Kamis, 20 September 2012

Basuki Kami Tak Akan.Balas Dendam

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar soal ketidaknetralan pegawai negeri sipil (PNS) sempat santer terdengar selama pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah guru bahkan mengaku sempat diminta untuk memilih salah satu kandidat.
Menanggapi isu ketidaknetralan PNS, calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku tidak dendam. Ia pun menyatakan tidak akan melakukan mutasi terhadap PNS yang tidak netral. "Kami tidak pernah melakukan balas dendam dalam tanda kutip. Kami bekerja sama dengan semua orang, tidak akan ada mutasi, penundaan pangkat, tidak ada," kata Basuki, Kamis (20/9/2012), dalam sesi wawancara dengan sejumlah media massa di markas Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur 22, Menteng, Jakarta Pusat.
Basuki mengatakan, jika dirinya terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, penilaian PNS akan didasarkan pada kinerja. "Selama mereka (PNS) bisa berbuat penuh dengan otak dan tenaganya buat rakyat, ya tetap dipertahankan," ucapnya.
Sementara bagi PNS yang dinilai memiliki kinerja tidak baik, Basuki menilai perlunya dilakukan evaluasi. Bentuk evaluasi tersebut bisa dilakukan melalui mutasi hingga penundaan pangkat.
Sebelumnya, beberapa kasus ketidaknetralan PNS sempat dilaporkan kepada Panwaslu DKI Jakarta seperti kasus Lurah Gondangdia yang mengajak perangkat daerah seperti RT RW untuk memilih kandidat tertentu, mobilisasi guru yang diwajibkan membuat spanduk serta memilih salah seorang kandidat, dan kasus penyebaran brosur bernuansa SARA yang dilakukan RT RW di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.
Sumber Berita :  http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/20/21345765/Basuki.Kami.Tak.Akan.Balas.Dendam

Lelahnya Pasukan Senyap Jokowi Ahok Saat Bekerja

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat bekerja mensukseskan duet Jokowi-Basuki(Ahok) para relawan Jakarta Baru yang dikenal sebagai pasukan dibalik kesuksesan duet PDIP dan Gerindra ini tidak beroperasi sendirian. Mereka juga dibantu oleh tim operator sebanyak 150 orang yang terus memantau di Pusat Data Jakarta Baru yang bermarkas di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Tugas tim operator ini juga tidaklah mudah. mereka harus mengakomodir 15.095 laporan tim yang beroperasi di lapangan selama berjam-jam.
Mereka tidak bisa meninggalkan tempat dimana mereka duduk dalam jangka waktu yang lama. biasanya mereka ke toilet dan membuat kopi untuk sekadar menahan kantuk.
Pada pukul 17.30 WIB adalah waktu istirahat. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh tim operator untuk salat Maghrib, makan, ke toilet dan merokok sambil berbincang.
Dalam masa istirahat tersebut seorang tim operator, Farlin menjelaskan bagaimana pusingnya mengatur data yang masuk. Mereka harus memasukkan angka-angka yang masuk sesuai kolomnya.
"Kerjaannya agak bikin mata lelah," kata Farlin saat ditemui di kantornya, Kamis(20/9/2012).
Eko Dafid Afianto sebagai Direktur Riset Cyrus Network menjelaskan, tim operator atau validator ini antara lain laporan hasil suara yang ada di tiap TPS, memverifikasi ulang mengenai data yang masuk apakah sesuai atau tidak dan memetakan ulang tiap saksi yang ada di tiap TPS.
Eko menjelaskan, tim ini adalah mahasiswa dan mahasiswi yang masih kuliah di semester 5 ke atas dari segala Universitas di DKI Jakarta. Perekrutan tersebut dilakukan dari sosial media dan dari mulut ke mulut.
Untuk jam kerja, Eko menjelaskan, tim operator akan bekerja sampai semua laporan dari tim lapangan terakomodir.
"Jika sampai malam, ya sampai malam selesainya," kata Eko.
Tim ini juga memantau isu yang berkembang dari media konvensional dan media sosial dan menampung laporan-laporan dari tim yang bekerja di lapangan.
Meski kinerja mereka terbilang kerja volunteer, mereka juga tetap mendapatkan uang pengganti atau uang transport. Biaya transport yang diberikan oleh Koordinator juga beragam.
"Tergantung seberapa berat tugasnya," kata Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Nasbi. Namun, Hasan enggan mengungkapkan nominal yang diberikan kepada timnya.
Lebih lanjut, suasana di War Room dan Data Center Jakarta Baru ini cukup sibuk dalam waktu tertentu. Tim operator yang semuanya menggunakan kemeja Kotak-Kotak ini pun terus dipandu oleh Hasan yang juga sebagai Koordinator di ruangan yang cukup luas itu.
"Kita berjuang terus sampai jam delapan ya," kata Hasan memberi semangat timnya.
Mereka pun sempat disambangi oleh Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purmana atau akrab disapa Ahok sekitar pukul 13.30 WIB.
Ahok pun segera berkeliling untuk memantau bagaimana semangat tim operator yang terus memantau perkembangan hasil laporan dari tim lapangan. Ahok juga tak lupa memberikan kalimat penyemangat sehingga membuat tim operator juga semakin giat bekerja.
Meski kerja tim ini cukup melelahkan mata, namun perjuangan yang diberikan setimpal dengan hasil yang diperoleh tim, baik di lapangan maupun di War Room.
Terbukti, hingga saat ini pasangan Jokowi-Ahok dalam perhitungan cepat tim operator sebesar 54.06 persen. Untuk Foke-Nara sebesar 45.94 persen. Hasil laporan dari tim lapangan masih 96 persen dari 500 TPS pilihan.
"Baik, saatnya closing. Terima kasih kepada tim yang telah bekerja maksimal," ucap Hasan disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari tim operator.
 Sumber Berita : http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/21/lelahnya-pasukan-senyap-jokowi-ahok-saat-bekerja


Jadi Gubernur DKI Jokowi Berencana Tak Ambil Gaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan mengulangi kebiasaannya yakni tak akan mengambil gaji serta tunjangan jika nanti resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Wali Kota Surakarta (Solo) yang sebentar lagi akan berkantor di bilangan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat ini rela menghibahkan upah sebagai Gubernur DKI untuk kegiatan sosial.
"Selama masih ada yang miskin, membutuhkan ya biar dipakai yang membutuhkan," kata cagub yang diusung oleh PDI-P dan Gerindra itu, saat ditemui di di posko pemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok), di Jalan Borobudur no 22, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012) malam.
Saat kembali dipastikan, Jokowi kembali menegaskan demikian. Kendati begitu, ia tak mau disalahartikan perihal kebiasaan kegiatan sosial itu oleh masyarakat terutama warga Jakarta.
"Jangan dikait-kaitkan ke hal-hal yang pribadi. Ya itu tadi jawabannya itu," kata dia.
Sebelumnya, Jokowi sempat mengakui jika dirinya selama menjabat sebagai Wali Kota Solo tidak pernah sekali pun mengambil gaji serta tunjangan yang menjadi haknya. Hal itu terungkap dari Domu D Ambarita, salah satu tim penulis buku Jokowi, Spirit Bantaran Kali.
Gaji seorang Wali Kota Solo sendiri diketahui sebesar Rp 7.250.500 serta tunjangan yang bernilai lebih dari Rp 22 juta. Berdasarkan wawancara yang dilakukan Domu, Jokowi tidak mengambil gajinya, tetapi Dia mengonversi gaji tersebut dengan uang pecahan 10.000 hingga 50.000. Uang tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang benar-benar miskin.
Dari mana Jokowi menafkahi istrinya?
Jokowi pernah mengungkapkan jika ia dan istrinya memiliki pendapatan dari usaha lain, seperti memiliki bisnis mebel rumah dan taman serta tekstil sebelum menjadi Wali Kota Solo.
Berbekal itulah Jokowi merasa masih cukup terpenuhi kebutuhannya. Ditambah lagi, usaha tersebut masih dilakoninya setelah terpilih menjadi orang nomor wahid di Solo.
Sumber Berita :  http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/21/jadi-gubernur-dki-jokowi-berencana-tak-ambil-gaji

Semut Menang Melawan Gajah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, optimistis kadernya, Joko Widodo, mampu merebut kursi Gubernur DKI Jakarta dari calon inkumben Fauzi Bowo.

"Insya Allah, Jokowi bisa jadi Gubernur Jakarta," kata Megawati di kediamannya, Jalan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012.

Megawati tidak khawatir meski calon inkumben didukung partai-partai besar, seperti Partai Demokrat, PKS, dan Golkar. Menurut dia, kalau gajah dan semut diadu, pemenangnya adalah semut. "Dalam ceritanya kan seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat berseloroh bahwa di putaran kedua ini, ia bersama pasangannya, Basuki Tjahaja, ibarat semut, sedangkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ibarat gajah. Sebab, lawannya itu mendapat dukungan penuh dari partai-partai besar.
Sumber Berita : Tempo. Co.

Jokowi Ahok Menang Telak

TEMPO.CO, Jakarta-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, berhasil memperoleh suara terbanyak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 90 RT 009 RW 017 Jalan Teluk Semangka Kavling AL Blok C3 No.1, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. TPS 90 ini merupakan tempat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menggunakan hak pilihnya.

"Hasilnya, 90 suara untuk nomor 1 (Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli), 225 suara untuk nomor 3 (Joko-Basuki), dan 4 suara absen," kata Ketua TPS 90, Asep, kepada Tempo di lokasi pemungutan suara, Kamis, 20 September 2012. Hasil ini diperoleh dari 319 suara yang masuk. Sementara Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 549 suara.

Menurut Asep, hasil ini di luar dugaan. Soalnya, warga di Jalan Teluk Semangka lebih sering melihat atribut kampanye calon pasangan Fauzi-Nachrowi yang diusung Demokrat. Apalagi ada petinggi Demokrat seperti Anas yang berkediaman di lingkungan itu. "Kampanye yang dominan di sini memang Foke," kata Asep.

Anas didampingi istrinya, Atthiyah Laila, dan beberapa kerabat dekatnya, berkesempatan menggunakan hak pilihnya di TPS 90, Kamis pagi, pukul 10.00. Setelah mencoblos, ia berada di TPS selama kurang lebih satu jam sebelum kembali ke kediamannya.

Pada pemilihan ini, Demokrat mengusung calon pasangan gubernur dan wakil gubernur Fauzi-Nachrowi. Fauzi adalah calon inkumben dan tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Demokrat. Sedangkan Nachrowi adalah Ketua DPP Demokrat Jakarta. Keduanya berkompetisi dengan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

PRIHANDOKO
Sumber Berita : http://pilkada.tempo.co/konten-berita/pilkada_dki_serba_serbi/2012/09/20/430815/Jokowi-Ahok-Menang-Telak-di-TPS-Anas-Urbaningrum

Pimpin Jakarta Jokowi Akan Libatkan Fauzi Bowo

TEMPO.CO, Jakarta - Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, pasangan yang unggul dalam hasil penghitungan cepat Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta berencana membentuk tim penasihat untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tim itu rencananya berisi para mantan Gubernur DKI Jakarta, termasuk Fauzi Bowo –calon gubernur yang mereka kalahkan.

Ahok beralasan ada banyak Gubernur DKI Jakarta yang memiliki impian besar untuk Jakarta dan belum terlaksana. "Kami ingin mereka mengawasi agar harapan mereka untuk Jakarta terlaksana," kata Ahok saat berkunjung ke kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra, Kamis, 20 September 2012.

Tak hanya mengajak Fauzi Bowo terlibat mengawasi Jakarta, Jokowi-Ahok bahkan berencana menemui Fauzi Bowo untuk berdiskusi. Ahok menyebut Fauzi sebagai figur yang banyak berjasa bagi Jakarta. "Sudah berpengalaman sejak dulu, dari mulai menjadi Sekda (Sekretaris Daerah), Wakil Gubernur, lalu Gubernur. Banyak perencanaan besar yang luar biasa," kata dia.

Saat disinggung mengenai program Mass Rapid Transit (MRT), Ahok  menegaskan,"Semua kota besar modern di dunia punya MRT," katanya. Menurut dia, semua Gubernur Jakarta tentu ingin Jakarta menjadi kota yang modern.

Pada 100 hari pertama, Jokowi-Ahok akan mempercepat pelaksanaan program kesehatan, pendidikan, dan perizinan.

