Selasa, 20 September 2011

Pelaku Video Mesum Tak Pernah Berulah

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - VB (alumnus SMK Turen) dan PL (siswi SMP Bhakti), aktor utama video mesum yang menggemparkan warga Malang Raya, hingga Selasa (20/9/2011) tak diketahui keberadaannya.
Demikian pula siswa yang menjadi sutradara, juga belum ditemukan. Kepala SMK Turen, Winarko ST, mengatakan tak mengetahui keberadaan VB. "Tapi, berdasarkan informasi, setelah lulus anak itu pernah bekerja di usaha kerajinan sangkar burung,” lanjutnya dikutip Surya, Rabu (21/9/2011).
Selama bersekolah, kata Winarko, VB tak pernah membuat ulah yang meninggalkan catatan buruk. ”Setahu saya, dia biasa-biasa saja selama di sekolah, tak pernah melakukan hal aneh-aneh,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam video berformat 3gp berdurasi 19 menit 38 detik yang diduga direkam menggunakan kamera ponsel
itu, VB dan PL berhubungan layaknya suami-istri. Adegan itu dilakukan dengan masih berseragam sekolah di hadapan seorang siswi perempuan berseragam Pramuka yang bertugas mengambil gambar.
Selain mengambil gambar, siswi itu juga bertindak layaknya seorang sutradara dengan menyuruh-nyuruh PL untuk melakukan aksi tertentu. Hingga kini, belum diketahui keberadaan tiga pelajar ‘nakal’ itu. Belum juga terungkap kapan dan di mana video itu dibuat serta siapa penyebarnya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pelaku-video-mesum-tak-pernah-berulah

Rok Mini dan Angkot

Akhir pekan lalu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengeluarkan tiga pertanyaan. Tetapi hanya satu yang lebih menarik perhatian orang ketimbang dua sisanya. Yakni anjuran kepada perempuan agar tidak memakai rok mini ketika berada di dalam angkutan kota.

Pernyataan Fauzi Bowo memang tidak sekasar pernyataan Bupati Aceh Barat Ramli Mansur (“Perempuan yang tidak berpakaian sesuai syariah, seperti minta diperkosa”). Tetapi pada dasarnya baik Fauzi maupun Ramli punya kesalahan pikiran yang sama. Yaitu bila laki-laki terangsang, maka itu salah perempuan.

Karena ini memiliki konsekuensi pada kehidupan publik, maka harus dipersoalkan.

Pernyataan Fauzi Bowo yang pertama berbunyi, pemerintah provinsi akan membahas serius kasus perkosaan di angkutan kota. Dinas Perhubungan pun akan bekerja mengambil tindakan perbaikan.

Pernyataan kedua berbunyi, warga perlu berupaya mengamankan diri mereka sendiri senyampang pemerintah mengupayakan berbagai perbaikan. 

Tidak ada yang salah dari kedua pernyataan di atas. Itulah seharusnya penyataan seorang pejabat publik.

Yang mengherankan, mengapa muncul pernyataan ketiga itu, yang lalu membuat khalayak tidak lagi memperhatikan dua pernyataan sebelumnya? Kata orang, rusak susu sebelanga oleh nila setitik.

Fauzi Bowo mungkin menganggap pernyataan ketiga itu sebagai suatu lelucon. Tetapi itu adalah lelucon yang buruk dalam suatu masyarakat metropolitan yang kosmopolitan dan plural.

Pernyataan ketiga itu muncul dari kelaki-lakian yang bias, yang mungkin sekali terbentuk dari lingkungan sosial dan budayanya sendiri. Dengan kata lain, itu adalah nilai pribadi yang tiba-tiba muncul ke ruang khalayak tanpa disaring. Tidak mengherankan kalau ada banyak laki-laki lain, yang dibesarkan dalam lingkungan sosial dan budaya yang serupa, yang  mungkin sekali setuju dengan pernyataan itu.

Terhadap ini, para pemikir sudah punya argumennya sendiri, dan masih terus mengupayakan agar makin banyak masyarakat menyadari kesalahan itu. Yang gawat, dalam keadaan masyarakat seperti di atas, pernyataan Gubernur itu seperti suatu persetujuan atas kesalahan pikiran itu.

Inilah yang tidak layak muncul dari seorang pejabat publik. Ia seharusnya mengayomi seluruh warganya yang majemuk. Terhadap inilah masyarakat perlu menggugat beliau, agar pemerintah provinsi fokus saja pada pekerjaannya yang seharusnya: perbaiki (sistem) angkutan umum Jakarta!

Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/rok-mini-dan-angkot.html

Siswa Keroyok Wartawan Kepsek SMA 6 Lepas Tanggung Jawab

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kepala SMA Negeri 6 Jakarta Selatan, Kadarwati Mardiutama, menolak membicarakan jalan keluar perkelahian antarpelajar untuk mencegah kekerasan antarmurid SMA menanggapi kasus pengeroyokan terhadap seorang jurnalis televisi Jumat (16/9) lalu.
"Semuanya sudah jelas. Setelah pukul 19.00 WIB, para murid bukan lagi menjadi tanggung jawab sekolah. Mereka sudah menjadi tanggung jawab orang tua murid masing-masing," kata Kadarwati saat ditemui puluhan wartawan dalam aksi damai di halaman SMA 6.
Menanggapi tudingan beberapa wartawan bahwa sekolah SMA 6 telah gagal dalam mendidik para siswanya sehingga mampu melakukan tindakan kekerasan, Kadarwati meminta semua pihak untuk berpikir cerdas dalam melihat masalah ini. Dia mengatakan masyarakat seharusnya tidak melihat masalah ini dari satu aspek saja.
"Arti tujuan dari pendidikan itu harus dilihat dari berbagai aspek, antara lain ada perubahan dari tingkah laku, perubahan kognitif dan perubahan psikomotor," kata dia
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Hukum Siswa Miskin

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Sekolah SMPN 37 Surabaya, Shohibur Rachman membantah ada pemaksaan terhadap siswa agar membeli seragam baru. Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada orangtua siswa terkait pembelian seragam. “Tidak ada pemaksaan, terbukti sudah sekian bulan masih ada anak-anak yang belum lengkap seragamnya, “ ujarnya.
Disinggung mengapa kasus Fitri bisa terjadi, Shohibur mengatakan pihaknya tidak mungkin hapal satu per satu siswanya. Padahal, dia mengakui rumah Fitri tidak jauh dari sekolah. “Tapi bukan masalah jauh dekat rumah siswa dengan sekolah, tapi ini masalah pendataan, “ kilahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, M Taswin mengatakan sudah ada program keluarga miskin (gakin) untuk membantu sekolah siswa yang tidak mampu. Namun untuk program seragam gratis baru menjangkau kelas satu atau siswa baru. “Kalau ada siswa kelas dua atau tiga yang tidak mampu beli seragam pasti dibantu sekolah, “ ujarnya.
Disinggung terkait tindakan sekolah yang menghukum Fitri, Taswin membantah perilaku sekolah tersebut merupakan hukuman. Dia menganggap tindakan sekolah yang menghukum Fitri di barisan tersendiri merupakan bentuk disiplin. “Tidak ada yang dijemur, upacaranya kan jam 16.30 sore. Ini pendisiplinan kepada siswa-siswi saja, “ tegasnya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Nenek 96 Tahun Calhaj Tertua

Sukoharjo (ANTARA) - Seorang nenek berusia 96 tahun menjadi calon haji tertua yang akan diberangkatkan ke tanah suci Mekkah pada tahun ini dari kloter pemberangkatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Wanita usia lanjut tersebut bernama Ny. Painem yang berasal dari Kecamatan Sukoharjo," kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo, Imam Waladi, di sela kegiatan bimbingan manasik haji massal di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia setempat, Selasa.
Ny. Painem tersebut merupakan salah satu dari 712 calon haji dari Kabupaten Sukoharjo yang siap diberangkatkan menuju Tanah Suci dari Embarkasi Adi Soemarmo Boyolali setelah menyelesaikan tahapan dan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
Jumlah calon haji tersebut, jelas Imam, merupakan jumlah keseluruhan dari para jamaah haji setelah adanya mutasi keluar kota sebanyak 13 orang dan mutasi masuk ke Sukoharjo sebanyak enam orang.
"Calhaj Sukoharjo akan dibagi dalam tiga kloter yakni kloter 70, 71, dan 71 yang dijadwalkan keberangkatannya ke Tanah Suci pada 24 Oktober 2011," kata Imam.
Dia menjelaskan sebanyak 11 calon haji dari Kabupaten Sukoharjo yang telah terdaftar melunasi BPIH tahun ini batal berangkat karena beberapa alasan.
"Empat diantaranya meninggal dunia sementara tujuh calhaj lainnya batal berangkat dengan alasan kesehatan, perjalanan dinas, maupun alasan penundaan lainnya," kata dia.
Namun, kata Imam, pihaknya tidak mencatat jumlah pendaftar haji pada 1432 Hijriyah ini yang tidak melunasi BPIH sehingga batal berangkat.
Imam menambahkan hingga saat ini tahapan persiapan pemberangkatan ibadah haji di Sukoharjo baru memasuki tahap pelaksanaan bimbingan manasik haji massal yakni pada Senin (19/9) hingga Kamis (22/9).
"Setelah ini akan ada pelatihan pemantapan ketua regu dan rombongan yang akan dilanjutkan dengan pembinaan sekaligus pamitan calhaj kepada Bupati Wardoyo Wijaya," kata Imam.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Melinda Juga Bobol Rekening Sri Mulyani

