Rabu, 25 Januari 2012

Waspadai Ancaman Badai Matahari

MENJELANG tahun 2012, masyarakat dari berbagai kalangan kembali ramai memperbincangkan isu mengenai huru-hara dan bencana besar yang mengancam bumi pada tahun tersebut. Bahkan, kemunculan badai matahari yang diperkirakan akan menyebabkan kepunahan peradaban manusia banyak beredar di dunia maya, situs jejaring sosial, dan Blackberry Messenger.
Waspadai Ancaman Badai Matahari Tahun 2012

Salah satu isu tersebut menyebutkan bahwa badai matahari akan muncul pada 21 Desember 2012 yang bertepatan dengan berakhirnya penanggalan Suku Maya. Pada saat itu, manusia dan peradabannya dikabarkan akan punah, seperti punahnya dinosaurus akibat asteroid yang menghantam bumi di Semenanjung Yukatan, Meksiko sekitar 65 juta tahun lalu.

Kepala Observatorium Bosscha, Hakim Luthfi Malasan mengatakan, badai matahari memang diperkirakan muncul pada tahun 2012 mendatang akibat siklus matahari setiap 11 tahun. Siklus matahari yang terjadi pada tahun 2001 lalu diperkirakan kembali terjadi antara tahun 2012-2014 dan salah satunya menyebabkan badai matahari.

“Berdasarkan siklus, aktivitas matahari akan meningkat pada tahun 2012. Namun, berdasarkan berbagai penelitian, siklus itu akan bergeser antara tahun 2012 dan 2013. Tingkat aktivitasnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan siklus matahari pada tahun 2001,” katanya saat ditemui di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/12).

Meski demikian, Hakim mengungkapkan, badai matahari yang terjadi akibat siklus tersebut tidak akan menyebabkan kepunahan manusia seperti teori katastrofi yang dianut sebagian ilmuwan. Badai tersebut, kata dia, hanya berpotensi menyebabkan kerusakan satelit dan komunikasi radio serta perubahan iklim yang ekstrem, seperti terjadinya badai el nino dan la nina.

Badai matahari atau solar storm merupakan efek yang ditimbulkan dari lidah api matahari (solar flare) yang menyembur akibat lontaran massa korona seiring dengan meningkatnya aktivitas matahari. Semburan lidah api matahari setara dengan 2,5 x 10 25 megaton TNT atau miliaran bom atom. Panjang lidah api bisa mencapai 2-3 juta kilometer dan berlangsung sekitar dua jam.

Jika dibandingkan dengan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150 juta kilometer, kata Hakim, lidah api matahari tentu tidak sampai ke permukaan bumi. Hanya saja, fenomena itu menimbulkan radiasi gelombang elektromagnetik yang salah satunya menyebabkan badai matahari.

“Badai matahari itulah yang bisa menembus pelindung bumi, yakni atmosfer dan magnetosfer. Akibat hantaman badai matahari, satelit dan jaringan telekomunikasi akan rusak, sehingga menyebabkan alat komunikasi dan elektronik di bumi, seperti Hp, ATM, radio, dan televisi tidak berfungsi,” katanya.

Pada tahun 2003, Hakim menyebutkan, badai matahari sempat membuat listrik padam di kawasan Kanada dan Alaska yang juga menimpa kawasan Inggris Raya beberapa tahun lalu. Pada tahun 2005, badai matahari juga menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan di dunia tertunda akibat cuaca ekstrem.

Terakhir pada tanggal 26 Desember 2011 lalu, NASA juga mendeteksi terjadinya badai matahari akibat semburan lidah api matahari. Pada saat yang sama, Hakim mengaku beberapa alat telekomunikasinya tidak berfungsi tetapi terlalu dini baginya untuk mengaitkan kedua hal tersebut.

