Minggu, 20 Januari 2013

Tuduhan Tanpa Alasan Buat Pencari Tuhan

Lampu pengatur lalu lintas di simpang depan Masjid Al-Munawar, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan menyala merah dan hijau bergantian, masing-masing satu setengah menit. Seperti biasa, Senin malam pekan lalu, keramaian tampak di sekitar masjid.

Maklum saja, di sana digelar pengajian, membaca maulid Nabi Muhammad sekaligus ceramah, oleh Majelis Rasulullah. Selepas isya, jamaah rata-rata berjaket hitam dengan tulisan Majelis Rasulullah di bawah gambar masjid mulai berdatangan ke Masjid Al-Munawar. Suasa kian semarak lantaran pedagang khas majelis sudah menggelar dagangan sejak menjelang magrib. Jualan mereka mulai minyak wangi, foto habaib, DVD Mjaelis Rasulullah, hingga buku salawat.

Kemacetan parah selama ini dikeluhkan banyak orang kerap melewati Jalan Raya Pasar Minggu tidak terjadi. Lalu lintas lancar dan hanya tersendat saat lampu berwarna merah. Tiga polisi dibantu enam jamaah majelis sibuk mengatur arus kendaraan. "Situasinya sekarang berbeda dengan sebelum-sebelumnya," kata seorang jamaah yang asyik melihat-lihat barang dagangan.

Kenyataannya memang begitu. Para jamaah - kebanyakan anak-anak muda - memarkirkan sepeda motor mereka di sejumlah lokasi telah disiapkan oleh panitia, seperti di dua sisi jalan menuju Pengadegan, dua lapangan, dan di belakang masjid. Jamaah bermotor juga tertib, Pengemudi dan yang dibonceng memakai helm.

Mereka rupanya telah menuruti imbauan sang guru, Habib Munzir bin Fuad al-Musawa. Dalam sebuah laman Facebook bertanggal 2 Mei 2012, Habib Munzir telah memerintahkan kepada semua pihak mengundang Majelis Rasulullah menutup jalan utama. "Kalau menutup jalan utama, batalkan dan cari lokasi lain." Habib Munzir menambahkan kalau jalan kampung terpaksa ditutup dan sudah mendapat izin dari ketua RT dan RW, tidak apa-apa.

Instruksi Habib Munzir ini memang sangat beralasan. Dia menegaskan kalau pelaksanaan zikir oleh Majelis Rasulullah sampai menutup jalan raya maka ribuan orang bakal melaknat. Dia menambahkan pula perbuatan itu termasuk dosa besar. "Yang bertanggung jawab saya dan saya tidak mau hal ini terjadi," dia menegaskan.

Dia menjelaskan Rasulullah juga tidak akan suka kalau ada majelis sampai menyekat jalan utama. Hanya saja, buat acara di Masjid Al-Munawar, dia mengharapkan masyarakat maklum. Apalagi, tidak ada penutupan. Hanya sekadar buka tutup ketika jamaah datang dan pengajian bubar.

Perintah Habib Munzir ini mendapat sambutan posisitf dari sejumlah orang. "Majelis disiplin dan penuh tanggung jawab. Semoga bisa ditiru oleh majelis lain," ujar Nanda Ajiputra.
Sumber: Merdeka.com
 Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/tuduhan-tanpa-alasan-buat-pencari-tuhan-002500952.html

Fatwa Haram Buat Pencari Tuhan

Kasak-kusuk soal dua majelis taklim, disebut-sebut terbesar di Jakarta, Majelis Rasulullah dan Nurul Musthofa, muncul dalam sejumlah laman Internet. Sebabnya, saban pekan dua kelompok pengajian itu menggelar acara - baca maulid Nabi Muhammad sekaligus ceramah - jamaah membludak hingga ribuan.

Yang terjadi, jalanan sudah macet di jam pulang kantor kian ruwet. Pedagang khas majelis berkumpul menjadi satu dengan konvoi jamaah. kedua majelis itu biasa menggelar pengajian sehabis isya. "Memang gak pernah resmi kok nutup jalannya, cuma separo badan jalan. dan ini sering dianggap sah, boleh gak parkir/jualan di jalan?" komentar akun darklegend.

