Senin, 10 September 2012

Cara Aman Makan Mi Instan

Mi instan merupakan makanan yang paling simpel dikonsumsi. Mudah dan praktis. Namun perlu diingat bahayanya. Misalnya, endapan zat pewarna yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Ahli gizi Afrinia Ekasari menuturkan, mi instan terbuat dari bahan dasar tepung, terigu, telur, air dan mineral, serta dilengkapi bumbu dan minyak sayur. Memang ada kandungan vitamin, tapi pada faktanya, jauh dari standar untuk memenuhi angka kebutuhan gizi. Terutama bagi anak-anak.

Ada beberapa kandungan berbahaya pada mi instan, yakni bahan pengawet dan pewarna yang tidak dapat diurai di dalam tubuh, sehingga cenderung tidak dapat dikeluarkan. Jadi, apabila zat-zat tersebut terlalu sering dikonsumsi, dapat mengendap dalam tubuh dan bersifat karsinogenik atau merusak.

“Karena itu, untuk memenuhi zat gizi, sebaiknya mi instan ditambahkan sayuran dan protein hewani seperti telur, ayam, udang,” ujar wanita yang lama berkarir di perusahaan makanan tersebut. Afrinia menyarankan jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan.

Sementara Andi Imam Arundhana, ahli gizi dari Universitas Hasanuddin menguraikan bahwa dalam prinsip-prinsip makanan seimbang, apa yang dikonsumsi harus beraneka ragam, memiliki kandungan gizi. “Tidak hanya mengandung karbohidrat, tapi juga lemak, protein dan vitamin. Tidak cukup dengan kenyang saja,” ujarnya.

Sebagai gambaran, lanjut Andi, saat sarapan, seseorang membutuhkan sekitar 15-25 persen dari kebutuhan zat gizinya. Sementara kandungan mi instan baru memenuhi sekitar 16 persen kebutuhan karbohidrat dan lemak seseorang (kebutuhan 2.000 kkal).

Terkait dengan bahan pengawet, Andi mengungkapkan, kendati bisa hilang, memang sangat sulit. “Melalui sistem sekresi manusia, setidaknya sekitar empat hari kemudian,” ujarnya.

Karena itulah, dia mengatakan, kalaupun terpaksa harus mengonsumsi mi instan, durasi paling banyak 4-5 hari sekali. “Misalkan hari ini kita sudah konsumsi mi instan, empat hari sampai lima hari kemudian baru bisa konsumsi lagi,” jelasnya.

Andi dan Afrinia sependapat bahwa cara memasaknya harus diperhatikan, selain menambah bahan makanan lain saat mengonsumsi mi instan, demi kesehatan.  Keduanya menyarankan agar ketika memasak mi instan, air rebusan pertamanya dibuang. Hal itu perlu dilakukan untuk membuang pengawetnya.

“Barulah mi instan dimasukkan ke dalam air mendidih yang baru, sehingga kadar pengawetnya keluar,” jelas Andi.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah tidak menggunakan bumbu bawaan dari mi. “Kita bisa mengolah bumbunya sendiri seperti saat memasak,” kata Andi. Atau, minimal kurangi penggunaan bumbu mi instan. Ini untuk meminimalisasi masuknya pengawet ke dalam tubuh kita.

“Jika sudah terasa cukup, buang saja sisa bumbunya. Bila ingin lebih asin, ada baiknya ganti dengan menambahkan garam,” katanya. “Berbagai cara tadi bisa ditempuh, bila memang kita tidak bisa menghindari konsumsi mi instan.”

Bagian lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketika membeli. Kata Afrinia Ekasari, selain melihat tanggal kedaluwarsa, komposisi, logo halal, pastikan juga kemasan tidak cacat atau robek. Sebab dalam kondisi cacat atau robek, berbagai macam serangga dapat mengontaminasi mi instan tersebut.

Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/cara-aman-makan-mi-instan.html