Tidak dimungkiri, kata Hakim, badai matahari menyebabkan sejumlah kerusakan satelit komunikasi yang memengaruhi kehidupan di bumi. Namun, lanjut dia, hal itu jangan lantas dikaitkan dengan terjadinya bencana besar di bumi, bahkan kiamat karena tidak ada yang bisa memprediksinya.

“Informasi ini penting untuk diketahui agar kita bisa melakukan mitigasi bencana. Namun, hal ini jangan sampai membuat kita cemas dan takut, apalagi mengaitkannya dengan hal-hal mistis,” ucapnya.
Sumber Berita : http://info-infounik.blogspot.com/2011/12/waspadai-ancaman-badai-matahari-tahun.html

10 Alasan Konyol Anggota DPR Tidur Saat Sidang

@Surgaberita - Anggota DPR banyak yang tertangkap kamera tidur saat sidang. Apa alasan mereka tidur? Ini dia 10 alasan kocaknya. Mudah-mudahan alasan di bawah ini tidak benar, jadi kita mengharapkan anggota DPR tidak tidur saat sidang.
DPR tidur saat sidang
1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda.
2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur
3. Pasti akan ngantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya,
4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya,
5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.
6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, k
7. Karena yang dibahas dalam sidang tidarena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.ak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.
8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya dingin harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.
9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini.
10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur saat sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang.

Selasa, 24 Januari 2012

Semarak Festival Seni Budaya Islam di Palembang

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Antusiasme para pelajar di Palembang sangat tinggi mengikuti Festival Seni Budaya Islam (FSBI) 2012 yang diselenggarakan SMAN 6 akhir pekan lalu. Festival ini dibuka Walikota Palembang yang diwakil Asisten IV Sekwilda Erwin Bakri.
Festival yang sebelumnya bernama Festival Muharam berlangsung semarak dengan diikuti puluhan siswa dari 33 SMA negeri dan swasta yang ada di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Menurut panitia pelaksana M Andaris, FSBI yang diselenggarakan bertepatan 27 Shafar 1433 H memperlombakan cabang nasyid, lomba dai, kaligrafi, iklan Islami, tilawah, majalah dinding, dan lomba debat islami. Juga diisi dengan kegiatan donmor darah dengan peserta guru, siswa dan warga sekitar SMAN 6.
“Festival ini seharusnya dilaksanakan bulan Muharam lalu dan diberi nama Festival Muharam dalam rangka memperingati 1 Muharam. Namun kini diberi nama Festival Seni Budaya Islam ataui FSBI , menyesuaikan dengan program sekolah yang mengacu pada kalender masehi,’ ujar Andaris.
Pada festival kali ini diisi hiburan dari grup Nasyid SMAN 6 berlangsung meriah saat berlangsung lomba iklan Islami karena peserta banyak yang memplesetkan beberapa iklan TV sehingga menjadi sebuah ‘iklan’ baru yang memberi pesan kepada umat Islam terutama remaja agar beribadah karena Allah, bukan karena paksaan atau untuk mengharapkan sesuatu yang sifatnya duniawi.
Dalam kegiatan FSBI kali ini, juara umum diraih peserta dari SMA Negeri 17 Palembang yang mengumpulkan poin terbanyak dari seluruh cabang yang dilombakan.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/semarak-festival-seni-budaya-islam-di-palembang-101603584.

