Jumat, 25 Mei 2012

Ogah Sopan Pilih Batal

SINGAPURA- Lady Gaga akan memilih membatalkan konser daripada harus mematuhi peraturan sensor dan tekanan kelompok agama. Hal ini ditegaskan manajer Gaga, Troy Carter, di tengah kontroversi konser penyanyi pop Amerika Serikat tersebut di sejumlah negara Asia. Carter mengatakan, bila dipaksa menggelar konser dengan penampilan yang ”lebih sopan”, Lady Gaga akan membatalkan jadwal konser.
“Kami akan menggelar konser seperti rencana semula. Ini konser khusus dengan penonton yang sangat khusus pula,” kata Carter dalam keterangan pers di Singapura, Kamis (24/5).
Ia menegaskan, kelompok-kelompok garis keras di Korea Selatan, Filipina, dan Indonesia tidak akan bisa dipuaskan dan karena itu Lady Gaga tidak akan mengubah penampilan untuk mereka.
Kelompok Kristen konservatif di Korea Selatan dan Filipina, serta kelompok militan Islam di Indonesia menyebut Lady Gaga melecehkan agama. Gaga juga disebut sebagai penyanyi pemuja setan.
Polisi di Indonesia sejauh ini belum mengeluarkan izin konser Lady Gaga di Jakarta —yang rencananya diselenggarakan pada 3 Juni mendatang— setelah kelompok-kelompok militan berjanji membubarkan konser pelantun ”Poker Face” ini. Namun promotor di Jakarta mengatakan mereka masih berupaya mendapatkan izin dari polisi.
Menurut Carter, penolakan terhadap Lady Gaga bukan disebabkan oleh busana atau gaya panggungnya, tetapi didorong oleh ketidaksetujuan sejumlah kalangan terhadap pandangan penyanyi yang memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta tersebut.
“Ada kesenjangan budaya dan generasi yang besar di sini. Kemudian muncul aspek politik dan agama. Persoalan ini lebih rumit dari sekedar baju-baju yang dikenakan Lady Gaga,” jelas Carter.
Pekan ini melalui akun Twitter, Lady Gaga mengatakan akan tampil solo bila diperlukan daripada memenuhi peraturan sensor atau kelompok-kelompok penolak konsernya di Jakata.
Izin Masih Proses
Meski tinggal beberapa hari lagi, izin untuk konser Gaga hingga kemarin belum jelas. Perbedaan sikap tak hanya terjadi di masyarakat. Mabes Polri dan Polda Metro Jaya pun beda pandangan.
Polda Metro berkali-kali menyatakan tidak merekomendasikan konser digelar. Sementara Mabes Polri menyatakan belum ada keputusan akhir terkait izin itu.
Pernyataan Mabes Polri itu kembali ditegaskan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kamis (24/5). Timur menegaskan, Polri masih mempertimbangkan gelaran konser yang akan dilaksanakan di Jakarta, 3 Juni depan.
“Sedang diproses,” kata Timur di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.
Timur tidak mengatakan izin sudah keluar atau diterbitkan. Namun dia juga tidak mengatakan konser resmi dilarang atau batal digelar. Timur meminta semua pihak menahan diri dan menunggu hasil akhir.
“Kita lihat dulu nanti,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Sebelumnya, Kapolda Metro Irjen Untung S Rajab menegaskan tidak merekomendasikan konser penyanyi Amerika Serikat berdarah Italia itu.
Penolakan keras muncul dari Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah DKI Jakarta, Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam Indonesia, Forum Buddhis Indonesia, dan sejumlah ormas lain. (bbc,afp,viva,F3-43)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/05/25/187418/Ogah-Sopan-Pilih-Batal

Cekcok di Keraton Solo Jadi Tontonan Turis

TEMPO.CO, Surakarta - Cekcok para kerabat keraton di depan umum malah jadi tontonan bagi para wisatawan. Kejadian yang langka terjadi ini menjadi tontonan para turis.
Percekcokan itu terjadi tepat di pintu utama keraton atau yang dikenal dengan nama Kori Kamandungan. Sesama kerabat keraton saling adu mulut saat Raja Keraton Surakarta, Paku Buwana XIII tidak diperkenankan masuk. Wisawatan yang kebetulan berada di sekitar lokasi tersebut dapat melihat langsung wajah raja yang ‘terlantar’ di muka keraton itu.
Hanya saja, para wisatawan itu tidak berani melihat dari dekat. Mereka hanya menyaksikan situasi tersebut dari kejauhan sembari menikmati jajanan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.
»Tadi sempat kaget, di keraton kok dijaga polisi,” kata Adiningsih, salah satu pelancong asal Surabaya. Dia semakin kaget setelah melihat adanya percekcokan di lokasi tersebut. Dia akhirnya mendapatkan cerita mengenai konflik di dalam keraton dari salah seorang pedagang.
Meski demikian, dia merasa menjadi wisatawan yang beruntung. Selama ini, dia hanya melihat sosok raja melalui foto. »Setelah berkunjung ke keraton berkali-kali, akhirnya bisa melihat wajah raja secara langsung,” kata Adiningsih. Sayang, lanjutnya, saat itu raja tidak mengenakan pakaian adat kebesarannya.
Salah satu wisatawan lain, Ryan Novianto justru berani mendekat. Bahkan dia beberapa kali mengambil gambar dengan menggunakan kamera miliknya. »Lumayan, momen yang sangat langka,” kata wisatawan asal Salatiga tersebut.
Meski demikian, dia sangat menyayangkan terjadinya cekcok antar kerabat yang dilakukan di muka umum tersebut. Apalagi, dia mengaku mendengar beberapa umpatan yang keluar. »Harusnya mereka bisa memegang norma dan budaya dengan baik,” katanya.
AHMAD RAFIQ
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/cekcok-di-keraton-solo-jadi-tontonan-turis-143633864.html

