Minggu, 11 September 2011

Air Mata Tak Terbendung

NEW YORK - Rakyat Amerika, kemarin, mengenang ”horor” 11 September 2001, saat sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan pesawat bajakan ke menara kembar World Trade Center (WTC) 10 tahun lalu itu.
’’Tuhan adalah pelindung dan kekuatan kita,’’ kata Presiden Barack Obama, membaca Injil, selama upacara peringatan di Ground Zero, tempat anggota keluarga setiap tahun membaca nama-nama korban.
Ribuan orang berkumpul di pagi hari yang cerah itu untuk mengheningkan cipta di lokasi bekas WTC. Keamanan diperketat dan tidak ada lalu lintas, sementara keheningan yang mengerikan terjadi di lokasi tempat 10 tahun lalu gedung pencakar langit 110 lantai runtuh setelah ditabrak pesawat bajakan dan abunya menutupi Manhattan.
Upacara peringatan yang mengharukan itu — saat para pemuda melantunkan lagu nasional dan regu pemadam kebakaran mengangkat bendera Amerika yang diselamatkan dari Ground Zero — membuat orang-orang menitikkan air mata.
Anggota keluarga mengenakan kaus bergambar wajah korban tewas, membawa foto, bunga, dan bendera dalam emosi tinggi.
Untuk kali pertama, sanak keluarga korban melihat monumen yang baru saja rampung dan menyentuh goresan nama orang-orang yang mereka cintai.
Beberapa di antara mereka meninggalkan bunga, yang lain meletakkan boneka panda kecil. Beberapa lagi menggunakan pensil untuk menggoreskan nama-nama di kertas, yang lainnya mengambil gambar.
Monumen Peringatan
Banyak orang tak kuasa membendung air mata saat nama-nama korban dibacakan oleh istri dan suami, ayah, ibu, adik, kakak, dan anak-anak. Beberapa di natar mereka bahkan tak bisa menahan emosi atas hilangnya anggota keluarganya.
”Saya masih merasa kehilangan ayah saya. Dia mengagumkan,” kata Peter Negron, yang masih anak-anak ketika sang ayah, Pete, tewas di salah satu menara WTC.
Serangan Al-Qaedah pada 2001 itu kini merupakan bagian dari kehidupan rakyat Amerika dan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Peringatan tersebut merupakan yang pertama yang melibatkan presiden AS.
Monumen peringatan itu meliputi dua alun-alun dalam bentuk kaki Menara Kembar dengan air terjun setinggi 30 kaki. Di sekitar tepi kolam di pusat setiap alun-alun adalah nama-nama korban serangan kamikaze 11 September dan serangan sebelumnya pada 1993 di pusat perdagangan tersebut.
”Sepuluh tahun telah berlalu sejak langit pagi yang biru cerah berubah menjadi hitam kelam,” kata
Wali Kota New York Michael Bloomberg selama upacara tersebut. ”Sejak itu, kita hidup dalam bayangan, dan meski kita tidak akan pernah melihat lagi apa yang terjadi di sini, kami bisa melihat anak-anak yang kehilangan orang tuanya tumbuh menjadi remaja, cucu-cucu telah lahir, dan pelayanan publik diperbaiki untuk menghormati orang-orang yang kita cintai dan telah meninggalkan kita semua.”
Obama mengunjungi Kolam North Memorial, yang terletak di kaki menara utara. Dia berjalan mengelilingi kolam itu bergandengan tangan dengan Ibu Negara Michelle Obama, mantan Presiden George W Bush dan istri, Laura Bush.
Dalam suatu momen yang mengharukan, Obama menyentuh nama-nama korban tewas yang ditulis di batu sebelum menyembut beberap anggota keluarga.
Polisi di New York dan Washington disiagakan terhadap ancaman Al-Qaedah yang kredibel namun belum dikonfirmasikan untuk menyerang AS lagi pada peringatan 10 tahun tragedi 11/9 itu.
Dalam serangan 11/9 itu, 19 anggota Al-Qaedah membajak pesawat dan menabrakkannya ke WTC, Pentagon, dan sebuah ladang di Shanksville, Pennsylvania. Beberapa pekan setelah insiden itu, pasukan AS menyerang Afghanistan untuk menggulingkan penguasa Talib di negara itu.
Pasalnya, kelompok militan itu dituduh melindungi para pemimpin Al-Qaedah yang bertanggung jawab atas serangan 11/9 tersebut.
Untuk menandai 10 tahun stragedi tersebut, Obama  mengunjungi ketiga lokasi serangan tersebut. (rtr-niek-31)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/

