Jumat, 17 Agustus 2012

Game Jokowi Ahok Selamatkan Jakarta Banyak Penggemarnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kreatif. Mungkin kata itu layak disematkan kepada pasangan calon Gubernur DKI Jakarta. Ia menempuh jalur non konvensional untuk merebut hati warga kota DKI Jakarta untuk mendukungnya, yakni melalui game komputer.
Game tersebut dibuat dengan 30 level. Setiap levelnya menggabarkan karakter Jokowi, lengkap dengan baju kotak-kotaknya. Game itu sendiri baru mulai diperkenalkan dua hari ini. Meskipun baru hitungan hari, namun penggemanya ternyata sudah puluhan ribu.
"Hingga saat ini sudah 12-an ribu orang yang bermain di desktop dan hampir seribu yang bermain di Facebook," kata Irvan Fauzi, programer Metric Design, studio seni digital yang berbasis di Bandung.
Game itu sendiri bercerita tentang Jokowi berusaha mengentaskan empat permasalahan utama di Jakarta, yakni oknum pejabat yang korup, pengusaha hitam, preman, dan tempat sampah. Setelah memenangkan setiap level, akan keluar tagline seperti "Jakarta Baru tanpa kekerasan."
Game itu sendiri dikembangkan menggunakan platfom adobe flash dan untuk sementara masih dalam versi beta. "Masih terus kami kembangkan," kata Irvan singkat. (*)
Sumber Berita :  http://www.tribunnews.com/2012/08/14/game-jokowi-ahok-selamatkan-jakarta-banyak-penggemarnya

Ridwan Saidi Yakin Isu Sara Tak Halangi Kemenangan Jokowi

TRIBUNNEWS.COM-JAKARTA-- Budayawan Ridwan Saidi menilai kampanye SARA yang diusung untuk menghantam Jokowi-Ahok dalam pertarungan Pilkada DKI, tidak akan berpengaruh. Ia yakin, Jokowi-Ahok akan tampil sebagai pemenang.
"Saya yakin di putaran II, 63,5 persen pemilih akan ke Jokowi-Basuki, sekitar 36,5 persen ke Foke," kata Ridwan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012)
Dikatakan, 4 persen tambahan suara ke Foke-Nara adalah bonus. Ada beberapa faktor lainnya, di luar SARA, yang mendukung prediksinya tersebut. Diantaranya, dukungan para elit partai politik yang mendukung Foke-Nara tidak akan efektif.
Mesin PPP dan Golkar yang mengusung Alex-Nono di putaran I tidak berjalan dengan baik sehingga perolehan suara pasangan itu sangat rendah.
Bahkan pasangan itu, lanjut Ridwan, hanya sanggup menempatkan saksi di 6000 TPS saja.Sementara Partai Demokrat, seperti diakui tokoh-tokohnya, memiliki elektabilitas yang merosot tajam karena kasus korupsi yang melibatkan kadernya.
Sumber Berita :  http://jakarta.tribunnews.com/2012/08/14/ridwan-saidi-yakin-isu-sara-tak-halangi-kemenangan-jokowi