Saat ini, pasangan yang selalu tampil dengan baju kotak-kotak itu unggul dalam hasil perhitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survey. Selain itu, hasil real count yang dilakukan pendukung Jokowi-Ahok bekerja sama dengan Cyrus Network pun menunjukkan mereka unggul di kisaran 54 persen.

ANGGRITA DESYANI
 Sumber Berita : http://pilkada.tempo.co/konten-berita/pilkada_dki_serba_serbi/2012/09/20/430874/Pimpin-Jakarta-Jokowi-Akan-Libatkan-Fauzi-Bowo

Kalah Senyum Foke Kembali Menghilang

TEMPO.CO, Jakarta-Tak terdengar lagi canda tawa seperti yang sempat dipamerkannya ketika bersama para cucu dan sanak kerabat. Jangankan tertawa, senyum pun tak lagi terkembang dari bibirnya.
Raut wajah lelah dan sorot mata yang tak lagi berbinar mengiringi langkah Fauzi Bowo kembali ke Pos Komando Pemenangan di Jalan Diponegoro Nomor 61A, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 20 September 2012, siang tadi. Dia kembali setelah hasil hitung cepat pemilihan Gubernur Jakarta yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi memastikan kemenangan terlepas dari tangannya.
Hitung cepat yang dipesan sendiri oleh kubunya juga menunjukkan hasil yang sama. Berdasarkan hasil hitung cepat itu, pria 64 tahun yang pernah mengaku tak mudah, »senyum sana senyum sini” itu bakal tergusur dari kursi gubernur. Dia mesti menyerahkannya kepada Joko Widodo dengan selisih suara sekitar tujuh persen.
Bukan cuma senyum dan tawa, entah kemana pula ratusan relawan pendukung yang pada Rabu malam ada di Posko itu dan menggelar istighasah pemenangan bersama-sama. Kekecewaan sekaligus kepasrahan tampak jelas di wajah Fauzi, pria yang hampir 40 tahun menjadi birokrat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.
Toh dia berusaha tetap tegar. Kepalanya ditegakkan dan ucapan selamat serta apresiasi disampaikannya secara terbuka, meski itu berbekal catatan di secarik kertas. Saat itu Fauzi ditemani pasangannya sebagai calon gubernur Nachrowi Ramli, Ketua Tim Sukses Makmun Amin, dan besannya Arif Rachman.
»Dari berbagai quick count yang sudah diumumkan, pasangan kami adalah yang tertinggal,” kata Fauzi. »Saat quick count mendekati 80 persen saya ucapkan selamat kepada pasangan nomor 3 yang leading sebagai pemenang.”
Seusai menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai Gubernur Jakarta hingga Oktober nanti, dia melangkah pergi kembali. Apa yang salah sehingga ia harus mengakui keunggulan Jokowi seperti di putaran pertama Juli lalu? »Kami akan tunggu hasil final, saat itu tim akan berikan kepada Anda,” katanya singkat.
Kahfi Siregar, Kepala Media Center Fauzi-Nachrowi, ikut dirundung murung. »Maaf, saya tidak bisa kasih pernyataan malam ini,” kata dia secara terpisah.
Kahfi juga mengungkapkan permintaan maafnya pada sejumlah media televisi yang semula dijanjikan mendapat wawancara eksklusif dengan sang incumbent. »Maaf, wawancara media hanya sampai di sini saja,” katanya.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/kalah-senyum-foke-kembali-menghilang-000248459.html

Foke Hormati Hasil Quick Count

TEMPO.CO, Jakarta -Inkumben Fauzi Bowo dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta mengapresiasi hasil perhitungan cepat atau quick count yang memenangkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.
"Kami pendukung setia Demokrasi, kami mennjunjung tinggi," kata Fauzi Bowo dalam konferensi pers di depan tim suksesnya. "Quick count metode ilmiah, patut kita hormati."
Fauzi Bowo mengaku sudah mengucapkan selamat kepada Joko Widodo. Ia menyebut hasil quick count menempatkan dirinya sebagai pasangan tertinggal (dalam hasil pemungutan suara).
Ucapan selamat itu dimaksudkan agar Joko Widodo amanah dari warga Jakarta. Sehingga ia berharap amanah itu dipertanggungjawabkan dengan baik oleh pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. "Kemenangan pemilihan 20 September ini milik Jakarta," kata Fauzi Bowo.
Hasil perhitungan cepat pemilihan gubernur DKI Jakarta menempatkan Joko Widodo-Ahok sebagai pemenang. Ia meraih 54,11 persen suara. Adapun Fauzi-Nacrowi hanya meraih 45.89 persen.
AMANDRA | WANTO
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/foke-hormati-hasil-quick-count-101651135.html

Rabu, 19 September 2012

Pengadilan Abad 16 Ungkapkan Kekuata Sihir Pendeta

Oleh Owen Jarus, Kontributor LiveScience | LiveScience.com

Pada 30 Januari 1540, di Mexico City, pada saat Spanyol membentuk kerajaan di New World, sebuah pengadilan luar biasa berlangsung.

Seorang pendeta Katolik bernama Pedro Ruiz Calderon menghadapi tuntutan karena mempraktikkan ilmu hitam. Pendeta tersebut mengaku memiliki sebuah kekuatan ajaib, menurut sebuah catatan yang sedang dicoba untuk dipublikasikan oleh peneliti.

Pendeta tersebut mengaku bisa berpindah benua dalam sekejap, membuat dirinya tidak terlihat, membuat wanita jatuh cinta kepadanya, memperkirakan masa depan, mengubah besi menjadi emas, memanggil dan mengusir setan, dan yang lebih penting menemukan harta karun yang terpendam.

“Pendeta itu melambangkan hampir semua  jenis sihir, mulai dari memanggil setan, sampai mengusir setan dan membuat dirinya menjadi tidak terlihat,” ujar John Chuchiak IV, seorang profesor di Missouri State University yang menerjemahkan dan memublikasikan dokumen catatan pengadilan dalam bukunya yang berjudul “The Inquisition in New Spain 1536-1820” (John Hopkins University Press, 2012).

“Dia juga bisa menghipnotis orang, itu adalah salah satu yang paling awal, menurut saya, pengertian dari hipnotis, memesona orang.”

Pada awal pengadilan, Calderon dikecam oleh Miguel Lopez de Legazpi, seorang Secretary of the Holy Office yang kemudian menjadi conquistador (penakluk) di Filipina. Dalam terjemahannya, catatan pengadilan itu mengatakan ”banyak orang membuatnya dikenal sebelum [Legazpi] mengatakan Calderon memiliki ilmu hitam dan dia belajar dari orang lain.”

Catatan berlanjut ke klaim bahwa Calderon dia bisa membuat dirinya tidak terlihat dan pergi menempuh jarak jauh dalam waktu singkat. “Ini sangat menakjubkan dan ceritanya terus berlanjut,” ujar Chuchiak.

Sang penuntut, Fray Juan de Zumarraga, uskup besar Francisca dari Meksiko dan penyelidik kepausan dari New Spain, dikenal karena hukumannya yang ekstrem. “Ada seseorang yang dipotong lidahnya karena melakukan penghujatan ringan,” ujar Chuchiak.

Pada akhirnya, dengan alasan yang tidak diketahui, uskup tersebut hanya memberi Calderon hukuman ringan — diasingkan ke Spanyol dan dilarang memimpin ibadah Katolik selama dua tahun. Zumarraga sepertinya ingin menyingkirkan Calderon tanpa harus menghukum mati seorang pendeta di depan umum. Apa yang terjadi pada Calderon setelah diasingkan tidak diketahui.

Perjalanan ke neraka
Menurut catatan pengadilan, Calderon mengaku bahwa dia pergi ke neraka untuk mendapat sebagian kemampuannya. Pada satu waktu, catatan tersebut mengatakan bahwa Calderon ada di Naples, bekerja untuk seorang raja muda.

“Calderon dan tiga orang pergi untuk menjelajahi gua.  Menurut Caldero neraka terletak 3000 league (sekitar 144 km)  di bawah permukaan tanah,” ujar Chuchiak, merangkum catatan bahasa Spanyol. Sepertinya orang-orang tersebut terjebak di bawah tanah, dengan sebagian besar dalam keadaan meninggal.

“Dia turun sampai ke dasar neraka, ujarnya dan di sana dia mempelajari ilmu hitam dan kimia.”

Calderon tidak kembali dengan tangan kosong. “Dia membawa buku-buku dari neraka, dia berkata pada salah satunya terdapat tanda tangan dari Pangeran Kegelapan.”

Ketika Calderon ditangkap, perpustakaannya disita. Tidak ada satu pun yang terdapat tanda-tanda setan; tetapi ada beberapa buku menarik ditemukan, termasuk buku karya Albertus Magnus berjudul “Secrets,” petunjuk mengusir setan, dan buku dari Dr. Arnaldo de Villanueva berjudul “Treasure of Treasures,” yang berisi cara menemukan harta terpendam.

Perpustakaan itu juga menyimpan “arsip surat yang ditulis dalam bahasa misterius, yang menurut Calderon bisa dibacanya,” ujar Chuchiak. “Tidak ada orang lain yang bisa membacanya.”

Mengapa dia melakukannya?

Alasan mengapa seorang pendeta seperti Calderon melenceng keluar jalur mungkin karena dua hal — ingin menyombongkan diri dan keuntungan finansial.

Chuchiak menemukan bahwa Calderon suka menyombong.  Setelah pengadilan selesai, dia terkena radang paru-paru dan harus kembali dirawat di klinik dan saat berada di sana ”dia menyombongkan kemampuannya untuk menjadi tidak terlihat dan membuat hampir semua wanita jatuh cinta kepadanya, “  ujar Chuchiak sambil sekali lagi merangkum catatan bahasa Spanyolnya.

Dalam contoh lain “Calderon bercerita tentang semua wanita yang ia tiduri. Dia berbicara tentang bagaimana dia mampu mempunyai wanita simpanan dan dapat masuk dan keluar dari kamar tidur mereka dengan leluasa.”

Ada juga bukti bahwa Calderon mendapat keuntungan dari kemampuannya tersebut. Catatan menunjukkan dengan atau tanpa kekuatannya, Calderon sering menemukan harta terpendam.

Menurut catatan pengadilan yang sudah diterjemahkan, Gil Gonzalez de Benavides, seorang conquistador, mengaku bahwa “dia menyaksikan Calderon menemukan keberadaan beberapa keranjang berisi ornamen emas yang disembunyikan warga setempat dari orang Spanyol.”

“Sepertinya dia beruntung menemukan harta itu, yang membuatnya semakin terkenal,” ujar Chuchiak. “Orang datang padanya untuk mencari barang hilang, orang hilang, harta yang hilang.”

Kekuatan super Calderon tentu saja palsu, ujar Chuchiak. Jika memang dia bisa tidak terlihat dan berpindah benua, Calderon tentu bisa dengan mudah menghindari persidangannya.

“Penyidik selalu menantang mereka untuk mempraktikkan ilmunya. Tetapi mereka tidak pernah melakukannya, mereka tidak bisa melakukannya,” ujar Chuchiak. Pada akhirnya, Calderon hanyalah seseorang pria yang mengaku memiliki kemampuan dan akhirnya disidangkan.”

