Tampilkan postingan dengan label Polres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Kaplores Baru Terima Surat GMTB

KAPOLRES Tegal, AKBP Nelson Perdamean Purba SIK, baru akan mempelajari surat pembatalan GMTB nomor 007/GMTB/VII/2012 tanggal 06 Juli 2012. Kapolres Tegal sendiri mengaku, baru mengetahui adanya surat itu saat Rakor bersama Sekda dan Muspida lainnya, Senin (9/7) di Pendopo Ki Gede Sebayu Pemkab Tegal.
“Kami belum bisa memastikan kebenaran surat itu, karena baru kami terima dan bakal kami pelajari terlebih dahulu,” kata Kapolres Tegal.
Dikatakan Kapolres, untuk mengeluarkan pernyataan terkait surat itu, pihaknya belum berani. Karena baru menerima surat pembatalan GMTB, saat rakor itu. Untuk lebih detail dan kepastiannya, dia bakal mempelajari terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan kepada media massa.
Dalam surat pembatalan Gerakan Masyarakat Tegal Bersatu (GMTB), tertulis nama koordinator GMTB, Soegirman. Surat itu tertera lengkap dengan stempel dan kertas ber-kop GMTB. Dalam rakor itu, Soegirman menegaskan jika dirinya merasa tidak pernah melayangkan surat pembatalan itu. “Kami kira, ada upaya media massa untuk memelintir informasi ini,” kata Soegirman.
Seorang peserta Rakor yang enggan disebut namanya, menyayangkan sikap Soegirman. Karena Soegirman tidak mau menunjukkan surat bukti yang benar seperti yang dikirimkan kepada Polres Tegal, jika memang pernah melakukan pembatalan rencana demo GMTB. Kondisi itu menimbulkan tanda tanya oleh hadirin, terkait kebenaran surat yang diajukan kepada Kapolres itu.
“Memang ada kemungkinan ada pihak yang merekayasa. Tetapi sayangnya Soegirman tidak menunjukkan bukti surat yang dia kirimkan, jika benar sudah mengirimkan ke Polres,” jelas peserta yang enggan disebutkan namanya.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, pelaksanaan demo GMTB dengan agenda utama penyampaian pendapat di depan publik dan juga mengawal Surat Perintah Bupati Tegal terkait penutupan galian C ilegal, gagal dilaksanakan. Padahal, demo itu sesuai dengan surat permohonan nomor 006/GMTB/VII/2012 tertanggal 2 Juli 2012. Pembatalan demo itu disinyalir karena pihak penyandang dana pelaksanaan demo, tidak menepati janji.
Pembatalan demo itu sesuai dengan surat yang diajukan oleh GMTB kepada Polres Tegal nomor 007/GMTB/VII/2012 tertanggal 6 Juli 2012 perihal permohonan maaf dan pembatalan acara penyampaian pendapat di depan publik dalam rangka mengawal Surat Perintah Bupati Tegal untuk menutup penambangan galian C ilegal dengan alat berat. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kaplores-Baru-Terima-Surat-GMTB.html

Selasa, 12 Juni 2012

Gelar KB Kesehatan Bhayangkara

Dengan mengambil momentum peringatan HUT Bhanyangkara ke-66, Polres Tegal menggelar bakti sosial KB Kesehatan Bhayangkara yang dilangsungkan dengan menggandeng BPPKB. Seperti apa?
LAPORAN : HERMAS PURWADI
Keluarga Bharagas Polres Tegal melakukan upaya nyata untuk turut berperan aktif mendukung program Keluarga Berencana (KB) di wilayah hukumnya. Yakni dengan menggandeng Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Tegal untuk menggelar bakti sosial KB. Tentunya dari ajang ini sangat membantu BPPKB dalam memenuhi target Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) Peserta Baru ditahun 2012.
Ajang yang digelar selama sebulan penuh selama Juni 2012 itu, nantinya juga bakal ditinjau Polda Jawa Tengah tekait kesungguhan personil menjaring akseptor baru di wilayah kerjanya.
Menurut Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamean Purba SIK, melalui Paur Subbag Humas Ipda Wahyono, bahwa target yang hendak dibidik dalam kegiatan KB Kesehatan Bhayangkara adalah semua wanita usia subur di wilayah Kabupaten Tegal.
"Sasaran kami adalah pengguna IUD sebanyak 1.435, MOP (Modus Operasi Pria, Red) 287, MOW (Modus Operasi Wanita, Red) 574, dan Implant sebanyak 1.435. Dari pencapaian untuk MOW hingga kini sudah terjaring 285 orang," terangnya disela-sela perhelatan Selasa (12/6) kemarin.
Terpisah Kepala BPPKB Kabupaten Tegal, Dra Indah Winarni MPd, melalui Kabid KB, Sugeng Priyatno, menyatakan bahwa untuk target PPM PB tahun 2012 masih bisa terlampaui berkat rangkaian kegiatan KB Kesehatan yang sempat digelar baik oleh TNI maupun Bhayangkara dalam kesempatan memperingati Hari Jadinya.
Dijelaskannya target PPM untuk tahun 2012 kategori pengguna IUD sebanyak 2.627 akseptor, MOW 1.216 akseptor, MOP 273 akseptor, Implant 6.281 akseptor, suntik 27.414, pil 7.438, dan kondom 1.422 akseptor.
"Khusus dalam pelaksanan MOW Tubektomoi Minilarascopy Anasteri Local (TMAL) yang digelar kali ini kami mematok 100 akseptor baru. Namun dari calon yang sudah masuk, sudah mencapai sekitar 70 akseptor," ujarnya. Ditambahkannya, dari target PPM PB tahun 2012 capain yang kini sudah diraihnya cukup signifikan untuk segera dikejar menuju poin maksimal.
Sementara Ipda Wahyono menuturkan, untuk gelaran KB Kes MOW kali ini pihak Polres sudah menginstruksikan masing-masing Polsek dijajaran untuk memasok 5 akseptor baru. Meski pada kenyataannya masih dirasa sulit untuk menggaet akseptor dengan metode yang satu ini. Hal ini bisa dimaklumi sejalan dengan semakin bervariasinya pilihan ber-KB. Justru yang terjadi di pedesaan, warga masih lebih dominan ber-KB dengan cara suntik dari pada menggunakan sistem MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) yang terdiri dari IUD, Implant, dan MOW. Fenomena dilapangan ini menjadi sandungan bagi personil untuk menjaring akseptor maksimal dalam gelar KB Kes Bhayangkara tahun ini.
Kabid KB BPPKB, Sugeng Priyatno, tak menampik 'KB Cafetaria' yang ada saat ini membuat warga bisa leluasa memilih. " Kecenderungan masyarakat pedesaan masih condong memilih KB suntik dan menggunakan pil. Butuh pengarahan pada mereka untuk mau berpindah menuju MKJP minimal lewat IUD ataupun Implant. Dengan IUD bisa digunakan selama 8 tahun dan Implant 3 tahun, dibanding dengan suntik yang hanya bertahan 3 bulan saja. Kendala lainnya, rata-rata masyarakat desa malu untuk ber-KB dengan sistem MKJP yang dilakukan di Puskesmas. Hal ini yang membuat perolehan akseptor sedikit mengalami hambatan. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Gelar-KB-Kesehatan-Bhayangkara.html

