Minggu, 29 April 2012

Dongeng Candi Prambanan

Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri 2 buah Hindu yaitu Pengging dan Kraton Boko. Pengging adalah kerjaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Raden Bandung Bondowoso.
Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia biasa tetapi berwujud raksasa besar yang suka makan daging manusia, yang bernama Prabu Boko. Akan tetapi Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik dan jelita bak bidadari dari khayangan yang bernama Putri Loro Jonggrang.
Prabu Boko juga memiliki patih yang berwujud raksasa bernama Patih Gupolo. Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.
Setelah persiapan dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara para prajurit peng Pengging dan para prajurit Kraton Boko.
Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.
Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit yang meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilan perang yang sangat sengit antara Raden Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas, maka Patih Gupolo melarikan diri. Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko.
Setelah sampai di Kraton Boko, Patih Gupolo melaporkan pada Puteri Loro Jonggrang bahwa ayahandanya telah tewas di medan perang, dibunuh oleh kesatria Pengging yang bernama Raden Bandung Bondowoso. Maka menangislah Puteri Loro Jonggrang, sedih hatinya karena ayahnya telah tewas di medan perang.
Patung Loro Jonggrang
Patung Loro Jonggrang
Maka sampailah Raden Bandung Bondowoso di Kraton Boko dan terkejutlah Raden Bandung Bondowoso melihat Puteri Loro Jonggrang yang cantik jelita, maka ia ingin mempersunting Puteri Loro Jonggrang sebagai istrinya.
Akan tetapi Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso karena ia telah membunuh ayahnya. Untuk menolak pinangan Raden Bandung Bondowoso, maka Puteri Loro Jonggrang mempunyai siasat. Puteri Loro Jonggrang manu dipersunting Raden Bandung Bondowoso asalkan ia sanggup mengabulkan dua permintaan Puteri Loro Jonggrang. Permintaan yang pertama, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan sumur Jalatunda sedangkan permintaan kedua, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam.
Raden Bandung Bondowoso menyanggupi kedua permintaan puteri tersebut. Segeralah Raden Bandung Bondowoso membuat sumur Jalatunda dan setelah jadi ia memanggil Puteri Loro Jonggrang untuk melihat sumur itu.
Kemudian Puteri Loro Jonggrang menyuruh Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur. Setelah Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur, Puteri Loro Jonggrang memerintah Patih Gupolo menimbun sumur dan Raden Bandung Bondowoso pun tertimbun batu di dalam sumur. Puteri Loro Jonggrang dan Patih Gupolo menganggap bahwa Raden Bandung Bondowoso telah mati di sumur akan tetapi di dalam sumur ternyata Raden Bandung Bondowoso belum mati maka ia bersemedi untuk keluar dari sumur dan Raden Bandung Bondowoso keluar dari sumur dengan selamat.
Raden Bandung Bondowoso menemui Puteri Loro Jonggrang dengan marah sekali karena telah menimbun dirinya dalam sumur. Namun karena Puteri Loro Jonggrang kemarahan Raden Bandung Bondowoso pun mereda.
Kemudian Puteri Loro Jonggrang menagih janji permintaan yang kedua kepada Raden Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Maka segeralah Raden Bandung Bondowoso memerintahkan para jin untuk membuat candi akan tetapi pihak Puteri Loro Jonggrang ingin menggagalkan usaha Raden Bandung Bondowoso membuat candi. Ia memerintahkan para gadis menumbuk dan membakar jerami supaya kelihatan terang untuk pertanda pagi sudah tiba dan ayam pun berkokok bergantian.
Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta di timur kelihatan terang maka para jin berhenti membuat candi. Jin melaporkan pada Raden Bandung Bondowoso bahwa jin tidak dapat meneruskan membuat candi yang kurang satu karena pagi sudah tiba. Akan tetapi firasat Raden Bandung Bondowoso pagi belum tiba. Maka dipanggillah Puteri Loro Jonggrang disuruh menghitung candi dan ternyata jumlahya 999 candi, tinggal 1 candi yang belum jadi.
Maka Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso. Karena ditipu dan dipermainkan maka Raden Bandung Bondowoso murka sekali dan mengutuk Puteri Loro Jonggrang “Hai Loro Jonggrang candi kurang satu dan genapnya seribu engkaulah orangnya”. Maka aneh bin ajaib Puteri Loro Jonggrang berubah ujud menjadi arca patung batu.
Dan sampai sekarang arca patung Loro Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua) karena telah membantu Puteri Loro Jonggrang.
Dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa pacaran di candi Prambanan akan putus cintanya.
Sumber Berita : greatindonesia.com

