Kamis, 12 Januari 2012

Pedagang Pernak-perni Bersiap Sambut Perayaan Imlekl

Semarang (ANTARA) - Para pedagang pernak-pernik di Kota Semarang bersiap menyambut perayaan Imlek 2563 yang biasanya ditandai dengan membeludaknya permintaan barang untuk perayaan tahun baru China itu.
"Kami sudah siapkan barang dalam stok banyak, baik impor maupun lokal. Saat ini permintaan sudah mulai naik meski belum terlalu banyak," kata pemilik Toko "Apple Collection" Semarang Xing Bing di Semarang, Kamis.
Toko itu menyediakan pernak-pernik khas Imlek antara lain kartu ucapan Imlek, amplop angpau, pohon Mei Hwa, dan beragam lampion berbagai ukuran untuk perayaan tahun baru China itu.
Xing Bing mengakui, pernak-pernik yang paling banyak dicari biasanya lampion, sebab masyarakat keturunan Tionghoa selalu mengganti lampion yang sudah dimilikinya dengan yang baru setiap pergantian tahun.
"Walaupun kondisi lampion miliknya masih bagus, tetap saja diganti dengan lampion baru. Seperti tradisi baju baru saat Lebaran, kalau masyarakat keturunan Tionghoa mengartikannya dengan harapan rezeki baru," katanya.
Ia menyebutkan, lampion yang ditawarkan harganya bervariasi, mulai sekitar Rp20 ribu per unit hingga berukuran besar seharga Rp500 ribu per unit. Lampion terbesar yang disediakan berdiameter satu meter.
Kalau lampion berukuran besar itu, kata dia, biasanya dipesan oleh vihara, kelenteng, dan hotel untuk dipajang, sebab lampion merupakan salah satu aksesoris yang dipercaya harus ada di setiap rumah.
"Kebanyakan pernak-pernik ini merupakan impor dari China, sebab di dalam negeri jarang yang memproduksi. Meski ada beberapa barang yang sudah diproduksi, seperti lampion yang sudah dibuat di Bandung," katanya.
Selain pernak-pernik, pedagang makanan khas China di Kota Semarang juga mulai bersiap, sebab ada beberapa makanan khas yang selalu ada setiap perayaan Imlek seperti kue keranjang, manisan, dan jeruk mandarin.
"Sudah 10 tahun saya menjual kue keranjang bikinan sendiri. Bahan-bahannya juga sangat sederhana, seperti tepung ketan putih, gula pasir, dan perasa," kata seorang penjual kue keranjang di kawasan Pecinan Semarang, Yani.
Ia menyediakan kue keranjang dengan berbagai rasa seperti rasa cokelat, durian, pandan, vanili, dan frambozen yang dijualnya dengan harga Rp20 ribu per kilogram, kecuali rasa durian Rp30 ribu per kilogram.
Kue keranjang, kata dia, memiliki makna tersendiri saat perayaan Imlek, karena sejarahnya merupakan makanan para prajurit China sewaktu berperang dan saat ini sebagai penghormatan kepada para lelulur.
"Dari pengalaman saya, membuat kue ini gampang-gampang susah. Meski bahannya sederhana, perasaan si pembuat saat mengolah adonan berpengaruh, tidak boleh emosi. Kalau sedang emosi, kue tidak bakal jadi," kata Yani.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pedagang-pernak-pernik-bersiap-sambut-perayaan-imlek-103116965.html

Gadis Lingerie Warna Merah Tembus Pandang

Seorang gadis yang diketahui masih mahasiswi ini berpose sangat liar dan menantang. Bagaimana tidak, dirinya hanya mengenakan sebuah Lingerie seksi berwarna merah yang tembus pandang. Sehingga kita dapat melihat bagian tubuhnya yang hanya ditutupi oleh BRA dan celana dalam saja. Sungguh pemandangan yang sangat menawan.

