Rabu, 25 April 2012

Peringatan Hari Kartini Kesatuan Gerak PKK dan BBGRM

Peringatan Hari Kartini ke-133 yang digelar bersamaan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40 dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-9 tingkat Kabupaten Tegal tahun 2012, berlangsung meriah. Seperti apa?
LAPORAN : FATKHUROHMAN
PERINGATAN Hari Kartini, Kesatuan Gerak PKK, dan BBGRM dipusatkan di Pendopo Ki Gede Sebayu Kabupaten Tegal, Rabu (25/4) kemarin. Acara ditandai dengan upacara yang dihadiri ratusan kaum perempuan dari berbagai organisasi wanita. Mereka menggunakan pakaian kebaya seperti halnya RA Karini. Dalam upacara tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Tegal H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum, dengan pemimpin Upacara Dra Nurhayati MM.
Ketua panitia Ny Hj Suti Haron Bagas Prakosa, menjelaskan bahwa acara peringatan Kartini hari ini dimaksudkan untuk mengenang dan menghargai jasa RA Kartini yang telah mempelopori pergerakan kaum wanita dalam merintis jalan menuju ke arah emansipasi wanita. Selain itu peringatan tersebut juga dalam rangka ikut serta mendukung kebijakan pemerintah dalam memberdayakan keluarga agar lebih sejahtera.
Dia juga melaporkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini seperti lomba voli, lomba paduan suara, dan lomba senam.
Sementara itu, Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum, dalam sambutannya mengatakan, tampilnya wanita Indonesia yang menjadi tokoh-tokoh penting dalam berbagai bidang kehidupan merupakan bukti otentik emansipasi wanita Indonesia dari waktu ke waktu menuju puncak harkat dan martabat sosialnya, termasuk dalam pergaulan di era global.
Dalam kondisi puncak emansipasi wanita Indonesia saat ini, justru peringatan Hari Kartini perlu menjadi tonggak refleksi dan introspeksi serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia masa kini dan masa mendatang.
“Saya merasa bangga, karena kaum wanita telah mengalami kemajuan-kemajuan di berbagai bidang dan telah mampu menunjukkan eksistensinya secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Berkenaan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK, lanjut Hery, bahwa dalam mempercepat pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tegal, sangat dibutuhkan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat termasuk Tim Pengerak PKK. Untuk itu, kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ini diharapkan dapat lebih memacu dan memotivasi semangat serta meningkatkan peran aktif gerakan PKK maupun seluruh kadernya dalam berkiprah mengisi pembangunan di segala bidang. Terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan semangat kesejajaran, kesetaraan, visi, dan misi serta keterpaduan arah serta azas kemitraan yang dinamis dengan berbagai pihak.
Selanjutnya dalam membangun Kabupaten Tegal, setidaknya ada 4 langkah yang ditempuh Pemkab Tegal yaitu melalui gotong royong, melalui dana APBD, melalui bantuan kepada pemerintah yang lebih tinggi. Dan yang terakhir, adalah tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT.
    Puncak acara diisi dengan pementasan Tari Endel, Tari Sayuk, dan penyerahan hadiah lomba dalam rangka Hari Kartini, Hari Kesatuan Gerak PKK, dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun 2012. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Peringatan-Hari-Kartini-Kesatuan-Gerak-PKK-dan-BBGRM.html

Dugaan KPK Rp 10 Miliar Harta Wa Ode

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya bukti dugaan aliran dana hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan mantan Anggota Badan Anggaran  DPR, Wa Ode Nurhayati.

"Dari info yang disampaikan penyidik ada transaksi mencurigakan yang dilakukan WON senilai Rp 10 miliar lebih yang diduga hasil TPPU," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Kantornya, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dugaan TPPU tersebut, lanjut Johan diketahui pihaknya, berdasarkan pengembangan kasus suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID) yang menjerat anak buah Hatta Radjasa tersebut. Jadi dalam hal ini, sambung Johan, penyidik menemukan alat bukti awalan adanya sebagian harta yang dimiliki Wa Ode yang berasal dari aliran suap DPPID selama menjadi Anggota Banggar DPR.

"TPPU itu pengembangan dari kasus DPPID," tegas Johan.

Seperti diketahui sebelumnya, KPK, Selasa (24/4), mengumumkan penetapan status tersangka baru untuk mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhyati. Kali ini, ia ditetapkan tersangka dalam proses penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

"Dari hasil pengembangan penyidikan DPPID , KPK menemukan dua alat bukti bahwa ia tersangkut kasus korupsi tindak pidana pencucian uang," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Selasa (24/4/2012).