"Tentu saja Calderon hanya membual,” ujar Chuchiak menyimpulkan.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/catatan-pengadilan-abad-16-ungkapkan-kekuatan-sihir-pendeta.html

Wakil Kabupaten Tegal Terbaik II

PERWAKILAN kafilah Seleksi Tilawah Qur’an (STQ) ke-22 asal Kabupaten Tegal, Ibnu Hulaimi, yang diberangkatkan ke tingkat Propinsi Jawa Tengah, meraih juara terbaik II Tahfidz cabang 20 juz dan Tilawah putra. Sementara kafilah Tahfidz cabang 30 juz dan Tilawah putra, Mughni Kirom, meraih terbaik III.
Keduanya ikut STQ bersama 12 kafilah lainnya yang mengikuti cabang Tilawah anak putra/putri, cabang Tilawah dewasa putra/putri, cabang 1 juz dan Tilawah putra/putri, cabang 5 juz dan Tilawah putra/putri, cabang 10 juz dan Tilawah putra/putri, cabang 20 juz dan Tilawah putra/putri, dan cabang 30 juz dan Tilawah putra/putri, yang diadakan di pendopo Kabupaten Karanganyar Solo, sejak Selasa (11/9) sampai Jumat (14/9).
Kedua kafilah yang telah meraih prestasi terbaik tersebut menerima tropi dan uang pembinaan. Adapun penyerahannya, digelar di pendopo Pemkab Tegal, Selasa (18/9) bersamaan dengan pengajian rutin Setda. Keduanya mendapatkan uang pembinaan dari propinsi masing-masing untuk terbaik II Rp 1,5 juta, dan terbaik III menerima Rp 1 juta, ditambah dengan uang saku yang diberikan dari Pemkab Tegal. Tropi dan uang pembinaan tersebut diberikan oleh Sekda Kabupaten Tegal, Drs Haron Bagas Prakosa MHum, yang didampingi Kepala Bagian Kesra Setda, Drs Berlian Adji MM, dan staf ahli Bupati, Prasetiyawan.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal, Drs Berlian Adji MM, menuturkan, keberhasilan kafilah dalam kegiatan STQ tingkat propinsi tersebut merupakan hasil maksimal. Karenanya Pemkab mengucapkan terima kasih atas keberhasilan yang diperolehnya. Dia berharap, pada kegiatan yang sama pada tahun-tahun berikutnya dapat diraih prestasi yang lebih baik lagi.
“Para kafilah STQ perwakilan dari Kabupaten Tegal sudah berupaya secara maksimal, walaupun belum dapat meraih terbaik I. Namun demikian, kedepan kami tetap berharap bisa lebih baik,” ungkapnya.
Dia juga mengucapakan terima kasih kepada para pelatih dan pendamping yang telah memberikan pembinaan secara maksimal kepada para kafilah asal Kabupaten Tegal.
Dia menambahkan, setelah memberangkatkan 14 kafilah STQ, Pemkab juga akan memberangkatkan 12 kafilah pada kegiatan MTQ Pelajar ke-28 tingkat Propinsi Jawa Tengah, yang rencananya akan diberangkatkan, Jumat (21/9) dari Pemkab Tegal menuju ke Semarang.
“Mudah-mudahan saja dalam MTQ pelajar ini Kabupaten Tegal bisa meraih peringkat terbaik I, baik itu cabang Tilawah maupun Tartil,” tuturnya. (fat)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Wakil-Kabupaten-Tegal-Terbaik-II.html

Surat Dari Solo

Sepucuk surat dari seorang teman saya dari Solo untuk Pak Jokowi :

Pak Jokowi, saya tinggal di Solo, dan saya bangga punya pemimpin seperti pak Jokowi.

Pak Jokowi, bapak sungguh bisa mengayomi rakyat kecil, saya tidak pernah melihat pemimpin lain yang bisa lakukan itu sebaik bapak.

Pak Jokowi, sifat bapak yang ramah, santun benar-benar sudah membuat damai Kota Solo, warga Solo bangga bisa punya pemimpin seperti bapak.

Pak Jokowi, yang paling saya sukai dari sifat bapak adalah kejujuran. Bapak tidak pernah makan uang rakyat sendiri, bahkan gaji bapak pun rela tidak bapak ambil. Kami warga Solo jadi tak enak hati pada bapak. Sungguhpun tidak ada pemimpin seperti bapak yang mau tulus bekerja untuk rakyat.

Pak Jokowi, bapak telah berhasil memajukan Kota Solo. Terima kasih atas inovasi-inovasi, terobosan-terobosan yang bapak lakukan demi Kota Solo.

Pak Jokowi, kami juga bangga Kota Solo telah Bapak kenalkan ke dunia internasional. Menjadi kota budaya yang disegani di dunia internasional, itu semua berkat kerja keras bapak telah mengenalkan Kota Solo ke dunia luar.

Pak Jokowi, terima kasih sudah berhasil memindahkan 989 PKL di Banjarsari tanpa kekerasan. Saya warga Solo senang melihat bapak yang begitu mengayomi para PKL. Tidak hanya di Banjarsari, seluruh PKL berhasil dipindahkan Bapak tanpa menggunakan kekerasan. Pemimpin yang sungguh bisa megayomi rakyatnya.

Pak Jokowi, terima kasih sudah membangun 18 Pasar Tradisional di Solo menjadi bagus kembali. Benar-benar tidak ada pemimpin sehebat bapak. Ternyata bapak lebih suka membangun Pasar Tradisional ketimbang membangun mal, salut buat bapak.

Pak Jokowi, terima kasih bapak telah memberi inovasi transportasi terbaru berupa Railbus dan Bus Tingkat pertama di Indonesia. Untuk bus tingkat memang dulu sudah ada tetapi entah kenapa dihilangkan dan baru dimunculkan lagi atas inisiatif Jokowi. Semoga Kota Jakarta juga memilikinya sehingga menjadi kota kedua setelah Solo.

Pak Jokowi, kini engkau akan ditugaskan di tempat yang lebih besar, lebih menantang. Semoga engkau dapat melaksanakan tugasmu seperti di Solo, selalu mengayomi rakyat kecil.

Selamat berjuang pak Jokowi
Kami Rakyat Solo mendukungmu
Pak Jokowi pasti menang
Kami Warga Solo selalu mendoakan bapak

Sumber : http://kompasiana.com/post/politik/2012/08/30/terima-kasih-banyak-pak-jokowi-dari-kami-warga-solo/

Sukses selalu pak Jokowi

SBY Perintahkan Kader Demokrat Kawal Suara Foke Nara

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan seluruh pengurus partai turun langsung ke lapangan dalam rangka memenangkan pasangan incumbent Foke-Nara di putaran kedua Pilkada DKI nanti. Hal ini memang harus dilakukan oleh seluruh kader sebab, Jakarta merupakan cerminan dari Indonesia.

"Itu memang harus demikian, tidak untuk menyangkut kepentingan Jakarta saja tetapi seluruhnya, kan Jakarta transformasi Indonesia,"ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman di Senggigi, Lombok, NTB, Rabu (19/9).

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini pun mengatakan jika hal ini tidak hanya dilakukan oleh Demokrat saja tetapi semua partai. Dia pun mencontohkan PDIP juga melakukan hal yang sama.

"Saya rasa semua partai begitu ya, bahkan ketua umum PDIP juga menganjurkan begitu ke kadernya, ini pak Sidarto yang ikut acara AIPA sudah pulang hari ini," jelas dia.

Sementara itu, Wakil ketua Dewan Pembina Marzuki Ali mengatakan sudah kewajiban bagi seluruh kader untuk terjun langsung ke bawah memenangkan Foke-Nara.

"Itu sudah kewajiban," kata Marzuki.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/sby-perintahkan-kader-demokrat-kawal-suara-foke-nara.html

Amien Rais- : Foke Lanjutkan Kepemimpinan Ali Sadikin

VIVAnews - Amien Rasi ikut memberikan orasi politik dalam apel akbar Ikatan Atletik Djakarta (IKADA) di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 19 September 2012. Dalam orasinya, Amien menyampaikan mengenai permasalah kebangsaan dan memberikan dukungan kepada calon incumbent gubernur DKI Fauzi Bowo jelang Pilkada DKI putaran dua.

Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami kelunturan nasionalisme dan rendah diri yang kompleks. Karena itu, rapat akbar Ikada ini adalah satu upaya untuk memperkokoh kedaulatan Indonesia.

Selain mengenai masalah kebangsaan, Amien Rais juga menyinggung masalah Pilkada DKI Jakarta. Dalam kesempatan akhir pidatonya, Amien Rais menyampaikan bahwa Fauzi Bowo sudah melanjutkan tradisi besar gubernur terdahulunya, Ali Sadikin dan Sutiyoso. "Saya kira mas Fauzi pantas melanjutkan tradisi Ali Sadikin," katanya.
Tradisi yang diteruskan Foke menurut Amien Rais adalah menjaga pluralisme. Menjaga Jakarta lebih aman dan hijau. Selama lima tahun memimpin Jakarta, Foke telah berhasil memberikan kemajuan bagi ibukota. Seperti, membebaskan Jakarta dari banjir melalui pembangunan Kanal Banjir Timur. "Menjaga pluralisme, menjaga Jakarta yang lebih aman, lebih hijau," katanya.
Pada upacara yang dihadiri ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di DKI itu, Amien mengimbau warga Jakarta menyukseskan pelaksanaan pemungutan suara. Ia juga meminta warga untuk bijaksana menentukan pilihannya kepada pemimpin yang bisa membawa Jakarta menjadi lebih maju.

"Saya doakan Pilkada besok aman dan kita lanjutkan tradisi Ali Sadikin,"  kata Amien Rais. (adi)
 http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/352599-amien-rais--foke-lanjutkan-kepemimpinan-ali-sadikin

