Sabtu, 21 Januari 2012

Khasiat Dan Manfaat Buah Naga

Buah naga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Manfaat buah naga diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 % dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupu selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera anda.

buah nagaSecara umum,pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesihatan berbanding buah-buahan lain yang diimport.

Menurut AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah , buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia.

“Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah.“Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh,” katanya.

Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium (menguatkan tulang).

Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (mencegah demam badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat).

Berikut ini kandungan nutrisi lengkap buah naga :

Kadar Gula : 13-18 briks
Air : 90 %
Karbohidrat : 11,5 g
Asam : 0,139 g
Protein : 0,53 g
Serat : 0,71 g
Kalsium : 134,5 mg
Fosfor : 8,7 mg
Magnesium : 60,4 mg
Vitamin C : 9,4 mg

Karena manfaat buah naga yang segudang, maka budidaya buah naga menjadi sebuah usaha yang sangat menjanjikan.
Sumber Berita : : http://www.obatherbalalami.com/2010/02/khasiat-dan-manfaat-buah-naga.html#ixzz1k5xFkY1S

Jumat, 20 Januari 2012

Resmi Prabowo Capres dari Gerinda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Partai Gerindra memastikan akan mengusung Prabowo Subianto  menjadi calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang. ''Penetapan secara resmi akan kami lakukan pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan kami gelar 12 Februari mendatang di Jakarta,'' kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, di Jakarta, Jumat (20/1).
Walaupun percaya diri mengusung Prabowo, Gerindra membuka peluang koalisi dengan partai lain dengan beberapa catatan.
''Pak Prabowo tetap mengingatkan agar kekuatan Gerindra bisa tetap maksimal dan tak boleh menyerahkan nasib partai kepada orang lain,'' ujar Muzani.
Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut, agenda lain dari KLB itu yaitu pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
''Kongres ini akan menjadi konsolidasi nasional pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres. Tapi, yang paling penting adalah perubahan AD/ART,'' ujar Anggota Komisi I DPR, itu.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/resmi-prabowo-capres-dari-gerindra-070041188.html;

Resmi Prabowo Capres dari Gerinda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Partai Gerindra memastikan akan mengusung Prabowo Subianto  menjadi calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang. ''Penetapan secara resmi akan kami lakukan pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan kami gelar 12 Februari mendatang di Jakarta,'' kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, di Jakarta, Jumat (20/1).
Walaupun percaya diri mengusung Prabowo, Gerindra membuka peluang koalisi dengan partai lain dengan beberapa catatan.
''Pak Prabowo tetap mengingatkan agar kekuatan Gerindra bisa tetap maksimal dan tak boleh menyerahkan nasib partai kepada orang lain,'' ujar Muzani.
Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut, agenda lain dari KLB itu yaitu pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
''Kongres ini akan menjadi konsolidasi nasional pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres. Tapi, yang paling penting adalah perubahan AD/ART,'' ujar Anggota Komisi I DPR, itu.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/resmi-prabowo-capres-dari-gerindra-070041188.html;

Inilah Gadis Penyebab Kapten Kapal Costa Lalai

TEMPO.CO , Giglio - Saat kapal menabrak karang, kapten kapal Costa Concordia, Francesco Schettino, disebut-sebut tengah menghabiskan malam bersama seorang wanita. Belakangan, berdasar rekaman video, penyelidikan mulai mengarah pada jati diri sang wanita, yang diketahui berasal dari Moldova bernama Domnica Cermontan.
Cermontan yang berusia 25 tahun adalah salah seorang penumpang kapal. Dia akan dipanggil untuk ditanyai mengenai apa yang terjadi malam itu dan mengapa Schettino gagal untuk memprediksi kapal bakal menabrak karang.
Dari mana penyidik tahu nama sang perempuan? Ternyata, Schettino sendirilah yang menyebutkannya.
Cermontan telah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Moldova,Jurnal TV, bahwa ia berada di jembatan kapal pada malam bencana terjadi. Dia adalah karyawan dari pemilik kapal Costa Crociere tetapi tidak sedang bertugas selama pelayaran, demikian harian Italia, La Repubblica, menuliskan.
Il Secolo XIX, sebuah koran yang terbit di Genoa, memuat foto pada hari Kamis yang menunjukkan Cermontan saat makan malam di atas kapal bersama Schettino.
Harian Italia La Stampa melaporkan pada Kamis bahwa Cermontan menjadi tamu seorang ABK yang sedang bertugas - bukan Schettino - dan telah diundang ke jembatan untuk menikmati tontonan dari kapal yang tengah berlayar dekat dengan bebatuan karang di Giglio. Menurut kebijakan perusahaan, tamu dari petugas kapal tidak muncul dalam daftar penumpang resmi, tulis La Stampa.
La Stampa mengatakan, seorang penumpang berkebangsaan Inggris mengaku melihat  Cermontan minum-minum dengan Schettino sebelum kecelakaan itu.
Dalam sebuah wawancara dengan Sunday Telegraph di sebuah hotel di bandara Roma setelah kecelakaan, Cermontan mengatakan tindakan Schettino setelah kecelakaan itu telah menyelamatkan ribuan nyawa. Schettino sedang diselidiki untuk pembunuhan dan tindakannya meninggalkan kapal setelah kecelakaan.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/inilah-gadis-penyebab-kapten-kapal-costa-lalai-215110428.html

E KTP Dinilai Sangat Penting

SLAWI – Untuk mengetahui langsung sejauh mana pelaksanaan program Elektronik Kartu Tanda Kependudukan (E-KTP) di Kabupaten Tegal, anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah dari Komisi A melakukan kunjungan.
Kunjungan yang diterima langsung Wakil Bupati Tegal, H Moh Heri Soelistiyawan SH Mhum, diruang rapat bupati, Rabu (18/1) sore tersebut, dihadiri tidak hanya dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) sebagai dinas yang membidangi, tetapi juga dihadiri dinas/badan di lingkungan Pemkab dan semua camat se Kabupaten Tegal.
Pimpinan tim kunjungan Wakil Ketua DPRD Jateng, A Fikri Fakih, dalam sambutannya menyampaikan, kunjungan ke Kabupaten Tegal sebagai langkah identifikasi permasalahan tentang pelaksanaan E-KTP dan bagaimana solusi dilapangan.
Menurutnya E-KTP ini sangat penting dan berguna untuk pelaksanaan pembangunan di daerah.  “Palaksanaan E-KTP ini jangan dianggap remeh, karena sangat berguna, mulai dari membantu Polri, membantu pemilu atau pemilukada, akurasi statistik dan lain sebagainya,” katanya.
Sementara, sebelum diskusi dilakukan, Kepala Disdukcapil, Drs H Masykur Ferdiansyah Msi, menyampaikan tentang perekaman E-KTP, mulai dari tahapan, permasalahan, langkah persiapan, sampai pada pemutahiran data di setiap kecamatan.
Menurutnya, beberapa permasalahan yang muncul di tahun 2010, pada saat pemutahiran data, masih kurangnya SDM bidang Teknologi Informasi (TI), kurangnya sarana komputer dan pendukungnya, kurangnya sarana kendaraan untuk distribusi barang, dan perbedaan jumlah data riil dengan anggaran pemutahiran data.
Sementara permasalahan di tahun 2011, pada saat perekeman E-KTP, adanya keterlambatan penyediaan anggaran pendampingan dari APBD, adanya peralatan yang rusak seperti UPS, Fingerprit dan Signature pad, tidak adanya peralatan cadangan terhadap peralatan-peralatan yang vital apabila terjadi kerusakan, sering padamnya listrik, dan kurangnya sarana untuk mobile e KTP.
Namun demikian, di pihak kecamatan sangat terbantu dan masyarakat dilayani dari yang semestinya dari pukul 08.00 sampai 17.00 wib. Tetapi karena dukungan dari kecamatan, masyarakat di layani sampai malam hari.
Dari data riil, lanjut Masykur, data yang warga yang sudah membuat e-KTP sejumlah 465.072, dan sisanya 656.736 dari jumlah 1.121.808 penduduk pembuat KTP di Kabupaten Tegal. Sementara di kecamatan yangs udah menggunakan secara on line baru ada 8 kecamatan, yakni Kecamatan Adiwerna, Warureja, Suradadi, Dukuhturi, Talang, Balapulang dan Bojong, yang lain masih menggunakan manual. Setelah Masykur Ferdiansyah menyampaikan beberpa point penting dalam pelaksanaan e-KTP, dilanjutkan diskusi dengan pihak DPRD Jateng, untuk mengatasi masalah yang ada di Kabupaten Tegal. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/E-KTP-Dinilai-Sangat-Penting.html

Dari Program Koran Masuk Sekolah

Dalam rangka menjalin kerja sama antara media dengan lingkungan pendidikan, Radar Tegal gandeng kepala SDN se Kecamatan Dukuhwaru melalui UPTD Dikpora Kecamatan Dukuhwaru. Dihadapan semua kepala SDN, tim Radar Tegal memaparkan kaitan dengan pentingnya media di lingkungan pendidikan. Bagaimana kegiatannya?
LAPORAN: FATURAHMAN
SELAIN itu juga bagaimana seorang wartawan dalam menggali informasi di sekolah, baik itu tentang prestasi maupun kegiatan sekolah. Selain itu juga menyampaikan bagaimana seorang narasumber memberikan informasinya kepada wartawan tersebut.  “Terima dengan baik wartawan yang akan menggali informasi di lingkungan sekolah, baik itu terkait prestasi siswa maupun kegiatan yang lain,” kata Redaktur Pelaksana Radar Tegal, Iman Teguh Supriyono, dihadapan kepala SDN se Kecamatan Dukuhwaru, Jumat (20/1).
Seorang wartawan, lanjut Teguh, mempunyai kode etik jurnalis dalam penulisan. Begitupun dengan wartawan harian Radar Tegal. Mereka tidak diperkenankan untuk meminta uang dari narasumber. Jadi, apabila ada wartawan silahkan diterima, berikan informasi yang dapat membawa perkembangan bagi sekolah. “Kalau ada wartawan yang datang untuk konfirmasi, lebih baik diterima. Sehingga informasi yang di dapat wartawan di lapangan akan lengkap untuk disampaikan ke publik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, di harian Radar Tegal, ada kolom khusus pendidikan yang terbitnya setiap hari Kamis dan hari Sabtu. Dalam kolom tersebut, berisi tentang prestasi sekolah, siswa maupun kegiatan sekolah lainnya. “Silahkan memanfaatkan kolom tersebut oleh para guru maupun sekolah,” ujarnya.
Dalam pemaparan tersebut selain redaktur pelaksana Radar Tegal, hadir pula Manager Pemasaran, Sunarjo bersama salah satu staf pemasaran, Wahyu Subagio dan Redaktur, Arief Nur Rahardian Sidiq.
Sementara, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Dukuhwaru, Taufik Hidayat SPd MM, menyambut baik kerjasama yang dilakukan oleh Radar Tegal. Pemaparan ini juga sekaligus untuk memberikan informasi kepala sekolah dan juga untuk memberikan wacana bagi kepala sekolah yang biasanya takut kepada wartawan.  “Kami terima dengan baik kerjasama ini, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi SD yang berada di wilayah Kecamatan Dukuhwaru pada khususnya,” katanya.
Taufik berharap dengan dilakukannya kerjasama ini, akan membuka kran yang lebih besar lagi bagi sekolah se Kecamatan Dukuhwaru dalam menginformasikan prestasi-prestasi sekolah. Sehingga masyarakat luas akan menjadi tahu tentang prestasi-prestasi sekolah yang ada di Kecamatan Dukuhwaru pada khususnya. "Kami melihat ini sesuatu hal yang positif, sehingga kami menyambutnya dengan baik. Karena bagaimanapun juga, informasi pada masyarakat tentang prestasi siswa maupun sekolah sangat dinanti oleh orang tua murid atau masyarakat pada umumnya," akunya.   (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Program-Koran-Masuk-Sekolah.html

