Rabu, 14 November 2012

Mobil Esemka Dibanderol Mulai Rp. 65-juta

OTOSIA.COM - Esemka akhirnya lulus uji kelayakan yang ditetapkan oleh beberapa lembaga terkait dan kini mulai dipasarkan. Harga jual untuk hasil karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu pun telah diumumkan.
Untuk Esemka SUV Rajawali, pada tahap pertama dibanderol Rp. 100 juta. Namun model ini diproduksi terbatas dan harganya akan segera dinaikkan menjadi Rp. 145 juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh harga komponen yang juga terus naik. Sedangkan mobil Esemka Pick Up Bima dilabeli Rp. 65 juta.
Direktur Produksi PT Solo Manufaktur, Djoko Sutrisno, di Solo beberapa waktu lalu mengemukakan bahwa berbagai pihak telah memesan Esemka dan jumlah pesanan mencapai 10.000 unit. Tetapi yang sudah memberi uang muka hanya sebanyak 400 unit.
Dia juga mengemukakan, usai acara peluncuran perdana mobil Esemka SUV dan pick up Bima di Technopark, Solo, Sabtu (10/11) lalu, ada 14 orang yang langsung memesan dan memberikan uang tanda jadi masing-masing Rp. 2juta.
Menurut Djoko, produksi mobil Esemka setiap bulannya sementara ini mencapai 100 unit. Karya para anak bangsa tersebut 60 persen menggunakan komponen lokal.
"Kami juga terus berusaha akan terus mengurangi ketergantungan komponen-komponen yang berasal dari produk luar negeri," tegas Djoko.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Produksi Alat Transportasi, Kementerian Perindustrian, Suprianto, mengatakan peluang mobil Esemka untuk meraih pangsa pasar masih terbuka lebar.
"Kedua mobil ini sekarang telah lolos uji coba dan berhak bisa mendapatkan STNK. Untuk itu juga bisa dipasarkan untuk masyarakat, silahkan bagi masyarakat yang mau beli mobil karya anak bangsa ini," kata Suprianto.(kpl/bun)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/mobil-esemka-dibanderol-mulai-rp-65-juta-142100952.html

Selasa, 13 November 2012

Baju Dinas Jokowi Hanya Rp.80 ribu

TEMPO.CO, Jakarta - Jarang memakai baju dinas gubernur, Joko Widodo mengaku punya alasan tersendiri. Dia mengatakan, saat pertama kali menjabat sebagai orang nomor satu di ibukota, baju dinasnya itu masih kebesaran. Tapi setelah dipermak, justru ukuran baju itu malah terlalu kecil.
"Pas saya coba ini kok malah kekecilan, makanya belum dipakai lagi," katanya.
Jokowi pun berinisiatif untuk membuat "baju dinas" yang baru untuk sementara. Bukan baju berwarna cokelat atau hijau khas PNS, tapi kemeja putih dipadu celana hitam yang dijahit sendiri. Bahannya pun dibelikan langsung oleh sang istri di Pasar Klewer, Solo.
"Ya setelah itu dijahit. Penjahitnya ada dua orang. Ada di Solo semua," kata politikus PDIP itu.
Jokowi pun membocorkan jika uang yang harus dirogoh untuk menciptakan baju kerjanya itu. Untuk pakaian, Rp 35 ribu harus dipersiapkan untuk memperoleh sepotong bahan baju berwarna putih. Untuk celana, dia mengatakan butuh sekitar Rp 45 ribu agar bisa dibuat satu celana panjang.
"Jadi cuma Rp 80 ribu kan, murah toh. Coba kemeja yang kamu pakai itu berapa, pasti lebih mahal dari pakaian saya satu setel," kata Jokowi bertanya kepada para wartawan sambil tertawa.
Jokowi sendiri mengaku memiliki 12 potong pakaian berwarna putih yang siap digunakan sehari-hari. Dia membutuhkan baju sebanyak itu lantaran dalam satu hari bisa berganti sebanyak tiga kali. "Kalau ganti kalau keringatan juga," ujarnya.
Punya 12 potong kemeja berwarna putih , Jokowi punya cara tersendiri untuk membedakannya. Dia menambahkan motif dan corak tertentu pada bagian kerah baju agar tidak terlihat sama dengan satu dengan lainnya. "Ada yang kerahnya kotak-kotak, nanti kalau saya pakai putih semua dipikir bajunya hanya satu. Jadi, untuk membedakan bahwa itu ganti gitu, lho," ujar dia sambil tertawa lepas.
Lantas apakah warna baju favorit Jokowi? Dia tidak spesifik menyebutkan warna, tapi cuma mejawab singkat, "Kotak-kotak." Jawaban itu keluar dengan nada yang datar sambil menyengir.
Jokowi pun mengaku senang bisa bercerita soal pakaian dinas barunya itu. "Masak urusan politik saja. Saya jawab celana dulu ya enggak apa-apa," tuturnya.
DIMAS SIREGAR
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/baju-dinas-jokowi-hanya-rp-80-ribu-025003544.html