Gunjingan tidak sedap itu tidak berhenti begitu saja. Sejumlah masyarakat merasa terganggu dengan akibat dari kegiatan Majelis Rasulullah dan Nurul Mustafa mengadukan hal ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta.

"Memang benar banyak laporan soal dua majelis itu karena kegiatan mereka menutup jalan," kata Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta Samsul Maarif ketika dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya Jumat dua pekan lalu. Setelah melalui pembahasan dan perdebatan, akhirnya setahun lalu keluarlah fatwa. Isinya, mengharamkan pengajian mingguan bikin macet jalan. Alasannya lantaran mengganggu kepentingan orang lain.

Hingga artikel ini dilansir, Habib Munzur al-Musawa belum dapat dimintai komentar. Menurut Muhammad, ditemui di kantor Majelis Rasulullah, Jalan Cikoko Barat V Rt 003/05/ nomor 66, Pengadegan, Jakarta Selatan, Habib Munzir memang ada di sana namun tidak dapat ditemui. "Beliau sedang sakit," ujarnya seraya menjelaskan sakit sang guru banyak, mulai asma hingga efek dari operasi mengeluarkan lemak.

Muhammad, bersarung kotak-kotak serta berkoko dan berpeci putih, juga belum bisa memastikan apakah Habib Munzir bakal menghadiri majelis taklimnya Senin malam itu. Jarak antara kantor Majelis Rasulullah dan Masjid Al-Munawar sekitar dua kilometer. Kalau dari rumahnya, juga di daerah Pancoran, sekitar satu kilometer.

Muhammad tertawa menanggapi fatwa haram MUI DKI Jakarta itu. Dia balik berkomentar Jalan Raya Pasar Minggu saban jam pulang kantor selalu macet, termasuk di luar Senin malam. Dia membantah jamaah Majelis Rasulullah sampai menutup jalan seraya menukil ucapan Habib Munzir. "Kalau saya diundang dan pengajian saya sampai menutup jalan, saya akan bubarkan."

Akun Mbah Dukun mencoba menyampaikan rerkomendasi buat menyelesaikan polemik ini. "Adakan majelis di masjid besar dan memiliki lahan parkir besar, jadi kagak bikin macet."

Sampai Senin malam pekan lalu, Majelis Rasulullah masih terus menggelar acara di sana.
Sumber: Merdeka.com
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/fatwa-haram-buat-pencari-tuhan-000000531.html

Berpikir Lebih Cepat Dengan Meditasi 10 Menit

Masalah dalam kehidupan yang datang silih berganti seringkali membuat kemampuan otak manusia cenderung menurun. Hilangnya kemampuan untuk berkonsentrasi, sering lupa, atau berpikir terlalu lama dalam menghadapi masalah tertentu merupakan beberapa tanda bahwa kemampuan otak Anda telah mengalami penurunan.
Berpikir-Lebih-Cepat-dengan-Meditasi-10-MenitHal ini tidak terlepas dari minimnya waktu untuk merelaksasi otak Anda dari segala permasalahan sehari-hari. Jika Anda mengalami hal ini sebaiknya segera luangkan waktu sejenak untuk keluar dari tekanan dan lakukan meditasi.
Menurut penelitian terbaru duduk tenang dalam kondisi rileks serta merasakan ritme napas Anda sendiri diketahui dapat meningkatkan fungsi otak.
Meditasi secara teratur berperan dalam meningkatkan kinerja otak, memperbaiki kinerja saraf, mempertajam daya pikir, memori, meningkatkan produksi hormon endorfin, dan mengurangi gejala depresi dan stres berkelanjutan.
Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan otak, meluangkan waktu 10 menit setiap hari untuk bermeditasi dapat meningkatkan kemampuan fisik tubuh dengan mengurangi risiko penyakit kronis serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Menurut ahli saraf dari University of California, Los Angeles, meditasi memiliki manfaat yang cukup unik jika dilakukan secara teratur yakni, otak memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam mengolah sebuah informasi.
Para ahli juga menyampaikan bahwa manfaat meditasi bisa sampai hingga ke lapisan korteks, sebuah bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengatur tingkat kesadaran, perhatian, memori dan pengambilan keputusan.

