Rabu, 21 September 2011

Sleeping Beauty Saat si Cantik Tidur

SinopsisLucy (Emily Browning) adalah seorang mahasiswa yang terseret ke dunia yang penuh keanehan. Lucy mendapat tawaran pekerjaan yang sangat aneh. Pekerjaannya sangat mudah. Yang harus ia lakukan hanyalah tidur. Itu saja. Dan bayarannya sangat tinggi.
Lucy dibawa ke sebuah rumah megah di tempat terasing. Lucy kemudian diberi obat tidur dan dibuat tidak sadarkan diri untuk beberapa jam. Lucy lantas ditinggal bersama orang-orang kaya yang sanggup membayar mahal untuk layanan Sleeping Beauty ini. Mereka boleh melakukan apa saja terhadap Lucy. Apa saja? Tentu saja tidak. Ada batasan yang tak boleh mereka lakukan terhadap Lucy.
Pengalaman pertama menjadi Sleeping Beauty membuat Lucy penasaran. Bukan uang yang jadi motivasi Lucy. Yang membuatnya bertahan adalah rasa penasaran. Lucy ingin tahu apa saja yang dilakukan orang-orang kaya ini terhadap Lucy. Sampai kapan Lucy akan bertahan dan bagaimana ia bisa mengetahui apa yang dilakukan para pria itu sementara Lucy sendiri tertidur pulas?
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/

Kades Kalijambu Dilaporkan ke Kejari

SLAWI - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalijambu secara resmi melaporkan kepala desa (Kades) setempat, Abdul Hamid Sag, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi, Rabu (21/9). Kades Kalijambu dilaporkan karena diduga telah menjual beras miskin dan kesalahan lain yang bersifat merugikan masyarakat dan pemerintah.
 Laporan tertulis BPD Kalijambu ditandangani ketuanya Sumroh Anizah, disampaikan LSM Aliansi Masyarakat Peduli Desa Kalijambu, Harto AS dan anggotanya. Mereka diterima Kasi Intel Kejari Slawi, Budi Maulana SH.
 Dalam laporan tertulis itu, ketua BPD Kalijambu Sumrah Anizah menjelaskan, pada bulan Juli 2008, kades Kalijambu telah menjual raskin sebanyak 4.519 kilogram kepada toko sembako di Pasar Moga, Pemalang. Pihaknya telah memiliki bukti kwitansi penjualan raskin tersebut. Selain menggelapkan raskin, kades juga menaikan harga raskin antara Rp 30 ribu/kantong dan Rp 40 ribu/kantong. Padahal, ketentuannya raskin dijual Rp 24 ribu/kantong yang berisikan 15 kilogram.  “Perbuatan tidak baik ini dilakukan kades sejak dilantik pada September 2007 hingga sekarang. BPD dan masyarakat dengan dibantu pihak kecamatan pernah meminta kades untuk bermusyawarah. Namun kades tidak pernah hadir, sampai dengan dimediatori Camat Bojong,” kata Harto AS , kepada Radar, Rabu (21/9).
 Selain penjualan Raskin, Kades Kalijambu juga dituduh BPD telah memakai dana swadaya masyarakat untuk membantu program PNPM Mandiri Pedesaan, sehingga program pemerintah pusat itu terhenti. Seperti halnya pembangunan jalan rabat beton di Desa Kalijambu yang sampai kini belum selesai dikerjakan.  “Warga ingin agar kades mendapat tindakan hukum yang seusai, atas kebijakan yang dilakukan kades tanpa didasari aturan apa pun. Baik itu Musdes maupun berita acara  keputusan desa,” tandasnya.
 Menurut dia, kekecewaan warga terhadap kepemimpinan kades Abdul Hamid telah memuncak. Warga beserta tokoh masyarakat berupaya untuk menegur kades dengan berbagai cara. Namun kades tidak pernah menghiraukan suara masyarakat. Oleh karena itu, warga melaporkan ke Kejari. “Laporan tertulis itu juga telah disampaikan ke DPRD,” ucap Harto AS pula.
 Sementara Kasi Intel Kejari Slawi Budi Maulana SH menerima laporan warga Desa Kalijambu. Pihaknya berupaya akan menindaklanjuti keinginan warga tersebut, seperti ungkapan Harto AS yang mensitir penjelasan Kasi Intel Kejari Slawi.
 Sedang Kades Kalijambu Abdul Hamid belum bisa dimintai keterangan terkait dengan dilaporkannya ke Kejari. Saat dihubungi, nomor HP yang digunakan tidak aktif. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Pasien Kurang Mampu Wajib Didata