Kamis, 24 Mei 2012

Manager Lady Gaga Tanggapi Polemik Konser di Indonesia

Kamis pagi (24/05), di forum terbatas Music Matters 2012 di Singapura, manager Lady GaGa, Troy Carter sempat menanggapi pertanyaan seputar rencana konser Lady GaGa di Jakarta.
Troy diwawancarai oleh Michael Schneider dari Mobile Rodie, menganggap penolakan konser Lady GaGa di Indonesia bukanlah tentang Lady GaGa itu sendiri, namun ada banyak hal di belakangnya.
Menurut Widi Asmoro yang turut mengikuti Music Matters tersebut, Troy sebenarnya melihat Jakarta sebagai pasar potensial, apalagi bagi artist yang masih terus berkembang seperti Lady GaGa.
Troy juga membahas penjualan tiket yang begitu besar dan cepat di Jakarta, dan merupakan rekor tersendiri di Asia. Selain itu dalam setiap penampilan GaGa, Troy mengaku tidak pernah gegabah untuk menampilkan materi di atas panggung.
Lantas, ketika disinggung apakah Lady GaGa bakal menyesuaikan kostum panggung jika tampil di Jakarta? Troy masih menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa apa yang terjadi di Jakarta bukanlah soal Lady GaGa.
Troy juga sempat ditanya oleh Michael Schneider apakah mereka bakal tetap tampil di Jakarta? Yang dijawab, "Ya kami tetap akan tampil, asal dapat ijin," ucap manager Lady GaGa tersebut seperti dilansir Widi melalui blognya, Music Enthusiast.
Wawancara tersebut sebenarnya tidak secara khusus membahas Lady GaGa di Indonesia. Beberapa materi lain juga mencuat seperti tur dunia dan rencana peluncuran album. Serta ada juga tips dari sang manager untuk mengelola artis-artis dunia seperti Lady GaGa dan Greyson Chance. (kpl/pit/sjw)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/manager-lady-gaga-tanggapi-polemik-konser-di-indonesia-224300422.html

Edhie Baskoro Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Ternate (ANTARA) - Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum nyaris menjadi sasaran amuk massa di Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis.
Edhie dan Anas bersama sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat yang tiba di Bandara Babullah Ternate dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dihadang massa pendukung Ketua DPD Partai Demokrat Malut yang juga Gubernur Malut, Thaib Armaiyn di terminal bandara.
Sejumlah orang memukul dua pengurus DPP Partai Demokrat bernama Ibrahim dan Syarif, sedangkan Edhie dan Anas lolos dari aksi anarkis massa tersebut karena berlindung di belakang Thaib Ibrahim.
Edhie dan Anas datang ke Ternate untuk menghadiri Musda II Partai Demokrat Malut, namun akibat insiden tersebut, keduanya bersama seluruh rombongan memutuskan langsung kembali ke Jakarta dengan pesawat yang sama, sedangkan musda dibatalkan.
Thaib Armaiyn kepada wartawan mengaku, menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan akan meminta aparat kepolisian mengusut oknum yang melakukan pemukulan terhadap dua pengurus DPP Partai Demokrat.
Thaib yang pada Musda DPD Partai Demokrat Malut kembali mencalonkan diri itu mengatakan, penghadangan yang berujung dengan aksi pemukulan tersebut bermula dari surat DPP Partai Demokrat mengenai penunjukkan panitia pelaksana musda di luar sepengetahuan DPD Partai Demokrat Malut.
"Padahal, DPD Partai Demokrat Malut telah membentuk panitia pelaksana yang diketuai oleh Maryam Amra, entah apa dasarnya menjelang pelaksanaan musda muncul surat dari DPP. Itulah yang membuat kader dan simpatisan saya marah," katanya.
Menurut dia, masalah tersebut sudah disampaikan kepada Anas dan Edhie, namun untuk menuntaskan masalah itu, Anas telah meminta dirinya ke Jakarta pekan depan untuk klarifikasi lebih lanjut.
Musda II Partai Demokrat Malut sejak awal diprediksi akan menimbulkan keributan, karena ada dua panitia pelaksana yakni yang dibentuk oleh DPD I Partai Demokrat Malut dan yang dibentuk sesuai surat dari DPP Partai Demokrat.
Musda yang dibentuk DPD Partai Demokrat Malut semula akan digelar di Hotel Corner tanggal 24 sampai 25 Mei, sedangkan musda yang akan digelar oleh panitia yang ditunjuk DPP Partai Demokrat pada waktu yang sama di Hotel Amara, namun akibat insiden tersebut kedua musda itu dibatalkan.
Ada tiga calon yang maju pada Musda DPD Partai Demokrat Malut yakni Thaib Armaiyn, Beni Laos (pengusaha) dan Rahmi Husen (anggota DPRD Malut dari Fraksi Partai Demokrat). (tp)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/date-edhie-baskoro-nyaris-jadi-sasaran-amuk-massa-040708009.html