Cara Melakukan Meditasi

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara bermedatisi yang tepat cukup luangkan waktu 10 menit setiap hari dan ikuti panduan meditasi berikut ini.
Berpikir-Lebih-Cepat-dengan-Meditasi-10-Menit.
  • Temukan tempat yang nyaman, teduh, dan hening di sekitar Anda
  • Duduk bersila dan tempatkan kedua pergelangan tangan Anda di atas paha
  • Jaga posisi punggung tegak lurus dengan tanah dan jangan membungkuk
  • Usahakan tubuh Anda benar-benar rileks dan nyaman
  • Pejamkan mata Anda
  • Bersihkan pikiran dari hal-hal membuat Anda stres dan tegang
  • Pikirkan sesuatu yang menyenangkan dan fokuslah di sana
  • Tarik nafas melalui hidung sedalam-dalamnya dengan hitungan 1-5
  • Buang napas perlahan melalui mulut dengan suara mendesis
  • Ulangi teknik bernapas ini sampai Anda benar-benar mencapai ketenangan dalam meditasi
Para ahli meyakini bahwa orang yang melakukan meditasi secara teratur memiliki kemampuan otak yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak pernah menyempatkan diri untuk bermeditasi. So, segera luangkan waktu Anda untuk bermeditasi. (dan)
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/berpikir-lebih-cepat-dengan-meditasi-10-menit-090024832.html

Selasa, 15 Januari 2013

Sebut Korban Perkosaan Menikmati Daming Diprotes 3 putrinya

Calon Hakim Agung Daming Sunusi mungkin lupa dirinya memiliki tiga putri dan dua cucu perempuan. Hingga dengan gamblang dia membuat candaan yang menyebut pelaku dan korban pemerkosaan sama-sama menikmati. Ucapan itu dia sampaikan saat fit and proper test di Komisi III DPR, Senin (14/1) kemarin.

Setelah ucapannya jadi perbincangan hangat di semua media dan jejaring sosial, Daming mengaku diprotes keluarga besar yang ada di Banjarmasin terutama tiga putrinya.

"Keluarga saya juga sangat terpukul, saya mendapat protes keras dari anak-anak. Anak saya bilang kalau seperti bukan bapaknya yang bicara seperti ini. Anak saya juga tak sangka ucapan itu keluar dari mulut bapaknya," kata Daming kepada wartawan di ruang Biro Humas Mahkamah Agung, Selasa (15/1).

Tak hanya keluarga, Daming juga diprotes rekan kerjanya. Dia mengklaim, di mata  teman-teman sesama hakim, Daming bukan sosok yang demikian.

"Rekan-rekan saya banyak yang terkejut dan menanyakan apakah kata-kata itu benar keluar dari mulut saya. Karena mereka menilai dan mengenal saya tidak seperti itu," ucapnya.

Dengan muka tegang, Daming mengakui kesalahannya. Dia pun tak akan melakukan pembelaan apapun dan berkilah dari ucapan kontroversialnya itu.

"Saya mengakui saya bersalah dan tidak perlu melakukan pembelaan dengan dasar apapun. Saya minta pendapat pada keluarga harus gimana selanjutnya, mereka kemudian menyatakan saya harus sampaikan permohonan maaf melalui media," tegas Daming yang mengenakan kemeja lengan panjang corak garis biru putih dan dasi biru.
Sumber: Merdeka.com
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/sebut-korban-perkosaan-menikmati-daming-diprotes-3-putrinya-

