Sabtu, 08 Oktober 2011

Bahaya Laten Komunis Tetap Mengancam

Balikpapan, CyberNews. Bahaya laten komunisme tetap mengancam, semua elemen bangsa tetap harus mewaspadai munculnya kembali komunisme. Hal itu salah satu butir rekomendasi yang dihasilkan dalam acara Musyawarah Nasional IV Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (P-KB PII) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), 7 - 10 Oktober 2011."Apalagi paham anti-Tuhan (athisme) itu sangat bertentangan dengan Pancasila yang menjadi dasar negara serta pandangan hidup bangsa Indonesia," demikian rekomendasi Munas IV P-KB PII.
Peserta Munas IV P-KB PII, Ahad (9/10), menilai komunisme yang dulu dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) itu, mulai menggejala dengan beragam "baju baru" mereka tapi intinya sama yakni anti-Tuhan.
Hal itu, karena gerakan komunisme gaya baru itu cukup membahayakan dan mengancam ketahanan generasi bangsa Indonesia serta mengoyak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu pula, Munas IV P-KB PII meminta agar pemerintah lebih tegas dan tetap konsisten dalam menegakkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelarangan komunisme di Indonesia.
( Ant , Rifki / CN34 )
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/10/09/98659/

SOCA Belum Sepakati Perlindungan Pekerja Migran

SEMARANG - Masalah perlindungan pekerja migran (migrant worker) yang muncul dalam sidang Komite Pejabat Senior untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA), Sabtu (8/10), masih belum ada titik temu.
Pasalnya, antara negara pengirim (Indonesia, Filipina, Thailand, Myanmar) dengan negara penerima (Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam) masih ada perdebatan, terutama soal pekerja yang tidak dilengkapi dokumen.
Sementara menyangkut beberapa isu lain, seperti HIV/AIDS, perlindungan bagi penyandang cacat, pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), pendidikan, penanganan bencana alam, kerja sama antara ASEAN dengan China, dan pemanasan global (global warming) langsung bisa dicapai kesepakatan bersama.
Setidaknya sampai 2015, dalam rangka ASEAN Community, masalah tersebut sudah ada tindak lanjutnya.
Kemarin, sidang SOCA dibuka oleh Staf Ahli Bidang Keragaman Budaya dan Pariwisata Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Hari Untoro Drajat. Ketua SOCA Prof Dr Indriyono Susilo memimpin jalannya sidang.
Ketua delegasi Indonesia untuk ASCC/SOCA Nina Sardjunani, menjelaskan, masalah pekerja migran sangat krusial. Indonesia mendorong perlunya kesepakatan untuk perlindungan terhadap mereka. Sesuai hasil KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 2007, telah disahkan deklarasi ASEAN untuk perlindungan dan pemajuan hak-hak para pekerja migran kawasan.
”Harus ada kesepakatan untuk cetak biru komunitas sosial budaya ASEAN. Tapi negara penerima, terutama Malaysia, Singapura, dan Brunei, belum sepakat khususnya menyangkut pekerja yang tidak dilengkapi dokumen,” kata dia.
Hasil sidang SOCA akan dilaporkan kepada sidang ASCC, Senin (10/10) besok, untuk ditindaklanjuti dalam KTT ASEAN di Bali, November mendatang.
Harapan Indonesia dan negara pengirim pekerja migran lain, setidaknya sebelum tercapainya ASEAN Community 2015, masalah tersebut sudah harus terselesaikan.
”Sesuai hasil pertemuan di Manila pada September 2011, pembahasan pekerja migran diselesaikan dalam tiga tahap sebelum 2015. Tahap pertama untuk pekerja migran tetap (reguler) diselesaikan sampai batas akhir 2012, tahap dua untuk pekerja tidak tetap batas waktunya 2013. Terakhir sampai batas 2014 sudah ada status hukum ASEAN soal itu,” kata Nina. (H37,J9-43)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/09/162023/SOCA

Sebanyak 5 persen dari sekitar 1.500 pengidap HIV di Kota Malang, ditengarai berasal dari kalangan pelajar.  Kenyataan mengejutkan ini terpapar dalam kampanye bahaya dan penularan HIV, yang diadakan tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, beserta para aktivis HIV dari Ikatan Waria Malang (Iwama), di SMAN 1 Kota Malang, Sabtu (13/11/2010) kemarin.

Yang ironis, menurut Viru Devana, salah satu aktivis Iwama, beberapa di antara pelajar tertular karena penggunaan narkoba. ”Penyebab kedua, adalah kebiasaan seks bebas. Data yang kami miliki, sebanyak 30 persen pelajar di Malang Raya pernah menjalani seks bebas,” kata Viru.

Fakta yang didapat dari survei tim Komisi Penanggulangan AIDS Kota Malang pada tahun 2010 itu, membuat para aktivis mulai memilih sekolah, sebagai sasaran kampanye.  Risqi Aulia Defriansyah, salah satu aktivis dari mahasiswa kedokteran mengatakan, memberikan pemahaman mengenai bahaya HIV berikut upaya pencegahan kepada para pelajar saat ini merupakan cara terbaik mengurangi angka pelajar yang tertular HIV.

Selain tertularnya para pelajar, yang menjadi perhatian lebih para aktivis HIV, adalah metode penularan melalui donor darah. Viru mengatakan, 22 persen darah yang didonorkan, terjangkit virus HIV dan hepatitis A. Untuk itu, ia menganjurkan, agar para pendonor minimal melakukan VCT (Voluntary Counseling Test) atau tes sukarela HIV, sebelum mendonorkan darahnya.

Jumlah pengidap AIDS di Kota Malang cukup besar. Untuk tingkat kota dan kabupaten di Indonesia, Kota Malang berada di posisi ke enam jumlah pengidap HIV terbanyak. Fakta ini mendorong agar para orang tua mesti lebih waspada dalam ikut serta mengawasi perilaku anak-anak mereka dengan cara yang lebih arif agar bisa membantu menyelamatkan generasi muda bangsa ini kedepan.

Sumber berita :  http://ruanghati.com/2010/11/15/

Rela Menunda Kuliah

SETELAH dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2011 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (7/10), sebuah babak baru akan dijalani oleh Maria Selena. Wakil Jawa Tengah kelahiran Palembang, 24
September 1990 ini akan menyusuri sejumlah program yang sangat padat setahun ke depan. Termasuk mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2012.
Mahasiswi School of Business & Management Institut Teknologi Bandung ini tak gentar. Ia bahkan rela menunda sementara waktu kuliahnya, sebagai wujud komitmennya sebagai Putri Indonesia 2011.
”Saya bersyukur atas kemenangan ini. Saya ingin berkontribusi bagi masyarakat di bidang sosial. Mungkin saya memang harus menunda kuliah. Tapi itu risiko yang akan saya ambil karena kemenangan ini merupakan langkah awal bagi saya,” ucap gadis cantik yang juga atlet bola basket itu dalam jumpa pers usai acara, Sabtu (8/10) dini hari.
Kemenangan Elena —sapaan akrabnya— tentu tidak saja ditentukan oleh penampilannya selama berada di atas panggung grandfinal. Elena telah berjuang sejak mulai mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Putri Indonesia 2011 dan mewakili Jawa Tengah untuk berlaga di tingkat pusat.
Begitu memasuki masa karantina, gadis ini juga terus berupaya menyerap semua informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh para mentor sepanjang 10 hari yang padat. Masa karantina merupakan masa paling penting sebagai pembekalan dan penilaian berdasarkan beauty, brain, and behavior.
Sejak mendaftarkan diri mengikuti ajang ini, Elena memang telah menargetkan diri untuk menjadi pemenang. Namun bukan berarti dia yakin bakal memenanginya. Meski menargetkan diri untuk menang, Elena tetap menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan pasrah.
Meski yakin, dia tetap tak menyangka dan sangat kaget ketika diumumkan keluar sebagai Putri Indonesia 2011. ”Saya memang menargetkan diri menjadi Putri Indonesia 2011, tetapi saya pasrah pada Tuhan. Karena itu kemenangan ini merupakan anugerah dari Tuhan,” katanya.
Dalam balutan busana rancangan Anne Avantie, Elena nampak begitu anggun dan percaya diri ketika berada di atas panggung dan menjawab pertanyaan dari para juri yang terdiri atas Bernada Sukma Harahap (Ketua Umum DPP Asita), Fira Basuki (Editor in Chief Cosmopolitan Indonesia Magazine), Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2004), Dr Triyadi (Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional), Drg Ida Suselo Wulan MM (Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender Bidang Politik, Sosial, Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Achirina Soetjitro (Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia), Amir Husein (General Manager PT Mustika Ratu), Nurul Arifin (Anggota DPR), Rusian Prijadi PhD (Ketua Departemen Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), dan Erwin Aksa (Ketua Umum BPP Hipmi).
Bersama Liza Elly Purnamasari dari Jawa Timur dan Andri Tenri Gusti Hanum Natassa dari Sulawesi Selatan, Elena masuk ke babak tiga besar yang sangat menegangkan. Ketiganya mendapat pertanyaan yang sama dari juri, yakni, ”Apakah rahasia yang mendukung Anda sehingga bisa menjadi Anda yang sekarang ini?”
Jawaban dari Elena terdengar sangat cerdas dan menunjukkan kualitas dirinya.
”Saya mensyukuri apa pun yang terjadi meskipun gagal dan memaknai itu sebagai sebuah keberhasilan, tanpa gagal tidak ada rasa sedih, tanpa rasa sedih tidak akan bisa merasakan kebahagiaan. Saya pernah gagal dan itu membuat saya terus berusaha untuk berhasil dan merasakan kebahagiaan.”
Jawaban itu dia sampaikan dalam intonasi yang menarik dan lancar. Jawaban-jawaban yang diberikan Elena sebelumnya juga cukup memikat. Saat sepuluh besar gadis ini mendapatkan pertanyaan, “Apa yang menjadi sumber semangatmu untuk selalu tampil maksimal dan memberikan yang terbaik?”
”Rasa tanggung jawab saya terhadap Tuhan, keluarga, dan masyarakat Jawa Tengah yang telah mempercayai saya sebagai finalis Putri Indonesia 2011,” jawabnya mantap. (Tresnawati-43)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/09/162022/

Jumat, 07 Oktober 2011

Takut Diperkosa Juara Nyanyi Di Beijing Lompat Dari Angkot

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juara 1 Lomba Vokal dalam acara World Choir Grand Champion Beijing, China pada tahun 2010 lalu, Putri Novinda (18), di duga telah menjadi korban percobaan perkosaan oleh seorang supir angkot M27 jurusan Pulogadung- Kampung Melayu, Kamis (06/10/2011).

Salah seorang kerabat korban menuturkan, bahwa, Putri yang merupakan mahasiswi Institute Musik Indonesia (IMI), itu hendak berangkat kuliah dari kediamannya Gang Remaja I, Rt 08 Rw 04, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakata Timur, dengan menumpangi angkot M 27.

