Jumat, 25 Mei 2012

Cekcok di Keraton Solo Jadi Tontonan Turis

TEMPO.CO, Surakarta - Cekcok para kerabat keraton di depan umum malah jadi tontonan bagi para wisatawan. Kejadian yang langka terjadi ini menjadi tontonan para turis.
Percekcokan itu terjadi tepat di pintu utama keraton atau yang dikenal dengan nama Kori Kamandungan. Sesama kerabat keraton saling adu mulut saat Raja Keraton Surakarta, Paku Buwana XIII tidak diperkenankan masuk. Wisawatan yang kebetulan berada di sekitar lokasi tersebut dapat melihat langsung wajah raja yang ‘terlantar’ di muka keraton itu.
Hanya saja, para wisatawan itu tidak berani melihat dari dekat. Mereka hanya menyaksikan situasi tersebut dari kejauhan sembari menikmati jajanan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.
»Tadi sempat kaget, di keraton kok dijaga polisi,” kata Adiningsih, salah satu pelancong asal Surabaya. Dia semakin kaget setelah melihat adanya percekcokan di lokasi tersebut. Dia akhirnya mendapatkan cerita mengenai konflik di dalam keraton dari salah seorang pedagang.
Meski demikian, dia merasa menjadi wisatawan yang beruntung. Selama ini, dia hanya melihat sosok raja melalui foto. »Setelah berkunjung ke keraton berkali-kali, akhirnya bisa melihat wajah raja secara langsung,” kata Adiningsih. Sayang, lanjutnya, saat itu raja tidak mengenakan pakaian adat kebesarannya.
Salah satu wisatawan lain, Ryan Novianto justru berani mendekat. Bahkan dia beberapa kali mengambil gambar dengan menggunakan kamera miliknya. »Lumayan, momen yang sangat langka,” kata wisatawan asal Salatiga tersebut.
Meski demikian, dia sangat menyayangkan terjadinya cekcok antar kerabat yang dilakukan di muka umum tersebut. Apalagi, dia mengaku mendengar beberapa umpatan yang keluar. »Harusnya mereka bisa memegang norma dan budaya dengan baik,” katanya.
AHMAD RAFIQ
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/cekcok-di-keraton-solo-jadi-tontonan-turis-143633864.html

Kamis, 24 Mei 2012

Manager Lady Gaga Tanggapi Polemik Konser di Indonesia

Kamis pagi (24/05), di forum terbatas Music Matters 2012 di Singapura, manager Lady GaGa, Troy Carter sempat menanggapi pertanyaan seputar rencana konser Lady GaGa di Jakarta.
Troy diwawancarai oleh Michael Schneider dari Mobile Rodie, menganggap penolakan konser Lady GaGa di Indonesia bukanlah tentang Lady GaGa itu sendiri, namun ada banyak hal di belakangnya.
Menurut Widi Asmoro yang turut mengikuti Music Matters tersebut, Troy sebenarnya melihat Jakarta sebagai pasar potensial, apalagi bagi artist yang masih terus berkembang seperti Lady GaGa.
Troy juga membahas penjualan tiket yang begitu besar dan cepat di Jakarta, dan merupakan rekor tersendiri di Asia. Selain itu dalam setiap penampilan GaGa, Troy mengaku tidak pernah gegabah untuk menampilkan materi di atas panggung.
Lantas, ketika disinggung apakah Lady GaGa bakal menyesuaikan kostum panggung jika tampil di Jakarta? Troy masih menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa apa yang terjadi di Jakarta bukanlah soal Lady GaGa.
Troy juga sempat ditanya oleh Michael Schneider apakah mereka bakal tetap tampil di Jakarta? Yang dijawab, "Ya kami tetap akan tampil, asal dapat ijin," ucap manager Lady GaGa tersebut seperti dilansir Widi melalui blognya, Music Enthusiast.
Wawancara tersebut sebenarnya tidak secara khusus membahas Lady GaGa di Indonesia. Beberapa materi lain juga mencuat seperti tur dunia dan rencana peluncuran album. Serta ada juga tips dari sang manager untuk mengelola artis-artis dunia seperti Lady GaGa dan Greyson Chance. (kpl/pit/sjw)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/manager-lady-gaga-tanggapi-polemik-konser-di-indonesia-224300422.html