SLAWI - Ketua Yayasan Permatasari Semarang, Endang Sri Sarastri saat menyaksikan operasi bibir sumbing gratis di RSI PKU Muhammadiyah Singkil, Kabupaten Tegal, kemarin, meminta kepada Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) agar terus aktif dalam mendata pasien yang kurang mampu secara ekonomi di wilayahnya masing-masing.  "Keberadaan mereka masih cukup banyak yang belum terdata. Karena itu, TKSK harus lebih tanggap akan hal tersebut," katanya, kemarin.
Endang yang juga mengelola rumah sakit khusus bedah tersebut, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para TKSK yang telah menjaring puluhan pasien untuk diobati secara gratis, khususnya penderita kelainan bibir sumbing dan langit-langit.  "Kami merasa bangga dengan kinerja TKSK dan berharap agar terus proaktif untuk mendata pasien-pasein kurang mampu lainnya," terangnya.
Menurut dia, penderita kelainan bibir sumbing, sebaiknya sudah harus dioperasi pada usia tiga bulan. Itu dilakukan agar proses penyembuhan luka akibat operasi bisa berjalan lebih baik dan sempurna.  "Penderita bibir sumbing biasanya mengalami minder dalam bergaul. Mereka sebaiknya dioperasi pada usia tiga bulan agar penyembuhan lukanya bisa berjalan dengan baik," himbaunya.
Meski demikian, penderita bibir sumbing yang berusia dewasa juga masih bisa dioperasi. Disebutkan, operasi bibir sumbing merupakan operasi bedah plastik rekonstruksi yang harus dilakukan untuk mengobati cacat bawaan.
Dia menjelaskan, bibir sumbing disebabkan karena beberapa faktor. Faktor yang paling dominan diantaranya yaitu karena kurang gizi saat bayi masih dalam kandungan.  "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada kaum ibu yang sedang hamil muda agar memperhatikan asupan gizi untuk kesehatan sang bayi," kata dia menambahkan. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Dari Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 66

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang biasanya dirayakan pada bulan Agustus, di Desa Cerih diadakan di bulan September dengan memunculkan pertunjukan kesenian tradisonal kuda lumping. Bagaimana aksinya?
LAPORAN : FATURAHMAN
PERINGATAN tersebut sengaja mundur satu bulan, pasalnya pada bulan Agustus kemarin bertepatan dengan bulan ramadhan yang kebanyakan masyarakatnya malakukan ibadah puasa.
Pantauan radar, pada saat pertunjukan berlangsung, Minggu (18/9), ribuan warga dari berbagai desa memadati jalan di sekitar Desa Cerih untuk menonton pertunjukan kuda lumping tersebut. Kuda lumping yang hanya dimainkan oleh empat sampai lima orang tersebut, berlari-lari mengelilingi kampung dengan diringi alunan musik terbang jawa.
Kuda lumping ini berbeda dengan kuda lumping yang biasanya di kota, karena kuda lumping tersebut selain memakan kaca, padi, kelapa, berjoget dan lainya juga mereka (kuda lumping) berlari kencang mengejar seseorang jika ada yang meneriaki dengan sebutan–sebutan yang meledek.
Ketika ada orang yang meledeknya, kuda lumping langsung mengejar dan warga pun lari kalang kabut, jika di kejar kuda lumping tersebut. Namun pada saat pawang kuda lumping menghampirinya, kuda lumping tenang dan tidak mengejar warga lagi.
Menurut salah satu panitia, Lamun, pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping ini sengaja diadakan untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke 66. lantaran pada bulan Agustus kemarin belum diramaikan, pihaknya bersama warga sekitar pedukuhan sengaja mengadakan untuk menghibur masyarakat dengan menyewa group kesenian kuda lumping.
“Biasanya ini kami lakukan pada bulan Agustus. Namun pada bulan kemarin,bertepatan dengan bulan puasa, jadi acara ini diundur,” ungkapnya.
Dikatakannya, pertunjukan kuda lumping ini merupakan tontonan yang menarik bagi warga, walaupun kelihatannya menyeramkan, tapi sebenarnya menghibur. Selain itu juga, termasuk tontonan yang murah meriah. “Ini sengaja kami menyewa salah satu group kuda lumping, dengan sewa yang murah. Tetapi semua warga merasakan hiburannya. Coba kalau pertunjukannya dengan dangdut atau yang lainnya, selain ribut, biasanya juga mahal,” ujarnya.
Sementara, salah satu warga Desa Cerih, Abdun Nafi mengatakan, di Desa Cerih ini sudah ada pertunjukan kuda lumping selam bulan September ini dua kali. Pertama di Pedukuhan Jrumat Timur dan yang kedua pedukuhan Cerih Barat. Adapula kabar, di minggu ini ada di pedukuhan Kranggan, Desa Cerih.  “Kami sangat meras puas dan terhibur jika ada tontonan pertunjukan kuda lumping. APalagi jika ganggu, kuda lumping itu mengejar, dan kami semua takut dan berlari, tapi mengasyikan,” katanya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Petani Jagung Balamoa Meraih Untung

