Kamis, 24 Mei 2012

Antisipasi Euforia Kelulusan

LANGKAH tegas dalam mengantisipasi aksi euforia berlebihan yang kerap dilakukan siswa paska pengumuman kelulusan, ditempuh pihak Dindikpora Kabupaten Tegal.
Kepala Dindikpora Kabupaten Tegal, Drs Edi Pramono, melalui Kasi SMA, Drs Marwanto MM, menyatakan bahwa pihaknya telah menyerukan kebijakan bahwa pengambil pengumuman kelulusan akan diberikan pihak sekolah pada masing-masing wali murid. Dia berharap, sekolah bisa benar-benar mengendalikan anak didiknya untuk menghimbau siswanya agar tidak perlu mendatangi sekolah saat pengumuman kelulusan nanti. Siswa juga diminta tidak merefleksikan kelulusan secara berlebihan seperti corat- coret, konvoi yang bersifat merugikan diri sendiri, dan ketertiban umum dijalan raya.
"Kasek diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada wali murid dan meneruskan kepada anak agar bisa bersikap positif menyikapi hasil kelulusan dengan cara yang elegan. Untuk pengambilan hasil kelulusan,langsung akan diberikan sekolah kepada masing-masing wali murid pada pukul 14.00 WIB Sabtu (26/5) mendatang," terangnya, Rabu (23/5) kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya juga bakal menghadiri rakor tingkat provinsi untuk membahas pendistribusian pengumuman UN tingkat SMA/SMK. Dimana kebijakan mengambil pengumuman kelulusan diserahkan kepada wali murid tersebut sebelumnya juga sempat dirancang di tingkat provinsi dengan alasan dapat dipertanggungjawabkan dan menghindari aksi anarkis bagi siswa yang tidak lulus UN.
Dia juga mengaku, secepatnya bakal melakukan koordinasi dengan Polres Tegal untuk mengamankan jalannya pengumuman UN di sekolah yang rawan aksi gesekan.
Disinggung soal prediksi kelulusan, dia optimis tahun ini tidak lebih buruk dari tahun sebelumnya.
"Kami berharap ada peningkatan kualitas prestasi dan bisa mendongkrak rangking Kabupaten Tegal ditingkat provinsi," tegasnya.
Terpisah Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, melalui Paur Subbag Humas Ipda Wahyono, didampingi Kabag Ops Kompol Kuntri Yudho, menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi pihak Dindikpora terkait pengamaman kelulusan UN tingkat SMA/SMK akhir pekan nanti. Secara lugas dia menyatakan, berkaca pada PAM kelulusan tahun lalu, pihak sekolah akan lebih mengoptimalkan koordinasi dengan jajaran Polsek setempat. Namun secara keseluruhan di tingkat jantung kota Slawi memang diperlukan data yang valid untuk pengkoordinasian jumlah personil yang akan diterjunkan di masing-masing sekolah.
"Upaya mencegah aksi anarkis sejauh ini telah dilakukan unsur Intelkam guna memetakan sekolah mana yang rawan menjadi pemicu dan menjadi sasaran anarkis. Namun kami optimis dengan langkah pendekatan yang ditempuh Dindikpora kepada seluruh jajaran sekolah akan meminimalisir terjadinya hal tersebut," tegasnya.
Pihaknya berencana akan menerjunkan personil gabungan antar fungsi untuk PAM pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK mendatang. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Antisipasi-Euforia-Kelulusan.html