Namun dalam perjalanan angkot yang sepi penumpang itu kemudian tiba-tiba keluar dari trayeknya, angkot tersebut tiba-tiba berbelok ke Jalan Raya Pemuda. Menurut Eryanto, Putri sempat bertanya kepada sang supir.

"Tapi kata supirnya tidak apa-apa," katanya.

Saat itu di dalam angkot hanya terdapat sang supir, teman sang supir yang duduk di di depan, dan beberapa laki-laki. Karena ketakutan ia pun nekat melompat keluar dari angkot yang melaju, dan terjembab tepat di Jalan Pemuda.

Akibat aksi nekatnya, Putri kini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur. Akibat tindakan penyelamatan dirinya itu, Ia di vonis oleh dokter menderita geger otak ringan.

"Tapi kini kondisinya sudah membaik," kata Eryanto.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Obat Pembunuh Jacko Ditemukan Di Kantong Belanja

REPUBLIKA.CO.ID,LOS ANGELES - Conrad Murray (58), dokter pribadi mendiang Michael Jackson, menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Murray dituduh membunuh Jacko (50) dengan cara memberinya obat bius propofol hingga overdosis.
Sebuah botol propofol ukuran 100 ml ditemukan di dalam kantong infus. Barang tersebut disimpan di sebuah kantong belanja yang ditaruh di lemari Jacko. Jackson diduga kuat mati karena mengalami overdosis obat bius propofol. Obat ini tergolong obat bius paling kuat.
Sementara pengawal Jacko, Alberto Alvarez, menceritakan bagaimana ia melihat Murray menarik infus dari kaki sang mega bintang tersebut. Murray mencabutnya setelah Jackson dipastikan tak lagi bernyawa.
Alvarez menceritakan bagaimana ia mengikuti perintah Murray. Dia menaruh kantong infus dan botol propofol ke dalam tas belanja. ''Saya melihat botol propofol dalam kantong infus dan melihat substansi putih susu,'' katanya.
Murray menyangkal tuduhan pembunuhan Jackson tersebut. Dia mengklaim Jacko tewas dengan sendirinya setelah meminum pil lorazepam dan menginfus sendiri propofol.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Dua Siswi Keroyok Teman Terekam Kamera

Liputan6.com, Bandar Lampung: Pengeroyokan oleh pelajar kembali terjadi. Aksi mereka kali ini terekam dalam video berdurasi total 15 menit 18 detik. Dalam tayangan terekam seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) dipukuli dua temannya.
Pada gambar tampak seorang wanita berpakaian bukan pelajar membantu pengeroyokan. Bahkan korban diminta mencium kaki seorang pelaku pengeroyokan hingga berkali-kali. Aksi berlangsung di sebuah lahan kosong dekat permukiman warga setempat.
Tampak dalam video seorang siswi SMP sedang ditampar wajahnya serta dipukuli hingga berulang-ulang. Tak lama berselang, datang seorang perempuan memakai jaket hitam. Tapi tidak mengenakan seragam sekolah, ikut menghakimi korban. Wanita itu bahkan lebih gencar mendaratkan pukulan dan tamparan hingga tendangannya kepada korban.
Aksi tersebut mendapatkan kecaman dari kalangan pelajar lain. Seorang pelajar SMU mengaku mengetahui aksi pengroyokan dilakukan para siswi pelajar dari salah satu SMP negeri di Bandar Lampung. Hal tersebut dapat dilihat dari tanda segitiga merah di bagian lengan baju sebelah kanan mereka.(AIS)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Hujan Mengguyur Sebagian Arena SEA GAMES Rusak

Liputan6.com, Palembang: Turunnya hujan memang berhasil menghilangkan kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas warga Palembang, Sumatra Selatan. Namun demikian, ratusan meter persegi rumput di kawasan arena SEA Games di Palembang, rusak tergenang air.
Badan fondasi tiang bendera 11 negara di arena voli pantai yang baru pekan ini dikerjakan pun roboh. Bangunan papan nama arena sepatu roda juga nyaris roboh hingga harus diganjal kayu. Sedangkan 200 meter pagar di belakang gedung serbaguna wisma atlet juga ambruk.
Semuanya itu baru sebagian kerusakan di arena SEA Games di kawasan Jakabaring, Palembang, menyusul turunnya hujan lebat sejak Rabu (5/10) malam. Air hujan juga membuat jalan-jalan tanah di proyek SEA Games becek. Alhasil, puluhan truk material tak bisa masuk ke gelanggang sepatu roda karena jalan amat becek dan terhalang sebuah truk yang terguling.
Kendati begitu, Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tetap optimistis semua arena atau venue SEA Games selesai tepat waktu. Terlepas dari tepat atau tidak tepatnya waktu penyelesaian arena SEA Games, rusaknya arena dan fasilitas SEA Games akibat hujan memunculkan pertanyaan tentang kualitasnya.
Kini, ribuan pekerja bekerja keras agar seluruh gelanggang SEA Games selesai sesuai jadwal. SEA Games ke-26 diikuti sekitar 6.000 atlet dari 11 negara. Perhelatan SEA Games sendiri berlangsung mulai 11 hingga 22 November mendatang dan digelar di Palembang dan Jakarta.(BJK/ANS)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Maraton Pembahasan RAPBD Perubahan

SLAWI - Empat Komisi di DPRD Kabupaten Tegal membahas RAPBD Perubahan tahun 2011, secara maraton. Hal ini karena, selain ketersediaan waktu yang mepet (hanya disediakan dua hari), juga cukup banyak SKPD yang harus melakukan pembahasan bersama komisi yang ada.
Setelah pembahasan dilakukan secara maraton, Jumat (7/10) sore kemarin, akhirnya semua komisi berhasil menyelesaikan pembahasan bersama SKPD. Dan Senin (10/10) besok, rencananya bakal dilaksanakan Sidang Paripurna terhadap hasil pembahasan komisi.
 “Selama dua hari, kami membahas sebanyak 47 SKPD dibawah naungan komisi. Setiap harinya, pembahasan dilakukan sampai jam 17.00 WIB,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Dakir SH, Jumat (7/10) kemarin.
Dikatakan Dakir, dari hasil pembahasan di komisinya, ada sejumlah anggaran dari SKPD dibawah koordinasinya yang terpaksa didrop atau dirasionalisasi. Hal ini sebagai langkah terhadap terjadinya defisit anggaran Kabupaten Tegal. Begitupun yanhg terjadi di komisi lainnya.
Seperti yang dijelaskan oleh Wakil Ketua Komisi II, Adi Guntoro, komisinya terpaksa melakukan perubahan target dari salah satu SKPD. Karena ternyata, terjadi ketidaksesuaian antara rencana yang ditargetkan dengan realisasi dan kinerja SKPD tersebut dilapangan. “Ada perubahan target, yaitu penurunan pada RSUD type D Suradadi,” ucapnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Muaris SH, membenarkan jika komisi harus melakukan pembahasan secara marathon. Jika tidak, dikhawatirkan pembahasan di tingkat komisi tidak selesai. Padahal waktu yang teredia, sangat mepet.
“Setiap Komisi diberi tenggat waktu pembahasan hanya dua hari, dan harus selesai,” katanya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Usaha Kebun Strawberry Petik Sendiri

BOJONG - Bisnis perkebunan strawberry petik sendiri, terus dilirik oleh sejumlah petani di wilayah Desa Tuwel Kecamatan Bojong. Selain mudah dalam pengelolaannya, juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Apalagi, didukung oleh adanya OW Guci yang merupakan wisata tujuan di daerah itu, yang sudah dikenal wisatawan baik regional, nasional, maupun wisatawan asing dari sejumlah negara tetangga.
Bahkan, bisnis perkebunan strawberry petik sendiri, saat ini semakin berkembang. Dari semula yang hanya ada satu saja, saat ini sudah menjadi tiga lokasi.
Salah satu pengusaha perkebunan strawberry petik sendiri, H BUstan, berpendapat, bisnis itu tidak bakal merugi. Karena jumlah strawberry panen selalu habis dibeli pengunjung, bahkan pihaknya seringkali kekurangan hasil panen.
“Panen buah kebun strawberry kami, selalu habis dipetik oleh pembeli yang biasa memetik sendiri di lahan perkebunan kami,” kata H Bustan.
Dikatakan H Bustan, dirinya sudah menekuni usaha kebun strawberry petik sendiri selama tiga tahun. Usaha yang digelutinya itu, cukup membuahkan hasil. Saat mengawali usaha, dia membuka lahan untuk kebun strawberrynya seluas 1 Ha. Sedang untuk bibit strawberry, diambil dari daerah Bandung.
Menurut dia, dari usaha semula yang ternyata menjanjikan, pihaknya ingin memperluas lahan dan berencana menambah luasan sekitar 0,5 Ha lagi. Untuk saat ini, dirinya sudah tidak kesulitan bibit. Karena sudah biasa melakukan penyetekan sendiri. Apalagi, suhu udara di Desa Tuwel Bojong tidak jauh berbeda dengan suhu di wilayah perkebunan srtrawberry di Bandung.
“Produksi dari usaha kami, sebulan mencapai Rp 30 juta dengan harga setiap kilogram untuk petiuk sendiri, Rp 40 ribu,” ujarnya.
PEMELIHARAAN RUTIN
Guna menjaga keberlangsungan hidup dan panen tanaman strawberry miliknya, H Bustan harus rutin melakukan pemeliharaan. Setiap sepuluh hari sekali, dia mengerahkan 50 orang untuk menyiangi tanamannya. Menurutnya, untuk 1 Ha lahan, dia harus membeli 20 ribu bibit dengan harga Rp 500 per batang bibit. Selanjutnya, tanaman yang sudah tumbuh ditutup dengan plastik. Setelah berusia cukup sekitar dua sampai tiga bulan tanaman mulai berbuah dan selanjutnya setelah masak baru bisa dipetik untuk dipanen.
“Selain modal untuk membeli bibit, perawatan, dan untuk pengolahan lahan awal sebelum ditanami, biaya yang kami keluarkan sekitar Rp 5 juta,” ucapnya.
Sementara, setelah berbuah, tanaman terus dilakukan perwatan agar kembali berbuah setelah dipetik. Tanaman strawberry sendiri mampu bertahan selama satu tahun setelah berbuah perdana.
Namun dari semua biaya yang dikeluarkan, dirinya mengakui, bisnis strawberry petik sendiri sangat menjanjikan. “Kami juga bakal memperluas lahan sekitar 0,5 Ha lagi karena bisnis ini memang menghasilkan keuntungan,” tuturnya.
Ditambahkan, menyikapi pemasaran, pihaknya tidak segan bekerjasama dengan sejumlah angkutan umum bak terbuka yang mencari penumpang saat ramai pengunjung di OW Guci. Para sopir yang dia ajak kerjasama, juga sangat senang. Karena selain mendapat ongkos transport, juga mendapat imbalan sebesar 10 persen dari pembelian wisatawan terhadap strawberry miliknya.
"Ini kiat yang kami terapkan dan sampai saat ini cukup jitu dan menguntungkan," pungkasnya. (mohammad ghoni)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Nasionalisme dalam Selembar Kain Batik

