Minggu, 03 Juli 2011

Inilah tulisan terakhir dari salah satu Jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan di Gaza sebelum Kapal kemanusiaan Mavi Marmara diserang Israel.

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes of Islam" alias "Para Pahlawan Islam." Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta'ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta'ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah's anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak - betapa pun sedikitnya - menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air - lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram
Masih ndableg.
Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.

Blus!
Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi - agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj'alni minat tawwabiin
Allahumaj'alni minal mutatahirin
Allahumaj'alni min ibadikassalihin

29 Mei 2010, 22:20

Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.

Ungkapan Salah Satu Pegawai Pembuat Obat Nyamuk

Buat pengetahuan seluruh keluarga nihh....
Dari si penulis yang kerja di Baygon.
Mudah2an artikel dibawah ini bisa bermanfaat..

.......... Agak ragu saya menulis artikel ini karena menyangkut pekerjaan yang saya geluti. Tapi sebagai orang yang sedikit banyak tahu saya merasa berdosa bila tidak menyampaikannya. Silakan di forward bila perlu...
Seberapa sering anda memakai obat nyamuk? Apa mereknya? Apa jenisnya? Ampuhkah? Berapa harganya?
Itulah pertanyaan yang sering mucul tentang obat nyamuk.
Tapi, berapa banyak yang bertanya: AMANKAH?
Saya harus bilang bahwa saat ini boleh dibilang tidak ada satu pun obat nyamuk di Indonesia yang benar2 ampuh dan AMAN. Prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika menggunakan obat nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu RACUN, dan tidak ada racun yang benar2 aman. Saya sedih melihat iklan2 di TV dan media lain yang menyesatkan. Tahu iklan Baygon terbaru tentang Baygon biru yang tidak bikin batuk or wanginya segar? Itu iklan yang keterlaluan dan sangat menyesatkan, karena seolah2 dengan menggunakan Baygon biru kita boleh tetap berada di ruangan saat penyemprotan terjadi.. Saya sudah protes Intern tapi tidak serius ditanggapi.
Baygon mengandung 2 racun utama, yaitu Propoxur dan transfluthrin. Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya, MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat karsinogenik. Sedangkan transfluthrin relatif aman hingga saat ini.
Saya pernah kerja di pabrik propoxur for more than 1.5 years so I know much about this. Saya juga pernah "mabuk" propoxur karena menyentuhnya dengan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan... 7 hari panas dingin tidak karuan.
Kalau yang lain bagaimana? HIT yang promosinya sebagai obat nyamuk ampuh dan murah memang benar, bahkan sedikit lebih ampuh dari Baygon, tapi sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur, tapi juga DDVP atau dichlorvos-zat turunan chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia. Murah tapi berbahaya. Pilih mana?
Sedangkan obat nyamuk lain seperti Baygon tutup hijau, Vape, Raid dan Mortein memang non-propoxur dan non-DDVP, tapi keampuhannya sangat diragukan. Mereka hanya efektif melawan nyamuk Aedes, tapi berantakan saat melawan nyamuk Culex sp (ini nyamuk malam yang sering gangguin kita). Wangi pada obat nyamuk aerosol maupun semprot semestinya justru menjadi indikasi bahwa kita tidak boleh berada di ruangan tsb selama bau masih tercium, kurang lebih selama 1 jam...