Usai Diperiksa Angie Langsung Ditahan

Liputan6.com, Jakarta: Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam dalam pemeriksaan pertama, tersangka kasus skandal wisma atlet, Angelina Sondakh, kemungkinan akan langsung ditahan. Menurut kabar, Angie tidak mau ditahan di Tahanan KPK tapi Rumah Tahanan Pondok Bambu. Namun demikian belum ada konfirmasi resmi dari pihak KPK. Angie datang ke KPK didampingi sang ayah Lucky Sondakh dan adik iparnya Mudji Massaid. Pemeriksaan pertama ini dianggap terlambat lantaran baru dilakukan sekarang. Padahal Angie yang merupakan anggota Komisi X DPR ini ditetapkan sebagai tersangka 3 Februari lalu. KPK juga tak menahan Angie dengan alasan yang bersangkutan kooperatif.
Pemeriksaan ini juga terkait penggalian fakta dan bukti keterlibatan istri almarhum Adjie Massaid dalam kasus dugaan penerimaan hadiah dalam penganggaran di Kementerian Pendidikan Nasional. Berkas kedua kasus itu dijadikan satu berkas oleh KPK. Atas keterlibatannya dalam kasus itu, mantan Putri Indonesia ini dijerat pasal yang sama.(JUM)

Sabtu, 28 April 2012

Solo Batik Carnival

Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi diadakan sosialisasi Solo Batik Carnival (SBC) 5. Di tahun ini, fokus dari perhelatan fashion di kota batik ini pada penciptaan kreasi kostum batik unik, berkualitas, dan murah.
Heru Mataya, koordinator SBC 5,  menerangkan SBC tahun ke 5 akan sangat berlainan dari SBC-SBC sebelumnya. "Walau tetap pada penggunaan motif batik, akan tetapi dengan biaya rendah berkonsep daur ulang," tuturnya.

Tahun ini pihaknya akan lebih menekankan efisiensi dalam kreativitas tak terbatas. Para peserta SBC 5 akan dipersilakan memakai materi bekas atau kain-kain batik yang tidak terpakai lagi. Namun, walaupun dengan bahan kain perca atau sisa, hasilnya keseluruhan kostum harus menunjukkan kualitas dan layak diperlihatkan ke publik.

"Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat sebesar-besarnya. Semoga, segala lapisan masyarakat dapat membuat dan menggunakan kostum SBC," demikian lanjut Heru.

Avallokitha, Koordinator Workshop SBC 5,  mengatakan pihaknya menggolongkan kategori perserta dalam empat zona. "Zona A s/d C dengan target 100 peserta, sedangkan zona D ditujukan khusus untuk anak-anak dengan target 80 peserta," katanya.

Meski mentargetkan muka baru dari peserta, tapi panitia tidak melarang peserta lama untuk meramaikan gelaran tahunan tersebut. Diperkirakan pasti ada peserta lama yang akan mendaftar

Konsep kostum murah yang bakal digelar pada tahun 2012, akan jauh berbeda dengan yang tahun 2011 lalu. SBC tahun lalu menampilkan kostum batik yang berkesan mewah dan serba gemerlapan, dan juga mahal. Sehingga, tak mengherankan jika pada waktu itu para peserta harus merogoh kocek yang cukup dalam demi mewujudkan design kostum karnivalnya.
Sumber Berita : : tribunnews.com
 

