Jumat, 29 Juni 2012

Stop Pendirian SMK

PELUANG untuk mendirikan sekolah baru jenjang SMK di Kabupaten Tegal tahun ajaran 2012/2013, positif tidak akan lagi diberikan Dindikpora. Hal ini mengingat jumlah SMK yang ada sekarang mencapai 60 dan sudah maksimal sesuai yang telah ditentukan oleh kabupaten vokasi yang rencananya tahun ini bakal diproklamirkan Kabupaten Tegal.
Hal itu dilontarkan Kasi SMK, H Suratmo SPd MPd, menyikapi makin bertambahnya SMK di wilayahnya setahun belakangan ini. "Kami tidak memperkenankan membuka ijin operasional pendirian sekolah baru untuk SMK. Jumlah yang ada sekarang untuk SMK sudah dikisaran 70,6 persen sementara SMA 29,4 persen. Seharusnya jumlah siswa SMK berbanding SMA adalah 70 banding 30 dalam tataran normatif indikasi menuju kabupaten vokasi. Jadi kita sudah overload sekitar 0,6 persen," ujarnya.
Indikator lain untuk menuju kabupaten vokasi adalah program pengembangan yang mencakup peningkatan akses dan pemerataan pendidikan. Selebihnya peningkatan mutu, daya saing kelembagaan, dan peningkatan peran SMK.
Diakuinya, SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan diharapkan bisa mengembangkan diri sebagai 'carier center' dan bursa kerja khusus. SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran yang mencakup pengembangan bisnis center, pengembangan unit produksi dan kewirausahaan siswa, hingga sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi. Dengan jumlah SMK yang banyak, tak ditampiknya, akan memicu daya saing dan rekrutmen siswa menyongsong tahun ajaran baru.
"Disisi lain, ada pembatasan untuk sekolah negeri dalam merekrut siswa baru maksimal 9 rombongan belajar per kompetensi keahlian. Disini sekolah swasta harus punya inovasi jemput bola dalam menggaet siswa didik baru. Dindikpora akan meninjau ulang SK ijin operasional pendirian sekolah baru manakala dalam masa setahun tidak bisa melaksanakan hak dan kewajiban sebagaimana yang tersirat dalam SK. Semisal, dalam setahun jumlah murid yang direkrut kurang memenuhi standar," cetusnya. (her) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Stop-Pendirian-SMK.html

Perbaikan Jalan Dikebut

WARUREJA - Perbaikan ruas jalan Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tegal, terus dikebut. Hal ini mengingat hari raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Karenanya, proses pengerjaan jalur Pantura itu ditargetkan bulan Juli ini sudah selesai.
Seperti di jalur Pantura Desa Demangharjo Kecamatan Warureja yang saat ini tengah diperbaiki. Jalan sepanjang 4 kilometer itu diperbaiki sejak setengah tahun silam dan ditargetkan bulan depan selesai.
"Pekerjaan sedang kami kebut, mungkin bulan depan bisa selesai," kata Siswono (40), salah satu pekerja pada proyek perbaikan jalur Pantura Desa Demangharjo Kecamatan Warureja, Kamis (28/6) pagi.
Dia mengungkapkan, perbaikan ruas jalan tersebut dikerjakan oleh salah satu kontraktor yang berdomisili di Kecamatan Talang. Jumlah nilai anggaran proyek tersebut sekira Rp 14 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer. Perbaikan dilakukan dengan cara betonisasi yang kemudian dilapisi aspal.
"Kalau bulan depan tidak selesai, mungkin kami urug dulu (diaspal). Hal itu untuk menghindari kemacetan pada hari raya nanti," cetus pria yang bertubuh tinggi itu.
Sementara itu, data yang diperoleh koran ini melalui website Bina Marga Kementerian PU menyebutkan, panjang jalur Pantura mulai dari Banten, Jabar, Jateng, dan Jatim adalah 1.182 kilometer. Jalan sepanjang itu, ada beberapa jembatan dan ruas jalan yang saat ini sedang diperbaiki. Seperti di jembatan Kali Pemali dan jembatan Kalipodo Jawa Tengah. Sementara jalur macet di jalur Pantura diperkirakan bakal terjadi di daerah Merak, Cikampek, Cirebon, Losari, Pejagan, Brebes, dan Tegal.
Adapun jalur Pantura di Kota Tegal sendiri, kondisinya sangat memprihatinkan. Terutama yang berada di sebelah Mapolresta Tegal. Di jalan tersebut, kondisi aspal banyak yang mengelupas dan saat ini sedang diperbaiki.
Menurut salah satu pengguna jalan, Anton Ramadani (32), dewasa ini jalur Pantura banyak sekali yang sudah rusak. Terutama sepanjang jalan raya di Kabupaten Tegal arah Pemalang. Tidak hanya itu, di jalur Pantura juga banyak insiden kecelakaan yang diakibatkan jalan berlubang.
"Jalur pantura sangat rawan kecelakaan. Saya juga pernah menjadi korban ketika tergelincir di jalan yang berlubang. Tapi, untungnya saya selamat," kata pegawai swasta ini. (yer) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Perbaikan-Jalan-Dikebut.html

