Minggu, 04 Maret 2012

Kedai Teh Laresolo Minuman Sehat Para Bangsawan

TEMPO.CO, Bogor -- Sepintas bangunan mungil beratap rumbia di pojok Agri Park, Taman Kencana, Bogor, tidak terlihat istimewa. Tapi siapa mengira jika di kedai bernama Laresolo ini menyimpan beragam jenis teh dari belahan dunia. Paling tidak, ada 53 jenis minuman teh yang dijual, mulai dari yang murah hingga mahal. “Semua ada, kecuali teh dari Korea dan Kenya. Karena masalah impor dan harga teh yang mahal,” ujar pemilik Kedai Teh Laresolo, Bambang Laresolo, Selasa, 21 Februari 2012.

Bahkan, bagi yang ingin mencicipi rasa teh berusia 20 tahun, yakni special pu-erh, bisa langsung datang ke Kedai Teh Laresolo. Tidak perlu khawatir merogoh kocek banyak karena teh-teh khusus yang diproses secara khusus ini hanya dibanderol Rp 40 ribu. “Itu disajikan dengan teko Cina berisi 150 cc. Kami namakan Teh Serius atau tidak pakai gula,” ujar pria berkumis itu.

Di kedai yang buka sejak Juni 2010 ini, ada berbagai jenis minuman teh, yakni teh hitam, teh hijau, tisane, teh soda, teh susu, teh kopi dan susu, teh ice cream, twinning fruit tea, serta teh serius. Dari jenis minuman teh tersebut, pengunjung dapat memilih bermacam rasa. Seperti teh hitam memiliki delapan rasa, di antaranya BOP lemon peeled dan black lychee.

Di Laresolo, mango green tea, tisane rasa after dark, dan tisane peppermint merupakan minuman favorit pengunjung. Harganya juga sangat terjangkau. Untuk satu teapot ketiga jenis minuman tersebut dibanderol Rp 10.000. Untuk mendapatkan rasa maksimal, Bambang tak sungkan memberikan cara menyeruput teh yang baik. “Cara meminum akan menguatkan citarasa teh di ujung lidah,” kata mantan pegawai di sebuah pabrik gypsum ini.

Bambang yang asli Solo ini, selain menjadikan kedainya sebagai sumber penghasilan, dia pun mempunyai misi edukasi bagi pencinta teh. Karenanya, di sela-sela kesibukan melayani konsumen, Bambang terus berbagi pengetahuannya tentang teh kepada setiap pengunjung yang bertanya. Sebab dia memulai bisnis kedai teh bermula dari hobi dan kecintaannya meminum teh.

“Aspek bisnis dan visi edukasi. Supaya masyarakat lebih tahu manfaat teh,” ujar Bambang. Teh, ia menguraikan, mulanya merupakan minuman khusus para bangsawan. Jadi tidak heran ketika zaman kolonial Belanda banyak dibuka perkebunan teh. “Hampir semua perkebunan teh di Indonesia warisan Belanda.”

Yang menarik, dari sekian banyak jenis teh, Bambang menunjukkan teh putih yang harga satu kilonya mencapai Rp 1,5 juta. Teh terbaik karena berasal dari tiga pucuk daun teratas dari pohon teh. “Teh hijau juga berasal dari tiga pucuk pertama. Dan perlu diketahui, teh dari kebun di Indonesia, seperti di Ciwidey, berkualitas baik,” ujarnya.

Selain di Agri Park, Bambang juga membuka cabang Kedai Teh Laresolo di Bogor Junction Mal. Namun dia mengaku lebih kerasan menjaga kedai di Agri Park. Di tempat ini, Bambang bisa lebih banyak bercerita pengetahuannya tentang teh karena lokasi ini berudara sejuk dengan banyak pohon yang tumbuh. Karena itu, banyak pengunjung betah berlama-lama di Agri Park sambil menikmati hangatnya teh Kedai Laresolo.