Johan mengatakan, Wa Ode dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebelumnya, Wa Ode juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus DPPID. Wa Ode diduga telah menerima suap sebesar Rp 6,9 miliar dari Haris Surahman, kader Partai Golkar. (Edwin Firdaus)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/dugaan-kpk-rp-10-miliar-harta-wa-ode-054859042.html

Minggu, 22 April 2012

Teh Bakal Jadi Minuman Nasional India

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India akan menyatakan teh sebagai minuman nasional, Ahad (22/4). Langkah itu sebagai bagian peringatan ulang tahun salah satu pelopor penanam teh yang digantung kolonial Inggris pada 1857.

Wakil Ketua Komisi Perencanaan Montek Singh Ahluwalia mengumumkan keputusan tersebut saat mengunjungi Assam, salah satu daerah penghasil teh. Assam merupakan kampung halaman Maniram Dewan.

Dewan adalah orang yang memperkenalkan produksi teh komersial di kawasan. Dia juga yang berperan mengenyahkan Inggris dari Assam pada pemberontakan 1857.

"Teh akan menjadi minuman nasional pada 17 April tahun depan bertepatan dengan ulang tahun Maniram Dewan ke 212," ujar Ahluwalia.

Ia menambahkan, sektor industri teh paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan. Hampir setengah pekerjanya adalah perempuan.

Asian Age malaporkan, menyatakan teh sebagai minuman nasional dapat mengakibatkan masalah di antara para herbalis yang menyarankan minuman populer India sebagai minuman nasional. Minuman tersebut misalnya air kelapa, air lemon atau lassi (sejenis yoghurt).

Teh biasa disajikan di India dengan susu dan banyak gula. Tidak jarang teh dibumbui sedikit kapulaga
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/teh-bakal-jadi-minuman-nasional-india-123027580.html

Pemkab Dinilai Kurang Peduli

SLAWI – Masyarakat kabupaten merasa bangga dengan masuknya salah satu warganya, Febri Yoga asal Kabupaten Tegal yang lolos finalis Indonesia Idol dan disiarkan setiap minggu disalahsatu TV swasta. Namun kebanggaan tersebut, menurut beberapa warga kurang diikuti oleh pemkab setempat. Pemkab dinilai kurang peduli, padahal masuknya Febri di Indoensia Idol telah membawa nama Kabupaten Tegal di kancah nasional.
Seperti dikatakan penggiat seni musik, Heru Gimbal, vokalis Band Rasa rasta, Panji penabuh dram handal asal Slawi, dan Priyo yang merupakan pemain organ asal Kelurahan Procot.
Menurut Heru, terpilihnya Febri menjadi finalis Indonesia Idol harusnya menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga Pemkab Tegal. Namun dirinya melihat Pemkab tidak ada niatan baik untuk mensosialisasikan agar warganya mendukung Febri menjadi yang terbaik. Karena dalam final tersebut, selain kemampuan dirinya juga harus dibantu dengan polling sms atau telepon.  “Masuknya Febri di Indoesia Idol yang diseiarkan di TV swasta setiap satu minggu sekali, jelas Kabupaten Tegal selalu di sebut-sebut. Tapi kami melihat pemkab tidak ada kepedulian, padahal kami yakin, tim yang membantu febri sudah memberikan surat permohonan untuk didukung oleh pemkab,” kata Heru, Jumat (20/4).
Hal senada juga di katakan, Panji, menurutnya, Febri merupakan salah satu Ikon Kabupaten Tegal yang telah membawa nama di kancah nasional. Sesama seniman, pihaknya merasa prihatin dengan tidak ada dukungan dari pemkab.   “Yang kami dengar, justeru yang peduli adalah dari daerah lain, sebut saja Kota Tegal. Padahal Febri itukan warga Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Begitupun dengan Priyo, sesama seniman, pihaknya berharap agar selain masyarakat dapat mendukung, pemkab juga ada kepedulian terhadap warganya yang telah membawa nama Kabupaten Tegal. Kalaupun pemkab tidak mendukung dengan hadir langsung dalam acara tersebut, paling tidak ada semacam woro-woro kepada masyarakat agar bisa mendukung warga tegal yang telah maju ke tingkat nasional, dalam media. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Dinilai-Kurang-Peduli.html