24 Jam Menuju DKI 1

Sebelumnya tidak ada yang menduga dan menyangka kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jokowi-Ahok pada putaran pertama Pilgub DKI 2012 cukup fenomenal. Pasangan ini meraih 42% suara, jauh meninggalkan 5 pasangan calon lain. Bahkan pasangan calon Incumbent Foke-Nara yang menduduki urutan ke 2 dalam perolehan suara terpaut 10%, dengan perolehan suara sebanyak 32%. Akhirnya putaran ke dua harus dijalankan karena belum ada yang mencapai kemenangan mutlak dengan perolehan suara minimal 51%.
Bagaimana dengan putaran ke dua?
Tidak lebih dari 24 jam lagi, diiringi turunya hujan perdana membasahai kota ini setelah musim kemarau yang sedikit agak panjang, warga DKI akan menentukan pilihan gubernurnya untuk memimpin DKI periode 2012-2017. Siapakah yang akan dipilih oleh warga DKI? Apakah yang lama akan mendapatkan kesempatan dua kali? Atau yang baru akan mendapatkan kesempatan perdana?
Bila kita flash back perjalanan kedua pasangan calon sejak putaran pertama hingga menjelang putaran ke dua besok, ke dua pasangan calon yang lolos ke putaran ke dua ini telah melakukan segala macam upaya untuk meraih kursi no 1 dan paling panas di Ibu kota ini. Mulai dari cara-cara yang konvensional hingga dengan cara-cara yang sangat kreatif dan inovatif. Mulai dari cara yang ideal hingga mungkin juga dengan cara yang curang bahkan melanggar hukum. Mulai dari cara-cara yang memang menarik simpati hingga dengan cara-cara yang sarat dengan intimidasi.
Lalu kira-kira siapa yang akan mencapai puncak piramid Kota ini? Atau mungkin pertanyaan yang lebih terurai adalah siapa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh DKI?. Pemimpin yang bagaimana yang sanggup membenahi kota yang semrawut ini?. Gubernur seperti apa yang mampu meredam ‘kekejaman’ Ibukota ini yang katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Jakarta 25 tahun terakhir
Penulis bukanlah tim sukses, apalagi bagian dari salah satu calon tertentu. Penulis hanya seorang warga DKI yang sudah 25 tahun berdomisili dan berjibaku di Ibukota yang berantakan ini. Sejauh pengamatan penulis, sejak tahun 87 hingga sekarang kota ini berkembang sangat pesat tanpa kendali. Pembangunan seakan-akan saling berkejar-kejaran.
Kota ini bagai hutan beton, pori-pori tanahnya ditutup dengan pengerasan material kasar secara sporadis, hingga tidak ada lagi permukaan tanah yang dapat menyerap air, inilah penyebab utama banjir. Nyaris seluruh permukaan Kota ini tidak bisa lagi dirambati oleh akar tanaman. Sehingga air tidak lagi melintasi siklusnya.
Ruang terbuka hijau atau taman kota habis dijadikan bangunan pusat perbelanjaan. Tidak ada lagi taman-taman tempat yang nyaman untuk anak-anak bermain, tidak ada lagi udara segar yang dapat kita hirup saat bangun pagi. Pusat-pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, dan perumahan yg tidak memenuhi standart amdal, semuanya bertumbuh seperti jamur. Belum lagi permukiman liar yang tumbuh menjadi pemukiman kumuh.
Kota Jakarta ini tidak lagi manusiawi. Tidak ada lagi pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, tidak ada kemudahan akses fasilitas umum untuk penyandang cacat. Tidak ada lagi ruang yang nyaman untuk sekedar bercengkrama di ruang terbuka. Tidak ada lagi masyarakat yg peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kesemrawutan atau kesalahan pengelolaan membuat kota ini menjadi tidak teratur. Kemacetan tak terurai akibat pesatnya perkembangan kepemilikan kendaraan, jauh lebih cepat akselerasinya dibandingkan perkembangan fisik ruas jalan. Hingga volume kendaraan tidak dapat lagi ditanggung oleh volume jalan yang memang sangat terbatas.
Nampaknya semua gubernur yang pernah memimpin Kota ini hanya berorientasi kepada pengembangan secara fisik semata. Tidak ada pemimpin yang menata kota ini secara software, hingga membuat sistem yang sesungguhnya sebagai regulasi pengendalian pembangunan kota ini. Yang dikembangkan hanya fisiknya saja yang semakin berlapis-lapis bahkan menjulang tinggi menuju kaki langit.
Perilaku masyarakatnya pun berubah semakin oportunis, hubungan tatanan sosialnya berangsur surut atau mengalami proses degradasi. Dekadensi moralpun terasa seiring dengan semakin tingginya tingkat stressing kota ini. Polusi udara yang menebal, panas yang menyengat, air bersih yang sulit didapat, pengangguran yang semakin tinggi, urabanisasi yang juga tidak terkendali, hingga membuat kota gila ini semakin men’gila’politan (pelsetan megapolitan).
Mr. J or Mr. F?
Lalu siapakah yang lebih pantas mengelola Kota ini? Apakah masih kita serahkan kepada yang pengalaman mengelola kota Jakarta ini namun misorientasi? Atau kepada yang sesunggunya juga sudah pengalaman di kota lain dan berhasil mengelola kota tersebut menjadi kota idaman para turis lokal dan mancanegara?
Apakah persoalan kota ini dapat diatasi dengan emosional dan temperamen? Atau sesungguhnya kota keras ini harus dihadapi dengan kelembutan? Ya tentunya dengan kebijakan yang tegas. Sebab kota ini nampaknya harus dipimpin oleh seorang yang cerdas dan dapat menata kota ini dengan konsep yang manusiawi dan dengan cara yang humanis.
Jika kita lihat dari parameter perilaku saja, nampaknya kedua pasangan calon ini sangat bertolak belakang. Yang satu ramah dan santun yang satu malah suka marah-marah dan tendensius. Heheheh
Jika kita lihat dari prestasi memimpin? mmmm…Memang Solo adalah kota yang tidak besar dan cenderung homogen, penduduknya pun tidak lebih dari 1 juta. Mungkin tidak sulit bagi seorang Jokowi untuk membuat kota Solo menjadi kota yang arif dan lohjinawi. Bagaimana dengan Jakarta yang heterogen dan berpenduduk 9 Jt jiwa dengan segalam macam persoalan?
Lalu bagaimana dengan prestasi Foke selama memimpin Jakarta? Gubernur yang sudah memimpin DKI selama satu periode dan sebelumnya menjadi wakil Sutioso ternyata tidak berhasil membenahi dan menata kota ini menjadi baik. Padahal menurut pengakuan beliau katanya ahli di bidang ini (baca:penataan tata kota). Lagi-lagi karena berorientasi pada pembangunan fisik. Karena setiap proyek pembangunan fisik, seorang gubernur akan mendapatkan ‘fee’ atas peresetujuanya memberikan ijin pembangunan fisik di kota ini. Wow, apakah karena uang milayaran yang di depan mata mengucur begitu saja hingga Foke sulit merelakan lepasnya Jabatan DKI-1 tersebut? Hingga harus ngotot ingin mengalahkan Jokowi di putaran ke dua besok?
Jurus pamungkas apa yang akan dilakukan oleh Foke untuk mengungguli perolehan suara Jokowi yang unggul 10% dengan perolehan suara yang dia capai? Sanggupkah Foke melawan Jokowi yang diback-up oleh relawan-relawan yang loyal mencitrakan Jokowi. Maaf mungkin bukan mencitrakan tetapi melanjutkan profile yang sesungguhnya sudah tercitrakan baik.
Percayakah anda kalau Jokowi tidak pernah korupsi? bahkan tidak menerima gajinya sebagai upah lelahnya memimpin kota Solo?. Jika itu benar, mungkin baru Jokowi satu-satunya tokoh pemimpin di negeri ini yang sama sekali tidak pernah korup. Penulis sangat yakin akan hal ini, hingga membuat penulis penasaran ingin jalan-jalan ke kota Solo sekedar menghilangkan kepenatan selama bekerja di Kota Jakarta yang memang kejam ini.
Belum pernah penulis mendapatkan broadcast bbm yang mencitrakan Foke itu baik. Sebaliknya segudang postingan, twit, status FB, hingga tulisan yang termuat di dunia maya kebanyakan mencitrakan Jokowi adalah orang baik. Hebatnya lagi rating ‘JOKOWI’ di mbah google mencapai19.700.000. Sedangkan Foke hanya mencapai 12.500.000. Ini bukti bahwa ternyata Jokowi tidak saja menjadi harapan warga Jakarta. tetapi sudah menjadi harapan masyarakat bangsa ini. Bahkan warga Solo tidak boleh lagi possesive dengan Jokowi. Karena Jokowi sudah menjadi ‘milik’ bangsa ini.
Singkatnya, masihkah kita akan memilih orang sudah GAGAL?
Tidakkah kita penasaran akan hasil sukses yang diraih oleh Jokowi di kota SOLO? 
Sumber Berita :  http://politik.kompasiana.com/2012/09/19/24-jam-menuju-dki-1/

Catatan Kecil Mas Pardi Yoko

AKU SISIHKAN UANG SAKUKU UNTUK PAK JOKOWI. Malam ini dari kota Solo akan banjir puja dan doa pada Sang Maha Kuasa, memohon ke hadirat Illahi agar Pilkada DKI besok pagi berjalan aman, lancar dan damai serta memohon semoga Pak Jokowi dan pak Basuki diberi kemenanga serta berkesempatan meminpin DKI.
Salah satu kelompok ( para pemuda, remaja dan pelajar ) mengundang saya untuk hadir pada Malam Doa dan Pentas Kreasi untuk pak Jokowi yang akan dilaksanakan di Pelataran Sriwedari nanti malam jam 19.00wib s/d selesai serta dilanjutkan nonton bareng Tayangan Pemilu Kada DKI pada Kamis , 20 Sept 2012.......undangan itu bagi saya adalah biasa karena saya juga banyak mendapat undangan yang sama dari berbagai kelompok dan di tempat yg berbeda. Tapi ada hal lain yang membuat saya trenyuh dan kemben
g kembeng mata saya serasa mau menangis ketika saya tanyakan dari mana sumber dananya karena saya lihat rencana acaranya banyak dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.............lalu dengan malu malu mereka menceriterakan bahwa merek berusaha mencari sumbangan ke beberapa pihak serta penggalian dari mereka sendiri dengan cara berjualan beberapa barang yang bisa diambil untungnya kemudian mereka menyisihkan sebagian uang saku mereka selama sebulan untuk ditabung dan dipergunakan mendanai kegiatan tersebut. Deeeeeeegh........ tertegun sesaat dan terhenyak mendengar pengakuan mereka. Mereka rela berkeringat, mereka rela berkorban demi orang yang mereka cintai. Pelajar berjualan, pelajar rela menyisihkan uang saku mereka selama sebulan,,,,,,,sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa bagi saya. Bukan hanya itu merekapun rela meluangkan waktu dan tenaga untuk kangelan mempersiapkan acara. Duuuuuh betapa luhur budimu adik adikku, betapa dalamnya kalian mencintai pemimpinmu. Duh pak Jokowi, betapa dalam kau menancapkan pesona cinta dalam diri mereka, betapa dalam kau tanamkan kerelaan berkorban pada diri anak-anak muda ini. Pak Jokowi......... kepemimpinanmu dan cintamu pada rakyatmu telah membangkitkan semangat mereka untuk membalas cintamu dan perhatianmu. Pak Jokowi sungguh SOSOK pemimpin yang mencintai dan dicintai. Pak Jokowi SOSOK pemimpin yang mengabdi dan melayani. Pak Jokowi......jangan pernah lupakan kebersamaan ini. Pak Jokowi......sungguh kami sangat mencintaimu. Tuhanku dan Allahku, dengarlah puja kami, dengarlah doa kami dan berkahilah pak JOKOWI dan pak BASUKI. Amanlah negeriku, damailah Jakartaku dan jadilah JB pemimpin baru. Semoga Tuhan mengabulkan.
 Sumber Berita : http://www.facebook.com/groups/420510097966592/

Jokowi Tidak Ada Skenario Kalah

Besok warga DKI Jakarta akan memberikan kejutan setelah pemungutan suara berakhir.

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada skenario kalah Pilkada DKI putaran kedua dalam kamusnya.

"Dari awal sudah saya katakan, saya optimistis. Tidak ada skenario kalah," kata Jokowi, ketika menghadiri acara penerimaan Soegeng Sarjadi Award di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu malam.

Selain optimis, Jokowi juga mengungkapkan besok warga DKI Jakarta akan memberikan kejutan setelah pemungutan suara berakhir.

"Saya tunggu kejutannya besok. Seluruh masyarakat DKI Jakarta yang akan memberikannya," ujar Jokowi.

Terkait persiapan khusus jelang pelaksanaan Pilkada, Jokowi mengatakan hanya membutuhkan asupan dan istirahat yang cukup.

"Persiapan untuk besok hanya makan yang banyak dan istirahat yang cukup," kata Jokowi yang pada malam itu tidak mengenakan baju kotak-kotak.

Jokowi menuturkan kehadirannya di Jakarta kali ini memang khusus untuk mengikuti jalannya proses pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua secara langsung.

Seperti diketahui, Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan digelar besok, Kamis (20/9). Dalam pemilihan tersebut, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan menghadapi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli
Sumber Berita :  http://www.beritasatu.com/megapolitan/72761-jokowi-tidak-ada-skenario-kalah.html

Besok Foke Dilaporkan ke KPK dan Bawaslu

Ada dua dugaan pelanggaran pidana, yakni pidana korupsi dan pidana Pemilu.

Adanya dugaan politik uang APBD yang dilakukan oleh Calon Gubernur Petahana Fauzi Bowo melalui dana hibah dan bantuan sosial, Indonesia Budget Center (IBC) akan melaporkan hal tersebut kepada KPK dan Banwaslu.

“Dengan membawa bukti-bukti dari hasil investigasi dan verifikasi yang kami miliki, akan kami laporkan ini besok Rabu (19/9),” kata Arif Nur Alam, Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), hari ini, di Jakarta.

Arif mengatakan pelaporan ini dilakukan oleh Arif karena dirinya melihat ada dua dugaan pelanggaran pidana apabila penyelewengan dana ini benar terbukti, yakni pidana korupsi dan pidana Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kami berharap KPK untuk dapat segera menindaklanjuti temuan ini, karena adanya indikasi dugaan korupsi pengelolaan APBD yang dilakukan oleh Gubernur pada bantuan hibah dan bansos,” sambung Arif.

Dirinya juga berharap Bawaslu untuk menindaklanjuti temuan ini sebagai dugaan tindak pidana pemilu pada pelaksanaan Pilgub DKI, dimana cagub diduga telah menyalahgunakan posisinya sebagai gubernur terkait dana APBD.

Selain akan melaporkan kepada dua lembaga tersebut, IBC juga mengkritisi kebijakan Kementrian Dalam Negeri yang semestinya dapat mengontrol penyelewengan dana APBD ini melalui moratorium menghentikan hibah dan bansos dalam Pemilukada.

“Ini bisa menjadi warning bagi pemerintah, dan moratorium tersebut seharusnya bisa ditetapkan dalam dua tahun sebelum Pemilukada,” tegasnya.