Pemeliharaan Jalan Disoal

TALANG - Pemeliharaan ruas jalan Mejasem-Kemantran, disoal warga Wangandawa. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan secara swakelola oleh UPTD DPU Kecamatan Talang dan Kramat itu, sudah rusak kembali. Padahal, pemeliharaan dilakukan belum lama ini dan masih dalam hitungan hari. Akibatnya, warga Desa Wabgabdawa menyoal pemeliharaan jalan itu dan bakal melaporkan kepada instansi terkait di Pemkab Tegal.
“Masa baru beberapa hari ruas jalan diperbaiki, sejumlah titik sudah mengelupas kembali aspalnya. Kami melihat sistem pengerjaannya yang terkesan asal-asalan sehingga cepat rusak kembali,” jelas Kades Wangandawa, Harsoyo SIP, kemarin di rumahnya.
Dikatakan Harsoyo, saat dilakukan pemeliharaan, dirinya melihat jika sistem pengawasan yang dilakukan oleh pihak penggarap yaitu UPTD DPU Talang-Kramat, sangat kurang. Belum lagi, pengaspalan yang dilakukan juga menggunakan lapisan aspal yang sangat tipis. Kondisi itu membuat sejumlah titik ruas jalan yang baru diaspal kembali rusak. Karena material aspalnya sangatlah kurang. Harusnya karena dilakukan secara swakelola, hasilnya lebih baik dari pada di-pihakketiga-kan.
Menurut dia, atas kondisi pemeliharaan yang terkesan semrawut dan asal-asalan, warga Desa Wangandawa mempersoalkan pengerjaan perbaikan ruas jalan itu yang dilakukan secara swakelola. Bahkan jika perlu, dikatakan Harsoyo, pemerintah desa secara resmi bakal melaporkannya ke dinas terkait di Pemkab Tegal. “Campuran split yang ditaburkan juga membuat kondisi jalan berdebu dan licin. Ini sangat rawan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.
Sementara, saat dirinya melakukan peneguran terhadap perwakilan UPTD DPU Talang-Kramat, mendapatkan informoasi jika Kepala UPTD berada di kantor. Namun sesuai informasi yang didapat, justru pihak Kepala UPTD lebih mementingkan kegiatan lain yang bukan di UPTD, melainkan di Unit Lembaga Pelelangan (ULP). (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemeliharaan-Jalan-Disoal.html

OW Kalibakung Bakal Terdongkrak

BALAPULANG - Keberadaan etalase tanaman herbal di OW pemandian Kalibakung Kecamatan Balapulang, diharap bisa mendongkrak OW itu. Pasalnya, Dinkes Pemkab Tegal tengah mengemas di lingkungan OW Kalibakung agar menjadi obyek wisata jamu dan produk herbal. Bahkan untuk Jateng, baru ada produk herbal di Kabupaten Karanganyar. Sehingga untuk Kalibakung, diharapkan bisa menjadi rintisan di Jateng bagian Barat.
“Saat ini, dari etalase tanaman herbal sekitar 50 jenis tengah dikembangkan oleh Dinkes bekerja sama dengan Disparbud untuk percontohan di OW Kalibakung,” kata Wakil Ketua Komisi II, Sahuri, yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Tegal, kemarin.
Dikatakan Sahuri, keberadaan etalase tanaman herbal dan seiring rencana pengembangan obat herbal, diharapkan menjadi daya tarik pengunjung ke OW Kalibakung itu. Selama ini OW itu dirasa mati suri, karena sejumlah faktor dan salah satunya kalah bersaing dengan OW Guci. Meski demikian, instansi terkait di Pemkab Tegal terus menata OW itu agar lebih berdaya tarik bagi pengunjung atau wisata lokal maupun luar daerah.
Menurut dia, upaya pengembangan obat-obaan herbal di wilayah tersebut menurutnya cukup tepat karena memiliki struktur tanah yang hampir mirip dengan Kabupaten Karanganyar. Belum lagi suhu udara dan cuasa di Kalibakung dengan ketinggian lahan dari pantai, memenuhi syarat untuk tanaman herbal. “Kami kira cocok dan tinggal bagaimana megemas dan mengembangkan rencana ini. Semua kembali kepada instansi terkait yang diberi kewenangan,” jelasnya.
OW Pemandian Kalibakung sendiri, beberapa tahun lalu menjadi salah satu OW unggulan sebelum dibangunnya OW Purwahamba Indah maupun OW Guci. Namun seiring perkembangan zaman dan sistem pengelolaan serta hilangnya sejumlah sarana, membuat OW Kalibakung terpuruk. “Dengan adanya rencana pengembangan Wisata Jamu Kalibakung (WJK) nantinya, diharapkan bias menggairahkan kembali OW ini,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/OW-Kalibakung-Bakal-Terdongkrak.html