Dari Sosialisasi Tata Kelola Perpustakaan Sekolah

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar sosialisasi dengan mengundang semua Kepala UPTD Dikpora dan Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah). Seperti apa ?
LAPORAN : Hermas Purwadi
KEBERADAAN perpustakaan sekolah, setidaknya harus bisa dimaksimalkan sebagai sarana kegiatan pembelajaran siswa. Bukan hanya sebatas memajang buku semata dan memaksimalkan bangunan yang selama ini didanai oleh DAK. Untuk menjadikan perpustakaan sekolah menjadi sarana pelayanan informasi bagi siswa didik diperlukan tata kelola yang mumpuni dari pihak sekolah. Karenanya, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi kepada seluruh Kepala UPTD dan Ketua MKKS. Kegiatan itu digelar di gedung serba guna kantor Perpustakaan lantai II Kamis (24/5) pagi, kemarin.
Keinginan menjadikan perpustakaan sebagai sarana referensi dan penelitian bagi siswa didik mutlak harus ada dukungan tata kelola yang bagus. Sehingga kedepan siswa tidak hanya mengandalkan belajar dari guru, namun siswa juga terdorong melakukan berbagai inovasi dan eksperimen dengan memanfaatkan keberadaan perpustakaan sekolah.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal, Drs Waudin MSi, mengakui dengan adanya perpustakaan yang memadahi disekolah akan banyak memberikan kesempatan anak-anak untuk menggali ide dari beragam pengalaman yang didapat dari ruang perpustakaan.
"Perpustakaan sekolah sudah seharusnya bisa digunakan sebagai proses pembelajaran dan menantang siswa untuk melakukan metode inovasi lewat bacaan yang ada. Perpustakaan sekolah memang harus bisa menjadi sumber pembelajaran yang dinamis," cetusnya.
Dari data yang ada, total jumlah SD se-Kabupaten Tegal yang sudah dilengkapi perpustakaan sebanyak 70 persen. Disinilah permasalahan serius terkait petugas perpustakaan sekolah yang kini belum ditangani secara maksimal dan bukan dari ahli dibidangnya. Sehingga perpustakaan sekolah hanya sebatas sebagai pajangan belaka.
"Dari sosialisasi ini diharapkan seluruh kepala sekolah menjadi sadar arti penting dari perpustakaan sekolah. Kami akan menindaklajuti kegiatan ini dengan menggelar bintek tata kelola perpustakaan sekolah yang baik dan maksimal sesuai harapan siswa," terangnya.
Dia berharap, nantinya petugas perpustakaan di masing-masing sekolah tidak asal-asalan dan asal comot, namun pihak sekolah bisa lebih bijak menempatkan petugas yang profesional dan bisa menjalankan tata kelola perpustakaan sekolah yang baik.
Dia juga menyatakan bahwa anak didik punya cita-cita dan impian. Sekolah dalam hal ini diharapkan tidak hanya mampu meluluskan siswanya, namun lebih pada upaya memberikan pendidikan yang mendukung siswa untuk mencapai impiannya.
"Disinilah keberadaan perpustakaan sekolah yang dikelola secara profesional diharapkan mampu sebagai penunjang bacaan menantang yang dibutuhkan siswa untuk berinovasi sesuai daya nalarnya. Dengan bacaan yang dikelola secara professional, akan memudahkan anak melakukan koreksi untuk mewujudkan apa yang diimpikaannya. Ada semacam kesempatan bagi anak untuk menggali ide dari beragam pengalaman lewat perpustakaan sekolah," ujarnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Sosialisasi-Tata-Kelola-Perpustakaan-Sekolah.html

Muncul Isu Tragedi Sukhoi Akibat Sabotase Bisnis

TEMPO.CO, Jakarta -- Malapetaka Sukhoi Superjet 100 diduga bukan kejadiaan nahas semata. Sejumlah media luar negeri menganalisis ada sabotase terhadap Sukhoi pada saat joy flight, Rabu, 9 Mei 2012. Akibatnya, kapal itu menubruk tebing Gunung Salak dan menewaskan ke-45 penumpangnya.
Misalnya saja Russia & India Report. Dalam situs itu, analis Rakesh Krishnan Simha menuliskan Sukhoi Superjet 100 bukan sekadar pesawat uji coba. Kapal produksi 2009 itu telah dipesan sebanyak 300 buah oleh perusahaan penerbangan Armenia Armavia dan Aeroflot.
"Karenanya, tidak ada alasan untuk meragukan kelaikan dan keandalan Sukhoi," tulis Simha, 12 Mei 2012.
Simha juga menampik dugaan kesalahan manusia, baik dari sisi pilot Aleksandr Yablontsev atau pengawas menara Air Traffic Controller Bandara Soekarno-Hatta. Sebab Yablontsev turut campur dalam pengembangan Sukhoi. Sedangkan pengawas ATC telah memandu Superjet selama melayang, meski terhambat daerah pegunungan yang rumit.
"Jadi kita tak dapat menuduh kalau pengendali ATC salah membimbing Sukhoi hingga menabrak gunung," ujarnya.
Rusia mulai mengembangkan Superjet sejak tahun 2000. Sebagai proyek utama Moskow, Sukhoi ditujukan merebut pasar penerbangan dunia, melawan Boeing atau Airbus. Bahkan Superjet 100 berani menawarkan dirinya US$ 30 juta atau Rp 277 miliar lebih murah dari Embraer dan Bombadier, saingannya.
Selama ini, pasar pesawat di negara berkembang telah dikuasai perusahaan manufaktur penerbangan Amerika. Mereka tidak punya banyak saingan pada pangsa ini. Kedatangan Rusia dengan kapal terbarunya membuat Amerika memiliki musuh baru. "Terkadang kondisi itu menciptakan pertarungan yang membuat atmosfer bisnis berubah jelek," ujarnya.
Analisis tak jauh beda dicetuskan Wayne MADSEN di situs Strategic Culture Foundation. Wayne menganggap masuknya Superjet 100 ke pasar penerbangan telah menguntungkan Indonesia. Tapi, di sisi lain, keberadaannya mengancam bisnis Boeing. Apalagi sebelumnya Barack Obama menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk menjual 230 pesawat Boeing ke Lion Air dengan jaminan pinjaman US$ 22 miliar (Rp 203 triliun).
"Karenanya, ada kemungkinan Amerika tidak ragu melakukan sabotase industri pesaingnya, terutama pada saat masuk ke Asia," ujar Wayne.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/muncul-isu-tragedi-sukhoi-akibat-sabotase-bisnis-081643198.html