Gadis Lingerie Warna Merah Tembus Pandang

Gadis Lingerie Warna Merah Tembus Pandang

Gadis Lingerie Warna Merah Tembus Pandang

Source: http://www.hamsterhead.info

Rabu, 11 Januari 2012

Inilah Fakta Kemukjizatan Lebah dan madu Dalam Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,  Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah.  Serangga yang satu ini menempati posisi penting dibanding serangga lainnya. Tak heran jika lebah dijadikan salah satu nama surah dalam Alquran.
Surat ke-16 dalam Alquran adalah An-Nahl yang berarti lebah.  Secara khusus, surat  Makkiyah tersebut dinamakan An-Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ''Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.''
Lebah memang spesial. Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surah An-Nahl yang tercantum dalam Alquran dan Terjemahannya disebutkan bahwa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Apa persamaannya? Simak ayat berikut: ''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS An Nahl:69).
Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa  sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia.
Sedangkan dalam Tafsir Alquran Ibnu Katsir diterangkan bahwa madu lebah itu warnanya bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Ada yang berwarna putih, kuning, maupun merah. Selain itu, menurut Ibnu Katsir, madu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin, karena madu itu panas.
Di dunia Islam, penggunaan madu sebagi obat sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad  SAW. Pada saat itu, madu digunakan  untuk mengobati penyakit diare. Lem lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir Muslim agung di abad ke-10 M itu tercatata sebagai dokter  yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.
Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/inilah-fakta-kemukjizatan-lebah-dan-madu-dalam-alquran-072331302.html

Tablet Notebook dan Smart TV Ada di Ideapad

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lenovo  menjadikan ajang  International Consumer Electronics Show 2012 (CES 2012) untuk memperkenalkan produknya. Salah satunya adakah IdeaPad Yoga. Notebook multi-mode pertama di industri dengan desain flip-and-fold 360 derajat; sebuah desain intuitif yang mengoptimalkan pengalaman pengguna ultrabook maupun tablet dalam empat mode penggunaan yang berbeda yakni notebook, tablet, stand dan tent.
"Jelas sekali bagi kami bahwa konsumer menginginkan empat layar mereka: perangkat bergerak, tablet, notebook dan smart TV dan mereka menginginkan semua perangkat tersebut bekerjasama secara sempurna kapan saja dan di mana saja. Baik notebook yang dapat ditekuk dan dilipat, atau PC all-in-one yang menempatkan layar lebar dalam sudut yang lebar, pengumuman hari ini merefleksikan fokus kami pada penciptaan inovasi-inovasi penuh inspirasi yang dicari oleh konsumer," kata Yang Yuanqing, Chairman and CEO, Lenovo melalui email Rabu (11/1/2012).
Notebook IdeaPad Yoga didesain untuk konvergensi profesional dan gaya hidup pribadi IdeaPad Yoga adalah perpaduan ultrabook yang gaya dan bertenaga dengan tablet multi-touch berukuran 13.3". Desain dua-engsel Yoga dipatenkan dirancang untuk memungkinkan konsumsi dan kreasi konten dalam empat posisi penggunaan yang intuitif, notebook, tablet, stand, dan tent  dalam satu komputer, serta menawarkan daya tahan dan stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan form factor convertible konvensional.
Yoga adalah ultrabook convertible paling tipis di industri yang tebalnya hanya 16.9mm dan berat 1.47kg.  Menggunakan keluarga prosesor Intel Core dengan sistem operasi Windows 8, Yoga berdaya tahan baterai selama 8 jam dengan  RAM hingga 8GB dan SSD 256GB. Form factor multi-mode Yoga yang fleksibel menciptakan keseimbangan ideal antara menciptakan dan menikmati konten dan pada saat yang sama menawarkan pengalaman notebook dan tablet yang optimal dalam satu perangkat.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Prothese Buatan Penca Bahari Berani Bersaing

SEBUTAN ''Japan of Java'' bagi Kota Tegal, tak hanya lantaran padai membuat knalpot, stang motor, setir mobil, komponen mobil, loudspeaker, hingga traktor. Anggota paguyuban penyandang cacat ''Penca Bahari'', pun mampu membuat prothese, atau kaki dan tangan palsu.

Paguyuban yang berdiri pada 5 Januari 2009, dan memiliki 63 anggota itu, bermarkas di Jl Nakula Utara 3, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur.

Di tempat tersebut, selain untuk aktivitas pembuatan kaki dan tangan palsu, juga sebagai kantor untuk tempat berkumpul para penyandang cacat binaan Dinsos Nakertrans Kota Tegal.

''Kami sekarang tengah mengerjakan pesanan kaki dan tangan palsu pesanan dari Pemkab Jepara untuk 13 orang penyandang cacat di daerah tersebut. Pesanan sejak Desember 2011 dan akan dikirim pertengahan bulan ini ke Jepara,'' terang Ketua Penca Bahari Kota Tegal, Imanudin (45).

Pesanan itu berupa tujuh kaki dan enam tangan palsu. Terdiri atas kaki palsu di bawah lutut enam unit, di atas lutut tiga unit. Kemudian tangan palsu sebanyak enam unit, semuanya berupa tangan palsu di bawah siku. Seluruh pesanan tersebut kini tinggal tahap akhir atau sudah masuk proses finishing.