Edhie Baskoro Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Ternate (ANTARA) - Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum nyaris menjadi sasaran amuk massa di Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis.
Edhie dan Anas bersama sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat yang tiba di Bandara Babullah Ternate dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dihadang massa pendukung Ketua DPD Partai Demokrat Malut yang juga Gubernur Malut, Thaib Armaiyn di terminal bandara.
Sejumlah orang memukul dua pengurus DPP Partai Demokrat bernama Ibrahim dan Syarif, sedangkan Edhie dan Anas lolos dari aksi anarkis massa tersebut karena berlindung di belakang Thaib Ibrahim.
Edhie dan Anas datang ke Ternate untuk menghadiri Musda II Partai Demokrat Malut, namun akibat insiden tersebut, keduanya bersama seluruh rombongan memutuskan langsung kembali ke Jakarta dengan pesawat yang sama, sedangkan musda dibatalkan.
Thaib Armaiyn kepada wartawan mengaku, menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan akan meminta aparat kepolisian mengusut oknum yang melakukan pemukulan terhadap dua pengurus DPP Partai Demokrat.
Thaib yang pada Musda DPD Partai Demokrat Malut kembali mencalonkan diri itu mengatakan, penghadangan yang berujung dengan aksi pemukulan tersebut bermula dari surat DPP Partai Demokrat mengenai penunjukkan panitia pelaksana musda di luar sepengetahuan DPD Partai Demokrat Malut.
"Padahal, DPD Partai Demokrat Malut telah membentuk panitia pelaksana yang diketuai oleh Maryam Amra, entah apa dasarnya menjelang pelaksanaan musda muncul surat dari DPP. Itulah yang membuat kader dan simpatisan saya marah," katanya.
Menurut dia, masalah tersebut sudah disampaikan kepada Anas dan Edhie, namun untuk menuntaskan masalah itu, Anas telah meminta dirinya ke Jakarta pekan depan untuk klarifikasi lebih lanjut.
Musda II Partai Demokrat Malut sejak awal diprediksi akan menimbulkan keributan, karena ada dua panitia pelaksana yakni yang dibentuk oleh DPD I Partai Demokrat Malut dan yang dibentuk sesuai surat dari DPP Partai Demokrat.
Musda yang dibentuk DPD Partai Demokrat Malut semula akan digelar di Hotel Corner tanggal 24 sampai 25 Mei, sedangkan musda yang akan digelar oleh panitia yang ditunjuk DPP Partai Demokrat pada waktu yang sama di Hotel Amara, namun akibat insiden tersebut kedua musda itu dibatalkan.
Ada tiga calon yang maju pada Musda DPD Partai Demokrat Malut yakni Thaib Armaiyn, Beni Laos (pengusaha) dan Rahmi Husen (anggota DPRD Malut dari Fraksi Partai Demokrat). (tp)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/date-edhie-baskoro-nyaris-jadi-sasaran-amuk-massa-040708009.html