Obat nyamuk tipe lain bagaimana? Sama saja.
Obat nyamuk bakar jelas menghasilkan asap dan racun, jenis electric pun tetap menghasilkan racun (HIT bahkan menggunakan propoxur untuk obat nyamuk elektriknya) ... Penggunanaan obat nyamuk dengan cara dibakar atau dengan listrik harus dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, tidak boleh dalam ruangan tertutup karena racun dan asap yang dihasilkan akan mengurangi proporsi kandungan oksigen dalam ruangan.
Kalau reppelent atau penolak nyamuk seperti Autan, Sari Puspa/ Soffell, atau Lavender gimana? For your info: Ketiganya mengandung racun bernama Diethyltoluamide atau DEET. DEET ini sangat korosif, Autan tidak dapat disimpan dalam wadah plastik PVC atau besi karena dalam hitungan minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan bila itu kena kulit kita?
Jadi, sekali lagi telah terjadi pembohongan publik lewat iklan anti nyamuk yang lembut bagi kulit. Mana mungkin zat yang jelas2 merusak kulit dapat merawat kulit. Bahkan setelah ditambahi embel2 menggunakan Aloe Vera atau zat pelembab lain, tetap saja berbahaya. Jangan gunakan pada kulit yang sensitif atau anak di bawah usia 2 tahun.
Jadi, gimana? Back to nature, kalau malam pakai kelambu.
Kalau siang pakai tangan or raket listrik.
Obat nyamuk hanyadigunakan bila gangguan memang sudah tak terkendali atau melebihi batas toleransi dan GUNAKAN DENGAN CARA YANG AMAN...
Jangan pernah berfikir racun itu aman... Beberapa memang ampuh. Tapi tak ada yang benar2 aman... Pilihlah yang efek racunnya paling kecil. Jika sekadar untuk mengendalikan (bukan membasmi, sebab kalau nyamuk habis, maka selesai pulalah pekerjaan orang2 seperti saya) nyamuk, maka pilihan terbaik adalah Baygon Tutup hijau (racunnya transfluthrin dan Cyfluthrin) Vape or Mortein. Kalau perlu mengendalikan kecoa, maka Baygon selain tutup hijau dan Mortein adalah pilihan terbaik. Kalau obat nyamuk bakar sih hampir sama semua... Obat nyamuk elektrik pilihannya ada pada Baygon or Vape. Sedangkan lotion penolak nyamuk antara Sari Puspa or Autan (kandungan DEET 13 dan 12.5, sedangkan Lavender hingga 15).
Semuanya terserah anda ...........

Sumber Berita : http://artikelindo-admin.blogspot.com/2010/12/pegawai-salah-satu-pembuat-obat-nyamuk.html#ixzz1R25VFTTY

Di Facebook Terdapat Foto Mesum Bupati dan Wakil Bupati

Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan, akhirnya mendatangkan Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) dan Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri. Mereka didatangkan guna melakukan pemeriksaan forensik genetik terhadap kasus foto mesum yang diduga melibatkan mantan bupati dan wakil bupati Pekalongan periode 2006-2011.
Kalau saat ini ada berita mengenai pemeriksaan anatomi tubuh mantan bupati dan wakil bupatidi Pekalongan, dasarnya adalah tuntutan masyarakat berkaitan dengan foto-foto mesum yang bersangkutan. Di bawah ini catatan masyarakat tentang foto tersebut yang sudah hampir dilupakan. Muncul issu tersebut ketika Kabupaten Pekalongan ada PILKADA. Selengkapnya dapat dibaca kasus tersebut yang terjadi kurang lebih 5 tahun yang lalu.

 Sebuah akun Facebook kembali membuat geger. Pada yang ini bukan soal kisah cinta dua ABG yang hilang dan merepotkan orang tua masing-masing. Akun Facebook tersebut berisi gambar mesum Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah.

Akun facebook tersebut bernama Qomariyah Ponco. Sekadar diketahui, Qomariyah tak lain adalah nama Bupati Pekalongan. Sedangkan Ponco adalah sang wakil bupati. Masing-masing bernama lengkap Siti Qomariyah dan Wahyudi Ponco Nugroho.

Di album foto akun tersebut, terdapat 22 foto seronok Qomariyah dan Ponco. Sebagian besar foto-foto itu memuat gambar Qomariyah hanya mengenakan pakaian dalam. Beberapa lainnya, lebih vulgar lagi. Di album itu juga terdapat 2 foto Qomariyah yang sedang berdekapan mesra dengan Ponco. Di salah satu foto, keduanya tampak berpakaian lengkap. Namun di foto lainnya, mereka tampak berbusana minim. Pada bagian motto info berisi kalimat "Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil...berikut hobi menyalurkan birahi di hari valentine".

Keberadaan akun facebook ini tentu saja membuat geger warga Pekalongan. Sejumlah warga Pekalongan yang gemar surfing atau sekedar browsing di dunia maya mengaku kaget saat menemukan akun facebook tersebut. "Saya sangat kaget karena foto tersebut sangat jelas. Warga Pekalongan tentu kenal siapa mereka (Qomariyah dan Ponco)," ujar Nuryanto (35), warga Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Pekalongan.

