Minggu, 08 Januari 2012

Foto ABG Jepang Lepas Busana Di Dalam Bus

Foto ABG Jepang Lepas Busana di dalam Bis

Foto ABG Jepang Lepas Busana di dalam Bus

Foto ABG Jepang Lepas Busana di dalam Bus

Foto ABG Jepang Lepas Busana di dalam Bus

Foto ABG Jepang Lepas Busana di dalam Bus

Sumber Berita : http://www.yousaytoo.com/

Perda Disahkan Tanpa Publik Hearing

SLAWI – Peraturan Daerah (Perda) Pajak dan retribusi daerah yang belum lama ini telah di syahkan DPRD Kabupaten Tegal mendapat sorotan dari masyarakat dan dianggap batal demi hukum. Pasalnya perda tersebut dibahas dengan tergesa-gesa dan tidak melakukan publik hearing.
Menurut salah satu tokoh masyarakat, Bambang Purnama, sebelum perda disahkan, seharusnya setiap rencana perda harus dilakukan publik hearing. Karena semua itu sudah diatur dan sudah dianggarkan. Namun perda pajak dan retribusi daerah yang baru saja disahkan tidak ada publik hearing. Ini dianggap sebuah rekayasa, baik itu oleh pihak eksekutif maupun legeslatif. Karena dilakukan secara terburu-buru untuk disyahkan, dengan dalih karena harus diselesaikan di tahun 2011.  “Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami selaku masyarakat, karena dalam perda tersebut tidak ada publik hearing, padahal pajak dan retribusi ini juga akan bersinggungan dengan masyarakat. Sementara, harusnya itu dapat dilakukan jauh sebelum tahun 2011 habis, kalau memang alasannya demikian. Karena undang-undang nomor 28 itu juga disahkan pada tahun 2009,” katanya kepada Radar, kemarin.
Ia juga mempertanyakan kenapa harus disyahkan jika tidak ada publik hearing. Padahal menurutnya, itu juga bisa dibahas di tahun 2012, jika tidak selesai di tahun 2011. Menurut Bambang Purnama, perda tersebut menjadi batal demi hukum, karena ada tahapan yang belum dilalui oleh pihak panitia khusus dalam membahas raperda tersebut.
“Alasan akan dapat pengurangan dari DAU yang tersedia, menurut saya itu tidak masuk akal. Jangan-jangan itu hanya sebuah alasan agar itu tidak dilakukan publik hearing oleh pihak yang membahasnya,” ujarnya.
Menurutnya, perda pajak dan retribusi daerah itu harus ditinjau kembali, karena salah-salah nantinya akan banyak kesalahan. Karena selain dibahas secara terburu-buru juga diduga banyak yang kurang detail saat melihat kenyataan yang ada, dalam menentukan pajak dan retribusi di daerah.
Selain itu, lanjut Bambang Purnama, yang menjadikan lucu lagi adalah melakukan kunjungan kerja ke daerah lain terkait dengan perda tersebut setelah perda itu di syahkan. Ini sama saja pemborosan, karena kunjungan itu harusnya dilakukan sebelum perda di syahkan, agar mengetahui sejauh mana perda tersebut di daerah lain, bukan setelah disyahkan.
Sebelumnya pernah diberitakan, menjelang tutup tahun 2011, anggota DPRD Kabupaten Tegal sedang melakukan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Mereka mengebut secara maraton selama dua hari, dari Selasa (27/12) sampai Rabu (28/12), agar sebelum 30 Desember dapat selesai.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Firdaus Asyairozi SE, mengatakan, perda ini harus diselesaikan sebelum bulan Desember 2011 ini habis. Kalau tidak mampu selesai, APBD Kabupaten Tegal akan kena pinalti. Dana Alokasi Umum (DAU) akan di potong sebesar Rp 84 Milyar.  “Kami akan marathon selama dua hari, untuk merevisi dan menyelesaikan perda ini. Kalau tidak akan kena pinalti. Karenanya diharapkan kepada semua anggota DPRD dapat hadir dalam pembahasan ini. Begitupun dengan eksektutif, khususnya dinas yang bersangkutan untuk selalu hadir dalam pembahasan ini,” katanya.
Dikatakan Firdaus, perda ini sebenarnya sudah ada. Hanya saja karena ada undang-undang, perda harus di revisi. Seperti pajak tower dan beberapa pajak yang belum masuk dalam perda yang dulu. “Nanti semua pajak yang dulunya belum ada, dimasukan ke dalam perda yang baru ini,” ujarnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