Keroyok Gempur Jokowiahok

TRIBUNNEWS.COM - Dari judul tersebut muncul kesan bahwa judul ini bukan saja bernada bombastis, sekaligus tertangkap kesan cukup kuat menyiratkan pernyataan perang melawan Jokowi – Ahok. Dalam bahasa komunikasi politik, judul tersebut bisa dimaknai pula sebagai bentuk perlawanan terhadap ABJA (Asal Bukan Jokowi-Ahok). Setidaknya ini bentuk pertarungan politik yang diberlakukan koalisi kubu partai politik pendukung pasangan Foke-Nara untuk mengalahkan Jokowi-Ahok, di Pilkada 2012 putaran kedua nanti.
Dalam tulisan ini saya tidak ingin mengomentari panjang lebar soal penyajian di balik pemberitaan atas judul berita yang super bombastis tersebut. Termasuk bagaimana berandai-andai mengulas mekanisme mesin politik parpol kubu pendukung Foke-Nara melakukan mobilisasi mesin-mesin politiknya untuk memenangkan pertarungan di putaran kedua.
Atau sebaliknya, saya tidak ingin mengulas bagaimana seharusnya antisipasi dan strategi politik Jokowi – Ahok menghadapi gempuran pengeroyok. Karena pembaca pasti sudah punya analisis masing-masing apa yang tersurat dan tersirat di balik semua kandungan pemberitaan itu.
Begitu sekelebatan menyimak judul berita yang super bombastis ini di media, cukup dengan membaca headline saja, saya pun secara refleks langsung teringat ucapan Faisal Basri dari calon Independen yang memperoleh dukungan 4,98 persen pada putaran pertama. Dengan penuh sportivitas Faisal Basri mengomentari kekalahannya dengan mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan transaksi politik dagang sapi alias menjual suaranya dan pendukungnya kepada salah satu kandidat pada putaran kedua.
Di sini Faisal Basri ingin memperlihatkan jiwa kesatria dan sikap legowo atas kekalahannya pada putaran pertama, dan tereleminasi dalam putaran kedua Pilkada DKI 2012. Sikap ini kemudian ia nyatakan pula dengan tidak akan melakukan transaksi politik dagang sapi dengan menjual suaranya dan pendukungnya kepada salah satu kandidat pada putaran kedua hanya semata-mata kepentingan politik sesaat atau kepentingan pragmatis.
Sebagai orang yang punya sikap legowo atas kekalahannya di putaran pertama, Faisal Basri pun tidak mau menjual suaranya atau mengintervensi ataupun memobilisasi para pendukungnya digiring seperti bebek untuk memilih salah satu kandidat di putaran kedua. Sikap Faisal Basri ini menunjukkan kepada kita bahwa ia tidak mau menghianati keluhuran dan komitmen integritas politiknya digadaikan demi kepentingan politik sesaat atau kepentingan pragmatis.
Dari ilustrasi ini dikaitkan dengan judul di atas, jelas sekali bahwa bergabungnya dua parpol besar Partai Golkar dan PKS berkoalisi mendukung Foke-Nara untuk mengalahkan Jokowi-Ahok mengindikasikan lebih mengarah pada kepentingan politik sesaat atau kepentingan pragmatis, entah itu kepentingan ideologis semata, atau kuasa dan harta. Mau apa lagi, mengingat kandidat jagoannya yang dijagokan sudah tereleminasi di putaran pertama.
Itulah politik. Tak ada kawan atau lawan sejati, yang ada hanyalah mengejar kepentingan sesaat atau kepentingan pragmatis, walau itu harus dilakukan lewat cara-cara politik dagang sapi dengan menggadaikan keluhuran integritas politiknya.
Itulah yang saya tangkap dari judul artikel ini yang jadi ragam pemberitaan seputar gabungnya dua parpol besar berkoalisi mendukung pasangan Foke-Nara, mengeroyok, menggempur Jokowi-Ahok.
Tapi saya tetap yakin bahwa dalam kehidupan demokrasi yang sehat, tampuk kekuasaan itu berada di tangan rakyat. Sebagaimana pada penyelenggaraan Pilkada DKI 2012, rakyat sudah cerdas, tidak gampang lagi dibodohi, dibohongi, dimanipulasi, diprovokasi pikiran-pikirannya atau dimobilisasi digiring kayak bebek. Dalam memilih rakyat kini sudah mengenal betul siapa calon pemimpinnya yang diyakini bisa membawa perubahan dan memberi harapan baru. Rakyat bukanlah manusia robot politik yang hanya dimanfaatkan untuk keberlangsungan mesin-mesin politik penyanggah kepentingan pragmatis partai politik. Yang pasti, otoritas untuk menentukan pilihan Foke-Nara atau Jokowi-Ahok bukan berada di tangan partai politik, melainkan otoritas itu ada di tangan rakyat. Setidaknya inilah yang saya mengerti!  
Alex Palit, citizen jurnalis, pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)
 Sumber Berita : http://www.tribunnews.com/2012/08/18/keroyok-gempur-jokowiahok