 Sumber Berita :  http://www.beritasatu.com/megapolitan/72378-besok-foke-dilaporkan-ke-kpk-dan-bawaslu.html

Selasa, 18 September 2012

Upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan hidup, adalah perubahan terhadap sifat hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan. Pemkab melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) berupaya keras meminimalisasi hal itu. Seperti apa ?
LAPORAN : HERMAS PURWADI
POTENSI sumber daya alam lingkungan hidup yang dimiliki Kabupaten Tegal, cukup luar biasa. Hal tersebut masih memantik permasalahan lingkungan hidup yang sangat kompleks baik pencemaran maupun kerusakan lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan hidup terkait dengan dimasukkannya zat atau enegi lain ke dalam kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu yang ditetapkan.
Sesuai dengan Peraturan Bupati Tegal nomor 14 tahun 2008 Badan Lingkungan Hidup (BLH) dibebani tugas untuk mengkoordinasikan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, sekaligus mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan dan pengawasan penegakan hukum lingkungan.
Kepala BLH Kabupatena Tegal, Ir Khoffifah MM, melalui  Kabid PKL, Dra Suciati, mengakui banyak potensi dan masalah yang kini dihadapi terkait upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. "Sedikitnya ada sepuluh potensi yang kita miliki bersinggungan dengan permasalahan. Sebut saja potensi luas lahan yang kita miliki sekitar 87.879 ha yang terbagi atas lahan tanah pertanian atau sawah dan perkarangan, hutan, perkebunan, dan lainnya kini mulai berkurang karena telah beralih fungsi lahan. Disamping itu berkurangnya kesuburan tanah karena kegiatan pertanian yang tidak ramah lingkungan," terangnya.
Potensi yang sama juga terjadi di sektor bahan tambang, sumber air laut, kawasan hutan, kawasan ruang terbuka hijau, keanekaragaman hayati, Daerah Aliran Sungai (DAS), daerah rawan bencana, hingga pencemaran.
"Kami berupaya melakukan kegiatan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan terhadap usaha atau kegiatan yang diperkirakan berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Selebihnya, kami juga melakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui beberapa program kegiatan," tuturnya.
Semisal terkait program pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan dilakukan melalui kegiatan pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan kegiatan orientasi Amdal. Begitu juga pada program perlindungan dan konservasi sumber daya alam serta peningkatan pengendalian polusi.
"Fakta dilapangan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup diakibatkan oleh manusia dan alam. Dimana para pelaku usaha dilapangan belum menerapkan sepenuhnya apa yang diamanatkan dalam dokumen sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan," katanya.
Disini pihaknya mencoba mengeluarkan kebijakan prioritas untuk meminimalisasi hal tersebut lewat langkah regulasi yang berorientasi pada upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup baik dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Dimana regulasi itu diwujudkan dalam bentuk aturan berbagai macam Perbup dan Perda ditingkat kabupaten, peratuan pemerintah, keputusan menteri, hingga peraturan Pemprov untuk regulasi pusat dan provinsi.
Diakuinya, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan. (*) 
Sumber berita : http://www.radartegal.com/index.php/Upaya-Perlindungan-dan-Pengelolaan-Lingkungan-Hidup.html

Yesus Wafat pada 3 April Tahun 33

TEMPO.CO , Berlin - Kapan persisnya tanggal wafatnya Yesus Kristus? Sekelompok ilmuwan yang menelitinya menyebut  kematian Yesus datang pada 3 April tahun 33. Penetapan tanggal ini disesuaikan dengan bunyi salah satu ayat Alkitab yang menyebut terjadi gempa besar di hari kematiannya.

Penelitian yang dimotori International Geology Review menentukan tanggal itu setelah melihat aktivitas gempa di sekitar Laut Mati, yaitu sekitar 13 mil atau 20,9 km dari Jerusalem. Injil Matius, Bab 27, mengatakan bahwa saat Yesus terbaring meregang nyawa di kayu salib, gempa bumi mengguncang daerah itu, mengaduk kuburan dan membuat langit menjadi gelap.

Berdasar fakta itu, peneliti menyelidiki hal-hal yang tekstual, catatan geologi, dan data astronomi untuk mencari tanggal yang paling mungkin untuk kematian Yesus.

Geologis Jefferson Williams dari Supersonic Geophysical, dan rekan-rekannya dari German Research Center for Geosciences, mempelajari sampel tanah dari pantai Ein Gedi Spa, di samping Laut Mati.

Setelah meneliti lapisan lebih dalam dari tanah, dua gempa bumi terdeteksi dengan melihat lapisan-lapisan sedimen yang disebut varves, yang terbangun setiap tahun.

Sebuah gempa bumi besar diketahui telah terjadi pada tahun 31 sebelum Masehi, dan gempa besar berikutnya terjadi antara tahun 26 - 36 setelah Masehi. Para peneliti mengatakan bahwa petunjuk ini, dikombinasikan dengan kalender Yahudi dan petunjuk astronomi, menunjukkan bahwa Jumat 3 April tahun 33 adalah kemungkinan terjadinya gempa besar itu.

Satu petunjuk lain dalam kitab-kitab Injil juga dapat mendukung teori ini - tiga dari empat injil kanonik melaporkan kegelapan dari tengah hari sampai pukul 03.00 pada hari setelah penyaliban.

Williams mengatakan bahwa hal ini bisa saja disebabkan oleh badai debu. Sekarang dia sedang mencari suatu sampel tanah untuk melihat apakah ia dapat menemukan bukti tentang hal ini juga.
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/05/28/121406759/Yesus-Wafat-pada-3-April-Tahun-33

Yesus Pernah Menikah Naskah Kuno Sebut Kata Istri

TEMPO.CO, Washington - Delapan baris teks pada bagian depan dan enam baris di belakang dari manuskrip abad IV menyingkap sebuah cerita. Manuskrip yang ditulis dalam bahasa Koptik ini di dalamnya menyebut Yesus ditulis berbicara tentang "istri saya," menurut profesor Harvard Karen L. King, yang menemukan manuskrip itu.

"Garis paling menarik dari seluruh fragmen itu ... adalah kalimat ''Yesus berkata kepada mereka [para murid-Nya], istri saya ..." King mengatakan dalam sebuah video yang diposting ke saluran Harvard di Youtube. Baris berikutnya dari teks berbunyi, "Dia akan dapat menjadi murid-Ku."

"Ini adalah teks kuno yang masih ada yang secara eksplisit menggambarkan Yesus merujuk kepada istri," tulis King dalam makalahnya, mengenai penemuan tersebut.

Penemuan, jika divalidasi, dapat memiliki implikasi besar bagi keyakinan Kristen. Keyakinan bahwa Yesus tidak menikah adalah salah satu alasan dalam Gereja Katolik tentang hidup selibat dan tidak diizinkan untuk menikah. Hal ini juga dapat memiliki implikasi untuk peran perempuan dalam gereja, karena itu berarti Yesus memiliki seorang murid perempuan.

Selama berabad-abad, perdebatan tentang kemungkinan bahwa Yesus menikah, atau bahwa ia mungkin punya hubungan dengan Maria Magdalena, tak pernah usang. Perdebatan itu dimutakhirkan melalui novel karya Dan Brown, The Da Vinci Code.

Namun, King menekankan bahwa penemuan baru ini "tidak memberikan bukti bahwa Yesus secara historis menikah."

"Namun fragmen tersebut memberikan bukti langsung yang mengklaim tentang status perkawinan Yesus pertama kali muncul lebih dari satu abad setelah kematian Yesus dalam konteks intra-Kristen terkait kontroversi atas seksualitas, perkawinan, dan pemuridan Yesus," katanya.

Bertahun-tahun setelah kematian Yesus, orang Kristen berdebat tentang apa cara yang benar untuk mengikuti Yesus. Sekalangan umat percaya Yesus menikah.

Sementara meneliti keaslian papirus  ini, King mengatakan dia sangat tertarik juga untuk meneliti siapa orang pertama kali yang menyatakan bahwa Yesus tidak punya istri. "Saya terkejut menemukan bahwa penegasan Yesus tak menikah berada pada periode yang sama dengan umur papirus ini," katanya. Itu berarti bahwa lama setelah kematian Yesus pertanyaan tentang apakah Yesus menikah atau tidak terus mengemuka, dan fragmen kecil ini muncul untuk menegaskannya.

King berencana mempresentasikan penelitiannya pada International Congress of Coptic Studies X di Roma.
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/09/19/121430408/Yesus-Pernah-Menikah-Naskah-Kuno-Sebut-Kata-Istri

MUI Akui Dukung Foke Nara

TEMPO.CO, Jakarta -  Koordinator Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin mengaku memang mendukung calon gubernur DKI incumbent Fauzi Bowo. Ketika dihubungi Tempo, Selasa 18 September 2012, Ma’ruf mengatakan, Foke adalah kandidat gubernur yang kuat agamanya, dekat dengan ulama, serta pernah menjadi ketua tanfidziyah Nahdatul Ulama wilayah DKI.
Kedua, Foke dianggap memiliki pendidikan yang cukup karena merupakan tamatan S3 dari jerman tentang perencanaan kota. Lalu, Bang Kumis juga dinilai berpengalaman mengabdi di DKI selama 30 tahun lebih. Ma’ruf juga menyebut, Foke telah menorehkan banyak prestasi.
Sehingga, kata Ma’ruf, sejumlah ketua MUI secara personal sudah bersepakat mendukung Foke.  Dukungan itu diberikan dalam bentuk selebaran yang disebarkan ke berbagai wilayah Jakarta.  »Itu tausiyah ulama dan habaib untuk umat Islam DKI. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan, maka lebih baik kami sampaikan secara tertulis,” kata Ma’ruf.

Meski tahu soal isi selebaran itu, Ma’ruf mengaku tidak tahu siapa penyebarnya. »Orang-orang yang sepakat biasanya kemudian menyebarkan,” kata dia.
Masalahnya, di lapangan, himbauan MUI untuk memilih Foke itu, digabung dengan selebaran lain yang isinya ‘seram’. Ada yang menyebut Jokowi beragama kristen. Ada yang menyebut daftar kegagalan Jokowi memimpin Solo, dan banyak lagi. »Kalau yang itu bukan dari kami. Masa ulama ngomongin orang,” kata Ma’ruf.
Umar Shihab, salah satu ketua MUI membenarkan, secara personal, ketua MUI membuat kesepakatan bersama di antara mereka untuk mendukung Bang Kumis. Kesepakatan itu dibuat setelah pemilukada putaran pertama menyisakan dua calon, yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. »Dalam kesepakatan itu, kami mendukung Fauzi Bowo, memang betul. Tapi bukan berarti ikut kampanye.”
Selebaran yang ditemukan Tempo di Jakarta Timur, terdiri dari lima lembar. Lembar pertama hingga ketiga berjudul Tausiyah Ulama dan Para Habaib DKI Jakarta Kepada Umat Islam DKI Jakarta, berisi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan alasan mendukung Foke. Ditambah, pencantuman nama-nama 14 orang, di antaranya ketua MUI, Ma’ruf Amin, Umar Shihab, dan  Amidhan. Lembar keempat memuat biodata Jokowi dan Ahok. Adapun lembar kelima berisi artikel opini  koran Kompas.
Umar membantah bahwa dia membuat selebaran untuk mendukung calon gubernur incumbent, Fauzi Bowo. »Kami mendukung, tapi tidak pernah membuat selebaran,” katanya saat dihubungi terpisah.
Umar menduga, selebaran dukungan untuk Foke itu dibuat oleh kalangan yang mengetahui adanya kesepakatan para ketua MUI. »Mungkin dibuat oleh teman-teman yang tahu bahwa kami setuju (dukung Foke),” ujar Umar.
 Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/mui-akui-dukung-foke-nara-233453604.html

Akun Triomacan2000 Jadi Jangkar Pendukung Foke

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga analisa percakapan politik di media sosial, PoliticaWave, menyebut pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja unggul dalam merebut perhatian netizens. Pada periode 12 Juli-12 September 2012, mereka meraih share of exposure  (persentase jumlah buzz/mention kandidat di social media) sebanyak 54,9 persen.
Sedangkan pasangan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli hanya meraih 45,1 persen dukungan.
"Media sosial yang kami monitor meliputi Twitter, Facebook, Online Forum, Blog, Online News dan Youtube," ujar Pendiri PoliticaWave, Yose Rizal, Selasa, 18 September 2012.
Kemenangan ini ditentukan oleh terpolanya strategi komunikasi dunia maya yang dilakukan kubu pasangan Jokowi-Ahok. "Komunikasi mereka menyebar di antara akun jejaringnya," ujarnya.
Sementara pola komunikasi para pembincang Fauzi di dunia maya, amat terpusat. "(Akun twitter) @triomacan2000 misalnya, menjadi penghubung bagi banyak akun pendukung Fauzi," ujar Yose.
Tercatat sebanyak 562.598 unique user (jumlah akun unik yang melakukan percakapan) mendukung Jokowi - Basuki. Sementara Fauzi - Nachrowi hanya didukung 309.678 unique user. Ini menyebabkan buzz (jumlah percakapan tentang kandidat di social media) pasangan kotak-kotak itu mencapai 1.365.234 kicauan. Sementara pasangan petahana hanya mentok di angka 813.742 kicauan.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/akun-triomacan2000-jadi-jangkar-pendukung-foke-024616117.html

Prabowo Subianto

Sahabat-sahabatku sekalian.

Hari ini tanggal 16 September 2012. Empat hari lagi, tanggal 20 September 2012 ibukota kita akan melaksanakan pemilihan gubernur putaran kedua. Diluar dugaan banyak pihak, calon gubernur dan calon wakil gubernur yang kita usung dan kita dukung, yaitu saudara Joko Widodo dan saudara Basuki T Purnama telah memenangkan putaran pertama dengan cukup meyakinkan.