Dirintis Tim Pengawasan Orang Asing

TIM Pengawasan Orang Asing (PORA) yang selama ini belum ada di Kabupaten Tegal, mulai dirintis. Hal ini diawali dengan rapat koordinasi pengawasan orang asing yang di laksanakan Kantor Imigrasi Pemalang, di hotel Kudus Permata Slawi, Rabu (27/6) kemarin.
Rapat koordinasi yang merupakan implementasi dari Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang Nomor W9.Fd.GR.04.04.02-0285, dihadiri langsung Kepala Kantor Imigrasi Pemalang, I Ismoyo, Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas, Agus Sunarjo, Kabag Pemerintahan, Fakikhurrohim, Sekretaris Disdukcapil, Kemenag Kabupaten Tegal, Polres Tegal, serta dari Kodim 0712/Tegal.
Menurut I Ismoyo, rapat pengawasan orang asing ini mempunyai arti penting dalam rangka merintis pembentukan tim koordinasi pengawasan orang asing di wilayah Kabupaten Tegal. Tujuannya adalah menyatukan sinergitas/keterpaduan pengawasan orang asing oleh instansi terkait yang berbeda latar belakang tugas dan fungsinya, serta keterpaduan dan penyamaan arah dan misi dalam mengamankan kebijakan selektif terhadap orang asing yang berada dan berkegiatan di wilayah Indonesia.
“Hanya orang asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum yang diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia,” katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa lalu lintas dan keberadaan orang asing masuk ke wilayah Indonesia saat ini ada kecenderungan semakin meningkat, termasuk pula di Kabupaten Tegal. Ini tentunya karena di satu sisi daerah sedang mengembangkan upaya untuk menarik investasi sebesar-besarnya dengan mendatangkan investor, namun di sisi lain kedatangan orang asing mempunyai kemungkinan dampak negatif apabila terjadi pelanggaran terhadap ijin tinggal, visa, atau ketentuan perundangan lainnya. Sehingga, memerlukan pengawasan bersama antara keimigrasian dan instansi terkait lainnya.
“Untuk itulah, kemudian perlu dibentuk Tim Pengawasan Orang Asing yang diketuai oleh Kepala Kantor Imigrasi Pemalang,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada dasarnya tujuan kedatangan dan keberadaan orang asing tentu yang menguntungkan negara Indonesia dan terhadapnya tetap perlu untuk mendapatkan pengawasan, sebab bagaimanapun ada akibat yang baik maupun akibat yang buruk dengan kedatangan mereka yang mempunyai potensi terhadap kehidupan ideologi, sosial politik, budaya, dan keamanan negara. Sebagai contoh, kegiatan keagamaan dari beberapa warga negara asing yang mungkin membahayakan kondisi kerukunan agama masyarakat karena membawa aliran/paham tertentu.
"Untuk itulah, perlu segera merintis pembentukan Tim PORA di wilayah Kabupaten Tegal yang anggotanya terdiri dari lintas instansi terkait untuk melakukan pengawasan. Hal ini mengantisipasi dampak negatif yang timbul akibat keberadaan orang asing terutama di wilayah Kabupaten Tegal,” tuturnya.
Dia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap orang asing, akan tetapi semua hal yang berkaitan dengan masalah keimigrasian diantaranya penjamin warga negara Indonesia yang menjamin kedatangan dan keberadaan orang asing, secara berkesinambungan Forum Tim PORA Kantor Imigrasi Pemalang akan saling bertukar informasi dan bekerjasama terkait keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.
Sementara, Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, Agus Sunarjo, dalam sambutanya mengatakan, Kabupaten Tegal memiliki banyak sentra industri, perusahaan modal asing, obyek wisata dan lainnya yang sering dikunjungi orang asing. Hal ini menyebabkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap masuknya unsur intelijen asing. Karenanya, diharapkan perangkat pemerintah mulai dari RT, RW, Lurah, hingga Camat harus mengetahui keberadaan orang asing di wilayahnya. "Keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Tegal tidak dapat terdata dan termonitor secara baik. Hal ini dikarenakan terdapat permasalahan dalam pendataan dan koordinasi pengawasan orang asing antar instansi terkait,” ungkapnya.
Dia berharap, melalui rapat tim pengawasan tersebut, keberadaan orang asing di Kabupaten Tegal dapat didata atau dimonitor keberadaanya. Karena aktivitas orang asing di wilayah setempat jika diamati, semakin tinggi. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dirintis-Tim-Pengawasan-Orang-Asing.html