Pengamat Transportasi Busway Diperbaiki Dulu

Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyetujui pembangunan 6 ruas jalan tol di DKI Jakarta mendapat tentangan. Sejumlah pihak menilai langkah itu tidak berpihak pada kemajuan DKI Jakarta yang bebas macet, tetapi justru memancing warga untuk lebih memilih memiliki kendaraan pribadi ketimbang menggunakan angkutan massal umum.
Pengamat transportasi Darmaningtyas yang hadir dalam uji publik terkait pembangunan tol tersebut pun menilai bahwa sebaiknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki busway ketimbang mengurus hal baru, yang dalam hal ini pembangunan tol yang terintegrasi dengan angkutan umum.
"Busway bukan tambah maju, tapi memburuk. Jalur koridor I dulu sangat steril, sekarang tidak lagi. Saya minta, Pak Jokowi, fokuslah selesaikan persoalan transjakarta. Ide (baru) didukung, tetapi kalau (transjakarta, yang sudah ada) tidak beres, bagaimana?" ujarnya.
Bus TransjakartaBus Transjakarta
Uji publik sendiri diadakan setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disebut mengiyakan pembangunan 6 ruas jalan tol yang sebelumnya dia katakan tidak akan mendukung pembangunan jalan berbayar tersebut. Pengamat dan sejumlah pihak memandang bahwa pembangunan 6 ruas tol lebih karena tekanan terhadap Gubernur Joko Widodo ditekan oleh pemodal yang menginginkan tetap berjalannya proyek tersebut.
"Kalau bapak dukung (proyek tol) jalan sekarang, saya jamin, pemodal yang bapak iyakan tidak akan mendukung bapak nanti karena sudah pasti tidak disetujui kalau mau buat tol lagi," ungkap Darmaningtyas.
"Simatupang belum ada 30 tahun. Tidak ada bukti bahwa jalan tol mengatasi kemacetan. Mana ada jalan tol yang tidak macet di Jakarta? Kalau ada saya dukung," tambah Darmaningtyas yang disambut tepuk tangan publik dan pengamat yang kontra dengan pembangunan ruas tol ini.
(kpl/nzr/abe)
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/pengamat-transportasi-busway-diperbaiki-dulu-025000352.html

Minggu, 13 Januari 2013

Cuit Rasis Soal Ahok Farhat Dilaporkan ke Polisi

TEMPO.CO, Jakarta - Kicauan rasis pengacara Farhat Abbas berbuntut panjang. Ramdan Alamsyah, sesama pengacara, melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya, Kamis, 10 Januari 2013 siang. Ramdan menyebut, Farhat tak menghargai perbedaan suku dan etnis di Indonesia.

"Perbedaan itu harus dihargai. Kalau tidak, berarti tidak memiliki nasionalisme dan menjunjung Pancasila," kata Ramdan. Farhat, pengacara usia 36 tahun, dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Pasal 16 yang menyatakan bahwa setiap orang yang sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis dipidana penjara paling lama lima tahun.

Ramdan melaporkan Farhat melalui laporan TBL/28/I/2013/PMJ/Ditreskrimsus atas nama pribadi. Dia mengaku disokong dua organisasi, yaitu Komunitas Intelektual Muda Betawi dan Himpunan Advokat Muda Indonesia.

Ramdan menyesalkan sikap Farhat, terlebih karena suami Nia Daniati itu adalah pengacara. "Dia lebih paham tentang mekanisme hukum. Dia penegak hukum. Tidak etis bicara seperti itu," ujar Ramdan.

Dia kukuh menyatakan, pelaporan Farhat ini tidak berkoordinasi dengan Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI, objek cuit Farhat. "Ini bukan masalah Ahok atau bukan Ahok. Yang dilukai bukan dia sendiri. Kita jaga keutuhan bangsa," kata dia.

Sebelumnya Ramdan memiliki riwayat perseteruan dengan Farhat. Pada November tahun lalu, Farhat dituduhnya mengirim pesan singkat berisi ancaman. Ramdan mengkhawatirkan efek domino kicauan Farhat. "Bagaimana kalau ada konflik etnis? Tawuran siswa SMA 6 dan SMA 70 juga karena saling ejek, kan?" kata dia.