Senin, 11 Juni 2012

Gebyar HUT Bhayangkara Digulirkan

BERTEMPAT di halaman Mapolres Tegal, gebyar rangkaian kegiatan HUT Bhayangkari ke-66 resmi dibuka Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK melalui upacara dan pelepasan balon, Senin (11/6) pagi.
Dengan mengusung tema sentral "Pelayanan Prima Anti KKN dan Kekerasan, Memantapkan Keamanan Dalam Negeri dan Supremasi Hukum Guna Mendukung Pembangunan Nasional", komandan Bharagas ini kembali mengingatkan personilnya terkait spirit revitalisasi Polri untuk lebih memacu pelayanan prima, anti KKN, dan anti kekerasan.
"Serangkaian kegiatan telah tersusun dan sebagian besar sudah kita jalankan. Diantaranya peringatan Isra Miraj yang dilangsungkan 7 Juni 2012 di masjid Al Muhamadi kompek Mapolres. Dalam kegiatan ini kita memberikan santunan kepada anak yatim piatu," terangnya.
Rangkaian kegiatan mengisi HUT Bhayangkara ke-66 lainnya meliputi turnamen reguler tenis sport yang mulai digulirkan sejak pekan ini dengan melibatkan perwira bersama unsur masyarakat warga Slawi. Selebihnya ada turnamen tenis meja, catur, dan volley ball antar Polsek.
“Rangkaian HUT juga akan dikemas dalam rangkaian bhakti sosial," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk kegiatan bhakti sosial keluarga besar Bharagas bakal menggelar pelayanan KB Kesehatan yang dipusatkan di Polsek Slawi. "Tiap-tiap Polsek diwajibkan menghadirkan 5 akseptor KB baru. Kita juga akan menggelar donor darah, anjangsana pada anggota yang sedang sakit, hingga kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Bersih," tegasnya.
Selain dua kegiatan diatas, keluarga besar Bharagas juga merancang lomba seni dan budaya untuk personilnya. Untuk item seni dan budaya telah dirancang lomba menyanyi antar perwira untuk jajaran Polsek, bagian, dan fungsi. Disini juga akan digelar lomba kreasi Galawi 7 ESQ antar cluster, bagian, dan satuan, lomba terkait perfoma Polri dalam sikap, kemampuan, dan ketrampilan, serta lomba pidato untuk semua personil Babinkamtibmas.
Puncak peringatan HUT Bhayangkara yang jatuh 1 Juli akan digelar lomaba gerak jalan santai, ziarah ke makam pahlawan, dan upacara kebesaran yang akan disertai dengan pemberian piagam pada masyarakat yang telah berjasa membantu tugas Polri. Nelson juga menyatakan, diacara puncak nanti juga akan dilaunching lagu Bharagas dan media Bharagas Vista untuk keluarga besarnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Gebyar-HUT-Bhayangkara-Digulirkan.html

Rabu, 11 Januari 2012

Penghuni Rutan Boyongan

PROSESI pengalihan penempatan tahanan di rumah tahanan (rutan) Brata Wirya Polres Tegal, berlangsung Rabu (11/1) pagi kemarin. Dimana Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, memimpin langsung jalannya prosesi lounching berikut pemindahan tahanan dari sel lama menuju sel baru yang bertempat di belakang halaman komplek Mapolres tersebut.
"Prosesi ini sebagai titik puncak implementasi sistem pengamanan dan penjagaan. Dimana didalamnya mengandung konsekuensi kinerja personil," ujarnya.
Bangunan yang diprakarsai oleh seorang pengusaha mualaf asal Banjarnegara tersebut, sempat diserahterimakan langsung kepada jajaran Polres Tegal bulan Desember 2011 lalu.
Dan dibangunannya rutan yang baru kali ini, mempunyai daya tampung sekitar 30 penghuni dengan dilengkapi areal untuk olahraga bagi penghuninya. "Brata Wirya adalah tempat yang suci dan diharapkan bisa mengubah konotasi negatif terhadap sebatan rutan. Dimana konotasi negatif itu menjadi bermakna ganda. Kami juga mengharapkan semua penghuni diposisikan sebagai manusia yang tetap mempunyai dan memperoleh haknya," ujar Nelson.
Brata, menurutnya, adalah jalan dan Wirya adalah kecerdasan hidup. Pemberian nama Brata Wirya dikandung maksud agar penghuni di dalamnya kelak ketika sudah keluar menemukan jalan menuju kecerdasan hidup yang lebih baik.
Terpisah ketua pantia pembangunan rutan Brata Wirya yang juga Kabag Sumda, Kompol Moch Sujoko, menilai, sumbangsih yang diterima jajarannya kali ini bisa mendukung program akselerasi Polri dalam hal peningkatan kinerja mendukung pola pelayanan prima terhadap masyarakat. "Bangunan rutan sendiri terdiri dari tiga ruang tahanan yang mampu menampung sekitar 30 tahanan, dan satu ruang untuk melakukan aktivitas olahraga, ruang tunggu untuk pembesuk berikut kamar kecil,"cetusnya.
Prosesi lounching ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres dan diberikan kepada petugas jaga rutan, berikut penyerahkan kunci rutan kepada Kasat Tahanan dan Alat Bukti (Tahti). (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Penghuni-Rutan-Boyongan.html

Selasa, 15 November 2011

Mabes Gelontorkan Armada Back Bone.

SEBANYAK 20 unit mobil dari jenis sedan dan Mitsubishi Strada dobel cabin, diterima jajaran Polres Tegal dari Mabes Polri. Pemberian bantuan mobil tersebut bakal dimaksimalkan untuk mendukung kinerja jajaran Polsek yang ada di wilayah hukumnya.
Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, melalui Waka Polres, Kompol Teguh Tri Prasetya SIK, didampingi Paur Subbag Humas, Ipda Wahyono, menyatakan, pendistibusian mobil bantuan itu akan dilakukan langsung oleh Kapolres kepada Kapolsek yang ada di wilayah kerjanya. Dijelaskannya, dua unit sedan akan dimaksimalkan untuk mendukung kinerja Polres Tegal.
"Kedelapan belas unit mobil jenis Mitsubishi Strada dobel cabin itu seyogyanya bisa digunakan untuk mendukung kinerja Polsek. Dimana Polsek bisa memaksimalkan armada ini sebagai sarana police back bone atau polisi sebagai tulang punggung pelayanan pada masyarakat di daerah," terangnya, Selasa (15/11).
Dia juga menyatakan, bantuan mobil ini lebih difokuskan untuk mendukung fungsi kesabharaan dan pelayanan prima terhadap masyarakat. Salah satunya dimaksimalkan untuk menggelar patroli pemukiman, dan mendatangi lokasi kejadian bila terjadi sebuah insiden. Dan dengan dialokasikannya bantuan Mabes di masing-masing Polsek tersebut, diharapkan masyarakat bisa merasa terayomi dan menjalin jejaring komunikasi dengan Polri untuk peningkatan pola pelayanan terbaiknya.
"Dengan bantuan ini, otomatis kini armada ranmor roda empat di masing- maisng Polsek menjadi dua unit. Ini jelas bisa dioptimalkan untuk benar-benar mendukung pola pelayanan, perlindungan, dan pengamaman masyarakat di masing-masing wilayah kecamatan," cetusnya.
Dia juga mengakui, sebagai tulang punggung pelayan masyarakat seyogyanya bisa berjalan optimal bila ada dukungan sarana dan prasarana yang cukup memadahi. Hal inilah yang kini ditangkap oleh Mabes untuk menjawab kebutuhan personil dilapangan. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Minggu, 06 November 2011

