Jumat, 28 Oktober 2011

Mahasiswa Pembobol Paspampres Terkenal Nekat

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ikbal Sabarudin (23) tercatat baru lulus beberapa bulan lalu dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Ikbal masuk ke UIN SGD pada 2007 dan kuliah di Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuludin.
Ikbal ditangkap anggota Paspampres setelah nekat menyelonong memasuki wilayah ring 1 dan membentangkan pamflet kritikan kepada pemerintah tepat di depan Wapres Boediono saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Stadion Siliwangi, Bandung, kemarin.
Selama kuliah, Ikbal tidak memperlihatkan kekritisannya sebagaimana halnya seorang aktivis kampus. Paling tidak, itulah yang diketahui Hafid Azhar (21), mahasiswa Sastra Arab UIN SGD, rekan Ikbal.
"Ikbal itu orangnya praktis. Kalau dia mau, dia lakuin. Mungkin aksi ini juga kayak gitu. Kalau soal ada yang menyuruh aksi, saya enggak tahu. Aksi ini pun dia enggak bilang sebelumnya," ujar Hafid saat ditemui di kampus UIN SGD, Cibiru, Jumat (28/10/2011).
Hafid menceritakan, ia dan Ikbal sering mengikuti forum-forum diskusi mahasiswa. Dalam diskusi itu, kata Hafid, Ikbal lebih vokal tentang pemikiran-pemikiran Islam. "Kalau obrolan tentang pemerintahan SBY, selama saya sering nginap di kosannya, dia enggak pernah bicara soal itu," katanya.
Senada dengan Hafid, Ketua Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuludin, Dr Engkos Kosasih, mengatakan, Ikbal yang dia kenal termasuk mahasiswa cerdas. "Dari 25 orang yang mengikuti jurusan ini, Ikbal termasuk satu dari tujuh orang yang pertama lulus di gelombang satu," ujar Engkos.
Ia juga mengatakan, selama ini di kampus UIN, Hima Persis UIN bukanlah tipikal organisasi kemahasiswaan yang sering demo di kampus menentang kebijakan rektor.
"Saya enggak tahu kalau di luar gimana. Anggotanya juga biasa-biasa saja. Makanya dengar Ikbal sebagai Ketua Hima Persis Jabar demo di hadapan Wapres, saya kaget. Ikbal itu bukan tipikal pendemo dan selama mengikuti perkuliahan pun dia biasa saja. Kalau mahasiswa kritis, kelihatan, biasanya di kelas aktif, tapi Ikbal benar-benar biasa saja," tutur Engkos.
Namun, kata Engkos, Ikbal dikenal nekat. "Pernah waktu KKM di Garut Selatan. Saat itu kami berangkat dari Garut Selatan menuju Bandung pukul 19.00. Kami berangkat pakai mobil dan selama perjalanan khawatir karena jalannya sepi apalagi melewati daerah Gunung Gelap yang dikenal rawan. Tapi beda dengan Ikbal. Dia nekat pulang jam 20.00 dari Garut Selatan lewati Gunung Gelap sendirian. Kami yang ikut heran kenapa Ikbal seberani dan senekat itu. Mulai dari situ kami sedikit menilai Ikbal termasuk mahasiswa berani dan cukup nekat," ujarnya.
Mendengar Ikbal diamankan oleh Paspampres, kata Engkos, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. "Kalau Ikbal masih tercatat sebagai mahasiswa aktif, mungkin saya bisa membantu. Namun berhubung Ikbal baru lulus, saya enggak bisa menjamin dari kampus bisa membantu," katanya lagi.
Saat Tribun mendatangi rumah kos Ikbal di daerah Cipadung, tempat kos itu terkunci dan jendelanya tertutup gorden. Sejumlah tetangga yang ditemui mengaku mengenal Ikbal. Ahmad Gunawan (27), misalnya, mengenal Ikbal sebagai mahasiswa cukup cerdas dan baru lulus.
"Ikbal cukup pintar, tapi soal kritis, dia biasa saja. Soal aktivitas organisasinya juga dia jarang cerita banyak," kata Ahmad.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Mantan Istri Beberkan Wanita Wanita Ustad Solmed