Meningkatkan Gairah Seksual

Setidaknya ada empat jenis tumbuh-tumbuhan untuk meramu sup sayuran antikanker yang terbukti ampuh untuk mencegah kanker di Jepang.
1. Dai-kong (lobak). Bagian umbi dan daunnya dalam keadaan segar dan belum ditambahi bahan pengawet ataupun dikeringkan.
2. Nin-jin (wortel). Bagian umbi dalam keadaan segar.
3. Gabo (burdock root atau rhuhard). Bagian umbi segar.
4. Jamur shintakeau, jamur payung, diambil keseluruhannya dalam keadaan segar.
Bagi masyarakat Indonesia, tanaman lobak ataupun wortel bukan nama yang asing, karena mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional maupun swalayan. Seperti lobak, umbinya paling umum digunakan untuk sayuran dalam pembuatan soto Bandung. Atau kalau sudah diasin akan menjadi campuran sayuran awetan untuk banyak jenis makanan di sejumlah rumah makan terkemuka. Daun lobak, selain untuk sayuran, juga dapat dimakan mentah sebagai lalapan.

Wortel alias si permata merah, juga merupakan jenis sayuran yang paling banyak dimanfaatkan mulai dari untuk pembuatan sup, salad, sampai untuk lalap. Wortel berkhasiat untuk kesehatan paru-paru, mata, kulit, dan membantu memperkuat sistem imun tubuh. Wortel juga dapat digunakan untuk mencegah buta malam, sakit mata, batuk, gatal, dan ketombe.
Wortel mengandung beta karotine yang bermanfaat memperbaiki fungsi pembuluh, menekan gula darah, mencegah darah tinggi, dan jantung, baik juga untuk penderita kencing manis. Setiap 100 gram wortel mengandung 1 gram protein, 0,2 gram lemak, 7,7 gram gula, 1,1 gram fiber kasar, 89,2 gram mineral, 190 mg kalium, 714 mg natrium, 32 mg kalsium, 14 mg magnesium, 1,0 mg besi, 0,24 mg mangan, 0,23 mg Zn, 0,08 mg Cu, 27 mg P, 4130 mikrogram beta karotin, 0,04 mg vitamin B1, dan 041 mg vitamin B2.

Mengenai umbi gabo (burdock root), ada satu mitos  pada masyarakat Jepang bahwa umbi tersebut dapat menyehatkan dan membugarkan pemakannya, serta memiliki khasiat sebagai pembuat awet muda dan peningkat gairah seksual, khususnya bagi para pasutri (pasangan suami-istri) yang sudah tergolong manula (berusia di atas 50 tahun). Setiap 100 gram umbi gabo mengandung protein 4,6 gram, lemak 0,8 gram, gula 3 gram, energi 38 kkai, fiber kasar 2,4 gram, kalsium 242 mg, P 61 mg, besi 7,6 mg, beta karotin 3.9 mg, dan vitamin C 25 mg.

Jamur shitake alias jamur cokelat atau  hoangko/hoiko (China), chinese black mushroom (Singapura/Hong Kong), merupakan jenis jamur kayu yang memiliki harga tinggi. Sebagai contoh di Indonesia, kalau harga jamur merang segar adalah Rp 4.000/kg, maka untuk jamur shitake dapat berharga sekira Rp 40.000/kg (suatu peluang bisnis budi daya jamur yang menggiurkan).

Menurut Kazu, sifat jamur adalah manis, tawar, mempunyai khasiat menambah tenaga, menghilangkan angin, dan pencahar dahak. Jamur juga mengadung protein yang tinggi, polisakarida, fiber tinggi, rendah lemak, dan beberapa elemen vitamin tinggi lainnya. Setiap 100 gram jamur shintake kering mengandung 20,2 gram protein, lemak 1,2 gram, gula 30,1 gram, fiber kasar 31,6 gram, kalium 464 mg, Na 11,2 mg, kalsium 83 mg, magnesium 147 mg, besi 25,3 mg, Zn 8,57 mg, Cu 1,03 mg, P 258 mg, Se 6,42 mikro-gram, beta karotin 20 mikrogram, vitamin B1 0,19 mg, vitamin B2 1,26 mg, vitamin C 5 mg, Vitamin E 0,66 mg, dan vitamin D 260 mg.