“Enaknya minum teh sore sampai malam. Makanya saya sengaja membuat desain kedai seperti bar dengan konsep bangunan rumah bambu,” katanya sambil tersenyum.

ARIHTA U SURBAKTI
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/02/29/201387064/Kedai-Teh-Laresolo-Minuman-Sehat-Para-Bangsawan

Semakin Diremehkan Jokowi Kian Semangat

TEMPO.CO, Surakarta- Kegagalan mobil Esemka dalam menjalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak membuat Wali Kota Surakarta Joko Widodo patah semangat.
Bahkan sosok yang sering dipanggil Jokowi ini justru semakin bersemangat ketika diremehkan dan dicibir. "Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat," katanya kepada wartawan, Minggu, 4 Maret 2012.
Dia menilai mereka yang berkomentar minor dan mencibir sebagai sebuah dagelan. Bukannya mendukung, justru meremehkan dan merendahkan karya anak bangsa. "Sebenarnya biasa kalau sebuah karya baru dicibir. Tapi kalau yang mencibir bangsa sendiri, itu dagelan namanya," ujarnya.
Disebut dagelan karena Esemka terus dibandingkan dengan industri otomotif yang sudah eksis selama puluhan tahun, sedangkan Esemka ibarat bayi yang baru lahir.
Kemudian ada cibiran soal komponen mobil yang disebut comot sana, comot sini, serta sebagian onderdil yang masih impor. Jokowi memberikan pandangan pada masa-masa awal Korea Selatan atau Cina membangun industri otomotifnya, juga melakukan hal serupa. "Bedanya, orang Korea diam semua dan mendukung," ucapnya.
Jokowi menyebut Esemka sebagai produk yang luar biasa. Sebab dalam waktu singkat berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli. "Bandingkan dengan mobil buatan Jepang, yang butuh 9 tahun untuk memasarkan produknya di Indonesia," katanya.
Dia mengaku tidak memedulikan ada atau tidaknya dukungan pemerintah terhadap kehadiran Esemka. Asalkan masyarakat tetap mendukung, program Esemka akan jalan terus.
"Ini tidak sekadar bikin mobil. Tapi membangun jati diri bangsa," dia menuturkan.
UKKY PRIMARTANTYO
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/semakin-diremehkan-jokowi-kian-semangat-040026709.html

Ulat Bulu Serang Sidoarjo

Liputan6.com, Sidoarjo: Ribuan ulat bulu kembali muncul di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah sempat menyerang perumahan BPKP Waru Sidoarjo, kali ini hama ulat bulu menyerang di Desa Jati.
Ribuan ulat bulu ditemukan berkelompok di beberapa pohon. Jenis ulat bulu yang ditemukan serupa dengan ulat bulu yang menyerang pohon mangga milik warga perumahan BPKP beberapa waktu lalu.
Selain berada di pohon, ulat-ulat bulu ini juga mulai menyebar ke tiang-tiang listrik dan rumput. Namun belum sampai masuk ke rumah warga. Beberapa warga perumahan justru belum mengetahui adanya wabah ini. Khawatir masuk ke rumah, warga berharap pemerintah daerah melakukan langkah penyemprotan untuk mematikan ulat-ulat itu.
Sambil menunggu upaya penyemprotan, warga melakukan pembasmian dengan cara dibakar. Namun upaya warga tersebut tidak membuahkan hasil secara efektif dan kini ulat bulu semakin banyak. Diduga kemunculan ulat bulu akibat cuaca yang tidak menentu. (YUS)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/ulat-bulu-serang-sidoarjo-011600574.html

Rahasia Hebat Berendam Dengan Air Panas

Menurut penelitian mandi bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh, mencegah penyakit kulit, bahkan bisa untuk menyembukan masalah medis yang serius.

Berikut ini beberapa fakta lainnya yang bisa membuat anda jadi semangat untuk mandi dan berendam.

1. Bagi penderita diabetes, dengan setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13%.
2. Untuk menjaga kesehatan jantung, cobalah untuk berendam selama 10 menit dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung anda.