STAIBN Gelar In House Training

SLAWI – Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Slawi Kabupaten Tegal mengadakan In House Training dengan Tema “Kompetensi Guru Perspektif Teknologi Pendidikan “ yang bertempat di auditorium STAIBN, Minggu (08/01) dengan peserta sejumlah 194 peserta.
Ketua Panitia In House Training Miftakhul Hadi Purnomo SH melalui Seksi Publikasi Hadi Mulyanto, AMA mengatakan, penyelenggaraan In House Training ini diperuntukkan  bagi lembaga STAIBN agar dapat membantu dalam point penilaian akreditasi untuk tahun-tahun kedepan. Selain itu, lanjut Hadi, kegiatan ini di khususkan bagi mahasiswa Jurusan Tarbiyah Program Guru  Pendidikan Agama Islam (PG PAI) semester akhir. Dengan harapan bisa mengerti secara terpadu tentang aturan–aturan dunia keguruan yang terkini.  “Semoga dengan adanya pelaksanaan In House Training ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi peserta/mahasiswa tentang seluk beluk dunia pendidikan dan persoalannya. Karena para peserta ini merupakan calon-calon guru yang semestinya harus memahami dan menguasai ilmu pendidikan yang notabene akan menjadi pekerjaannya,” katanya.
Dalam In House Training ini dirinya menghadirkan pakar senior pendidikan yaitu Drs Bambang Hermanto MSI, yang didaulat untuk menyampaikan materi kompetensi guru perspektif  teknologi pendidikan. Ia menjelaskan sesuai dengan Permeneg PAN dan RB No. 16 tahun 2009  bahwa seorang guru yang profesional itu harus memiliki 4 kompetensi yaitu Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional.
Sementara, Ketua STAIBN Drs H Badrodin MSI, dalam sambutan saat pembukaan menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya In House Training ini. “Mudah-mudahan In House Training seperti ini untuk kedepan dapat selalu dilaksanakan dan pihaknya berjanji akan selalu mendorong dan memfasilitasi agar bisa terus dilaksanakan kembali karena dengan adanya In House Training seperti ini mahasiswa selaku peserta dapat aktif untuk berdialog secara langsung dengan narasumber,” ungkapnya.
Dalam in house tersebut, salah satu peserta, Siti Romlah, mengatakan, bahwa ikut In House Training ini sungguh sangat berkesan. Karena dirinya yang setiap hari bekerja jadi Guru SD di Kota Tegal ini menjadi paham peraturan terbaru tentang guru. “Materi ini jarang saya dapatkan, makanya kami sangat berkesan ketika mengikuti kegiatan ini,” katanya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php

Jalur Pantura Berbahaya

SLAWI - Ruas jalan pantura Kabupaten Tegal sejak beberapa pekan terakhir mulai berbahaya. Hal itu dikarenakan jalan berlubang dan licin, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi itu memicu tingginya tingkat kecelakaan di jalur terpadat di Indonesia tersebut. Pantuan di lapangan, lubang jalan pantura terparah terjadi mulai wilayah Maribaya di Kecamatan Kramat kearah timur. Lubang jalan mengangah hampir terjadi hingga wilayah Kecamatan Suradadi. Kedalaman lubang bisa mencapai 50 centimeter. Kondisi itu sangat berbahaya karena lubang tersebut terisi air hujan yang turun setiap hari.