Belum bisa dipastikan siapakah pembuat akun facebook tersebut. Bukan tidak mungkin, akun tersebut sengaja dibuat untuk menyudutkan Qomariyah maupun Ponco. Qomariyah dan Ponco belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Nomor telepon selular keduanya saat dihubungi tidak aktif.

Peredaran foto-foto 'panas' keduanya bukan sesuatu yang baru. Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2006 lalu, tepatnya menjelang pelaksanaan Pilkada Pekalongan. Saat itu Qomariyah dan Ponco merupakan salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

Tapi kisah perselingkuhan tersebut tidak menjadi batu sandungan bagi keduanya untuk meraih posisi tertinggi di Kabupaten Pekalongan. Pasangan yang diusung PKB dan Partai Golkar ini tetap memenang pilkada dengan memperoleh 227.137 suara atau 52,23 persen. Dan setelah resmi menjadi bupati dan wakil bupati, keduanya juga tidak bercerai dengan pasangannya masing-masing.

Jika ingin melihat Fotonya :

 
  
  


Apakah ini ada kaitannya agar terjadi citra yang buruk ke masyarakat atau memang beneran mereka melakukan hal tersebut, kita tunggu jawabannya dalam proses pemeriksaan..

Kisah Koes Plus Ditonton The Beatles

APALAGI yang akan dicari band sebesar Koes Plus? Popularitas sudah ada digenggamannya. Manajemen produk, seperti konsep musikal, bukan masalah lagi. Lantas apa lagi? Sejak awal terbentuk dengan mana Koes Bersaudara di awal tahun 60-an, mereka memainkan rock'n roll yang oleh Bung Karno, disebut sebagai musik "ngak ngok ngok".
Konsekuensi dari tuduhan yang proimperialisme "ngak ngik ngok" inilah, empat bersaudara dinasti Koeswoyo ini yakni Tonny (alm), Nomo, Yon dan Yok harus dijebloskan ke penjara. Dan selama di pejara terciptalah lagu "Di Dalam Bui".
Bahkan saat di penjara, band ini pernah berganti nama menjadi The Guiltest.
Di tahun 60-an, di tengah kontroversi musikalitas Koes Bersaudara itulah, ada sebuah kisah yang tak banyak terungkap. Yakni tanpa sengaja mereka berempat "dipergoki" anggota The Beatles. Ya, betul The Beatles, empat pemuda Liverpool, Inggris yang fenomenal itu.
Kisahnya, saat itu Koes Bersaudara tampil di Airport Kemayoran, Jakarta, sekarang semacam kafe begitu. Lantas waktu itu, anggota The Beatles yakni Paul McCartney, John Lennon, Ringo Star dan George Harrison sedang "stop over" di Kemayoran dalam perjalanan dari London ke Australia. "Ketika melihat kami main itulah, salah satu personel Beatles berkomentar 'It's real music!" kata Yok Koeswoyo menirukan ucapan salah satu Beatles.

Tak berminat.

Tapi itu cerita lama. Kini, saat The Beatles bubar menyusul meninggalnya John Lennon dan George Harrison, Koes Plus masih berkibar. Meski kini tinggal menyisakan satu personel aslinya yakni Yon Koeswoyo. Sedangkan yang lain, Yok dan Nomo mengaku tidak berminat lagi mendirikan Koes Plus atau Koes Bersaudara.
Kini Koes Plus menemukan energi baru. Lihat saja kehadiran Sony (bas) memberi sentuhan "kebaruan" pada lagu-lagu yang hampir semuanya diciptakan oleh Tonny (alm).
Di tubuh Koes Plus sekarang, Sony bermain dengan sangat ornamentik, sehingga amat menyatu dengan pukulan drum Seno yang di beberapa bagian tampak banyak dibayangi gaya Murry di masa lalu. Ingat pola pukulan Murry yang penuh rovel itu.
Sekarang beruntung, musik Koes Plus tidak berubah dengan hadirnya 3 pemain muda. Danang tampak "patuh" pada gaya puritan Tonny Koeswoyo saat mengisi interlude baik dengan gitar atau dengan piano. Simak sound gitar pada lagu "Bunga di Tepi Jalan" (album Koes Plus Volume 4) yang spesifik itu.
Danang sengaja membiarkan sound gitarnya seperti saat almarhum Tonny memainkannya. Dan Seno juga membiarkan gaya Murry. Karena harus diakui, saat itu permainan Murry amat mencirikan musik Kooes Plus, dan menjadi amat fenomenal di Indonesia.
Tak urung drummer ini diberi penghargaan oleh majalah musik "Aktuil" sebagai drummer terbaik Indonesia tahun 70-an.
(Bambang Isti/CN 25)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/3 Juli 2011