TANGGAL 2 Oktober merupakan momen yang sangat penting bagi dunia perbatikan nasional. Pada tanggal itulah, di Prancis, tahun 2009 lalu, Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, mengakui batik sebagai salah satu warisan dunia.
Tetapi bagi penulis, peringatan Hari Batik Nasional tersebut, tidak sekadar mengingatkan pada momen yang sangat bersejarah itu, melainkan juga mengingatkan akan sosok Naomi Susilowati Setiono, tokoh batik Lasem yang meninggal dunia pada awal 2010.  Pertemuan dengan Ibu Naomi pada 2009 adalah sebuah kebetulan. Waktu itu, saya dimintai tolong Widi Yarmanto, mantan pemimpin redaksi Majalah Gatra yang meninggal dunia pada 8 April lalu, untuk menulis profil tokoh batik Lasem tersebut pada sebuah majalah yang dikelolanya.
Naomi adalah pemilik batik tulis khas Lasem (Clasic) Maranata (Ongís Art) yang berada di Jalan Karangturi I/1. Ia merupakan putri kedua dari lima bersaudara yang lahir di Lasem tahun 1958. Darah sebagai seorang pembatik turun dari kakeknya, salah satu juragan batik yang merupakan orang terkaya di daerahnya, waktu itu, Ong Yok Thai.
Meski memiliki trah sebagai pengrajin dan pengusaha batik, namun ia tidak serta-merta menjadi pembatik setelah kakeknya. Jalan berliku dilalui oleh lulusan Sekolah Menengah Apoteker Theresiana Semarang pada 1980 ini. Ia melalui perjuangan hidup yang sangat keras, sebelum akhirnya menekuni dunia batik dengan memomulerkan batik tulis khas Lasem.
''Batik adalah karya seni Indonesia. Sebuah karya seni yang diekspresikan di atas kain,'' ungkap Naomi. Batik, katanya menegaskan, tidak sekadar menorehkan cat di atas kain, tetapi lebih sebagai ekspresi pembatiknya. ''Inilah seninya. Masing-masing karya batik itu memiliki makna sendiri-sendiri. Batik kricak menggambarkan bagaimana susah dan pedihnya masyarakat Indonesia saat dijajah selama lebih dari tiga setengah abad.''
Awalnya, Naomi juga tidak suka memegang usaha batik. ''Jenuh. Dari pagi hingga malam yang dilihat cuma itu-itu saja.'' Tetapi lambat laun, ia malah mencintai dan mengagumi batik, khususnya batik Laseman yang kemudian banyak dikembangkannya.
Menurut ceritanya, batik Laseman dibuat sejak tahun 1917-an. Batik klasik itulah yang ia repro untuk batiknya. Ia konsisten mengembangkan batik tulis klasik ini, padahal menurutnya jauh dari laku, sehingga para pengrajin batik umumnya lebih memilih membuat batik kontemporer dengan menggunakan printing.
Kendati kesulitan memasarkannya, namun perempuan yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Reformet Injil Surabaya (STRIS) ini tetap bertekad menjaga dan melestarikan batik tulis klasik Laseman itu.
Kini, Naomi telah tiada. Ia pergi dengan komitmennya melestarikan warisan budaya bangsa. Namun, masih ada kegundahan hatinya waktu itu yang harus diteruskan oleh generasi penerus saat ini, yaitu mempersiapkan regenerasi para pembatik nasional. (24)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/05/161559/

Bakar ATM Tinggalkan Surat Ancaman

YOGYAKARTA-  Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank BRI, di kawasan Jl Affandi, Dusun Mrican, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dibakar, Jumat (7/10) sekitar pukul 02.20.
Tak hanya itu, pelaku juga meninggalkan surat bernada ancaman.
Polda DIY menduga ada keterkaitan antara kasus pembakaran ATM BRI di Slemandan ATM BNI di Bandung. Kedua pelaku sama-sama meninggalkan surat ancaman. Isinya pun mirip. Pembakaran ATM di Bandung terjadi pada ATM BNI di Jl Dipati Ukur, Bandung, Kamis 30 Juni 2011.
“Ada kemiripan (kasus),” kata Kadivhumas Polda DIY, AKBP Ani Pudjiastuti. Isi suratnya pun ternyata sama saja, hanya beda pada redaksional tulisan.
Pelaku pembakar an di Bandung dan Sleman sama-sama menuliskan kebencian terhadap negara, korporasi, polisi, dan TNI dengan sasaran ATM, bank, dan gedung korporat.
Atas kejadian itu, ATM BRI rusak akibat tebakar, sedangkan ATM milik Bank BNI yang berada di sebelahnya tidak mengalami kerusakan.
Ditanya apakah ada kaitannya dengan terorisme, Kapolda DIY Brigjen Tjuk Basuki membantah kejadian itu berkaitan dengan aksi teroris.
Dia menegaskan, kasus ini bukan peledakan namun pembobolan uang di ATM dengan cara membakar. ”Hasil pemeriksaan sementara, motif aksi tersebut adalah membobol untuk mendapatkan uang dengan cara membakar.”
Pemicu kebakaran berasal dari api yang sengaja dipantikkan oleh seseorang dengan bahan bakar minyak tanah. Setelah terbakar, tabung monitor itu meledak. Hal itu diluar dugaan para pelaku. Pelaku belum berhasil mengambil uang di ATM. Apalagi aksinya tersebut kepergok warga sekitar. ”Hasil dari tim laboratorium, asap dalam ruang ATM dari pembakaran mengalami kepekatan dan tidak bisa keluar. Saat api mengenai layar monitor kemudian meledak,” ujar Tjuk Basuki. Cara tersebut merupakan modus baru yang sama sekali belum pernah terjadi.
Di tempat kejadian, polisi menemukan tas hitam yang berisi selebaran bertuliskan pesan provokatif yang diduga milik tersangka. Dalam tas tersebut juga terdapat dompet, kartu pers dari salah satu media online.

Diamankan
Tak hanya itu, dalam waktu singkat, kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat pembakaran ATM di samping swalayan Vikita itu.
“Inisialnya Bl, Ss, dan Rr. Sedangkan satu orang lagi berinisial Kl berhasil kabur dan menjadi buron polisi,” kata Kapolda DIY, Brigjen Tjuk Basuki di Mapolres Sleman, Jl Magelang Km 15, Jumat (7/10) sore.
Bl, warga Bandung itu ditangkap ditangkap saat akan mengambil tas yang tertinggal di ATM BRI yang terbakar, sedangkan Rr dan Ss ditangkap di sebuah kos-kosan di Kolombo, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka berdua ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Ss adalah pacar Bl.
Kl sebagai eksekutor pembakaran ATM berhasil melarikan diri. Saat kabur, Kl mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. “Dia sempat berobat ke sebuah rumah sakit, namun langsung kabur. Kami sudah memeriksa semua rumah sakit,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan sementara, kata Tjuk, masing-masing memiliki peran berbeda. Bl bertindak menyebarkan selebaran di sekitar lokasi, Rr merupakan pembuat selebaran serta yang memerintah melakukan pembakaran ATM BRI. Sedang Kl adalah eksekutor pembakaran ATM tersebut. Mereka juga mengaku tidak mengetahui mengenai kasus peledakan ATM di Bandung.
“Kami belum percaya sepenuhnya dan akan kami dalami sampai Kl tertangkap,” katanya.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, orang yang diamankan akan diperiksa 1x24 jam. Namun jika dijerat dengan UU Terorisme, dia bisa diperiksa 7x24 jam. “Diperiksa 1x24 jam jika dijerat pidana umum dan diperiksa 7 hari kalau terbukti terorisme,” jelas Anton.
Anton menegaskan, polisi akan mendalami kaitan pembakaran ATM di Yogyakarta tersebut dengan pembakaran ATM di Bandung. “Kami akan cek, yang jelas kami dalami,” katanya. (sgt,P58, dtc-71)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/08/161961/

Wakil Jateng Putri Indonesia

JAKARTA- Setelah melalui serangkaian kegiatan padat selama masa karantina sejak 28 September lalu, Pemilihan Putri Indonesia 2011 mencapai puncaknya, semalam. Maria Selena, wakil dari Jawa Tengah, akhirnya terpilih sebagai Putri Indonesia 2011.
Adapun Runner Up 1 dengan gelar Putri Indonesia Lingkungan diraih Liza Elly dari Jawa Timur. Runner Up 2 dengan gelar Putri Indonesia Pariwisata diraih Andi Tenri Natassa dari Sulawesi Selatan. Natassa juga berhak atas gelar Putri Berbakat serta Putri Favorit pilihan pemirsa.
Kemenangan Maria Selena akan membawanya melaju ke pemilihan Miss Universe tahun depan. Gadis berusia 21 tahun mahasiswi School Of Business Management  ITB ini lolos dari lima besar ke tiga besar bersama Liza dan Natassa. Meski berasal dari Semarang, Maria lahir di Palembang, 24 September 1990.
Pada wawancara tiga besar, mereka mendapat pertanyaan yang sama yakni, “Apa rahasia yang mendukung Anda hingga mencapai posisi saat ini?”.
Liza yang mendapat urutan pertama menyebut rasa syukur kepada Tuhan dan orang tua sebagai rahasia suksesnya. Dengan cerdas Maria yang memiliki tinggi badan 176 cm mengatakan rasa syukur meski kegagalan itu membuatnya belajar dari rasa sedih, yang akan membuatnya mengerti arti bahagia.
Natassa mengaku siap menyandang gelar Puteri Indonesia 2011. Jawaban dari ketiganya merupakan kunci kemenangan meraih gelar Puteri Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di Plennary Hall, Jakarta Convention Center itu dihadiri oleh Miss Universe 2011, Leila Lopes.
Saat pengumuman para finalis tampak anggun mengenakan gaun malam bernuansa melayang warna krem rancangan Barli Asmara.
Putri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames, menyebut salah satu kriteria Putri Indonesia adalah menjadi sosok wanita yang mudah diatur.
Wakil Jawa Tengah kali terakhir menyabet gelar Putri Indonesia pada 2006 atas nama Agni Pratistha. Atas prestasinya itu, Agni melaju ke pemilihan Miss Universe 2007 di Meksiko. (tn-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/08/161964/

Rabu, 05 Oktober 2011

Alasan Mengapa Tidur Telanjang

Jika ditanya, pakaian apa yang paling nyaman dipakai untuk tidur, rata-rata jawaban Anda pastilah: daster atau paduan tank top dan celana pendek. Bahan yang tipis dan minim mengurangi rasa gerah dan membuat Anda bebas bergerak.