JAKARTA-Tersangka Melinda Dee alias Malinda alias Inong membobol puluhan rekening nasabah Citibank. Dalam dakwaan adik ipar Melinda, Ismail bin Janim terungkap tiga nama tokoh nasional yang rekeningnya dibobol Melinda yakni, Sri Mulyani, R Hartono, mantan gubernur DKI Ali Sadikin, dan mantan komandan Paspampres Presiden ke-4 Megawati Soekarnoputri, Nono Sampono.
Kendati demikian, dari empat nama tersebut baru dua pihak yang membenarkan pernah menjadi klien Melinda, yakni keluarga almarhum Ali Sadikin, dan pihak Nono. Sementara, mantan menteri keuangan Sri Mulyani dan mantan kepala staf TNI Angkatan Darat R Hatono belum berhasil dikonfirmasi.
Putra pertama Bang Ali, Boy Bernardi Sadikin membenarkan ayahnya pernah menjadi nasabah Citibank dan menjadi klien  Melinda.
Kendati demikian, Boy mengaku baru mengetahui dana dalam rekening ayahnya pernah dibobol oleh Melinda Rp 2,1 miliar dari media massa kemarin. Sebab, selama ini laporan saldo bulanan dalam tabungannya tidak bermasalah. “Dalam laporan bulanan, jumlahnya tetap,” ujar Boy, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP. Terpisah, Nono Sampono mengungkapkan hal senada.
Dia mengakui pernah menjadi nasabah Citibank dan menjadi klien Melinda. Dia juga tidak mengetahui rekeningnya di Citibank pernah dibobol oleh Melinda Rp 1 miliar.
Seperti diketahui, dalam persidangan keluarga Melinda, Andhika Gumilang, Visca Lovitasari dan Ismail terungkap puluhan nama pemilik rekening yang dananya dibobol oleh Melinda.
Melinda membobol rekening mereka dan mengirim ke rekening milik Visca, Ismail dan Andhika. Selanjutnya, Visca dan Ismail mengirim kembali dana yang diterimanya ke rekening Melinda dan Andhika.
Melinda mentransfer dana dari rekening nasabah Citybank tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin pemiliknya ke rekening Visca Rp 7,4 miliar. Ismail menerima aliran dana dari rekening nasabah Citibank yang dibobol Melinda sebesar Rp 20,2 miliar dalam 51 kali transaksi sejak 22 Januari 2007 hingga 18 Oktober 2010.
Setiap transaksi Visca dan Ismail mendapatkan imbalan yang jumlahnya anatar Rp 5 hingga Rp 10 juta.
Sakit
Sementara itu, penyakit radang payudara yang diderita Melinda belum sembuh total. Tersangka yang mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur masih sering mengeluh sakit.
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Mashyudi, Melinda sering mengeluh sakit setelah operasi payudara di RS Siloam. Kesehatan Melinda sekarang ini menjadi tanggung jawab kejaksaan dan  tim medis dari Rutan Pondok Bambu.
“Melinda mengeluh sakit, tapi tidak ada surat keterangan dokter,” ujar Mashyudi..
Dikatakan, pihaknya tengah menyusun dakwaan terhadap Melinda. Melinda dijerat dengan Undang-Undang perbankan dan pencucian uang. Berkas Melinda akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah surat dakwaan selesai sebelum masa tahanan jaksa selama 20 hari selesai.(K24-80).
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/21/160005/

Wow! Siswi SMP Produksi Film Porno

Wartanews, Malang - Kota Malang kembali dihebohkan dengan ulah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seorang siswi SMP swasta di Turen Kabupaten Malang mencoba menjadi sutradara sekaligus kameramen film film porno dengan pemain sepasang teman sekolahnya.

Video berdurasi 19 menit 38 detik itu menampilkan pemeran pria dan wanita yang tak lain adalah teman sekolahnya, berada dalam sebuah kamar dalam keadaan bugil dan melakukan adegan seks layaknya film-film porno profesional.
Dalam adegan awal, pemeran pria dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka.

Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus pada Mei 2011, sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti.
Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang tampaknya adalah rekan mereka sendiri.

Hal ini bisa dipastikan karena saat merekam adegan, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele.

“Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.

Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran wanita.
Meski begitu, identitas si perekam belum bisa dipastikan karena belum satu pun, baik siswa maupun guru SMP yang bersangkutan, yang mengonfirmasi identitasnya.

”Dari yang sudah kami cek, bisa kami simpulkan bahwa pemeran pria dalam video porno itu adalah salah seorang alumnus sekolah ini yang lulus pada Mei dari Jurusan Otomotif,” ujar Winarko, Kepala Sekolah SMK Turen, yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/9/2011).

Winarko menambahkan, VB adalah mantan siswanya yang dalam data milik sekolah tercatat sebagai warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Sekalipun mengakui bahwa pria berinisial VB itu pernah bersekolah di sana, Winarko mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut pada awal September setelah diberi tahu oleh seorang staf humasnya.

Winarko juga tak tahu pasti kapan video itu dibuat dan tersebar. ”Seragam yang ia pakai itu seragam kebesaran sekolah ini setiap Jumat dan Sabtu, tapi mulai tahun ajaran baru ini sudah kami ganti dengan model seragam lainnya,” katanya.

Sementara itu, diketahui pula bahwa pemeran wanita dalam video tersebut memiliki inisial PL, salah seorang siswi SMP Bhakti yang bangunannya berada dalam satu kompleks dengan SMK Turen. (*/js)

Sumber Berita : http://111.221.41.122/read/LifeStyle/