INILAH.COM, Jakarta - Dewi Yulianti terus saja membeberkan aib mantan suaminya, Ustad Solmed. Kali ini Dewi mengaku bahwa semasa ia hidup bersama Solmed banyak wanita di sekelilingnya.
Dengan nada bicara polos Dewi membenarkan jika Solmed yang pernah mengisi hidupnya itu seorang laki-laki mata keranjang. Benarkah?
"Iya, betul sekali. Perceraian saya aja karena itu," cetus Dewi saat dihubungi melalui telepon, Kamis (27/10).
Dewi berani menjamin apa yang ia katakan perihal aib mantan suaminya. Bahkan ia siap membuktikan kebenarannya.
"Boleh di cek di pengadilan Agama Jakarta Barat kenapa saya layangkan gugatan. Di situ saya cantumkan nama selingkuhan dia, seperti Iis, Ega, Eni. Itu yang ketahuan yah, nggak tahu yang belum," papar Dewi.
Dewi melanjutkan, ia bahkan pernah mendapati suaminya kala itu mengirim pesan singkat yang mesra kepada wanita lain.
"Saya sering mergokin dia sms'an sama mereka (selingkuhan) dan jalan di mall, nonton (bioskop)," tandasnya. [mor]
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/

Gugah Wawasan Kebangsaan

SLAWI - Paska era reformasi yang sudah berjalan 13 tahun, kondisi bangsa dan negara belum sepenuhnya pulih kembali dan bangkit dari krisis.
Dan hal ini menunjukkan indikasi yang belum memuaskan bagi masyarakat dalam berbagai sendi kehidupan. Fenomena ini dimungkinkan terjadi  lantaran prilaku berbangsa dan bernegara tidak mengarah pada terbangunnya komitmen untuk memperkokoh terwujudnya cita-cita NKRI. Hal tersebut dilontarkan Dan Brigif -4/Dewa Ratna Kolonel (Inf) Sapriadi, SIP  dalam ceramahnya di kegiatan pertemuan rutin  Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) yang dilangsungkan di gedung serbaguna  Brigif-4/ DR, Rabu ( 26/10) malam kemarin.
Pertemuan rutin kali ini digelar juga bertepatan dengan refleksi peringatan Sumpah Pemuda yang dihadiri semua elemen anak bangsa, Kapolres Tegal, dan Asisten I pemkab. Sapriadi juga menyatakan bahwa masyarakat harus punya wawasan kebangsaan dan reaktualisasi nasionalisme. Adalah suatu kenyataan yang tidak dapat diganggu gugat bahwa bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang sangat beragam suku, etnis, agama, bahasa serta adat istiadat. Dan para pendahulu telah menetapkan cara pandang atau wawasan yang berorientasi nasional. "Ada upaya yang perlu dilakukan dalam rangka menjawab tantangan bangsa Indonesia di abad 21 yakni memecahkan berbagai persoalan bangsa yang sedang kita hadapi," cetusnya.
Upaya tersebut menurut Sapriadi adalah masalah meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat dan upaya perlu dilakukan reaktualisasi nasionalisme. Disinilah pihaknya berharap peserta pertemuan rutin FKKB harus selalu siap untuk bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa yang ada ditanah air ini, untuk menjawab tantangan bangsa kedepan. Dan dia juga berharap ada peserta pertemuan rutin FKKB mau meningkatkan kepekaan, kepedulian, dan mampu bekerja keras untuk negara dan bangsa serta menjadi kader pemimpin daerah yang punya jati diri dan nasionalisme serta berwawasan kebangsan yang tinggi demi keutuhan NKRI.
Sementar itu ketua DPD FKKB Kabupaten Tegal, Harnoko menegaskan bahwa berangkat dari roh dan jiwa sumpah pemuda 1928 pihaknya akan terus mempererat jalinan komunikasi sebagaimana jiwa dan semangat FKKB bahwa kita semua bersaudara.  Pada kesempatan tersebut DPD FKKB juga berkesempatan memberi bantuan krek untuk saudara sebangsa penyandang cacat dengan harapan semoga pemberian bantuan itu bisa dimanfatkan secara optimal. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Peringati Hari Besar