Teroris Bukan Warga Nahdliyin

SURADADI - Umat Islam khususnya warga Nahdliyin bukanlah teroris. Hal itu sebagaimana tertuang dalam resolusi jihad yang juga dikirimkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Demikian ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon, KH Mustofa Aqil, dalam acara Khaul  para ulama ke-52 di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi,  Rabu (18/1).
Acara khaul dipusatkan di komplek makam desa yang terletak di sebelah selatan Masjid Jami Al Kautsar. Haul juga dibarengi dengan pengajian akbar. Beberapa ulama yang hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya KH Syamsul Maarif dari Semarang,  Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Haji Rojikin AH, Komandan Banser, Ki Entus Susmono, dan Muspika setempat.
Mustofa  menjelaskan, resolusi jihad yang digagas Nahdlatul Ulama (NU), yaitu untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Mereka mempertahankan pancasila dan melawan penjajah hukumnya fardu’ain.  Karena itu, umat Islam harus berdiri di barisan paling depan.  “Mereka bukan teroris, tapi resolusi jihad," tegas Katib Syuriah PBNU itu.
Panitia Khaul, H Suratmo mengatakan, haul di desa tersebut digelar setiap tahun sekali. Tepatnya  pada Rabu Pungkasan atau hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Haul di Suradadi digelar guna memperingati perjuangan sejumlah ulama setempat.
Di antaranya yaitu KH Afroni, Syaikh Maulana Jumadil Kubra, KH Abdul Ghofar, KH Rais, KH Idris, KH Khusen, KH Ismail, KH Yakub, KH Umar, KH Abdul Hamid, Kyai Said, KH Sihabuddin, Kyai Yusuf, KH Rosyidi, KH Fatkhuddin, KH Muhammad, KH Abdul Latif, KH Zainal Arifin, KH Mukhyiddin, KH Saifuddin dan Kyai Imam Yusuf.  (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Teroris-Bukan-Warga-Nahdliyin.html

18 Warga Miskin Dapat Bantuan Kambing

PANGKAH - Sedikitnya 18 warga miskin di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah mendapat bantuan berupa kambing untuk dikembangkan atau kambing bergulir melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP). Setiap warga miskin memperoleh dua ekor kambing yang diserahkan langsung di balai desa setempat, Jumat (20/1).
Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Glagah Sari Pangkah, Drs Agus Endi Supriyo mengatakan, bagi warga yang telah menerima bantuan berupa dua ekor kambing ini harus bertanggung jawab terhadap perkembangan usaha ternaknya. Utamanya, mereka wajib membuat perjanjian dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kambing berkembang. Sebab, KSM itu yang nantinya membina sekaligus mengelola bantuan ternak tersebut.  "Masing-masing warga memperoleh dua kambing indukan. Dan setelah melahirkan anak pertama, akan menjadi hak dari penerima. Sedangkan yang kedua, akan menjadi hak dari pengelola atau KSM kambing berkembang. Kemudian, setelah melalui proses begitu, baru digulirkan lagi ke warga miskin lainnya," papar Agus.
Dia menjelaskan, anggaran bantuan tersebut, berasal dari APBN sebanyak Rp 30 juta. Selain itu, warga juga menghimpun dana swadaya yang digunakan untuk pembuatan kandang kambing sekitar Rp 3 jutaan. Menurutnya, selain program kambing bergulir, juga ada program lainnya yang diutamakan untuk pembangunan desa. Diantaranya, beberapa pembangunan fisik dan pelatihan menjahit yang digabung pada KSM Melati.  "Khusus dana fisik, kami gunakan untuk pavingisasi di beberapa tempat. Yaitu, di RW 4 dan 5 sebesar Rp 48,5 juta, di RW 3 dan RW 6 sebesar Rp 21 juta. Kemudian di RW 1 dan RW 2 sebesar Rp 49 juta," terangnya.
Dia menambahkan, dana dari pemerintah pusat itu digunakan juga untuk pemugaran rumah keluarga miskin sebanyak 11 unit. Mereka tersebar dari mulai RW 1 hingga RW 6.  "Dana untuk pemugaran rumah miskin, jumlahnya sekita Rp 43 juta," sambungnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/18-Warga-Miskin-Dapat-Bantuan-Kambing.html

Kamis, 19 Januari 2012

Pose Bugil Golshifteh Farahani Aktris

Seorang aktris cantik asal Iran, Golshifteh Farahani membeberkan bahwa dirinya dilarang kembali ke negara asalnya. Larangan itu disampaikan setelah dirinya berpose bugil di sebuah majalah berita Prancis. Pose sensasional itu dilakukannya sebagai bentuk protes atas pembatasan terhadap kaum wanita. Baca BRITNEY SPEARS Suka Gelar Pesta Seks Saat Tur Britney Kecanduan Seks.

Foto telanjang Farahani telah dimuat di majalah Madame Le Figaro. Pemuatan foto itu telah membuat page Facebook-nya dibanjiri para fansnya dari Iran dan Timur Tengah. Banyak yang mencela dirinya namun tak sedikit pula yang memuji keberaniannya untuk tampil vulgar.

Seperti diberitakan harian Telegraph, Kamis (19/1/2012), aktris yang kini bermukim di Paris, Prancis itu tahun lalu meninggalkan Iran sebagai protes atas aturan-aturan Islam yang membatasi dirinya di industri sinema Iran. Kini pemerintah Iran bahkan telah mengirimkan pesan yang memberitahunya untuk tidak pernah kembali ke tanah airnya.

"Saya diberitahu oleh pejabat Kementeriam Budaya dan Pedoman Islam bahwa Iran tidak membutuhkan aktor ataupun aktris apapun. Anda boleh menawarkan jasa artistik Anda di tempat lain," kata Farahani.

Wanita Iran itu pernah tampil bersama aktor beken Hollywood, Leonardo Di Caprio dalam film "Body of Lies". Di film itu, Farahani berperan sebagai perawat yang membantu penyembuhan seorang agen rahasia AS yang terluka sehingga dia bisa melakukan misinya di sebuah negara muslim.
Sumber Berita : http://www.submitbookmarker.com/2012/01/pose-bugil-golshifteh-farahani-aktris.html

Rabu, 18 Januari 2012

Pengawas Pemkab Tegal Harus Tegas

TERKAIT dengan rencana pembangunan proyek listrik tenaga geothermal, diharapkan pengawas dari Pemkab Tegal yang ditunjuk harus tegas. Pasalnya, jika terjadi sesuatu terkait bencana, yang bakal dirugikan daerah dan masyarakatnya. Sikapi tegas jika memang ada hal yang dirasa kurang berkenan dan menyalahi prosedur. Hal itu diungkapkan anggota Pansus IX DPRD Kabupaten Tegal, yang tengah membahas RTRW, Sahyudin asal Partai Hanura, kemarin.
 Dikatakan Sahyudin, dirinya khawatir pengawas yang ditunjuk justeru ingkar akan tugasnya dan  malah berpihak pada perusahaan penggarap. Itu berdampak buruk dan sangat disesalkan. Karena secara tidak langsung menggadaikan daerah dan masyarakatnya demi kepentingan pribadi.
 Menurut dia, selain petugas pengawas yang bakal ditunjuk, pejabat terkait yang bekal menunjuk sesorang untuk menjadi pengawas, juga harus hati-hati. Bahkan pribadi yang ditunjuk benar kualifaid. “Kami berharap tidak asal tunjuk individu yang bakal jadi pengawas proyek PLTP ini,” tegasnya.
 Sementara terkait dana bagi hasil bagi daerah, dirinya menginginkan agar dikelola secara baik dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan daerah dan masyarakat. Manfaatkan dana itu guna peningkatan pembangunan daerah seperti infrastruktur dan lainnya, sehingga Kabupaten Tegal menjadi lebih maju dan baik kedepan.  “Jangan pernah kami dengar jika dana bagi hasil itu diselewengkan, itu sangat nista,” pungkas Sahyudin. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pengawas-Pemkab-Tegal-Harus-Tegas.html

Air Panas Guci Bakal Dieksploitasi

SLAWI - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau sering disebut pembangkit listrik tenga geothermal bakal dilaksanakan di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa. Rencananya bakal mengekploitasi air panas dari desa itu sebagai tenaga pembangkit listrik dengan menghasilkan listrik sebesar 55  Mega Watt elektrik (MWe).  Nantinya listrik yang dihasilkan guna menyuplai listrik se Jawa-Bali.  Hal itu diungkapkan Direksi PT Spring Energy Semarang, Heru Pratikno, pemenang lelang PLTP Guci saat pemaparan dihadapan di Pansus IX DPRD yang membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tegal, kemarin di DPRD setempat.
Dikatakan Heru Pratikno, wilayah kerja PT Spring meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Pemalang, dengan luas kawasan mencapai 12 kilometer persegi. Dirinya menjelaskan, di kawasan Guci akan dibangun PLTP dengan dua sumur utama dan lima sumur produksi. Dari kegiatan sumur utama dan sumur produksi ditargetkan menghasilkan listrik sekitar 55 MWe. Hasil itu akan mensuplai kebutuhan listrik Jawa dan Bali.
Menurut dia, untuk bagi hasil daerah bakal menerima 80 prosen dan pemerintah pusat 20 prosen. Bahkan dirinya menyatakan jika tidak bakal terjadi kekhawatiran yang selama ini mungkin menghantui masyarakat Kabupaten Tegal seperti bencana Lumpur Lapindo maupun lainnya. Karena proyek itu akan mengambil uap air panas Guci dari kedalaman 2 kilometer dibawah permukaan tanah. Sedang air panas Guci untuk OW dan lainnya berada di permukaan.  "Jadi tidak ada masalah dengan proyek yang bakal kami kerjakan," tegasnya.
Terkait dengan pengawasan, bakal melibatkan Kementrian Energi Bidang Energi. Baru terbarukan juga pengawas dari daerah setempat. Untuk itu pihaknya berharap agar tidak perlu ada kekhawatiran lagi. Karena tidak mungkin ada hal yang membahayakan.
Disisi lain anggota Pansus IX, Sahyudin mempertanyakan langkah PT Spring, jika terjadi bencana terkait proyek itu. Belajar dari pengalaman pihaknya tidak ingin kejadian Lumpur Lapindo Sidoarjo terjadi di Kabupaten Tegal. Juga jangan pernah jika kejadian terjadi dibebankan ke pemerintah, karena daerah bakal direpotkan dan dirugikan.  "Kami juga berharap bagi hasil yang jelas dan riil termasuk keterlibatan Pemkab Tegal dalam pengawasan," ujar Sahyudin.
Sementara ketua Pansus IX, Dakir SH menyatakan, pembangkit listrik tenaga geothermal merupakan proyek pusat yang dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Rembul, Kecamatan Bojong dan Desa Guci, Kecamatan Bumijawa. Proyek itu harus diimplementasikan daerah dengan membentuk Perda RTRW.  “Yang dikhawatirkan anggota pansus dan masyarakat, hilangnya icon Guci atas pembangunan proyek tersebut. Tapi, kami jamin Guci akan tetap jadi icon Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Air-Panas-Guci-Bakal-Dieksploitasi.html

Selasa, 17 Januari 2012

Gila Penumpang Kereta Bawah Tanah Tanpa Celana

"No Underwear Subway Ride” (penumpang subway tanpa celana dalam) adalah event yang lebih keren daripada “no pants subway ride” (penumpang subway tanpa celana). Di gambar ini, para penumpang melepas celana dalam mereka di dalam subway tapi dsini hanya akan ditayangkan blurr version nya saja.


