Jokowi Nyengir Bareng Foke Kira Kira Ngobrol Apa ya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Meski perang urat syaraf lewat media massa semakin memanas menjelang Pilkada Jakarta putaran kedua 20 September 2012 mendatang, tapi akhirnya dua calon gubernur DKI Jakarta yakni Fauzi Bowo dan Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu, bersalaman, ngobrol-ngobrol dan nyengir bareng.
Yang bikin penasaran, mereka berdua ngobrol apa ya pas salaman dan nyengir bareng itu? Apakah sekadar bercanda atau ngobrol soal putaran kedua?
Entahlah. Tak seorang pun tahu apa yang mereka obrolkan berdua. Tapi di luar acara tersebut, dua figur ini ternyata rebutan klaim istilah 'koalisi rakyat.' Foke di lain acara mengaku lebih dulu mencuatkan istilah koalisi rakyat.
Sementara Jokowi juga sering menyebut-nyebut istilah tersebut, terutama dalam kaitan dirinya dikeroyok sederet 'partai gajah' yang mendukung Foke di Pilkada putaran kedua, 20 September.
Mereka bertemu di acara sarapan bareng atas prakarsa Polda Metro Jaya Senin (10/9). Tentu ini 'bukan sarapan biasa.' Acara sarapan spesial ini sengaja mengundang dua cagub Jakarta untuk dibuatkan kesepakatan jaga ketenangan jelang Pilkada putaran kedua.
Tampak dari kanan ke kiri; Joko Widodo dan Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama dan Nachrowi Ramli usai mengikuti acara sarapan pagi bersama Kapolda Metro Jaya Ispektur Jenderal Untung Suharsono Rajab dan jajaran Muspida DKI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/9).
Pada acara tersebut, Kapolda mengajak pasangan calon gubernur untuk menciptakan suasana damai dalam pemilihan gubernur mendatang.
 Sumber Berita : http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/10/jokowi-nyengir-bareng-foke-kira-kira-ngobrol-apa-ya

Foke : Yang Nekat Saya Cabut KTPnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon incumbent gubernur DKI Fauzi Bowo menimpali komentar pasangannya pada pemilukada, Nachrowi Ramli, yang mengatakan warga Betawi lebih baik keluar dari Betawi jika tak memilih orang Betawi pada 20 September nanti.

"Saya nggak percaya orang Betawi nggak kompak. Tetapi kalau memang ada yang nekat, kasih tahu saya. Nanti saya cabut KTP-nya," kata Gubernur yang akrab disapa Foke ini, Senin (10/9/2012) saat acara Lebaran Betawi di lapangan eks gedung Djabesmen, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Lebih lanjut, Foke mengatakan baru kali ini Lebaran Betawi dihadiri pengurus partai tingkat pusat. Pada acara tersebut, memang tampak hadir Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham. "Saya juga minta izin sampaikan laporan apa yang sudah kami kerjakan selama lima tahun untuk warga Jakarta. Hampir lima tahun memimpin, semuanya berjalan lancar," jelasnya.

Pria berkumis ini memberi contoh kalau ia sudah bekerja untuk warga Jakarta dan hal itu ada indikator yang jelas. Misalnya, kata Foke, bisa dilihat dari perolehan APBD dari tahun 2007-2012.

"Warga Jakarta sudah cerdas dan butuh bukti nyata. Kalau dibilang warga semakin makmur, apa buktinya? Waktu pertama saya menjabat, pendapatan perkapita warga Jakarta US$ 6.000, sekarang sudah US$ 10 ribu. Kemudian waktu pertama menjabat 2007, APBD DKI Rp 17 triliun. Saya hendak mengakhiri jabatan saya periode pertama, APBD DKI 2012 ditutup sejumlah Rp 41,6 triliun," imbuhnya.
 Sumber Berita : http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/10/foke-yang-nekat-saya-cabut-ktp-nya

Minggu, 09 September 2012

Debit Terus Menyusut

KEDUNGBANTENG – Sejak Juli 2012, kondisi debit air di waduk Cacaban terus mengalami penyusutan. Hal ini mengakibatkan Waduk Cacaban yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng saat ini mulai mengalami krisis air. Bahkan, bila dalam waktu dekat hujan tidak juga turun, kekrisisan debit air
waduk tersebut kian parah. Artinya, ancaman kekeringan lahan hingga kegagalan panen akan terjadi pada lahan warga yang mengandalkan air dari Waduk Cacaban. Dari infromasi yang dihimpun, jumlah lahan yang teraliri air dari waduk itu seluas 7.439 hektar yang membentang di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Lahan tersebut hampir sebagian besar merupakan lahan pertanian produktif warga setempat.
Koordinator Pelaksana Alokasi Air Balai Pelaksana Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, Adi Setijono, kemarin mengatakan, kondisi krisis air telah terjadi di Waduk Cacaban. Elevasi air Waduk Cacaban hanya tinggal 77,50 meter dengan volume 8 juta meter kubik. Padahal, volume air seharusnya  mencapai 12,44 juta meter kubik. “Jumlah itu di bawah pola normal,” katanya.
Rencananya, pengeringan Waduk Cacaban akan mulai dilaksanakan pada 16 Oktober-31 Oktober. Dibuka kembali bila debit air mencapai 12 juta meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, pengeluaran air dari Waduk Cacaban mulai dilakukan dengan sistem buka tutup, yaitu lima hari mengalir dan dua hari
mati. Debit air yang dikeluarkan sekitar 3,5 meter kubik per detik. Mestinya, debit air yang dikeluarkan hanya 3 meter kubik per detik.
Namun petani minta debit air yang lebih besar, meskipun pengeluaran tidak setiap hari. Namun demikian, pihaknya memberikan himbauan kepada
petani dan warga agar menghemat air. Seperti yang terkandung dalam Surat Edaran Gubernur Jateng, yang mana isinya meminta warga agar menghemat air.
    “Penghematan air menjadi solusi agar kekeringan tidak semakin parah,” tandasnya.
    Selain itu, himbauan lainnya adalah meminta warga menjaga kelestarian alam di daerah resapan air. BPSDA juga diminta untuk mengatur secara adil pola pasokan air irigasi.
    Terpisah, pengelola Obyek Wisata (OW) Cacaban, Burhanudin Iman Sutrisno, menjelaskan, penyusutan air memang terlihat jelas di lapangan. Permukaan air terus menurun selama musim kemarau. “Permukaan
air di Waduk Cacaban terus menurun,” jelasnya. (fat)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Debit-Terus-Menyusut.html