Budi daya jamur ini telah dimulai ratusan tahun yang lalu di daratan China, sekarang menyebar luas ke banyak negara di kawasan Asia, terutama Jepang, Korea,, Thailand, Laos hingga Indonesia, kemudian Amerika Utara, khususnya AS dan Kanada. Bagi orang AS, shitake disebut the exotic mushrooms serta banyak digemari orang karena memiliki cita rasa yang khas.
Kelebihan jenis jamur shitake dibanding jamur lainnya, seperti jamur merang, adalah kandungan zat gizi dan nutrisi yang sangat potensial. Bagi masyarakat Eropa yang sangat menggemari jamur shitake, menyebutnya sebagai the elixir of life (cairan kehidupan), karena dapat menyehatkan, dan dipercaya dapat memperpanjang umur. Sementara di bidang pengobatan tradisional, jamur ini memiliki kandungan senyawa yang dapat mereduksi (mengurangi) kandungan gula darah dan kolesterol.

Indonesia saat ini sudah mulai menjadi negara penghasil shitake yang potensial, walau produksinya belum begitu banyak. Menurut catatan, Indonesia baru mampu menggisi kurang dari 35% pasaran shitake di jepang. Belum lagi untuk jenis jamur kayu lainnya yang memiliki nilai komersial sebagai komoditas ekspor, seperti jamur kuping, jamur tiram dan sebagainya. (Amien Nugroho-24)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/06/158148