Namun, apabila Anda butuh sedikit tantangan, bagaimana jika Anda lepaskan saja busana tidur Anda dan tidur telanjang? Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Dan Baritchi, digambarkan betapa tidur telan-jang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda. Simak berbagai manfaat lainnya sebagai berikut:

Melepaskan oksitosin
Hormon oksitosin dilepaskan ketika terjadi kontak kulit dengan kulit. Ketika kulit bersentuhan dari kepala hingga kaki sepanjang malam, Anda akan mendapatkan arus hormon yang bermanfaat. Beberapa manfaat oksitosin, antara lain, meningkatkan rasa sejahtera, menurunkan detak jantung, mengurangi hormon stres, meningkatkan rasa percaya, dan tentunya, dorongan seksual.

Bikin "mood" untuk bercinta
Banyak perempuan menolak berhubungan seks karena sedang enggak mood. Penyebabnya bisa karena kelelahan, takut anak sewaktu-waktu terbangun, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda. Padahal, menolak berhubungan hanya membuat perempuan merasa kesepian dan diacuhkan. Karena itu, sebaiknya Anda yang mengubah mood tersebut untuk bercinta. Caranya, meringkuk di bawah selimut dengan bodysuit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu. Rasa berdesir pada kulit akan memberikan rangsangan se-ksual yang Anda butuhkan.

Terlihat erotis

Pria mana pun tak akan tahan melihat sang istri meringkuk di sisinya tanpa busana. Hal itu menjadi semacam undangan untuknya guna berhubungan se-ksual.
Sumber Berita : http://bacaan-gila.blogspot.com/2011/04/

TNI Jangan Lupakan Peristiwa 27 Agustus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pada Rabu, 5 Oktober 2011, ratusan ribu prajurit TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta TNI Angkatan Udara berbaris dengan gagah serta tegapnya untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara peringatan HUT TNI di kompleks Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta. Yudhoyono yang didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kasad Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo, Kasal Laksamana TNI Soeparno serta Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat memimpin acara ini dan dalam sambutannya antara lain Kepala Negara minta seluruh prajurit TNI untuk bersikap waspada terhadap terorisme.
"Meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab Kepolisian, TNI harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi terorisme yang membahayakan rakyat tidak berdosa, serta gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan negara," kata Kepala Negara.
Selama ini masyarakat memang bisa terus melihat langsung dan merasakan bahwa ratusan bahkan ribuan tentara digelar di berbagai daerah mulai dari perkotaan hingga wilayah- wilayah terpencil untuk menjaga keamanan dan pertahanan. Mereka harus melakukan patroli dengan mengendarai kendaraan hingga berjalan kaki menembus hutan belantara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ternyata telah banyak korban yang jatuh. Pada hari Selasa, 23 Agustus 2011, misalnya, seorang perwira menengah TNI-AD, Kapten Tasman harus "merelakan" nyawanya di kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua setelah dia dikeroyok oleh tiga orang yang tidak dikenal.
Tasman dibacok dengan parang serta ditikam dengan menggunakan pisau. Pembunuhan ini masih belum jelas apakah sekedar tindakan kriminal ataukah dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM yang selama ini masih "bermimpi" menjadikan Papua sebagai negara terpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika ada prajurit-prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mereka sehingga layak mendapatkan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya, maka apa yang terjadi di Jakarta pada hari Sabtu, 27 Agustus 2011 yang juga melibatkan seorang bintara TNI Angkatan Laut. Patutkah sang sersan satu ini diberi penghargaan atau malahan sebaliknya dibawa ke mahkamah militer dan kemudian dipecat secara tidak hormat dari dinas aktifnya di TNI-AL?
MembajakPada hari Sabtu, 27 Agustus 2011, sekitar pukul 09.35 WIB, tiba-tiba terdengar tembakan di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Sejumlah anggota Brigade Mobil, Kepolisian Negara Republik Indonesia tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah seorang lelaki begitu Kereta Api Gajayana baru saja berhenti di stasiun yang biasa memberangkatkan dan menerima masuknya kereta-kereta api kelas ekonomi.
Stasiun Senen yang dipadati oleh ribuan calon pemudik untuk menyambut hari Idul Fitri tiba-tiba menjadi heboh karena mendengar suara tembakan. Tidak ada yang tahu apakah sedang ada latihan menyambut HUT TNI ataukah ada musibah apa? Rupanya para prajurit Brimob sedang berusaha meringkus Sersan satu Darso yang sedang berusaha membajak kereta api Gajayana tersebut. Selama ini belum pernah terdengar adanya upaya pembajakan kereta api apalagi yang dilakukan oleh prajurit TNI.
Gajayana rupanya diberangkatkan dari Malang pada 26 Agustus untuk memenuhi kebutuhan tingginya angka arus mudik dalam rangka menyambut Lebaran tersebut, sehingga tidak ada penumpang yang dibawa dari Malang, Jawa Timur. Kereta api ini dipimpin oleh Masinis Yodian Wiliarso. Setibanya di Stasiun Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sekitar pukul 07.09 WIB.
Tiba-tiba terhadap angkutan massal ini dilakukan penghadangan oleh tiga orang yang berdiri dengan "gagahnya" di tengah rel kereta api. Ternyata satu dari tiga orang "pembajak" itu adalah Sersan Satu Darso dari kesatuan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, Pangkalan Utama TNI- AL(Lantamal) III, Jakarta.
Entah apa yang ada di pikiran Sersan Satu Darso ini, apakah hanya ingin naik kereta secara gratis ataukah ingin menjadi "pahlawan di siang hari bolong" dengan menjadi prajurit pertama di lingkungan TNI yang nekad membajak Gajayana. Sampai sekarang Darso masih tetap ditahan dan disebut-sebut diperiksa oleh dokter ahli jiwa atau psikiater.
Gara-gara tindak pembajakan itu, maka pengawalan terhadap semua kereta api diperketat sehingga penjagaan tidak hanya dilakukan di gerbong-gerbong penumpang tapi juga lokomotif. Pembajakan oleh Darso ini berhasil dilaporkan Masinis Yodian Wiliarso yang melaporkan kasus ini ke pusat pengendali di Cirebon melalui alat komunikasi hingga akhirnya ketiga pembajak itu berhasil dibekuk.
Penjagaan ketat ini dilakukan karena para pembajak membawa sangkur yang ditodongkan ke dada dan leher sang masinis. Bahkan sebuah "senjata laras pendek" dibawa untuk menakut-nakuti awak PT Kereta Api Indonesia ini walau akhirnya diketahui bahwa alat yang menakutkan itu hanyalah sebuah air soft gun alias mainan anak-anak.
Ancaman teroris
Sampai sekarang masyarakat belum pernah mendapat informasi lagi tentang kejadian yang "aneh dan langka" ini. Darso belum diketahui apakah sudah diperiksa atau belum oleh psikiater dan apa hasil pemeriksaan itu dan yang terpenting adalah kapan sersan satu ini akan diseret ke mahkamah militer di lingkungan TNI-AL.
Masyarakat pasti melihat ini secara langsung atau mengetahui bagaimana proses peradilan Darso dan apakah ia dinyatakan bersalah dan apa hukumannya mulai dari dipenjara hingga dipecat secara tidak hormat dari dinas militernya.
Bagi ratusan ribu prajurit TNI-AL, TNI-AD, TNI-AU hingga Polri, peristiwa peradilan itu juga pasti akan menarik untuk diikuti secara seksama, karena bisa diketahui apakah Darso hanya "nekad" ingin naik kereta api secara gratis ataukah ada tujuan lain.
Tentu para pemimpin TNI dan juga Polri tidak menginginkan sama sekali terulangnya tindak kriminal ala koboi Darso ini. Di setiap angkatan dan Polri, ada dinas psikologi dan para psikolog tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar kejahatan ini tidak terjadi lagi karena hanya akan mencoreng nama baik dan kehormatan TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan juga bisa saja Polri.
Mudah- mudahan Darso akan segera diseret ke mahkamah militer sehingga seluruh rakyat bisa mendengarkan secara langsung pengakuan sang Sersan Satu Darso ini dan akhirnya diketahui "imbalan" yang bakal diterimanya termasuk hukuman penjara dan pemecatan dari dinas militer dan menjadi peristiwa pertama serta terakhir yang dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Diskriminasi Guru Swasta Diminta Dihapus

SLAWI- Memperingati Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day, 5 Oktober kemarin, Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta pemerintah segera menghapus diskriminasi terhadap guru swasta.
Koordinator Pusat PGSI Muhammad Fatah Yasin mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi PGSI di Yogyakarta pada awal Oktober, dihasilkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya PGSI menilai kebijakan pemberian tunjangan profesi bagi guru swasta masih diskriminatif dalam hal pemberian kuota sertifikasi dan kepastian pembayaran tunjangan profesi setiap bulan.
”Selain itu, sistem penyesuaian pangkat dan golongan bagi guru swasta (inpassing) juga masih lamban,” ujar Fatah yang juga Ketua Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal itu.
PGSI mendesak pemerintah konsisten pada putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapuskan kata ”dapat” dalam Pasal 55 ayat 4 UU Sistem Pendidikan Nasional. Putusan tersebut mendorong penghapusan diskriminasi bagi perguruan swasta jenjang pendidikan dasar.
Berdasarkan putusan itu, lanjut Fatah, pemerintah harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru sekolah swasta untuk memperoleh status sebagai guru PNS dengan tanpa meninggalkan tugasnya di sekolah swasta. Atau setidak-tidaknya memberikan hak kepada guru swasta untuk memperoleh kesejahteraan yang sama dengan guru PNS.
”Penghapusan diskriminasi tersebut juga bisa dilakukan dengan memberikan kuota yang sama bagi guru swasta untuk mengikuti program sertifikasi, pemberian tunjangan profesi, dan tunjangan fungsional,” imbuhnya.
Dia menyebutkan, mayoritas guru swasta bergaji di bawah upah minimum, yakni antara Rp 150.000 dan Rp 700.000. Mereka juga tidak memiliki jaminan sosial seperti jaminan kesehatan dan jaminan hari tua. (K22-37)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/06/161691/