Berisiko Diabetes Atau Tidak Tes Disini

Ghiboo.com - Diabetes tipe 2 atau kencing manis kini menjadi momok bagi sebagian masyarakat.
Kebanyakan orang terlambat mengetahui dirinya berisiko. Kini, Anda tak perlu repot-repot melakukan tes darah untuk segera tahu apakah berisiko kencing manis atau tidak.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, Anda dipermudah mengetahui risikonya menggunakan sistem tanya jawab.
Cari tahu Anda berisiko atau tidak dengan menjawab 10 pertanyaan berikut.
1. Apakah ibu Anda menderita diabetes? 13 poin jika iya.
2. Apakah ayah Anda menderita diabetes? 8 poin jika iya. 3. Apakah Anda memiliki hipertensi? 11 poin jika iya.
4. Apakah Anda berusia 55-64 tahun? 5 poin jika iya.
5. Apakah Anda seorang perokok (atau pernah merokok)? 4 poin jika iya.
6. Berapa ukuran lingkar pinggang Anda (dalam inci)?
< Kurang dari 32 inci = 0 poin
32 - 35 inci = 10 poin
35 - 38 inci = 20 poin
38 - 41 inci = 26 poin
41 inci atau lebih besar = 35 inci

7. Berapa tinggi badan Anda (dalam cm)
Kurang dari 157 cm = 8 poin
157 - 160 cm = 6 poin
160 - 163 cm = 3 poin
163 cm atau lebih = 0 poin
8. Hitung tingkat denyut nadi per menit! (Untuk mengetahuinya, hitung sambil duduk diam selama 60 detik)
73 bpm atau kurang = 0 poin
Lebih dari 73 bpm = 5 poin
9. Hitung berat badan Anda!
Kurang dari 73 kg = 0 poin
Lebih dari 73 kg = 5 poin
10. Apakah Anda keturunan Afrika Amerika? 6 poin jika iya.

Tambahkan semua total nilai Anda dan ketahui hasilnya.
20 poin atau kurang: Anda hanya memiliki risiko sekitar 5 persen diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.
21 - 32 poin: Anda memiliki risiko sekitar 9 persen diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.
33 - 42 poin: Anda memiliki risiko sekitar 16 persen diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.
43 - 54 poin: Anda memiliki risiko sekitar 25 persen diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.
Lebih dari 55 poin: Anda memiliki risiko sekitar 33 persen diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.

Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter ya!
Sumber Berita :  http://id.she.yahoo.com/berisiko-diabetes-atau-tidak-tes-disini-063000286.html

Minggu, 11 November 2012

Pemerasan Resahkan Kontraktor

SEJUMLAH kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, belakangan mengaku resah. Keresahan itu akibat adanya beberapa oknum yang mengatasnamakan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan, kerap memeras dengan dalih yang tidak jelas.
Hal itu seperti diungkapkan Ketua Jaringan Independen Pemantau Pelayanan Publik (JIPPP) Tegal, Dedy SP, kemarin. Menurutnya, ada sekitar 4 kontraktor yang telah mengadu kepadanya terkait pemerasan tersebut. Para kontraktor mengaku kecewa dengan kinerja oknum yang tidak bertanggung jawab itu.
"Dilapangan, banyak kami jumpai para oknum yang mengaku LSM dan wartawan yang selalu memeras kontraktor. Padahal, para kontraktor itu tidak memiliki kesalahan yang fatal. Tapi, mereka (oknum) selalu mencari kesalahan yang tidak didukung dengan data," bebernya.
Karena itu, dia mengimbau kepada para kontraktor, supaya jangan takut untuk menghadapi mereka. Apabila merasa terdesak dan dirugikan, lebih baik langsung melaporkan ke pihak berwajib. Sehingga para oknum tersebut dapat diproses secara hukum yang berlaku.
Secara terpisah, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Pemkab Tegal, HM Agus Sunaryo BA, mengatakan hal senada. Menurutnya, kontraktor tidak perlu takut terhadap oknum LSM sepanjang pekerjaannya sesuai aturan. Adapun warga yang kerap memeras kontraktor, kata Agus, itu hanya oknum semata. LSM yang betul-betul memiliki kredibilitas, tidak mungkin melakukan hal demikian.
"Kami rasa, ini hanya oknum saja. Bagi LSM yang (asli) sudah tercatat di kantor kami, tidak mungkin berani melakukan tindakan pemerasan. Sebab, mereka tidak akan mungkin mempertaruhkan nama baiknya," cetusnya.
Dia menambahkan, jumlah LSM di Kabupaten Tegal sampai dengan bulan ini mencapai 69 kelompok. Mereka telah terdaftar di kantornya dan resmi melakukan tujuan sesuai dengan tupoksinya. Dan apabila berurusan dengan hukum, pihaknya berhak membekukan berdasarkan undang-undang no 8 tahun 1985 bab VII pasal 13 tentang pembekuan dan pembubaran. Isi dalam pasal itu adalah, pemerintah dapat membekukan pengurus atau pengurus pusat organisasi kemasyarakatan apabila organisasi kemasyarakatan melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Juga apabila pengurus menerima bantuan dari pihak asing tanpa persetujuan pemerintah, dan memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.
"Selain itu, kami juga mendasari Permendagri no 33 tahun 2012 tentang pedoman pendaftaran organisasi kemasyarakatan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah," pungkasnya. (yer)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Pemerasan-Resahkan-Kontraktor.html

