Minggu, 16 September 2012

Foke Naik. Pitam Jokowi Tersenyum

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam debat publik pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012, petahana Fauzi Bowo tampak naik darah saat disinggung oleh Joko Widodo mengenai hasil PPATK bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan pemerintah daerah terkorupsi di Indonesia.
"Hasil PPATK itu sudah dijelaskan dan bukan seperti itu penjelasannya. Sebagai kepala daerah, jangan menyebar fitnah dengan mengandalkan informasi yang salah," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Ia pun kembali menegaskan bahwa angka kemiskinan di Jakarta merupakan yang terendah di Indonesia, dan itu merupakan indikator bahwa pembangunan di Jakarta berjalan baik dengan pemerintahan yang bagus.
"Mengenai anggaran, kami sudah transparan. Itu bisa dilihat secara online," ujar Foke.
Sementara itu, Joko Widodo yang disapa akrab Jokowi dengan sikap tenang mencoba menjelaskan terkait hasil PPATK tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya mampu menyimpulkan demikian karena PPATK merupakan lembaga yang dipercaya.
"Saya tahu. PPATK ini lembaga terpercaya. Itu yang saya dapat. Ya saya memang bukan orang pintar. Tapi kesimpulannya memang seperti itu," ujar Jokowi dengan tetap tersenyum.
Sumber Berita :  http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/14/23025639/Foke.Naik.Pitam.Jokowi

Nakoula Basseley- Pembuat Film Anti Islam Berdarah Mesir

VIVAnews - Nakoula Basseley Nakoula, pria yang mengaku sebagai pembuat film "The Innocence of Muslims" yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan Islam, telah menyerahkan diri ke polisi federal Amerika Serikat. Akibat film konyolnya itu, muncul banyak demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara muslim.
Beberapa di antaranya dibumbui aksi kekerasan, dengan merusak kedutaan besar Amerika Serikat. Setidaknya, 17 orang tewas sejak unjuk rasa pertama kali berlangsung Selasa lalu, 11 September 2012. Seorang duta besar dan tiga pejabat Amerika Serikat di Libya bahkan tewas diserang demonstran.
Sebenarnya, siapa pria pembuat onar ini?
Nakoula Basseley adalah warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Dia sangat membenci Islam. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal di kota Cerritos, di negara bagian California, AS.

Patut dicatat, meski tercatat beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal.
Basseley pernah beberapa kali tersandung masalah hukum. Pada tahun 1997, dia pernah ditahan kantor Sherif Los Angeles. Pada 27 Maret 1997, dia didakwa karena memproduksi metamfetamin. Mengaku bersalah, Basseley dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan dia melanggar masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui selama satu tahun.

Pada 2010, Basseley terlibat penipuan bank. Ia dituduh berlaku curang dengan mencoba membuka rekening bank dan kartu kredit menggunakan nomor Jaminan Sosial yang tidak cocok dengan nama yang dia cantumkan pada aplikasinya. Basseley dijatuhi hukuman penjara 21 bulan dan harus membayar denda US$ 790 ribu.

Bukan orang Yahudi
Sejak film amatirannya menuai protes keras dari banyak umat Islam, Basseley bersembunyi. Dia menjauhkan diri dari lingkungan pergaulan sosial sehari-harinya.

Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaannya.
Awalnya, pembuat film itu disebut-sebut bernama Sam Bacile. Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser yang asal-usulnya masih misterius tersebut. Selasa lalu, WSJ berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Dia mengaku berumur 52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai kanker peradaban.

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, belakangan mengungkapkan bahwa dia juga bukan seorang Yahudi, melainkan seorang keturunan Arab.

WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di situ, tertera nama penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley, seorang produser film. Kepada salah satu media, Basseley pernah membantah bahwa dia adalah Bacile.