DIY Masuk 10 Kota Bebas Korupsi di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kota terbersih di Indonesia dan 10 besar di Asia dari sisi kasus korupsi. Hal itu dinyatakan oleh Kepala Kantor Wilayah Pajak Yogyakarta, Djangkung Sudjarwadi, saat meresmikan Pencanangan Sensus Pajak Nasional di Wonosari, Jum'at (30/9) lalu.
"DIY kota terbersih dan masuk 10 besar di Asia versi Global Corruption Index," katanya pada Wartawan.
Di tingkat nasional, lima Kabupaten DIY menjadi 10 besar kota terbaik dalam pajak. Kota Wonosari menjadi juara pertama dalam Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan Pajak PPh. Keempat Kabupaten lain antara lain Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta.
Terkait Sensus Pajak Nasional (SPN), Djangkung mengatakan, target di DIY adalah 30ribu wajib pajak. Menurutnya, sebelum pencanangan SPN pun, peningkatan wajib pajak yang melapor sudah sangat besar. SPN lebih dititikberatkan untuk sosialisasi dan sarana edukasi bagi wajib pajak.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Guru Sudah Mulai Bosan dan Lelah Mengajar

Liputan6.com, Jakarta: Memperingati hari Guru Internasional yang jatuh tepat pada tanggal 5 Oktober, tak sedikit guru di Indonesia yang masih mengeluh dengan kebijakan pemerintah saat ini. Guru juga manusia, punya rasa lelah, bosan dan stres.
Demikian ungkapan dari salah seorang guru yang sehari-hari mengajar di SMU 26 Jakarta, Fakhrul Alam, menyoroti kebijakan pemerintah saat ini terkait dengan jam mengajar tatap muka. Dirinya menganggap kebijakan ini tak masuk akal dari 24 jam menjadi 27,5 jam per minggu. "Kondisi kelas yang nyaman tidak nampak di kelas yang dijejali dengan 40 siswa. Proses dituntut kontekstual, dan student centered learning. Tetapi guru dituntut berdiri di kelas 27,5 jam tatap muka, ini sangat tak masuk akal. Guru juga manusia punya rasa lelah, bosan dan bisa stres," ujar guru yang juga anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kepada Liputan6.com, Rabu (5/10).
Fakhrul mengatakan, pendidikan di Indonesia menganut sistem belajar paling lama di dunia. Sekitar tahun 80-an, guru juga dibebani 24 jam. Namun 18 jam itu untuk tatap muka, 6 jam untuk pelayanan, koreksi dan pengembangan materi dan lainya. "Kami pernah hadir dalam sebuah workshop di situ dikatakan pendidikan kita ini menganut sistem belajar paling lama di dunia. Masuk jam 6.30 selesai jam 15.10, ini umumnya di sekolah negeri," ungkapnya.
Ia menganggap kondisi ini tentu akan sangat mencerdaskan, jika kondisi ditunjang dengan lingkungan nyaman dan proses pembelajaran berjalan sesuai kebutuhan siswa, serta diasuh oleh guru-guru yang mumpuni. "Tapi dengan jumlah 40 siswa dalam satu kelas adalah omong kosong. Sepiawai apapun seorang guru akan berhasil menerapkan model pembelajaran siswa aktif secara efektif jika kondisi seperti ini," ujarnya.
Sebelumnya sesuai kebijakan Permendiknas No. 39 Tahun 2009, untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) seorang guru harus memiliki kewajiban mengajar 24 jam tatap muka. Belum selesai dengan kebijakan tersebut, muncul usulan dari Kemenpan mengenai kewajiban guru mengajar 27,5 jam tatap muka. Usulan Kemenpan tersebut pun disetujui oleh Mendiknas yang dinilai kalangan guru sebagai hal yang tidak realistis. (ARI)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Wow Hantu Casper Muncul Di Kopi

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa unik nan aneh terjadi di sebuah toko kopi di Cardiff, Wales. Gambar mirip hantu Casper terlihat jelas di minuman kopi yang telah dituang ke sebuah gelas.
Maria Sullivan, seorang pekerja di toko kopi, itu sempat syok akan peristiwa tersebut. Dia mengaku sedang menuangkan kopi latte ke dalam gelas. Tiba-tiba buih kopi itu membentuk gambar Casper. Dia pun akhirnya menyebut "Casper-ccino" untuk kopi tersebut.
"Ini sangat menakutkan. Sayang sangat ketakutan hingga membuat bulu kuduk di bagian belakang leher saya berdiri," kata Maria, dilansir The Sun, (5/10/2011).
"Hantu Casper itu hanya mengambang di cangkir, seperti mengawasi saya. Aku belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya," imbuhnya.
"Sulit dipercaya, saya hanya menuangkan kopi dan ada itu (gambar Casper). Saya berharap hal itu tidak akan pernah terjadi lagi," ujarnya.
Sementara pelanggan toko kopi itu, Gary Breton, mengaku merasa takut melihat kopi itu. "Saya pikir lebih baik melihat gambar itu di kasus. Anda tidak bisa apa-apa ketika sedang berhadapan dengan dunia roh," kata Gary.
"Saya sedikit takut tapi kopi itu sangat enak," pungkasnya.(*)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

BPPKB Berikan Apresiasi ke TNI

SLAWI - Ada yang istimewa dipuncak peringatan HUT TNI ke 66 yang digelar di halaman makodim 0712/Tegal. Dimana Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Tegal memberikan apresiasi atas sukses yang dicapai TNI dalam gelar KB Kesehatan TNI Manunggal diwilayahnya. Bentuk apresiasi itu diwujudkan dengan pemberian kambing pada masing- masing koramil yang mampu menjaring aseptor KB pria, sehingga angka Modus Operasi Pria (MOP) selama gelaran KB Kesehatan TNI Manunggal mencapai hasil yang optimal.
Kepala BPPKB Dra Indah Winarni Mpd didampingi Kasdim 0712/Tegal Mayor Raji mengatakan, capaian aseptor KB pria selama pelaksanaan KB Kesehatan TNI Manunggal yang digelar se Jawa Tengah dan DIY, menempatkan Kodim 0712/Tegal sebagai yang terbaik.  "Skup Jawa Tengah dan DIY raihan prestasi menjaring aseptor KB pria terbanyak akan mendapatkan rekor dari Muri. Dimana Dandim 0712/Tegal akan menerima langsung penghargaan itu dipuncak peringatan HUT TNI ke 66 yang dipusatkan di Alun-alun utara kraton Yogyakarta hari ini," terang Kasdim. Sementara itu target yang dibebankan MURI sendiri adalah 108 aseptor KB pria baru. Dan raihan yang dicapai jajaran Kodim 0712/Tegal mencapai 121 aseptor baru KB pria.
Terpisah Dra Indah Winarni Mpd mengatakan, untuk target MOP di Kabupaten Tegal di tahun 2011 adalah 115 aseptor baru. Selama Januari hingga akhir September 2011 ini jumlah aseptor KB pria sudah tercapai 143 orang.  "Hal yang sama juga terjadi di Modus Operasi Wanita ( MOW) dimana jumlah aseptor KB untuk wanita juga sudah melampaui target yang ditentukan. Kami salut akan kinerja TNI khususnya jajaran Kodim 0712/Tegal yang mampu menjaring aseptor KB pria secara maksimal. Hal ini mengingat tidak mudah mengajak kaum pria untuk menjalankan operasi melalui MOP. Sebagai bentuk apresiasi itulah kami memberikan hadiah kambing bagi masing- masing koramil yang berhasil menjaring aseptor paling banyak," cetusnya.
Tak ditampiknya indikator keberhasilan menjaring aseptor KB pria ini berkat peran aktif Babinsa di masing-masing desa yang selalu menjalin koordinasi dengan petugas bidang KB. Dan selama program KB Kesehatan TNI Manunggal digelar serempak dijajaran Kodam IV Diponegoro, Kodim 0712/Tegal berhasil mencapai target perolehan aseptor baru KB pria di enam koramil.
Keenam koramil yang berhasil menjaring aseptor baru KB pria tercatat Lebaksiu 18 orang, Slawi 15 orang, Jatinegara 13 orang, Adiwerna 11 orang, Pangkah 10 orang, dan Tarub 10 orang. Apresiasi pemberian kambing itu diserahkan BPPKB kepada masing-masing Danramil usai upacara HUT TNI ke 66 digelar. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Seperempat Kilo Ganja Disita

SLAWI - Jaringan pengedar gelap narkotika masih dominan menggunakan areal Kabupaten Tegal sebagai bidikan pangsa pasar. Disinilah kecerdikan petugas Satuan Narkoba untuk merespon secara cepat informasi yang didapat dari masyarakat selalu ditingkatkan. Berawal dari informasi warga, pengedar ganja kelas berat berhasil diendus Satuan Narkoba didepan Rumah Makan Wonosobo Asri Desa Prupuk, Kecamatan Margasari dalam aksi  penangkapan, Senin ( 3/10) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Dari penangkapan itu petugas juga berhasil mengamankan ganja seberat 250 gram atau sekitar seperempat kilo gram yang dikemas dalam tepak (bekas kemasan es krim).
Kapolres AKBP Nelson Pardamaian Purba SiK  didampingi Kasubag Humas Ipda Wahyono dan Kasat Narkoba AKP Yuli Monasoni SH mengatakan, aksi penangkapan Taryono (50) warga Dukuh Pandasari,  Desa Karangsawah RT 03/ RW 04 Tonjong Brebes itu bukanlah pekerjaan yang mudah.  "Anggota sempat kesulitan meringkus pelaku yang sudah lima tahun ini berkecimpung sebagai pengedar narkoba. Begitu mendengar informasi yang bersangkutan akan bertransaksi di RM Wonosobo petugas langsung melakukan upaya deteksi. Dan saat diringkus barang bukti itu sempat disembunyikan pelaku dibalik celana dalamnya," ujarnya, Rabu (5/10). Saat dikonfrontasi langsung oleh kapolres, pelaku terkesan berputar-putar dalam memberikan informasinya.
Dia mengaku barang itu sempat dipesan dari rekannya di Jakarta bernama Kancil (50). Ganja 250 gram itu dibelinya dengan harga Rp 400.000 dan akan dijual kembali pada pemesannya di Kabupaten Tegal dengan harga Rp 1 juta.  "Dia sering melakukan aktifitas penjualan di wilayah selatan dalam hal ini Brebes. Begitu dia ingin bertransaksi diwilayah kita, petugas berhasil menggagalkannya," terang Nelson.
Bapak 5 putra ini juga berbelit-belit ketika ditanya soal ponsel yang digunakan untuk menghubungi Kancil rekannya di ibukota saat hendak meminta kiriman paket ganja. Dia mengaku ponsel itu dipinjam dari anak tertuanya, dan pesanan dikirim langsung oleh Kancil dari Jakarta dengan menggunakan bus. Transaksi pun dilakukan menjelang subuh di halaman sekolah madrasah kawasan perbatasan Slawi-Brebes.
Dalam kasus ini tersangka dipastikan bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 Undang-Undang Narkotika. Nelson pun berupaya menangkal upaya penyalahgunaan narkoba dengan memerintahkan masing-masing kapolsek diwilayah hukumnya terjun memberikan arahan pada anak usia sekolah, dengan menjadi inspektur upacara di sekolah.  "Hal ini sudah kami susun dan untuk sementara ini 10 kapolsek sudah menjalankan instruksi untuk membentengi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba," cetusnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Sarpen Harus Sesuai Kurikulum