Pemkab Janji Tampung Perangkat

SLAWI - Perubahan status lima desa menjadi kelurahan di Kecamatan Slawi menjadi perhatian serius Pemkab Tegal. Dimana Pemkab berjanji akan menarik perangkat desa untuk dikaryakan di Pemkab menjadi tenaga honorer dan PTT. Selebihnya, mereka juga akan diusulkan melalui tes terbatas agar bisa menjadi pegawai.
Hal ini menjadi komitmen Pemkab yang tidak akan menelantarkan perangkat desa dan dipekerjakan sampai masa pensiun tiba.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal, Fakihurochim SSos, melalui Kasubid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Drs Agung B Waluyo, menyatakan perubahan status desa menjadi kelurahan memang harus dijalankan mengacu pada dasar hukum UU nomor 32 tahun 2004 tentang perubahan desa, PP 72 tahun 2005 tentang desa, dan Permendagri nomor 28 tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Perda nomor 5 tahun 2009.
"Dari dasar itu ada klausul yang menyatakan jika desa yang berada di ibukota kabupaten kota, status desa bisa berubah menjadi kelurahan. Dan itu diutamakan wilayah desa yang berada di ibukota kecamatan pada wilayah kabupaten," terangnya, Jumat (9/10) kemarin.
Dia juga mengaku, pada dasarnya Pemda tidak memaksakan kehendak dan mengambil langkah mensosialisasikan Perda yang ada. Sebab Perda dibuat dengan biaya yang cukup mahal dan harus dijalankan.
Dia tak menampik, dalam perkembangan terakhir ada dua masalah krusial yang menghambat proses sosialisasi perubahan status tersebut.
"Soal perangkat, sudah ada jalan keluar sesuai dengan saran Sekda. Tinggal pengolahan tanah kas desa yang harus segera diluruskan. Memang setelah berubah status menjadi kelurahan, tanah kas desa akan menjadi milik Pemkab. Namun tetap dikelola kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat. Status tanah milik Pemkab itu hanya administrasinya saja," tegasnya.
Dia barharap, tahun ini target sosialisasi bisa berjalan sesuai harapan, sehingga tahun depan bisa dilangsungkan tahap jajak pendapat. Dan bagi desa yang masa jabatan kadesnya habis, seusai aturan Pemkab akan menunjuk pejabat untuk mengantarkan proses perubahan status tersebut. (her)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Janji-Tampung-Perangkat.html