Sumber Berita : http://www.korandewasa.com/2011/12/

Ada Delapan Celah Seismik Rawan Tsunami

REPUBLIKA.CO.ID,PACITAN --  Sedikitnya ada delapan kawasan "seismik gap" (celah seismik) di Indonesia yang saat ini berpotensi mengalami gempa besar dan berpotensi tsunami. "Delapan celah seismik yang berpotensi tsunami itu terbentang Pulau Sumatera, Jawa, hingga pulau-pulau di sekitar Nusa Tenggara Timur," terang Direktur Pesisir dan Kelautan KKP Soebandono Diposaptono, Ahad (15/1)
Ia menjelaskan, celah seismik pertama berada di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat.
Celah sisimik di wilayah ini menurut analisa Soebandono, terpicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,1 skala richter (SR) yang menyebabkan tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa Bengkulu tahun 2007.
Sedangkan celah kedua terbentang mulai Lampung sampai sekitar Pantai Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).
"Kabupaten Pacitan masuk di celah ketiga, sejajar dengan Cilacap, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Trenggalek. Celah tersebut merupakan berada di antara peristiwa tsunami Jatim tahun 1994 dan tsunami Jabar tahun 2006," paparnya.
Ke arah timur, celah seismik berada di sekitar Provinsi Bali dan muncul karena gempa di Banyuwangi pada 1994 silam dan Sumbawa Timur tahun 1977. Celah tersebut menurut Soebandono, memanjang sampai ke Samudera Pasifik.
"Kemudian di Selat Ambon, yang Halmahera itu. Tapi jangan lupa juga yang di utara Flores. 'Flores Back Arch' yang menimbulkan tsunami Flores tahun 1992," imbuhnya.
Berdasarkan catatan KKP, sejak tahun 1600 hingga saat ini telah terjadi 110 kali tsunami di berbagai kawasan pesisir yang berada di jalur pertemuan lempeng, yakni lempeng Eurasia - Indo Australia serta lempeng Eurasia - Pasifik. "Yang harus dicatat, frekwensi tsunami sejak kurun tahun 1960 hingga sekarang justru meningkat. Total sudah terjadi 23 kali tsunami pada kurun 50 tahun terakhir," katanya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/ada-delapan-celah-seismik-rawan-tsunami-140100193.html

Pengacara Nazar Coba Putus Mata Rantai Korupsi Dari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, menyatakan ada upaya memutus mata rantai korupsi Wisma Atlet dari penasihat hukum terdakwa Muhammad Nazaruddin, saat Mindo Rosalina Manulang (Rosa), memberikan kesaksian di persidangan Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, pada Senin (16/1/2012) kemarin.
Demikian disampaikan Bambang di kantor KPK, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Menurut Bambang, Rosa perlu diberikan keleluasaan dalam memberikan keterangan sebagai saksi di sidang terdakwa Muhammad Nazaruddin dalam kasus yang sama. Hal ini dimaksudkan agar Rosa bisa mengungkapkan semua yang ia ketahui tentang rangkaian kasus itu tanpa ada tekanan atau ancaman. Apalagi, saat ini KPK tengah mendalami kasus tersebut yang diduga juga melibatkan sejumlah orang.
Karenanya, KPK merekomendasikan kesaksian Rosa untuk terdakwa Nazaruddin dilakukan melalui telekonferensi menyusul ancaman yang diterimanya.
Namun, jika diperhatikan seksama, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penasihat hukum Nazar kepada Rosa menggambarkan upaya untuk memutus mata rantai korupsi proyek Wisma Atlet yang dituduhkan kepada Nazar.
"Kalau (sidang Nazar) kemarin diperhatikan, pernyataannya Rosa itu kan mau diputus. Pertanyaan pihak lawan itu (penasihat hukum Nazar/red) mau memutus secara formal, bahwa tidak ada kaitan antara Rosa dengan pimpinannya," ujar Bambang.
Sebagaimana dalam persidangan Senin (16/1/2012) kemarin, pihak penasihat hukum Nazaruddin, beberapa kali menanyakan apa yang diketahui Rosa tentang kepemilikan perusahaan tempatnya bekerja PT Anak Negeri, hubungan PT Anugerah Nusantara dan PT Grup Permai, status hukum perusahaan-perusahaan tersebut, hingga pihak yang menggajinya Rp 23 juta per bulan. Bahkan, pihak penasihat hukum Nazar menunjukan ke majelis hakim surat-surat susunan pemilik saham perusahaan-perusahaan itu dan surat keterangan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham bahwa PT Permai Grup tidak terdaftar di Ditjen AHU.
Di ruang sidang yang sama, Nazaruddin juga menyampaikan pertanyaan sekaligus pernyataan, bahwa dirinya keluar dari PT Anak Negeri pada 2009, karena menjadi anggota DPR dan sang istri, Neneng Neneng Sri Wahyuni yang juga mempunyai andil di perusahaan itu berseteru dengan istri Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila.
Nazaruddin mengatakan dirinya bukan pemilik perusahaan PT Grup Permai, PT Anugerah Nusantara, maupun PT Anak Negeri. Ia menyebut bahwa dirinya di PT Anugerah Nusantara adalah hanya menjadi bawahan Anas selaku pemilik perusahaan. Karena tidak memiliki jabatan, Nazaruddin mengaku tidak pernah memerintahkan Rosa dalam proyek apapun.
Mengutip pernyataan Ketua KPK Jilid II Busro Muqoddas, lanjut Bambang, setidaknya ada 30 kasus proyek pemerintah di lima kementerian senilai Rp 6 triliun, yang diduga melibatkan perusahaan-perusahaan Nazaruddin. "Nah itu semua kan sedang on going," ujarnya.
Sebagai orang yang mengetahui operasional perusahaan Nazaruddin, KPK mengakui membutuhkan alat bukti berupa fakta hukum dari kesaksian Rosa di persidangan untuk pengembangan kasus-kasus itu. "(Kasus-kasus) itu juga jadi concern (fokus) kami. Ini bukan sesuatu yang mudah. Jadi, kalau ada informasi seperti itu, kami bersyukur, karena Rosa mengungkapkan itu di persidangan, dan menurut KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana), keterangan yang saksi berikan di bawah sumpah, itu
keterangan yang jadi alat bukti. Lain dengan BAP," jelasnya.
Bambang mengaku paham bahwa publik menginginkan KPK bergerak cepat untuk mengungkap kasus-kasus tersebut, di antaranya dengan menetapkan tersangka kepada orang-orang yang terlibat. Namun, semua itu memerlukan waktu agar didapat dua alat bukti yang cukup sehingga bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pengacara-nazar-coba-putus-mata-rantai-korupsi-dari-192409533.html

Belum Ada Permintaan Cekal Terkait Kasus Wisma Atlet

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengisyaratkan akan menetapkan tersangka baru pada kasus suap wisma atlet SEA Games, namun belum ada nama baru yang diajukan untuk dicegah ke luar negeri.
Kepastian itu diperoleh dari DIrektorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM yang belum mendapatkan surat permohonan pengajuan pencegahan.
"Belum, belum ada nama baru yang diminta dicegah oleh KPK terkait kasus suap wisma atlet," kata Kasubag Ditjen Imigrasi Herawan Sukoaji saat dihubungi Republika, Rabu (18/1) pagi.
Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengisyaratkan akan ada tersangka baru dalam kasus suap wisma atlet. Pihaknya akan mengumumkan kepada publik jika status itu sudah resmi dikeluarkan.
"Ya Insya Allah ada (tersangka baru)," kata Abraham di kantornya, Rabu (18/1).
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/belum-ada-permintaan-cekal-terkait-kasus-wisma-atlet-013453961.html

Islam Punya Resep Hadapi Budaya Asing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat Islam untuk mempelajari ilmu dan budaya negara lain. Alasannya, untuk memperkaya peradaban Islam. Perintah Rasul ini dikutip Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Selasa (17/1) yang menanggapi soal perkembangan kondisi yang ada saat ini di dunia.
Menurut Nasaruddin, perintah itu mengindikasikan bahwa Islam tidak menolak kehadiran budaya asing. Hal itu tercermin dari bagaimana Islam justru berpadu dengan budaya lain yang ada di dunia. Sebabnya, lanjut dia, Islam menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Harus diakui, kata Nasaruddin, banyak budaya yang masuk ke Indonesia disisipi oleh kepentingan ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Meski begitu, tidak perlu dikhawatirkan. "Tidak perlu takut dengan budaya negara lain. Islam sendiri punya resep rahasia untuk itu," kata dia.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/islam-punya-resep-hadapi-budaya-asing-113553612.html

Mobil Esemka Simbol Perlawanan Simbolik Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Ari Dwipayana menilai kebijakan Walikota Solo Joko Widodo untuk menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai kendaraan dinasnya merupakan sebuah perlawanan simbolik. Menurutnya, banyak makna yang tersirat dari kebijakan Joko Wi ini. "Ini perlawanan simbolik," ujarnya kepada Tempo, Rabu 4 Januari 2012.

Joko Widodo dan mobil Esemka memang menjadi pembicaraan hangat dalam dua hari belakangan ini. Penyebabnya tak lain karena Walikota Solo ini mengganti kendaraan dinasnya dari sebuah sedan Toyota Camry menjadi Kiat Esemka yang dirakit oleh sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Solo.
Joko menjadi pembicaraan juga karena Gubernur Provinsi Jawa Tengah Bibit Waluyo mengkritik keras kebijakan ini. Menurutnya kebijakan ini merupakan kebijakan untuk mencari popularitas dan sembrono. Alasannya, kendaraan ini belum lulus uji kelayakan.
Ari mengatakan, kebijakan ini bisa dianggap sebagai sindiran kepada para pejabat negara lainnya dikenal suka menggunakan mobil mewah berharga ratusan juta bahkan bernilai miliaran. Karena itu, kebijakan ini, menurut Ari, banyak mendapatkan kritikan pedas dari berbagai elit lokal maupun nasional lainnya.
"Kalau kami lihat secara simbolik seperti itu. Dia ingin menunjukkan bahwa ini lho kami juga bisa punya mobil layak pakai dinas pejabat," ujar Dosen Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini.

Selain itu, cara Joko Widodo ini juga merupakan perlawanan terhadap setting agenda yang selama ini didominasi elit politik Jakarta. Dengan cara inovatif dan kreatif seperti ini, menurutnya, Joko Widodo mencoba menjadikan Solo dan dirinya sebagai pusat perhatian masyarakat.
"Karena selama ini agenda setting itu selalu didominasi oleh elit politik nasional. Cara Joko Wi seperti ini merupakan dobrakan bagaimana memperjuangkan kepentingan daerah di level nasional," ujarnya.

Namun, Ari juga mengatakan kebijakan Joko Wi yang mengganti kendaraan dinasnya dari sebuah sedan Toyota Camry ke mobil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan ini masih perlu diuji. Kebijakan ini sebaiknya tidak hanya menjadi suatu simbol.
Menurutnya, Joko Wi harus membuktikan lewat kebijakan-kebijakannya untuk mendorong majunya Esemka menjadi proyek mobil nasional. "Harus ada kebijakan lanjutan. Jangan hanya menjadi simbol saja," ujarnya.