Dari Sosialisasi Tata Kelola Perpustakaan Sekolah

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar sosialisasi dengan mengundang semua Kepala UPTD Dikpora dan Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah). Seperti apa ?
LAPORAN : Hermas Purwadi
KEBERADAAN perpustakaan sekolah, setidaknya harus bisa dimaksimalkan sebagai sarana kegiatan pembelajaran siswa. Bukan hanya sebatas memajang buku semata dan memaksimalkan bangunan yang selama ini didanai oleh DAK. Untuk menjadikan perpustakaan sekolah menjadi sarana pelayanan informasi bagi siswa didik diperlukan tata kelola yang mumpuni dari pihak sekolah. Karenanya, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi kepada seluruh Kepala UPTD dan Ketua MKKS. Kegiatan itu digelar di gedung serba guna kantor Perpustakaan lantai II Kamis (24/5) pagi, kemarin.
Keinginan menjadikan perpustakaan sebagai sarana referensi dan penelitian bagi siswa didik mutlak harus ada dukungan tata kelola yang bagus. Sehingga kedepan siswa tidak hanya mengandalkan belajar dari guru, namun siswa juga terdorong melakukan berbagai inovasi dan eksperimen dengan memanfaatkan keberadaan perpustakaan sekolah.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal, Drs Waudin MSi, mengakui dengan adanya perpustakaan yang memadahi disekolah akan banyak memberikan kesempatan anak-anak untuk menggali ide dari beragam pengalaman yang didapat dari ruang perpustakaan.
"Perpustakaan sekolah sudah seharusnya bisa digunakan sebagai proses pembelajaran dan menantang siswa untuk melakukan metode inovasi lewat bacaan yang ada. Perpustakaan sekolah memang harus bisa menjadi sumber pembelajaran yang dinamis," cetusnya.
Dari data yang ada, total jumlah SD se-Kabupaten Tegal yang sudah dilengkapi perpustakaan sebanyak 70 persen. Disinilah permasalahan serius terkait petugas perpustakaan sekolah yang kini belum ditangani secara maksimal dan bukan dari ahli dibidangnya. Sehingga perpustakaan sekolah hanya sebatas sebagai pajangan belaka.
"Dari sosialisasi ini diharapkan seluruh kepala sekolah menjadi sadar arti penting dari perpustakaan sekolah. Kami akan menindaklajuti kegiatan ini dengan menggelar bintek tata kelola perpustakaan sekolah yang baik dan maksimal sesuai harapan siswa," terangnya.
Dia berharap, nantinya petugas perpustakaan di masing-masing sekolah tidak asal-asalan dan asal comot, namun pihak sekolah bisa lebih bijak menempatkan petugas yang profesional dan bisa menjalankan tata kelola perpustakaan sekolah yang baik.
Dia juga menyatakan bahwa anak didik punya cita-cita dan impian. Sekolah dalam hal ini diharapkan tidak hanya mampu meluluskan siswanya, namun lebih pada upaya memberikan pendidikan yang mendukung siswa untuk mencapai impiannya.
"Disinilah keberadaan perpustakaan sekolah yang dikelola secara profesional diharapkan mampu sebagai penunjang bacaan menantang yang dibutuhkan siswa untuk berinovasi sesuai daya nalarnya. Dengan bacaan yang dikelola secara professional, akan memudahkan anak melakukan koreksi untuk mewujudkan apa yang diimpikaannya. Ada semacam kesempatan bagi anak untuk menggali ide dari beragam pengalaman lewat perpustakaan sekolah," ujarnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Sosialisasi-Tata-Kelola-Perpustakaan-Sekolah.html