LANGKAH nyata mewujudkan iklim sejuk dan mendorong majunya sektor wisata di wilayah hukumnya, ditempuh Polisi Pariwisata Satuan Obyek Vital (Polpar Sat Ovit) Polres Tegal. Diantaranya melalui upaya pendekatan pemilik sektor hunian untuk terpanggil menjaga kebersihan saluran di sekitar penginapan.
Hal ini seperti yang dilakukan Polpar Obvit dengan terjun langsung melakukan pembinaan pada pelaku usaha perhotelan diobyek wisata andalan Kabupaten Tegal Guci.
Kanit Polpar Sat Ovit, Ipda Nugroho Santoso, menyatakan, langkah yang diambilnya untuk merealisasikan pola pembinaan dilakukan dengan menggandeng mitra pondok wisata.
"Kami berupaya merangkul mitra pondok wisata untuk mengedepankan pola kenyamanan sekaligus keamanan tamu hotel. Kenyamanan dalam hal ini terkait pemandangan yang bersih baik disekitar penginapan maupun disemua saluran yang ada disana," terangnya.
Dengan langkah menyentuh kepedulian terkait pentingnya menjaga kebersihan, diharapkan iklim sejuk dan asri diobyek wisata tersebut bisa tetap terjaga.
"Kami berupaya terus melakukan  penekanan pada penjaga villa untuk tidak hanya terfokus mengutamakan pendapatan materi, namun lupa meminta identitas dari tamu," terangnya.
Dia juga menganjurkan semua villa untuk terbiasa menyiapkan buku tamu. Dan perwira muda ini juga berharap jangan sampai pondok wisata dijadikan sarang pelaku kejahatan. Disinilah perlu peningkatan kewaspadaan pemilik villa terhadap identitas tamu yang akan menginap disana. Dan pihaknya juga tengah merancang untuk menggelar rasia dsan patroli bersama untuk menutup kemungkinan masuknya indikasi pelaku narkoba, yang menjadikan Guci sebagai ajang transaksi.
"Soal penertiban calo akan kami upayakan guna menekan kecenderungan negatif dengan menggiring para tamu atau pengunjung masuk dalam hotel khususnya kalangan pelajar. Upaya persuasif antar anggota mitra pondok wisata agar tidak melakukan persaingan tidak sehat dalam mematok  harga kamar, khususnya dihari- hari libur sempa tkami lakukan.Kedepan langkah seperti ini akan kami intensifkan secara berkala," tegasnya.  (her)

Produk Unggulan Dipamerkan

PRODUK unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal, selama empat hari dipamerkan atau dipromosikan. Hal ini dimaksudkan agar dapat dinikmati dan diketahui oleh masyarakat setempat dan daerah sekitar.
Pameran produk unggulan dibarengi dengan pasar murah dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Tegal ke 411 tersebut mengambil tema “Aku bangga memakai produk buatan tegal” tersebut dibuka Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum, dengan ditandai pemukulan gong, Rabu (23/5) malam. Pembukaan dipusatkan di area pameran di Open Space Slawi dan dihadiri jajaran Muspida plus serta kepala SKPD se-Kabupaten Tegal dan masyarakat.
Dalam pembukaan itu, Wakil Bupati Tegal sebelum melakukan kunjungan ke semua stand yang ada, mengatakan, Kabupaten Tegal merupakan suatu daerah yang memiliki sentra-sentra usaha masyarakat sebagai basis ekonomi kerakyatan. Dari semangat berkarya dan berkreasi dari masyarakat tersebut, Pemkab berkepentingan memberikan fasilitasi dengan memberikan kemudahan usaha dan menyediakan media untuk memamerkan hasil karyanya.
“Dengan pameran tersebut, diharapkan akan mampu membawa produk lokal Kabupaten Tegal dapat lebih dikenal oleh masyarakat setempat dan bahkan bisa dikenal diluar daerah,” katanya.
Dia juga berharap, dalam penyelenggaraan pameran tersebut kepada penyelenggara dan dinas/instansi terkait dapat menjadikan momen itu sebagai ajang transaksi bisnis dan mampu mendorong peningkatan hasil produksi daerah melalui inovasi rekayasa teknologi sederhana yang ramah lingkungan. “Pameran ini menjadi gerakan untuk mencintai produk lokal dan dalam negeri,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengembangan produk unggulan ini merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang nyata serta mampu memberikan kontribusi besar dalam penguatan ekonomi masyarakat. Karenanya dalam pengembanganya, sangat memerlukan sebuah kegiatan promosi yang terencana dengan baik. “Kami sangat berharap dengan pameran tersebut mampu memacu perkembangan perdagangan dan industri di Kabupaten Tegal. Hendaknya dijadikan sebagai sarana penggalian dan pengembangan sumber daya daerah, terutama produk unggulan daerah seperti pertanian industri dan pariwisata yang dikenal dengan program Pertiwi,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Seksi Pameran, Ir Toto Subandriyo dalam laporannya menjelaskan, bahwa dalam pameran tersebut memunculkan hasil produk pengusaha kecil dan menengah (UKM) dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan pemasaran. Ada pula penampilan hasil kreasi dari seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Tegal, penyajian hasil pembangunan daerah, dan diberikan hiburan kepada masyarakat serta menyediakan barang-barang yang harganya terjangkau oleh masyarakat.
Pameran tersebut, lanjut Toto, disediakan 86 kavling stand yang ditempati peserta dari unsur dinas, instansi, Kecamatan/UPTD se-Kabupaten Tegal, IKM/UKM, BBUMN/BUMD/Perbankan, TNI/Polri, Sekolah/Akademi, PNPM/PMI/PLN. Selain itu juga ada pula pedagang kerajinan/konveksi serta diadakan hiburan untuk keluarga. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Produk-Unggulan-Dipamerkan.html

