Sabtu, 28 April 2012

Solo Batik Carnival

Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi diadakan sosialisasi Solo Batik Carnival (SBC) 5. Di tahun ini, fokus dari perhelatan fashion di kota batik ini pada penciptaan kreasi kostum batik unik, berkualitas, dan murah.
Heru Mataya, koordinator SBC 5,  menerangkan SBC tahun ke 5 akan sangat berlainan dari SBC-SBC sebelumnya. "Walau tetap pada penggunaan motif batik, akan tetapi dengan biaya rendah berkonsep daur ulang," tuturnya.

Tahun ini pihaknya akan lebih menekankan efisiensi dalam kreativitas tak terbatas. Para peserta SBC 5 akan dipersilakan memakai materi bekas atau kain-kain batik yang tidak terpakai lagi. Namun, walaupun dengan bahan kain perca atau sisa, hasilnya keseluruhan kostum harus menunjukkan kualitas dan layak diperlihatkan ke publik.

"Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat sebesar-besarnya. Semoga, segala lapisan masyarakat dapat membuat dan menggunakan kostum SBC," demikian lanjut Heru.

Avallokitha, Koordinator Workshop SBC 5,  mengatakan pihaknya menggolongkan kategori perserta dalam empat zona. "Zona A s/d C dengan target 100 peserta, sedangkan zona D ditujukan khusus untuk anak-anak dengan target 80 peserta," katanya.

Meski mentargetkan muka baru dari peserta, tapi panitia tidak melarang peserta lama untuk meramaikan gelaran tahunan tersebut. Diperkirakan pasti ada peserta lama yang akan mendaftar

Konsep kostum murah yang bakal digelar pada tahun 2012, akan jauh berbeda dengan yang tahun 2011 lalu. SBC tahun lalu menampilkan kostum batik yang berkesan mewah dan serba gemerlapan, dan juga mahal. Sehingga, tak mengherankan jika pada waktu itu para peserta harus merogoh kocek yang cukup dalam demi mewujudkan design kostum karnivalnya.
Sumber Berita : : tribunnews.com
 

Warga Semarang Tumpah di Sepanjang Pandanaran

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Malam ini, sepanjang jalur rombongan pawai Semarang Night Carnival (SNC), warga Semarang berbaris memadati tepi jalan. Sepanjang jalan Pandanaran, mereka berdesakkan menanti pawai melintas, yang saat ini sedang berlangsung.
Jalan dari Balai Kota menuju Simpang Lima dipadati warga. Pawai yang melibatkan 1.500 peserta tersebut telah menarik perhatian mereka. Sepanjang tepi Jalan Pandanaran kedua sisinya dipenuhi penonton pawai.
Di titik keberangkatan, Balai Kota telah berkumpul banyak orang hingga tak ada celah jalan. Hal serupa juga terjadi di Titik finish pawai, Simpang Lima. Mimi (20 tahun) salah seorang yang menanti pawai. Duduk di trotoar, dia bersama beberapa teman menunggu pawai SNC yang bertemakan bunga tersebut. "Datang dari jam lima, nunggu, belum mulai," ujarnya.
Keriuhan warga mengakibatkan? kemacetan. Apalagi beberapa ruas jalan ditutup dari kendaraan. Petugas dari polrestabes telah siaga di sepanjang Jalur pawai. Petugas Lantas pun mengatu lalu lintas yang semakin macet.
Rombongan pawai berangkat dari Balai Kota pukul 19.00 WIB dan berakhir di Simpang Lima pukul 21.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan Gerebek Nusantra yang dimeriahkan artis ibu kota dan artis lokal. Acara pentas musik tersebut digelar di lapangan simpang lima dari pukul 21.00 WIB hingga tengaj malam, 24.00 WIB.

Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Sumber Berita : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/12/04/28/m370g0-warga-semarang-tumpah-di-sepanjang-pandanaran

Lapas Tegal Produksi Gitar Klasik

TEGAL-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal, mulai awal tahun ini memproduksi gitar klasik. Seluruh proses pembuatan gitar dari pencetakan, perakitan, finishing, hingga kontrol kualitas, dikerjakan oleh warga binaaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tegal.