Muncul Isu Tragedi Sukhoi Akibat Sabotase Bisnis

TEMPO.CO, Jakarta -- Malapetaka Sukhoi Superjet 100 diduga bukan kejadiaan nahas semata. Sejumlah media luar negeri menganalisis ada sabotase terhadap Sukhoi pada saat joy flight, Rabu, 9 Mei 2012. Akibatnya, kapal itu menubruk tebing Gunung Salak dan menewaskan ke-45 penumpangnya.
Misalnya saja Russia & India Report. Dalam situs itu, analis Rakesh Krishnan Simha menuliskan Sukhoi Superjet 100 bukan sekadar pesawat uji coba. Kapal produksi 2009 itu telah dipesan sebanyak 300 buah oleh perusahaan penerbangan Armenia Armavia dan Aeroflot.
"Karenanya, tidak ada alasan untuk meragukan kelaikan dan keandalan Sukhoi," tulis Simha, 12 Mei 2012.
Simha juga menampik dugaan kesalahan manusia, baik dari sisi pilot Aleksandr Yablontsev atau pengawas menara Air Traffic Controller Bandara Soekarno-Hatta. Sebab Yablontsev turut campur dalam pengembangan Sukhoi. Sedangkan pengawas ATC telah memandu Superjet selama melayang, meski terhambat daerah pegunungan yang rumit.
"Jadi kita tak dapat menuduh kalau pengendali ATC salah membimbing Sukhoi hingga menabrak gunung," ujarnya.
Rusia mulai mengembangkan Superjet sejak tahun 2000. Sebagai proyek utama Moskow, Sukhoi ditujukan merebut pasar penerbangan dunia, melawan Boeing atau Airbus. Bahkan Superjet 100 berani menawarkan dirinya US$ 30 juta atau Rp 277 miliar lebih murah dari Embraer dan Bombadier, saingannya.
Selama ini, pasar pesawat di negara berkembang telah dikuasai perusahaan manufaktur penerbangan Amerika. Mereka tidak punya banyak saingan pada pangsa ini. Kedatangan Rusia dengan kapal terbarunya membuat Amerika memiliki musuh baru. "Terkadang kondisi itu menciptakan pertarungan yang membuat atmosfer bisnis berubah jelek," ujarnya.
Analisis tak jauh beda dicetuskan Wayne MADSEN di situs Strategic Culture Foundation. Wayne menganggap masuknya Superjet 100 ke pasar penerbangan telah menguntungkan Indonesia. Tapi, di sisi lain, keberadaannya mengancam bisnis Boeing. Apalagi sebelumnya Barack Obama menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk menjual 230 pesawat Boeing ke Lion Air dengan jaminan pinjaman US$ 22 miliar (Rp 203 triliun).
"Karenanya, ada kemungkinan Amerika tidak ragu melakukan sabotase industri pesaingnya, terutama pada saat masuk ke Asia," ujar Wayne.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/muncul-isu-tragedi-sukhoi-akibat-sabotase-bisnis-081643198.html

LANGKAH nyata mewujudkan iklim sejuk dan mendorong majunya sektor wisata di wilayah hukumnya, ditempuh Polisi Pariwisata Satuan Obyek Vital (Polpar Sat Ovit) Polres Tegal. Diantaranya melalui upaya pendekatan pemilik sektor hunian untuk terpanggil menjaga kebersihan saluran di sekitar penginapan.
Hal ini seperti yang dilakukan Polpar Obvit dengan terjun langsung melakukan pembinaan pada pelaku usaha perhotelan diobyek wisata andalan Kabupaten Tegal Guci.
Kanit Polpar Sat Ovit, Ipda Nugroho Santoso, menyatakan, langkah yang diambilnya untuk merealisasikan pola pembinaan dilakukan dengan menggandeng mitra pondok wisata.
"Kami berupaya merangkul mitra pondok wisata untuk mengedepankan pola kenyamanan sekaligus keamanan tamu hotel. Kenyamanan dalam hal ini terkait pemandangan yang bersih baik disekitar penginapan maupun disemua saluran yang ada disana," terangnya.
Dengan langkah menyentuh kepedulian terkait pentingnya menjaga kebersihan, diharapkan iklim sejuk dan asri diobyek wisata tersebut bisa tetap terjaga.
"Kami berupaya terus melakukan  penekanan pada penjaga villa untuk tidak hanya terfokus mengutamakan pendapatan materi, namun lupa meminta identitas dari tamu," terangnya.
Dia juga menganjurkan semua villa untuk terbiasa menyiapkan buku tamu. Dan perwira muda ini juga berharap jangan sampai pondok wisata dijadikan sarang pelaku kejahatan. Disinilah perlu peningkatan kewaspadaan pemilik villa terhadap identitas tamu yang akan menginap disana. Dan pihaknya juga tengah merancang untuk menggelar rasia dsan patroli bersama untuk menutup kemungkinan masuknya indikasi pelaku narkoba, yang menjadikan Guci sebagai ajang transaksi.
"Soal penertiban calo akan kami upayakan guna menekan kecenderungan negatif dengan menggiring para tamu atau pengunjung masuk dalam hotel khususnya kalangan pelajar. Upaya persuasif antar anggota mitra pondok wisata agar tidak melakukan persaingan tidak sehat dalam mematok  harga kamar, khususnya dihari- hari libur sempa tkami lakukan.Kedepan langkah seperti ini akan kami intensifkan secara berkala," tegasnya.  (her)