Komisi IV Akan Perketat Monitoring

KOMISI IV DPRD Kabupaten Tegal kedepan akan lebih perketat monitoring pelaksanaan DAK yang ada di Dinas Dikpora. Pasalnya, pada pelaksanaan proyek DAK tahun sebelumnya, didapat informasi dilapangan banyak terjadi ketidakberesan.
“Kedepan kami dari komisi IV akan lebih memperketat monitoring proyek DAK, karena dilapangan banyak informasi yang semrawut. Walaupun kami tidak percaya begitu saja dengan informasi tersebut,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, MG Marhaenismanto, kemarin.
Dia mengaskan, jika memang diperlukan, Komisi IV akan melakukan monitoring tersebut dengan turun ke beberapa sekolah yang telah menerima proyek DAK. Dengan harapan, anggaran yang diberikan dari pusat tersebut benar-benar bermanfaat. Karena, hal itu untuk Kabupaten Tegal dan masyarakat umum lainnya.
“Kami berharap, dilapangan tidak ada masalah dalam pelaksanaan proyek DAK untuk sekolah, baik yang digunakan untuk rehab maupun perpustakaan. Walaupun informasinya banyak yang kurang enak didengar,” ujarnya.
Proyek DAK yang diberikan dari pemerintah pusat ini nilainya sangat besar, dari sisa 2011 masih ada sejumlah Rp 36 miliar. Sementara untuk tahun 2012, dana yang diperoleh sebanyak Rp 41 miliar. Jika digabungkan sebanyak Rp 77 miliar.
Dari dana tersebut, banyak masyarakat yang bertanya kepada Komisi IV terkait pembangunan itu, namun dirinya merasa bingung karena belum menerima laporan dari Dikpora. Pihaknya pernah meminta laporan DAK kepada Dikpora, namun dirasakan pemberian laporan terlalu lama. Walau demikian, pihaknya tetap berharap proyek DAK ini benar-benar bisa dilaksanakan.
“Yah, kami pernah minta laporan terkait proyek DAK. Permintaan kami itu sekedar untuk mengetahui pelaksaannya sejauh mana, karena banyak masyarakat yang menanyakan. Namun, karena diberikannya terlalu lama, kami akhirnya mencari tahu sendiri,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Tegal, Drs Edi Pramono, menuturkan, bahwa pelaksanaan proyek DAK untuk rehab dan perpustakaan dilakukan sesuai dengan juklak dan juknis. Terkait dengan laporan yang diberikan ke Komisi IV, sebenarnya hanya kurang komunikasi saja. Padahal, sudah diberikan ke Komisi IV. “Sebenarnya terkait dengan permintaan laporan, ada miskomunikasi saja. Untuk pekerjaan DAK, kami lakukan sesuai dengan juklak dan juknis,” ungkapnya. (fat)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Komisi-IV-Akan-Perketat-Monitoring.html