Gitar klasik buatan WBP Lapas Tegal yang diberi label ”El Pas Te 8U1”, tersebut merupakan produk unggulan bengkel kerja Lapas Tegal. Kepala Lapas Tegal Drs Rudi CH Gill BcIP mengatakan, seluruh Lapas di Indonesia diminta memunculkan produk unggulan dari bengkel kerja produktif. Ini sesuai amanat Dirjen Pemasyarakatan terkait program Bengkel Kerja Bangkit yang Berinovasi. ”Jika Lapas Surabaya memiliki program unggulan membuat kapal patroli, Padang membuat tiang listrik yang omzetnya mencapai miliaran, maka di Tegal punya gitar El Pas Te 8U1,” kata dia, usai upacara memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-48 di Lapas Tegal, Jumat (27/4) lalu.

Rudi menyebutkan, pemilihan gitar klasik sebagai produk unggulan, karena banyak WBP Lapas Tegal yang memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Mengenai nama El Pas Te menurut dia berasal dari kata Lapas Tegal, sedangkan kode 8U1 jika dibaca bui. Ini akan mengingatkan pembeli terhadap ”pabrik” gitar tersebut. Untuk proses produksi, tiga WBP diminta menjadi koordinator, yakni Aji Wijayanto (40) untuk bagian perakitan, Yusuf (40) untuk finishing dan Tardi atau Enjong (32) untuk kontrol kualitas. Mereka bertugas mengecek hasil kerja rekan-rekannya.

Hemat Ongkos

Menurut Rudi, untuk membuat gitar tersebut, pihaknya tidak mengundang ahli dari luar. Hal ini demi menghemat ongkos produksi. ”Kami membeli gitar untuk contoh. Mereka pelajari dan mengembangkan sendiri. Sama seperti saat membuat kerajinan lainnya,” terang dia. Meski harus mempelajari sendiri, ternyata WBP bisa membuat gitar berkualitas, yang tak kalah dengan gitar yang dijual di toko. Semua bahan baku yang digunakan untuk membuat gitar merupakan bahan berkualitas.

Misalnya untuk bodi gitar dibuat menggunakan tripleks Megateak, sedangkan stang gitar menggunakan kayu mahoni. Soal harga yang ditawarkan, jauh lebih murah dibanding harga di toko, yakni Rp 250.000 per buah. Untuk pemasaran, diakuinya saat ini baru sebatas melayani pemesanan kalangan internal. Padahal, pihaknya siap menerima pesanan dari luar dalam jumlah banyak.

Dalam pameran di Cilacap yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM belum lama ini, Gitar El Pas Te menarik perhatian pengunjung. Dirjen Pemasyarakatan Sidabudin SH MH bahkan memebeli sebuah. Permintaan menyusul dari Lapas Anak Tangerang. Sejumlah 11 buah gitar El Pas Te telah dikirim ke sana beberapa waktu lalu. ”Dengan produk ini kami juga turut mendukung program Tegal Bisnis yang dicanangkan Pemkot Tegal. Untuk pemasaran produk, kami sangat ingin kerja sama dengan instansi terkait.” (H45-48) (/)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184802/Lapas-Tegal-Produksi-Gitar-Klasik