Ketika Dangdut Menggoyang Dunia

Dulu, pedangdut Hamdan ATT menahbiskan diri sebagai ”Orang Termiskin di Dunia”, lengkap dengan aksi panggung yang sendu dan mengharu-biru. Tak berselang lama, Iis Dahlia mencuat karena meratapi kekejaman ”Ibu Tiri”.

Kesenduan yang berlarat-larat itu berbuah prestasi yang terukur dari penjualan album yang mencapai ratusan ribu kopi. Masih di jalur serupa, Kristina justru mendulang keuntungan setelah ”Jatuh-Bangun”.

Kini, lagu-lagu dangdut bertema cinta, tak melulu menjadikan penyanyinya harus pura-pura merana. Tak perlu jadi orang termiskin di dunia atau pun jatuh bangun, untuk mendapatkan dukungan dari ratusan ribu atau bahkan jutaan penggemar. Setidaknya, hal itu disadari betul oleh Raja Dangdut Rhoma Irama saat mengantar putranya Ridho Rhoma untuk ikut terjun ke belantara dangdut.

Ya, muda, stilis, energetik, dan dilingkupi aura kebintangan, barangkali itulah keberuntungan Ridho Rhoma. Tak perlu menunggu lama, kaum muda segera saja terpesona. Tangga lagu yang didominasi band-band beraliran pop Melayu, perlahan mulai tersentuh geliat musik dangdut yang berkawin dengan racikan sweet rock. Meski muncul dengan lagu yang lagi-lagi penuh kesenduan, Rhido Rhoma bersama Sonet 2 Band memunculkan kegenitan tersendiri.

Buktinya, di tahun pertama kemunculannya, ia telah menggaet penghargaan Album Pendatang Baru Solo Favorití yang diadakan oleh sebuah stasiun televisi swasta di awal 2010. Kini, pedangdut yang dikabarkan menjalin hubungan istimewa dengan presenter Cathy Sharon ini tengah mempersiapkan diri untuk membawa musik dangdut ke pentas dunia. Pada pengujung Juli 2011 mendatang, Ridho dijadwalkan akan tampil di Los Angeles Staples Center dan San Fransisco, Amerika Serikat.

Bukan Kali Pertama

Sebenarnya, bukan kali pertama musik asli Indonesia ini dibawa berkelana ke negeri-negeri asing. Sejak revolusi musik dangdut pada medio 1970-an, musik dangdut ditampilkan di pusat-pusat kebudayaan 75 negara. Tak hanya itu, pada tahun 2009, sempat digelar audisi ”Dangdut in America”. Sang pemenang Arreal Tlighman akhirnya meluncurkan album dangdut yang dipasarkan di Amerika Serikat dan Indonesia. Album bertajuk Dangdut in America milik pria asal Marryland itu mendapatkan sambutan positif dari publik negeri Paman Sam dan mendapat pujian dari Rhoma Irama.

Amerika bukanlah negeri yang alergi dengan dangdut. Pada tahun 1980-an, Profesor Andrew Weintraub PhD mulai melakukan pengkajian terhadap musik yang acap membius pendengarnya untuk bergoyang ini. Profesor musik dari Universitas Pittsburg, AS, itu bahkan memiliki grup band Dangdut Cowboys yang bahkan membawanya berkeliling ke Kanada, Amerika, dan sejumlah negara di Eropa. Menurut pria yang hapal sebagian besar lagu milik Rhoma Irama ini, dangdut adalah musik Indonesia yang unik, kendati terpengaruh oleh unsur India, Melayu, Arab, hingga Barat.