Farhat membuat cuitan sensasional di jejaring sosial Twitter. Melalui akun @farhatabbaslaw, dia menyinggung Ahok yang menyatakan tak memakai pelat B 2 DKI karena sudah dibeli pengusaha. Bagi Farhat, urusan pelat nomor istimewa itu biasa diperjualbelikan. Dia mengakhiri kicauannya dengan menyerang Ahok dengan cuitan yang berbau etnis. Farhat hari ini kembali cuit yang isinya meminta maaf.

ATMI PERTIWI
 Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/cuit-rasis-soal-ahok-farhat-dilaporkan-ke-polisi-110751791.html

Gratifikasi Seks Nikmat Tak Bisa Dijerat

Gratifikasi seks hangat dibicarakan karena menjadi salah satu modus yang diberikan kepada seseorang yang memiliki jabatan strategis. Meski begitu, penegak hukum tak dapat mengambil tindakan karena belum memiliki payung hukum.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji pemberian sanksi terhadap penerima gratifikasi seks. Pengkajian gratifikasi seks itu merujuk pada konvensi internasional yakni United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku banyak menerima laporan mengenai gratifikasi seksual. Menurutnya, banyak pihak yang tak menerima gratifikasi berupa uang, namun menerima gratifikasi berbentuk layanan esek-esek.

Menurutnya, sejak dahulu laporan gratifikasi seksual sering terdapat pada pemeriksaan pada instansi keuangan. Apalagi sekarang ini kebijakan bisa terbentuk oleh perempuan cantik.

"Dulu zaman Orde Baru itu kalau ada pemeriksaan ke daerah, itu yang disediakan sajian seksual, kalau ada misalnya dulu pemeriksaan keuangan," ungkap Mahfud.

Menurut Mahfud, mengenai undang undang yang mengatur soal gratifikasi seksual masih terus dirumuskan. Dan kontrol yang bisa menghukum pelaku dalam menerima gratifikasi tersebut.

"Undang-undang (UU) belum tahu nanti biar dipikirkan. Iya kan sudah ada sendri, sudah seharusnya kalau kontrol-kontrol seperti itu, tapi sulit dibuktikan juga ya," katanya.

Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menyatakan pembahasan sanksi para pelaku gratifikasi seks ini sangat menarik. Apalagi jika hal itu dapat dijadikan ukuran rupiah. Sebab, selama ini dalam undang-undang yang ada, kebanyakan peraturan mengenai sanksi gratifikasi terdapat batasan-batasan nominal rupiah.

"Yang diatur itu ada batasan-batasan rupiahnya. Kalau bisa dijadikan ukuran rupiah, itu menarik. Sayangnya aturan kita masih seperti itu. Merujuk pada UNCAC memang masih harus disempurnakan. Beberapa instansi ragu apakah itu termasuk gratifikasi," ujar Adnan.

Sementara itu, Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiono mengatakan tidak menutup kemungkinan ada gratifikasi seks. Menurutnya, dalam UU menyatakan yang tergolong gratifikasi tidak harus uang tunai tapi bisa berupa diskon dan kesenangan. Hal itu lah yang dapat digolongkan ke dalam perbuatan penerimaan gratifikasi seks.

"Ada kemungkinan. UU kita mengatakan tidak harus uang tunai tapi bisa berupa diskon dan berupa kesenangan. Memang pembuktiannya tidak harus lapor tapi ini jatuhnya ke case building karena itu harus dibuktikan," ujarnya.

Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika menilai praktik gratifikasi atau pemberian hadiah berupa layanan seks kepada pejabat negara, sudah lazim dilakukan sejak zaman kerajaan. Gede Pasek menilai usulan KPK yang meminta gratifikasi seks dimasukkan dalam Undang-undang sebagai upaya berlebihan.

"Kalau diatur secara khusus, berlebihan. Kalau gratifikasi susah, ini membingungkan," ujarnya.
Sumber: Merdeka.com
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/gratifikasi-seks-nikmat-tapi-tak-bisa-dijerat-230000536.html