FEBRIYAN
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/mobil-esemka-simbol-perlawanan-simbolik-jokowi-001105338.html

Pakar : Senyum Mampu Redakan Stress

Yogyakarta (ANTARA) - Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Rahma Kusumawardani mengatakan, senyum memberikan banyak manfaat, selain memperindah wajah, juga mampu meredakan stres.
"Senyum merupakan ekspresi wajah yang terbentuk oleh tertariknya otot-otot di sudut-sudut mulut. Ekspresi ini biasanya menggambarkan perasaan senang dan gembira," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Dengan demikian, menurut dia pada seminar "Menciptakan Senyum Berkualitas, Peran dan Kontribusi Kedokteran Gigi Klinik", senyum mampu membentuk daya tahan tubuh yang lebih baik.
"Sebuah senyum dapat terjadi secara spontan atau dibuat-buat. Senyum sehat dan menawan merupakan gambaran senyum yang sempurna," katanya.
Ia mengatakan, untuk mendapatkan senyum yang sempurna perlu diperhatikan beberapa hal penting, antara lain gigi, bibir, gusi, bentuk, dan ukuran wajah.
"Warna putih gigi sebaiknya menyerupai warna putih pada mata. Jika warna gigi terlalu putih, maka akan terlihat terlalu mendominasi," kata Rahma.
Menurut dia, untuk mendapatkan senyum yang sempurna dan ideal sebaiknya lebar bibir tidak melebihi setengah lebar wajah, sedangkan untuk memperoleh efek terbaik, kedua bibir simetris pada garis tengah wajah.
Selain itu, gigi yang terlihat pada saat tersenyum sebaiknya tampak rata, dengan gigi bagian atas terlihat dominan dibandingkan dengan gigi bagian bawah.
"Hindari `senyum kuda`, sehingga ketika senyum gusi yang terlihat harus sangat sedikit dengan warna gusi yang sehat, merah muda," kata Rahma.
Pakar kesehatan gigi dan mulut dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Syaifi mengatakan, dengan memiliki gusi sehat dan indah tentu akan menunjang penampilan atau estetika.
"Memiliki gusi sehat dan indah juga akan menambah rasa percaya diri dan mampu mempertahankan eksistensi gigi. Hal itu juga akan berpengaruh pada kesehatan tubuh," kata Syaifi.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pakar-senyum-mampu-redakan-stres-095021129.html

UGM Temukan 100 Molekul Baru Kurkumin Kunyit

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menemukan 100 molekul baru kurkumin kunyit (curcuma longa) yang delapan di antaranya telah dipatenkan.
"Kurkumin telah dikembangkan menjadi molekul baru yang mempunyai efek analgetika-antiinflamasi dan bisa dimanfaatkan sebagai terapi kanker," kata peneliti kurkumin dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Supardjan, di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia di sela-sela seminar Kunyit Tinjauan Filosofis dan Ilmiah, berdasarkan penelitiannya, kunyit terbukti mengandung senyawa kurkuminoid yang berwarna kuning ternyata mengandung molekul kurkumin, demetoksin kurkumin, dan bisdemetoksin kurkumin.
"Untuk turunannya kurkumin ini bahkan sudah diteliti lebih lanjut. Turunan yang merah lebih ke antiinflamasi, sedangkan yang berwarna kuning lebih untuk melindungi hati (hepatotoksik)," katanya.
Ia mengatakan, kurkumin juga baik bagi penderita diabetes untuk mencegah tidak terjadi pembekuan atau penggumpalan darah.
"Saat ini kurkumin baru dikembangkan sebatas obat herbal dan belum dijadikan obat kimia karena membutuhkan uji klinis dengan waktu lebih lama dan membutuhkan biaya besar," katanya.
Menurut dia, tanaman kunyit banyak terdapat di Indonesia dan sudah digunakan oleh masyarakat secara tradisional baik sebagai makanan maupun obat.
"Penelitian ilmiah menunjukkan kunyit yang diketahui mengandung kurkumin itu telah terbukti mempunyai khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, dan antitumor," kata Supardjan.
Peneliti farmakologi Fakultas Kedokteran UGM Nyoman Kertia mengatakan, ekstrak rimpang kunyit juga efektif sebagai antiradang pada penderita penyakit sendi (osteoartritis).
"Ekstrak rimpang kunyit memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar malondialdehida (MDA) cairan sinovia sendi lutut," kata Kertia.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/ugm-temukan-100-molekul-baru-kurkumin-kunyit-154926527.html

Kunci Utama Umat Muslim

LANGKAH awal membekali siswa siswinya untuk menjadi orang yang sukses, Kepala MTs Al Fatah Suradadi, Ashari MD, selalu mewajibkan anak didiknya untuk membaca ayat-ayat suci Al Quran atau tadarus sebelum pelajaran di mulai. Menurutnya, itu merupakan kunci utama sebagai umat muslim dan menjadi orang yang berdisiplin tinggi.  "Kegiatan seperti ini sudah berlangsung lama. Bahkan setiap hari Jumat, kami selalu melaksanakan Sholawat Nariyah di lingkungan sekolah," ujarnya, kemarin.
Seluruh siswa, lanjut Ashari, wajib melakukan itu agar setelah dewasa kelak, khususnya para pelajar pria, tidak canggung saat memimpin sholat (Imam). Selain itu, juga untuk pembekalan siswa dengan hukum agama sejak dini, agar siswa tidak terjerumus dengan hal-hal yang bersifat negatif. "Siswa wajib membaca Juz'amah setiap pukul 07.00 WIB - 07.15 WIB. Dan alhamdullilah, dengan cara itu, siswa kami selalu lulus dengan mengantongi nilai yang cukup lumayan bagus," terangnya.
Pengelola MTs yang berlokasi di Jalan Raya Suradadi KM 16 ini, mengatakan, setiap menjelang Ujian Nasional (UN), anak didiknya benar-benar dijaga betul mulai dari kesehatannya, pendidikannya, dan istirahatnya. Tujuan itu, dikala menghadapi UN kelak, siswa dapat mengikutinya dengan baik dan menuai hasil yang maksimal. Demikian terbukti, ditahun-tahun sebelumnya, sekolah yang memiliki jumlah siswa 292 anak ini, selalu meluluskan siswanya 100 persen. "Yah, semua ini berkat kerja keras dewan guru kami. Tanpa mereka, siswa kami tak mungkin mendapat nilai dan hasil yang memuaskan," ungkapnya.
Jumlah guru di sekolah yang dipimpinnya sejak 5 tahun silam, ada 22 orang pendidik. Sementara jumlah karyawannya, ada 8 orang. Sehingga, jumlah keseluruhan, ada 30 orang. "Kami selalu mengutamakan kekompakan dalam memberikan KBM kepada siswa. Karena itu, kami selalu meraih hasil sesuai yang kami dambakan," tutupnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kunci-Utama-Umat-Muslim.html

PJU Akan Segera Dipasang Meterisasi

SLAWI - Sebanyak 8.600 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), tengah ditata. Itu terkait dengan pendapatan daerah dari sector pajak PJU dan kewajiban Pemkab Tegal untuk membayar terhadap PLN. Salah satu kiat yang bakal dilakukan di tahun 2012 adalah pemasangan metirasi PJU. Diawali dari lingkup PJU di kota Slawi sampai perbatasan Kabupaten dan Kota Tegal di wilayah Kecamatan Dukuhturi.
 Selain wilayah tersebut, sesuai anjuran Pemkab Tegal, jalur jalan yang diprioritaskan mendapat PJU adalah jalan penghubung antar daerah. Sedang untuk penataan lain terkait perbaikan, menurut Kepala DPU Pemkab Tegal, Ir Eling Susiardi MM, melalui Bidang Tata Ruang dan Pertamanan, Ir Heri Suhartono MM, juga tengah dibenahi. Khususnya PJU yang mengalami kerusakan dan perlu perbaikan.
 Dikatakan Ir Heri Suhartono, dari jumlah titik PJU yang ada di daerahnya, dikaitkan sesuai pendapatan pajak dan kewajiban pembayaran terhadap PLN, masih sinkron. Sesuai informasi dari DPPKAD Pemkab Tegal, pendapatan pajak PJU sekitar Rp 14 M di tahun 2011 dan kewajiban pembayaran kepada PLN sebesar Rp 13 Miliar lebih.  “Kondisi inilah antara lain yang membuat perlunya meterisasi PJU, karena perlunya penambahan PJU mengkait pendapatan dan kewajiban membayar beben PJU terhadap PLN,” jelasnya.
 Menurut dia, sebetulnya yang paling urgen dari rencana pemasangan meterisasi PJU, selain terkait pendapatan dan kewajiban pembayaran, yang lebih utama adalah agar listrik PJU tetap menyala. Karena, dengan adanya meterisasi, menjadi tidak tepat saat listrik pada PJU dibiarkan mati. Juga guna mengantisipasi keluhan masyarakat terkait kewajiban mereka yang telah dibebani dengan pajak PJU.
 Sementara, terkait dengan pengecekan terhadap pendapatan Pemkab Tegal dari pajak PJU, pihaknya berharap ada sampling dengan melakukan pendataan konsumen PLN di daerahnya. Jika itu bias dilakukan, nantinya bias diketahui berapa besar pendapatan pajak dari PJU. Karena selama ini Pemkab Tegal hanya mengetahui dari penjelasan pihak PLN dan belum memiliki data sendiri. Apalagi ada sejumlah wilayah yang pembayaran rekeningnya melalui PLN UPJ daerah lain. Ini juga penting untuk dilakukan pendataan.  “Kondisi itu nantinya bisa berimbas positif, terkait kepentingan PJU sendiri. Untuk teknis dan mekanismenya, Pemkab Tegal yang nantinya memiliki metode,” pungkas Heri Suhartono. (gon)  
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/PJU-Akan-Segera-Dipasang-Meterisasi.html

Donor Darah Kumpulkan 21 Kantung

DUKUHTURI – Sebagai bentuk implementasi dan pengamalan dari salah satu butir Dasa Dharma Pramuka yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting 11.28.05 Dukuhturi menggelar Donor Darah. Kegiatan yang digelar bersamaan dengan Pesta Siaga tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) dan Peresmian Sanggar Pramuka itu, dipusatkan SD Pagongan 01, kemarin.  “Alhamdulillah donor darah berhasil mengumpulkan 21 kantung darah,” terang Ketua Kwartir Ranting 11.28.05 Dukuhturi melalui Sekretaris, Wihartono Cakranegara usai kegiatan.
 Menurut Wihartono kegiatan donor darah yang bekerjasama dengan UDD PMI Kabupaten Tegal tersebut diikuti oleh puluhan Pembina Pramuka di wilayah Kwartir Ranting (Kwarran) Dukuhturi yang kebetulan menjadi Pembina pendamping kegiatan pesta siaga.  “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
 Selain menggelar Donor Darah, sambung Wihartono, Kwarran Dukuhturi juga melakukan penghijauan dengan menanam pohon jati dan trembesi yang jumlahnya masing–masing 500 batang.  “Untuk penghijauan terselenggara atas kerjasama dan dukungan semua pihak, dari perangkat desa, kades, Dinas Dikpora, pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil dan masyarakat setempat,” katanya.
 Kegiatan penanaman pohon, kata Wihatono, secara simbolis diawali oleh Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum yang didampingi istri, Dra Hajjah Suspriyanti, MM dan Ketua Kwartir Cabang 11.28 Tegal, dr H Widodo Joko Mulyono, M.Kes MMR.  “Jenis pohon yang ditanam yaitu jati dan trembesi yang jumlahnya masing –masing 500 batang,” pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Donor-Darah-Kumpulkan-21-Kantung.html