Awal April 2010 lalu, Dangdut Cowboys mendapat kesempatan tampil sepanggung dengan pedangdut Ike Nurjannah yang datang atas undangan sebuah event organizer di Amerika Serikat. Secara khusus, Ike menggoyang para penikmat dangdut di sana melalui konser I Love Dangdut. Konser yang digelar di New York, Pittsburgh, dan Washington DC itu mendapat sambutan luar biasa. Tiket ludes terjual, dengan mayoritas penikmatnya adalah truly American.

Sebelumnya, Raja Dangdut Rhoma Irama pernah menggebrak Universitas Pittsburgh di tahun 2008. Konsernya dipenuhi mahasiswa jurusan musik yang mengangguminya. Bahkan, seluruh penonton, termasuk profesor-profesor universitas tersebut, tak luput bergoyang.

Respons masyarakat dunia terhadap dangdut juga dapat dilihat di Youtube. Saat video lipsync ”Keong Racun” meledak di dunia maya, lagu ini akhirnya juga banyak di-lipsync orang asing, yang kebanyakan berasal dari Australia. Tak hanya itu, pembuat dan pemilik situs dangdut.net yang berisi kompilasi lagu-lagu dan seluk-beluk dunia dangdut adalah Elie Bitar, seorang pria berkewarganegaraan Amerika Serikat berdarah Lebanon.

Barangkali, memang sudah saatnya revolusi dangdut kembali dimulai. Jika dulu dangdut identik dengan panggung hiburan rakyat, maka, barangkali inilah waktunya meluaskan orbit agar tabuhan kendang dan liukan seruling mampu menciptakan panggungnya sendiri di pentas dunia. Bukankah itu sangat mungkin? (62)
Sumber Berita http://suaramerdeka.com/3 Juli 2011

Relakah Negeri Ini Dikuasai Mafia

Dari satu mafia ke mafia berikutnya. Negeri ini seperti tak pernah sepi dari kehirukpikukan persoalan hukum dengan akar yang membelit bak gurita. Kini yang terbaru adalah skandal pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga ada anggota DPR yang sebenarnya tidak berhak bisa meraih kursi parlemen. Ditengarai, masalah yang kini sedang ditelaah melalui Panitia Kerja Mafia Pemilu DPR itu melibatkan persekongkolan orang-orang yang berkepentingan dengan jaringan tertentu di internal mahkamah.

Kita tunggu bagaimana skandal tersebut disikapi secara politik di parlemen dan ditelusur secara hukum oleh kepolisian. Yang memprihatinkan, barang tentu, mengapa begitu banyak persoalan yang dikendalikan oleh jejaring persekongkolan, sehingga kehidupan berpemerintahan dan bernegara seolah-olah dikendalikan oleh mafia? Mafia peradilan, kita tahu bukan isapan jempol ketika pada 2009 seorang jaksa tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menerima sekardus uang suap.

Di lembaga pemasyarakatan, Artalyta Suryani menyulap selnya semewah kamar hotel. Gayus Tambunan bisa mengatur berapa setoran pajak perusahaan-perusahaan besar, juga mengatur aparat penegak hukum untuk menutup mafia pajaknya, diteruskan dengan kemampuan “mengelola” berbagai pihak sehingga bisa berjalan-jalan keluar negeri dalam statusnya sebagai tahanan. Di parlemen, kita juga sering mendengar istilah mafia anggaran, dan kini kerunyaman itu berlanjut dengan dugaan adanya jejaring mafia pemilu.

Relakah kita negeri ini dikuasai oleh para mafia? Pangkal persoalannya adalah ketika aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pilar-pilar untuk memerangi malah berperan sebagai bagian dari sulur mafia. Padahal kunci melawan mafia adalah penegakan hukum yang konsisten. Di sinilah paradoks itu muncul. Mafia dalam berbagai bentuk itu lazimnya terkait dengan akses ke pusat-pusat kekuasaan. Independensi hukum pun terposisikan “kalah energi” manakala kekuatan-kekuatan politik aktif mengintervensi.

Kelumpuhan hukum terasa ketika terjadi kondisi saling sandera antarelite politik. Mafia-mafia di berbagai bidang tidak bisa terbersihkan hingga kerak persoalannya. Bahkan sengkarut tenaga kerja migran kita pun tak pernah bisa dikelola dengan regulasi perlindungan yang efektif, sebagian karena adanya faktor-faktor “permainan”. Pekerja migran masih menjadi objek karena memang ada kekuatan yang bermain dengan mengabaikan kualitas kesiapan, mata rantai pengawalan, dan perlindungannya.