Kondisi berbahaya juga terjadi di wilayah Kecamatan Suradadi. Sebagian jalan bergelombang dan berlubang. Jika tidak terbiasa melalui jalan itu, terutama sepeda motor bisa oleng dan terjatuh.
Jalan membahayakan juga terjadi di wilayah Kecamatan Warureja, terutama di depan SPBU Kedungkelor. Warga setempat menggunakan ban mobil bekas untuk memandai lubang jalan. Hampir separuh jalan rusak dan tergenang air hujan.

Menurut Solikin (28) pengemudi truk asal Rembang, jalan rusak yang rata-rata berbentuk lubang menganga di sepanjang pantura terutama menyebabkan komponen truknya rusak. Diantaranya, tromol ban, baut ban patah dan juga ban bocor. Padahal ketika melintasi sepanjang pantura yang rusak tersebut, ia telah mengurangi laju kecepatan kendaraan hingga 10 km/jam.

"Dampaknya perjalanan terhambat, sehingga terpaksa berhenti di terminal angkutan barang untuk memperbaiki semua kerusakannya," tandas pengemudi truk trailer yang membawa muatan batu kapur dari Rembang ke Jakarta itu.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Suradadi, Bahrun SH menuturkan, kerusakan jalan di wilayah pantura kerap menjadi penyebab kecelakaan. Hampir setiap hari, jalan pantura terjadi kecelakaan yang kebanyakan memakan korban jiwa. Pihaknya berharap agar segera dilakukan perbaikan.
ìLubang jalan terisi air sehingga rawan kecelakaan semakin tinggi. Apalagi banyak lampu jalan di jalur pantura yang mati,î terangnya.

Kepala Seksi Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Jateng wilayah Tegal Fatoni Aziz belum bisa diminta keterangan terkait upayanya dalam mengatasi lubang jalan di pantura. Saat dihubungi melalui telepon terdengar nada aktif, namun tidak ada jawaban. (H64-48)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/09/172860/

Melihat Kondisi Infrastruktur di Kabupaten Tegal

Jalan dari arah Desa Penusupan menuju Desa Depok, Kecamatan Pangkah kondisinya memprihatinkan. Pasalnya jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer (km) tersebut banyak yang berlubang. Bagaimana ceritanya?
LAPORAN: FATUROHMAN
PANTAUAN Radar dilapangan, dimulai dari Balaidesa Penusupan, jalan yang menuju arah Puskesmas Penusupan dan SMP N 2 Pangkah yang banyak dilewati pelajar dan masyarakat, serta angkutan pedesaan rusak parah. Selain sudah terlihat kriting, juga banyak jalan yang berlubang dan tergenang air. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut.
Seperti yang dikatakan salah satu warga sekitar, Tri Winarni, bahwa tersebut rusak sudah cukup lama dan kondisinya sangat kurang layak dan cukup memperihatinkan. Padahal jalan tersebut banyak dilalui masyarakat baik orang yang mau ke puskesmas, maupun pelajar yang berangkat ke sekolah.  “Sebenarnya saya kasihan melihat anak-anak pelajar yang kesusuhan melalui jalan rusak seperti itu, namun gimana lagi, kondisinya memang seperti itu. Coba kalau ada perhatian dari pemerintah,” kata tri yang juga guru SMP. Pihaknya sangat berharap di tahun 2012 ini jalan tersebut ada perbaikan. Kalaupun tidak secara keseluruhan, paling tidak perbaikannya sampai jalan yang menuju Puskesmas dan sekolah.
Hal senada juga dikatakan, Hayati, bahwa rusaknya jalan tersebut tidak hanya sampai Depok, tetapi sampai ke Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng. Akibat jalan rusak, dirinya sangat kasihan ketika melihat para pelajar berangkat sekolah, khususnya anak Desa Karanganyar yang sekolah di SMP N 2 Pangkah. Mereka harus rela menggunakan sepeda di pagi dengan jalan aspal yang sudah mengelupas, bergelombang dan siap menghindari lubang.
Selain itu, yang lebih kasihan lagi jika ada orang sakit yang ingin berobat ke Puskesmas Penusupan. Dirinya sangat kasihan melihatnya dengan kondisi jalan yang rusak seperti itu. Ia mempertanyakan apakah pemerintah tidak melihat jalan ini.
“Cobalah pemerintah dapat melihat kondisi jalan ini, apakah pantas untuk diperbaiki atau tidak. Kasihan para pelajar dari mulai SD, SMP dan masyarakat secara umum jika melewati jalan tersebut. Semoga pemerintah mendengarkan jeritan masyarakat agar ada perbaikan jalan ini,” harapnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Desa Sukareja Diterjang Longsor