Warga Semarang Tumpah di Sepanjang Pandanaran

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Malam ini, sepanjang jalur rombongan pawai Semarang Night Carnival (SNC), warga Semarang berbaris memadati tepi jalan. Sepanjang jalan Pandanaran, mereka berdesakkan menanti pawai melintas, yang saat ini sedang berlangsung.
Jalan dari Balai Kota menuju Simpang Lima dipadati warga. Pawai yang melibatkan 1.500 peserta tersebut telah menarik perhatian mereka. Sepanjang tepi Jalan Pandanaran kedua sisinya dipenuhi penonton pawai.
Di titik keberangkatan, Balai Kota telah berkumpul banyak orang hingga tak ada celah jalan. Hal serupa juga terjadi di Titik finish pawai, Simpang Lima. Mimi (20 tahun) salah seorang yang menanti pawai. Duduk di trotoar, dia bersama beberapa teman menunggu pawai SNC yang bertemakan bunga tersebut. "Datang dari jam lima, nunggu, belum mulai," ujarnya.
Keriuhan warga mengakibatkan? kemacetan. Apalagi beberapa ruas jalan ditutup dari kendaraan. Petugas dari polrestabes telah siaga di sepanjang Jalur pawai. Petugas Lantas pun mengatu lalu lintas yang semakin macet.
Rombongan pawai berangkat dari Balai Kota pukul 19.00 WIB dan berakhir di Simpang Lima pukul 21.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan Gerebek Nusantra yang dimeriahkan artis ibu kota dan artis lokal. Acara pentas musik tersebut digelar di lapangan simpang lima dari pukul 21.00 WIB hingga tengaj malam, 24.00 WIB.

Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Sumber Berita : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/12/04/28/m370g0-warga-semarang-tumpah-di-sepanjang-pandanaran

Lapas Tegal Produksi Gitar Klasik

TEGAL-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal, mulai awal tahun ini memproduksi gitar klasik. Seluruh proses pembuatan gitar dari pencetakan, perakitan, finishing, hingga kontrol kualitas, dikerjakan oleh warga binaaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tegal.

Gitar klasik buatan WBP Lapas Tegal yang diberi label ”El Pas Te 8U1”, tersebut merupakan produk unggulan bengkel kerja Lapas Tegal. Kepala Lapas Tegal Drs Rudi CH Gill BcIP mengatakan, seluruh Lapas di Indonesia diminta memunculkan produk unggulan dari bengkel kerja produktif. Ini sesuai amanat Dirjen Pemasyarakatan terkait program Bengkel Kerja Bangkit yang Berinovasi. ”Jika Lapas Surabaya memiliki program unggulan membuat kapal patroli, Padang membuat tiang listrik yang omzetnya mencapai miliaran, maka di Tegal punya gitar El Pas Te 8U1,” kata dia, usai upacara memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-48 di Lapas Tegal, Jumat (27/4) lalu.

Rudi menyebutkan, pemilihan gitar klasik sebagai produk unggulan, karena banyak WBP Lapas Tegal yang memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Mengenai nama El Pas Te menurut dia berasal dari kata Lapas Tegal, sedangkan kode 8U1 jika dibaca bui. Ini akan mengingatkan pembeli terhadap ”pabrik” gitar tersebut. Untuk proses produksi, tiga WBP diminta menjadi koordinator, yakni Aji Wijayanto (40) untuk bagian perakitan, Yusuf (40) untuk finishing dan Tardi atau Enjong (32) untuk kontrol kualitas. Mereka bertugas mengecek hasil kerja rekan-rekannya.

Hemat Ongkos

Menurut Rudi, untuk membuat gitar tersebut, pihaknya tidak mengundang ahli dari luar. Hal ini demi menghemat ongkos produksi. ”Kami membeli gitar untuk contoh. Mereka pelajari dan mengembangkan sendiri. Sama seperti saat membuat kerajinan lainnya,” terang dia. Meski harus mempelajari sendiri, ternyata WBP bisa membuat gitar berkualitas, yang tak kalah dengan gitar yang dijual di toko. Semua bahan baku yang digunakan untuk membuat gitar merupakan bahan berkualitas.