Nachrowi Ramli Pasangan Nomor Tiga Akwan dan Ahok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nachrowi Ramli (Nara), cawagub pendamping Fauzi Bowo (Foke) kembali melontarkan kalimat untuk lawannya di Pemilukada DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Kali ini, Nara menyebutkan bahwa lawannya di putaran kedua adalah Akwan dan Ahok.
Pernyataan itu disampaikan Nara saat berpidato dalam acara buka puasa bersama DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat, Jumat (17/8/2012) petang.
Di hadapan sekitar 500 kader dan simpatisan PD, mulanya Nara mengatakan bahwa dirinya bersama Foke mendapatkan amanah untuk maju dalam Pemilukada agar dapat meminpin Jakarta.
Meski sebagian besar lawannya di putaran pertama berasal dari luar Jakarta, Nara merasa bangga karena hasil kerja keras bersama akhirnya bisa lolos ke putaran kedua.
"Bersyukur pasangan nomor 1 bisa masuk putaran kedua," ujar Nara yang mengenakan baju koko putih dan berpeci hitam.
Di putaran kedua, Nara menyatakan bahwa dirinya bersama Foke sudah ditunggu oleh pasangan cagub/cawagub lainnya yang juga lolos, yakni Jokowi-Ahok. Namun, Nara menyampaikan nama Jokowi dengan sebutannya sendiri, yakni Akwan.
"Sekarang kita masuk putaran kdua, calon yang lain yaitu calon nomor tiga, Akuan dan Ahok," ucap Nara dengan alat pengeras suara.
Selanjutnya, Nara mengajak kader dan simpatisan PD untuk bersama-sama memenangkan putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta yang akan digelar pada 20 September 2012 mendatang.
"Karena sekarang putaran kedua, maka slogannya berubah. Dulu waktu putaran pertama 'Maju Jakarta' sekarang berubah jadi 'Bersatu Jakarta'," ujarnya.
Ditemui seusai acara, Nara tidak bersedia menjelaskan dengan rinci tentang maksud dirinya menyebut lawannya dengan sebutan Akwan dan Ahok sebelumnya. "Hahaha,, oh enggak. Itu kan hanya,,, apa namanya, ada dua kita gambarkan seperti itu," kata Nara.
Nara tak mengakui bahwa nama Akwan yang disampaikannya ditujukan untuk Jokowi yang dikabarkan mempunyai silsilah Chinese Akwan alias berbau SARA. "Bukan. Begitu yah, sudah yah, terima kasih," tukas Nara sembari berlalu.
 Sumber Berita : http://jakarta.tribunnews.com/2012/08/17/nachrowi-ramli-pasangan-npmor-tiga-akuan-dan-ahok

Politik Kotor Gaya Demokrat

JAKARTA – Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang dilakukan Tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah pilihan untuk memberitahu kepada masyarakat DKI Jakarta profil pemimpinnya.
“Itu bagian dari pilihan. Jadi masyarakat Jakarta harus tahu siapa pemimpinnya dan apa agamanya,” komentar Mubarok saat dihubungi Jaringnews.com di Jakarta, Rabu (18/7).
Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini mengutarakan, isu SARA yang dilontarkan adalah isu-isu yang rasional.
“Isu SARA tidak negatif karena warga DKI harus tahu siapa pemimpinnya yang bakal dipilih,” imbuhnya.
Pada saat yang sama Mubarok juga mengutarakan bahwa kekalahan Foke pada putaran pertama lebih karena komunikasi Tim Kampanyenya yang tidak mendekat kepada rakyat. Momentum tersebut lantas diambil Jokowi.
Ketika ditanya apakah Foke optimis akan memenangkan Pilkada DKI Jalarta 2014 menyatakan,”kita tidak pikir optimis atau tidak, tapi yang penting adalah Tim Foke harus bekerja keras untuk Pilkada selanjutnya,” ujarnya.
Hal ini penting karena hasil hitung cepat menunjukkan bahwa pasangan Incumbent Foke-Nara hanya meraih 34 persen suara, sementara pasangan Jokowi-Ahok meraih suara 43 persen suara., Jaringnews
(Ral / Deb)
Sumber Berita :  http://www.citizenjurnalism.com/hot-topics/politik-kotor-gaya-demokrat/

