juga pernah mengikuti kontestan pencari bakat Indonesia Idol, tapi waktu itu Febri tidak lolos," kata Kusmiyati yang mengaku salut dengan adiknya itu karena tidak pernah menyerah dalam mengahadapi sesuatu.
Kendati Febri yang merupakan alumni SMA Muhamadiyah Suradadi tidak pernah memperoleh prestasi di bidang seni, tapi Febri memiliki suara yang lumayan bagus. Karena itu, keluarga besarnya sangat yakin bahwa Febri bisa lolos ke final nanti. Kusmiyati mengaku tim panitia untuk penggalangan pendukung Febri, sudah dibentuknya. Khususnya di wilayah Kabupaten Tegal. Dia berharap masyarakat sekitar supaya turut mendukung dan mendoakan agar Febri bisa mencapai hasil yang maksimal.  "Ketik Febri kirim ke 9288. Itu paswordnya adik saya (Febri)," kata Kusmiyati seraya menutup perbincangannya dengan Radar.
Sementara itu, salah satu warga Tarub yang rela mengikuti acara nonton bareng Indonesia Idol di Suradadi, Tamilah mengatakan, penampilan Febri di layar televisi sangat luar biasa. Bahkan menurutnya, ketiga juri Indonesia Idol yakni Anang, Amad Dhani dan Agnes Monica telah memberikan penilaian yang sangat bagus pula.  "Saya yakin, Febri bisa menang," kata ibu yang cantik ini. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Warga-Suradadi-Nobar-Indonesia-Idol.html

Permainan Tradisional Terancam Punah

SEJUMLAH permainan tradisional yang menjadi permainan anak-anak seperti gobak sodor, egrang, patil lele, kelereng, cublek-cublek suweng, bekel, dan lain sebagainya, kini terancam punah. Pasalnya, permaian tersebut kini kian sulit ditemui, baik di wilayah kota maupun kabupaten.
Koordinator LSM Gerbang Mataram, Bambang Purnama menyampaikan keprihatinannya soal permainan tradisional yang tidak lagi menjadi salah satu permainan anak-anak sekarang. Bahkan, keberadaannya pun terancam punah, tergerus oleh permainan yang serba modern.  “Permainan tradisonal di kota ini tak lagi bisa ditemukan di desa atau perkampungan terpencil sekalipun. Padahal Kabupaten Tegal sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pedesaan," kata Bambang Purnama selaku salah satu pemerhati dan penggiat budaya lokal.
Menurut Bambang, anak-anak dahulu merupakan kalangan yang selalu melestarikan melalui praktik permainan, seperti di halaman rumah, lapangan atau lingkungan sekolah. Sekarang mereka lebih banyak duduk di depan alat permainan modern. Dari permainan yang disewakan seperti playstation (PS), permainan di komputer yang mudah ditemui atau diunduh, bermain komputer seharian, serta melakukan permainan yang tersedia di telepon seluler (ponsel). Ini berimbas, lanjut Bambang, mereka asyik sendiri tanpa mempedulikan lingkungan sosial. Padahal nilai kepedulian yang bisa didapat dari permainan tradisional sangatlah banyak.  “Jangan salahkan anak-anak yang jauh atau tidak kenal permainan tradisional," ujarnya.
Salah satu yang menjadi penyebabnya, lanjutnya, yakni karena orang tua mereka yang tidak mengenalkan adanya permainan tradisional yang dulu pernah mereka mainkan sejak kecil. Biasanya, para orang tua hanya menceritakan satu-dua permainan tradisional tanpa memberikan contoh. Hasilnya, anak-anak menjadi asing dan dampaknya seperti yang sekarang terjadi.  “Permainan tradisional itu sebenarnya mengasyikan, kalau orang tua mengenalkan secara tuntas, lengkap dengan cara mainnya. Anak-anak tentu kenal,” tandasnya.
Agar ancaman seperti ini tidak terjadi, Ia memandang, harus ada sebuah literatur atau buku yang memuat soal kearifan lokal permainan tradisional. Lantas, buku literatur itu dijadikan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah yang masuk dalam muatan lokalnya.  “Pemerintah melalui dinas pendidikan harus mulai merencanakan hal itu secepatnya, mengingat permainan tradisional sulit ditemui keberadaannya. Minimal, saat permainan tradisional sudah jarang dimainkan, buku yang memuatnya masih bisa ditemukan,” ungkapnya.
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Permainan-Tradisional-Terancam-Punah.html