Ratusan Kantong Darah Rusak

SLAWI - Ratusan kantong darah di tahun 2011, pada Unit Donor Darah (UDD) rusak. Kerusakan bukan karena kedaluarsa (ekspaet), melainkan darah dari pendonor terinfeksi penyakit. Empat jenis penyakit yang sering membuat rusaknya darah yaitu, terinveksi Hepatitis B, Hepatitis C, Penyakit Kelamin Sphylist dan terinveksi HIV. Terbanyak dari jumlah darah dalam kantong rusak akibat terinveksi penyakit Hepatitis B.  Hal itu diungkapkan oleh Kepala UDD dr Sumaryati melalui Bagian Administrasi UDD Kabupaten Tegal, Trio Restu Aji, kemarin di kantornya. Menurutnya, Darah saat didapat dari pendonor sudah terinfeksi.
 Dikatakan Trio RA, setiap tahunnya, sekitar 6000 kantong darah didapat oleh UDD dari pendonor sukarela. Baik dari pelajar, pegawai dan PNS serta donor pengganti dari keluarga pasien yang membutuhkan darah. Sedang jumlah pendonor sukarela seperti yang terdata di UDD Kabupaten Tegal, jumlahnya sekitar 1000 pendonor sukarela.
 Menurut dia, kebutuhan darah untuk memenuhi bank darah yang berada di rumah sakit (RS) di Kabupaten Tegal, setiap harinya sebanyak 70 kantong. Namun sampai saat ini UDD masih mampu memenuhi kebutuhan bank darah di RS yang ada. Sedang untuk biaya administrasi bagi setiap pasien yang membutuhkan darah, satu kantongnya sebesar Rp 250 ribu.
 Sedang, untuk keluarga pasien yang membutuhkan darah dari bank darah di RS, dikenakan biaya adminitrasi sebesar Rp 250 ribu sebagai biaya pengnati. Itu sesuai dengan aturan yang ada yaitu SK Dinkes Jateng Nomor: 468/4621/5.2 Tanggal 1 September 2009, tentang besaran biaya penggan satu kantong darah.
 Sementara kata Trio RA, kekurangan yang sampai kini belum dimiliki oleh UDD Kabupaten Tegal adalah, belum memilikinya alat proses darah untuk trombosit. Kondisi itu masih dilakukan pada UDD kota lain seperti Kota Tegal dan Cirebon . “Itu bukan kewenangan kami, namun sepertinya sudah pernah diusulkan namun belum ada realisasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Heri Purwanto (32) warga Pangkah berharap agar Unit Donor Darah secara rutin menyampaikan temuannya pada masyarakat. Supaya masyarakat yang sedang membutuhkan darah menjadi tahu, mana darah yang layak dan tidak. Sehingga, masyarakat akan lebih berhati-hati menggunakan darah orang lain. Karena bagaimana pun, dipastikan ada efek samping dari penggunaan darah dari pendonor yang terkena penyakit.  (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Ratusan-Kantong-Darah-Rusak.html

Senin, 16 Januari 2012

Makan Malam Terakhir di Costa Concordia

TEMPO.CO ,:-Christine Hammer, 65 tahun, dan suaminya, Gert, sedang menikmati makanan pembuka. Sepiring cumi, jamur tumbuk, dan salad merupakan menu pembuka makan malam para penumpang kapal pesiar mewah Costa Concordia, 13 Januari malam lalu.
Kapal baru saja berangkat dari Pelabuhan Civitavecchia dekat Roma, Italia. Kapal pesiar sepanjang 50 meter itu memulai pelayaran selama sepekan menuju Barcelona dan Majorca di Spanyol.
Terdapat 4.000 penumpang di kapal itu, di antaranya 1.000 warga Italia, 500 warga Jerman, 150 warga Prancis, dan 1.000 anak buah kapal turut serta dalam pelayaran mengarungi Laut Mediterania tersebut.
Tiba-tiba kapal menghantam sesuatu. Piring, gelas, dan para penumpang terbanting ke lantai kapal. Situasi mendadak gelap karena lampu di dalam kapal mati. Suasana panik pun menguar. Jeritan seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan menjadi salah satu pekikan ketakutan ribuan penumpang.
Namun penumpang justru dibuat bingung oleh kru kapal. Selama 45 menit pasca-benturan, kru malah berusaha menenangi situasi. »Mereka berkata tidak ada masalah,” kata Hammer, warga Kota Bonn, Jerman, yang mendapat tiket kapal dari donasi gereja setempat.
Toh, para penumpang yang kerap berpesiar dengan kapal merasakan bahaya mengancam. »Anda sudah menonton film Titanic? Itulah yang kami rasakan,” kata Valerie Ananias, 31 tahun, guru sekolah dari Los Angeles, Amerika. Valerie berlayar bersama orang tua dan saudara perempuannya.
Para korban selamat pun kini terpaksa mengungsi. Sekolah, hotel, dan gereja di Pulau Giglio disesaki pengungsi. Bahkan Wali Kota Giglio, Sergio Ortelli, meminta warganya menampung lebih banyak pengungsi. Sedangkan mereka yang dievakuasi dengan helikopter dibawa ke Pelabuhan Porto Santo Stefano.
Namun kematian sedikitnya tiga penumpang dan 69 lainnya belum ditemukan, membuat para korban marah. »Kami harus berteriak pada kru kapal agar kapal sekoci diturunkan,” kata Mike van Dijk, dari Pretoria, Afrika Selatan. »Ini sangat mengerikan.”
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/makan-malam-terakhir-di-costa-concordia-222704924.html

Bikin Mobil Itu Nggak Gampang

Jantung Mirzandi Romadlon (17) berdesir kencang. Itu setelah Pak Bambang Wijanarko, Koordinator Perakitan, menyatakan proyek rakit perdana truk mini di SMK 1 Semarang dinyatakan kelar. Hasilnya pun dinilai cukup laik jalan, en kini tinggal nunggu izinnya saja.
Cowok yang akrab disapa Zandi tersebut patut girang, karena jadi bagian tim rakit proyek ''bikin mobil'' nasional di SMK yang terletak di Jalan Dr Cipto itu. Dari beberapa siswa yang diberi kesempatan, Zandi adalah seorang di antaranya.
Menurut Pak Bambang, meski nggak banyak omong, otak dan tangan Zandi cukup ngasih bukti kualitas dia. Maka, memasukkan Zandi sebagai bagian dari tim memang sudah cukup pas.
Selain Zandi, juga ada Dimas, Amiq, Fontan, Alwan, dan beberapa siswa lain yang dilibatkan langsung dalam proses merakit sejak awal hingga selesai. ''Mereka adalah 'teknikus' khusus dari para siswa kelas XII lain yang dapat giliran secara bergantian,'' beber guru yang selalu tampak ramah tersebut.
Dalam perakitan truk mini pertama dari rencana 12 unit, sekolah kejuruan yang ngambil konsentrasi di bidang teknik otomotif itu memang melibatkan siswa-siswanya sebagai tenaga rakit. Jadi, teman-teman kita, kayak Zandi, nggak lagi sekadar berkutat sama mobil yang sudah ada lalu diservis atau dibongkar-pasang seperti tahun-tahun sebelumnya. Kini mereka jadi punya kesempatan bikin mobil-mobil itu. Hm, asyik kan?
''Tentu saja!'' komentar Zandi singkat. ''Alasan saya masuk SMK otomotif memang pengin suatu saat bisa bikin kendaraan sendiri, entah itu sepeda motor atau mobil. Produksi lokal deh, pokoknya!'' imbuh cowok murah senyum itu.
Ya, memang kayak mimpi jadi kenyataan saja! Cuman, buat mimpinya tersebut, Zandi agaknya masih bakal nempuh jalan yang lumayan terjal. Ia tahu betul hal itu. Yang menguatkan mimpinya cuma satu: paling nggak jalannya sudah ada! Zandi kini tinggal bikin jalan tersebut jadi lebih mulus saja.
Proses
Harusnya memang begitulah suatu proses! Jalan cerita adalah yang paling utama. Ending adalah nomor sekian. Itulah yang diajarkan di SMK 1 sejauh ini, seperti ditegaskan Pak Kepala Sekolah, M Sudarmanto. Nggak ada yang sia-sia kalau para siswa ngerjain dengan penuh kesungguhan dan menikmati proses. Bahkan, berdasarkan pengalaman beliau, siswa yang berhasil di SMK-nya juga lebih didominasi mereka yang matang secara proses.
Sebelum proyek truk mini, SMK 1 Semarang juga pernah bikin proyek perakitan sepeda motor sebanyak 25 unit tahun 2009 lalu. Motor bernama ''Aoriga SMK'' itu langsung laku keras. Peminatnya baru kalangan sekolah saja sih. Tapi, lumayanlah. Paling nggak, kualitasnya cukup bersaing dengan motor jenis bebek merek lain.
Kini Aoriga menyisakan sembilan unit. Terakhir, tiga unit dibeli DPRD Kota Semarang buat kendaraan operasional kantor mereka. Pak Kepsek optimistis, kesuksesan serupa bakal berlanjut ke ''si adik'' yang sampai sekarang belum punya nama.
Mendengar jalur positif yang digaungkan Pak Kepsek, hati Dimas Aji Putra Pamungkas (17) sedikit lebih lega. Berperan sebagaimana Zandi cukup membuat Dimas merasa ikut bertanggung jawab sama hasil akhir proyek itu.
Sebagai perakit, cowok hitam manis tersebut bakal ikut  merasa bersalah kalau hasilnya nggak memuaskan. ''Meski perannya mungkin dinilai nggak terlalu banyak, paling nggak kami adalah bagian di situ. Jadi, kalau ada kesalahan, saya juga kudu ikut bertanggung jawab,'' tegas Dimas.
Bagian tersulit dalam perakitan, seperti dituturkan Dimas, adalah kelistrikan. Biarpun sudah ada pengawas, buku panduan, en teman-teman setim yang siap bahu-membahu, tetap saja nggak gampang. Ada berjibun kabel yang kudu dipasang, banyak sirkuit yang harus diikuti, en kelistrikan-kelistrikan rumit yang ternyata jauh lebih sulit dipraktekin ketimbang pas teori.
Nggak jarang kerumitan itu lalu berimbas pada konflik kecil antarteman satu tim. Misal ada satu teman yang salah pasang, terus diingetin, tapi terus bersikeras. Tapi konflik itu nggak pernah berujung ricuh kok, Teman. Selalu ada musyawarah. Jalan keluar paling gampang ya lihat buku panduan. Kalau tetap nggak ada titik temu, baru ke pengawas.
Hm, ternyata bikin mobil nggak segampang beritanya, ya? Sukses deh! Doain semoga penghargaan yang mereka dapat nanti setimpal yuk, Teman! (62)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/17/173964/Bikin-Mobil-Itu-Nggak-Gampang

Petani Makin Terpuruk

SLAWI- Membanjirnya bawang merah impor di pasaran Indonesia sejak tujuh bulan terakhir berakibat pada anjloknya harga barang lokal. Selama tujuh bulan atau sekitar tiga kali masa tanam harga belum membaik, bahkan cenderung turun.

Hal itu menyebabkan para petani saat ini tidak mampu lagi menanam produk pertanian tersebut, sebab mereka telah kehabisan modal.

Ketua Asosiasi Petani pedagang bawang merah Jaya Negara di Kabupaten Tegal, Nasrudin Minggu (15/1) mengatakan, petani bawang merah di Tegal dan sekitarnya semakin terpuruk dengan keadaan seperti sekarang ini.

’’Mereka rata-rata sudah kehabisan modal untuk kembali menanam bawang merah. Sebab, hasil panennya dihargai sangat murah. Bahkan sejak beberapa bulan terakhir bawang merah mereka tidak laku di pasaran, walaupun sudah diobral dengan harga rendah,’’ jelasnya.

Masyarakat sekarang ini selalu dijejali dengan bawang impor walaupun kualitasnya jelek dibandingkan barang lokal.

”Saat ini harga bawang lokal di tingkat petani hanya Rp 2.000 per kilogram. Dengan kondisi harga seperti sekarang ini petani mengalami kerugian sebab penjualan komoditi tersebut tidak bisa menutup biaya operasional.”

Keluarkan Kebijakan

Ia menambahkan, biaya yang dibutuhkan untuk menggarap lahan sekitar satu hektare sekitar Rp 60 juta, sedangkan harga jual saat ini maksimal Rp 20 juta per hektare. Apabila terjadi gagal panen uang yang diperoleh petani dari penjualan hanya Rp 10 juta per hektare.