Apakah Panja Mafia Pemilu DPR bisa menghasilkan sesuatu yang mencerahkan? Skeptisitas sudah membayangi, jangan-jangan kepentingan politik pula yang lebih dominan ketimbang niat luhur membangun kemaslahatan. Satu-satunya harapan adalah revitalisasi total mentalitas penegakan hukum kita sebagai sumber persoalan sekaligus sumber cita-cita keadilan. Di tengah kondisi seperti sekarang ini, tanpa keberanian pemimpin nasional untuk membuat terobosan, kita tak akan pernah bisa menemukan jawaban.
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/2 Juli 2011

Anatomi Tubuh Mantan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Diperiksa

Kajen, CyberNews. Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan, akhirnya mendatangkan Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) dan Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri. Mereka didatangkan guna melakukan pemeriksaan forensik genetik terhadap kasus foto mesum yang diduga melibatkan mantan bupati dan wakil bupati Pekalongan periode 2006-2011.
Kapolres AKBP Hanif SIK menerangkan, kedatangan tim Inafis, DVI yang didampingi tim Labfor dari Polda Jateng guna melakukan pemeriksaan forensik genetik kasus foto saru yang sudah ditangani Polres Pekalongan, itu.
"Pemeriksaan itu merupakan bagian dari proses penyidikan kasus tersebut. Sebab, beberapa waktu lalu kami telah menyerahkan berkas perkara itu ke Kejaksaan, namun dikembalikan karena belum memenuhi petunjuk dari Kejaksaan, yakni adanya kesaksian dari saksi ahli tentang forensik genetik. Untuk melengkapi berkas itu, kami mendatangkannya guna melakukan pemeriksaan," paparnya.
Dikemukakan, tim dari Mabes Polri tersebut tiba ke Polres Pekalongan pada Jumat siang (1/7) serta langsung melakukan pemeriksaan di ruang khusus yang tidak semua orang diperbolehkan masuk. Dua orang yang diduga di dalam foto itu, yakni mantan bupati dan wakil bupati Pekalongan perioden 2006-2011 hadir dalam proses pemeriksaan itu. "Mereka kooperatif mau datang ke Polres guna menjalani pemeriksaan," tuturnya.
Dua Minggu
Adapun hasil pemeriksaan tim dari Mabes Polri itu, dimungkikan diketahui dua minggu mendatang. Meski demikian, lanjut dia hal tersebut belum pasti. Pihaknya, pada pekan depan, juga diundang ke Dokfor, Polda Jatang yang ada di RS Bhayangkara, Semarang untuk menyaksikan gelar perkara kasus tersebut. "Rencananya, kami akan diundang ke sana guna menyaksikan gelar perkara," kata Hanif.
Kasat Reskrim AKP Bambang Purnomo menambahkan, tim Inafis dan DVI yang didatangkan ke Polres Pekalongan tersebut merupakan tim yang menangani kasus video Aril-Luna Maya. "Mereka (tim Inafis) melakukan pemeriksaan anatomi tubuh dari mantan bupati dan wakil bupati Pekalongan periode 2006-2011," tutur dia.
Sebelumnya, sejumlah LSM di Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Front Perlawanan Rakyat (FPR), Selasa (28/6) siang menggelar unjuk rasa di halaman Setda dan DPRD Kabupaten Pekalongan. Mereka mendesak supaya aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus foto mesum yang diduga melibatkan mantan bupati dan wakil bupati Pekalongan periode 2006-2011 lalu.
Kapolres AKB Hanif sebelumnya menyatakan, Kepolisian Resor Pekalongan tidak pernah menghentikan penanganan kasus foto mesum tersebut. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengirimkan berkas ke Kejaksaan, namun dikembalikan lantaran ada sejumlah petunjuk dari Kejaksaan belum terpenuhi, sedangkan kasus tersebut akan mengalami kadaluarsa pada bulan Mei 2012.
( Agus Setiawan / CN26 / JBSM )
http://suaramerdeka.com/3 Juli 2011