Pengemudi Mobil Maut Mengaku Bukan Pecandu

TEMPO.CO, Jakarta - Meski disebutkan polisi menggunakan narkotika, Afriyani Susanti mengaku bukan pecandu. Pernyataan perempuan 29 tahun itu disampaikan ke penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya.
"Ia mengaku tidak aktif, cuma sesekali," kata ujar juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto ketika dihubungi Selasa, 24 Januari 2012.
Usai menjalani tes urin dan darah, Afriyani dan tiga temannya dalam Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2479 XI terbukti memakai narkotika jenis sabu dan menenggak minuman keras. Ia menambahkan, Afriyani mengakui bersama teman-temannya pulang dari pesta ulang tahun teman di sebuah hotel. Afriani menyetir, sementara tiga temannya tidur.
Rikwanto menuturkan, pengakuan serupa disampaikan tiga rekan Afriyani, yaitu Deny Mulyana, 30; Adistira Putri Grani, 26; serta Arisendi, 34. Mereka mengaku hanya sesekali memakai sabu.
Kata Rikwanto, polisi terus memantau kondisi perempuan yang juga sutradara iklan itu di tahanan. "Hingga kini belum terlihat dia sakaw, masih perlu waktu karena tiap orang berbeda-beda," Rikwanto menjelaskan.
Afriyani berada dalam tahanan kepolisian Polda Metro Jaya, setelah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika dan menabrak pejalan kaki yang menewaskan sembilan orang. "Kalau tiga temannya masih menjalani proses pemeriksaan dan tidak ditahan," ujar Rikwanto.
Pada Ahad, 23 Januari 2012, mobil Daihatsu Xenia yang disopiri Afriani melaju kencang dan menghantam selusin pejalan kaki di trotoar dan halte di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Akibatnya, 9 orang tewas dan 4 terluka. Kebanyakan korban adalah mereka yang baru pulang berolahraga di Monas.
Selain dijerat pidana narkotika, Afriyani dituduh dengan pasal berlapis, antara lain UU Lalu Lintas. Ia disangka tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Surat Izin Mengemudi.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pengemudi-mobil-maut-mengaku-bukan-pecandu-042933649.html

Pemkab Gelontoran Rp 15 Milliar

SLAWI - Upaya menunggu kucuran dana dari pusat untuk merampungkan bangunan tirbun bagian barat stadion Tri Sanja yang tak jua membuahkan hasil, akhirnya menggugah pemkab untuk mendukung proses penyelesaian dengan kucuran dana APBD II. Bangunan yang sempat didirikan tahun 2006 tersebut kini akan kembali dilanjutkan pengerjaannya dengan dukungan dana sebesar Rp 1,5 milliar.
Kepala DPU Ir Erling Susiardi MSI melalui Kabid Tata Ruang Pertamaman dan Kebersihan, Ir Heri Suhartono MM mengatakan prosentase pengerjaan yang sempat terhenti itu kini baru mencapai 30 persen.  "Dengan dukungan dana yang ada, kami berharap proses pembangunan itu bisa selesai tahun ini. Kami akan segera memasang atap, sekaligus pengadaan kamar mandi dan kamar ganti dibagian tribun barat," tegasnya, Selasa (24/1).
Lepas dari dukungan dana senilai Rp 1,5 milliar, pihaknya juga mendapat gelontoran dana sebesar Rp 600 juta untuk mendukung proses pengaspalan jalan keliling komplek GOR Tri Sanja. Kini pihaknya telah mematangkan program ini dengan menggandeng pihak konsultan bangunan. Tak ditampiknya sebelumnya memang ada wacana untuk meminta dana dana Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk memback up penyelesaian bangunan tersebut. Saat itu bantuan yang diharapkan dari pusat besaran nominalnya mencapai Rp 2 milliar.
Ketika disinggung soal pembenahan atap tribun sebelah timur yang kini kondisinya sangat memprihatinkan,dengan lugas Heri menyatakan ajuan untuk perrbaikan itu telah dilakukan tahun 2011 lalu.  "Kami sempat mengajukan anggaran pemeliharaan termasuk didalamnya pembenahan atap tribun sebelah timur sebesar Rp 400 juta. Namun keterbatasan anggaran membuat ajuan itu tidak terealisasikan. Dan pada tahun 2011 sendiri kami juga lebih memfokuskan diri pada tahapan finishing  GOR Indoor yang ada disebelah stadion," cetusnya.
Pihaknya mengakui hingga memasuki tahapan ke III awal tahun 2011 lalu dana yang telah tersedot untuk pembangunan GOR indoor sebesar Rp 6,7 milliar. Pihaknya mengakui gelontoran dana untuk pembangunan GOR Indoor sendiri dilakukan secara bertahap. Dimana untuk tahapan ketiga telah dikucurkan senilai Rp 2,7 milliar.  "Kami juga sudah punya wacana untuk pembuatan lapangan out door disebelah selatan GOR Indoor yang dihususkan untuk cabor tenis lapangan. Harapan kami, bila GOR sudah bisa kelar, rencana tersebut bisa segera direalisasikan," terangnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Gelontoran-Rp-15-Milliar.html