Antisipasi Euforia Kelulusan

LANGKAH tegas dalam mengantisipasi aksi euforia berlebihan yang kerap dilakukan siswa paska pengumuman kelulusan, ditempuh pihak Dindikpora Kabupaten Tegal.
Kepala Dindikpora Kabupaten Tegal, Drs Edi Pramono, melalui Kasi SMA, Drs Marwanto MM, menyatakan bahwa pihaknya telah menyerukan kebijakan bahwa pengambil pengumuman kelulusan akan diberikan pihak sekolah pada masing-masing wali murid. Dia berharap, sekolah bisa benar-benar mengendalikan anak didiknya untuk menghimbau siswanya agar tidak perlu mendatangi sekolah saat pengumuman kelulusan nanti. Siswa juga diminta tidak merefleksikan kelulusan secara berlebihan seperti corat- coret, konvoi yang bersifat merugikan diri sendiri, dan ketertiban umum dijalan raya.
"Kasek diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada wali murid dan meneruskan kepada anak agar bisa bersikap positif menyikapi hasil kelulusan dengan cara yang elegan. Untuk pengambilan hasil kelulusan,langsung akan diberikan sekolah kepada masing-masing wali murid pada pukul 14.00 WIB Sabtu (26/5) mendatang," terangnya, Rabu (23/5) kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya juga bakal menghadiri rakor tingkat provinsi untuk membahas pendistribusian pengumuman UN tingkat SMA/SMK. Dimana kebijakan mengambil pengumuman kelulusan diserahkan kepada wali murid tersebut sebelumnya juga sempat dirancang di tingkat provinsi dengan alasan dapat dipertanggungjawabkan dan menghindari aksi anarkis bagi siswa yang tidak lulus UN.
Dia juga mengaku, secepatnya bakal melakukan koordinasi dengan Polres Tegal untuk mengamankan jalannya pengumuman UN di sekolah yang rawan aksi gesekan.
Disinggung soal prediksi kelulusan, dia optimis tahun ini tidak lebih buruk dari tahun sebelumnya.
"Kami berharap ada peningkatan kualitas prestasi dan bisa mendongkrak rangking Kabupaten Tegal ditingkat provinsi," tegasnya.
Terpisah Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, melalui Paur Subbag Humas Ipda Wahyono, didampingi Kabag Ops Kompol Kuntri Yudho, menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi pihak Dindikpora terkait pengamaman kelulusan UN tingkat SMA/SMK akhir pekan nanti. Secara lugas dia menyatakan, berkaca pada PAM kelulusan tahun lalu, pihak sekolah akan lebih mengoptimalkan koordinasi dengan jajaran Polsek setempat. Namun secara keseluruhan di tingkat jantung kota Slawi memang diperlukan data yang valid untuk pengkoordinasian jumlah personil yang akan diterjunkan di masing-masing sekolah.
"Upaya mencegah aksi anarkis sejauh ini telah dilakukan unsur Intelkam guna memetakan sekolah mana yang rawan menjadi pemicu dan menjadi sasaran anarkis. Namun kami optimis dengan langkah pendekatan yang ditempuh Dindikpora kepada seluruh jajaran sekolah akan meminimalisir terjadinya hal tersebut," tegasnya.
Pihaknya berencana akan menerjunkan personil gabungan antar fungsi untuk PAM pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK mendatang. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Antisipasi-Euforia-Kelulusan.html