Bagi FPKB PPDI PNS Harga Mati

SLAWI - Setekah FPKB DPR-RI berhasil memperjuangkan sekretaris desa (Sekdes) menjadi PNS, kini Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI), tengah digadang kearah itu. Bahkan FPKB bersikap, jika PPDI PNS adalah harga mati. Mumpung masih pembahasan di tingkat DPR-RI, FPKB bakal berupaya maksimal agar keinginannya mengantar PPDI terwujud.  Apalagi, saat ini sudah saatnya desa menjadi kelurahan, seiring perkembangan era.
Bahkan desa sebagai ujung tombak melayani masyarakat ditingkat paling bawah, harus mendapat perhatian serius oleh pemerintah. Diprediksi gaji untuk PPDI sebesar Rp 12 Triliun, menurutnya, pemerintah masih memiliki anggaran untuk gaji PPDI tersebut. Sangat pantas jika FPKB tetap konsisten memperjuangkan PPDI jadi PNS.  “Mensitir temuan Kwik Kian Gie, jika setiap tahun anggaran APBN diduga dikorup Rp 300 Triliun sampai Rp 400 Triliun, angka Rp 12 Triliun sangat kecil,” ujar anggota Komisi III DPR-RI asal FPKB yang berangkat dari Dapil IX, H Bachrudin Nasori SSI MM, kemarin saat resesnya di Slawi.
 Apapun konsekuensinya, FPKB tetap bersikukuh, jika memperjuangkan PPDI menjadi PNS, tetap konsekuen dan eksis. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dari seluruh fraksi yang ada agar mampu mendorong PPDI tersebut. Meski saat ini masih tahap pembahasan dan fraksi lain belum mendukung, namun FPKB tidak surut dan terus mendukung PPDI.  Apalagi dirinya mengetahui persis, bagaimana perjuangan perangkat desa dalam memberikan layanan terhadap masyarakat. Kepatutan itulah yang membuat FPKB serius dalam mendukung PPDI menjadi PNS.  “Apapun yang terjadi dalam pembahasan ditingkat DPR-RI, FPKB tetap konsisten,” ujar Bachrudin.
 BERSAMA NU
 Disisi lain, H Bacrudin Nasori SSI MM, dalam resesnya menegaskan, jika PKB yang dilahirkan NU, jangan sekali-kali ingkar terhadap organisasi itu. Karena jika hal itu terjadi maka matilah PKB. Untuk itu pihaknya berpesan kepada seluruh kader PKB mulai dari tingkat pusat sampai daerah untuk terus selalu dekat. Jika perlu perhatian terhadap keberlangsungan organisasi NU harus didukung penuh oleh PKB.
 Dikatakan Bahrudin, apapun PKB tidak boleh terpisah dari NU, karena organisasi itulah yang mendirikan dan membesarkan PKB. Bahkan besar dan maju mundurnya PKB terletak dari dukungan NU. Selama ini kebersamaan yang sudah terjalin dengan NU, hendaknya terus dijaga dan lebih ditingkatkan.  “Selama ini PKB dengan Rois dan Tanfidz NU sudah sangat baik dalam kebersamaan. Kondisi ini yang kader PKB harus intens menjaganya,” jelas Bachrudin.
 Dalam resesnya yang mengusung seputar UU Pemilu, yang telah ditetapkan, pihaknya mengajak agar NU terus mendukung PKB. Karena jika terpecah, dikhawatirkan suara NU yang bisa beralih ke partai lain. Karena kuota prosentasi suara partai dalam Pemilu mendatang, hanya partai yang mampu mencapai 3,5 prosen yang berhak mendudukkan kadernya di kursi DPR.  “Jadi jika kader NU ikut partai lain yang suaranya dibawah itu, bakal bisa beralih ke partai lain yang bukan PKB. Kondisi ini bisa mengecewakan NU sendiri, yang tidak terdukung oleh partai yang sudah menjalin kebersamaan, selama ini,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Bagi-FPKB-PPDI-PNS-Harga-Mati.html