Mengintip RTH Depan Terminal Slawi

Proses finishing pembenahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berlokasi didepan terminal bus Slawi, akhirnya dipastikan akan dilakukan tahun ini. Menginjak tahun keempat sebelumnya lahan itu dibiarkan mangkrak lantaran tidak adanya dukungan dana APBD untuk merampungkan bangunan secara paripurna. Kini setelah proyek itu dipindahtangankan dari Bidang Cipta Karya ke Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan, harapan untuk mewujudkan areal RTH  menjadi sentra pasar rakyat kembali bersinar. Seperti apa langkah yang akan diambil Bidang Tata Ruang  Pertamaman dan Kebersihan menjawab tantangan tersebut ?
LAPORAN : Hermas Purwadi Wijayanto
KUCURAN dana APBD  II senilai Rp 750 juta yang  diserahkan ke DPU Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan menjadi jawaban akan dilanjutkannya pembenahan RTH. Hal ini sebagai jawaban keseriusan pemkab terhadap keinginan pedagang kaki lima yang akan mengadu keberuntungan khusunya di malam hari.
Kepala DPU Ir Erling Susiardi melalui Kabid Tata Ruang Pertamaman dan Kebersihan, Ir Heri Suhartono MM mengatakan, pihaknya baru mengkalkulasi dana yang tersedia dan sekaligus melakukan konsultasi dengan Cipta Karya yang sebelumnya sempat menangani proyek tersebut, sebelum melakukan pematangan program dengan pihak konsultan.
"Konsep yang sudah saya siapkan adalah membuat tempat tersebut terang pada malam hari, serta terpenuhinya kebutuhan air bersih dilokasi. Jadi ada wacana untuk membuat tower air sekaligus kamar mandi dan wc disana. Selebihnya kami juga akan menggandeng peran serta perusahaan untuk membuat gazebo sebagai sarana pendukung sebuah RTH dijantung kota," ujarnya.
Wacana awal menjadikan lahan RTH sebagai sentra pasar rakyat yang didukung dengan keberadaan panggung hiburan ditengah-tengah areal tak ditampiknya akan tetap dipertahankan. Dia juga mengaku akan lebih memfokuskan lahan tersebut sebagai pusat pujasera dan tidak mengakomodir pedagang sayur mayur menempati lokasi tersebut.
"Nantinya pusat jajan lebih dinomorsatukan untuk menempati lahan itu, berikut penjual cidera mata. Kami masih mengakomodir pedagang buah-buahan namun tidak untuk sayur mayur," cetusnya.
Terkait keberadaan podium terbuka ditengah-tengah areal RTH, Heri mengaku ada wacana untuk melakukan jejaring pendekatan dengan grup band anak muda Slawi. Dengan pemikiran dari pada anak band tersebut berlatih dan bermain dirental music, mereka bisa mengoptimalkan panggung yang ada untuk tampil didepan public. Kehadiran anak band itu diharapkan bisa menjadi faktor penarik pengunjung untuk mendatangi RTH, dan memancing mereka  membeli aneka dagangan yang tersedia disana.
Terpisah sekretaris DPU Zefri Yusuf SH mengatakan, dengan rampungnya pembangunan RTH diareal depan terminal bus Slawi akan dimaksimalkan untuk merelokasi PKL yang selama ini menempati trotoar depan terminal bus sekaligus disepanjang jalan Letjen Suprapto. "Sesuai DED-nya pemanfaatan RTH itu akan diformat seperti sentra pasar rakyat dengan dukungan panggung hiburan ditengah-tengah areal. Namun untuk segi pemanfaatan sepenuhnya memang kami serahkan pada Disperindag maupun Dinas Pasar. Mereka yang punya wewenang penuh untuk melakukan pembinaan pada pedagang sekaligus PKL. Ini mengingat kami hanya sebatas sebagai lembaga teknis yang berwenang menyelesaikan bangunan tersebut," terangnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Mengintip-RTH-Depan-Terminal-Slawi.html