Di antara enam kandidat, mereka berhasil menempatkan posisi nomor satu walaupun menghadapi kekuatan-kekuatan lawan yang tangguh.

Sesudah putaran pertama, kita merasakan dengan cukup prihatin ada pihak-pihak yang menggunakan cara-cara yang tidak baik untuk mempertahankan kursi jabatannya. Bahkan, menurut hemat saya, mereka bersedia menggunakan isu-isu yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Isu-isu yang dapat menggoyahkan sendi-sendi kerukunan antara agama, antara suku dan antara ras.

Padahal, kita semua mengetahui, apalagi kaum elite dan kaum cendikiawan, seharusnya lebih menyadari bahwa bangsa kita sangat rawan terhadap perpecahan. Bahwa, persatuan nasional, kerukunan antara suku, antara agama, antara ras adalah syarat mutlak bagi perdamaian di negara kita. Kita semua sadar, tanpa perdamaian, tidak mungkin ada kemakmuran dan kemajuan, ataupun pembangunan apapun. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat bagi setiap transformasi bangsa. Bagaimana kita bisa mencapai perdamaian, jika tidak ada keharmonisan.

Kita sangat sedih, akan keberadaan pihak-pihak yang sangat jelas, demi mempertahankan kursi jabatan bersedia melakukan apapun termasuk menggoyahkan kerukunan antara suku, antara agama, antara ras. Termasuk juga, mengambil resiko mengobarkan kebencian, kecurigaan, dan memperbesar perbedaan terhadap golongan lain.

Sejarah peradaban manusia, bahkan kejadian-kejadian kini yang kita lihat terjadi di beberapa negara dewasa ini menunjukkan kepada kita, dan mengajarkan kepada kita, bahwa setiap pemimpin, setiap kaum cendikiawan, setiap bagian dari elite harus sangat hati-hati, dan harus selalu menjaga kerukunan, kekeluargaan, persahabatan, dan rasa saling hormat-menghormati.

Pribadi bangsa kita adalah tenggang roso. Silih asah, silih asih, silih asuh – bukan saling curiga, saling benci, saling mengejek. Negara kita butuh pemimpin-pemimpin yang bisa memberi kesejukan. Kalau perlu berkorban harta, jabatan dan nyawa demi kepentingan yang besar: demi perdamaian, demi kerukunan antara agama, kerukunan antara ras, kerukunan antara suku.

Sahabat-sahabat yang saya hormati dan banggakan, semua indikator menunjukkan bahwa rakyat banyak dari semua lapisan menghendaki perubahan. Pihak-pihak yang melakukan intimidasi, ternyata tidak berhasil mempengaruhi rakyat banyak. Apa yang kita rasakan dan apa yang kita tangkap dari trend perkembangan di masyarakat Jakarta sekarang, bahkan di masyarakat Indonesia, adalah bahwa sekarang rakyat menghendaki sekarang pemimpin-pemimpin yang bersih, yang amanah. Berapapun uang, berapapun kekuatan, berapapun taktik-taktik kotor yang digunakan, firasat saya adalah bahwa semua itu sudah tidak laku lagi di masyarakat kita.

Saya di awal proses pemilihan gubernur DKI ini memilih saudara Joko Widodo dan saudara Basuki T Purnama karena firasa saya bahwa rakyat Jakarta mendambakan pemimpin dengan gaya baru, pemimpin yang bersih, pemimpin yang sederhana, pemimpin yang punya itikad baik.

Mungkin ada orang lain yang lebih pintar, mungkin ada orang lain yang punya sumber uang lebih banyak, didukung oleh kekuatan-kekuatan besar. Tetapi firasat saya mengatakan, sudah saatnya rakyat biasa diminta berbicara, dan firasat saya mengatakan saatnya adalah empat hari lagi.

Sahabatku yang budiman, engkau masuk ke Facebook saya tentunya dengan itikad yang sama dengan saya: untuk berbagi pandangan tentang bangsa dan negara kita. Saya percaya engkau juga ingin Indonesia yang damai, bukan Indonesia yang rusuh. Engkau ingin Indonesia yang kuat, bukan Indonesia yang terpecah-pecah. Engkau juga memimpikan Indonesia yang makmur, yang aman, dimana rakyatnya sejahtera.

Saya ingat kata-kata, seorang pemimpin yang baik, pemimpin yang berhasil, yaitu bapak Muhammad Noer (Cak Noer), gubernur Jawa Timur dari tahun 1967 sampai 1978 yang sangat legendaris dan sangat dicintai oleh rakyat Jawa Timur. Pada suatu saat ia mengatakan kepada saya, “seorang pemimpin berhasil kalau rakyat biasa bisa tersenyum”. Dalam bahasa Jawa, “yen wong cilik iso gumuyu maka pemimpin rakyat itu berhasil”.

Itulah mimpi kita, suatu saat rakyat Indonesia bisa saling menyapa dengan damai apapun suku, agama dan rasnya. Kita semua adalah manusia, kita semua adalah hamba Tuhan. Kita semua punya hak hidup di alam semesta ini. Kita semua bersaudara, kenapa kita harus bertikai?

Mengganti pejabat publik, mengganti pemimpin politik itu biasa. Janganlah dibuat jadi sumber perpecahan. Kalau kita jujur, kalau kita sepakat memilih demokrasi sebagai jalan terbaik untuk sistim bernegara dan sistim pemerintah kita, maka konsekuenlah, janganlah tebarkan kebencian demi kekuasaan. Serahkanlah kepada rakyat, biarkan rakyat yang berbicara. Keputusan rakyat harus kita hormati dengan baik.

Oleh karena itu, para sahabat sekalian, marilah kita berbuat baik. Marilah kita tidak tinggal diam. Kalau kita tinggal diam, maka yang berkuasa adalah orang yang tidak baik.

Saudara-saudara sekalian, saya mohon sekali lagi, bergeraklah saudara-saudara. Carilah kerabatmu, saudaramu, kenalanmu yang memiliki KTP di Jakarta. Hubungi dia, apakah dengan telepon, apakah dengan SMS, ataukan dengan email, hubungi dia. Yakinkan dia untuk mendukung dan memilih dan mencoblos Jokowi dan Basuki.

Perjalanan 1.000 kilometer dimulai dari satu langkah, dan langkah pertama kita adalah tanggal 20 September 2012. Pihak lain, uangnya sangat banyak, kekuatannya sangat besar, dan kita sudah tahu semua cara-cara mereka. Hanya gelombang besar dari bawah yang bisa membawa perubahan untuk kebaikan. Gelombang itu, saya yakin, saudara-saudara bisa ikut menggerakkan .

Empat hari terakhir, bisa menentukan sejarah DKI kedepan, dan sejarah Indonesia kedepan.

Terima kasih, selamat berjuang untuk Indonesia Raya yang kita cintai. Untuk Indonesia Raya yang damai, aman, kuat, sejahtera, dimana seluruh rakyat Indonesia bisa tersenyum.

Selamat berjuang.

Bojong Koneng, Bogor. 16 September 2012.

Sahabatmu,

Prabowo Subianto
Sumber Berita :  http://www.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151015305771179

Quraisy Shihab Sesama Muslim Jangan Mudah Sebut Kafir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan menteri Agama, Quraisy Shihab mengatakan sesama umat muslim hendaklah jangan mudah mengatakan kafir. Hal tersebut terkait pecahnya kerusuhan berlatar belakang agama di Sampang, Madura.
"Semua sepakat bahwa jangan mudah mengkafirkan orang lain," kata Quraisy Shihab saat acara peluncuran dan kajian "Buku Putih Mahzab Syiah" di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2012).
Quraisy juga mengatakan bahwa yang terpenting adalah satu dalam urusan aqidah, kesamaan aqidah tersebut tidak harus tertuang dalam sebuah rumusan yang sama persis, yang penting adalah kandungannya sama.
Menurut Quraisy, adalah tugas pemimpin dan para alim ulama untuk menjelaskan kepada seluruh masyarakat muslim, sehingga tercipta kesepahaman mengenai hal tersebut.
"Surga itu terlalu luas, jadi tidak perlu memonopoli surga untuk kelompok sendiri," ujarnya.
Sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi di Sampang, mantan Menteri Agama ini menengarai hal tersebut bisa jadi disebabkan kesalahpahaman dalam memahami Syiah.
"Boleh jadi sebab utama dari apa yang terjadi dalam masyarakat Islam di dunia, dan apa yang terjadi di Indonesia itu sebabnya hanyalah kesalahpahaman,"katanya.
Quraisy menambahkan kesalahpahaman tersebut terjadi akibat kesalahpahaman orang-orang di luar syiah dalam memahami mazhab syiah.
"Tidak dipungkiri bahwa syiah itu banyak kelompoknya. Sehingga kalau ada pendapat dari satu kelompok syiah yang dinisbahkan pada kelompok lain maka bisa timbul kesaahpahaman," tambah Quraisy.
Lebih lanjut Quraisy menjelaskan bahwa memang diantara beberapa kelompok syiah yang ada banyak tersebut, ada juga kelompok syiah yang sesat.
"Masalah yang muncul kemudian adalah anda mengambil sikap satu kelompok dan anda menyangka itu dari kelompok lain sehingga anda menyesatkan kelompok lain itu," ujarnya.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/quraisy-shihab-sesama-muslim-jangan-mudah-sebut-kafir-134743504.html

Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku Penyebaran Selebaran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua orang pelaku penyebaran brosur yang berisi seruan provokatif yang mendiskreditkan etnis Tionghoa dan ajakan untuk menolak pemimpin Tionghoa diamankan Kepolisian Sektor Matraman, pada Selasa (18/9/2012) sore.

Menurut keterangan Pramono, Relawan Jokowi-Basuki Jakarta Timur, ia melihat ada dua orang tengah membagikan selebaran yang berisi provokasi dan mengarahkan agar masyarakat Jakarta tidak memilih pemimpin dari etnis Tionghoa.

Brosur tersebut bertuliskan tulisan besar "Rakyat menggugat, suara nurani rakyat pinggiran ibukota. Gugat ketimpangan pribumi cina". Brosur tersebut dibagikan di perempatan lampu merah Matraman.

Pramono, seorang Relawan Jokowi-Basuki Jakarta Timur yang melaporkan penyebaran selebaran gelap tersebut menjelaskan bahwa ia melihat aksi penyebaran tersebut saat tengah melintas lampu merah Matraman dari arah jalan Tambak.

"Saya kemudian lapor ke Polsek Matraman, takutnya tuh orang jadi korban kemarahan pendukung Jokowi," tukas Pram saat ditemui di Mapolsek Matraman, Selasa (18/9/2012).

Sementara itu Kapolsek Matraman, Komisaris Polisi Djoko Santoso, membenarkan bahwa ada dua orang diamankan terkait aksi penyebaran selebaran gelap. Penangkapan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, seorang relawan Posepera Juan Forti Silalahi, mengaku mengenal salah satu dari dua orang yang diamankan polisi tersebut. Menurutnya salah seorang dari pelaku tersebut bernama Ucok Lubis, yang dulunya merupakan salah seorang aktifis jalanan.

"Tapi saya nggak tahu kalau dia itu ada hubungannya sama salah satu calon apa nggak," ujar Juan.