Kini, setelah identitasnya diketahui, Basseley menyerahkan diri ke aparat dan mengakui memang dialah sang pembuat film "The Innocence of Muslims". (kd)
Sumber Berita :  http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/351691-nakoula-basseley--pembuat-film-anti-islam-berdarah-mesir

Jumat, 14 September 2012

Wali Kota Termuda Dunia Terinspirasi Soekarno

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Bashaer Othman menjadi satu-satunya Wali Kota termuda dunia. Di usianya yang masih 15 tahun, pelajar yang masih duduk di kelas 1 SMA Palestina ini sudah diberi jabatan publik sebagai Walikota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina.
Bashaer diberi kesempatan mempimpin Kota Allar selama dua bulan, di bawah bimbingan Sufian Shadid, Wali Kota Allar sebenarnya, setelah ia terpilih dalam program pemberdayaan kaum muda Pemerintah Palestina.
Tentu unik sebuah kota dipimpin oleh perempuan yang masih berusia dibawah 17 tahun. Apalagi Bashaer harus memikul sejumlah tanggung jawab berat mengatasi semua hal terkait Kota Allar, termasuk mengawasi karyawan dan menandatangani semua dokumen resmi, kecuali dokumen keuangan.
Bertempat di kantor Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia di Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta, Rabu (12/9) siang, Tribun mendapat kesempatan mewawancarai perempuan jelita ini dengan nuansa santai namun obrolan serius.
Basher menerima Tribun dengan senyuman manis. Sapaan dengan menggunakan bahasa Arab makin menambah keakraban. Di sela-sela obrolan Bashaer bahkan sempat bercanda bertanya-tanya tentang merk handphone yang Tribun pakai. Apa saja pengalaman Basheer menjadi walikota termuda dunia.
Berikut petikan wawancaranya:
Selamat siang, selamat datang di Indonesia. Bisakah Anda bercerita bagaimana Anda jadi walikota di usia
Anda yang masih muda?
Selamat siang juga senang bisa berada di Indonesia. Pada awalnya saya mengikuti program pemerintah Palestina untuk pemberdayaan kaum muda. Saya lalu bersaing dengan ribuan anak muda yang mengikuti seleksi program tersebut, walikota seperti saya dipilih tidak melalui proses pemilihan umum yang dilakukan masyarakat tapi dipilih oleh walikota sebenarnya berdasarkan atas kompetensi atau kemampuan dalam berbagai hal.
Apa pertimbangan terbesar Anda terpilih?
Saya dinilai memiliki kemampuan individual diantaranya wawasan tentang kenegaraan, politik, sosial, ekonomi. Saya juga memiliki kemampuan leadership. Sebelum ini saya telah memimpin sebuah organisasi kepemudaan di sekolah. Saya juga punya visi dan misi yang jelas untuk kemajuan rakyat Palestina.
Anda sudah menjabat dua bulan, apa yang Anda lakukan selama periode itu?
Saya berusaha memecahkan berbagai masalah rakyat, salah satunya adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Beberapa waktu lalu saya keliling ke beberapa negara luar dan sepulang dari sana saya mengajak para investor serta meyakinkan mereka agar mau berinvestasi di Palestina. Hasilnya lumayan, ada tiga proyek yang saya dapatkan dan saya pikir itu akan membuka lapangan kerja baru.
Ceritakan masalah tersulit yang Anda hadapi selama jadi walikota?
Melayani rakyat Palestina terutama dalam masalah hukum. Sebenarnya mereka sudah tahu hukum tapi biasanya mereka tidak puas jika tidak langsung bertanya kepada walikota, jadi saya harus sabar melayani mereka. Kesultian yang saya alami adalah bisa memuaskan seluruh rakyat, juga saat membuat rakyat menjalani ketentuan Dewan Kota. Beruntungnya saya punya kemampuan komunikasi yang bagus sehingga bisa mudah menjawab pertanyaan dari mereka.
Palestina identik dengan daerah konflik, tidakkah Anda takut dengan keselamatan jiwa Anda?
Daerah Tepi Barat yang saya pimpin relatif aman, tidak ada kontak senjata disana. Pertumbuhan ekonominya juga bagus, penghasilan rakyatnya di atas rata-rata. Jadi saya tidak pernah merasa takut untuk memimpin, ini semua untuk kemaslahatan umat.
Apa yang Anda pikirkan tentang konflik dengan Israel?
Saya datang kesini tidak untuk membahas konflik dengan Israel, itu sudah ada bagiannya tersendiri. Saya hanya ingin menjadi inspirasi generasi muda Palestina bahwa konflik bisa melahirkan pemimpin- pemimpin handal. Saya ingin pemuda Palestina punya sikap dan membangun peradaban mereka.
Apa perubahan yang Anda rasakan dalam diri Anda setelah menjadi walikota?
Tentu ada yang berubah dari kepribadian saya. Sekarang, saya lebih memikirkan kepentingan umat.
Bisakan Anda ceritakan kehidupan keluarga Anda?
Saya lahir dalam keluarga yang hangat, saya hidup dengan Ayah, Ibu dan lima orang saudara, saya anak keempat. Kami hidup dalam satu rumah dan kakak-kakak saya masih belajar di perguruan tinggi. Saat jadi walikota saya mendapat dukungan penuh dari keluarga, mereka sangat mensupport karier politik yang sedang saya jalani. Kami hidup dalam keluarga yang harmonis dan bahagia.
Apa reaksi kawan-kawan Anda setelah jadi Wali Kota?
Mereka sangat apresiatif dan mendukung, kami tetap berhubungan bahkan mereka sering memberikan masukan dan berkomunikasi dengan saya melalui internet. Kami chating setiap hari dan berdiskusi banyak hal untuk kemajuan Palestina.
Apakah Anda punya pacar?
Tidak, Islam tidak memperbolehkan hubungan laki-laki dan perempuan tanpa status pernikahan apapun bentuk hubungan itu. Dan generasi muda Islam tidak seharusnya memikirkan hal itu. Generasi muda Islam harus cerdas membangun peradaban dan kemajuan bangsanya. Terus terang saya tidak punya akun facebook sebab kadang itu mengganggu aktifitas saya dalam berpikir tapi saya tetap mengikuti perkembangan global lewat internet.
Bagaimana Anda melihat masa depan pemuda Palestina?
Saya optimistis kami punya masa depan lebih bagus. Saat ini memang ada banyak pemuda Palestina yang berusaha keluar ke negara lain misalnya ke Saudi Arabia, Mesir atau negara Timur Tengah lainnya untuk mencari pekerjaan dan mencari wilayah aman. Tapi mereka semua punya komitmen besar untuk tetap jadi warga negara Palestina, artinya mereka akan kembali lagi. Kami juga meyakini bahwa Palestina suatu saat akan merdeka dan berdaulat.
Di Indonesia sering ada demonstrasi dukungan terhadap Palestina biasanya memakai tagline "Save Palestina". Apa tanggapan Anda?
Saya sangat mengapresiasi perhatian Indonesia terhadap negara kami. Indonesia adalah saudara setia kami sejak tempo dulu. Saya pribadi sangat terinspirasi dengan Ahmad Soekarno (Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno). Sebab beliau adalah tokoh yang pertama kali bersuara Palestina adalah negara berdaulat tanpa peduli dengan negara lain yang tidak mengakui kami.
Apakah Indonesia terkenal di negara Anda?
Iya terutama dengan tokoh Ahmad Soekarno Soekarnp), kami memanggil Ahmad Soekarno sebab orang Palestina mengenalnya dengan nama itu. Indonesia juga negara muslim terbesar dunia, dukungan dan suara dari Indonesia sangat memberi kami kepercayaan diri. Kami mendapatkan energi lebih ketika Indonesia bersuara lantang dan membela Palestina.
Apa pesan terakhir Anda untuk pemuda Indonesia?
Pemuda Indonesia harus terus maju kedepan. Maju Palestina!Maju Indonesia
Sumber Berita :  http://www.tribunnews.com/2012/09/12/wali-kota-termuda-dunia-terinspirasi-soekarno

