Jumat, 08 Juli 2011

Penanganan Kanker di PCC Singapura

KANKER masih merupakan penyakit yang mengkhawatirkan dan bisa menyerang siapa saja hingga berujung kematian. Namun bukan berarti penyakit tersebut tidak bisa dicegah atau diobati. Melalui perkembangan teknologi dan obat-obatan, kini lebih banyak penderita kanker bisa disembuhkan. Bagaimana penanganan penyakit ini, wartawan Suara Merdeka Rony Yuwono yang mengikuti Media Famtrip di Parkway Cancer Center (PCC) Singapura 30 Juni-2 Juli lalu, melaporkan dalam dua tulisan.
PADA sesi pertemuan dengan sejumlah jurnalis dari Indonesia dan Malaysia di Mount Elizabeth Hospital, Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologis Medis PCC dokter Ang Peng Tiam begitu semangat menjelaskan berbagai hal tentang penyakit kanker.
Maklum saja karena ia menangani penyakit ini sejak 1986. Dikatakan, kanker bisa menyerang siapa saja.
Menurutnya, ada orang yang tidak merokok, tidak minum-minuman keras, dan berolahraga bisa terkena kanker. Namun meski begitu kanker bisa diobati. ”Penyakit ini bukan harga mati jika terdeteksi lebih awal. Lebih dini terdeteksi akan lebih mudah disembuhkan,” tutur dokter Ang.
Penyebab kanker, kata dia, bisa karena genetika dan gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat. ”Saran saya be happy (hidup dibuat senang). Selain itu orang juga harus bisa mengendalikan stres dan berperilaku positif,” ingatnya. Ia membenarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memprediksi jumlah penderita dan jumlah kematian karena kanker meningkat sejak 2007 hingga 2030. Dijelaskan, penanganan kanker membutuhkan keahlian dari berbagai disiplin. PCC bekerja satu tim mengumpulkan para ahli dari berbagai disiplin untuk menangani pasien. PCC terdiri atas ahli onkologis dan radiasi, ahli bedah, ahli radiologi, dan ahli pathology.
Teknologi
Menurut dia, semangat tim ditambah teknologi kesehatan yang canggih merupakan kabar baik bagi pasien kanker. Kemajuan terbesar dalam perjuangan melawan kanker adalah perkembangan jenis dan efektivitas obatnya yang pesat. Dengan metode kemoterapi baru seperti cytotoxic agent, biologic agent, dan targeted cancer therapy, pasien lebih diuntungkan.
Dicontohkan, teknologi Positron Emission Tomography - Computed Tomography (PET-CT) Scan mampu mendeteksi sel kanker yang tersembunyi di balik tubuh. ”Ada pula TomoTherapy yang merupakan kemajuan lain di bidang radioterapi. Dengan teknologi ini dosis radiasi bisa dikendalikan.
Seperti peluru kendali laser, radiasi hanya diberikan ke sel-sel kanker dan membunuhnya, sementara jaringan sehat di sekitarnya tidak terganggu,” paparnya. CT-Scan di PCC memiliki daya 320 slices sehingga bisa melihat jaringan yang terserang penyakit. (47)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/9 Juli 2011

Pengamanan Konggres

SM/Yoma Times Suryadi
PENGAMANAN KONGRES: Anggota Polri dan TNI mengikuti apel pengamanan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di halaman The Sunan Hotel, Solo, Jumat (8/7). Sebanyak 1.600 personel aparat keamanan dari Polri dan TNI diterjunkan untuk pengamanan KLB PSSI yang digelar hari ini.(30)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/9 Juli 2011

Ini Konggres Bukan Perang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Kelompok 78, Saleh Mukadar merasa kecewa karena beberapa peserta Kongres PSSI yang digelar di The Sunan Hotel pada pukul 10.00 WIB masih tercecer di luar area Hotel.
Pasalnya,  kedatangan mereka yang secara bergerombol langsung mendapat halangan dari aparat.
"Ini bukan perang, ini organisasi sepakbola. Kalau mau memeriksa bukan di jalan, tapi di lobi. Kami ini ada pejabat DPR, Kepala Daerah. Ini sangat berlebih dan arogan," tegasnya di area The Sunan Hotel, Sabtu (9/7/2011).
Hingga kini, para rombongan Kelompok 78 masih saja berada di luar area hotel, sembari menunggu beberapa rekannya yang masih terhalang.
Keresahan pun sempat menghinggapi mereka yang khawatir akan terlambat mengikuti Kongres, mengingat agenda tersebut akan dimulai pukul 10.00 WIB.
"Bagaimana ini, acara jam 10.00 WIB, tapi kami sebagai peserta masih di sini," imbuhnya.
"Kami kecewa dengan cara seperti ini. Ini bukan organisasi mafia," cetus manager Persebaya 1927 ini.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