PETANI jagung Desa Balamoa, Kecamatan Pangkah, dalam waktu dekat ini bakal melaksanakan panen raya. Diperkirakan, panen tersebut akan membuahkan hasil yang berlipat ganda.
Kendati musim kemarau masih melanda di Kabupaten Tegal, namun bagi petani jagung di wilayah Desa Balamoa tidaklah menjadi soal. Sebab, petani yang berdomisili di Dukuh Jinten desa setempat ini, beralih tanam dari padi menjadi jagung hibrida varietas Bisi 2. Jagung tersebut ditanamnya sejak dua bulan silam.
Jagung Bisi 2 sebanyak 225 kilogram ini, didapatnya secara cuma-cuma dari Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal. Sebanyak itu, jagung ditanam di lahan seluas 15 hektar. Berkat bantuan benih jagung dari Pemda diawal kemarau tahun ini, pihaknya mengaku bersyukur. Karenanya, petani tidak mengalami kesulitan ekonomi saat menghadapi musim kemarau yang berangsur sejak dua bulan silam.  "Petani jagung yang mendapat bantuan itu, sekitar 60 orang. Mereka sudah menanamnya di lahannya masing-masing," kata Ketua Kelompok Tani Jinten, Desa Balamoa, Ahmad Alimudin, Rabu pagi kemarin.
Meskipun masa panen masih dua bulan lagi, namun para petani sudah optimis dengan hasil yang memuaskan. Alasannya, kwantitas jagung lebih besar dari biasanya. Bahkan, beberapa batang pohon, ada yang berbuah melebihi dari dua biji. Sejauh ini, petani sekitar menggunakan pupuk urea dan phonska untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Selain itu, yang lebih pentingnya lagi, para petani selalu mengikuti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) setiap satu minggu sekali. SLPTT yang dimotori oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) setempat ini, sangat berguna sekali sebagai pengetahuan para petani saat menanam jagung yang baik.  "Bagi kami, SLPTT sangat membantu. Tanpa mereka, kami tidak bisa berbuat banyak," paparnya.
Sementara itu, koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Pangkah dari BP4K, Titi Suharni, menjelaskan, jarak penanaman pohon jagung yang diterapkan ada 3 ukuran. Yaitu, 75 cm x 20 cm, 100 cm x 40 cm dan 90 cm x 40 cm. Dua diantara ukuran tersebut, merupakan jenis ukuran jajar legowo.  “Penentuan jumlah populasi tanaman jagung dalam satu hektarnya, minimal harus ada  60 ribu–70 ribu batang. Tujuannya, supaya petani mendapat hasil yang melimpah,” terangnya.
Dia menjelaskan, jagung hibrida varietas Bisi 2 yang ditanam di wilayah kerjanya, seluas 15 hektar. Dari luas itu, ada satu hektar yang digunakan sebagai laboratorium lapangan.  “Lapangan itu sebagai pembelajaran secara langsung para petani,” kata Titi didampingi pemandu SLPTT Jagung Hibrida, Rojudin. (YERI NOVEL)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