Dari pengamatan Tribunnews.com selebaran gelap tersebut mengatasnamakan dari "BAKAR BAJA (Barisan Laskar Bumi Putera Jakarta)". Saat ini, kedua pelaku sendiri telah dibawa menuju ke Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.
Sumber Berita :  http://m.tribunnews.com/2012/09/18/polisi-tangkap-dua-orang-pelaku-penyebaran-selebaran

Senin, 17 September 2012

DPRD Gelar Halal Bi Halal

DPRD Kabupaten Tegal, Senin (17/9) kemarin, menggelar halal bi halal bagi seluruh anggotanya. Hadir dalam acara itu seluruh undangan dari kalangan Muspida, sejumlah pejabat eksekutif Pemkab Tegal, dan undangan lainnya. Acara halal bi halal itu juga diisi dengan tausiyah oleh KH Bukhori. Usai acara, seuruh hadirin saling bersalaman dengan dihibur organ tunggal.
“Meski baru bisa melaksanakan halal bi halal saat ini, semoga tetap terjalin hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif. Karena pada dasarnya, pelaksana pemerintahan di daerah adalah kedua lembaga yakni eksekutif dan legislatif,” terang Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH SH, saat sambutan pada acara itu, kemarin.
Dikatakan Rojikin, momentum halal bi halal diharapkan mampu menggugah kinerja anggota dewan kedepan agar menjadi lebih baik. Jika masih ada anggota dewan yang belum menepati janjinya kepada masyarakat Kabupaten Tegal, diminta segera melakukan layanan terbaiknya bagi masyarakat. Apalagi fungsi anggota dewan merupakan wakil dan kepanjangan masyarakat daerahnya.
Menurut dia, terkait terciptanya harmonisasi antara eksekutif dan legislatif, sudah sewajarnya harus diciptakan di seluruh daerah khususnya Kabupaten Tegal. Karena pelaksanan tugas daerah adalah kebersamaan antara eksekutif dan legislatif sebagai pejabat penguasa dan pelaksanan di daerahnya. “Melayani masyarakat secara baik, merupakan tugas bersama antara eksekutif dan legislatif,” ujar Rojikin.
Sementara, KH Bukhori dalam tausiyahnya menjelaskan, pihaknya ingin agar seluruh pejabat daerah mampu menjalankan amanah dari masyarakatnya. Sudah barang tentu dengan mempelajari tauladan dan cara berpikir positif sesuai ajaran agamanya. Pejabat selain mempelajari tata pemerintahan, juga perlu mempelajari ilmu lain. “Ini agar bisa melayani secara maksimal dan optimal. Sehingga akan peka dalam melayani masyarakatnya,” pungkas KH Bukhori. (gon)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/DPRD-Gelar-Halal-Bi-Halal.html

Tegal Dipilih sebagai Lokasi Program EMAS

KABUPATEN Tegal terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak. Selain Kabupaten Tegal, yang terpilih dalam program tersebut adalah, Kabupaten Banyumas. Program ini merupakan kerjasama antara  lembaga nonprofit internasional (USAID dan JHPIEGO) dengan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Koordinator Forum Masyarakat Madani Tim Emas.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Ahmad Zaki SS, menjelaskan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Kabupaten Tegal tergolong cukup tinggi. Dan kematian justru sering terjadi di daerah-daerah dengan sarana kesehatan yang memadai dan pengetahuan yang cukup.
"Mungkin penyebabnya karena tidak adanya sistem rujukan yang baik bagi daerah-daerah tersebut," ujarnya, kemarin.
Karena itulah, pihaknya menunjuk sejumlah tempat sebagai tempat rujukan untuk penanganan ibu melahirkan. Di antaranya Puskesmas Jatinegara, Puskesmas Tarub, Puskesmas Suradadi, dan Rumah Bersalin Hj Mafroh. Sementara rumah sakit yang menjadi jejaring program itu adalah RSUD dr Soeselo, RS Adella Slawi, dan RSI Muhammadiyah Singkil Adiwerna.
Dia melanjutkan, kematian ibu dan anak juga sesekali terjadi karena faktor-faktor yang tidak terkait dengan kesehatan kehamilan, seperti mekanisme pengajuan jampersal atau pun jamkesmas yang dinilai ribet. Untuk itulah, dia berharap pemerintah setempat segera memberikan dukungan kepada para ibu hamil, salah satunya adalah, mempermudah Jamkesmas.
"Pemerintah harus ikut turun tangan untuk mensukseskan program ini," pintanya.
Koordinator Pokja Pemberdayaan Masyarakat Tim EMAS Kabupaten Tegal, M Bilal, menjelaskan, untuk sementara ini, tim masih mencari desa yang akan dijadikan percontohan. Saat ini, baru dua desa yang dijajaki dan diteliti indeks masyarakat sipil (IMS)nya yaitu Luwijawa dan Sutapranan.
"Di Luwijawa, ada permasalahan terkait Forum Kesehatan Desa (FKD) yang vakum sejak beberapa waktu terakhir. Sementara, di Sutapranan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir, terbilang cukup tinggi," ucapnya singkat. (yer)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Tegal-Dipilih-sebagai-Lokasi-Program-EMAS.html

Kubu Foke Bantah Haiya Ahok Direncanakan

TEMPO.CO, Jakarta -  Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menyangkal sapaan Nachrowi kepada pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, dalam debat terakhir Pemilihan Gubernur Jakarta, Ahad lalu, merupakan strategi yang sudah direncanakan.
»Itu tidak ada hubungannya dengan sentimen SARA,” kata Budi Siswanto, Sekretaris Tim Sukses Foke-Nara ketika dihubungi kemarin. »Itu skenario untuk mencairkan ketegangan suasana debat dan memancing emosi lawan,” kata dia lagi.
Pada sesi terakhir Debat Calon Gubernur DKI yang ditayangkan langsung MetroTV, Nachrowi membuka pertanyaannya kepada Basuki dengan sapaan, »Haiya Ahok.” Tak hanya itu, Ketua Partai Demokrat Jakarta ini juga mengubah aksen suaranya, menirukan suara orang Tionghoa. ‘Serangan’ Nachrowi Ramli ini dikritik karena bisa ditafsirkan sebagai pelecehan pada etnisitas Basuki.
Sejumlah pengamat independen yang diminta Tempo menilai penampilan dan isi debat pada Minggu malam lalu, menyatakan sapaan Nachrowi itu bernada merendahkan Basuki. Pengamat tata kota Marco Kusumawijaya, menilai ucapan 'Haiya Ahok' itu sebagai sindiran kepada warga keturunan. »Ini justru melemahkan pasangan Foke-Nara, khususnya Nara,” kata dia.
Ade Armando, pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia sepakat. Dia bahkan menyebut insiden ini sebagai blunder kubu Foke-Nara.  Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit, meminta semua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta mengedepankan gaya komunikasi politik yang baik. »Jangan melontarkan pernyataan yang berbau diskriminasi,” kata dia.
Kubu Jokowi-Ahok mengaku menangkap pesan SARA dalam pernyataan Nara. »Rasanya begitu, tapi biarlah. Sudah biasa,” ujar Denny Iskandar, Ketua Tim Advokasi pasangan Jokowi-Basuki. Kubunya, kata Denny, tidak akan mempermasalahkan soal ini. Denny menilai, semakin kuat isu SARA diembuskan untuk menghadang Jokowi-Ahok, semakin besar keuntungan untuk mereka. »Biar publik yang menilai,” katanya lagi. Dihubungi terpisah, Basuki alias Ahok mengaku tidak tersinggung. "Bang Nara memang terkenal suka bercanda," katanya singkat.
Giofedi Rauf, anggota tim advokasi Fauzi-Nachrowi, meminta pernyataan 'Haiya' itu tidak dibesar-besarkan. »Mereka (Nachrowi dan Basuki) sudah dekat. Jadi sudah biasa bercanda seperti itu,” kata dia.
Kemarin, beredar kabar kalau Fauzi Bowo sempat menegur Nachrowi menyusul pernyataan yang berpotensi menyinggung kaum Tionghoa itu. Tapi soal ini dibantah Giofedi. »Kami tetap yakin dapat meraup suara dari etnis keturunan,” katanya. Fauzi Bowo, kata dia, telah mengantongi dukungan dari kelompok suku Hakka, suku terbesar dalam etnis Tionghoa di Indonesia.
Isu SARA memang kental mewarnai pemilihan Gubernur Jakarta tahun ini. Sebelumnya, pedangdut Rhoma Irama dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Jakarta menyusul pernyataannya di sebuah masjid di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Juli lalu. Ketika itu, Rhoma mengungkit asal suku dan agama kubu Jokowi-Ahok. Pekan lalu, justru Nachrowi yang ganti dilaporkan. Dia dituding berpidato mengusir orang Betawi yang tidak mau memilih orang Betawi menjadi pemimpin di Jakarta.
Sepekan terakhir, banyak spanduk liar di Jakarta yang menonjolkan identitas kesukuan dan agama Basuki sebagai warga Tionghoa yang beragama Kristen Protestan. Di Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, banyak warga menerima selebaran gelap yang menganjurkan warga memilih pemimpin muslim. Kedua kubu membantah terlibat dalam kampanye ilegal ini.
 Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/kubu-foke-bantah-haiya-ahok-direncanakan-003446896.html

Harga Kepala Salman Rushdie Naik Menjadi Rp. 314-miliar

Di tengah kontroversi film The Innocence of Muslims, Yayasan Khordad di Iran menaikkan hadiah sayembara bagi siapa saja berhasil membunuh Salman Rushdie, penulis Inggris berdarah India. Nilainya meningkat dari Rp 26,6 miliar menjadi Rp 31,4 miliar.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (17/9), pemimpin Yayasan Khordad Hassan Sana'i mengumumkan kenaikan hadiah buat pembunuh Rushdie. Dia menuding novel itu memicu lahirnya film-film anti-Islam. "Jika Salman Rushdie tidak dibunuh maka film-film lain menghina Nabi Muhammad takkan pernah berakhir. Inilah saat tepat untuk membunuh dia," kata yayasan itu dalam pernyataan tertulis.

Salman Rushdie adalah pengarang Ayat-ayat Setan yang dituding menghina Islam. Dalam buku itu, penulis 65 tahun ini menuduh Nabi Muhammad tukang kawin dan menyebut istri-istri Rasulullah pelacur. Karena itulah, pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Khomeini mengeluarkan fatwa mati buat Rushdie pada 1989.

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei tujuh tahun lalu menegaskan lagi kewajiban buat membunuh Rushdie karena dia dianggap murtad.

Setelah heboh, Ayat-ayat Setan, kaum muslim sejagat kembali diguncang dengan munculnya The Innocence of Muslims karya Sam Bacile, lelaki Amerika keturunan Yahudi. Film ini menggambarkan Nabi Muhammad penipu dan tukang merayu.

Unjuk rasa besar-besaran disertai kekerasan muncul di Timur Tengah dan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Mereka menuntut pemerintah Amerika meminta maaf dan Bacile harus dihukum mati.
 Sumber Berita : http://www.merdeka.com/dunia/harga-kepala-salman-rushdie-naik-menjadi-rp-314-miliar.html

Di Masa Tenang Foke Sindir Jokowi

Walau saat ini telah memasuki masa tenang kampanye jelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 20 September 2012, Fauzi Bowo kembali menyidir Joko Widodo atau Jokowi. Hal ini dilakukan Jokowi saat melakukan peresmian Gedung Klinik Muslimah NU (Klinik Hemodialis) di Jln Langit Langit No 12 Kampung Ambon Jakarta Timur.

"Saya meyambut baik keberadaan klinik ini dan berharap bisa bersinergi. Kalau berobat bisa gratis, syaratnya harus miskin," ucapnya saat menyampaikan sambutan, Senin (17/9).

Lebih lanjut gubernur yang akrab disapa Foke ini juga sempat menyinggung program kesehatan 'Jakarta Sehat' yang sering digadang-gadangkan oleh pesaingnya Jokowi. Menurut Foke program kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamskesda) lebih baik dibanding milik Jokowi.

"Nanti kalo sudah berjalan saya harap program Jamkesda bisa berlaku di sini. Mohon maaf saya gak bawa kartu ini kemana-mana. kalau orang yang lain kan bawa kartunya kemana-mana padahal kartu ini bukan buat saya," ujarnya.

Tidak sampai di situ Foke juga sempat menegur wartawan saat menanyakan soal persyaratan pengobatan gratis yang diprogramkan oleh dirinya.

"Syaratnya ya harus miskin. Anda berapa lama di jakarta tinggalnya? Baru tahu kali ya, kalau orang Solo tidak tahu ya saya paham. Kalau Anda tinggal di Jakarta masa tidak tahu, ya Allah," ujar foke.

Usai menutup sambutannya foke pun tidak lupa untuk mengingatkan para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut untuk memilih calon yang tepat.

"Saya sengaja tidak ngomong. Tanggal 20 udah pada ngartilah semuanya," tutupnya.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/di-masa-tenang-foke-sindir-jokowi.html

Adik Iparnya Dukung Jokowi Foke Marah

Adik ipar Fauzi Bowo, Romo Harie ikut hadir menyaksikan debat cagub-cawagub DKI Jakarta di studio Metro TV, Jakarta Barat. Namun Romo tidak berada di barisan pendukung Foke, dia yang mengenakan baju kotak-kotak, justru terlihat semangat mendukung Jokowi.

Romo yakin, keputusan dirinya memilih bergabung mendukung Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta akan menyebabkan Foke marah. Namun Romo tidak mempermasalahkan hal itu.