Oase Penolong Kepuasan Batin

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, muncul banyak toko obat kuat dan mainan seks (sex toy). Bila sebelumnya, penjualannya sembunyi-sembunyi, kini berani terang-terangan. Di Semarang dan Solo, kios penjualan tersebar di berbagai jalan protokol. Ada apa?
Lapak berukuran 3x3 meter terselip di antara puluhan lapak penjaja makanan, baju hingga pulsa telepon. Gorden tebal berwarna biru membelah bagian lapak tersebut, menjadi dua bagian. Di bagian luar gorden, etalase kaca menyambut pengunjung, berisi beberapa botol plastik, botol kaca dan beberapa strip tablet obat.
Tak ada penjaga di belakang etalase. Hanya kertas putih berukuran A4, bertuliskan ”Ketuk saja, orangnya di dalam.”
Papan triplek 50x100 centimeter berdiri vertikal di luar lapak, huruf besar-besar berderet ”Jual Obat Perkasa”. ”Silakan masuk,” ujar penjaga kios obat kuat di Jl Pamularsih, sambil melongokkan kepala dari balik gorden.
Pengunjung lapak itu masuk ke bilah ruangan di balik gorden. Setelah beberapa menit, penjaga lapak membungkus dua butir pil berwarna biru. Tiga lembar uang pecahan Rp 50 ribu pun ia terima, transaksi selesai.
Begitulah cara Wijaya (37) membeli obat yang dikonsumsinya dua kali sebulan. Pria yang tampil rapi siang itu mengaku disarankan oleh dokter pribadinya. Disfungsi ereksi (DE) dideritanya, telah menikah enam tahun, namun belum memiliki keturunan.
”Biasanya saya membeli di apotek, viagra golongan generik Sildenafil Sitrat 100 mg, itu resep dari dokter saya. Tapi karena di apotek habis, saya beli di sini. Harga satuannya kalau dari apotek Rp 137 ribu, kalau di sini lebih mahal sedikit,” kata warga Jatingaleh, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang itu.
Wijaya adalah salah satu dari jutaan lelaki DE. Sub Bagian Urologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta mencatat, 10 persen pria dewasa di Indonesia mengalami DE. Jumlahnya mencapai angka enam juta. Wijaya mengaku, dirinya terbantu oleh pil biru itu saat berhubungan intim dengan istrinya.
DE terjadi jika keluar cairan akibat rangsangan hormon dan dampak psikis. Ada gangguan syaraf akibat penyakit diabetes, alkoholik dan trauma tulang belakang. DE juga disebabkan pembuluh darah yang tercemar karena diabetes, merokok dan kolesterol.
Lain Wijaya, lain pula Fendy (32). Ia tak mengalami masalah DE, namun ia mengaku tetap menggunakan obat kuat jenis lain. ”Biar tambah jos,” aku warga Manyaran, Semarang Barat ini.
Fendy telah mencoba beberapa obat oles dan spray di organ vitalnya.
 Ceruk Pasar 
Banyaknya orang yang mengalami DE, ditambah tingginya pemburu obat kuat kendati normal, merupakan ceruk pasar tersendiri. Bisnis obat kuat tak hanya didapati di lapak nylempit pingir jalan, namun beberapa klinik konsultasi kesehatan reproduksi juga menjual obat tersebut.
Tersedia berbagai jenis obat, mulai dari minyak oles, spray hingga pil buatan lokal maupun luar negeri. Obat yang ditelan seperti pil, kebanyakan dikonsumsi oleh pria DE. Sedangkan pria normal yang ingin hubungan intimnya lebih jempolan, banyak memilih obat luar. 
Di kios pinggiran, banyak tersedia minyak atau gel oles. Bahkan lebih banyak dari klinik konsultasi. Minyak buatan lokal misalnya, Africa Black Mamba Oil, Mamba Oil dan Erot Oil. Sedangkan untuk jenis spray, paling banyak didapati di lapak pinggiran adalah Procomil Spray. Sementara, jenis pil yang banyak dijual di lapak pinggiran adalah pil biru viagra. Membeli pil biru di pinggir jalan harus hati-hati. Alih-alih bisa memaksimalkan kinerja alat vital, konsumen justru menderita pusing setelah meminumnya. Ada tiga varian viagra yang dijual di pinggiran.
”Buatan USA, Australia dan China. Viagra buatan USA dijual seharga Rp 150 ribu, buatan Australia dihargai Rp 100 ribu dan buatan China bisa dibeli hanya dengan Rp 60 saja per biji,” ujar Lili, pemilik salah satu kios penjual obat kuat di bilangan Jl Kusumawardani Semarang ini.
Sementara itu sejumlah pedagang toko obat kuat dan sex toys (alat bantu seks) di Kota Solo memastikan produk-produk impor merajai pasaran. Khususnya produk obat kuat, barang kiriman dari Asia Timur seperti Jepang, Taiwan dan China paling diminati. Sementara, kebutuhan sex toys paling disukai dari Amerika Serikat, meskipun produk dari negeri Matahari Terbit juga dilirik pembeli.
Reza (29), pemilik kios obat di tepi jalan protokal di kawasan Baron, Kecamatan Laweyan, Solo mengatakan, obat kuat jenis, viagra, levita, cialis buatan China dan Taiwan mayoritas dipakai pelanggannya untuk mendukung vitalitas bercinta. Tiga jenis obat itu sudah umum dipakai karena dipercaya khasiatnya bisa mengatasi persoalan difungsi ereksi (impotensi) serta enjakulasi dini. Dimana dua masalah kesehatan seks paling banyak diidap.
”Hampir semua pelanggan saya memesan obat kuat dari China dan Taiwan. Harganya terjangkau Rp 10.000-70.000 setiap bungkus. Khasiatnya manjur, itu kata pembeli saya,” ujarnya.
Menurut pria berstatus lajang ini, permintaan alat perangsang seksualitas di kiosnya tidak seramai, permintaan obat kuat. Pelanggan jenis ini tidak terlalu banyak. Ada beberapa penyebabnya, yakni harga tiruan alat vital baik laki-laki dan wanita cukup mahal. ”Untuk jenis dildo (penis), satu buahnya harganya mencapai Rp 100.000.” 
Kemudian, persediaan barang yang terbatas karena di Indonesia tidak ada daerah yang memproduksinya. Barang ini bisa datang ke Indonesia dengan cara mengimpornya langsung dari produsen atau toko di luar negeri.
”Kalau ada permintaan, kita kadang tidak langsung memberinya. Tapi biar pelanggan tidak kecewa, kita pesan dari produsen di luar negeri lewat internet. Jadi semacam inden dulu, sebab produk ini tidak ready stock,” jelas pemuda asli Kudus ini.
 Selain viagra, kios Lili juga menjual pil Levitra, biasanya dijual dalam kemasan botol berisi 30 biji. Masih ada lagi jenis perangsang untuk wanita. Berupa permen karet yang penggunaannya dikunyah. Jenis ini, menurut Lili termasuk obat yang laris.
Dalam sebulan Lili bisa mengantongi tak kurang dari Rp 4 juta. Pasokan barang di kios Lili diakuinya datang dari Jakarta dan Surabaya.
Sementara Reza mengaku omzet tidaklah besar. Kisarannya omzet kotor hanya Rp 3-4 juta per tiga bulan. Untuk ukuran bujangan seperti dia, hasil usahanya ini sudah cukup untuk hidup di kota sebesar Solo ini.
Menurut Lili, kiosnya juga melayani pembelian obat via telepon pelanggan. Barang dagangan Lili tak semuanya legal. Sebagian besar tak berizin Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan izin dari Kementerian Kesehatan.
Penjualan obat kuat juga bisa didapati di klinik konsultasi kesehatan reproduksi, hingga penjualan online via internet. Produk yang dijual di klinik dan internet biasanya lebih aman dengan jaminan izin edar Kementerian Kesehatan dan BPOM.
Selain obat kuat, mainan seks juga banyak diminati demi kepuasan. Orang yang ”menggilai” orgasme sebagai tujuan akhir sebuah hubuman intim, akan melakukan apapun termasuk menggunakan sex toy. Alat-alat tersebut begitu diharapkan menjadi obat pendongkrak gairah.
Ada bermacam alat. Di antaranya seks dolls, dildo, vibrator, breast stimulator, anal vibration dan penis developer. Beberapa jenis seks toy untuk pria dan wanita yang ban¤yak di jual di pasaran. Alat-alat ini jarang didapati di kios pinggiran. Biasanya penggunanya membeli lewat internet.
Usia pembelinya rata-rata di atas 30 tahun. Sayang, ia menolak menjelaskan apa pekerjaan dan status sosial pelanggannya. (09)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/11/158761/