Misalnya untuk bodi gitar dibuat menggunakan tripleks Megateak, sedangkan stang gitar menggunakan kayu mahoni. Soal harga yang ditawarkan, jauh lebih murah dibanding harga di toko, yakni Rp 250.000 per buah. Untuk pemasaran, diakuinya saat ini baru sebatas melayani pemesanan kalangan internal. Padahal, pihaknya siap menerima pesanan dari luar dalam jumlah banyak.

Dalam pameran di Cilacap yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM belum lama ini, Gitar El Pas Te menarik perhatian pengunjung. Dirjen Pemasyarakatan Sidabudin SH MH bahkan memebeli sebuah. Permintaan menyusul dari Lapas Anak Tangerang. Sejumlah 11 buah gitar El Pas Te telah dikirim ke sana beberapa waktu lalu. ”Dengan produk ini kami juga turut mendukung program Tegal Bisnis yang dicanangkan Pemkot Tegal. Untuk pemasaran produk, kami sangat ingin kerja sama dengan instansi terkait.” (H45-48) (/)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184802/Lapas-Tegal-Produksi-Gitar-Klasik

Semarang Pesta Bunga

SEMARANG- Janji panitia Semarang Night Carnival (SNC) 2012 untuk membuat HUT ke-465 Kota Semarang gemerlap, terbukti. Dari pembukaan SNC saja, sudah terlihat bahwa Ibu Kota Jateng ini seakan sedang merayakan pesta bunga.
Sebanyak 1.600 peserta yang semua menggunakan kostum motif bunga, antusias mengikuti karnaval yang dilaksanakan Sabtu (28/4) malam. Ada 17 jenis bunga yang menjadi motif kostum, di antaranya aster, anyelir, teratai, anggrek, garbera, lili, melati, partulaca, dan sepatu.
Kesenian rebana kayun mubakin yang dibawakan oleh penari dari Sanggar tari Greget menjadi penanda pembukaan karnaval di depan Balai Kota Semarang. Setelah dibuka oleh Wakil Wali Kota Hendrar Prihadi, para peserta melakukan long march menuju Simpanglima.
Kemeriahan semakin terasa dengan berjubelnya orang yang menyaksikan hajatan besar warga Kota Lunpia ini. Sepanjang Jalan Pemuda, Pandanaran, dan Simpanglima dipadati warga yang ingin menyaksikan prosesi karnaval. Dalam sambutannya, Hendrar Prihadi mengatakan, bunga dipilih sebagai lambang keindahan.
Apalagi saat ini Kota Semarang sedang berbenah menjadi salah satu daerah yang diharapkan sebagai jujukan wisata favorit di Indonesia.”Semarang Night Carnival 2012 mengambil tema Semarang Berbunga Menuju Visit Jateng 2013. Kami  ingin berbenah agar Kota Semarang tak kalah cantik, indah, dan bersahaja dibanding kota besar lain di Indonesia,” katanya.
Untuk memeriahkan karnaval yang memasuki tahun kedua itu, Pemkot Semarang menggandeng beberapa media nasional, di antaranya MNC TV. Harapannya dengan melibatkan media nasional, kemeriahan SNC dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Pada kesempatan yang sama, Trijoto Sardjoko, pelaksana harian (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan, SNC 2012 diikuti 1.600 peserta. Mereka berasal dari beberapa sekolah, wakil kecamatan, universitas, perusahaan, dan komunitas. Sebelum mengikuti acara puncak, peserta telah mengikuti serangkaian acara workshop.
”Seluruh peserta juga dilatih koreografi yang didampingi oleh anggota Sanggar Greget Semarang. Selain koreografi, peserta dibekali teori berbusana dan penyesuaian musik pengiring,” tandasnya.
Tak hanya kemeriahan karnaval yang menarik. Kreatifitas peserta dalam mendesain gaun dengan motif bunga juga mengundang decak kagum. Salah satu peserta mengaku biaya yang dibutuhkan guna membuat kostum bermotif bunga teratai mencapai Rp 1,5 juta. ”Kira-kira per gaun sampai Rp 1,5 juta. Tapi pembiayaan dari sekolah,” kata Fitria, salah satu peserta dari kelompok SMA.
Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan karnaval bak pesta bunga itu. (H71,H35-43)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184848/Semarang-Pesta-Bunga