"Saya yakin, dia (Foke) marah sama saya. Saya bisa lihat itu," kata Romo kepada merdeka.com usai debat, Minggu (16/9) malam.

Tidak hanya itu, Romo juga mengatakan saat mereka berpapasan, kakak iparnya itu memilih buang muka ketimbang bersalaman atau sekadar bertegur sapa.

"Dia sudah sempat melihat saya, tadi pas berpapasan, tapi dia buang muka," kata Romo.

Romo Harie datang bersama para pendukung Jokowi-Ahok saat debat cagub-cawagub DKI Jakarta di studio Metro TV, Jakarta Barat. Romo yang duduk tidak jauh dari Fungsionaris DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ribka Tjiptaning, dengan riangnya mendukung Jokowi.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/adik-iparnya-dukung-jokowi-foke-marah.html

Apa Arti Pernyataan Nachrowi

Pernyataan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (Nara) kepada pesaingnya Cawagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dalam debat cagub dan cawagub DKI menuai kontroversi. Sebagian menilai, pernyataan "Haiya Ahok" berbau SARA. Lantas, apa sebenarnya arti haiya.

Menurut Pakar Budaya Tionghoa dari Universitas Indonesia, David Kwa, haiya dalam bahasa China tidak ada artinya. Biasanya, haiya digunakan oleh orang melayu untuk mengkiaskan bahasa China.

Arti haiya bisa berubah jika digunakan dalam acara debat seperti konteks pilkada. "Bisa saja tujuannya melecehkan, mengejek atau untuk lucu-lucuan," kata David kepada merdeka.com, Senin (17/9).

Di China sendiri, dalam bahasa sehari-hari tidak menggunakan kata haiya untuk berinteraksi dengan orang lain. "Coba Anda cek, lihat saja di sana atau film. Tidak ada kata haiya," ujar dia.

Sementara Ahok mengaku merasa tidak tersinggung dengan ucapan rivalnya tersebut. Ahok juga menilai, pernyataan Nara tidak rasis. "Enggak tuh (tersinggung), biasa saja tuh," kata Ahok kemarin.

Menurut Ahok, dia dan Nara memang kerap bercanda. "Sampai dia pernah bilang, orang betawi kalau enggak pilih dia, mau dicabut KTP-nya, mau diusir kalau enggak milih mereka. Bang Nara kan terkenal sering bercanda," ujar Ahok.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/apa-arti-pernyataan-nachrowi-quothaiya-ahokquot.html

Spanduk Foke Diprotes Wartawan

Pemilihan gubernur DKI Jakarta tinggal hitungan bulan. Banyak bakal calon gubernur mulai mencuri simpati agar mendapat tempat di hati warga Jakarta.
Banyak cara dilakukan pasangan calon menarik simpati. Salah satunya adalah memasang  spanduk dan pamflet di jalanan Ibu Kota.

Salah satu spanduk yang menjadi perhatian adalah di daerah Jakarta Utara. Spanduk itu milik Fauzi Bowo. Spanduk itu berada di Jalan Yosudarso, Pelumpang, Jakarta Utara.
Spanduk berwarna oranye bertuliskan "Tahu Jakarta dari fakta bukan dari berita" ini terlihat di tempel di pohon-pohon terotoar, pintu masuk Tol Pelumpang dan jembatan penyeberangan di sekitar wilayah tersebut.

"Saya mempertanyakan isi materi dari kampanye dalam spanduk Foke (panggilan Fauzi Bowo), dari kacamata kami itu sama saja melecehkan profesi kami sebagai pencari berita," ujar Bono salah satu wartawan yang bertugas di daerah Jakarta Utara.

Wartawan yang bekerja di salah satu radio ternama ini mengatakan, dia akan membahas hal ini bersama rekan-rekanya forum jurnalis Jakarta Utara. Jika memang nantinya perlu ditindak, Bono pun berencana melaporkan ini ke Dewan Pers.

"Itu merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap jurnalis, kami akan rembukkan kalau memang perlu nanti kami adukan ke dewan pers," tegasnya.

Senada dengan Bono, seorang kontributor televisi swasta Opi pekong mengatakan, spanduk tersebut menurutnya secara tidak langsung telah menyudutkan wartawan yang bertugas sebagai pencari berita.

"Spanduk ini dibaca banyak orang, saya harap tim sukses Foke segera menarik atau merubah arti dari kata- kata tersebut. Takutnya nanti dengan baca spanduk ini masyarakat tidak percaya lagi dengan pemberitaan" jelasnya.
Sumber Berita :  http://www.merdeka.com/jakarta/spanduk-foke-diprotes-wartawan.html

Nachrowi Ramli Haiya Ahok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Nachrowi Ramli sempat menyapa kandidat wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan sapaan seperti orang Tionghoa sebelum bertanya.
"Haiya Ahok, haiya. Abang mau tahu neh, kalau lulus disini mau pindah lagi enggak?" kata Nachrowi saat debat Cagub di Studio Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Basuki pun menjawab dengan mengatakan pertanyaan Nachrowi tersebut menyontek pertanyaan presenter Metro TV, Najwa Sihab.
"Di Bangka, Ahok dianggap pahlawan. Seperti pemain bola, kalau kita pemain yang jago di kampung, pas pemain di level nasional yang nggak baik, maka diambil dari kampung. Yang di Jakarta nggak becus, makanya dipindah kesini," cetusnya.
Nara pun kembali menanggapi jawaban Ahok tersebut dengan mengatakan pahlawan dengan pengkhianat beda tipis.
"Jadi pahlawan sama pengkhianat itu beda tipis ya. Saya enggak bilang rakus, tetapi beda tipis," katanya.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/nachrowi-ramli-haiya-ahok-164156854.html

Foke Jokowi Saling Sindir di Akhir Debat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Petahana Fauzi Bowo mengungkapkan dialog lewat debat kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta menjadi ajang belajar. Dalam pidato penutupnya, Foke masih sempat saja menyindir rivalnya Joko Widodo, meski diawali dengan pujian.
Foke menilai ia bisa belajar dari debat dengan Jokowi karena menjanjikan sesuatu yang belum tentu ia bisa lakukan.
" Bagi saya itu positif dan saya akan belajar pencitraan yang semakin baik," ujar Foke dalam closing statement di ajang debat di Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Namun Jokowi tak mau kalah. Ia juga memuji Foke. Menurut Jokowi, pria berkumis ini punya pengalaman malang melintang di birokrasi Jakarta. Satu persatu pengalaman Foke disebut Jokowi dari mulai Sekda, Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Sutiyoso.
"Dengan pengalaman itu mestinya beliau bisa langsung action, memutuskan. Tidak hanya rencana, rencana dan akan melaksanakan. Hal positifnya ya baru merencanakan itu. Paling tidak beliau sudah punya rencana meski belum dikerjakan,” sindir Jokowi.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/foke-jokowi-saling-sindir-di-akhir-debat-163758950.html

Jokowi Nilai Foke Hanya Bisa Beretorika

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon petahana Fauzi Bowo kena sentil cagub Joko Widodo. Ia menunjukkan Foke Cuma beretorika lantaran menggembar-gemborkan soal MRT (Mass Rapid Transportation) tapi nyatanya bukan saja belum diselesaikan tapi justeru belum dimulai. Hal itu juga terjadi pada proyek monorail dan busway.
“Di dalam RPJM harus diselesakan 15 koridor. Sekarang baru 11 koridor. Beretorika itu saya atau Pak Fauzi?” sindir Jokowi melemparkan pernyataan kepada Foke yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli dalam acara debat di Studio 2 Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2012) malam.
Mendengar pernyataan Jokowi, membuat Foke tidak tinggal diam. Menurut Foke proyek monorail sudah dilakukan dan begitu juga busway sejak 2004. Terkait baru selesai hanya 11 koridor yang diselesaikan di era Gubernur Sutiyoso, Foke menampiknya.
“Yang empat koridor tidak bisa dengan cara yang sama,” elak Foke.
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/jokowi-nilai-foke-hanya-bisa-beretorika-163710467.html

Minggu, 16 September 2012

Apa Salah Amerika

TRIBUNNEWS.COM - Innocence of Muslim, sebuah film murahan yang harus ditukar dengan nyawa, sebuah tindakan yang menimbulkan tanda tanya moral, apa pantas sebuah film murah harus dibayar mahal dengan sebuah nyawa yang nilainya jauh lebih mahal.
Kalau bicara pelecehan agama, ya itu memang benar, tapi apakah pelecehan sebuah agama harus disikapi dengan “angkat pedang, angkat senjata, atau angkat tindakan anarkis lainnya”? Lalu pertanyaan sederhana muncul lagi, kenapa harus Amerika yang diserang? Kenapa harus Negara Amerika yang mengalami tumbal nyawa tersebut? Terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menimbulkan “salah bunuh”. Kenapa? Jelas saja, karena pembuat film tersebut bukan berasal dari Amerika Serikat, tapi dari Mesir!
 Lalu setelah begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Yang ada malah makin menimbulkan penodaan agama? Apa salah para konsulat Amerika sampai harus menerima tumbal nyawa? Jadi bila disitu ada 1 keluarga konsulat, apakah sekeluarga itu akan dihabisi juga nyawanya? Sekejam itukah?
Hendaknya sebagai manusia yang beragama, harus masih lebih memiliki hati nurani yang baik dalam menyikapi suatu persoalan pelecehan agama, Tersulut? Sudah pasti. Tapi mungkin ada yang mengatakan, itu kan bukan agama mu yang dilecehkan? Masih ingat kisah The Da Vinci Code kan? Sebuah novel sekaligus film yang sangat memutar balikan fakta, tapi tidak sampai menimbulkan perbuatan anarkis dari agama Kristen untuk merenggut sebuah nyawa.
Sebagai penulis, saya tidak mau terlalu menggunakan ayat-ayat suci, karena penulis sendiri bukanlah ahli agama bahkan ahli kitab suci manapun, namun saya hanya ingin menekankan nilai pantas sebuah film untuk merenggut sebuah nyawa.
Kiranya ini jadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Ini bukti hanya karena rasa tidak suka terhadap Amerika, sehingga segala sesuatu yang buruk selalu diidentikan dengan Amerika. Lihat personalitynya, jangan lihat negaranya bahkan agamanya.
Salam,
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/apa-salah-amerika-014335604.html;_

Jokowi Rombongan Semut Menang 20 September Ini

TEMPO.CO , Jakarta: Warga miskin mengumpulkan uang untuk membantu pendanaan kampanye calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama. Total dana yang terkumpul adalah Rp 1,303 juta. Namun Jokowi menyatakan tak akan memakai dana itu sepeser pun.

Saweran tersebut dikumpulkan dari 29 kampung dari 4 wilayah di Jakarta Utara, Barat, Timur, dan Pusat. Tiap warga mengumpulkan uang seribu atau dua ribu rupiah untuk dana kampanye Jokowi. Warga miskin ini tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta.

Anggota tim advokasi Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta, Yati menyatakan urunan uang untuk dana kampanye ini merupakan langkah untuk melawan politik uang yang berkembang. "Kalau sekarang warga dijejali uang. Kami malah memberi kontribusi langsung. Artinya mengikat antara rakyat dan calon gubernur, dia merasa berutang pada rakyat," kata Yati di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 15 September 2012.

Ketika menerima uang saweran seribu dan dua ribuan dalam toples, Jokowi mengaku senang dan berjanji tidak akan menggunakan uang tersebut. "Akan saya simpan sebagai kenang-kenangan, nanti akan saya kembalikan dalam bentuk lain misalnya Kartu Jakarta Pintar dan Jakarta Sehat, pembangunan rumah kumuh. Terlalu berat menggunakan ini, nggak sanggup saya, ini uang rakyat," katanya.

Selain menerima saweran, Jokowi menandatangani kesepakatan komitmen Jakarta Baru. Beberapa isi kesepakatan adalah pelibatan warga dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan pemenuhan hak-hak warga. Pemenuhan hak warga mencakup legalisasi kampung ilegal yang belum bersertifikat, penataan kampung kumuh, perlindungan dan penataan ekonomi informal.

Jokowi yakin bersatunya warga kecil khususnya rakyat miskin akan mengalahkan koalisi besar yang dibangun di tingkat elite. "Rombongan semut akan memenangkan pertarungan 20 September nanti," katanya.

ANANDA W. TERESIA
Sumber Berita :  http://id.berita.yahoo.com/jokowi-rombongan-semut-menang-20-september-ini-002920808.html