SALAH satu aspek yang harus mendapat perhatian utama dari setiap administrator pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan.
Karena sarana dan prasarana sekolah seperti bangunan dan perlengkapan sekolah tersebut diadakan dengan berlandaskan pada kurikulum atau program pendidikan yang berlaku. Sehingga dengan adanya kesesuaian itu memungkinkan fasilitas yang ada benar-benar menunjang jalannya proses pendidikan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Firdaus Assyairozi SE kepada Radar, kemarin.
Menurutnya, saat ini mungkin masih ada sekolah yang sarana dan prasarananya rusak dan butuh perbaikan. Karenanya, jika memang ada dana DAK dari pusat, harus dapat diambil dengan melihat dari juklak juknis yang berlaku.  Karena itu sangat dapat membantu daerah untuk kepentingan pendidikan dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan. “Saya yakin pemerintah pusat dalam membuat juklak juknis nanti, tetap dengan landasan melihat waktu yang ada. Karenanya DAK nanti harus dapat diambil dan DAK yang masih  tersisa untuk segera di berikan kepada sekolah yang betul-betul membutuhkannya,” katanya.
Kalau tidak memanfaatkan dana DAK dari pusat, lanjut  Firdaus, kalau hanya mengandalkan dana APBD saja, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan semua sekolah yang ada di Kabupaten Tegal.  “Kami berharap semua pengelola pendidikan yang sekolahnya rusak jika ingin diperbaiki, dapat memahami keuangan yang sedang diperhitungkan. Dan berharap anggaran DAK dari pemerintah pusat itu bisa digunakan semaksimal mungkin," ujarnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Selasa, 04 Oktober 2011

Disegani Bukan Ditakuti

KEBERADAAN prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada masa damai tentu berbeda dengan saat situasi negara dirundung perang. Figur seorang tentara haruslah merupakan sosok yang dibutuhkan oleh rakyat.
’’Di era pembangunan sekarang, sosok prajurit jangan menakutkan, tapi harus bisa disegani rakyat,’’ terang Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Ir Mulhim Asyrof, Senin (3/10).
Mewujudkannya memang bukan perkara mudah. Namun, semangat untuk berubah menjadi lebih merakyat menghadirkan konsekuensi bahwa figur prajurit harus lebih humanis. Karena itu, tema yang diusung dalam peringatan HUT Ke-66 TNI pada 5 Oktober tahun ini adalah ’’Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme, TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI’’.
Menurut Pangdam yang didampingi Kapendam Kol Inf Drs Widodo Raharjo dan Assintel Kol Arm Endra Harahap, ada rumusan sederhana agar personel TNI disegani dan mudah merangkul masyarakat.
Alumnus Akabri tahun 1976 itu menyebut keberadaan ’’Delapan Wajib TNI’’ sebagai pedoman setiap prajurit dalam melangkah dan bermasyarakat. Kedelapan kewajiban itu merupakan doktrin tugas yang harus dilaksanakan.
Dalam doktrin tersebut diatur bahwa anggota TNI harus bersikap ramah, sopan santun, dan menghormati wanita. Dia juga harus mampu menjaga kehormatan diri di muka umum, sederhana, tidak merugikan rakyat, serta menjadi contoh dan memelopori berbagai usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat.
’’Jika kedelapan kewajiban itu dilaksanakan dengan baik dan senang hati, tentu mudah meraih simpati masyarakat. Selanjutnya persoalan perasaan takut berempati dengan prajurit akan hilang. Predikat disegani pun akan langsung menyertainya,’’ terang alumnus Lemhannas 2007 dan mantan Asrena Kasad tersebut.
Secara organisasi, tekad lebih merakyat sudah terarah dan terprogram lama. Pelaksanaannya pun secara berkelanjutan. Di antaranya melalui program TNI Masuk Desa atau lebih dikenal dengan nama TMMD.
Dalam TMMD, tentara bersama rakyat membantu pemerintah daerah mewujudkan program pembangunan. Mereka bekerja sukarela dan tak dibayar.
Alhasil, proyek pemerintah pun dapat dikerjakan lebih cepat dengan hasil yang baik. Contoh paling gres adalah pengerahan prajurit untuk membantu pekerjaan proyek pembangunan salah satu venue SEA Games 2011 di Palembang. ’’Ini salah satu bukti peran serta TNI yang tidak berpolitik praktis, tapi benar-benar dibutuhkan masyarakat sekelilingnya,’’ terang Mulhim.
Di wilayah teritorial Kodam Diponegoro, manfaat sejumlah program TMMD telah dirasakan masyarakat. Program KB Kes, misalnya, terus digelar untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pembaruan Alutsista
Organisasi TNI juga terus meningkatkan diri di bidang pertahanan, baik untuk menghadapi ancaman dari luar maupun dalam. Prinsipnya dengan tetap mengedepankan profil yang ramping, efisien, dan taktis. Pembaruan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) dari matra darat, laut, dan udara menjadi prioritas.
Dalam menghadapi ancaman dari dalam berupa gangguan separatisme dan terorisme, TNI tetap berpegang teguh pada aturan main, yakni bermitra dengan Polri. Salah satunya dengan memberi informasi untuk bersama-sama memberantas aksi terorisme.
Pangdam menjelaskan, persoalan terorisme sangat berkaitan dengan urusan bela negara. Masyarakat pun harus terus diberi pemahaman yang mudah sehingga bisa diterima secara sederhana.
Dia menyebut peran aktif Babinsa yang tersebar hampir di seluruh desa atau kelurahan. Pada saat bertugas, mereka harus mampu merangkul warga selain terus berdampingan dengan Babinkantibmas.
Kemampuan merangkul masyarakat akan berdampak positif dalam mengadapi berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mulhim mencontohkan soal informasi yang diberikan masyarakat mengenai kehadiran warga baru dan aktivitas yang layak diwaspadai.
’’Ancaman atau gangguan kamtibmas sekecil apa pun, dapat sedini mungkin dicegah. Jadi mengartikan bela negara tidak perlu muluk-muluk. Cukup yang sederhana seperti itu. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,’’ tandasnya. (Riyono Toepra-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/05/161605/

Polri Tak Niat Ungkap Surat Palsu MK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) sepertinya makin pupus harapan kepada Bareskrim Polri dalam pengungkapan kasus surat palsu MK. Juru Bicara MK, Akil Mochtar, mengatakan, kedatangan tiga hakim konstitusi pekan lalu ke Mabes Polri untuk menjadi saksi meringankan ( a de charge) tidak banyak membantu status tersangka mantan panitera pengganti MK, Zainal Arifin Hoesein.
Padahal tujuan ketiga hakim itu sebenarnya ingin agar arah penyidikan berjalan sesuai arah dengan menetapkan aktor utama surat palsu MK. Bukannya malah fokus pada penetapan tersangka dari staf MK, sehingga membuat kabur arah penyidikan. Lagian, kata Akil, Zainal dalam posisi sebagai korban dan tidak bersalah, malah harus menjadi pesakitan.
Adapun mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekaligus politikus Partai Demokrat Andi Nurpati, politikus Partai Hanura Dewie Yasin Limpo, dan mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi, yang terlibat persekongkolan tidak tersentuh hukum. "Biar saja deh. Kalau Polri ngomongnya tidak niat, ya tetap gitu (surat palsu MK jalan di tempat)," ujar Akil kepada Republika, Rabu (5/9).
Sebelumnya, Akil melihat gejala Bareskrim berupaya membelokan kasus ini sehingga penyidikan berhenti pada penetapan dua tersangka dari MK, yakni mantan juru panggil MK Masyhuri Hasan dan mantan panitera pengganti MK Zainal Arifin Hoesein. Adapun aktor intelektualnya dan pengguna surat palsu itu selamat sebab tidak disentuh sama sekali keterlibatannya.
Menurut Akil, penyidik harusnya menelusuri peran mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati sebagai pengonsep dan caleg Partai Hanura Dewie Yasin Limpo sebagai pihak yang memanfaatkan surat palsu tersebut. "Sulit memahami logika dan cara penyidikan polisi. Mereka melindungi AN (Andi Nurpati)," katanya.
Apalagi keterlibatan Andi Nurpati, saat memimpin rapat pleno KPU dan menjadikan surat MK Nomor 112/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 14 Agustus 2009 sebagai dasar untuk meloloskan Dewie Yasin Limpo meraih kursi DPR. Hal itu sangat jelas melanggar hukum sebab yang bersangkutan mengetahui keberadaan surat asli MK dengan substansi yang berbeda.
Pihaknya mendorong penyidik bekerja sesuai jalur yang benar dan tidak keluar dari fakta hukum yang didapat dari temuan tim investigasi MK, Panja Mafia Pemilu DPR, dan hasil rekonstruksi Bareskrim Polri di kantor KPU, MK, dan JakTV.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/polri-tak-niat-ungkap-surat-palsu-mk-002621941.html

Perusahaan Malaysia Bantai Orangutan Kalimantan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Keberadaan orangutan di Kalimantan Timur terancam. Mereka terus dibantai, sebagai dampak dari pembabatan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan Protection (COP) telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang Holdings Berhad Malaysia dan PT Anugerah?Urea Sakti.
Juru kampanye COP Hardi Baktiantoro, mengatakan puluhan ekor orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) tewas mengenaskan di area perkebunan kelapa sawit di sekitaran Kutai Kartanegara. Hardi menuding, meski para pemburu bayaran itu mengaku telah membunuh banyak induk orangutan dan para pekerja mengakui perbuatan menyebarkan pisang yang sudah disemprot furadan untuk meracuni orangutan.
Sayangnya hingga hari ini, polisi tidak juga menetapkan seorang pun jadi tersangka dan tidak ada yang dipenjara. "Ini mengecewakan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup orangutan," ujar Hardi dalam siaran pers yang diterima Republika.
Situasi yang sama terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Pada 26 Juli 2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan diidentifikasikan dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Dikatakan Hardi, ketika kuburannya orangutan dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Hasil identifikasi menyatakan, mayat orangutan tersebut babak belur seperti terkena pukulan yang dilakukan berulangkali, kedua pergelangan tangannya luka dan jarinya putus.
Adapun di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap pekerja setempat. "COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di areal konsesi Wilmar Group pada 20 Agustus 2011."
Hardi menilai kematian puluhan orangutan bukan terjadi karena konflik manusia dengan jenis binatang primata tersebut, melainkan upaya genocide (pembunuhan massal) kelompok tertentu yang rakus untuk meraih keuntungan pribadi. Pihaknya menyentil pemerintah yang harusnya berani melihat kenyataan bahwa polisi tidak membuat kemajuan apapun untuk mencegah kepunahan orangutan di Kalimantan.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Awas Selingkuh Bisa Sebabkan Mr P Rusak