Kamis, 28 Juni 2012

Diduga Ijin Bodong

UPAYA menguak legalitas operasional taksi Larasati yang dilakukan bidang angkutan Dishubkominfo Kabupaten Tegal, menemui titik jelas. Dimana dari hasil ricek ke provinsi terkuak bahwa pihaknya belum pernah menerbitkan SPIO (Surat Persetujuan Ijin Operasional) untuk taksi Larasati. Dengan demikian, apa yang dilakukan pihak pengelola taksi selama ini, dinilainya illegal.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tegal, Drs Eko Jati Suntoro MSi, melalui Kasi Angkutan Agus Purwadi SE, tak menampik bahwa sebelumnya pihak pemilik taksi Larasati memang pernah mengusulkan pengajuan SPIO kepada jajarannya.
"SPIO itu wajib diajukan untuk kendaraan baru sebagai pendukung keperluan KIR. Usai SPIO terbit dan KIR juga sudah jadi baru diajukan rekomendasi ijin trayek ke provinsi. Provinsi mengeluarkan putusan ijin trayek atas rekomendasi dari Dishubkominfo Kabupaten Tegal. Sampai detik  ini kami belum mengetahui apakah provinsi sudah mengeluarkan rekomendasi atau tidak.Kasmipun berinisiatif melakukan ricek ke pihak provinsi, dan pihak provinsi mengaku belum pernah mengeluarkan SPIO untuk taksi Larasati. Dan kami belum pernah diberi tembusan oleh pemilik taksi terkait surat resmi ijin trayek dari provinsi," tegasnya Rabu (27/6) kemarin.
Dia tidak mau berpolemik panjang dengan pihak pemilik taksi Larasati. "Upaya koordinasi tetap kami lakukan dengan Unit Pelayanan Perhubungan Dishubkominfo Provinsi Jawa tengahyang berkantor di Kota Tegal. Mereka yang lebih tahu terkait pemberian sanksi atas pelangaran ini," cetusnya.
Dan bila terbukti jika pihak pemilik taksi belum mengantongi ijin dari provinsi namun tetap nekad mengoperasionalkan, taksi tersebut dianggapnya melanggar ketentuan dan provinsi wajib untuk menarik dan menangkap armada taksi agar tidak beroperasi.
Terpisah Ketua DPC Organda Kabupaten Tegal, Prihandono, melalui sekretarisnya, Joko Riyadi, bersikukuh bahwa surat ijin SPIO dari provinsi sudah ada, dan kini ada di tangan pengurus. Diakuinya, dulu sesuai SK rencananya ada 10 armada taksi yang akan dioperasionalisasikan.
"Namun akhirnya yang terakomodir baru 7 armada, dan 4 armada sudah mengantongi SPIO dari provinsi, sementara sisanya 3 armada lainnya tinggal melengkapi untuk pengoperasionalisasian," terangnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Diduga-Ijin-Bodong.html