Pemeliharaan Jalan Disoal

TALANG - Pemeliharaan ruas jalan Mejasem-Kemantran, disoal warga Wangandawa. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan secara swakelola oleh UPTD DPU Kecamatan Talang dan Kramat itu, sudah rusak kembali. Padahal, pemeliharaan dilakukan belum lama ini dan masih dalam hitungan hari. Akibatnya, warga Desa Wabgabdawa menyoal pemeliharaan jalan itu dan bakal melaporkan kepada instansi terkait di Pemkab Tegal.
“Masa baru beberapa hari ruas jalan diperbaiki, sejumlah titik sudah mengelupas kembali aspalnya. Kami melihat sistem pengerjaannya yang terkesan asal-asalan sehingga cepat rusak kembali,” jelas Kades Wangandawa, Harsoyo SIP, kemarin di rumahnya.
Dikatakan Harsoyo, saat dilakukan pemeliharaan, dirinya melihat jika sistem pengawasan yang dilakukan oleh pihak penggarap yaitu UPTD DPU Talang-Kramat, sangat kurang. Belum lagi, pengaspalan yang dilakukan juga menggunakan lapisan aspal yang sangat tipis. Kondisi itu membuat sejumlah titik ruas jalan yang baru diaspal kembali rusak. Karena material aspalnya sangatlah kurang. Harusnya karena dilakukan secara swakelola, hasilnya lebih baik dari pada di-pihakketiga-kan.
Menurut dia, atas kondisi pemeliharaan yang terkesan semrawut dan asal-asalan, warga Desa Wangandawa mempersoalkan pengerjaan perbaikan ruas jalan itu yang dilakukan secara swakelola. Bahkan jika perlu, dikatakan Harsoyo, pemerintah desa secara resmi bakal melaporkannya ke dinas terkait di Pemkab Tegal. “Campuran split yang ditaburkan juga membuat kondisi jalan berdebu dan licin. Ini sangat rawan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.
Sementara, saat dirinya melakukan peneguran terhadap perwakilan UPTD DPU Talang-Kramat, mendapatkan informoasi jika Kepala UPTD berada di kantor. Namun sesuai informasi yang didapat, justru pihak Kepala UPTD lebih mementingkan kegiatan lain yang bukan di UPTD, melainkan di Unit Lembaga Pelelangan (ULP). (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemeliharaan-Jalan-Disoal.html

OW Kalibakung Bakal Terdongkrak

BALAPULANG - Keberadaan etalase tanaman herbal di OW pemandian Kalibakung Kecamatan Balapulang, diharap bisa mendongkrak OW itu. Pasalnya, Dinkes Pemkab Tegal tengah mengemas di lingkungan OW Kalibakung agar menjadi obyek wisata jamu dan produk herbal. Bahkan untuk Jateng, baru ada produk herbal di Kabupaten Karanganyar. Sehingga untuk Kalibakung, diharapkan bisa menjadi rintisan di Jateng bagian Barat.
“Saat ini, dari etalase tanaman herbal sekitar 50 jenis tengah dikembangkan oleh Dinkes bekerja sama dengan Disparbud untuk percontohan di OW Kalibakung,” kata Wakil Ketua Komisi II, Sahuri, yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Tegal, kemarin.
Dikatakan Sahuri, keberadaan etalase tanaman herbal dan seiring rencana pengembangan obat herbal, diharapkan menjadi daya tarik pengunjung ke OW Kalibakung itu. Selama ini OW itu dirasa mati suri, karena sejumlah faktor dan salah satunya kalah bersaing dengan OW Guci. Meski demikian, instansi terkait di Pemkab Tegal terus menata OW itu agar lebih berdaya tarik bagi pengunjung atau wisata lokal maupun luar daerah.
Menurut dia, upaya pengembangan obat-obaan herbal di wilayah tersebut menurutnya cukup tepat karena memiliki struktur tanah yang hampir mirip dengan Kabupaten Karanganyar. Belum lagi suhu udara dan cuasa di Kalibakung dengan ketinggian lahan dari pantai, memenuhi syarat untuk tanaman herbal. “Kami kira cocok dan tinggal bagaimana megemas dan mengembangkan rencana ini. Semua kembali kepada instansi terkait yang diberi kewenangan,” jelasnya.
OW Pemandian Kalibakung sendiri, beberapa tahun lalu menjadi salah satu OW unggulan sebelum dibangunnya OW Purwahamba Indah maupun OW Guci. Namun seiring perkembangan zaman dan sistem pengelolaan serta hilangnya sejumlah sarana, membuat OW Kalibakung terpuruk. “Dengan adanya rencana pengembangan Wisata Jamu Kalibakung (WJK) nantinya, diharapkan bias menggairahkan kembali OW ini,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/OW-Kalibakung-Bakal-Terdongkrak.html