Dr Titien Pimpin Saka Bakti Husada

SLAWI – Kepala Puskesmas Slawi, dr Titien Widyaningsih berhasil terpilih menjadi nahkoda Satuan Karya (Saka) Pramuka Bakti Husada (SBH) Kwartir Cabang 11.28 Tegal pangkalan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal masa bakti 2011-2016. Dr Titien ditetapkan sebagai Ketua Pinsaka Cabang oleh formatur dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Saka Bhakti Husada Cabang yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Selasa (24/1) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pejabat lingkungan Dinkes Kabupaten Tegal, Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal, Sekretaris Kwarcab, Prawoto SY, Kepala Pusdiklatcab, H Ike Nahrawi, pengurus Kwarcab 11.28 Tegal.
Dr Titien dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh peserta musyawarah untuk memimpin Saka Bakti Husada 5 tahun kedepan. “Mohon doanya agar saya diberikan kesehatan bisa memimpin SBH kedepan,” katanya kemarin.
Dukungan segenap pengurus, lanjut Titien, sangat penting guna melanjutkan dan melaksanakan program Kabupaten Tegal sehat melalui Saka Bakti Husada (SBH). “Tugas awal kita cukup berat, yaitu menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” tandasnya.
Salah satu panitia Muscab SBH, A Bukhori, SKM MKes menjelaskan musyawarah cabang diikuti oleh Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal selaku Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat ranting.  “Pengurus terpilih akan dikukuhkan Kamis (26/1) mendatang di Kwarcab 11.28 Tegal,” jelasnya.
Menurut Bukhori, usai pengukuhan pengurus kegiatan akan dilanjutkan dengan orientasi bagi pengurus Pimpinan Saka dan Pamong Saka Bakti Husada.  “Esok harinya (Jumat-red) dilanjutkan dengan Orientasi dan pelatihan Pramuka bagi 50 bidan desa,” jelasnya.
Ketua Kwartir Cabang 11.28 Tegal, dr H Widodo Joko Mulyono, M.Kes MMR dalam pengarahannya berharap Pramuka khususnya Bakti Husada harus berani mengubah paradigma materi menjadi ilmiah.  “Pramuka SBH harus berperan dalam kesehatan masyarakat,” tegasnya.
 Upaya mengubah paradigma tersebut, sambung Joko yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dapat dilihat dari keberhasilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) dalam menggarap bidan desa tentang Kepramukaan.  “Jumlah bidan di Kabupaten Tegal sekitar 600 bidan. Secara bertahap, mereka akan dilatih oleh Pusdiklatcab Kwarcab 11.28 Tegal,” pungkasnya.
 Sementara itu Pengurus harian Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat cabang yakni Ketua dr Titien Widyaningsih, Wakil Ketua I Totok Raharjo, SKM, Wakil Ketua II dr Isriyati, Wakil Ketua dr Titis Cahyaningrum, Sekretaris A Bukhori, SKM Mkes, Wakil Sekretaris, Edi Ismanto, S.KM, dan Bendahara Istikomah, SST. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dr-Titien-Pimpin-Saka-Bakti-Husada.html