Ini Komentar Sujiatmi Lihat Penampilan Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penampilan calon Gubernur Jakarta Joko Widodo dalam debat kandidat di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012), ternyata dikomentari ibunya, Sujiatmi.
“Penampilan anak saya sudah baik, sudah bagus. Saya senang. Itu menurut penilaian saya loh ya,” ujar Sujiatmi sembari tersenyum kepada wartawan usai menghadiri debat calon gubernur-wakil gubernur DKI, Jumat (14/9/2012).
Menurut Sujiatmi, ia tidak memberikan pesan apapun kepada anaknya sebelum tampil di atas panggung bersama wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Dikatakan Sujiatmi, dirinya hanya berpesan seperti biasanya, yakni agar Jokowi bicara jujur dan tidak usah neko-neko. Ia pun selalu memberi doa restu kepada Jokowi memimpin Jakarta.
Bili Haryanto, saudara Jokowi, menambahkan, wali kota Solo itu adalah orang yang apa adanya. Ia mengatakan, warga Jakarta sudah bisa melihat perbedaan antara Jokowi dan Fauzi Bowo.
“Rakyat sudah pintar memilih pemimpin mana yang cocok untuk Jakarta. Pemimpin yang polos, dan mau menerima siapapun rakyatnya, itu ada pada Jokowi,” ujar Bili.
Sumber Berita :  http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/14/ini-komentar-sujiatmi-lihat-penampilan-jokowi