Didampingi bagian produksi, Slamet Subechi, menurut dia, prothese buatan paguyubannya selama ini banyak mendapat acungan jempol dari pihak rumah sakit di pantura barat atau wilayah Karesidenan Pekalongan dan penyandang cacat yang menggunakan produknya.

Kagum

Mereka cukup kagum dengan produk buatan para penyandang cacat dari Kota Tegal. Selain sama-sama terbuat dari bahan fiberglass, tingkat kenyamanan dan kekuatannya juga tak pernah mendapat komplain. ''Sejak kali pertama membuat hingga kini, belum pernah ada komplain,'' terang Imanudin.

Kaki palsu yang kini dipakainya juga buatannya sendiri. Juga penyandang cacat lainnya yang menjadi anggotanya, rata-rata juga mampu membuat sendiri. Baik kaki maupun tangan palsunya. Sekarang mereka selain membuat barang lainnya untuk memenuhi kebutuhan penyandang cacat di kotanya, juga untuk dikirim ke daerah lain.

Di tengah membanjirnya order itu, paguyuban tersebut mengakui untuk modal yang dimiliki sangat terbatas. Bantuan dari Pemkot Tegal yang disalurkan lewat Dinsos Nakertrans belum memadai. Selain modal, juga peralatan yang dimiliki masih sangat sederhana.

Meski begitu, kata Imanudin, bukan berarti paguyubannya harus menjual prothese buatannya dengan harga seperti buatan Solo maupun Jakarta. Bila dibandingkan dengan dua daerah itu, perbedaan harganya sangat jauh.

''Buatan kami jelas lebih murah dan kualitasnya bersaing,'' terang dia.

Dia mencontohkan kaki palsu dengan ukuran di bawah lutut, harga di pasaran umum dapat mencapai Rp 4 juta. Sedangkan buatan paguyubannya hanya Rp 1,5 juta. Untuk yang di atas lutut kaki, kurang dari Rp 2 juta padahal di pasaran mencapai Rp 6 juta.

Untuk tangan di bawah siku, harganya mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Harga umum mencapai Rp 4 jutaan. Sedangkan ukuran di atas siku, mulai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Ukuran itu di pasaran umum harganya Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.

Menurut Imanudin, dia dan rekannya dalam membuat kaki dan tangan palsu, dilakukan dengan penuh perasaan. Juga selalu mengingat penderitaan para pemesannya yang bakal memakai produk buatannya, yang sama-sama mengalami kecacatan keterbatasan fungsi kondisi tubuhnya. (Riyono Toepra-48)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/12/173306/Prothese-Buatan-Penca-Bahari-Berani-Bersaing

Pembangunan Jalingkos Terbengkalai

SLAWI- Pembangunan jalan lingkar Kota Slawi (Jalingkos) Kabupaten Tegal yang dimulai sejak 2006, hingga kini terbengkelai.

Pembangunan Jalingkos yang molor itu, ditengarai karena perencanaan yang kurang matang. Warga mendesak proyek bernilai miliaran rupiah itu segera diselesaikan. Pantauan di lapangan, jalan yang dibangun untuk mengurai kemacetan di wilayah Kota Slawi itu sempat ditutup oleh warga, karena sejumlah pemilik tanah belum dibayar lunas.

Namun, penutupan jalan dengan menggunakan portal permanen itu telah dibuka kembali. Sementara itu, sekitar 1.000 m2 tanah warga di Desa Pesawahan, Kecamatan Pangkah, belum dibebaskan.

Adapun tanah warga yang dibebaskan di Desa Kendal Serut, Kecamatan Pangkah baru diratakan dan belum ada pengaspalan. Jalan tersebut kini rusak.

''Tanah saya sudah dibebaskan lama, tapi hingga kini belum dibangun jalan. Kami minta segera dilanjutkan, karena akses jalan ini dibutuhkan warga,'' kata Sumitri (60) warga Desa Kendal Serut yang tanahnya dijual dengan harga Rp 150.000/m2 itu.

Anggaran

Sumitri mengaku lupa dengan luas lahan miliknya yang dibeli Pemkab. Sebab pembebasan lahan miliknya sudah berlangsung sekitar empat tahun lalu. Rencana penambahan pembebasan tanahnya untuk memperluas jalan itu, juga telah ditunggu-tunggu warga. ''Kami tidak tahu kapan selesainya, karena selalu ada masalah,'' terangnya.