3. Jika anda menderita penyakit kulit seperti eksema, ruam, atau gatal-gatal dapat menambahkan baking soda ke dalam bak mandi karena berdasarkan penelitian baking soda itu bertindak sebagai antiseptik.

Caranya pertama-tama isi air dengan air hangat, tambahkan kira-kira satu sendok baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

4. Jika anda menderita infeksi seperti luka sariawan, cobalah tambahkan pada air hangat yaitu tiga atau empat cuka dari sari buah apel dan berendamlah selama 15-20 menit. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam.

5. Untuk menyembuhkan flu dan sakit kepala dapat dilakukan dengan merendam kaki dalam air hangat. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki, tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai bilas dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

6. Jika anda salah satu penderita insomnia atau yang memiliki masalah tidur dapat merendam kaki dalam air dingin. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, dan sembelit.

7.Jika anda mengalami masalah sirkulasi maka cobalah dengan mulai merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.

Pencetak Uang Itu Bernama Sengon

Sebagai salah satu sumber bahan baku kertas, tanaman sengon kini makin diminati para pembudi daya tanaman kehutananan.Hal ini dipicu dengan makin tingginya kebutuhan kertas nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,6 juta ton/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tentunya diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar. Sebagai gambaran, ternyata untuk memproduksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun.
Sayangnya, bahan baku kayu untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional tersebut tidak dapat dipenuhi dari hutan tanaman industri (HTI).  Berdasarkan data Departemen Kehutanan (1997), total kapasitas produksi industri perkayuan Indonesia setara dengan 68 juta m3 kayu bulat. Sementara kapasitas produksinya lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan kemampuan hutan produksi Indonesia. Ketimpangan tersebut, mengakibatkan pengurasan terhadap sumber daya hutan alam sehingga menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas hutan Indonesia dari tahun ke tahun. Laju deforestasi hutan Indonesia pada periode 1985-1998 tidak kurang dari 1,6 juta hektar per tahun (Dephutbun, 2000).
Untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 4,5 m3 kayu bulat, maka industri pulp di Indonesia pada 1999 memerlukan 24 juta m3 kayu bulat. Dengan asumsi potensi kayu bulat pada areal hutan konversi rata-rata 80 m3 per hektar, maka untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp harus ditebang sekitar 300.000 ha hutan alam. Areal hutan alam yang dirusak dengan tebang habis akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya kapasistas industri pulp dan kertas, sementara realisasi tanaman HTI-pulp masih sekitar 20%. (E.G. Togu Manurung dan Hendrikus H. Sukaria, 2000).
II.  Budi Daya Sengon Menggairahkan