Stikes Bhamada Peroleh Rekomendasi Dinkes

PENINGKATAN kualitas program serta lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bhakti Mandala Husada (Bhamada) Slawi terus dilakukan. Tak terkecuali untuk progran studi D3 Kebidanan. Hal ini dibuktikan dengan adanya rekomendasi Kepala Dinas Kesehatan untuk 20 lulusan terbaik dari Prodi D3 Kebidanan sebagai bidan penempatan di Puskesmas wilayah Kabupaten Tegal.
“Ini menjadi catatan positif bagi kami dan akan terus ditingkatan pada tahun selanjutnya,” ungkap Natiqotul Fatkhiyah SSiT, selaku koordinator seksi acara di sela Pelepasan dan Angkat Sumpah Calon Wisudawati Prodi D3 Kebidanan Stikes Bhamada Sabtu (8/9) kemarin di Sebayu Convention Hall Bahari Inn Tegal. Acara tersebut diikuti 96 calon wisudawati didampingi orang tua dan wali mahasiswa.
Natiqotul menambahkan, lulusan Stikes Bhamada memiliki ijasah plus. Pasalnya, bukan hanya sertifikat kompetensi dan ijasah saja, tetapi juga sertifikat Penanggulangan Penderita Kegawat Daruratan Obstetrik dan Neonatal (PPGDON).
“Kami bekerjasama dengan Emergency Medical Services 119 dari Jakarta dan asosiasi Rumah Sakit Daerah,” tambahnya. Sehingga mereka sangat siap menjadi bidan praktek mandiri di manapun berada.
Terkait kegiatan pelepasan dan angkat sumpah ini, merupakan kali kedua dilaksanakan. Biasanya dilangsungkan bersamaan dengan wisuda. Hanya saja, sejak tahun lalu dilaksanakan secara terpisah. “Ini sebagai acara pengantar sebelum wisuda, sehingga saat prosesi nanti tidak perlu ada angkat sumpah tenaga kesehatan lagi,” katanya.
Angkat sumpah ini dibacakan oleh dr Ida Gusti Ayu Trimurti MKes, kepala BKIM Dinkes Propinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan ini, sekaligus dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa terbaik. Yaitu kepada mereka dengan nilai praktek klinik kebidanan (PKK) tertinggi. Penghargaan diberikan kepada Evi Aprilia dan Amelia Sulistiya Ningrum. Penghargaan juga diberikan kepada calon wisudawati termuda, yaitu Ratna Puspita. (ela)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Stikes-Bhamada-Peroleh-Rekomendasi-Dinkes.html

Dari Halal Bi Halal Keluarga Besar LSM Benmas

Keluarga besar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Masyarakat (Benmas) Kabupaten Tegal mengadakan silaturahim dan halal bi halal. Seperti apa ?
LAPORAN : MOHAMMAD GHONI
Dalam silaturahim dan halal bi halal yang digelar LSM yang gemar memberikan kritisi secara santun itu, mengundang semua elemen dan lembaga masyarakat yang ada di Kabupaten Tegal. Sejumlah lembaga pemerintah di Kabupaten Tegal, TNI/Polri, DPRD, dan elemen lain, nampak hadir pada acara yang digelar di Gedung Rakyat Slawi, Sabtu (8/9) kemarin.
    “Kami ingin menjalin kebersamaan dengan semua elemen yang ada di masyarakat khususnya Kabupaten Tegal,” Kata Ketua LSM Benmas, Eko Basuki SH, yang akrab disapa Ui itu, kemarin.
    Dikatakan Ui, kehadiran perwakilan dari Pemkab Tegal, DPRD, TNI/Polri dan elemen masyarakat itu merupakan sebuah bukti jika LSM Benmas berkiprah sesuai koridor LSM. Diakuinya, LSM nya sering melakukan pengkritisan terhadap kebijakan pemerintah, namun itu dilakukan dalam bentuk yang santun. Karena pada dasarnya, lembaganya tidak ingin menciptakan permusuhan, namun kebersamaan.
    Menurut dia, momentum silaturahim dan halal bi halal tersebut merupakan momentum yang tepat, karena masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri. Memang acara itu digelar sebagai wahana silaturahim dan saling memaafkan, jika selama ini kiprah lembaganya melakukan kesalahan dan kekeliruan. “Ini sebuah momen yang sengaja digadang untuk saling berinstrospeksi,” ujar UI.
    Disisi lain, Asisten III Sekda, H Masykur Ferdiansyah, mewakili Pemkab Tegal, menjelaskan dalam sambutannya, jika Pemkab menjalin komunikasi dengan semua pihak termasuk LSM Benmas. Pemkab sendiri berharap, kemitraan itu dapat selalu terjalin diantara keduanya.
    “Kami berharap, LSM Benmas tetap bersinergi dan bekerja sesuai arah niatan saat dibentuknya. Dan diminta mampu memahami arah pembangunan daerah,” terang Masykur Ferdiansyah.
    Sementara guna meriahkan gelar acara yang dihadiri oleh perwakilan dari Pemkab Tegal, DPRD, Brigif 4/Dewa Ratna, dan sejumlah eleman lainnya, dihibur oleh penampilan grup band G-One. Tampilnya G-One guna mengingatkan semua masyarakat Kabupaten Tegal terhadap grup yang dibentuk oleh Bupati tegal non aktif, H Agus Riyanto SSos MM.
    Acara yang berlangsung secara sederhana namun meriah itu juga dimanfaatkan oleh sejumlah elemen yang hadir untuk saling bertukar informasi. Selain itu, beberapa diantaranya juga sempat menggelar diskusi ringan yang membahas berbagai topik hangat di Kabupaten Tegal. (*)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Halal-Bi-Halal-Keluarga-Besar-LSM-Benmas.html