Perayaan Idul Adha di Markas Bharagas

USAI melaksanakan sholat Idul Adha 1432 secara berjamah, keluarga besar Bharagas menyembelih sejumlah hewan kurban di Lapangan Asrama Polisi Kalibliruk Slawi, Minggu (7/11) pagi. Agenda rutin setiap tahun ini dipimpin langsung Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK. Lelaki tinggi dan tampan ini hadir dengan menggenakan baju koko berwarna coklat tua dengan celana warna hitam dan sebuah peci di kepalanya. Kapolres didampingi sang istri tercintanya dan beberapa anaknya serta keluarga besarnya. Pria yang pernah memerankan sejumlah sinetron di layar kaca ini, nampak bahagia bisa merayakan hari kurban bersama keluarga Bharagas. Tak segan-segan, Kapolres sapaan akrab Nelson ini, selalu melemparkan senyum manisnya kepada para anggotanya serta warga sekitar yang kebetulan hadir di tempat tersebut.
Disela-sela obrolannya dengan para kuli tinta, Kapolres mengaku, kali ini hewan kurban yang sedianya dibagikan kepada warga sekitar asrama dan anggota yang membutuhkan, sebanyak 23 kambing dan 3 sapi besar. Sementara untuk memudahkan pola pendistribusian daging tersebut, pihaknya telah melakukan langkah pembagian kupon terhadap warga pada hari sebelumnya.  "Mudah-mudahan moment Idul Adha ini menjadi media menjalin ukhuwah dan kebersamaan bersama masyarakat sekitar," kata pria berkulit putih ini, seraya mencicipi buah anggur yang sudah disediakan diatas meja.
Selain hewan kurban itu datang dari Kapolres, juga datang dari jajaran perwira di Markas Komando Polisi Resort Tegal dan Waka Polres setempat. Sesuai rencana awal, setelah penyembelihan yang dilakukan oleh panitia, hewan kurban dipotong kecil-kecil lalu dimasukan ke dalam kantung plastik. Kemudian dibagikan merata sesuai kupon yang ada. Sementara untuk pembagian daging, dilakukan tepat pukul 10.00 WIB.
"Ini sebagai wujud nyata kepedulian keluarga besar Bharagas dalam memaknai Hari Raya Idul Adha dengan menempuh pembagian daging qurban," cetusnya.
Sejatinya, perayaan Hari Raya Idul Adha tidak semata-mata memiliki dimensi makna teologis sebagai ibadah untuk mendekatkan diri manusia kepada Sang Khalik. Melainkan, justru Idul Kurban alias Idul Adha tersebut lebih menekankan pada pemunculan kesadaran batin manusia untuk gemar berjihad sosial. Artinya, melalui ritual penyembelihan hewan kurban itu, umat manusia diajak untuk semakin peduli pada nasib fakir miskin dan pihak-pihak yang lemah.
Jika menilik alur historisitas Hari Raya Idul Adha, memang terbilang sangat fenomenal. Di masa itu, Nabi Ibrahim mendapatkan bisikan suci untuk sesegera mungkin menyembelih sang anak kesayangannya, yaitu Ismail. Sungguh sebuah perintah yang amat berat dikerjakan. Namun dengan kebesaran Allah SWT, Ismail berubah atau diganti dengan seekor hewan unta.  "Ada makna yang hakiki dari kurban, yakni ketaatan kepada Allah SWT, dengan dilandasi keiklasan, syariat Nabi Ibrahim sebagai bentuk penghambaan diri dan keluarganya terhadap Allah, yang didasari keikhlasan. Ajaran Nabi Ibrahim harus dijadikan contoh dan keteladanan bagi umat manusia," tutupnya. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Sabtu, 05 November 2011

Bharagas Berbagi Qurban

WUJUD nyata kepedulian keluarga besar Bharagas dalam memaknai Hari Raya Idul Adha ditempuh dengan menggelar pembagian daging qurban yang akan dipusatkan dilapangan Aspol Kalibliruk. Paur Subag Humas Polres Tegal Ipda Wahyono mengatakan, dilebaran haji tahun in keluarga besar Bharagas menyiapkan 3 ekor sapi dan 14 kambing untuk dibagikan pada masyarakat sekitar asrama dan anggota yang membutuhkan.
"Untuk memudahkan pola pendistribusian daging korban, kami telah melakukan langkah pembagian kupon pada warga sekitar Aspol yang pantas untuk menerima. Mudah-mudaham moment Idul Adha ini menjadi media menjalin ukhuwah dan kebersamaan bersama masyarakat sekitar," ujarnya.
Diakuinya, bantuan hewan qurban datang dari Kapolres Tegal, Waka Polres, jajaran Perwira, serta keluarga besar personil Bharagas. Penyembelihan hewan qurban sendri direncanakan akan dilakukan setelah sholat Idul Adha dan pendistribusian daging qurban akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB pada hari Ahad 6 November 2011 mendatang.  
Wahyono juga mengatakan, untuk memperlancar giat Bharagas dihari Idul Adha mendatang, telah dibentuk panitia khsusus mulai dari pembagian kupomn untuk warga sekitar hinga pendisribusian hewan qurban. "Dengan turut menjalankan qurban setidaknya keluarga besar Bharagas dilatih untuk mulai menjadi hebat dengan mengasah kepekaan terhadap sesamanya. Disinilah bentuk implementasi riil dari tiga pilar lecutan komandan Bharagas terhadap semua lini personil yang ada," ujarnya. ( her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Jumat, 21 Oktober 2011