Sejak awal tahun 1990, sebenarnya pemerintah dan pengusaha  sudah melakukan pembangunan HTI, terutama HTI-pulp dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp dan kertas. Tetapi karena industri pulp dan kertas lebih dahulu berdiri sebelum masa tanam dan panen HTI. Akibatnya hutan alam menjadi korban eksploitasi sebagai tumpuan bahan baku industri pulp dan kertas.
Meskipun dengan meningkatnya industri pulp dan kertas telah banyak membantu perekonomian nasional dan mampu menciptakan lapangan tenaga kerja baru. Namun, Jika kita tidak segera mengambil langkah cepat, keuntungan tersebut bukan tidak mungkin harus dibayar mahal dengan bencana alam akibat pengrusakan hutan alam dan terganggunya ekosistem. Untuk itulah, khusus dalam artikel ini akan membahas peluang usaha budi daya sengon sebagai alternatif untuk HTI-pulp dalam rangka menyuplai kebutuhan kertas nasional.
Penulis merekomendasikan tanaman sengon untuk dibudidayakan sebagai salah satu bahan baku industri kertas dan pulp, hal ini karena tanaman ini dapat dipanen lebih cepat (sekitar umur lima tahun). Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V.
sengon marak dibudidayakan karena masa panennya cepat, cukup 5 tahun
Pemanfaatan kayu sengon selain sebagai bahan baku pulp dan kertas adalah untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, serta tangkai dan kotak korek api.
III.  Cara Mudah Bertanam Sengon
Tanaman sengon memiliki nama ilmiah Paraserianthes falcataria, merupakan anggota family Mimosaceae, keluarga petai-petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti: jeungjing, jeunjing laut (Sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (Jawa), seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore). Tanaman sengon termasuk jenis tanaman tropis, dan dapat tumbuh pada sebaran kondisi iklim yang sangat luas. Dengan demikian, sengon dapat tumbuh dengan baik hampir di sembarang tempat.
Untuk tumbuhnya, sengon memerlukan suhu sekitar 18-27° C. Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0-800 m dpl. Walaupun demikian, tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2.000-4.000 mm, dan kelembapan yang dibutuhkannya sekitar 50-75%.
Berdasarkan pada beberapa keistimewaan itulah, tanaman sengondijadikan tanaman penghijauan hampir di semua wilayah. Lebih penting lagi, tanaman sengon memiliki nilai ekonomis tinggi. Kegiatan budidaya sengon meliputi : pemilihan benih, penyemaian, perawatan, penanaman, dan pemanenan.
1. Treatment benih
Tahap pertama yang harus dilakukan pada budi daya sengon yaitu pemilihan benih. Pada umumnya, tanaman sengon diperbanyak dengan biji. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Benih yang siap disemai harus berwarna cokelat tua dan tidak cacat bentuknya.
Untuk keperluan benih, pastikan biji sengon berwarna cokelat
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal, agar penyemaian benih berhasil tumbuh, maka sebelum benih disemaikan, sebaiknya dilakukan treatment untuk membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : benih direndam dalam air panas mendidih (80° C) selama 15-30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. Untuk mencegah terserang cendawan, maka benih direndam kembali dengan larutan fungisida selama 15-30 menit, setelah itu benih siap untuk disemaikan.
2. Penyemaian benih
Ada dua cara persemaian, yaitu cara persemaian yang pertama yaitu dilakukan dimedia pasir steril yang disimpan dalam bak-bak plastik berukuran (40 x 25 x 15) cm. Sebelum benih disemaikan, media pasir disiram air terlebih dahulu, setelah itu diberi larikan agar tumbuhnya rapi dan memudahkan pada saat transplanting (pemindahan tanaman) ke media baru. Setelah benih disemaikan, media tanam disiramkan fungisida lagi. Untuk menjaga kelembapan, bak plastik tersebut diberi penutup plastik transparan sehingga walaupun ditutup, cahaya masih bisa masuk ke dalam bak persemaian. Setelah itu disimpan di tempat yang sejuk.
Cara yang kedua, yaitu benih ditanam langsung di bedengan- bedengan kecil di media tanah yang sudah diberi pupuk kandang terlebih dahulu. Penaburan benih ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya. Ukuran larikan tabur ini berjarak 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira–kira 2 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Persemaian dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan. Setelah kecambah berumur 7-10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan transplanting atau pemindahan tanaman ke media tanam baru yaitu media campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1 : 1 : 1). Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif. Kegiatan perawatan meliputi: penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit.
3. Penanaman dan pemeliharaan
Setelah bibit berumur 6 bulan, dan tingginya sudah mencapai 70-125 cm, bibit sengon siap untuk ditanam di lahan. Proses penanaman meliputi : persiapan lahan, pengolahan tanah, dan penanaman dengan jarak tanam (30 x 30 x 30) cm.
Pastikan bibit telah berukuran 70-125 cm sebelum ditanam
Setelah penanaman, kegiatan perawatan pertama yang dilakukan berupa penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik. Penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam. Sementara penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun).
Perawatan kedua yaitu penyiangan. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat, selain itu untuk mencegah datangnya hama dan penyakit. Kegiatan perawatan ketiga yaitu: pendangiran, merupakan salah satu usaha mengemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Perawatan selanjutnya yaitu pemangkasan dan penjarangan. Penjarangan dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal.
Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan. Persentasi dan frekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.
Kegiatan penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, penjarangan pertama dilakukan sebesar 25% dari pohon yang ada, dan penjarangan kedua sebesar 40% dari pohon yang ada. Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem “walang” (gigi belakang) yaitu : dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.
Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama lima tahun. Jenis kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang.
Sumber Berita : http://www.agrikaindoraya.com/pencetak-uang-itu-bernama-sengon/