Aliran Islam Baiat Muncul di Cianjur

TEMPO.CO , Cianjur - Sebuah ajaran yang menyimpang dari Islam bernama Islam Bai''at muncul di Kampung Cibengang, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Paham ini diserbarkan Karmawan, secara sembunyi-sembunyi selama satu tahun terakhir.

Keberadaan aliran tersebut terungkap setelah dua pengikut Karmawan, Engkus dan Eros melapor ke Kepolisian Sektor Naringgul. "Mereka mengaku apa yang diajarkan bertentangan dengan yang mereka yakini selama ini," kata Kepala Polsek Naringgul, Ajun Komisaris Bambang Irwanto di Cianjur, Jumat 14 September 2012.

Polisi kemudian meminta keterangan Karmawan. Kepada petugas, lelaki berusia 29 tahun ini mengaku memiliki pengikut sebanyak 23 orang. Penyebarannya meliputi Kampung Cibengang dan Kampung Tegalpanjang Desa Wangunjaya Kecamatan Naringgul.

Karmawan menggaet pengikutnya dengan cara mendatangi rumah mereka kemudian menyampaikan ajaran yang bertentangan dengan akidah keislaman. "Mereka menamakan diri Islam Bai''at yang artinya umatnya yang masuk ajaran ini harus melakukan ikrar atau janji (bai''at) sedangkan yang lainnya dianggap kafir," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, aliran Islam Bai''at mengharuskan pengikut lelaki untuk membaca 2 kalimat sahadat sambil berjabat tangan dengan pemimpinnya. Sedangkan pengikut perempuan, selain membaca 2 kalimat sahadat juga mencelupkan jari tangannya ke dalam air putih. "Sekarang mereka bersedia meminta maaf dan bertobat secara terbuka," ujarnya.

Rencananya Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Naringgul, Camat Naringgul serta Kepala Desa Wangunjaya akan menyaksikan pertobatan mereka. "Karwaman juga sudah membuat pernyataan yang isinya meminta kepada semua pihak serta akan mengajak pengikutnya kembali ke ajaran Islam yang benar," ujarnya.

DEDEN ABDUL AZIZ
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/09/15/058429647/p-Aliran-Islam-Baiat-Muncul-di-Cianjur

SBY Transit Siswa Wajib Berdiri di Pinggir Jalan

TEMPO.CO, Manado -- Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 14 September 2012, hanya sebatas transit sebelum melanjutkan perjalanan menghadiri Sail Morotai di Maluku Utara. Meski hanya transit, anak-anak sekolah di Manado diwajibkan berdiri di pinggir jalan sambil memegang bendera menunggu kedatangan SBY.

Anak-anak sudah bersiap di pinggir jalan sejak pukul 10.00 waktu setempat. Mereka disuruh berdiri sejak pukul 13.00. Ternyata, hingga pukul 15.00, rombongan Presiden tak kunjung datang. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda pesawat khusus kepresidenan terlihat mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi.