Mantu Poci di Tengah Modernisasi

MOCI atau minum teh dengan poci tanah merupakan bagian dari ritme kehidupan masyarakat Tegal dan sekitarnya. Bahkan, dari kebiasaan itu muncul tradisi unik, Mantu Poci.Ya, Mantu Poci merupakan tradisi masyarakat Kota Tegal yang berlangsung turun-temurun. Acara intinya melangsungkan ”pes­ta per­kawinan” antara sepasang poci tanah.
Awalnya, tradisi tersebut digelar untuk mempererat tali silaturahim antartetangga, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki keturunan dan berkeinginan untuk menggelar syukuran, seperti sunatan atau nikah.

Meski tidak banyak yang mengetahui sejak kapan tradisi tersebut mulai muncul, ma­syarakat Kota Tegal meya­kini Mantu Poci merupakan tradisi asli warga Kota Bahari itu.
Di kota itu yang masih mempertahankan tradisi tersebut, yaitu di daerah pinggiran, seperti Kelu­rahan Tegalsari, Muara­reja, Tu­non, Cabawan, dan Mar­ga­dana.
Biasanya mantu itu di­lak­sanakan setelah Le­baran atau bulan Syawal. Namun, seiring kemajuan zaman dan semakin me­ningkatnya perekonomian masyarakat, tradisi tersebut jarang dilaksanakan karena merasa malu.   

Selain Mantu Poci,  war­ga Kota Tegal juga mengenal Sunatan Poci. Secara umum, antara Mantu Poci dan Sunatan Poci itu pelaksanaannya hampir sama. Adapun, yang membedakan, untuk Sunatan Poci yang punya hajat biasanya menghias bagian ujung poci dibalut dengan kain ataupun kapas.
Poci yang telah dihias diarak keliling rumah se­banyak tujuh kali dan dibacakan doa layaknya hajatan menyunatkan anak­nya.
Setelah itu, poci diletakkan di kursi yang telah dihias lengkap beserta ma­kanan, seperti kebutuhan anak sunat.