Produk Unggulan Dipamerkan

PRODUK unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal, selama empat hari dipamerkan atau dipromosikan. Hal ini dimaksudkan agar dapat dinikmati dan diketahui oleh masyarakat setempat dan daerah sekitar.
Pameran produk unggulan dibarengi dengan pasar murah dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Tegal ke 411 tersebut mengambil tema “Aku bangga memakai produk buatan tegal” tersebut dibuka Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum, dengan ditandai pemukulan gong, Rabu (23/5) malam. Pembukaan dipusatkan di area pameran di Open Space Slawi dan dihadiri jajaran Muspida plus serta kepala SKPD se-Kabupaten Tegal dan masyarakat.
Dalam pembukaan itu, Wakil Bupati Tegal sebelum melakukan kunjungan ke semua stand yang ada, mengatakan, Kabupaten Tegal merupakan suatu daerah yang memiliki sentra-sentra usaha masyarakat sebagai basis ekonomi kerakyatan. Dari semangat berkarya dan berkreasi dari masyarakat tersebut, Pemkab berkepentingan memberikan fasilitasi dengan memberikan kemudahan usaha dan menyediakan media untuk memamerkan hasil karyanya.
“Dengan pameran tersebut, diharapkan akan mampu membawa produk lokal Kabupaten Tegal dapat lebih dikenal oleh masyarakat setempat dan bahkan bisa dikenal diluar daerah,” katanya.
Dia juga berharap, dalam penyelenggaraan pameran tersebut kepada penyelenggara dan dinas/instansi terkait dapat menjadikan momen itu sebagai ajang transaksi bisnis dan mampu mendorong peningkatan hasil produksi daerah melalui inovasi rekayasa teknologi sederhana yang ramah lingkungan. “Pameran ini menjadi gerakan untuk mencintai produk lokal dan dalam negeri,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengembangan produk unggulan ini merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang nyata serta mampu memberikan kontribusi besar dalam penguatan ekonomi masyarakat. Karenanya dalam pengembanganya, sangat memerlukan sebuah kegiatan promosi yang terencana dengan baik. “Kami sangat berharap dengan pameran tersebut mampu memacu perkembangan perdagangan dan industri di Kabupaten Tegal. Hendaknya dijadikan sebagai sarana penggalian dan pengembangan sumber daya daerah, terutama produk unggulan daerah seperti pertanian industri dan pariwisata yang dikenal dengan program Pertiwi,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Seksi Pameran, Ir Toto Subandriyo dalam laporannya menjelaskan, bahwa dalam pameran tersebut memunculkan hasil produk pengusaha kecil dan menengah (UKM) dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan pemasaran. Ada pula penampilan hasil kreasi dari seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Tegal, penyajian hasil pembangunan daerah, dan diberikan hiburan kepada masyarakat serta menyediakan barang-barang yang harganya terjangkau oleh masyarakat.
Pameran tersebut, lanjut Toto, disediakan 86 kavling stand yang ditempati peserta dari unsur dinas, instansi, Kecamatan/UPTD se-Kabupaten Tegal, IKM/UKM, BBUMN/BUMD/Perbankan, TNI/Polri, Sekolah/Akademi, PNPM/PMI/PLN. Selain itu juga ada pula pedagang kerajinan/konveksi serta diadakan hiburan untuk keluarga. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Produk-Unggulan-Dipamerkan.html