Sejumlah anak-anak terlihat kepanasan. Apalagi daerah yang akan dilewati SBY sama sekali tidak ada pepohonan yang rindang untuk berteduh. "Sebenarnya kasihan anak saya, tetapi mau bagaimana lagi, katanya sudah instruksi dari Wali Kota," ujar sejumlah orang tua murid yang ditemui Tempo di ruas Jalan Mapanget-bandar udara.

Sementara pengamanan ruas jalan yang akan dilewati rombongan SBY menuju ke hotel tempat menginap, yang meliputi Bandar Udara Sam Ratulangi, Jalan Mapanget, Jalan Kelurahan Paal II, dan pusat kota, telah disterilkan sejak pukul 24.00 Wita.

Tak hanya itu, khusus areal sekitar tempat penginapan, jalanan sudah ditutup sejak pagi hari. Padahal jalan tersebut adalah jalan utama di pusat Kota Manado.

Terpantau Tempo, terdapat kendaraan tank pengaman dan truk water canon, serta pengamanan TNI yang superketat lengkap dengan metal detector.

ISA ANSHAR JUSUF
sumber berita :http://www.tempo.co/read/news/2012/09/14/078429520/SBY-Transit-Siswa-Wajib-Berdiri-di-Pinggir-Jalan

Foke Parpol Islam Sudah Tak Terkotak Kotak

TEMPO.CO, Jakarta - Calon inkumben pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mensyukuri dukungan politis terutama dari partai politik Islam dalam putaran kedua. Penentuan pemilihan Gubernur DKI akan berlangsung 20 September nanti. Tapi ia mengingatkan dukungan politis tidak menjamin dukungan penuh dari seluruh anggota partai koalisi.

"Saya bersyukur dari segi politis dukungan yang diberikan pada saya dalam pemilihan umum kepala daerah ini cukup menggembirakan. Seluruh parpol Islam itu bergabung mendukung calon nomor satu," kata Fauzi setelah menghadiri acara halalbihalal di Masjid Ikhwanul Muslimin, Pasar Minggu, Ahad, 9 September 2012.

Bersatunya parpol Islam dalam putaran kedua ini, lanjut Fauzi, menunjukkan sudah tidak ada sekat lagi antara warga muslim Jakarta. Menurut dia, seluruh partai Islam sudah tak lagi terkotak-kotak dan menjadi satu umat Islam yang pandai memelihara ukhuwah. "Range itu dari ujung kiri sampai ujung kanan," katanya.

Dengan solidnya dukungan ini, ia yakin dengan kerja keras bisa meraih kemenangan dalam putaran kedua pemilihan gubernur nanti. "Insya Allah kita mencapai maksud dan tujuan yang kita inginkan," katanya.

Tentang prediksi persentase kemenangan, Fauzi mengaku tidak menghitung secara detail.

Ia mengingatkan pendukungnya untuk terus bekerja keras demi meraih kemenangan dalam putaran kedua nanti. Dukungan politis di tingkat elit partai, Fauzi melanjutkan, bukan berarti seluruh anggota partai mengikuti langkah pimpinan partai.

"Ini bukan berarti terus seluruh kekuatan dan anggotanya itu otomatis (mendukung). Kita harus bekerja keras menerjemahkan ini menjadi satu suara dan kemenangan untuk calon nomor 1," katanya.

Foke, pagi ini, membuka kegiatannya dengan acara halalbihalal di Pasar Minggu. Tadinya, ia dijadwalkan bersilaturahmi dengan warga di Masjid Pondok Indah, tapi kemudian batal. Setelah dari Pasar Minggu, pasangan Nachrowi Ramli ini akan menghadiri acara senam pagi serta dialog dengan masyarakat dan pegawai RSUD Tarakan di Lapangan Monas.

ANANDA W. TERESIA
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/09/09/228428346/Foke-Parpol-Islam-Sudah-Tak-Terkotak-Kotak