20 Jenis Ponsel Radiasi Tinggi Sebabkan Tumor

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga peneliti di WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), mengeluarkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa menggunakan ponsel terlalu lama akan mengakibatkan terjadinya tumor otak jenis glioma. Demikian dilansir CNN, Rabu (1/6/2011).
Radiasi ini diukur dalam satuan specific absorbed radiation atau SAR. Berikut 10 ponsel dengan tingkat radiasi tertinggi, urutan mulai dari yang terendah hingga tertinggi dalam kategori berbahaya jika digunakan secara berkala seperti ditulis Cnet.
1.Motorola i576
Tingkat SAR: 1.45
2.Kyocera X-tc
Tingkat SAR: 1.45
3.Kyocera Wild Card M1000
Tingkat SAR: 1.46
4.Motorola Atrix 4G
Tingkat SAR: 1.47
5.LG Chocolate Touch
Tingkat SAR: 1.47
6.HTC Desire
Tingkat SAR: 1.48
7.Motorola Droid 2
Tingkat SAR: 1.49
8.Motorola Droid
Tingkat SAR: 1.49
9.Sanyo Vero
Tingkat SAR: 1.49
10. LG Rumor 2
Tingkat SAR: 1.51
11. ZTE Salute
Tingkat SAR: 1.52
12. Motorola Grasp
Tingkat SAR: 1.51
13. Motorola Defy
Tingkat SAR: 1.52
14. Nokia Astound
Tingkat SAR:1.53
15.Motorola i335
Tingkat SAR: 1.53
16. Kyocera Jax S1300
Tingkat SAR: 1.55
17. Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro
Tingkat SAR: 1.55
18. Sony Ericsson Satio (Idou)
Tingkat SAR: 1.56
19. Motorola Droid 2 Global
Tingkat SAR: 1.58
20. Motorola Bravo
Tingkat SAR: 1.59
 
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Eva Kusuma Sundari : SBY Lebih Baik Mundur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari punya argumentasi lain terkait apa yang disampaikan UKP4, tentang mayoritas kinerja menteri yang tak jalan. Bagi Eva, hal itu menjadi bukti, SBY sebagai presiden, sudah tak lagi dianggap oleh para pembantunya di kabinet.

"Itu bukti SBY sudah nggak mampu. Jadi, mending mundur saja. Bawahannya saja, sudah nggak jalan," sindir Eva, Sabtu (09/07/2011).

Mayoritas para menteri yang sudah tak jalan, kata Eva, bukti Presiden SBY mengakui, tak mampu lagi mengatur bawahannya.

"Karena udah ngaku gak mampu mimpin, mestinya mundur. Jadi, lebih hemat energi daripada menggunakan Hak Menyatakan Pendapat," Eva menegaskan.

Dikatakan pula, terkait masih mandegnya penyelesaian kasus skandal Bank Century, Eva menuturkan, fraksinya di DPR, juga beberapa fraksi lain, Golkar dan PKS berencana akan menggunakan Hak Menyatakan Pendapat.
Dalam hal ini, KPK dideadline hingga dua bulan ke depan, untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum dalam kasus bailout Bank Century.

"Hak Menyatakan Pendapat adalah proses politik tertinggi di DPR. Paling tidak, mereka yang disebut-sebut bertanggungjawab dalam bailout Bank Century itu, bisa diperjelas statusnya," tandas Eva Kusuma Sundari.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Shooting Tanpa Izin Briptu Norman Digelandang Provost

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi yang fenomenal karena video tarian dan lagu India, Briptu Norman Kamaru, dibawa anggota Provost Mabes Polri dari lokasi shooting sebuah studio televisi swasta di Jakarta, Kamis (7/7/2011) malam.
Mabes Polri harus turun tangan mengingat keberadaan anggota Brimob Polda Gorontalo itu belum izin kepada atasannya. Mabes Polri membantah bahwa Birptu Norman yang saat ini telah dipulangkan ke Gorontalo, sempat dilakukan pemeriksaan secara intensif.
"Bukan diperiksa, tapi diminta klarifikasi saja apakah dia (Norman) sudah mendapatkan izin atau belum," ujar Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri, Brigjen Pol Budi Waseso saat dihubungi wartawan pada Kamis (7/7/2011) malam.
Mabes Polri mengakui bahwa keberadaan Briptu Norman di Jakarta malam tadi dalam masa cuti. Namun, Mabes Polri tetap harus mengecek, apakah yang bersangkutan telah mendapat izin atas aktivitasnya di luar dinas tersebut.
"Namanya cuti ya bisa saja, meski cuti dinas sudah ada ijin tertulis belum, kalaupun izin secara lisan juga enggak apa-apa juga," ujarnya.
Sebagaimana Tribunnews.com beritakan, sebelum tampil di studio Trans7, Briptu Norman sempat tampil di acara musik anak muda, Dasyat.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Wanita Terseksi di Dunia Ini Tolak Operasi Wajah

LONDON, INGGRIS, Berita Selebriti - Model dan artis seksi Rosie Huntington Whiteley sangat terkejut ketika seorang dokter yang juga pakar kulit terkenal menyarankan dirinya untuk menjalani prosedur Botox di usianya yang baru 24 tahun.

Namun artis asal Inggris menepis saran dari ahli kulit itu, ia bersikeras untuk tidak melakukan prosedur suntik untuk mengencangkan wajah tersebut.

Huntington Whiteley, pemeran utama perempuan dalam film Transformer: Dark of the Moon mengaku tidak punya keinginan sedikitpun untuk melakukan operasi untuk mendapatkan kesempurnaan dalam penampilannya.

`Baru-baru ini, aku bertemu seorang dokter kulit, dia menganjurkanku untuk mencoba Botox. Aku sekarang baru 24 tahun, jadi aku hanya tertawa.` kata Huntington pada Britain`s Elle magazine.

Rosie Huntington baru-baru ini dinobatkan menjadi wanita terseksi versi majalah Maxim, model Victoria Secret mengalahkan Olivia Munn dalam daftar 100 perempuan terseksi di dunia.
Sumber Berita : http://news.manycome.com/2472.html