Semarang Pesta Bunga

SEMARANG- Janji panitia Semarang Night Carnival (SNC) 2012 untuk membuat HUT ke-465 Kota Semarang gemerlap, terbukti. Dari pembukaan SNC saja, sudah terlihat bahwa Ibu Kota Jateng ini seakan sedang merayakan pesta bunga.
Sebanyak 1.600 peserta yang semua menggunakan kostum motif bunga, antusias mengikuti karnaval yang dilaksanakan Sabtu (28/4) malam. Ada 17 jenis bunga yang menjadi motif kostum, di antaranya aster, anyelir, teratai, anggrek, garbera, lili, melati, partulaca, dan sepatu.
Kesenian rebana kayun mubakin yang dibawakan oleh penari dari Sanggar tari Greget menjadi penanda pembukaan karnaval di depan Balai Kota Semarang. Setelah dibuka oleh Wakil Wali Kota Hendrar Prihadi, para peserta melakukan long march menuju Simpanglima.
Kemeriahan semakin terasa dengan berjubelnya orang yang menyaksikan hajatan besar warga Kota Lunpia ini. Sepanjang Jalan Pemuda, Pandanaran, dan Simpanglima dipadati warga yang ingin menyaksikan prosesi karnaval. Dalam sambutannya, Hendrar Prihadi mengatakan, bunga dipilih sebagai lambang keindahan.
Apalagi saat ini Kota Semarang sedang berbenah menjadi salah satu daerah yang diharapkan sebagai jujukan wisata favorit di Indonesia.”Semarang Night Carnival 2012 mengambil tema Semarang Berbunga Menuju Visit Jateng 2013. Kami  ingin berbenah agar Kota Semarang tak kalah cantik, indah, dan bersahaja dibanding kota besar lain di Indonesia,” katanya.
Untuk memeriahkan karnaval yang memasuki tahun kedua itu, Pemkot Semarang menggandeng beberapa media nasional, di antaranya MNC TV. Harapannya dengan melibatkan media nasional, kemeriahan SNC dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Pada kesempatan yang sama, Trijoto Sardjoko, pelaksana harian (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan, SNC 2012 diikuti 1.600 peserta. Mereka berasal dari beberapa sekolah, wakil kecamatan, universitas, perusahaan, dan komunitas. Sebelum mengikuti acara puncak, peserta telah mengikuti serangkaian acara workshop.
”Seluruh peserta juga dilatih koreografi yang didampingi oleh anggota Sanggar Greget Semarang. Selain koreografi, peserta dibekali teori berbusana dan penyesuaian musik pengiring,” tandasnya.
Tak hanya kemeriahan karnaval yang menarik. Kreatifitas peserta dalam mendesain gaun dengan motif bunga juga mengundang decak kagum. Salah satu peserta mengaku biaya yang dibutuhkan guna membuat kostum bermotif bunga teratai mencapai Rp 1,5 juta. ”Kira-kira per gaun sampai Rp 1,5 juta. Tapi pembiayaan dari sekolah,” kata Fitria, salah satu peserta dari kelompok SMA.
Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan karnaval bak pesta bunga itu. (H71,H35-43)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184848/Semarang-Pesta-Bunga