Sementara, kedua orang tua atau yang punya hajat duduk berdampingan me­ng­­apit poci untuk menerima ucapan selamat serta mene­rima sumbangan dari tamu yang hadir.
Untuk Mantu Poci yang punya hajat menyedia­kan dua poci dan dihias, seperti wanita dan pria.
Poci pria diberi topi serta poci wanita dihias dengan rangkaian melati dan janur sebagai lambang seorang wanita. Kedua poci yang telah dihias itu diarak keliling dan ditempatkan pada kursi yang telah dihias selayaknya pengantin.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Nur­ngudiono yang beberapa tahun lalu melaksanakan Mantu Poci, biaya menggelar acara tersebut sekitar Rp 4 juta - Rp 5 juta. Ang­garan tersebut antara lain, digunakan untuk membeli sa­rana dan prasarana yang dibutuhkan dalam hajatan tersebut.
Selain itu, untuk hidang­an tamu undangan, dekorasi, dan sound system. Jika ditambah hiburan orkes melayu, wayang, organ tunggal kebutuhan biaya biasanya bisa bertambah besar.
Meski demikian, biasa­nya penyelenggara Mantu Poci tetap bisa mendapatkan keuntungan.

Diuri-uri

Dia mengatakan, sebe­lum menggelar acara itu biasanya penyelenggara mendata jumlah titipan sumbangan yang pernah dibe­rikan kepada masya­rakat yang pernah menggelar hajat.
Sedangkan, bagi mereka yang telah menerima sumbangan wajib me­ngembalikan, sehingga berapa jumlah tamu yang akan datang dan nilai sumbangan, baik barang mau­pun uang sudah bisa diperkirakan.

Nurngudiono mengata­kan, hal itu sudah dipahami masyarakat karena bersifat umum. Sebab, apabila di­undang tidak hadir dan tidak mengembalikan sumbangan secara otomatis akan mendapatkan sanksi moral. Ketika bertemu akan malu dan menjadi gunjingan ma­syarakat.
”Setiap barang atau uang yang disumbangkan selalu dicatat dan nantinya harus dikembali sesuai dengan jumlahnya,” ujar­nya.
Menurut dia, tradisi itu seharusnya bisa di-uri-uri dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Upaya tersebut dila­kukan untuk mempertahankan tradisi asli Kota Tegal. Bahkan, ia se­ring­kali mengusulkan un­tuk bisa dibuat dokumentasi, baik secara visual maupun tertulis dan di­sosialisasikan kepada ge­nerasi muda, termasuk pelajar. ”Tanpa keterlibatan pemerintah tradisi Mantu Poci dan Sunatan Poci lambat laun akan hilang di tengah mo­dernisasi,” katanya.
Untuk mempertahankan tradisi tersebut, kata dia, perlu dikemas menjadi pertunjukkan rutin, seperti dilaksanakan saat sedekat laut, peringatan HUT Kota Tegal serta pementasan teater.

”Pemerintah juga harus peduli dengan karya seni yang  dikembangkan se­niman. Se­bab, Kota Tegal se­lama ini tidak memiliki tradisi yang menjadi ciri khas, karena balo-balo, tari endel. dan kethoprak bukan asli dari Tegal.”
 Se­lain itu, kata dia,  seni yang telah diciptakan seniman perlu dimasalkan, seperti tari geyol bahari karya Damayanti, tari gambyong guitar atau tari gambyong dengan diiringi musik gitar karya dari Tien Kusumawati. Musik tong tong prek, sandiwara sampak tegalan, serta musik sampak tegalan, sehingga sekitar 10-20 tahun mendatang menjadi kesenian khas Kota Tegal.
Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, meski Mantu Poci dan sunatan poci selama ini sudah menjadi tradisi di masyarakat, hal itu dinilai masih bersifat spontanitas dan pribadi.
Apalagi, di dalamnya terdapat unsur saling pinjam-meminjam. Dengan demi­kian, memberikan bantuan yang bertujuan untuk nguri-uri tradisi tersebut belum bisa di­lakukan. (71)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/11/158738