TANGGAL 28 Oktober, menurut Direktur LP3i Slawi, Novel Fatrio SE MM, selayaknya tidak hanya diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Melainkan juga sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda tidak lain adalah akta lahirnya sebuah definisi bangsa berikut unit geografi politiknya (tanah air Indonesia) dan identitas nasional (bahasa Indonesia dan simbol merah putih).
Dengan penegasan makna seperti inilah, menurut Novel, mestinya pemuda-pemuda Indonesia masa sekarang pun bisa meneladani upaya yang dilakukan generasi pendahulu tersebut. Apalagi catatan sejarah juga menunjukkan, semua momentum yang menentukan nasib perjalanan Republik tercinta ini, mulai dari Proklamasi 1945, Revolusi 1966, sampai dengan Reformasi 1998 pelaku utamanya adalah kaum muda.
“Tanpa mengurangi jasa dan rasa hormat terhadap kaum tua dan anak-anak, Republik ini akan hancur jika kaum mudanya tidak memiliki kepedulian terhadap nasib bangsanya,” ujar Novel.
Untuk itu, lanjut Novel, mestinya peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya berhenti pada seremonial upacara, simposium, seminar, dan talkshow-talkshow yang menggugat tingkat nasionalisme pemuda pada masa sekarang. Tetapi  juga menggugah semangat pemuda untuk turut serta memberi sumbangsih kemajuan Republik sesuai porsinya masing-masing.
Republik ini, kata Novel, tidak membutuhkan pemuda yang cakap dalam bidang politik saja, tetapi juga pemuda-pemuda yang cakap di bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, seni, dan lainnya.  “Tidak peduli dia bergerak di bidang apa. Tidak peduli levelnya kampung, lokal, nasional, ataupun internasional. Asalkan positif. Bermanfaat bukan hanya untuk diri dan keluarganya semata, tetapi juga orang lain, dan tentu saja tidak mengganggu keutuhan NKRI, itulah pemuda yang dibutuhkan bagi kelangsungan bangsa ini,” pungkas Novel. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kamis, 27 Oktober 2011

Yang Tak Boleh Dilakukan Usai Olahraga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anda mungkin telah menghabiskan satu jam sehari untuk olahraga keras. Tapi bagaimana dengan 23 jam lain di saat Anda tak olahraga?
Nah dibawah ini hal-hal yang tak boleh Anda lakukan usai berolahraga:
1. Minum Sports Drink
Jangan terburu-buru mengonsumsi sports drink bila tubuh Anda tidak benar-benar kehilangan elektrolit. Sports drink umumnya mengandung pemanis buatan yang tak baik bagi tubuh. Cukup tenggak air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
2. Tidak langsung makan
Setelah olahraga berat, tubuh Anda pun telah siap untuk pengisian bahan bakar. Tetapi ingat jangan langsung ambil makanan berat yang berlemak, tetapi bijaksanalah dengan camilan ringan yang sehat. Sedikit protein dan karbohidrat kompleks sudah cukup untuk memulihkan otot-otot Anda.
3.Camilan malam hari
Pilihlah camilan yang ringan dan sehat di malam hari. Jangan sampai pilihan camilan malam ini merusak pembakaran kalori Anda siang harinya.
4. Kurang Tidur
Tidur bukan hanya berarti istirahat, tetapi juga pemulihan energi untuk olahraga lagi keesokan harinya. Tidur juga menghasilkan hormon pertumbuhan tingkat tinggi yang dipercaya merupakan komponen kunci dari pertumbuhan dan perbaikan otot. (Sumber: Sehatnews.com)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Habib Harusnya Solmed Tidak Seperti Playboy