WARUREJA - Bantaran Sungai Rambut yang melintas di Desa Sukareja, Kecamatan Warureja longsor. Sedikitnya ada 7 rumah warga yang terancam roboh akibat terkikis aliran sungai tersebut. Jarak bibir longsor dengan rumah warga hanya 20 centimeter atau sejengkal telapak tangan orang dewasa. Sekalipun sudah mengancam keselamatan warga, namun hingga kini belum ada penanganan maksimal dari instansi terkait. Warga sekitar mengaku cemas apabila terjadi hujan lebat. Sebab, dipastikan longsor susulan bakal terjadi. "Saya tidak bisa tenang. Bahkan setiap turun hujan, saya selalu berjaga-jaga di depan atau di samping rumah. Saya tidak berani tidur di dalam rumah. Kondisi longsor sudah sangat mengancam sekali," tutur Samsuri (41), kemarin.
 Warga RT 03 RW 03 Desa Sukareja ini mengaku, seluruh anggota keluarganya sudah diungsikan ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari kediamannya. Setiap waktu, bapak dari tiga anak ini, terpaksa memantau kondisi longsor di rumahnya. Bahkan, dia pun harus rela tidak bekerja meski dituntut untuk menutup kebutuhan hidup keluarganya.  "Apabila hujan lagi dengan volume yang tinggi, pasti rumah saya akan roboh. Sebab, jarak antara bibir longsor dengan rumah saya, hanya 20 centimeter," ucapnya dengan nada prihatin.
 Kepala Desa Sukareja, Dulkalim melalui Kasi Pemerintahan, Kalsum, mengaku, sudah melaporkan bencana alam tersebut ke instansi terkait melalui lesan. Dan saat ini, pihaknya tengah mengajukan proposal guna meminta bantuan dari dinas yang menanganinya supaya mendapat bantuan. Dia mengungkapkan, jumlah rumah yang terancam roboh akibat longsor sepanjang 50 meter itu, ada 7 rumah. Nama pemilik rumah selain Samsuri antara lain, Wasrip, Rasmono, Tarmad, Sibad, Siti, dan Warlam. Mereka merupakan warga RT 03 RW 03.  "Jelas kemungkinan, ini pasti akan ada longsor susulan. Sebab, musim hujan diperkirakan berhenti pada bulan Februari mendatang," ujarnya.
 Anggota komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Tri Leksono A.Md, yang hadir di lokasi bencana, mengaku, pihaknya sudah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat  agar segera memberikan penanganan maksimal. Sebab itu, kondisi longsor sudah sangat memprihatinkan. Dia meminta, dinas jangan lamban dalam menghadapi permasalahan ini. Menurut dia, keselamatan warga sudah sangat terancam apabila tidak segera ditangani. “BPBD harus segera memberikan bantuan fisik secepatnya. Kasihan warga, mereka tidak bisa tenang selama longsor ini belum ditangani,” tegasnya.
 Senada dengan warga, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, besar kemungkinan bakal terjadi longsor lagi apabila diguyur hujan terus menerus. Dia mengungkapkan, jarak bibir longsor dengan sungai, sekitar 25 meter. Dan untungnya, di bibir sungai tersebut sudah ada bronjongan yang belum lama ini dibangun menggunakan dana aspirasi dewan 2011. “Belakangan ini, curah hujan sangat tinggi. Hal itu dapat memicu terjadinya longsor susulan,” cetusnya.
 Alangkah baiknya, kata Tri, apabila sungai tersebut disodet untuk menghindari longsor. Sebab, lokasi longsor ini berada di tikungan sungai. Akibatnya, air yang mengalir dari selatan menuju ke utara dapat berjalan lancar dan tidak mengikis area pemukiman yang berada di bantaran sungai. “Padahal, jarak antara bantaran sungai dengan rumah, lumayan jauh atau sekitar 25 centimeter,” tukasnya.
 Camat Warureja, Moh Natsir S.Sos, saat ditemui dikantornya, juga mengatakan hal senada. Menurutnya, instansi yang mengbidanginya segeralah memberikan penanganan khusus terhadap korban longsor di wilayahnya. Meskipun belum ada laporan yang masuk, namun dirinya tetap peduli dengan bencana tersebut. “Yah, semoga para korban secepatnya mendapat penanganan yang maksimal. Nanti kami dari kecamatan, juga akan melihat ke lokasi longsor,” pungkasnya. (yer) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Umi Salamah SPd MM Dilantik Pejabat Struktural