Senin, 21 Mei 2012

Slawi-jadi Juara Lomba Karnaval

SLAWI – Kecamatan Slawi yang pada kegiatan karnaval dan parade batik dalam rangka hari jadi Kabupaten Tegal, Kamis (17/5) menjadi juara I. Pengumuman lomba tersebut di sampaikan setelah sidang paripurna, Jumat (18/5). Sementara untuk juara II, di peroleh dari Kecamatan Kedungbanteng dan juara III dari kecamatan Adiwerna.
“Kami bangga ternyata Kecamatan Slawi yang menjadi pusat ibukota Kabupaten Tegal dalam karnaval tersebut telah memberikan yang terbaik dengan menjadi juara I,” kata Camat Slawi, Abusaeri, kemarin.
Sementara, ketua panitia hari jadi Kabupaten Tegal, Drs Haron Bagas Prakoso yang juga Sekda Kabupaten Tegal, mengatakan,  karnaval tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan pada hari jadi kabupaten. Dalam karnaval tersebut, panitia sengaja melombakan agar setiap SKPD maupun kecamatan, menyuguhkan penampilan-penampilan yang menjadi potensi di wilayahnya.
Ia menjelaskan, dalam karnaval tersebut ada tiga kriteria yang dinilai, yakni mulai dari potensi industri seperti keseragaman batik produk asli lokal tegal, potensi pertanian yang dilihat dari representasi gunungan yang dibawa dengan hasil bumi yang ada di setiap kecamatan, dan potensi budaya, dimana di karnaval tersebut tiap kecamatan menunjukan kesenian yang diusung. “Dari ketiga komponen tersebut mengkristal menjadi pertiwi (perindustrian, pariwisata dan pertanian),” katanya, kemarin.
Ia berharap, tahun depan lebih ditingkatkan. Mulai dari produk harus lebih bervariatif, artinya batik tegal misalnya, tidak hanya sekedar batik keseharian, tapi batik asli tegal tersebut dapat ditunjukan dengan kreatifitasnya seperti busana pesta, busana pernikahan, dan lainnya.  “Setiap tahun akan selalu dilombakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di setiap hari jadi kabupaten tahun ini, di singkronkan dengan visi misi bupati terpilih periode 2009-2014, yakni  “gotong royong” dalam bentuk yang teraplikasikan. Diharapkan tahun ini muncul semangat yang memadukan antara visi misi gubernur jateng dengan daerah Kabupaten Tegal yang mengusung tema, “balik ndesa gotong royong mbangun Kabupaten Tegal”.
Harapannya, lanjut Bagas, dengan visi misi tersebut menjadi semangat yang melandasi semua komponen masyarakat dari unsur masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah. Ketiga unsur tersebut diharapkan mampu menerjemahkan dan mengaplikasikannya diberbagai kegiatan pembangunan, baik yang bersumber dari dana pemerintah atau masyarakat. Hal tersebut dapat disatukan untuk mempunyai manfaat bagi kepentingan masyarakat luas, mulai dari sektor peranian, industry dan pariwisata. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Slawi-jadi-Juara-Lomba-Karnaval.html