Kiat Anggota Bharagas dalam Serukan Jumat Bersih

Semua Jajaran Bahu-Membahu Dukung Pencapaian AdipuraPeliknya kriteria penilaian tahap I Adipura yang dilakukan Kementrian LH, ditangkap jajaran Bharagas Polres Tegal. Keberadaan markas Bharagas yang berada dijantung kota, tentunya tak akan luput dari penilaian tim kebersihan dari pusat tersebut. Disinilah Bharagas terpanggil untuk turut 'cancut taliwondo' menggerakkan personil untuk bersih- bersih halaman depan mako. Seperti apa giat Jumat bersih itu dilakukan?
LAPORAN : Hermas Purwadi
GIAT olahraga bersama yang sudah menjadi agenda personil Bharagas, Jumat ( 21/10) kemarin berubah menjadi ajang Jumat bersih. Dimana seluruh personil Bharagas yang sudah mengenakan baju traning olahraga membawa semua piranti alat kebersihan. Mereka menyebar diseluruh sudut-sudat bangunan mako Bharagas tersebut.
Kapolres AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK melalui Wakapolres Kompol Teguh Tri Prasetya SIK mengatakan, langkah yang dilakukan kali ini sebagai bentuk nyata dukungan Bharagas demi pencapaian Adupura. "Kami memang sempat mendapat instruksi dari wabup untuk menggerakkan semua komponen menjalankan kebersihan mako. Dan ini kami implementasikan secara riil dilapangan," ujarnya.
Semangat personil Bharagas dalam menjalankan agenda Jumat bersih patut diancungi jempol. Mereka melakukan aksinya terbilang cukup cepat dari mulai pukul 07.00 WIB. Tentunya hal ini tak lepas dari slogan yang telah tertanam diseluruh dada personil. Dimana komandan Bharagas AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK telah menanamkan semangat untuk memulai menjadi hebat, belajar untuk menjadi hebat, dan melakukan pelayanan dengan tulus dan ikhlas.  "Usai melakukan kerja bakti di mako, pasukan kami geser untuk melakukan pembenahan dan penataan kebersihan dirumah dinas kapolsek Surodadi. Dimana areal tersebut akan kita manfaatkan untuk markas Pol Air yang baru saja kita rintis. Ada lima personil yang dikepalai kepala satuan untuk menjalankan tugas disana," cetusnya.
Diakuinya upaya membiasakan hidup bersih ditubuh jajaran Bharagas juga akan terus ditingkatkan dan dibudayakan pada seluruh keluarga besar personil yang hidup di asrama dan rumah pribadi. ( *)  
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Selasa, 18 Oktober 2011

Delapan Kapolsek dan Kabag Ops Diganti

SLAWI - Upaya penyegaran personil khususnya perwira pengendali masing-masing sektor diwilayah hukumnya, dilakukan komandan Bharagas AKBP Nelson Pardamian Purba SiK merujuk surat perintah Kapolda Jawa Tengah nomor 2302 dan 2303.
Gelar serah terima jabatan kali ini melibatkan perombakan delapan punggawa sektor atau kapolsek dan jabatan Kabag Ops Polres Tegal. Mereka yang mengalami pergeseran tugas tercatat kapolsek Kramat, AKP Poniman yang diganti pejabat baru AKP NGK Putra mantan kapolsek Warurejo. Sementara itu jabatan kapolsek Warurejo diisi pejabat baru AKP Liestyowati yang sebelumnya menahkodahi sektor Dukuhwaru. Mantan kapolsek Kramat, AKP Poniman sendiri selanjutnya dipercaya menjabat kapolsek Jatinegara menggantikan pejabat lama AKP Wirnata yang dipercaya menduduki jabatan baru sebagai kapolsek Dukuhwaru.
Sementara itu jabatan kapolsek Bumijawa yang sebelumnya disandang AKP Imam Sis diserahterimakan pada pejabat baru AKP Sunarjo mantan kapolsek Lebaksiu. Jabatan kapolsek Lebaksiu dipercayakan pada mantan kapolsek Talang, AKP Sugiharto. Dan jabatan kapolsek Talang yang baru kini dipercayakan pada AKP Dwija Utama yang sebelumnya menjabat kapolsek Pagerbarang. Sementara jabatan Kapolsek Pagerbarang sendiri dipercayakan pada AKP  Imam Sis yang sebelumnya menjabat kapolsek Bumijawa. Untuk jabatan kapolsek Dukuhwaru dipercayakan pada AKP Winarta yang sebelumnya menahkodahi polsek Jatinegara.
Selain melantik pejabat baru sebagai pungawa sektor, kapolres juga melepas jabatan Kabag Ops, Kompol Nurul Hidayat yang kini dipercaya menjabat wakapolres Tegal Kota. Jabatan Kabag Ops kini dipercayakan dipundak Kompol Kuntri yang sebelumnya menjabat Kasubbag Renmin Bid Humas Polda Jawa Tengah.  "Serah terima jabatan ini adalah hal yang lazim ditubuh Polri. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pembinaan dan memacu kinerja personil untuk lebih baik lagi dalam mengemban pola pelayanan pada masyarakat," cetus Nelson.
Dia berharap pejabat yang baru dilantik bisa segera mungkin melakukan adaptasi lingkungan dan personilnya agar pola pelayanan prima pada masyarakat bisa segera diwujudkan. (her)  
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kamis, 13 Oktober 2011

Komandan Bharagas Lepas Haji

ADA yang berbeda pada acara kegiatan rutin bimbingan mental (bintal) komando yang digelar di masjid  Polres Tegal, Kamis (13/10) kemarin. Dimana selepas bintal, diadakan prosesi pelepasan tiga anggota Polres Tegal yang akan menunaikan kewajiban panggilan haji ke tanah suci.
Komandan Bharagas atau Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, berkesempatan memberi apresiasi dan dukungan semangat kepada tiga anggotanya yang tergerak menjalankan panggilan agama tersebut.
Adapun ketiga anggota Bharagas yang hendak berangkat ke tanah suci tersebut adalah AKP Kusnadi yang kini menjabat Kasubag Hukum Polres Tegal, Aiptu Wahyudi (Kasi Humas Polsek Suradadi), dan Bripka Suwito (anggota Polsek Bojong).
"Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap anggota Bharagas yang terpanggil untuk menjalankan panggilan agama. Setidaknya dari sini mereka telah mampu mengaktualisasikan tiga filosofi yang saya dengungkan untuk mulai menjadi hebat, jangan pernah berhenti belajar, dan lakukan semua tugas dengan tulus ikhlas," cetusnya.
Dia juga berharap, langkah yang dilakukan ketiga anggotanya tersebut dapat menjadi pemicu bagi personil lainnya dalam mendengarkan dan menjalankan seruan agama.
Nelson berharap, sepulang dari tanah suci ketiga anggotanya bisa lebih bersemangat dalam mendedikasikan diri terhadap tugas pelayanan sebagai anggota Polri. Dan dia juga meminta didoakan agar seluruh keluarga besar Bharagas dimudahkan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara ditengah dinamika warga Slawi.
Kapolres berkesempatan memberikan cindera mata kepada ketiganya, dan mendengarkan tauziah yang disampaikan ustad Mustahid, sebelum akhirnya turut bersantap bersama seluruh personil di samping masjid komplek Mapolres Tegal. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php