Luas area tanam bawang di Desa Sidapurna sekitar 110 hektare dan Sidakaton mencapai 140 hektare.Kerugian yang dialami petani sangat besar, yaitu antara Rp 40 juta per hektare hingga Rp 50 juta per hektare untuk sekali musim tanam. Padahal kondisi itu sudah berlangsung selama tiga kali musim tanam.

’’Kebijakan impor bawang merah yang dilakukan pemerintah pusat otomatis membunuh petani lokal,” ujarnya.

Petani lainnya, Dahlan mengatakan, pemerintah pusat khususnya Menteri Perdagangan harus peduli dengan kondisi masyarakat petani saat ini. Menteri harus segera mengeluarkan kebijakan dan aturan yang mengatur secara ketat masuknya bawang impor.

Pemerintah juga harus menjaga kestabilan harga di pasaran agar petani tidak mengalami kerugian seperti yang terjadi selama tujuh bulan terakhir. Dengan keadaan seperti sekarang, harusnya pemerintah memberikan subsidi pada petani melalui lembaga keuangan agar mempermudah mendapat pinjaman modal agar bisa kembali bertani.

”Petani sudah sekarat dengan serangan bawang impor,” katanya.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pemkab Tegal Toto Subandriyo mengatakan, pemerintah daerah saat ini tidak bisa berbuat apa-apa dengan kebijakan pusat. Pemerintah daerah selalu dijadikan bumper bagi kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil. ”Kami jenuh dijadikan bumper, masyarakat harus bergerak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi melalui jalur yang benar dan positif. Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk menekan kebijakan pemerintah yang merugikan petani kecil,” ungkapnya. (H77-49)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/16/173865/Petani-Makin-Terpuruk

Renovasi Ruang Banggar Hasil Kongkalikong

JAKARTA- Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, menyatakan proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) dinilai sebagai hasil kongkalikong antara oknum di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Banggar.
Karena itu, pimpinan DPR sedang menelusuri sisik-melik proyek ini. Kecurigaan adanya kongkalikong muncul karena ketidaktahuan Ketua BURT yang juga Ketua DPR Marzuki Alie serta pimpinan lain. Proyek tersebut ujug-ujug muncul di BURT saat mulai disahkan hingga proyek senilai Rp 20 miliar itu berjalan.
”Yang namanya kesekjenan itu hanya operator yang menjalankan kebijakan, sehingga pasti ada tangan-tangan yang ikut bermain sampai ini terjadi,” tegas Pramono, Senin (16/1).
Pimpinan DPR akan segera menggelar rapat pimpinan membahas proyek renovasi tersebut. Rapat juga untuk mengetahui letak kongkalikong.
Jika memang ada kesalahan yang dilakukan oleh Sekjen DPR Nining Indra Saleh, maka pergantian pejabat akan dipertimbangkan. ”Kami harus mempelajari lebih lanjut. Jika memang kesalahan ada di kesekjenan, kami akan mempertimbangkan penggantian pejabat. Kalau ada permainan di BURT dan Badan Anggaran, tidak adil kalau sekjen yang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Pernyataan Pramono itu cepat ditepis oleh Wakil Ketua BURT, Refrizal. Terpisah, dia menepis dugaan adanya kongkalikong renovasi ruang rapat Banggar.
Pasalnya, pagu anggaran Rp 20 miliar merupakan kewenangan sekjen setelah pembahasan bersama konsultan. ”Itu kan ada anggaran standarnya. Sekjen yang mengusulkan, BURT hanya memfasilitasi. Jadi kami tahunya hanya plafon gelondongan,” papar politikus PKS itu.
Agar hal ini terang benderang, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diminta mengusut. ”Tidak ada kongkalikong, kalau ada mafia proyek ya diusut saja. Saya sudah minta BPKP mendalami itu. Tanggung jawabnya masing-masing,” ujar Refrizal.
Kejanggalan
Kecurigaan juga dikemukakan Ketua Badan Kehormatan DPR, M Prakosa. Dia melihat kejanggalan dalam proyek renovasi ruang rapat Banggar. Anggaran Rp 20 miliar dinilai sangat besar mengingat proyek tersebut hanya renovasi, bukan pembangunan.
Badan Kehormatan pun mengagendakan akan mengklarifikasi semua pihak terkait, mulai dari BURT, Banggar hingga sekjen. ”Ruangan sudah ada, meja kursi sudah ada, atap sudah ada, pintu sudah ada. Dengan anggaran sebesar itu, muncul pertanyaan-pertanyaan,” ujar Prakosa.
Di Bandung, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menilai pengusutan proyek-proyek yang melibatkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR harus dilakukan guna menjernihkan persoalan. Bahkan dia berkeyakinan, pengusutan tak hanya dilakukan internal lantaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu turun tangan.
Di luar topik renovasi ruang Banggar DPR, sejumlah proyek kontroversial di gedung parlemen memang mulai tersingkap. Di antaranya proyek pengadaan pewangi ruangan hingga pemeliharaan rusa milik DPR. Sebelumnya, proyek renovasi toilet, peremajaan lahan parkir motor, dan pengadaan mesin presensi juga mengundang sorotan publik. 
“Ini salah kita bersama, tapi mari diusut secara internal. Serahkan ke BPK, kalau perlu ke KPK, supaya fair siapa yang bertanggung jawab, siapa yang punya ide gila-gilaan ini,” jelas anggota Komisi I DPR ini. (J22,H28,dwi-25)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/17/174017/Renovasi-Ruang-Banggar-Hasil-Kongkalikong-

Angie Minta Pelumas Rp 5 M

JAKARTA- Mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manullang, memenuhi janjinya untuk buka-bukaan dalam kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games.
Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (16/1) kemarin, Rosa dengan terang-benderang menyebut semua tokoh yang menerima ”bagian” dari dana proyek pembangunan Wisma Atlet di Palembang yang menelan dana Rp 191 miliar itu.
Salah satu yang paling aktif meminta jatah, menurut Rosa, adalah Angelina Sondakh.
Dia menegaskan, Angie —sapaan Angelina— menerima uang sebesar Rp 5 miliar. Angie adalah Wasekjen Partai Demokrat yang juga anggota Komisi X DPR yang di antaranya membidangi urusan olahraga, termasuk proyek Wisma Atlet.
”Waktu itu kantor mengeluarkan Rp 10 miliar, Rp 5 miliar untuk Ibu Angie, Rp 5 miliar sisanya saya tidak tahu Yang Mulia,” ujar Rosa kepada majelis hakim. Rosa menjadi saksi untuk mantan bosnya di PT Anak Negeri, Muhammad Nazaruddin.
Dia menambahkan, Angie menyebut duit itu untuk ”Ketua Besar” dan ”Ketua.” Keduanya berasal dari Badan Anggaran (Banggar) DPR.
Rosa menjelaskan bahwa sebutan ”Ketua Besar” adalah untuk Mirwan Amir, wakil ketua Banggar dari Partai Demokrat. Adapun yang dimaksud dengan ”Ketua” adalah M Mahyuddin, ketua Komisi Olahraga DPR. Rosa mengatakan, pemberian uang tersebut untuk memudahkan turunnya anggaran pembangunan Wisma Atlet.
”Sebab kalau tidak (diberi uang), susah turun anggaran,” ujar Rosa di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dharnawati Ningsih.
Rosa memaparkan, uang itu diterima Angie melalui anak buahnya bernama Jefry. Jumlahnya Rp 5 miliar yang diberikan dalam dua termijn, yakni Rp 3 miliar dan Rp 2 miliar.
”Ibu Angie menyebut duit rupiah sebagai apel malang dan dolar apel washington,” ujar Rosa. Uang itu, menurutnya, memang diserahkan dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika.
Rosa mengatakan, uang tersebut diberikan Nazaruddin melalui Bendahara PT Anugrah Nusantara, Yulianis. Rosa yakin uang itu sudah diterima Angie.
”Ibu (Angelina Sondakh) sudah menerima. Buktinya, dia sudah tidak kontak-kontak saya lagi,” tambah Rosa.
Menurut Rosa, permintaan Angie diajukan dengan menggunakan beragam istilah. Adakalanya Angie menyebut semangka, apel, terkadang pelumas. Namun semuanya mengarah pada permintaan uang.
”Semua mengarah ke uang, semangka rupiah, apel rupiah, washington dolar AS, pelumas rupiah. Istilah itu digunakan, kata Bu Angie, agar tidak vulgar. Sudah kering, minta pelumasnya ya. Itu uang,” katanya.
Selain Angie, pihak lain yang disebut Rosa turut menikmati aliran dana terkait proyek Wisma Atlet SEA Games adalah tim sukses Andi Mallarangeng ketika berlangsung Kongres Partai Demokrat di Bandung. Tim sukses Andi disebut menerima bagian Rp 500 juta.
Juga ada politikus PDIP I Wayan Koster. Koster menerima bagian dari dana yang diserahkan lewat Angie.
”Ya (Wayan Koster) itu ada, di Rp 2 miliar dan 3 miliar (yang diserahkan lewat Angie) itu,” tutur Rosa ketika ditanya oleh jaksa I Kadek Wiradana mengenai ada tidaknya jatah untuk Koster.
Menurut Rosa, uang yang diterima Koster merupakan bagian dari jatah untuk anggota Badan Anggaran. Rosa mengatakan, duit yang diminta Angie sebesar Rp 6 miliar - Rp 8 miliar diserahkan kepada Badan Anggaran DPR.
”Katanya (untuk) utang-utang proyek sebelumnya,” ujar Rosa.
”Ibu Angie bilang ke saya kalau dia butuh uang untuk dapat anggaran,” kata Rosa.
Rosa memaparkan, dirinya mengatahui siapa sosok ”Ketua Besar” setelah bertanya ke Angie. Saat itu Rosa menanyakan untuk apa uang itu diserahkan ke ‘Ketua Besar’.
”Bu Angie menjawab pertanyaan saya itu bahwa uang itu untuk pimpinan di Banggar DPR,” ujar Rosa.
Dia menjelaskan, Angie membujuknya agar uang itu cepat dicairkan. Pasalnya, jika uang sudah cair, maka ‘Ketua Besar’ akan kenyang.  ”Dia bilang, kalau Ketua Besar kenyang, maka kita akan enak,” kata Rosa menirukan percakapan BlackBerry Messenger (BBM) Angie.
Dalam kesaksiannya, Rosa juga menyebut keterlibatan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Dia menyebut Anas sebagai sang ”Bos Besar”. Istilah ini juga mengacu pada percakapan BBM-nya dengan Angie. Menurut Rosa, Permai Group —perusahaan yang antara lain menggarap proyek Wisma Atlet— adalah milik Anas Urbaningrum.
Rosa mengatakan bahwa Anas beberapa kali ikut rapat di kantor Permai Group ketika membahas proyek tersebut. Dalam seminggu, Anas bisa ikut dua-tiga kali rapat.
”Pemilik Permai Group setahu saya, adalah Pak Nazaruddin,” kata Rosa.
”Lalu siapa lagi pemiliknya?” kejar jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) I Kadek Wiradana.
”Ada Anas Urbaningrum,” jawab Rosa.
”Kok bisa tahu dia pemiliknya juga,” ujar Wiradana.
”Pak Anas sering ikut rapat di sana,” kata Rosa.
Tidak seperti biasanya, Rosa kemarin datang ke Pengadilan Tipikor Jakarta dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bersama Rosa juga terlihat beberapa petugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Rosa mengenakan blazer berwarna putih susu dan kaos garis-garis hitam putih. Rosa mendapat kawalan ketat karena sebelumnya menerima ancaman pembunuhan.
Proyek Hambalang
Dalam proyek pembangunan kawasan olahraga di Desa Hambalang, Sentul, Bogor, Jabar, menurut Rosa, PT Anak Negeri menggelontorkan Rp 20 miliar pada 2010.
Uang itu untuk memperlicin urusan pembebasan tanah dan lain-lain, agar proyek Hambalang tersebut berjalan lancar. Dari uang Rp 20miliar itu, menurut Rosa, ada sebagian yang mengalir ke adik Andi Mallarangeng, yakni Choel Mallarangeng. ”Ada yang ke saudaranya Pak Andi, Choel. Itu sudah dikasih ke Choel Mallarangeng,” ujar Rosa.
Dia mengatakan, gelontoran uang itu juga diketahui oleh Sesmenpora (nonaktif) Wafid Muharam. ”Pak Wafid bilang itu untuk mengurus BPN proyek Hambalang. Tapi sudah dikembalikan Rp 10 miliar ke sini,” papar Rosa.
Rosa menjelaskan, dia pernah diperintah oleh Nazaruddin untuk menanyakan kepada Wafid, ke mana saja Rp 20 miliar itu mengalir. Saat itulah Wafid menyebut bila Choel ikut menikmati sebagian uang Rp 20 miliar dari proyek Hambalang. (J13-43)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/17/174023/Angie-Minta-Pelumas-Rp-5-M-