Kesejahteraan Buruh di Kabupaten Tegal Masih Minim

SAAT ini, masyarakat pekerja maupun perusahaan banyak yang kurang paham tentang UU Ketenagakerjaan. Hal itu menyebabkan, perlakuan perusahaan terhadap buruh kurang sesuai dengan aturan yang berlaku. Baik dari segi kesejahteraan, keamanan, maupun perlakuan. Hak-hak untuk pekerja kadang tidak dipenuhi oleh perusahaan dan cenderung mengabaikannya. Dengan kondisi demikian, tentunya kaum buruh yang banyak dirugikan. Terlebih jika ada buruh yang menuntut haknya, justru mereka akan menjadi musuh perusahaan tempatnya bekerja.
Terkait hal itu, Koordinator wilayah (Korwil) Konfederensi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Jawa Tengah, Warnadi, mengharapkan, antara pekerja dan perusahaan harus paham tentang Undang-Undang (UU) Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Apabila mereka paham tentang UU tersebut, maka dipastikan tidak ada pihak yang di rugikan. "Masyarakat khususnya kaum buruh, harus tahu UU tersebut. Jika tidak, maka masyarakatlah yang akan menjadi korban," kata Warnadi, kemarin saat di temui di kawasan Jalur Pantura, Desa Munjung Agung Kecamatan Kramat.
Dirinya tak menampik, dari sekian perusahaan di Kabupaten Tegal, ada beberapa perusahaan yang berupaya ingin menghapus atau menghilangkan organisasi yang menaungi kepentingan buruh. Padahal menurutnya, keinginan tersebut melanggar UU ketenagakerjaan yang berlaku. Semestinya, setiap perusahaan harus memiliki lembaga atau organisasi serikat buruh. Hal itu untuk menjaga keharmonisan antara perusahaan dengan pekerjanya.  "Kurangnya pemahaman daerah terhadap peraturan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebabkan oleh banyak faktor, terutama banyaknya peraturan baru yang dikeluarakan oleh Pemerintah dan Anggota DPR RI," ujarnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, perlindungan terhadap tenaga kerja, diutamakan untuk menjamin hak hak dasar pekerja atau buruh. Selain itu, juga untuk menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi. "Perusahaan harus adil dan jangan bersikap diskriminatif," ucapnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kesejahteraan-Buruh-di-Kabupaten-Tegal-Masih-Minim.html

Ketua Fraksi Golkar Mundur

SLAWI - Ketua Fraksi Partai Gokar DPRD Kabupaten Tegal mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diambil, bahkan sudah disampaikan secara tertulis dan lisan kepada DPD Partai Golkar setempat. Pengunduran diri terkait dengan kegagalan fraksinya dalam mengusung kader partai yang duduk di lembaga legislatif, menduduki jabatan unsur pimpinan alat kelengkapan dewan periode dua setengah akhir masa jabatan DPRD tahun 2009-2014.  “Memang benar M Khuzeni SE SH, mengundurkan diri sebagai ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tegal. Namun pengunduran diri baru secara lisan dan tertulis tapi belum secara formal,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi yang juga anggota DPRD Kabupaten Tegal, H Agus Triono SP, kemarin.
 Dikatakan H Agus Triono, pengunduran diri itupun sedang dikonsultasikan dengan pihak DPD I Partai Golkar di Semarang. Saat ini masih dalam proses mengingat pengangkatan M Khuzaeni SE SH sebagai ketua fraksi partai itu, belum lama dan masih dalam hitungan bulan. Pihaknya sendiri sangat menyayangkan keputusan pengunduran diri itu. Namun karena sepertinya sudah bulat dan tidak ada tekanan dari pihak manapun, membuat DPD Gokar Kabupaten Tegal perlu memproses.
 Secara pribadi menurut dia, juga pernah dilakukan pendekatan, tetapi sepertinya keputasan M Khuzaini sudah bulat untuk mengundurkan diri. Sebetulnya permasalahan bukan karena ada kesalahan atau pelanggaran terhadap partai. Namun lebih bersifat beban moral akibat kebijakan politik. Meski bukan kesalahan pribadi, karena keputusan partai adalah kolektif kolegial, namum sepertinya, M Khuzaini bersikukuh tetap mengundurkan diri.  “Kami masih meminta untuk mengusulkan secara formal, jika memang akan mengundurkan diri. Pasalnya, jika tidak diusulkan secara formal, dikhawatirkan partai dianggap sepihak dalam memutuskan hal ini,” terang H Agus Triono SP.
 Disisi lain, M Khuzaini SE SH menyatakan, jika keputusannya mengundurkan diri merupakan langkah tanggungjawab dirinya selaku ketua FP Golkar. Mengingat selaku ketua fraksi, dirinya tidak bisa menempatkan kader partainya, menduduki jabatan pada alat kelengkapan dewan yang diharap kadernya. “Kami tidak ingin ada polemik yang justeru menyudutkan partai. Sebagai kader sudah tentu bersikap bijak dan mengambil keputusan guna kebaikan dan kesolidan partai,” jelasnya.
 Seperti diberitakan sebelumnya, M Khuzaini SE SH, selaku ketua FP Golkar, melakukan koalisi dengan sejumlah partai dan membentuk Sekretariat Gabungan (Setkab). Namun Setkab sendiri pecah dan membuat partainya harus menerima resiko untuk tidak terakomodir mendapatkan jabatan unsur pimpinan pada alat kelengkapan dewan. Dari sinilah, daripada memunculkan polemik, selaku ketua FP Golkar, bersikap menanggung resiko itu. Untuk menyelamatkan partai dan kadernya, maka konsekuensinya harus mengundurkan diri dari jabatan ketua fraksi atas kegagalan itu. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Ketua-Fraksi-Golkar-Mundur.html