SLAWI- Dengan ditandai prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Ketua Yayasan Tri Sanja Husada, yang mengelola STIKES Bhamada Slawi, Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan lembaga itu terisi. Terisinya jabatan itu, diharapkan kinerja lembaga perguruan tinggi (PT) itu menjadi lebih maksimal dan dicintai mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Tegal kedepan.
Hal itu dikatakan Ketua Yayasan, Drs Hajjah Sabariyah Puji Rahayu Apt MM, kemarin usai prosesi pelantikan, Umi Salamah SPd MM, menjadi pejabat struktural dilingkungan itu. Pelantikan juga dihadiri pejabat internal STIKES Bhamada, di aula Perguruan Tinggi itu, kemarin.
Dikatakan Sabariyah, kepada pejabat baru diminta untuk lebih semangat bekerja dengan mentaati segala peraturan yang ada dan mampu menjaga nama baik almamater. Juga setia terhadap segala kepentingan yang terkait dengan kinerja dan almamaternya. Pihaknya juga berharap pasca pelantikan itu, kinerja STIKES Bhamada Slawi lebih maksimal, sehingga kedepan menjadi PT yang disenangi mahasiswa dan masyarakat daerahnya maupun Eks Karesidanan Pekalongan.
Menurut dia, kepada seluruh pengelola STIKES Bhamada juga untuk lebih giat bekerja dan amanah, sehingga PT ini lebih berjaya di masa mendatang. Kepada seluruh pejabat dilingkungan yayasan maupun PT, juga diminta menjalankan program kerja secara konsekuen dan menjalin komunikasi yang harmonis antara PT dan yayasan. “Jika ini terlaksana, apa yang diharapkan bisa tercapai secara mudah,” tandas Sabariyan.
Sementara guna meningkatkan kedisiplinan kinerja dan guna menghindari saling berbeda prinsip dan suudlon, kepada seluruh pengurus yayasan dan pengelola PT, untuk terus menjalin kebersamaan dan silaturahmi.  “Guna meningkatkan kwalitas PT dan dosen sebagai pemenuhan standar dari pemerintah, (11/1), STIKES Bhamada adakan seminar di PT-nya dan lokasi lain dengan dihadiri oleh pemekalah dari Kopertis Wilayah IV Jateng Prof Dr Mustahid dan dari Dinkes Jateng,” terangnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/