Mengurai Kemacetan di Pasar Bojong

Skala prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Bojong adalah menjawab simpul kemacetan jalan depan Pasar Bojong. Perwujudannya yaitu dengan membangun jalan lingkar Desa Buniwah-Bojong, sepanjang sekitar 4 kilometer. Bagaimana realisasinya?
LAPORAN: MUHAMMAD GHONI    
SAAT ini sarana yang sudah tersedia adalah lahan untuk badan jalan dengan lebar sekitar 6-8 meter swadaya masyarakat dua desa. Sedang PNPM sudah membangunkan jembatan diatas Kali Kalong yang dilintasi jalan lingkar tersebut.
Bahkan kades dua desa yaitu Desa Bojong, Agus Fatkhulloh dan Kades Buniwah, Edi K, serta warga sangat mendukung saat Musrenbangdes memprioritaskan jalan lingkar, sebagi jawaban kemacetan jalan depan Pasar Bojong. Apalagi dengan selesainya jalan itu banyak masyarakat pemakai jalan sangat diuntungkan. “Kami beserta warga hanya minta selesainya jalan itu untuk diaspal oleh Pemkab Tegal. Sementara warga sudah swadaya jalan, PNPM membangun jembatan dan Talud jalan juga sudah dibangun,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Muaris SH, kemarin.
Dikatakan Muaris, kesediaan warga dalam memdukung dibangunnya jalan lingkar itu, karena dinilai sangat efektif dan mampu mengurai kemacetan jalur jalan Pasar Bojong. Karena jalur itu selalu macet saat hari pasaran, atau saat meledaknya arus pengunjung wisata OW Guci, saat libur sekolah maupun hari raya Idul Fitri.
Menurut dia, dengan selesainya jalan lingkar itu, dan sudah diaspal oleh Pemkab Tegal, nantinya saat terjadi kemacetan di jalur depan Pasar Bojong, jalur kendaraan bisa dilaihkan di jalan lingkar. Karena jalan itu dimulai dari jalan arah Balaidesa Buniwah dan berakhir sebelah Selatan Pasar Bojong. “Jadi kendaraan dengan melalui jalan lingkar nantinya tidak lagi melintas didepan Pasar Bojong dan itu mampu menghindari kemacetan,” tegas Muaris.
Sementara, lokasi jalur masuk jalan lingkar persis disebelah Selatan Mapolsek Bojong mempermudah anggota Polsek dalam mengatur dan memindahkan arah kendaraan, saat macet terjadi. Kondisi itulah yang nanti menjawab kemacetan yang terjadi pada jalur depan Pasar Bojong. “Warga juga antusias, karena wilayahnya menjadi ramai dan yang dulunya wilayah mati menjadi terhidupkan dengan adanya jalan lingkar ini,” pungkas Muaris SH.
Sementara salahsatu warga Desa Bojong, Hadi Nuryanto mengaku bangga dengan rencana pembuatan jalan lingkar untuk mengurai kemacetan di depan Pasar Bojong. Karena itu merupakan solusi terakhir yang harus dilakukan pemerintah supaya tidak menjadi persoalan akut. Sehingga dengan dibangunnya jalan lingkar tersebut, perekonomian di Kecamatan Bojong akan meningkat. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Mengurai-Kemacetan-di-Pasar-Bojong.html

Laporkan Proses Hukum Tebang Pilih

LEBAKSIU - Anggota Komisi III DPR-RI asal FPKB, Bachrudin Nasori SSt MM, yang berangkat dari Dapil IX, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes siap menerima aduan hukum dari masyarakat. Bahkan dirinya menyarankan jika ada pelaksanaan proses hukum yang tebang pilih di daerah, laporkan saja kepada komisinya. Komisi III siap menindaklanjuti laporan masyarakat. Jika keberatan laporankan saja ke rumah aspirasi Bacrudin center di Desa Kajen, Lebaksiu. Hal itu ditegaskan Bachrudin Nasori SSt MM, belum lama saat berada di wilayah Kecamatan Lebaksiu didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari FPKB, A Firdaus Assaerozi SE.
Dikatakan Bachrudin, seperti sejumlah informasi dan kejadian hukum yang tengah melanda Indonesia, cukup membuat miris dirinya. Untuk itu, tidak ingin proses hukum apalagi yang pelaksanaannya terkesan dan dinilai tebang pilih terjadi di daerah, khususnya di daerah asal Dapilnya.
Karena menurut dirinya, proses hukum yang seperti itu dianggap menyesatkan dan merugikan banyak pihak. Belum lagi jika menimpa masyarakat kecil, itu sangatlah menyakitkan dan sangat pantas jika pihaknya beserta Komisi III di DPR-RI, untuk mensikapinya.  “Jika kesulitan menyampaikan ke DPR-RI, kami punya rumah aspirasi di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu. Sampaikan saja ke situ, karena setiap hari ada tenaga administrasi yang selalu siaga di rumah aspirasi kami,” jelas Bacrudin Nasori.
Sementara, pihaknya sudah berpesan kepada pengelola dan bagian administrasi yang berada di rumah aspirasinya, untuk sigap menerima laporan aspirasi semua masyarakat, yang ingin menyampaikan aspirasinya. Bahkan, pihaknya mengatakan, aspirasi apapun baik yang terkait dengan Komisinya atau tidak, silahkan laporkan ke rumah aspirasi itu. “Tidak hanya sebatas proses hukum, apapun yang aspirasi yang ingin disampaikan kami siap menerima,” pungkasnya. (gon) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Laporkan-Proses-Hukum-Tebang-Pilih.html

DPU Kekurangan Tenaga Pengawas

SLAWI - Sepanjang 250 km jalan Kabupaten dari sekitar 700 km jalan yang ada tahun 2012 bakal dilakukan pemeliharaan. Salah satu sarana pendukung kegiatan itu adalah walles (slender). Jumlah yang ada saat ini sekitar 18 walles, 15 dalam kondisi sehat dan 2 over hold sedang satu rusak. Namun kondisi walles saat ini kebanyakan lanjut usia dan sering dilakukan perawatan.
 Disisi lain, jumlah tenaga pengawas baik untuk Bidang Binamarga maupun Pengairan dirasa masih kurang. Untuk memaksimalkan kinerja pengawas, DPU memanfaatkan tenaga yang ada dan bakal mencari PNS yang ada dilingkungan Pemkab Tegal dengan basik teknik, untuk diperbantukan. “Dari 15 walles yang sehat, 9 berada di DPU dan 6 berada di UPTD Binamarga yang ada di bawah naungan DPU,” kata Kepala DPU Pemkab Tegal, Ir Eling Susiardi MT, melalui Sekretaris DPU, Jefri Yusuf SE, kemarin.
 Dikatakan Jefri, dari jumlah walles yang ada dirasa cukup untuk kegiatan pemeliharaan (maintenance) 250 km jalan kabupaten yang bakal dikerjakan. Justeru saat ini yang menjadi kendala pada sejumlah kegiatan pada dinas itu adalah tenaga pengawas. Karena dari jumlah yang ada, baik pada Bidang Binamarga maupun Pengairan, dirasa masih sangat kurang.
 Menurut dia, untuk tenaga pengawas pada Bidang Binarmarga saat setiap UPTD, baru ada sekitar 5-15 tenaga pengawas. Padahal, berbicara jumlah yang harus tercukupi sekitar 20-25 tenaga pengawas kegiatan. “Jadi jika melihat angka saat ini jumlah tenga pengawas di UPTD Bidang Binamarga, kekurangan tenaga pengawas mencapai puluhan tenaga,” ujarnya.
 Sedang untuk jumlah tenaga pengewas pada UPTD Bidang Pengairan, juga hampir sama. Untuk tenaga yang ada sekarang masihlah sangat kurang dibandingkan kebutuhan riil yang harus dipenuhi. Kondisi itu sudah barang tentu sedikit berimbas pada kinerja pengawasan dan berpengaruh terhadap hasil kegiatan.
 Sementara guna maksimalisai kinerja tenaga pengawas yang ada, sesuai anjuran dari Wakil Bupati Tegal HM Hery Soelistiyawan SH MHum, DPU diminta untuk memaksimalkan kinerja tenaga pengawas yang ada. Disisi lain, DPU bakal diberi sejumlah tenaga PNS yang ada di instansi lain, untuk diperbantukan sebagai tenaga pengawas di DPU. “Sudah barang tentu PNS yang berbesik pendidikannya dari teknik,” pungkas Jefri Yusuf. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/DPU-Kekurangan-Tenaga-Pengawas.html