Minggu, 20 Mei 2012

Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Everest

Jakarta (ANTARA) - Sang Merah Putih akhirnya berkibar di Puncak Everest yang terletak di ketinggian 8.848 mdpl setelah Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) yang melalui jalur utara yaitu Tibet berhasil mencapai puncak, Sabtu.
Dua pendaki dari Wanadri yaitu Iwan Irawan dan Nurhuda mencapai puncak itu yang termasuk dalam rangkaian ekspedisi tujuh puncak dunia ini sekitar pukul 07.49 waktu setempat, Sabtu. Kedua pendaki ini tiba di puncak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Untuk mencapai puncak yang juga dikenal dengan sebutan Puncak Sagarmatha ini, para pendaki membutuhkan tahapan yang panjang. Selain itu juga harus terus melakukan koordinasi dengan pemandu yang telah mengawal sejak proses pendakian.
Dari dua pendaki Wanadri itu, orang yang pertama mencapai Puncak Everest adalah Iwan Irawan dan disusul oleh Nurhuda serta diikuti pendaki asal Swedia, Peter, kemudian setelah mereka, para pemandu (sherpa) yakni Chirring, Tashi dan Lakpa menyusul mencapai puncak tertinggi dunia itu.
"Alhamdulillah. Allahu Akbar. Merah Putih berkibar kembali di Puncak Everest melalui jalur utara," kata Ketua I Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia, Ipong Witono, melalui pesan layanan singkat.
Selain melalui jalur utara, pendakian oleh Wanadri juga dilakukan melalui jalur selatan yaitu melalui Nepal. Pendakian juga dilakukan oleh dua pendaki yaitu Ardeshir Yaftebbi dan Fadjri Al Luthfi serta didukung oleh tim pemandu.
"Terima kasih atas doa, kerjasama dan bimbingannya. Semoga besok, Minggu (20/5) tim pendaki jalur selatan (Nepal) mencapai puncak. Semoga mereka selalu mendapat keridhoan-Mu Tuhan hingga kembali ke Tanah Air," kata Ipong menambahkan.
Dengan mampu mencapai puncak tertinggi di dunia ini serta menancapkan Bendera Merah Putih, para pendaki ini layak disebut "Seven Summiters" yakni sebutan bagi pendaki yang sukses mencapai tujuh puncak dunia. Sebutan ini merupakan idaman bagi seorang pendaki gunung di seluruh dunia.
Sebelumnya pendaki dari Wanadri ini telah mendaki enam puncak tertinggi di enam benua yaitu Puncak Ndugu-Ndugu atau Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Puncak Elbruz (5.642 mdpl) di Rusia.
Selanjutnya mereka melakukan pendakian Puncak Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, namun ada satu pendaki yaitu Gina Afriani gagal sampai puncak. Setelah itu dilanjutkan ke Puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl) di Alaska dan Puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika. (tp)
Sumber Berita : http://id.olahraga.yahoo.com/news/sang-merah-putih-berkibar-di-puncak-everest-042523564--spt.html