TRIBUNNEWS.COM - Ini peringatan keras bagi Anda yang gemar selingkuh dan melakukan hubungan intim dengan cewek-cewek selain istri atau pasangan Anda yang sah.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 22 September lalu dalam Journal of Sexual Medicine membuktikan fakta yang agak mengejutkan buat Anda. Bukan persoalan sakit hati yang pastinya bakal dirasakan pasangan, tetapi rusaknya Mr P alias penis yang bisa Anda derita.
"Seks di luar nikah dan seks yang terjadi dalam kondisi yang tidak normal bisa meningkatkan risiko rusaknya penis," ujar Dr. Andrew Kramer, ahli urologi dari universitas Maryland Medical Center dan salah satu peneliti.
"Risiko rusak ini terjadi terlebih karena situasi yang tidak konvensial alias nyeleneh entah dari segi lokasi, lingkungan, perilaku maupun konsekuensi yang dihadapi saat ngeseks," demikian kata para periset.
Pria dalam penelitian ini diketahui menderita kerusakan penis saat mereka melakukan hubungan seks dengan cara yang tidak biasa seperti di ruang tamu, ruang kerja dan kebanyakan terjadi atau dilakukan oleh pasangan yang tidak menikah alias selingkuh.
Dengan situasi seperti ini, seks biasanya akan berlangsung tidak biasa dengan posisi yang pasti sedikit nyeleneh. "Semua faktor ini memungkinkan para pria untuk lengah dan tidak peduli dengan penisnya padahal bisa jadi muncul kejadian-kejadian tiba-tiba yang mengakibatkan kerusakan pada penis," jelas Kramer.
Fraktur atau rusaknya penis merupakan kejadian yang biasa terjadi saat ereksi berlangsung.
Karena penis tidak memiliki tulang, kerusakan biasanya terjadi pada robeknya serat atau lapisan yang disebut tunica albuginea yang mengelilingi jaringan spong di pusat penis.
"Fraktur" ini biasanya diikuti dengan kejadian pendarahan, bengkak hingga hilangnya ereksi.
Penelitian sebelumnya yang memfokuskan pada mekanisme fisiologis kerusakan dan bagaimana membedah kerusakan ini tidak melihat secara tepat apa yang sedang dilakukan para pria saat penis itu rusak. Karena itu, menurut Kramer, study ini mengalami ketimpangan.
Penelitian sekarang akhirnya menemukan ketimpangan itu. Dari 16 kasus kerusakan penis yang dirawat di Universitas Rumah Sakit Maryland antara tahun 2004 hingga 2011, ternyata kasus seks dengan selingkungan ini yang menjadi latar belakang semua itu.
Kebanyakan dari pelaku melakukan hubungan seks di tempat yang biasa termasuk di kamar mandi, mobil, elevator. Hanya tiga pasien yang melakukan seks dengan istrinya di kamar tidur, kata Kramer.
Kejadian rusaknya penis jarang terjadi. Kalaupun ada, biasanya penderita akan malu untuk menceritakannya. Karena itu, Kramer mengingatkan bahwa seks seperti juga olahraga berisiko tinggi. "Hati-hatilah!" katanya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Dua Topan Hantam Filipina 53 Tewas

Liputan6.com, Manila: Dua topan yang melanda Filipina selama sepekan lalu telah menewaskan lebih dari 50 orang. Hujan lebat dan angin kencang juga mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa bagian negara itu.
Seperti dilansir NHK, Ahad (2/10), Topan Nalgae mendarat di utara Pulau Luzon pada Sabtu lalu, setelah sebelumnya dihantam Topan Nesat. Air sungai meluap hingga menyebabkan banjir besar di Provinsi Bulacan dan Pampanga, dekat dengan ibu kota Manila. Pemerintah Filipina mengumumkan dua topan itu telah menewaskan 53 orang dan 30 lainnya dinyatakan hilang.
Pemerintah menambahkan, hampir 500 ribu orang terpaksa harus mengungsi. Warga-warga menaiki atap rumah untuk menghindari banjir. Beberapa warga lainnya nekat mengarungi air setinggi pinggang untuk menemukan tempat yang aman. Operasi penyelamatan dan pengiriman pasokan bantuan terganggu karena beberapa jalan utama terblokir oleh longsor.
Topan Nalgae dilaporkan telah pindah ke Laut Cina Selatan. Tetapi, sistem topan bertekanan rendah baru secara bertahap tengah berkembang di perairan Filipina timur dan diprediksikan akan mendekati negara itu. Pemerintah Filipina juga sudah memberikan peringatan bahwa topan lain bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut.(ULF)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Mengharukan Ilmuwan Itu Meninggal Karena Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Ralph Steinman, pakar ilmu kedokteran dari Rockefeller University di New York, menyerah pada kanker. Ia menghembuskan nafas terakhirnya hanya tiga hari sebelum Komite Nobel menelepon bahwa dirinya menerima Penghargaan Nobel tahun ini.
Steinman yang merupakan kelahiran Kanada memenangkan hadiah Nobel untuk penemuan obat-obatan yang digunakannya sendiri untuk mengobati dirinya dari penyakit kanker. Koleganya di Rockefeller University mengatakan ia telah lama hidup dengan terapi baru berdasarkan  penelitiannya, yaitu dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Steinman, yang penelitiannya memberikan kontribusi untuk peluncuran  vaksin pertama yang disetujui untuk membunuh tumor, bekerja sampai hari terakhirnya, rekannya mengatakan.
Dokter berusia 68 tahun ini diketahui menderita kanker pankreas stadium sangat lanjut empat tahun lalu. Komite Nobel tidak diberi tahu sampai jam setelah mengumumkan penghargaan 2011 bagi Steinman dan dua orang lain untuk bidang kedokteran.
"Dia tidak pernah tahu pekerjaannya telah dimahkotai dengan penghargaan tertinggi dan bergengsi yang semua ilmuwan menginginkannya," ujar putrinya, Alexis Steinman, 34 tahun. "Saya ingin katakan, 'Kau harus bertahan, Daddy...kau akan menerima Nobel' ...," ujarnya.
Komite Nobel sempat kagok dengan situasi yang 'unik' ini. Jamaknya, sang penerima penghargaan akan berangkat ke Stockholm, Swedia, dan menerima langsung hadiahnya, memberi pidato singkat, dan bertemu sesama penerima penghargaan lain. Setelah ber konsultasi, mereka memutuskan menyerahkan uang senilai jutaan dolar AS pada ahli waris Steinman itu.
Dua pionir lain yang bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk menahan gempuran infeksi dan kanker, Bruce Beutler dari AS dan Jules Hoffman dari Prancis, berbagi setengah lainnya dari 10 juta dolar AS hadiah itu.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Senin, 03 Oktober 2011

Penari Ular Terseksi di dunia

Ini foto penari ular yang terseksi di dunia.


















--
Sumber Berita : http://arenaphoto.blogspot.com/2011/07/para-penari-ular-terseksi-di-dunia.html
~

Enthus Gelar Sholawat Bareng Pedagang Pasar Pagongan

Asosiasi Pedagang Pasar Pagongan (APPP) sengaja menggelar acara silaturahmi dan temu kangen dengan dalang kondang asal Desa Bengle Ki Entus Susmono. Lalu ?
LAPORAN : HERMAS PURWADI
TAK seperti biasanya, kondisi Pasar Pagongan yang menjadi sentra jual beli pedagang tradisional dengan pembelinya, Senin (3/10) sekitar pukul 11.00 WIB tiba- tiba terhenti sejenak beraktifitas.
Ratusan pedangang rela meninggalkan lapaknya untuk merapatkan barisan di depan areal pasar, guna melihat langsung sosok Ki Enthus yang dikenal lihai dalam memberikan tauziah keagamaan. Kemasan acara pun berubah format menjadi ajang Sholawatan bareng pedagang pasar yang jumlahnya mencapai kurang lebih 700 san orang tersebut.
Ketua APPP, Mashudi, menyatakan, ajang silaturahim dan temu kangen bareng Ki Enthus itu, awalnya digagas sebagai media halal bi halal antar pedagang yang terpayungi dalam payung paguyuban.
"Harapan kami, kedepan ada semacam perhatian dari Pemkab agar bangunan pasar bisa dirapikan dengan dukungan dana APBD. Ini agar keberadaan pedagang yang selama ini ada di luar, dapat terakomodir di dalam pasar," cetusnya.
Sementara itu, Ki Enthus dalam tauziahnya melemparkan pemikiran dan keinginan agar keberadaan pasar yang ada jangan membebani pedagang yang telah bertahun- tahun mengantungkan hidupnya disana. Dia juga mengkhawatirkan bila nantinya pasar tradisional direhab menjadi pasar yang bagus, pedagang malah dirugikan lantaran tak sanggup lagi membayar sewa kios yang begitu mahal.
"Banyak kenyataan terlihat, begitu pasar direhab menjadi pasar bagus, malah sepi pedagang. Pedagang mengaku justru dagangannya tidak laku, kehilangan pelanggannya, dan memilih kembali ke tempat asal mereka dulu berdagang. Selain itu, terkait sewa kios yang mencekik leher, menjadi beban tersendiri bagi pedagang paska rehab dilakukan,"ujarnya.
Ki Eenthus sempat mengajak seluruh pedagang untuk tetap rajin menjalankan sholat, karena sholat merupakan kunci surga. Selain sholat, ajakan untuk beramal soleh dan mengedepankan kejujuran dalam berdagang juga terus dikobarkan lantaran amal soleh merupakan jalan menuju sorga. Iringan sholawat yang diikuti semua pedagang pasar itu menghadirkan suasana sejuk ditengah teriknya mentari yang membakar pengunjung dan pedagang didepan pasar tradisional siang kemarin.
Ajang tanya jawab pun sempat digulirkan sang dalang untuk mengetahui kondisi riil pedagang yang menurutnya menjadi 'jantungnya negara'.
Pengurus pasar, Marno, misalnya, berharap adanya kepedulian dari Pemkab untuk mengucurkan modal ringan kepada pedagang kecil, agar tidak tercekik hutang rentenir.
Ki Enthus pun mengakui, sebenarnya dana untuk pemberian modal ringan itu sudah ada. Tinggal kesungguhan pengambil kebijakan saja, agar dana itu bisa benar- benar dirasakan warga yang membutuhkan untuk modal usaha. "Saya pernah memberikan modal bantuan untuk pedagang. Namun sebelum modal itu saya berikan, saya harus mengetahui terlebih dahulu usaha yang dijalankan lancar atau tidak, yang bersangkutan giat bekerja atau tidak, dan pinjaman modal itu benar-benar untuk memajukan usahanya atau tidak," terang Ki Enthus.
Harapan perubahan akan tatanan kehidupan banyak diserukan pedagang dipundak dalang sekaligus juru dakwah ini. Membaca pengharapan tersebut, Ki Enthus berharap kelak bila warga disemua lapisan menghendaki perubahan dan pengharapan perubahan itu ditujukan pada dirinya, dia akan berupaya istiqomah dalam mewujudkan perubahan yang dimaksud.
Usai bersholawat dan bertauziah, Ki Enthus berkesempatan berbaur dengan para pedagang yang siang itu hendak mengemasi dagangannya, dan bersantap siang bersama ditengah areal pasar dengan para pengurus pasar, dan pedagang yang ada. "Ini adalah salah satu bahan bagi saya untuk mengetahui dan mendengar kendala dan pengharapan dari kalangan pedagang, yang berharap adanya perubahan kebijakan dimasa yang akan datang," selorohnya. (*). 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Pendirian MI Bukan Pesaing Dikpora