Hari ini Karnaval Pesisir Kota Tegal

ACARA ditunggu-tunggu berupa Karnaval Pesisir 2012, Sabtu ( 28/4), ditampilkan di hadapan masyarakat sepanjang jalan protokol. Acara tahunan menyambut HUT Kota Tegal ini berlangsung malam hari.
Satu hal menarik, apa yang ditampilkan dalam even tersebut, sangat berbeda jauh dengan karnaval yang diadakan tahun sebelumnya. Kali ini dikemas sedemikian rupa. Semua yang disajikan, layaknya pertunjukan dengan berbagai unsur di dalamnya.
Ada tata kostum atau busana, musik, gerak, seni rupa, make up, tata lampu atau lighting, dan unsur pelengkap pertunjukan. Sedangkan panggung dalam karnaval ini memanfaatkan jalan raya, yang merupakan ruang terbuka. Adapun setting berupa deretan kios, tiang listrik, papan reklame serta lampu.
Menurut penggagas karnaval pesisir, Erwindho Hascaryo, dalam kegiatan itu bakal menampilkan potensi budaya. Seperti khasnya acara larung sesaji sedekah laut, yang diadakan tiap tahun oleh nelayan. Bahkan dalam karnaval ini, acara tersebut tak lupa diikutsertakan.
"Acara gotong ancak dalam larung sesaji sebagai ikon utama acara karnaval. Selain keragaman etnik, baik dari segi busana, make upa dan sebagainya. Sehingga membuka kesadaran bahwa semua itu dibutuhkan kreatifitas. Disamping sentuhan keindahan."
Karena, tandas Erwindo, dalam dalam karnaval itu maka barang yang digunakan sebagai asesoris, ternyata mudah didapat. Bahkan ada di sekitar rumah. Tapi melalui tangan kreatif, menjadi sesuatu yang menarik. "Semua yang ditampilkan sebagai potensi pesisir," tutur lelaki yang sebelumnya pernah menyelenggarakan lomba lukisan kapal-kapal tradisional Pantura.
Dia menambahkan, dalam ajang karnaval pesisir, merupakan yang pertama kalinya digelar di Kota Tegal. Model seperti ini akan digelar rutin setiap tahun. Sehingga berkesinambungan, agar tidak putus di tengah jalan. Tapi terus nyambung dari tahun ke tahun.
"Di sini peran pendidik sangat penting. Mereka bisa menularkan pada para siswa, termasuk elemen lain. Karena untuk even karnaval pesisir, ada sebuah penularan ilmu pengetahuan dari profesional. Mengingat mereka terbiasa mengadakan acara serupa di berbagai kota, seperti Jember,  Solo, Jogja, dan Magelang."
Lebih lanjut Erwindo mengungkapkan, kali ini para profesional bidang karnaval berbagi pengalaman dalam penyelanggaraan kegiatan menyambut HUT Kota Tegal. Arak-arakan sepanjang jalan protokol, didukung sekitar 1.000 peserta. Termasuk drum band dari Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.
Sekitar 350 taruna ikut di dalamnya. Malam itu Kota Tegal diramaikan berbagai penampilan, selain dari instansi pemerintah maupun swasta. Tak ketinggalan melibatkan sejumlah komunitas. Berderet sepanjang jalan dari ujung utara hingga selatan.
Apa yang terlihat ibarat lautan manusia. Menumpuk di kanan-kiri jalan. Semuanya ikut menikmati keramain kota. Penonton akan tumplek-blek meninggalkan rumahnya masing-masing bersama anak istri.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir Gito Musriyono, sepanjang rute yang akan dilalui peserta, ada penambahan 30 lampu berukuran besar. Terangnya nyala lampu menambah gemerlapnya acara. Sehingga kota ini menjadi semakin hidup. (abidin abror)          
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Hari-ini-Karnaval-Pesisir-Kota-Tegal.html