Perhitungan Penumpang Belum Kelar

PASCA lebaran Idul Fitri 10 hari (H+10), jumlah total arus mudik dan balik yang tiba di Terminal Slawi, perhitungannya belum kelar. Perhitungan diperkirakan selesai pada awal pekan ini.
Kepala UPTD Terminal Slawi, Sutanto Karno SIP mengatakan, perhitungan baru dimulai pada Sabtu (10/9) atau bertepatan dengan H+10 lebaran. Karenanya, pada kisaran H+7 hingga H+9, masih terdapat sejumlah penumpang arus balik yang memadati terminal setempat. Sehingga untuk totalnya belum bisa disebutkan.
Menurut dia, berbagai alasan masyarakat Kabupaten Tegal untuk tidak berangkat lebih awal karena mereka ingin merayakan syawalan di kampung halaman. Selain itu, warga juga beranggapan, jika usai syawalan, jalanan tidak macet seperti arus balik yang sudah-sudah. "Mungkin diantaranya itu. Sehingga kami baru bisa mulai penghitungan, hari ini (Sabtu 10/9)," katanya.
Sutanto menjelaskan, setelah penghitungan jumlah total penumpang, nantinya bisa diketahui jumlah penumpang arus balik dibandingkan dengan arus mudik. Cenderung beberapa tahun terakhir, jumlah penumpang arus balik, selalu lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah penumpang arus mudik.
Hal itu dikarenakan kebiasaan pemudik yang membawa kerabat atau rekannya untuk ikut mengadu nasib di Jakarta dan sekitarnya.  "Pemudik biasanya selalu membawa serta kerabatnya untuk ikut merantau di Jakarta. Hal tersebut yang menyebabkan jumlah penumpang pada arus balik selalu lebih besar dari jumlah penumpang pada arus mudik," kata dia menambahkan.
Sebelumnya, Kasubag TU UPTD Terminal Slawi, Suwondo menjelaskan, jumlah pemudik yang tiba di Terminal Slawi diperkirakan meningkat sebesar tujuh persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah pemudik yang tiba di terminal yaitu sebanyak 14.213 orang. Untuk tahun ini, jumlah tersebut meningkat menjadi 15.208 orang.
Adapun terkait evaluasi pelaksanaan pengamanan penumpang arus mudik dan balik hingga kemarin, pihaknya mengaku bersyukur sebab tidak terjadi tindak kriminal seperti pembiusan dan terlantarnya penumpang. "Penumpukan penumpang memang terjadi pada Senin (5/9) lalu. Dimana seharusnya bus dari Jakarta sudah tiba pukul 10.00 pagi. Namun karena terjebak macet, bus baru tiba di terminal sekitar pukul 14.00," terangnya.
Atas keterlambatan bus tersebut, pihaknya mengaku sudah mendapat teguran dari Wakil Bupati, H Moch Herry Soelistiyawan SH MHum yang kebetulan menggelar inspeksi mendadak di terminal pada hari yang sama.  "Keterlambatan bus tersebut akan menjadi catatan bagi kami untuk pengamanan arus mudik dan balik pada Lebaran berikutnya," imbuhnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.

THL Mengadu Kepada Mentan

TENAGA harian lepas (THL) Penyuluh Pertanian yang bertugas di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal, kemarin mengadu kepada Menteri Pertanian (Mentan), terkait dengan penentuan penambahan kontrak masa kerjanya yang dibiayai oleh Pusat.
Salah satu THL Penyuluh Pertanian di Kabupaten Tegal, Adi Nuriswan mengatakan, sampai dengan 17 September mendatang, kontraknya bakal habis. Namun demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda kontrak akan diperpanjang. Padahal menurutnya, selama 4 tahun berlangsung, kontraknya selalu di perpanjang.  "Sebentar lagi kontrak kami habis. Kami tidak tahu harus bagaimana," tutur Adi kepada Mentan, dalam acara temu wicara di Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Jumat kemarin.
Dia mencontohkan, beberapa daerah yang kontraknya habis dibiayai oleh pusat, kini justru dibiayai oleh Pemda masing-masing wilayah. Seperti di Banyumas, Brebes, Jepara dan kabupaten lainnya. Tetapi,  THL penyuluh pertanian yang berada di Kabupaten Tegal ini, serasa tidak tersentuh oleh pemerintahan setempat. Karenanya, dia berharap agar Mentan dapat memberikan solusi tersebut.  "Kami minta arahan Mentan supaya bisa memberikan jalan yang terbaik," pintanya.
Dia menjelaskan, total personil THL penyuluh pertanian di Kabupaten Tegal jumlahnya 86 orang. Selama 4 tahun terakhir, kontrak selalu diperpanjang. Honor yang mereka terima, berasal dari anggaran pusat. Adapun honornya disetarakan dengan ijasahnya masing-masing. Bagi ijasah SLTA mendapat honor Rp 1 juta, D3 Rp 1,2 juta, dan S1 Rp 1,4 juta.  "Kami minta supaya ada perhatian untuk kami. Karena keberadaan kami, tak sedikit juga membantu kesuksesan para petani. Dan kami tidak akan menolak jika kami diangkat menjadi PNS," jelasnya seraya diiringi tepuk tangan dari beberapa teman-temannya.
Sementara itu, Mentan RI Dr Ir H Suswono MMA, mengaku akan memperjuangkan petugas penyuluh pertanian tersebut, supaya mendapat perpanjangan yang dibiayai oleh pusat. Namun demikian, untuk pengangkatan menjadi PNS, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena pengangkatan PNS mutlak bukan Mentan yang melakukannya.  "Kami hanya mengusulkan saja. Dan kami juga akan mengupayakan itu," jelasnya.
Wakil Bupati Tegal, HM Herry Soelityawan SH MHum, menyetujui bilamana honor untuk para petugas penyuluh diambil dari pusat selama 8 bulan, propinsi 1 bulan dan Pemkab 1 bulan. Jika demikian menurutnya, Pemkab akan menyediakan anggarannya. Tetapi jika mengangkat menjadi PNS, pihaknya merasa keberatan karena terkendala dengan anggaran. "Daerah tidak bisa mengangkat GTT baru. Karena saat ini, kami sedang terkendala dana," pungkasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Dari Lomba Mural Seni Lukis Tingkat Kabupaten