Senin, 21 Mei 2012

Slawi-jadi Juara Lomba Karnaval

SLAWI – Kecamatan Slawi yang pada kegiatan karnaval dan parade batik dalam rangka hari jadi Kabupaten Tegal, Kamis (17/5) menjadi juara I. Pengumuman lomba tersebut di sampaikan setelah sidang paripurna, Jumat (18/5). Sementara untuk juara II, di peroleh dari Kecamatan Kedungbanteng dan juara III dari kecamatan Adiwerna.
“Kami bangga ternyata Kecamatan Slawi yang menjadi pusat ibukota Kabupaten Tegal dalam karnaval tersebut telah memberikan yang terbaik dengan menjadi juara I,” kata Camat Slawi, Abusaeri, kemarin.
Sementara, ketua panitia hari jadi Kabupaten Tegal, Drs Haron Bagas Prakoso yang juga Sekda Kabupaten Tegal, mengatakan,  karnaval tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan pada hari jadi kabupaten. Dalam karnaval tersebut, panitia sengaja melombakan agar setiap SKPD maupun kecamatan, menyuguhkan penampilan-penampilan yang menjadi potensi di wilayahnya.
Ia menjelaskan, dalam karnaval tersebut ada tiga kriteria yang dinilai, yakni mulai dari potensi industri seperti keseragaman batik produk asli lokal tegal, potensi pertanian yang dilihat dari representasi gunungan yang dibawa dengan hasil bumi yang ada di setiap kecamatan, dan potensi budaya, dimana di karnaval tersebut tiap kecamatan menunjukan kesenian yang diusung. “Dari ketiga komponen tersebut mengkristal menjadi pertiwi (perindustrian, pariwisata dan pertanian),” katanya, kemarin.
Ia berharap, tahun depan lebih ditingkatkan. Mulai dari produk harus lebih bervariatif, artinya batik tegal misalnya, tidak hanya sekedar batik keseharian, tapi batik asli tegal tersebut dapat ditunjukan dengan kreatifitasnya seperti busana pesta, busana pernikahan, dan lainnya.  “Setiap tahun akan selalu dilombakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di setiap hari jadi kabupaten tahun ini, di singkronkan dengan visi misi bupati terpilih periode 2009-2014, yakni  “gotong royong” dalam bentuk yang teraplikasikan. Diharapkan tahun ini muncul semangat yang memadukan antara visi misi gubernur jateng dengan daerah Kabupaten Tegal yang mengusung tema, “balik ndesa gotong royong mbangun Kabupaten Tegal”.
Harapannya, lanjut Bagas, dengan visi misi tersebut menjadi semangat yang melandasi semua komponen masyarakat dari unsur masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah. Ketiga unsur tersebut diharapkan mampu menerjemahkan dan mengaplikasikannya diberbagai kegiatan pembangunan, baik yang bersumber dari dana pemerintah atau masyarakat. Hal tersebut dapat disatukan untuk mempunyai manfaat bagi kepentingan masyarakat luas, mulai dari sektor peranian, industry dan pariwisata. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Slawi-jadi-Juara-Lomba-Karnaval.html

Kesejahteraan Buruh di Kabupaten Tegal Masih Minim

SAAT ini, masyarakat pekerja maupun perusahaan banyak yang kurang paham tentang UU Ketenagakerjaan. Hal itu menyebabkan, perlakuan perusahaan terhadap buruh kurang sesuai dengan aturan yang berlaku. Baik dari segi kesejahteraan, keamanan, maupun perlakuan. Hak-hak untuk pekerja kadang tidak dipenuhi oleh perusahaan dan cenderung mengabaikannya. Dengan kondisi demikian, tentunya kaum buruh yang banyak dirugikan. Terlebih jika ada buruh yang menuntut haknya, justru mereka akan menjadi musuh perusahaan tempatnya bekerja.
Terkait hal itu, Koordinator wilayah (Korwil) Konfederensi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Jawa Tengah, Warnadi, mengharapkan, antara pekerja dan perusahaan harus paham tentang Undang-Undang (UU) Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Apabila mereka paham tentang UU tersebut, maka dipastikan tidak ada pihak yang di rugikan. "Masyarakat khususnya kaum buruh, harus tahu UU tersebut. Jika tidak, maka masyarakatlah yang akan menjadi korban," kata Warnadi, kemarin saat di temui di kawasan Jalur Pantura, Desa Munjung Agung Kecamatan Kramat.
Dirinya tak menampik, dari sekian perusahaan di Kabupaten Tegal, ada beberapa perusahaan yang berupaya ingin menghapus atau menghilangkan organisasi yang menaungi kepentingan buruh. Padahal menurutnya, keinginan tersebut melanggar UU ketenagakerjaan yang berlaku. Semestinya, setiap perusahaan harus memiliki lembaga atau organisasi serikat buruh. Hal itu untuk menjaga keharmonisan antara perusahaan dengan pekerjanya.  "Kurangnya pemahaman daerah terhadap peraturan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebabkan oleh banyak faktor, terutama banyaknya peraturan baru yang dikeluarakan oleh Pemerintah dan Anggota DPR RI," ujarnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, perlindungan terhadap tenaga kerja, diutamakan untuk menjamin hak hak dasar pekerja atau buruh. Selain itu, juga untuk menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi. "Perusahaan harus adil dan jangan bersikap diskriminatif," ucapnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kesejahteraan-Buruh-di-Kabupaten-Tegal-Masih-Minim.html