Pemkab Tak Ingin Dijadikan Bemper Pusat

KEBIJAKAN pusat yang tak berpihak pada daerah membuat penderitaan petani bawang kian sulit. Bisa dibayangkan sejak digelontorkannya bawang impor di daerah sentra penghasil bawang, membuat petani lokal kalang kabut dalam memasarkan produknya. Hal ini seperti yang dirasakan puluhan petani bawang di Desa Sidapurna dan Sidakaton yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari tanaman bawang.
Sentra petani bawang merah Desa Sidapurna pun kini seakan hidup segan, mati tak mau akibat biaya tanam yang harus dikeluarkan tak sebanding dengan harga jual dipasaran.
Ustad Dahlan (40) salah satu petani bawang mengakui kejadian ini sudah berlangsung sejak Juli 2011 hingga sekarang yang juga belum menggugah kesadaran pusat, terhadap kegelisahan rakyat di daerah. "Bisa dibayangkan dengan lahan seperempat bahu petani mengeluarkan biaya minimal Rp 10 juta. Dengan hasil panen sekitar 15 kuintal hanya mampu meraih nominal senilai Rp 6 juta.  "Itu kami alami sejak masuknya bawang impor Juli 2011hinga sekarang. Dan sebagian besar petani saat ini gulung tikar tidak bisa menjalankan usaha bertani bawang lagi lantaran terus merugi," cetusnya.
Hal senada juga dirasakan H Sabarito yang mengaku stok bawang merah digudangnya masih terlampau banyak yang kini harga dipasaran benar-benar anjlok hingga kisaran Rp 2000 per kilogramnya. Kegelisahan kurang lebih 80 persen petani Sidapurna itu membuat mereka menggelar rembug bersama dengan mengundang kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan ( BP4K) guna menumpahkan semua jeritan dan derita yang mendera petani bawang. Ir Toto Subandrio pun tak menampik bahwa kebijakan pusat saat ini tidak berpihak pada petani di daerah.  "Pemkab dalam hal ini tidak bisa memecahkan permasalahan yang menghimpit petani bawang. Yang bisa menyelesaikan memang ada sepenuhnya di pusat. Dimana bawang import seharusnya tidak didistribusikan pada daerah sentra penghasil bawang. Kadang saya berfikir pusat sudah salah dalam mengurus negara, salah urus kebijakan. Dan agar ada bergaining atau punya posisi tawar seyogyanya petani bawang disini bersatu membentuk asosiasi agar tuntutannya lebih bisa didengar. Dan antar asosiasi di daerah bisa merapatkan barisan dalam menyuarakan kegelisahan ditingkat pusat," tegasnya.
Dia sendiri mengaku sempat kehilangan akal untuk menjamin standarisasi harga bawang petani di daerah binaannya. Meski tak ditampiknya pusat sempat menggelontorkan dana stabilisasi harga bawang namun nominal itu tidak mampu untuk menangani semua kesulitan petani lokal yang ada.
Sementara itu ketua AP2 BM (Asosiasi Petani dan Pedagang Bawang Merah) Ir H Sunarto juga menyesalkan kebijakan pusat yang tidak mampu melakukan regulasi harga bawang. Diakuinya keluhan petani yang harus mengeluarkan biaya produksi Rp 4200 perkilogramnya saat ini produksinya hanya laku dipasarqan sekitar Rp 2000  perkilogramnya ditingkat petani.  "Sebenarnya bawang impor itu masuknya untuk konsumsi perusahaan besar di bidang penghasil produk makanan instan, dan bukan membanjiri pasar lokal. Ini jelas teori kapitalis yang sengaja mengimpor bawang dari luar dan dilempar ke pasaran, agar bawang lokal anjlok. Ketika harga bawang lokal anjlok perusahaan itu bisa membelinya tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi. Ini mengingat kualitas bawang impor dan lokal jelas banyak diminati bawang lokal yang lebih wanti dan mempunyai citra rasa," terangnya.
Kondisi memprihaitnkan dengan patokan harga Rp 2000 hingga Rp 2500 perkilo gramnya saja saat ini, bawang lokal masih tidak laku, dan untuk bibit saja sulit sekali dipasarkan lantaran membanjirnya pasokan bawang impor dipasaran tradisional. Toto juga mengakui saat ini seolah-olah pemkab hanya dijadikan bemper oleh kebijakan pusat.  "Kondisi riil dilapangan memang ada kecenderungan bawang import itu dipacking dan dikemas mirip dengan bawang lokal. Dan selisih harganya pun sangat tipis sekali. Kami prihatin bila hal ini tidak ada kemauan dari pusat untuk menertibkan dan membatasi masuknya bawang impor, petani pribumi akan terus tergerus dan tidak bisa lagi menjalankan aktifitasnya bertanam," cetusnya.
Dan bila pusat bisa membuat aturan masuknya bawang impor hanya diijinkan dalam bentuk bibit saja, dan tidak dierdarkan secara luas di pasaran, tentunya petani pribumi akan lebih terjamin usahanya dengan mendapatkan tataran harga yang lebih manusiawi. (hermas purwadi)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Tak-Ingin-Dijadikan-Bemper-Pusat.html

Ratusan Mahasiswa Ikuti PPAB GMNI

SLAWI – Ratusan mahasiswa Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal dan Poltek Harapan Bersama Tegal mengikuti Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indoensia (GMNI).
PPAB yang bertempat di Padepokan Simphoni Kebangsaan Slawi mengambil tema membangun semangat gotong royong yang dibuka oleh Pakde Marsinggih MD. Peserta di suguhkan empat materi yakni pengenalan organisasi dengan narasumber Heri Abrianto yang juga ketua GMNI Tegal, Sejarah Pergerakan Mahasiswa oleh Arif Nurfalah Amd, Nasionalime oleh Drs Soekardjo Djulmadis dan materi Sarinah yang disampaikan oleh Ayu Safana dan Amirudin Wian. Dengan waktu satu hari satu malam, Sabtu (15/1).
Ketua GMNI Tegal, Heri Abrianto, disela-sela kegiatan mengatakan, PPAB GMNI ini merupakan program kerja bidang kaderisasi yang dilaksanakan setiap tahun. Namun PPAB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena biasanya hanya diikuti oleh mahasiswa UPS, kali ini diikuti oleh mahasiswa dari kampus lain, yakni poltek harapan bersama tegal.  “Peserta PPAB tahun ini lebih banyak dibanding dengan PPAB sebelumnya. Mahasiwa berasal dari poltek harapan bersama dan dari UPS dari fakultas FISIP, Ekonomi, FKIP, Hukum dan Teknik,” katanya.
Ia menjelaskan, PPAB bertujuan memberikan pengenalan dan pemahaman ideologi pancasila kepada kaum muda atau mahasiswa. Sehingga pemahaman akan cinta tanah air dan nasionalisme dapat tumbuh dan berkembang pada seluruh komponen masyarakat intelektual.  “Dengan PPAB ini diharapkan materi yang diberikan dapat di implementasikan dalam masyarakat. Karena, penyebaran semangat nasionalisme menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh masyarakat demi perbaikan atas kondisi carut marutnya bangsa Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Dalam memberikan materi, Heri memberikan pengenalan organisasi. Ia menyampaikan tentang ideologi GMNI, pengenalan tentang lambang-lambang GMNI serta beberapa lagu-lagu yang dimiliki GMNI.
Berbeda dengan Arif Nurfalah yang memberikan materi sejarah gerakan mahasiswa. Selain memberikan materi tentang berdirinya GMNI yang berawal dari tiga organisasi berafiliasi menjadi satu. Ia juga menyampaikan tentang sejarah gerakan mahasiswa dari tahun 1908 tentang berdiirnya budi oetomo, sumpah pemuda 1928, sejarah gerakan mahasiwa tahun 1998 saat reformasi, sampai gerakan mahasiswa sekarang.  “Kongres pertama kali GMNI dilakukan di Surabaya, pada tanggal 23 Maret 1954, dan itu menjadi Hari lahir GMNI,” ujarnya.
Sementara, Ayu Safana dan Amirudin Wian, yang memberikan materi tentang sarinah atau perempuan GMNI, juga memberikan doktrin kepada para peserta agar selalu menjaga ideologi bangsa ini untuk tidak dapat dijual belikan. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Ratusan-Mahasiswa-Ikuti-PPAB-GMNI.html

Minggu, 15 Januari 2012

Presenter Valia Rahma Tutup Usia

Ghiboo.com - Berita duka datang dari dunia entertainment. Presenter dan bintang FTV, Valia Rahma tutup usia pada hari Jumat (13/1), akibat kecelakaan motor di Legian, Bali.

Valia yang lebih dikenal sebagai pembawa acara Planet Remaja ini, meninggal dunia akibat kecelakaan motor yang terjadi pada hari Kamis (5/1) bersama sang adik ipar. "Jadi dibonceng sama adik aku. Lagi jalan mau masuk ke hotel, baru mau masuk parkiran, ada motor dari arah berlawanan, dia ditabrak. Mungkin karena dia dibonceng, jadi enggak siap. Helm sih pakai, tapi guncangan keras, jadi ada luka dalam," jelas Aria Swastika, suam Valia Rahma (14/1).

Pasca kecelakaan tersebut Valia sempat bertahan hidup. Pemeran film hantu Jeruk Purut ini, mengalami koma selama sembilan hari dan sudah menjalani operasi otak di Rumah Sakit Kasih Ibu, Denpasar. Namun, Tuhan berkehendak lain, akibat pendarahan di otak dan sudah rusaknya batang otak, akhirnya Valia tutup usia pada hari Jumat (13/1) pukul 17.00 WITA.

Setelah menghembuskan nafas terakhir, Valia dilarikan ke RSAD Denpasar untuk dibawa ke Jakarta. Jenazahnya tiba di Jakarta, Sabtu (14/1) pukul 02.00 WIB, dan di shalatkan 08.00 WIB di Mesjid Al-Ikhlas, Bintaro. Sampai akhirnya, pada pukul 09.30 Valia dibaringkan di tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir.

Setelah menikah dengan Aria Swastika, tepatnya setahun yang lalu. Wanita kelahiran 31 Januari 1985 ini, diboyong sang suami untuk menetap di Bali, sampai akhirnya menutup usia disana.

Selamat jalan Valia...
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/presenter-valia-rahma-tutup-usia-

BNN Sosialisasikan Penyalahgunaan Narkotika

PENYALAHGUNAAN Narkotika merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan akan menyulitkan bagi pengguna obat terlarang itu di kemudian hari. Pengguna narkotika juga akan terancam mengidap penyakit kanker dan kerusakan pada paru-paru. Mereka akan memiliki rasa takut, cemas, dan panik apabila sering mengkonsumsi jenis narkotika itu.
Hal ini disampaikan Direktur Pencegahan Narkotika, Badan  Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Nicolaos Eko Riwayanto, dalam acara sosialisasi tentang peran pelajar dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini, dilaksanakan di gedung SD Bakti Mulia yang berlokasi di sebelah barat Gereja Santo Yosep, Jalan Mejasem, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Minggu (15/1) pagi.
Sosialisasi ini diikuti ratusan pelajar yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) se-eks Karesidenan Pekalongan. Selain dari BNN, hadir pula Ketua Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Tengah, Kombes Sutarmono, dan Ketua Pemudaan Keuskupan Purwokerto, Romo Sheko.
Menurut Nicolaos, upaya menciptakan lingkungan sekolah agar bebas dari narkotika, seluruh siswa harus saling bahu-membahu dan secara terus-menerus membentengi lingkungan sekolah dari ancaman peredaran gelap yang terselebung di sekolah. Siswa harus waspada, manakala ada temannya yang mencurigakan menurut pandangannya sendiri. Lebih pentingnya lagi, siswa harus berani melaporkan kepada guru BK atau kepala sekolah apabila menjumpai ada siswa lainnya yang mengedarkan narkotika. Hal itu dilakukan sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.  "Mengkonsumsi narkotika, bisa menyebabkan ketergantungan terhadap pengguna. Untuk melepaskan dari itu, sangatlah sulit. Meskipun bisa, harus melalui proses yang panjang," cetusnya.
Dia mengutarakan, bahwa narkotika tidak akan bisa merubah sang pengguna menjadi bahagia, populer ataupun dewasa. Narkotika justru membuat pengguna bisa sengsara selamanya. Karena itu, apabila ada orang yang mengkonsumsi narkotika, lebih baik diingatkan supaya bisa lepas dari jeratannya. Cara untuk berkomunikasi dengan pengguna, dibicarakan secara pelan-pelan agar tidak menyinggung perasaannya. Lakukanlah pendekatakan terlebih dahulu, kemudian mengingatkan tentang resiko yang akan ditanggungnya jika korban terus-menerus mengkonsumsi narkotika.  "Jika anda pikir semua orang di luar negeri mengkonsumsi narkotika, itu keliru. Sebab, menurut data yang ada, di Amerika Serikat lebih dari 80 persen remaja dengan usia 12-17 tahun, belum pernah mencicipi narkotika," jelasnya.
Ketua Pemudaan Keuskupan Purwokerto, Romo Sheko, yang juga Pendamping OKM Katolik di Pantura, mengatakan, kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Peserta yang mengikuti, mulai dari usia 13 - 35 tahun atau belum menikah. Dia menjelaskan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini, sebagai pembinaan agar OMK dapat menghindari narkotika. "Sosialisasi penyalahgunaan narkotika ini, di laksanakan selama dua hari sejak hari sabtu kemarin sampai hari Minggu. Selain sosialisasi, peserta juga dipersilahkan untuk test urin. Tetapi untuk test urinnya, tidak diwajibkan," pungkasnya. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/BNN-Sosialisasikan-Penyalahgunaan-Narkotika.html