Gerakan Deradikalisasi Digulirkan

UPAYA prefentif dan identifikasi dini terhadap keberadaan DPO (Daftar Pencarian Orang) tindak pidana teroris, dilakukan jajaran Polres Tegal melalui gerakan 'deradikalisasi'. Yakni melalui penyebaran data dan foto pelaku ke seluruh wilayah hokum Polres Tegal.
Dari gerakan ini, diharapkan masyarakat paham siapa saja yang masuk dalam DPO untuk selanjutnya cepat melaporkan kepada institusi Polri terdekat.
Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Rudy Wihartana SH, dan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Tegal Agus Sunarja BA, menyatakan, dari pemasangan foto DPO tindak pidana terorisme ini, diharapkan bisa membantu upaya mengungkap jaringan teroris yang kini menyusup di berbagai wilayah tanah air.
"Lewat upaya ini, masyarakat diharap bisa lebih waspada dan mengenali kedatangan orang asing yang mungkin wajahnya mirip dengan yang terpampang dalam gambar DPO. Bila masyarakat sempat menemukan indikasi tersebut, bisa segera menghubungi nomor yang telah tercantum dalam brosur dan leaflet serta spanduk yang kita pasang. Kita akan langsung bergerak cepat menangkap sekecil apapun informasi dari masyarakat," tegasnya, disela-sela aksi pemasangan spanduk, Kamis (13/10) kemarin.
Dijelaskannya, sebanyak 300 titik yang berada di lokasi strategis akan dipasang leaflet dan spanduk foto DPO tindak pidana terorisme. Pihaknya mengungkapkan, dalam gerakan ini sengaja menggandeng Kesbangpolinmas untuk bersinergi mengamankan wilayah Kabupaten Tegal dari aksi penyusupan pelaku teror.
Diakuinya wilayah Kabupaten Tegal sudah dua kali disusupi pelarian DPO teroris, masing-masing di wilayah Desa Karanganyar Kecamatan Dukuhturi dan di areal pasar malam Kecamatan Pangkah.
"Khusus di Pangkah, ada temuan 8 buah bom aktif yang sempat disimpan pelaku di dalam sungai. Berkaca dari dua kejadian itu, kita berupaya lebih jeli dan mengundang peran aktif warga untuk mencermati kedatangan orang baru di sekitarnya," tegasnya.
Terpisah, Kepala Kesbangpolinmas, Agus Sunarja BA, memberi apresiasi positif terhadap langkah yang ditempuh jajaran Polres Tegal. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kewaspadaan dalam memacu kepedulian masyarakat dalam membantu pencarian DPO tindak pidana teroris.
"Kami sendiri juga telah mencanangkan gerakan temu cepat, lapor cepat, dan deteksi dini terhadap pelaku teror dengan memberikan pelatihan dan pematangan kepada kader Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Digerakkannya FKDM yang berada di masing-masing desa dan kecamatan ini, diharapkan benar-benar menjadi alat deteksi dini terhadap penyusupan DPO teror di wilayah Kabupaten Tegal," cetusnya. Aksi pemasangan spanduk dan leaflet kemarin, sempat dilakukan di depan Mapolres dan sejumlah bank dan ATM yang berada di ruas jantung Kota Slawi. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Rabu, 05 Oktober 2011

Seperempat Kilo Ganja Disita

SLAWI - Jaringan pengedar gelap narkotika masih dominan menggunakan areal Kabupaten Tegal sebagai bidikan pangsa pasar. Disinilah kecerdikan petugas Satuan Narkoba untuk merespon secara cepat informasi yang didapat dari masyarakat selalu ditingkatkan. Berawal dari informasi warga, pengedar ganja kelas berat berhasil diendus Satuan Narkoba didepan Rumah Makan Wonosobo Asri Desa Prupuk, Kecamatan Margasari dalam aksi  penangkapan, Senin ( 3/10) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Dari penangkapan itu petugas juga berhasil mengamankan ganja seberat 250 gram atau sekitar seperempat kilo gram yang dikemas dalam tepak (bekas kemasan es krim).
Kapolres AKBP Nelson Pardamaian Purba SiK  didampingi Kasubag Humas Ipda Wahyono dan Kasat Narkoba AKP Yuli Monasoni SH mengatakan, aksi penangkapan Taryono (50) warga Dukuh Pandasari,  Desa Karangsawah RT 03/ RW 04 Tonjong Brebes itu bukanlah pekerjaan yang mudah.  "Anggota sempat kesulitan meringkus pelaku yang sudah lima tahun ini berkecimpung sebagai pengedar narkoba. Begitu mendengar informasi yang bersangkutan akan bertransaksi di RM Wonosobo petugas langsung melakukan upaya deteksi. Dan saat diringkus barang bukti itu sempat disembunyikan pelaku dibalik celana dalamnya," ujarnya, Rabu (5/10). Saat dikonfrontasi langsung oleh kapolres, pelaku terkesan berputar-putar dalam memberikan informasinya.
Dia mengaku barang itu sempat dipesan dari rekannya di Jakarta bernama Kancil (50). Ganja 250 gram itu dibelinya dengan harga Rp 400.000 dan akan dijual kembali pada pemesannya di Kabupaten Tegal dengan harga Rp 1 juta.  "Dia sering melakukan aktifitas penjualan di wilayah selatan dalam hal ini Brebes. Begitu dia ingin bertransaksi diwilayah kita, petugas berhasil menggagalkannya," terang Nelson.
Bapak 5 putra ini juga berbelit-belit ketika ditanya soal ponsel yang digunakan untuk menghubungi Kancil rekannya di ibukota saat hendak meminta kiriman paket ganja. Dia mengaku ponsel itu dipinjam dari anak tertuanya, dan pesanan dikirim langsung oleh Kancil dari Jakarta dengan menggunakan bus. Transaksi pun dilakukan menjelang subuh di halaman sekolah madrasah kawasan perbatasan Slawi-Brebes.
Dalam kasus ini tersangka dipastikan bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 Undang-Undang Narkotika. Nelson pun berupaya menangkal upaya penyalahgunaan narkoba dengan memerintahkan masing-masing kapolsek diwilayah hukumnya terjun memberikan arahan pada anak usia sekolah, dengan menjadi inspektur upacara di sekolah.  "Hal ini sudah kami susun dan untuk sementara ini 10 kapolsek sudah menjalankan instruksi untuk membentengi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba," cetusnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Jumat, 16 September 2011