Ketua Fraksi Golkar Mundur

SLAWI - Ketua Fraksi Partai Gokar DPRD Kabupaten Tegal mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diambil, bahkan sudah disampaikan secara tertulis dan lisan kepada DPD Partai Golkar setempat. Pengunduran diri terkait dengan kegagalan fraksinya dalam mengusung kader partai yang duduk di lembaga legislatif, menduduki jabatan unsur pimpinan alat kelengkapan dewan periode dua setengah akhir masa jabatan DPRD tahun 2009-2014.  “Memang benar M Khuzeni SE SH, mengundurkan diri sebagai ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tegal. Namun pengunduran diri baru secara lisan dan tertulis tapi belum secara formal,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi yang juga anggota DPRD Kabupaten Tegal, H Agus Triono SP, kemarin.
 Dikatakan H Agus Triono, pengunduran diri itupun sedang dikonsultasikan dengan pihak DPD I Partai Golkar di Semarang. Saat ini masih dalam proses mengingat pengangkatan M Khuzaeni SE SH sebagai ketua fraksi partai itu, belum lama dan masih dalam hitungan bulan. Pihaknya sendiri sangat menyayangkan keputusan pengunduran diri itu. Namun karena sepertinya sudah bulat dan tidak ada tekanan dari pihak manapun, membuat DPD Gokar Kabupaten Tegal perlu memproses.
 Secara pribadi menurut dia, juga pernah dilakukan pendekatan, tetapi sepertinya keputasan M Khuzaini sudah bulat untuk mengundurkan diri. Sebetulnya permasalahan bukan karena ada kesalahan atau pelanggaran terhadap partai. Namun lebih bersifat beban moral akibat kebijakan politik. Meski bukan kesalahan pribadi, karena keputusan partai adalah kolektif kolegial, namum sepertinya, M Khuzaini bersikukuh tetap mengundurkan diri.  “Kami masih meminta untuk mengusulkan secara formal, jika memang akan mengundurkan diri. Pasalnya, jika tidak diusulkan secara formal, dikhawatirkan partai dianggap sepihak dalam memutuskan hal ini,” terang H Agus Triono SP.
 Disisi lain, M Khuzaini SE SH menyatakan, jika keputusannya mengundurkan diri merupakan langkah tanggungjawab dirinya selaku ketua FP Golkar. Mengingat selaku ketua fraksi, dirinya tidak bisa menempatkan kader partainya, menduduki jabatan pada alat kelengkapan dewan yang diharap kadernya. “Kami tidak ingin ada polemik yang justeru menyudutkan partai. Sebagai kader sudah tentu bersikap bijak dan mengambil keputusan guna kebaikan dan kesolidan partai,” jelasnya.
 Seperti diberitakan sebelumnya, M Khuzaini SE SH, selaku ketua FP Golkar, melakukan koalisi dengan sejumlah partai dan membentuk Sekretariat Gabungan (Setkab). Namun Setkab sendiri pecah dan membuat partainya harus menerima resiko untuk tidak terakomodir mendapatkan jabatan unsur pimpinan pada alat kelengkapan dewan. Dari sinilah, daripada memunculkan polemik, selaku ketua FP Golkar, bersikap menanggung resiko itu. Untuk menyelamatkan partai dan kadernya, maka konsekuensinya harus mengundurkan diri dari jabatan ketua fraksi atas kegagalan itu. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Ketua-Fraksi-Golkar-Mundur.html

Minggu, 20 Mei 2012

Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Everest

Jakarta (ANTARA) - Sang Merah Putih akhirnya berkibar di Puncak Everest yang terletak di ketinggian 8.848 mdpl setelah Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) yang melalui jalur utara yaitu Tibet berhasil mencapai puncak, Sabtu.
Dua pendaki dari Wanadri yaitu Iwan Irawan dan Nurhuda mencapai puncak itu yang termasuk dalam rangkaian ekspedisi tujuh puncak dunia ini sekitar pukul 07.49 waktu setempat, Sabtu. Kedua pendaki ini tiba di puncak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Untuk mencapai puncak yang juga dikenal dengan sebutan Puncak Sagarmatha ini, para pendaki membutuhkan tahapan yang panjang. Selain itu juga harus terus melakukan koordinasi dengan pemandu yang telah mengawal sejak proses pendakian.
Dari dua pendaki Wanadri itu, orang yang pertama mencapai Puncak Everest adalah Iwan Irawan dan disusul oleh Nurhuda serta diikuti pendaki asal Swedia, Peter, kemudian setelah mereka, para pemandu (sherpa) yakni Chirring, Tashi dan Lakpa menyusul mencapai puncak tertinggi dunia itu.
"Alhamdulillah. Allahu Akbar. Merah Putih berkibar kembali di Puncak Everest melalui jalur utara," kata Ketua I Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia, Ipong Witono, melalui pesan layanan singkat.
Selain melalui jalur utara, pendakian oleh Wanadri juga dilakukan melalui jalur selatan yaitu melalui Nepal. Pendakian juga dilakukan oleh dua pendaki yaitu Ardeshir Yaftebbi dan Fadjri Al Luthfi serta didukung oleh tim pemandu.
"Terima kasih atas doa, kerjasama dan bimbingannya. Semoga besok, Minggu (20/5) tim pendaki jalur selatan (Nepal) mencapai puncak. Semoga mereka selalu mendapat keridhoan-Mu Tuhan hingga kembali ke Tanah Air," kata Ipong menambahkan.
Dengan mampu mencapai puncak tertinggi di dunia ini serta menancapkan Bendera Merah Putih, para pendaki ini layak disebut "Seven Summiters" yakni sebutan bagi pendaki yang sukses mencapai tujuh puncak dunia. Sebutan ini merupakan idaman bagi seorang pendaki gunung di seluruh dunia.
Sebelumnya pendaki dari Wanadri ini telah mendaki enam puncak tertinggi di enam benua yaitu Puncak Ndugu-Ndugu atau Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Puncak Elbruz (5.642 mdpl) di Rusia.
Selanjutnya mereka melakukan pendakian Puncak Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, namun ada satu pendaki yaitu Gina Afriani gagal sampai puncak. Setelah itu dilanjutkan ke Puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl) di Alaska dan Puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika. (tp)
Sumber Berita : http://id.olahraga.yahoo.com/news/sang-merah-putih-berkibar-di-puncak-everest-042523564--spt.html