Keinginan penyelesaian Jalingkos juga diungkapkan anggota Komisi II DPRD Tegal, Sahuri. Ketua DPD PAN itu menilai belum terselesaikannya pembangunan Jalingkos karena perencanaan awal yang kurang matang. Mengingat banyaknya kepentingan dalam proses pembebasan lahan, terutama peran para broker tanah yang membuat proses itu semakin rumit.

''Harusnya tanah dibebaskan terlebih dahulu baru dilakukan pembangunan, sehingga pelaksanaan proyek itu tidak molor,'' jelasnya.

Kabid Perekonomian dan Infrastruktur Bapeda Pemkab Tegal, Supriyadi SSos MM menjelaskan, tanah warga yang belum dibebaskan seluas 6.000 m2. Namun, Pemkab telah menganggarkan pembebasan lahan tanah di Desa Pesawahan pada 2012. Alokasi anggaran tersebut mencapai Rp 3,5 miliar. Adapun alokasi pembangunan infrastruktur jalan mencapai Rp 3,5 miliar. ''Kami berharap tahun ini jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan warga,'' ujarnya. (H64-74)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/12/173308/Pembangunan-Jalingkos-Terbengkalai

Doa Musik untuk Nusantara

YOGYAKARTA- Konser Sembah Sujud Doa Pertiwi Nusantara Harmoni di panggung terbuka Ramayana Prambanan, semalam, merupakan doa kedamaian melalui musik modern dengan nuansa etnik kental. Sejumlah grup dengan latar belakang dan musik etnik terlibat, seperti Komunitas Sunda Wiwitan, The Botax (Bali Rock Fusion), dan Nyanyian Dharma.

Grup Nyanyian Dharma yang digawangi Dewa Budjana dan Trie Utami menjadi magnet utama pertunjukan yang bertujuan sebagai persembahan kedamaian bangsa ini. Penampilan mereka yang didominasi nuansa reflektif dan meditatif membuat Nyanyian Dharma menjelma orkes persembahan pada kekuasaan Tuhan.

Suasana itu terasa sejak Trie Utami turun perlahan bersama anggota Nyanyian Dharma lain dari jajaran anak tangga di atas panggung berlatar Candi Prambanan. ”Bagi siapa pun yang melaksanakan semedi, Tuhan akan memancar dari dalam dirinya,” ucap Trie Utami sebelum bernyanyi.

Begitu juga saat alunan Nyanyian Dharma membawakan lagu ”Saraswati ” yang mengungkapkan kecintaan pada ilmu pengetahuan. ”...Syair  dan nada dan yang kulantunkan/semanis paras yang kautampilkan/aku biasa berjalan di bulan/menyelami bumi karena engkau//Pujaanku Dewi Saraswati...

Penampilan salah satu penyanyi yang digandeng Nyanyian Dharma, Laksmi Devi, semakin melengkapi kekhusyukan malam itu. Dia muncul dengan improvisasi vokal bernuansa Hindustan. Tentu ini konsep yang selaras. Prambanan sebagai Candi Hindu terbesar di Indonesia berperan menopang spirit konser tadi malam.

Pada Februari 2010, Nyanyian Dharma tampil di India. Februari tahun lalu mereka tampil di San Francisco.

Mimpi Mewujud

Penampilan di Prambanan, semalam, adalah idealisme dan mimpi yang mewujud bagi sejumlah pemusik yang tergabung dalam Nyanyian Dharma. ”Konser di Candi Prambanan adalah salah satu mimpi yang mewujud. Apalagi dipentaskan di dekat Jogja yang kuat dengan akar budaya,” terang Dewa Budjana.

Budjana menyebut materi pentas yang dibawakannya bersama Nyanyian Dharma adalah lagu-lagu religi yang diciptakan di luar grupnya, GIGI. Proyek ini dimulai dari semangat Budjana merilis album rohani Hindu melalui jalur indie pada 1998 silam.

Dia melibatkan banyak pemusik asal Bali. Langkah itu terbukti menjadi fondasi kokoh menuju karya selanjutnya. Konsep kolaborasi dengan artis dalam Nyanyian Dharma juga menjadi salah satu aktivitas pelestarian nilai luhur nusantara.

”Keterlibatan pemusik seperti ini tiada lain atas keinginan yang kuat untuk menciptakan hasil karya yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” lanjut Budjana.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X yang hadir mengaku tersentuh atas inisiatif para pemusik mendoakan negeri ini. ”Malam ini peristiwa yang istimewa. Semoga Ibu Pertiwi tetap memberi keadilan dan kedamaian bagi kita,” ungkap Sultan HB X. (H50-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/12/173414/Doa-Musik-untuk-Nusantara