Sekateni Kembali Digelar

Liputan6.com, Yogyakarta: Tradisi syiar islam yang dilakukan Sunan Kalijaga di setiap bulan maulid hingga kini masih terus dilestarikan oleh kraton Yogyakarta.

Tradisi ini bernama sekaten yang berasal dari kata syahadaten yang berarti dua kalimat syahadat dan dilakukan dengan menabuh gamelan kraton selama tujuh hari tujuh malam sebelum Maulid nabi di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.

Gemelan yang ditabuh ini adalah dua perangkat gamelan milik kraton Yogyakarta, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo. Penabuhnya adalah para abdi dalem kraton sendiri. Bergantian mereka memainkan gending-gending khusus sekaten seperti gending sumiatun, gending rambu, dan gending ngajatun yang merupakan karya Sunan Kalijaga

Tradisi sekaten ini dilakukan sejak berdirinya kraton Kesultanan Yogyakarta. Tujuannya adalah selain untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad juga untuk syiar islam. Gamelan yang terus-menerus ditabuh ini untuk menarik warga untuk melihat. Meski tidak sebanyak dulu, masih ada warga yang datang untuk mendengarkan gending-gending ini.

Kesempatan berkumpulnya warga ini dimanfaatkan untuk ceramah tentang agama Islam. Bagi yang warga yang tertarik dengan ajaran islam akan langsung disyahadatkan di masjid ini.

Tradisi sekaten ini merupakan rangkaian dari peringatan menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada puncak perayaan Maulid nanti akan digelar tradisi Grebeg Maulid, yaitu dikeluarkanya sejumlah gunungan kraton yang merupakan sedekah raja untuk dibagikan kepada rakyat. (YUS)
Sumber Berita : http://berita.liputan6.com/read/374872/isekateni-kembali-digelar

Serangan Umum 1 Maret Diperingati

Liputan6.com, Yogyakarta: Ratusan warga Yogyakarta yang terdiri dari berbagai elemen mengikuti peringatan 63 tahun Serangan Umum 1 Maret 1949 di Plaza Serangan Oemoem, Kamis (1/3). Peristiwa sejarah ini akan diusulkan menjadi hari Pahlawan Nasional bagi masyarakat Indonesia.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, peristiwa serangan umum ini merupakan bagian dari sejarah perebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tangan penjajah. Tak hanya itu, peristiwa tersebut juga menjadi bukti keberadaan dan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB. "Peristiwa ini merupakan titik awal kembalinya NKRI yang terjadi di Yogyakarta," kata Haryadi.

Penasihat acara sekaligus mantan Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, mendukung penuh agar peringatan Serangan Umum 1 Maret dijadikan Hari Pahlawan Nasional. "Makna sejarah Serangan Umum 1 Maret ini tidak hanya milik warga Yogyakarta, tetapi juga Indonesia. Nilai-nilai kepahlawanannya sangat penting untuk pembentukan karakter bangsa saat ini," katanya.

Acara yang diikuti ribuan pelajar, TNI, veteran, dan berbagai elemen masyarakat ini disertai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya upacara bendera, tabur bunga di taman makam pahlawan, ziarah ke makan pahlawan, dan mubeng benteng.(NatGeo/ADO)
Sumber Berita : http://berita.liputan6.com/read/379910/serangan-umum-1-maret-diperingati