Polres Tegal Gandeng Semua Lapisan

SLAWI - Menyikapi gangguan kamtibmas yang belakangan ini mewarnai sebagian kecil wilayah nusantara tengah diantisipasi sejak dini oleh jajaran Polres Tegal, yang kali ini lebih banyak mengefektifkan kinerja Satuan Binmas.
Kapolres AKBP Nelson Pardamaian Purba SiK melalui Paur Subbag Humas Ipda Wahyono didampingi Kasat Binmas AKP Ahmad Mujahid mengatakan, rangkaian pendekatan dan sarasehan terus dilakukan hingga kini dengan seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh muda, tokoh agama, dan gerakan Saka Bhayangkara.  "Inti dari sarasehan dan pendekatan itu terfokus pada ajakan untuk tidak mudah terprovokasi dan termakan isu bila terjadi kerusuhan ditengah dinamika hidup bermasyarakat. Kami menyarankan pada semua elemen untuk segera menghubungi polisi guna melokalisir masalah yang ada, sekaligus mengidentifikasi masalah sehinga masalah yang muncul tidak berkembang kearah yang lebih besar," terangnya Jumat ( 16/9).
Dia juga berharap dengan pertemuan dan sarasehan ini tumbuh ketanggapan dari seluruh komponen masyarakat terhadap situasi yang kemungkinan akan terjadi di wilayah Kabupaten Tegal.  "Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif menciptakan iklim yang sejuk dan kamtibmas yang mantap demi terciptanya iklim yang tentram yang bisa mendukung kelangsungan hidup dengan nyaman," cetusnya.
Terpisah KBO Sat Binmas Aiptu Nugroho mengatakan, rangkaian sarasehan dan menjalin kedekatan komunikasi sempat dilakukan dengan tokoh akademisi, tokoh masyarakat, dan Saka Bhayangkara secara bergantian. Dia juga menyatakan rangkaian pendekatan jalinan komunikasi ini akan terus dilakukan dengan menyentuh semua elemen masyarakat dan komunitas yang ada diwilayah hukumnya.  "Untuk mewujudkan kamtibmas yang mantap memang bukan semata bisa diwujudkan oleh jajaran Polri. Seluruh elemen warga masyarakat Kabupaten Tegal punya andil yang tinggi untuk menyamakan persepsi dengan tidak mudah terprovokasi isu yang kebenarannya tidak bisa dipertangungjawabkan. Disinilah langkah mempererat jalinan kebersamaan itu kita lakukan secara kontinue," cetusnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kamis, 11 Agustus 2011

Ribuan Miras dan Petasan Disita

SELAMA Operasi Pekat Candi 2011 digulirkan jajaran Polres Tegal dari 26 Juli hingga 10 Agustus 2011, setidaknya telah dilakukan secara optimal oleh personil. Dari interval waktu 16 hari tersebut, semua jenis penyakit masyarakat mulai dari penjualan miras ilegal hingga ciblek lesehan, berhasil diberangus dan dibina.
Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK didampingi Paur Subbag Humas Ipda Wahyono, menyatakan, dalam Operasi Pekat Candi kali ini pihaknya menerjunkan personil Sabhara, unsur Sat Narkoba, Intelkam, dan Reserse.
"Untuk penyisiran penjual miras ilegal sendiri, personil berhasil menyita 1.719 botol miras berikut 10 liter ciu, dan 10 jerigen tuak yang masing-masing jerigen berisi 30 liter," terangnya dalam gelar hasil Operasi Pekat Candi, Kamis (11/8).
Dijelaskannya, razia Operasi Pekat kali ini juga menyisir pasangan mesum dengan membidik 76 orang di kawasan hotel di wilayah Pantura. Setelah didata, mereka diharuskan membuat surat pernyataan dan mendapatkan pembinaan.
Operasi Pekat tahun ini juga berhasil mengendus keberadaan pengedar sabu di lokalisasi Surodadi dan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 1,1 miligram.
Diakuinya, selama pelaksanan Operasi Pekat Candi pihaknya berupaya menyisir semua aspek yang ada di wilayah hukumnya untuk memberi jaminan ketenangan bagi umat muslim dalam beribadah dan menjalankan puasa Ramadhan.
"Kami juga berhasil menciduk kawanan preman berjumlah 16 orang. Mereka sempat menenggak miras di tempat umum, dan sisanya pengamen yang sering melakukan pemalakan di wilayah Margasari dan Slawi," cetusnya.
Sementara itu dari aksi perjudian, petugas juga berhasil menangkap pengedar togel di areal Warureja. Upaya pengembangan menyisir keberadaan petasan juga berhasil membuahkan hasil. Setidaknya sebanyak 130 pak dan 124 butir petasan disita dari areal Surodadi.
Dia juga menyatakan, terkait maraknya ciblek yang berada di warung remang, selama Operasi Pekat Candi digelar , personil juga berhasil menciduk 9 ciblek di warung remang Desa Curug Kecamatan Pangkah, berikut 13 ciblek di warung lesehan sepanjang Jalan Raya Slawi - Adiwerna. Mereka mendapatkan pembinan disertai surat pernyataan untuk tidak mangkal di tempat tersebut selama Ramadhan. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Rabu, 10 Agustus 2011

Siyanma Terbagi Empat Zone.

SLAWI -  Peningkatan fungsi pelayanan pada pengguna jalan di jam-jam sibuk pagi hari ditingkatkan efektifitasnya. Kali ini aksi pelayanan prima itu dibagi menjadi empat zone dimana pengambilan apel langsung dilakukan oleh Kapolres AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK SH. Seperti yang dilakukan Senin ( 8/8) pagi dimana Nelson turun diareal monumen GBN untuk memberikan apel pada personilnya sebelum giat Siyanma dilakukan.
"Untuk aksi pelayanan prima wilayah jantung kota akan kita fokuskan pada empat zone pengambilan apel. Zone itu pencakup monumen GBN, Kawedanan Adiwerna, kawasan Ruko Slawi, dan Singkil Ujungrusi. Saya akan berkeliling diempat zone untuk mengambil pengarahan langsung pada personil," ujarnya.
Dia mengakui langkah yang ditempuh kali ini lebih mendekatkan diri pada masyarakat Slawi serta membangun kemitraan lewat pelayanan prima. Diakuinya, tugas utama yang dijalankan tentunya mengatur arus lalu lintas dijam sibuk dan rawan macet dipagi hari. Sementara untuk durasi aksi dimulai pukul 06.30 WIB hingga pukuil 07.30 WIB.  Dan dia menegaskan gelar Sianma ini dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan mengambil hari Senin, Rabu, dan Kamis.  "Ini adalah bentuk konkrit kami dalam memberikan pelayanan prima pada warga Slawi yang membutuhkan kemudahan dalam menjalankan aktifitasnya dipagi hari. Banyaknya jumlah kendaraan yang meluncur dipagi hari dengan bidikan tempat sekolah dan tempat kerja , ditambah parahnya kondisi beberapa lintasan, acapkali menjadi kendala tersendiri bagi pengguna jalan. Disinilah polisi akan menjalankan aksinya memberi  pelayanan dalam bentuk pengaturan arus memecah kemacetan, agar warga bisa dengan cepat dan mudah sampai tujuan," ujarnya.
Dan dalam giat kali ini unsur perwira dan fungsi di masing-masing polsek dan polres dilibatkan.  "Diharapkan lewat aksi pelayanan prima ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Slawi, khususnya dalam kenyamanan berkendaraan menuju tempat beraktifitas," cetusnya.
Tak jarang dalam giat  Sianma tersebut petugas juga disarankan memberi penyadaran secara persuasif terhadap pengendara motor yang belum menyalakan lampu disiang hari. Termasuk mengajak pelajar pejalan kaki untuk bisa memaksimalkan zebra cross yang tersedia dibeberapa lintasan. Semua personil baik perwira maupun bintara yang diterjunkan dalam goat kali ini dibekali rompi hijau yang kerap kali digunakan Satuan Lalu Lintas. (her)    
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Senin, 08 Agustus 2011