SEMPAT tercuatnya kegelisahan beberapa pimpinan UPTD Dikpora di tingkat kecamatan terkait makin menjamurnya Madrasah Ibtidyah (MI) di beberapa desa, meski di desa tersebut sudah berdiri 3 hingga 4 Sekolah Dasar, ditanggapi pihak Kantor Kementiran Agama Kabupaten Tegal.
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal, Drs H Achmad Ubaidi MSi, melalui humasnya, Fatkhul Yaman SH, didampingi Kasi Madrasah Pendidikan Dasar dan Agama (Mapenda), H Kasori Sag, menyatakan, bahwa pendirian MI mutlak didasari keinginan warga masyarakat setempat, dan pihaknya hanya sebatas memberikan ijin rekomendasi semata.
"Dalam pemberian ijin rekomendasi pendirian MI sendiri, sebelumnya kami harus merujuk adanya rekomendasi dari kades dan camat. Tanpa adanya rekomendasi dari pemerintah desa dan kecamatan, kami juga tidak serta merta memberikan rekomendasi untuk pendirian MI," cetusnya, Senin (3/10) kemarin.
Dia mengakui, menjamurnya pendirian MI sendiri banyak bermula dari keingian para ulama untuk membangun akhlak anak bangsa sejak usia dini. Dan kesepakatan pendirian MI ini, juga didukung oleh warga sekitar agar harapan ulama itu bisa diwujudkan.
Namun demikian, pihaknya juga tidak semudah itu mengeluarkan rekomendasi pendirian MI. Lantaran, adanya aturan baku bahwa pendirian MI harus berjarak beberapa kilometer dari SD yang sudah berdiri sebelumnya.
Djelaskan dia, dalam perjalanannya, MI semuanya dikelola oleh swasta. "Bantuan rehab, baru akan kita berikan bila memang ada kucuran dana dari pusat. Jadi, kami sebatas memberikan ijin rekomendasi pendirian yang didasari adanya rekomendasi dari pemerintah desa. Tidak tepat bila UPTD Dikpora melayangkan kegusaran atas menjamurnya MI di beberapa desa kepada kami," terangnya.
Diungkapkannya, hingga tahun 2011 ini sudah berdiri kurang lebih 160-an MI di beberapa desa yang ada di 18 kecamatan. Dari jumlah tersebut, dikalkulasinya, masih jauh lebih banyak dari jumlah SD yang berdiri di Kabupaten Tegal.
"Berdasarkan surat keputusan Dirjen Kelembagaan Agama Islam sendiri, juga mengatur syarat dan tata cara pendirian madrasah swasta pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dimana salah satunya, harus disertai rekomendasi asli kepala desa dan camat. Disana juga mengatur penyelenggaraan madrasah, tidak mengarah kepada usaha mencari keuntungan. Pernyataan ini dibuat diatas materai," cetusnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

6 Kepala SKPD Dijabat Plt

SEJUMLAH 6 jabatan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Tegal, dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Akibatnya, kinerja Pemkab Tegal dirasa timpang dan perlu penataan.
Kekosong kepala SKPD yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir itu, hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan, kekosongan akan semakin banyak mengingat beberapa kepala SKPD sudah dan bakal pensiun.
Adapun kekosongan kepala SKPD yang diisi dengan Plt, diantaranya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes), Badan Perijinan Pelayanan Terpadu (BPPT), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora). Bahkan, saat ini Sekda juga dijabat Plt dan dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Tegal, Drs Adi Mardiatno, mengatakan, terlalu berlebihan jika dikatakan roda pemerintahan Kabupaten Tegal timpang. Karena kegiatan di SKPD yang dipimpin Plt, masih berjalan baik. Dirinya mengakui adanya beberapa kepala SKPD yang kosong, namun untuk sementara telah diisi Plt. Pejabat yang ditunjuk itu, memiliki kewenangan penuh dalam memimpin SKPD tersebut.
“Pemkab Tegal sendiri akan segera melakukan pengisian jabatan yang kosong, khususnya untuk jabatan eselon III dan IV,” katanya. Ditambahkan, untuk kekosongan jabatan eselon II, akan dibahas lebih lanjut. Karena proses penempatan harus mendapatkan persetujuan gubernur.
Diakuinya, kondisi tersebut terjadi karena karena “facum of power". Sehingga jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan bisa menghambat pelayanan masyarakat. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Demo Besar Gagal.

Aksi demo ke gedung DPRD Senin (3/10) kemarin, hanya diikuti sekitar 50 pendemo dari perwakilan Kepala Desa dan perangkat se-Kabupaten Tegal, yang tergabung dalam Parade Nusantara. Padahal sebelumnya, Parade Nusantara berkoar akan mengerahkan ribuan orang dalam aksi demo besar-besaran terkait wacana pemotongan atau rasionalisasi Alokasi Dana Desa (ADD) oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
Pantauan Radar, sekitar satu jam pada saat anggota DPRD sedang melakukan Sidang Paripurna penerimaan nota keungan RAPBD Kabupaten Tegal, para pendemo melakukan orasi di halaman gedung DPRD. Mereka menyampaikan agar wacana pemotongan atau rasionalisasi ADD, tidak dilakukan oleh Banggar. Namun setelah sidang selesai, jajaran pimpinan DPRD dan puluhan anggota pun langsung menemui para pendemo.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH SH, dari semula pembahasan anggaran, Ketua Banggar bersama Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, justru menambah usulan eksekutif yang semua Rp 12 miliar menjadi Rp 26,5 miliar. Nominal ini sama seperti besaran anggaran pada tahun 2010 lalu.
Namun, lanjut Rojikin, menjelang perubahan anggaran, terjadi defisit sebesar Rp 15,8 miliar. Karenanya, diusulkanlah rasionaliasi di berbagai sektor.
Namun demikian, Banggar dan komisi I tetap mengharap agar anggaran ADD tetap. Karena, anggaran sudah dicairkan 60 persen. Maka apabila terjadi pengurangan, akan terjadi kesulitan perhitungan, baik mengenai alokasi peruntukan maupun perhitungan pajaknya.
Saya menjamin, akan mengawal dana ADD tersebut agar sesuai dengan yang ditetapkan sebelumnya. Artinya, tidak dirasionalisasi,” kata Ketua DPRD yang juga Ketua Banggar, Rojikin.
Sementara sebelumnya, Parade Nusantara yang diketuai oleh A Khusen, menyampaikan bahwa rencana rasionalisasi anggaran ADD 2011 dari Rp 26,5 miliar dirasionalisasi menjadi Rp 8 miliar, dianggap tidak rasional. Karenanya, Parade Nusantara menuntut agar rencana tersebut dibatalkan. Jika itu dilakukan, maka ADD tinggal Rp 2 miliar. Sehingga, setiap desa di Kabupaten Tegal hanya akan menerima antara Rp 7 juta sampai Rp 8 juta. Sementara, program sudah berjalan 60 persen. Dirinya juga meminta agar penjamin tidak hanya menyampaikan kepada orang lain, tetapi menjawab langsung kepada Parade Nusantara.
“Kami ikhlas jika rasionalisasi itu karena anggaran APBD defisit. Namun kabar yang terjadi, ini bukan karena defisit tapi justru ada usulan dari DPRD yang dimungkinkan dimasukkan kedalam aspirasi DPRD,” ujarnya.
Menurut Sendi, sapaan A Khusen, rasionalisasi ini nantinya akan mengorbankan desa dan masyarakat se-Kabupaten Tegal. Pihaknya tidak akan melakukan negosiasi, tetapi akan menuntut agar anggaran ini tidak dirasionalisasi.
Jika ini tetap dilakukan, lanjut Sendi, pihaknya bersama Kepala Desa lain, sepakat agar pajak masyarakat yang diserahkan kepada Pemkab, agar ditarik sendiri secara langsung oelh Pemkab. Atau, pemerintah desa tidak akan menarik pajak tersebut.
“Jika ini tetap dilakukan, maka DPRD dan Pemkab sudah melanggar hukum dan akan berhadapan dengan semua kepala desa,” tegasnya.
Awalnya parapendoma meminta agar perwakilan dapat ditemui oleh Banggar di ruang DRPD. Namun Ketua DPRD dan puluhan anggota DPRD langsung menemui dan memberikan penjelasan kepada semua pendemo di halaman gedung DPRD. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Malam Ini 38 Finalis Puteri Indonesia

TRIBUNNEWS.COM-JAKARTA - Senin, 3 Oktober 2011 malam ini, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) menyelenggarakan Malam Seni dan Budaya atau Malam Bakat yang diperuntukkan bagi 38 finalis Puteri Indonesia 2011, yang mewakili 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Ke 38 finalis tersebut akan menunjukkan bakatnya di Tempus Cafe, Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai rangkaian karantina YPI, yang berlangsung sejak 28 September 2011, lalu. Dalam acara tersebut, mereka akan memperebutkan salah satu gelar atribut yang diberikan oleh YPI.
Juri yang terlibat untuk acara itu adalah Ketua Umum DPP ASITA Bernada Sukma Harahap, Editor in Chief Cosmopolitan Indonesia Magazine Fira Basuki, Puteri Indonesia 2004 Artika Sari Devi, Dr Triyadi, Drd Ida Suselo Wulan, Achirina Soetjitro, Amir Husein, Nurul Arifin, Rusian Prijadi, dan Erwin Aksa.
Pengumuman pemenang Putri Indonesia Berbakat itu akan dilakukan pada saat malam final PPI 2011 yang berlangsung pada 7 Oktober 2011, di Plennary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.
Acara ini turut dihadiri oleh Puteri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi, Puteri Indonesia Lingkungan 2010 Reisa Kartikasari, Puteri Indonesia Pariwisata 2009 Ayu Pratiwi, dan Puteri Indonesia 2008 Zivanna Letisha Siregar. Sementara yang bertindak sebagai MC adalah Choky Sitohang dan Melanie Putri.
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/