Relawan Jokowi Ahok Luncurkan Jasmev

TEMPO.CO, Jakarta - Relawan pendukung pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama meluncurkan Jokowi - Ahok Social Media Volunteers (JASMEV), Ahad, 12 Agustus 2012. JASMEV merupakan wadah virtual komunitas relawan pasangan nomor urut tiga tersebut untuk memacu sentimen positif di media sosial.
"Tugas utama JASMEV membantu sampaikan informasi positif tentang Jokowi - Ahok ke publik," ujar Koordinator JASMEV Kartika Djoemadi dalam peluncuran program ini di Pecenongan, Jakarta Pusat.
JASMEV nantinya akan mengamal isu seputar pasangan ini di dunia maya. Selain merilis situs, mereka juga melengkapi amunisi senjata di dunia maya mereka dengan aktif di media sosial seperti Twitter, Facebook, Kaskus, Blog, dan Youtube. "Kami perlu mengoptimalkan kanal-kanal media sosial ini," ujarnya.
Kartika menyatakan JASMEV terbentuk atas inisiatif Jokowi - Ahok. Ide tersebut akhirnya dieksekusi oleh para relawan yang mengaku tidak dibayar dalam menggerakan roda komunitas ini. "Kami (para relawan) patungan sendiri," ujarnya.
Saat ini JASMEV telah berhasil merekrut 1.000 relawan. Dalam persentasinya mereka mengaku hingga hari pencoblosan, 20 September, membutuhkan sekitar 10.000 relawan tambahan di dunia maya. "Nantinya pada hari pencoblosan kami targetkan ada 1 juta tweet dukungan untuk Jokowi - Ahok," ujarnya.
Untuk menjalankan JASMEV, Kartika merangkul agensi media sosial Arwuda Indonesia. Mereka bekerja sama untuk menjadikan konsep ini untuk lebih mempopulerkan visi dan misi yang ditawarkan Jokowi-Ahok lewat dunia maya. "Fungsi media sosial harus dimanfaatkan baik, bukan hanya untuk kampanye negatif yang isinya mengejek atau memfitnah," ujar Sony Subrata dari Arwuda Indonesia.
Praktisi media sosial politik Yose Rizal dari PoliticalWave.com menyatakan JASMEV adalah fenomena baru. "Mereka ingin mengkoordinir relawan, agar pesan yang disampaikan lebih seragam dan terjaga," ujarnya.
Koordinasi ini bisa membuat kekuatan Jokowi - Ahok di media sosial lebih kuat. "Aktivitas kubu Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli lebih gencar (di media sosial) pada putaran dua, mereka harus bisa mengimbangi," ujarnya. Ia menyebut, sentimen positif di media massa bisa menjadi salah satu tolok ukur perolehan suara pada saat pencoblosan.

M. ANDI PERDANA
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/relawan-jokowi-ahok-luncurkan-jasmev-062538203.html

Jokowi Ahok Ogah Layani TrioMacan2000

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), diserang melalui media jejaring sosial Twitter, lewat akun @TrioMacan2000.
Menanggapi hal tersebut, Deni Iskandar, tim advokasi Joko Widodo (Jokowi)-Ahok mengatakan, pihaknya tidak akan melayani serangan akun anonim tersebut.
"Sejak awal Jokowi-Ahok merupakan wujud kemajemukan, dan Basuki pasti akan diserang oleh @TrioMacan2000 karena tidak penuhi keinginannya," kata Deni di Galeri TIM, Jakarta, Minggu (29/7/2012).
Namun, Deni tidak merinci apa keinginan akun yang memiliki ribuan followers.
"@TrioMacan2000 akun anonim, kenapa mesti kami layani. Ini kampanye berlapis buat Basuki," tuturnya.
Walau diserang di dunia maya, Deni tetap yakin Jokowi-Ahok bakal memenangi Pilkada DKI.
"Selagi kami dizolimi, kami yakin hasilnya baik. Dibilang (Ahok) non muslim, etnis-nya Tionghoa mau diserang apanya, emang begitu. Tugas saya membela Basuki," tutur Deni.
Akun @TrioMacan2000 sempat menyerang Ahok dengan kultwit yang memojokkan pasangan Jokowi. Ahok disebut terlibat korupsi pembangunan puskesmas.
Ahok juga disebut sebagai politisi kutu loncat, karena sering berganti partai untuk mengejar jabatan. Ahok pun dinilai kurang konsisten, karena sering meninggalkan jabatan untuk mengincar posisi lain dalam struktur pemerintahan.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/jokowi-ahok-ogah-layani-triomacan2000-172810404.html