Kapolres Bom Hanya Mainan

Pasar Kemantran Kembali NormalSLAWI - Kepala Polisi Resor (Kapolres) Tegal AKBP Nelson Pardamaean Purba SIK, menegaskan, bahwa benda yang menyerupai bom yang ditemukan di Pasar Kemantran, Kamis (9/11) lalu, hanyalah mainan. Polisi tidak menemukan adanya bahan peledak yang berbahaya.
"Temuan mirip bom rakitan tersebut sudah kami urai. Benda tersebut tidak mengandung bahan peledak dan hanya rangkaian mainan," terang Nelson kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (9/11).
Sebagaimana dijelaskan kemarin, bahwa teror tersebut dinilai salah sasaran. Hal itu mengingat Desa Getaskerep berada di wilayah Kecamatan Talang, sementara Pasar Kemantran berada di Kecamatan Kramat. Meski demikian, polisi menyatakan tidak akan terlalu fokus pada teror tersebut dan akan mengembangkan motif teror bom rakitan itu. Adapun tulisan yang bernada ancaman pada bom yang terbungkus plastik putih itu, Nelson mengaku tengah menyelediki. "Kami akan menyelidiki lebih lanjut," ungkapnya.
Sementara itu, paska penemuan dugaan bom rakitan itu, aktivitas pedagang di pasar yang terletak di jalur Kemantran-Balamoa kembali normal. Sejumlah pedagang mengaku tidak takut terhadap ancaman dan tetap beraktivitas seperti biasanya. Adapun garis polisi yang dipasang di sekitar lokasi penemuan benda tersebut juga sudah dilepas.
"Pedagang sudah kembali normal. Mereka tidak begitu memikirkan ancaman teror bom itu. Mereka lebih memikirkan untuk menutup kebutuhan hidup," kata Fatimah (36), salah satu pedagang sayur di Pasar Kemantran.
Seperti diberitakan sebelumnya, bungkusan mencurigakan berisi benda mirip bom rakitan dan kertas berisi teror itu kali pertama ditemukan oleh seorang pedagang pakaian di lapak pasar bagian tengah, H Jumiati (52). Merasa curiga dengan temuannya yang berbentuk seperti kerangka mobil mainan tamiya yang dirakit dengan pipa paralon, sejumlah kabel, dan batu baterai itu, Jumiati kemudian melaporkan ke petugas pasar dan dilanjutkan ke Polsek Kramat. (yer) 
 Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kapolres-Bom-Hanya-Mainan.html

Disparbud Gelar Pelatihan Tari

LANGKAH meningkatkan sumber daya manusia khususnya tenaga pendidik di tingkatan SD hingga SLTA di Kabupaten Tegal, dalam melestarikan nilai budaya bangsa menjadi pijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menggelar pelatihan seni tari kreasi baru selama tiga berturut-turut.
Pelatihan tari kreasi baru yang dipusatkan di Gedung Rakyat Slawi tersebut langsung diarsiteki pelatih tari kreasi baru, A Sri Paminto Widi Legowo, yang juga merupakan dosen Unnes Semarang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Tegal, Drs Heru Widiono MSi, menyatakan, untuk melestarikan seni budaya yang ada di setiap daerah dapat diinventarisir dengan baik menjadi sebuah kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat.
"Setelah seni budaya tergali, upaya yang harus dilakukan adalah pembinaan dan pengembangan kreativitas seni. Hal ini merupakan salah satu upaya efektif dalam memperkokoh jati diri bangsa yang cinta tanah air," cetusnya, Jumat (9/11) kemarin.
Dia menambahkan, upaya mengaplikasikan seni budya dalam kehidupan masyarakat menjadi inspirasi pihaknya menggelar pelatihan seni tari bagi guru SD hinggga SLTA se-Kabupaten Tegal.
"Dalam kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan dapat menimba ilmu yang sedalam-dalamnya dari pelatih. Sehingga, nantinya diharapkan para guru dapat memberikan pembelajaran kepada siswa didiknya di sekolah melalui apresiasi dan kreativitas berolah seni," cetusnya.
Terpisah Kepala Bidang Kebudayaan, Dra Wuninggar,  menyatakan bahwa tujuan lain yang dibidik dalam gelar pelatihan kali ini adalah menumbuhkembangkan bakat bagi guru seni untuk bisa menciptakan kreativitas dalam berolah seni.
Ada sekitar 75 guru seni tari ditingkatan SD hingga SLTA baik negeri maupun swasta yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut.
Dia menjelaskan, kegiatan semacam ini telah diagendakan menjadi agenda tahunan. Dimana dia mengaku secara bergantian mendatangkan guru seni tari dari Yogyakarta, Solo, dan Semarang. "Dalam pelatihan kali ini, terfokus pada jenis tari kreasi baru Roro Ngigel dan Tari Keris. Selain itu dalam pelatihan ini juga diberikan teknik penjurian. Hal ini mengingat dalam setiap ajang lomba kita sering kalah karena tidak mengetahui teknik menari yang benar hingga sampai ketujuan," tuturnya.
Dia juga menyatakan, kegiatan kali ini dibiayai oleh APBD II tahaun 2012 melalui kegiatan pelatihan dan penampilan seni tari. Kegiatan yang dimulai sejak 8 November tersebut akan berakhir 10 November 2012. (her)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Disparbud-Gelar-Pelatihan-Tari.html