Hari ini Karnaval Pesisir Kota Tegal

ACARA ditunggu-tunggu berupa Karnaval Pesisir 2012, Sabtu ( 28/4), ditampilkan di hadapan masyarakat sepanjang jalan protokol. Acara tahunan menyambut HUT Kota Tegal ini berlangsung malam hari.
Satu hal menarik, apa yang ditampilkan dalam even tersebut, sangat berbeda jauh dengan karnaval yang diadakan tahun sebelumnya. Kali ini dikemas sedemikian rupa. Semua yang disajikan, layaknya pertunjukan dengan berbagai unsur di dalamnya.
Ada tata kostum atau busana, musik, gerak, seni rupa, make up, tata lampu atau lighting, dan unsur pelengkap pertunjukan. Sedangkan panggung dalam karnaval ini memanfaatkan jalan raya, yang merupakan ruang terbuka. Adapun setting berupa deretan kios, tiang listrik, papan reklame serta lampu.
Menurut penggagas karnaval pesisir, Erwindho Hascaryo, dalam kegiatan itu bakal menampilkan potensi budaya. Seperti khasnya acara larung sesaji sedekah laut, yang diadakan tiap tahun oleh nelayan. Bahkan dalam karnaval ini, acara tersebut tak lupa diikutsertakan.
"Acara gotong ancak dalam larung sesaji sebagai ikon utama acara karnaval. Selain keragaman etnik, baik dari segi busana, make upa dan sebagainya. Sehingga membuka kesadaran bahwa semua itu dibutuhkan kreatifitas. Disamping sentuhan keindahan."
Karena, tandas Erwindo, dalam dalam karnaval itu maka barang yang digunakan sebagai asesoris, ternyata mudah didapat. Bahkan ada di sekitar rumah. Tapi melalui tangan kreatif, menjadi sesuatu yang menarik. "Semua yang ditampilkan sebagai potensi pesisir," tutur lelaki yang sebelumnya pernah menyelenggarakan lomba lukisan kapal-kapal tradisional Pantura.
Dia menambahkan, dalam ajang karnaval pesisir, merupakan yang pertama kalinya digelar di Kota Tegal. Model seperti ini akan digelar rutin setiap tahun. Sehingga berkesinambungan, agar tidak putus di tengah jalan. Tapi terus nyambung dari tahun ke tahun.
"Di sini peran pendidik sangat penting. Mereka bisa menularkan pada para siswa, termasuk elemen lain. Karena untuk even karnaval pesisir, ada sebuah penularan ilmu pengetahuan dari profesional. Mengingat mereka terbiasa mengadakan acara serupa di berbagai kota, seperti Jember,  Solo, Jogja, dan Magelang."
Lebih lanjut Erwindo mengungkapkan, kali ini para profesional bidang karnaval berbagi pengalaman dalam penyelanggaraan kegiatan menyambut HUT Kota Tegal. Arak-arakan sepanjang jalan protokol, didukung sekitar 1.000 peserta. Termasuk drum band dari Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.
Sekitar 350 taruna ikut di dalamnya. Malam itu Kota Tegal diramaikan berbagai penampilan, selain dari instansi pemerintah maupun swasta. Tak ketinggalan melibatkan sejumlah komunitas. Berderet sepanjang jalan dari ujung utara hingga selatan.
Apa yang terlihat ibarat lautan manusia. Menumpuk di kanan-kiri jalan. Semuanya ikut menikmati keramain kota. Penonton akan tumplek-blek meninggalkan rumahnya masing-masing bersama anak istri.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir Gito Musriyono, sepanjang rute yang akan dilalui peserta, ada penambahan 30 lampu berukuran besar. Terangnya nyala lampu menambah gemerlapnya acara. Sehingga kota ini menjadi semakin hidup. (abidin abror)          
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Hari-ini-Karnaval-Pesisir-Kota-Tegal.html

Perekaman E KTP Turun Ke Desa

PROSES perekaman E-KTP di Kabupaten Tegal secara gratis rencananya akan berhenti sampai bulan April 2012. Agar masyarakat bisa terekam semuanya,  di Kecamatan Pagerbarang melakukan perekaman E-KTP dengan turun ke desa-desa. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih dekat dan mudah untuk melakukan pembuatan E-KTP tersebut. Karena selama Kecamatan Pagerbarang, sebelum melakukan turun ke desa, dari penduduk yang berjumlah 52.359, hanya terekam 48,76 persen atau dengan jumlah 25.529.  “Agar masyarakat lebih dekat dalam melakukan pembuatan E-KTP, kami sengaja programkan untuk turun ke desa-desa sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan. Dengan perekaman di desa ternyata antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Camat Pagerbarang, Bambang Sihana melalui Sekcam Pagerbarang, Mulyono, di sela-sela Kegiatan Perekaman di Desa Sidomulyo, Pagerabang, yang bertempat di Balaidesa Sidomulyo, Jumat (27/4).
Perekaman E-KTP tersebut akan dilakukan sampai akhir April. Dari beberapa desa yang sudah terekam di desa, kebanyakan mereka dari kalangan orang yang sudah berumur 50 keatas. Selama dua hari yang dilakukan di empat desa yakni Desa Srengseng, Desa Rajegwesi, Desa Karanganyar dan Desa Pagerbarang, data perekaman menjadi bertambah menjadi 28.132 orang.  “Selama dua hari sudah dilakukan di empat desa, hari ini (kemarin) dilakukan di dua desa, yakni Desa Jatiwangi dan Desa Sidomulyo. Di Desa Sidomulyo ini terekam sebanyak 50 lebih penduduk yang melakukan pembuatan E-KTP,” jelasnya.
Alat perekam di Kecamatan Pagerbarang jumlahnya ada tiga, namun yang dipakai untuk keliling ke desa-desa hanya dua alat, sementara yang satu di pakai di kecamatan, barangkali ada yang akan membuat di kecamatan.  “Kami berharap dengan turun ke bawah ke desa-desa, semua penduduk di Kecamatan Pagerbarang dapat terekam dengan alat yang sudah disediakan,” imbuhnya.
Sementara ini dari hasil perekaman yang dilakukan di desa, Desa karanganyar yang paling banyak, dan desa tersebut minta diadakan kembali, karena masih ada yang belum terekam. "Di desa tersebut dilakukan sampai tengah malam sekitar Pukul 24.30 wib,” tambahnya. (fatur)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Perekaman-E-KTP-Turun-Ke-Desa.html