Siswa-siswi SMA Negeri 3 Slawi, patut diacungi jempol. Pasalnya, belum lama ini, pelajar tersebut telah berhasil meraih Juara I lomba Mural Seni Lukis tingkat Kabupaten Tegal 2011. Bagaimana ceritanya?
LAPORAN: YERI NOVEL
KEGIATAN yang berlangsung 21-22 Juni lalu, di gelar di Gor Tri Sanja Slawi. Adapun tim pelukis ini, memiliki lima personil. Mereka diantaraya, Yudie Nurhidayat kelas XII IA 4, Naufal Faatih Kharisma kelas XII IA 3, Nata Maulid Fajriani kelas XI IA 5, Munayah Umi kelas XI IA 5 dan Neliyani kelas XI IS 3. Saat perlombaan, tim yang didasari dengan hoby melukis ini, mengusung tema lingkungan hidup.
Salah satu peserta, Yudie mengaku, sebelum mengikuti lomba tersebut, dirinya bersama peserta lainnya lebih dulu mendapat bimbingan khusus selama 4 hari di sekolah. Kala itu, dirinya di beri materi oleh guru seni lukisnya yakni Muhamad Yusup S.Sn. "Alhamdullilah, kami tidak sia-sia belajar privat melukis selama 4 hari," katanya, kemarin.
Menurut siswa yang hobby dengan coret-coret kanvas ini, walaupun timnya memiliki banyak karakteristik dalam setiap goresan objek, namun tim ini selalu menutupi kekurangan satu sama lainnya. Khususnya dalam menemukan keselarasan warna dan ketepatan tema.  "Kalau melukis, yang paling utama memang ada dua hal yang patut kita kompakan agar bisa menjadi gambaran yang rapi dan bagus," kata dia menambahkan.
Sementara itu, peserta lainnya, Nata mengaku hobby melukis sejak duduk dibangku SMP. Dirinya bahkan kerap menjuarai dalam bidang seni tersebut. Beberapa pengalaman melukis menurutnya, tak lepas dari hobby yang melekat pada jiwanya. Pengalaman itu terus dikembangkan dan ditekuni dengan enjoy hingga membuahkan hasil yang maksimal. " Apalagi kalau sudah menyangkut hobby, pasti serasa enak dan enjoy," ucapnya seraya tersenyum manis.
Upaya mengembangkan hobby melukis, juga diakui oleh Umi. Menurutnya, tak ada yang sulit baginya jika ingin berkarya. Karena itu, dia akan berjuang terus hingga meraih prestasi gemilang dikemudian hari. Dia berharap, hasil karyanya dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat umum termasuk para kolektor lukisan. "Saya tidak akan pernah patah arang untuk belajar menekuni bidang seni ini. Saya akan tetap mengembangkan hingga waktu yang tak terbatas," pungkasnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/