Enam Kawasan Rawan Kecelakaan dan Kemacetan

SLAWI - Polres Tegal dan instansi terkait di Pemkab Tegal telah memetakan enam kawasan yang dinilai rawan terjadi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas pada arus mudik maupun balik Lebaran nanti. Sejumlah kawasan tersebut terdiri atas dua kawasan rawan kecelakaan lalu lintas, dan empat kawasan yang merupakan daerah rawan kemacetan.
Kawasan rawan kecelakaan yaitu berada di jalur pantura tepatnya di Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, dan  jalur selatan tepatnya di Desa Lebaksiu Lor Kecamatan Lebaksiu. Sedangkan untuk daerah rawan kemacetan tersebar di Pasar Suradadi, Pasar Banjaran Kecamatan Adiwerna, Pasar Margasari, dan Perlintasan KA Karanganyar Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari. Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK didampingi Kasatlantas AKP Ifan Hariyat SIK menyebutkan, kawasan rawan kecelakaan lalu lintas di Desa Padaharja merupakan titik lelah para pemudik pada jarak antara Cirebon ke Semarang.
"Selain itu, berdasarkan survei kami, daerah tersebut juga dilintasi oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi, volume kendaraan yang cukup banyak dan beragam, serta minimnya lampu penerangan jalan," terangnya.
Adapun, untuk daerah rawan kecelakaan di Lebaksiu, selain karena volume kendaraan yang padat dan beragam serta minimnya lampu penerangan jalan, juga disebabkan oleh padatnya aktivitas penduduk setempat dan kondisi jalan yang sempit, menikung dan bergelombang. (K22-18)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/09/155442

Senin, 04 Juli 2011

Tangkal Curanmor Bangun Kamtibmas

PEMAHAMAN personil terhadap rencana kinerja Polri, terus didengungkan komandan Bharagas Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK SH.r)
Hal tersebut terkait peningkatan kinerja personil yang terus-menerus menjalankan tugas Kamtibmas dimana mereka berada.
"Maraknya aksi curanmor belakangan ini juga perlu kita waspadai. Disinilah perlunya meningkatkan kinerja personil lewat kegiatan Kamtibmas," terangnya Senin (7/4).
Dia juga mengakui, pemahaman yang ditekankan kepada personil terkait perannya untuk terus menerus menjalankan tugas Kamtibmas disemua lini kehidupan.
"Tugas Polri tidak semata saat personil berpakaian dinas dan menjalankan waktu kerja saja. Tugas itu diharapkan bisa tetap diemban saat mereka berada ditengah masyarakat dimana dia tinggal. Disinilah pentingnya menjalankan patroli diluar jam kerja," tegasnya.
Berangkat dari hal tersebut, perwira muda asal Pematang Siantar Sumatera Utara inipun akhirnya mengemas beragam jenis patroli pragmatis. Dimana program itu kini sudah bisa dijalankan semua personil yang tergabung dalam keluarga besar Bharagas (Bhayangkara Tegal Slawi).
"Patroli pragmatis yang saya cetuskan itu seyogyanya bisa diimplementasikan dilapangan di seluruh lini. Banyak ragam patroli seperti pista atau patroli wisata, pikul yang merupakan patroli kuliner, pisos patroli sosial, dan masih banyak lagi," terangnya.
Dan dari seluruh rangkaian kegiatan safari yang usai dilakukannya di 18 polsek di wilayah hukumnya, dia lebih menekankan untuk saat ini perlunya penyadaran kepada masyarakat terkait bahaya curanmor. Hal ini telah ditindaklanjuti masing-masik sektor dengan membentangkan spanduk peringatan agar warga selalu memastikan kendaraan bermotor yang dimilikinya dalam kondisi aman.
Nelson juga menegaskan, terwujudnya pelayanan Kamtibmas yang prima di wilayah hukumnya serta tegaknya aturan hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap, dan terjalinnya sinergi polisional yang proaktif sesuai dengan misi Polri, akan mudah diwujudkan bila terjalin hubungan yang harmonis antara personilnya dan warga masyarakat Slawi. 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/4 Juli 2011

Jumat, 01 Juli 2011

Dari Puncak Peringatan HUT ke-65 Bhayangkara

Bharagas Tebar Bhayangkara AwardDengan semangat kemitraan, Polri berupaya memantapkan revitalisasinya guna mewujudkan pelayanan prima. Lalu?
LAPORAN : Hermas Purwadi
SLOGAN itulah yang kemudian menjadi pijakan keluarga besar Bharagas (Bhayangkara Tegal- Slawi)  menggelar resepsi HUT Bhayangkara ke-65 di halaman Mapolres setempat Jumat (1/7) kemarin.
Ditengah kesederhanaan, komandan Bharagas AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK SH memberikan penghargaan kepada insan masyarakat yang selama ini telah peduli terhadap kinerja Polri.
Tidak bisa dibayangkan bila dalam tatanan kehidupan tidak ada polisi. Polisi selama ini telah mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Begitulah rangkaian kata yang sempat terlontar dari ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin AH disela-sela memberikan sepatah kata sambutan digelar resepsi HUT Bhayangkara ke-65.
"Sebenanrya antara polisi dan politisi itu tidak ada bedanya. Sama-sama dicintai dan sama-sama dihujat oleh rakyat," kelakarnya.
Diapun berangapan, penilaian terhadap polisi tergantung dari cara melihatnya. Bila semakin dekat masyarakat memandang polisi, tentunya semakin dekat pula kemitraan antara keduanya.
Sementara itu Kapolres Tegal yang juga nahkoda Bharagas AKBP Nelson Pardamian Purba SIK SH juga berpendapat selaras dengan spirit peringatan Isra Mi'raj Polri berupaya memaknai tiga pilar yakni revitalisasi, rekonsiliasi, dan rekapitulasi kinerja.
"Sesuai dengan kebijakan Kapolri, kami dituntut untuk menjadikan Polri sebagai instansi profesional dan akuntabel. Disinilah perlunya upaya penguatan profil polisi sesuai yang diharapkan masyarakat," selorohnya.
Dengan semangat kemitraan tersebut, keluarga besar Bharagas juga berkesempatan memberikan penghargaan dalam bentuk Bhayangkara Award kepada tokoh masyarakat yang selama ini terpanggil untuk membantu kinerja Polri.
Penghargaan  Bhayangkara Award kali ini diberikan kepada Masfui Masduki yang telah membantu Satlantas dalam mewujudkan pembangunan 6 titik pos polisi di wilayah hukum Polres Tegal.
Penghargaan juga diberikan kepada Ketua PMI dr Bimo yang selama ini telah berjuang dalam bidang sosial kemanusiaan.
Dan penghargaan ketiga, diberikan kepada Kades Mejasem Barat Agung Santiaji yang telah memprakarsai swadaya masyarakat setempat sehingga terbangun Balai Kemitraan Perpolisian Masyarakat (BKPM).
"Upaya membangun kemitraan antar personil untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat, menjadi pijakan rangkaian kegiatan menyongsong hari jadinya. Ini merupakan bagian dari internal institusi sebagai wahana membangun kemitraan antar personil agar lebih solid. Nah usai kerangka kesolidan antar personil tersebut terbentuk, diharapkan anggota bisa bergaul dengan lingkungan sekitar untuk memfasilitasi terbangunnya kemitraan dengan warga," ujar Nelson.
Kegiatan sederhana tersebut juga dihadiri seluruh pejabat institusi TNI dan Muspida Kabupaten Tegal . (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/1 Juli 2011