16 Pelayanan RSUD Soeselo Diakreditasi Ulang.

SLAWI - Sejumlah 16 pelayanan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal diakreditasi ulang. Akreditasi ulang sendiri dilakukan guna mempertahankan tingkat pelayanan prima di RSUDitu sendiri. Pelaksanaan akreditasi ulang sendiri dilakukan mulai Rabu-Sabtu (21-24/9), oleh tim survai dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).  Hal itu dikatakan Direktur BLUD RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Baha’uddin MMR, kepada Radar, Rabu (21/9), disela-sela penerimaan tim survei KARS.
 Dikatakan dr Baha’uddin MMR, tim survai KARS yang terdiri dari dr Subagyo, dr Budi Santosa, dr Siti Nurjanah, dr Aat dan dr Joko Murdiyanto diterima langsung Wakil Bupati Tegal HM Hery Soelistiyawan SH MHum dan Direktur Utama RSUD dr Soeselo Slawi dr Baha’uddin MMR di aula pertemuan RSUD dr Soeselo, kemarin.
 Menurut dia, 16 pelayanan yang telah dibuka RSUD dr Soeselo telah terakreditasi sejak 2006 lalu. Masa akreditasi tersebut sebenarnya telah habis masa berlaku pada 2009 lalu. Namun pada tahun itu RSUD tengah proses menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga reakreditasi baru bisa dilaksanakan tahun ini.   
 “Sesuai hasil survey pihak ketiga dan intern RS yang kami minta bantuannya, menunjukkan tingkat kepuasan pelayanan yang kami berikan cukup memuaskan. Sedangkan penilaian Inspektorat terkait dengan LAKIP mendapatkan skor 99 persen,” terangnya.
 Disisi lain, Wakil Bupati Tegal, HM Hery Soelistiyawan mengungkapkan, akreditasi merupakan bentuk pengakuan dari pemerintah. Jika rumah sakit telah memenuhi standar yang ditentukan, maka dengan demikian mutu pelayanan bisa dipertangungjawabkan.  “Kami berharap akreditasi 16 pelayanan di RSUD bisa menjadi penunjang dan pendukung bagi peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat,” kata Hery.
 Sementara Ketua tim survai KARS dr Subagyo mengatakan, penilaian yang dilakukan timnya, berupa mencocokan kembali nilai-nilai kegiatan pelayanan di RSUD dr Soeselo sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan.  “Selama empat hari tim kami bekerja dengan mewawancarai pihak-pihak terkait,” terangnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Menilik Sedekah Laut 2011 di Pelabuhan Suradadi

Ratusan nelayan Suradadi dan sekitarnya, Selasa (20/9) pagi, menggelar sedekah laut di pelabuhan setempat. Berbagai acara disuguhkan untuk meramaikan acara tersebut. Seperti apa kegiatannya ?
LAPORAN: YERI NOVEL
Pelataran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi, tampak dipadati sejumlah warga sekitar. Mereka berduyun-duyun dari rumahnya, sekedar ingin menyaksikan budaya nenek moyang yang setiap tahun digelar.
Dari usia balita hingga orang tua, mereka tampak menikmati jalannya perayaan sedekah laut yang diramaikan dengan sajian wayang golek itu.
Hingga siang harinya, sesaji sedekah laut yang dihias di sebuah perahu kecil, dilarung ke tengah laut. Namun sebelum dilarung, sesaji yang berisi beraneka ragam makanan dan minuman, lebih dulu diarak dari tempat awal (TPI, red) menuju ke perahu besar yang berada di tepi pantai. Arak-arakan diiringi tetabuhan dari sound system yang telah disediakan.
Sesampainya di tepi pantai, sesaji kemudian dinaikkan ke atas perahu dan dibawa ke tengah laut. Tepatnya di pulau Karang Jeruk yang jika ditempuh dengan perahu, mencapai 30 menit.
"Setiap bulan Syawal, acara ini selalu kami gelar. Kami tidak ingin meninggalkan budaya nenek moyang kami," kata Ketua Panitia Sedekah Laut, Ato (45), Selasa (20/9) kemarin.
Sedekah laut ini, lanjut Ato, diramaikan dengan berbagai kegiatan selama 3 hari 3 malam. Rangkaian acaranya, Ato menyebutkan, diawali dengan wayang golek dari pagi sampai malam hari. Seiring dengan wayang golek, juga diramaikan dengan lomba panjat pinang untuk kaum pemuda.
Sementara hari kedua, diisi dengan musik tarling ala Indramayu dan musik dangdut dari pagi sampai malam hari. Kemudian hari ketiganya, para nelayan menggelar doa bersama yang dilanjutkan dengan pengajian akbar.
"Anggaran yang kami gunakan, murni dari swadaya para nelayan sekitar. Jumlah anggaran yang terkumpul, sebanyak Rp 51 juta," ungkapnya.
Tujuan dari sedekah bumi ini, Ato menjelaskan, sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan kepada Allah SWT. Biasanya, pasca kegiatan ini, para nelayan Suradadi yang mayoritas pencari ikan jenis teri nasi itu, memperoleh hasil yang melimpah. "Yang sudah-sudah, seperti itu," imbuhnya.
Sementara itu, Camat Suradadi, Tri Guntoro, didampingi Kapolsek Suradadi, AKP Sehroni, dan Kepala Desa Suradadi, Tarsidjan, mengatakan, budaya sedekah laut memang harus dilestarikan dan jangan sampai punah. Sebab, budaya ini merupakan salah satu peninggalan nenek moyang para nelayan.
"Tapi, para nelayan juga harus tetap berdoa kepada Allah SWT. Harapannya, supaya dilindungi saat melaut dan memperoleh hasil yang memuaskan," kata Camat dalam sambutan singkatnya saat hendak melarungkan sesaji. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/