Perempuan Harus Paham Potens

SETIAP manusia seharusnya mampu memahami potensi dirinya. Tak terkecuali seorang perempuan yang mana di zaman dahulu identik sebagai pelengkap dan lebih cenderung bekerja di dapur.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, DR Hajjah Ayu Palaretin, seorang perempuan harus mampu menggali dan memahami potensi yang dimilikinya. Pasalnya, ketika sudah mengetahui akan dapat fokus dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.  “Silahkan saja seorang perempuan bekerja dimanapun, sesuai potensi yang dimiliki. Namun perempuan yang sudah memiliki suami juga harus mendapatkan dukungan dan ijin dari suami,” katanya.
Selain memahami potensi dirinya, lanjut Ayu Palaratin, dalam rangka memperingati hari kartini sekarang ini, pihaknya berharap jangan hanya dijadikan sebatas peringatan saja. Tapi perempuan Indonesia harus bisa menteladaninya, dengan melakukan kiprahnya dalam kegiatan apapun. Selain ada dukungan juga mampu melakukan komunikasi agar pengetahuan yang dimilikinya juga lebih banyak.  “Dengan dukungan dan pengetahuan yang luas, saya yakin perempuan Indonesia akan semakin berkembang,” ungkap Ayu yang merupakan politisi dari fraksi Demokrat.
Ayu yang merupakan ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal menuturkan, selain perempuan, pihak laki-laki juga harus memberikan kesempatan kepada perempuan. Artinya harus mendukung istri atau perempuan tersebut, dengan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Karenanya saling menghargai dan saling mendukung itu sangat diperlukan untuk memajukan kaum perempuan.  “Saya yakin perempuan banyak yang memiliki potensi lebih yang tidak kalah dengan laki-laki, asalkan perempuan itu diberi dukungan,” pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Perempuan-Harus-Paham-Potensi.html

Peringatan Hari Kartini ke 133 Kabupaten Tegal

Salah satu kegiatan menyambut hari Kartini ke 133 Kabupaten Tegal diadakan lomba senam yang diikuti 800 peserta dari SKPD di lingkungan Pemkab Tegal yang diramaikan oleh Muspida Kabupaten Tegal, Jumat (20/4), seperti apa?
LAPORAN : M FATKHUROHMAN

BERTEMPAT di halaman kantor Pemkab Tegal, ratusan perempuan mengikuti lomba senam yang diramaikan Muspida Kabupaten Tegal dalam rangka memperingati hari Kartini ke 133 yang bekerjasama dengan Senam Tera Indonesia (STI).
Pagi itu, peserta yang berjumlah 800 orang melakukan senam dengan salahsatu instruktur dengan diiringi musik. Mereka terlihat semangat dalam berolahraga di belakang para pejabat dan muspida Kabupaten Tegal dengan dipandangi oleh para juri.
Menurut Ketua STI Kabupaten Tegal, Dra Suspriyanti, melalui ketua II STI, Tien Mei Antias menuturkan, lomba ini sengaja diadakan untuk memperingati hari Kartini, dengan harapan kegiatan lomba tersebut dapat meningkatkan olahraga dan memasyarakatkan senam tera.  “Kami berharap dengan lomba senam ini bisa meningkatkan dan memasyarakatkan senam tera,” katanya di sela-sela lomba.
Ia menjelaskan, dari peserta yang berjumlah 800 tersebut, oleh para juri di nilai dan dipilih sebanyak 100 peserta dan dari 100 dipilih menjadi 6 orang guna memilih juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 sampai 3.  “Setelah mereka senam bersama dengan dimeriahkan oleh muspida dan kepala-kepala SKPD, selanjutnya dipilih 100 orang dan mereka melakukan senam kembali, begitupun dengan enam nominator juara tersebut,” ujar Tien Mei. Ia menambahkan, para juara dalam lomba senam mendapatkan trophy dan hadiah kejuaraan.
Sementara, sebelum lomba senam dilakukan, Wakil Bupati Tegal, Hery Soeltistiyawan SH Mhum, dalam sambutannya mengatakan, bahwa adanya senam merupakan sosialisasi tentang olahraga yang seharusnya dapat dilakukan oleh masyarakat semua. Dengan tersosialisasinya senam ini, gerakan STI dikalangan masyarakat Kabupaten Tegal diharapkan semakin menyukai dan mencintai olahraga serta dapat melakukan secara rutin agar kondisi badan selalu sehat.  “Kami berharap dengan senam ini dapat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, senam ini merupakan salahsatu upaya untuk menuju sehat, karenanya jika senam ini dapat dilakukan oleh masyarakat luas, diharapkan masyarakat Kabupaten Tegal khususnya dapat menjadi semakin sehat. Dengan sehat manusia akan siap melakukan pembangunan di Kabupaten Tegal, karena tanpa kesehatan bagaimana akan melakukan pembangunan.  “Jika sehatkan pembangunan bisa dilakukan, tapi jika tidak sehat, mana bisa dilakukan,” ungkapnya.
Bersamaan dengan kegiatan lomba senam, peringatan hari Kartini juga mengadakan kegiatan donor darah yang dilakukan di Pendopo Pemkab Tegal. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Peringatan-Hari-Kartini-ke-133-Kabupaten-Tegal.html