Proses ta'aruf (pendekatan) yang dilakukan Ustad Solmed terhadap calon istrinya, Aprilia Jasmine dinilai keliru. Tindakan mereka yang berdua-duakan meski sudah lamaran, menyalahi aturan agama Islam. Apalagi pria pemilik nama asli Sholeh Mahmoed itu dikenal luas sebagai tokoh agama.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, mengungkapkan kalau sikap saudaranya itu berawal dari salah dalam memahami kata ta'aruf.
"Dia itu mengartikan ta'aruf keliru. Boleh dekat itu kan kalau sudah halal. Dia itu publik figur, da'i dan ustad, tapi kan belum muhrimnya dan belum sah jadi suami-istri. Siapapun, kalau belum sah dan halal, hukumnya haram. Kitab mana yang memberikan izin?" ungkap Habib Salim Alatas saat dihubungi Rabu (26/10/2011).
Seharusnya proses pendekatan dilakukan tanpa berdua-duaan, bisa menggunakan orang ketiga atau muhrim dari sang calon istri. Karena sering tampil di televisi, Ustad Solmed jadi berubah sikap dan ikut-ikutan bersikap seperti para artis dan selebritis pacaran.
"Seharusnya seorang ustad itu tampil dan menunjukkan akhlak sebagai da'i dan ustad, tidak seperti preman, playboy dan tidak lebay. Sebagai dai itu tidak ada istilah komersil dan sering nongol di televisi," ungkapnya.
Habib pun menegaskan, bahwa dirinya dan FPI akan mendukung program Ustad Solmed yang baik-baik saja. Karena memang sejak awal tidak ada persoalan yang serius, hanya sikap pribadinya saja yang membuat kecewa.
"Kami nggak ada masalah kok sama Ustad Solmed. Tapi kok sikapnya begitu ya. Harusnya kan bisa menjaga akhlak dan image. Emang pantas dia nonton Maher Zein berduaan. Kan kita nggak tahu apa yang mereka lakukan saat berduaan. Bisa saja kan saling pegang jari kelingking," urainya.
"Semoga saja dia berubah dan tidak sombong. Populer itu hanya sementara," tutup Habib mengingatkan. (kpl/hen/dar)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/

Rabu, 26 Oktober 2011

Proses Pembentukan Pemimpin Sejati

PEMIMPIN adalah seorang yang bisa mempengaruhi orang, baik individu maupun kelompok. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.
Namun hanya sedikit orang yang terlahir teah membawa bakat kepemimpinan. Banyak faktor yang mempengaruhi keterbentukan karakteristik seorang pemimpin.
Henry Pratt Faiechild dalam buku Kartini Kartono (1994 : 33) mengungkapkan, pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi.
Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
Inilah beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan kepemimpinan:
Faktor Individu
Faktor individu adalah faktor yang dipengaruhi oleh kepribadian, tingkah laku, karakteristik sifat, motivasi, tanggung jawab, dan berwawasan luas. Seorang pemimpin harus mempunyai setiap hal yang telah disebutkan di atas mwerupakan orang yang siap menjadi pemimpin dan menjadi panutan bagi masyarakat di sekitarnya.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan adalah faktor yang terbentuk dari keluarga, teman kerja, tetangga, dan masyarakat luas. Faktor ini adalah pendukung tetapi juga penting untuk seseorang yang ingin menjadi pemimpin, karena keluarga, teman kerja dan masyarakat adalah bagian dari hidup orang tersebut. Tempat dimana ia bisa menumpahkan isi hatinya, ide kreatifnya untuk membuat suatu terobosan terbaru, dan lainnya.
Faktor Sosial
Faktor sosial adalah faktor dimana kita sebagai individu harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, misalnya dengan keluarga, teman kerja, dan masyarakat sekitar. Dengan lebih bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, orang tersebut akan bisa lebih menempatkan diri pada segala situasi dan bisa mengerti perasaan orang sekitar kita.
Sebuah proses pembentukan mentalitas dan kapasitas merupakan faktor yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa menjadi pimpinan dan sahabat bagi orang disekitarnya. Sangat jarang ada orang yang terlahir dengan karakter yang sempurna.
(rifki/CN34)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2011/10/20/216