Jumat, 10 Juni 2011

Sat Binmas Tingkatkan Kemitraan

SLAWI - Aksi kawanan curanmor belakangan ini mulai merambah kawasan obyek wisata Guci. Setidaknya sebuah mobil berhasil digasak kawasan pencuri disaat ditinggal pemiliknya berwisata diobyek tersebut. Hal ini menjadi pelecut jajaran Sat Binmas Polres Tegal untuk kembali meningkatkan efektifitas pantauan dan himbauan pada para aktifis obyek wisata.
Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamaian Purba SiK SH melalui Kasat Binmas AKP Ahmad Mujahid didampingi KBO Satbinmas Aiptu Nugroho menyatakan langkah waspada curanmor telah dilakukan dengan melakukan pembinaan terhadap petugas parkir, berikut pengunjung obyek wisata tersebut.  "Berkaca dari insiden hilangnya sebuah mobil pengunjung, ini lantaran kurang waspadanya si pemilik mobil. Dimana karcis parkir kendaraan sengaja ditinggal didalam mobil, dan memancing pelaku kejahatan melakukan aksinya. Mobil dirusak pintunya, dan dia bisa dengan mudah melewati pintu keluar dengan menunjukkan kartu parkir yang ditinggal pemilik dalam mobil," ujarnya, Jumat ( 10/6).
Dia juga menyatakan kedepan petugas parkir harus lebih bisa meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali para pengunjung yang masuk dan yang akan keluar meninggalkan lokasi. Intinya dia meminta petugas parkir turut serta memerangi dan menutup ruang gerak pelaku curanmor. Kecenderungan adanya celah pelaku curanmor diobyek wisata Guci ditenggarai tidak ditulisnya nomor polisi kendaraan dikartu parkir oleh petugas parkir.  "Dari pengalaman ini, kami juga sempat menginstruksikan pada petugas parkir untuk turut menuliskan nomor polisi kendaraan pengunjung pada karcis parkir. Ini akan mempermudah menditeksi pengunjung yang pulang, apakah dia benar-benar membawa motor miliknya atau bukan," tegasnya.
Dan dia juga memberi warning pada petugas parkir untuk wajib meminta karcis parkir dikala pengunjung meninggalkan lokasi wisata. Dia juga sempat melakukan koordinasi internal dengan dinas terkait dalam upaya pentingnya membekali kartu identitas pada semua juru parkir diobyek wisata tersebut. Hal ini ditempuh untuk memudahkan pengunjung mana yang benar-benar tukang parkir, dan mana yang hanya berpura-pura menjadi tukang parkir. Petugas yang menggunakan kartu identitas nantinya diminta untuk menampilkan sikap ramah pada pengunjung agar pesan-pesan sosial waspada curanmor bisa diterima oleh para pemilik kendaraan bermotor.(her)
Sumber Berita : Radar Tegal, 10 Juni 2011

Jumat, 03 Juni 2011

Prihatin Kondisi Lintasan

BELUM genap sebulan menahkodai Satuan Lalu Lintas di jajaran Polres Tegal, telah membuat perwira muda yang satu ini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang terlampau serius. Ini terkait parahnya kondisi lintasan yang ada di wilayah hukumnya, yang membentang dari jalur Pantura Warurejo hingga ke wilayah Selatan dimana kondisinya sama-sama mengkhawatirkan pengguna jalan.
"Mau tidak mau, kita harus segera action untuk meminimalisir jatuhnya korban dan melonjaknya angka laka lantas, akibat buruknya lintasan seperti sekarang ini," terang Kasat Lantas AKP Wahyu Purwidiarso SIK.
Diakuinya, segala langkah koordinasi telah dia lakukan dengan instansi terkait untuk memecahkan masalah krusial tentang buruknya lintasan di wilayah hukumnya. Namun belum adanya titik terang terhadap masukan yang telah dilayangkan tersebut, memaksa dia dan personilnya turun ke jalan untuk sedikit memecahkan solusi.
"Toh, setelah kami turun untuk menutup lubang di lintasan Pantura, tak berselang lama ada pihak yang terpanggil untuk melakukan hal yang sama di lintasan padat kendaraan tersebut," cetusnya.
Diapun mengaku, tidak akan berhenti sampai disitu. Pantauan yang sempat dilakukan di wilayah jalur Selatan yang konon kondisinya juga sangat memprihatinkan, membuat dirinya tergerak untuk kembali melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
"Kami sempat melakukan pantauan di wilayah Selatan yang membentang dari Lebaksiu, Margasari, hingga Balapulang. Kondisinya tak jauh beda dengan kawasan Pantura. Banyak sekali lubang di lintasan tersebut dan menggundang terjadinya laka lantas tunggal. Dari hasil pantuan itu, nanti akan kita tindak lanjuti langkah koordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.
Dia tak menampik, ada empat faktor yang menjadi penyebab terjadinya laka lantas. Selain human error, faktor lain seperti manusia, cuaca, dan lingkungan menjadi penyebab terjadinya laka lantas. "Faktor yang tak kalah pentingnya yang turut andil menjadi penyebab laka lantas, adalah kondisi jalan," tegasnya.
Langkah menekan angka laka lantas di wilayah hukumnya bakal terus diupayakan semaksimal mungkin, dengan realita kondisi jalan yang ada sekarang dalam kondisi cukup memprihatinkan. Dimana kecelakaan di wilayah hukumnya masih didominasi oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua yang sering terjungkal ketika melintas di jalur yang berlobang. Dia sendiri juga mengakui, mendengar keluhan pengguna jalan terkait parahnya kondisi lintasan hampir di seluruh wilayah Selatan. Dari sini, upaya untuk mendeteksi keparahan lintasan tersebut dilakukan.
Sumber Berita : Radar Tegal 3 Juni 2011