Slawi Digagas Jadi Brand Kota Teh

SLAWI - Ibukota Kabupaten Tegal tengah digagas menjadi brand kota teh. Apalagi di kota itu merupakan cikal bakal pabrik teh dan ada sejumlah pabrik di daerah itu. Yang terbesar adalah pabrik teh PT Gunung Slamat, kini tengah dilakukan pendekatan oleh pemkab setemat untuk kebersamaan meramaikan kota Slawi. Bakal digadang adalah penciptaan brand kota teh, di lahan terbuka depan Terminal Slawi.
 Dilahan itu yang kini masih kosong dan sudah memiliki sejumlah kelengkapan sarana fisik, dilirik untuk dimanfaatkan sebagai tempat dagang produk unggulan jajanan dan budaya daerah. Sudah barang tentu membutuhkan biaya dan kemasan menarik pada lahan terbuka (open space) depan Terminal Slawi, yang direncanakan untuk keperluan itu.  “Kami berencana menggandeng PT Gunung Slamat, sebagai pabrik tertua di Slawi dan sudah cukup terkenal serta memiliki komitmen dan kemampuan dana,” kata Sekda Pemkab Tegal, Drs H Haron Bagas Prakosa MM, kemarin di kantornya.
 Dikatakan Bagas, panggilan akrabnya, saat ini sudah dilakukan pembahasan awal dan disepahami, untuk brand bagian depan lokasi lahan terbuka, brand Slawi sebagai kota teh. Itu bakal ditangani oleh PT Gunung Slamat yang siap berpartisipasi guna mendukung Ibukota Kabupaten Tegal, sebagai kota Teh. Bahkan direncanakan, dilokasi masuk Kota Slawi, tepatnya di sekitar bundaran GBN (kawasan terpadu) bakal dibangun monument poci, sebagai lambang geliat warga dalam menikmati minuman teh.
 Rencana kedepan kerjasama Pemkab Tegal dengan PT Gunung Slamat, pada lahan terbuka dimaksud, bakal dikemas bagi peruntukan pusat jajanan dan budaya daerah. Kondisi itu, seiring dengan banyaknya produk jajanan daerah yang harus dikemas dan untuk lebih diperkenalkan kepada khalayak lebih luas. Termasuk budaya daerah, yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat.  “Sejumlah sarana fisik sebagai pendukung sudah dibangun dilokasi itu. Tinggal pemanfaatannya saja. Untuk bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan lahan terbuka ini, kami cukup optimis dan patut didukung pemkab,” terangnya.
 Disisi lain, Kepala Bappeda Pemkab Tegal, Ir Suharmanto membenarkan jika bakal digadang lahan terbuka depan Terminal Slawi menjadi sesuatu yang bermanfaat. Direncanakan ada upaya untuk bekerjasama dengan pihak swasta dalam meramaikan dan mewujudkannya.
 Sementara untuk kelanjutan perwujudan gagasan tersebut, masih terus dilakukan pembahasan, namun sudah ada pihak swasta yang siap untuk meramaikan area terbuka itu. Bahkan mulai menemukan kesepahaman arah pemanfaatan lokasi itu. “Untuk mewujudkan Slawi sebagai daerah teh dan bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang itu, tengah dimatangkan,” pungkas Suharmanto. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Slawi-Digagas-Jadi-Brand-Kota-Teh.html