Jembatan Gung Tuwel Direlokasi

BOJONG - Untuk menciptakan keamanan dan kelancaraan arus kendaraan yang melintas di atasnya, jembatan Gung Tuwel direlokasi. Hal itu karena jembatan lama yang menggunakan deplang, sudah rapuh dan bakal diganti dengan jembatan baru yang lebih kuat dan jauh lebih baik. Saat ini tengah dilaksanakan kegiatan pengecoran kepala jembatan dan pemadatan jalan pendekat (oprit).
Anggaran yang digunakan didapat dari Biamarga Provinsi, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,18 miliar lebih. Pelaksanaan diperkirakan selesai selama 210 hari terhitung sejak 23 Februari sampai 23 September 2012. Sedang ditahun 2013, pengerjaan bakal dipusatkanpada  lantai jembatan yang rencananya menggunakan kerangka baja.
“Jika dulu lebar jembatan 4,5 meter, nantinya jembatan menjadi 7,1 meter,” jelas Kasi Jembatan BPT Binamarga Provinsi Jateng di Slawi, Untung Guntoro ST MM, kemarin.
Dikatakan Untung Guntoro, nantinya setelah relokasi jembatan Gung Tuwel selesai, diharapkan arus lalu lintas yang melintas di atas jembatan tersebut menjadi lancar. Disamping itu, relokasi dimaksudkan guna meningkatnya perekonomian daerah terisolir di wilayah tersebut. Dengan lancarnya angkutan kendaraan yang membawa produk hasil bumi dan sayuran, sudah barang tentu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian mereka.
Menurut dia, sesuai perhitungan pelaksanaan kegiatan relokasi diperkirakan bisa tepat waktu. Apalagi saat ini tengah melaksanakan pemadatan jalan pendekat dan pengecoran kepala jembatan. “Yang pasti, kendaraan yang melintas diatasnya lebih nyaman. Apalagi, jembatan itu sering dimanfaatkan sebagai jalur alternatif, sehingga sangat tepat direlokasi,” terangnya.
Sementara, terkait kekuatan jembatan baru nantinya, sesuai perhitungan teknis bisa bertahan hingga 15 tahun kedepan. Untuk itu, pihak BPT Binamarga Provinsi Jateng di Slawi selaku pihak pengawas, berharap agar rekanan penggarap bisa bekerja sesuai aturan. Sehingga kualitas pekerjaan bisa dipertanggungjawabkan. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Jembatan-Gung-Tuwel-Direlokasi.html

Disesalkan Penundaan Paripurna

GAGALNYA gelar sidang Paripurna dengan agenda pengesahan KUA PPAS Perubahan 2012 Kabupaten Tegal, disesalkan sejumlah Anggota DPRD setempat. Tidak hanya anggota dewan, namun sejumlah kalangan eksekutif juga menyesalkan penundaan paripurna itu, karena tidak adanya pemberitahuan dari Setwan DPRD. Kondisi itu semakin mempertegas jika harmonisasi antara eksekutif dan legislatif dipertanyakan.
“Kami dan sejumlah anggota DPRD lain serta sejumlah eksekutif yang sudah hadir, menyesalkan penundaan paripurna ini,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal asal FPKB, Bisri Mustofa, Rabu (27/6).
Dikatakan Bisri Mustofa, sesuai jadwal, Rabu (27/6) dilaksanakan Sidang Paripurna dengan agenda tunggal pengesahan KUA PPAS Perubahan 2012. Namun tanpa adanya pemberitahuan, tiba-tiba dilakukan penundaan. Hal itu membuat Anggota DPRD maupun eksekutif yang sengaja hadir dan siap mengikuti Paripurna itu, sangat menyesal. Apalagi pemberitahuan dua hari lalu dan sebelumnya tidak ada pemberitahuan.
Menurut dia, batalnya paripurna sendiri akibat tidak bisa hadirnya Wakil Bupati Tegal karena sedang umroh ke Tanah Suci. Sedang Sekda Pemkab Tegal yang berencana mewakili, juga tidak bisa hadir karena ada acara mendadak keluar kota. Kondisi itu seharusnya jika ada komunikasi yang harmonis, bisa diberitahukan kepada peserta paripurna sebelumnya.
“Banyak juga anggta DPRD yang berasumsi jika gagalnya paripurna ini karena kurang harmonisnya antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.
Sementara sesuai informasi yang dia dapat, Sidang Paripurna itu kemudian disepakati untuk ditunda hingga Senin (2/7) mendatang. Namun banyak juga Anggota DPRD yang menggerutu, bukan semata karena diundurnya jadwal waktu, melainkan karena tidak adanya pemberitahuan ulang akan penggagalan itu. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Disesalkan-Penundaan-Paripurna.html

Selasa, 26 Juni 2012

Talud Jembatan Cacaban Ambrol

PANGKAH – Talud Jembatan Cacaban yang terletak di Desa Dukuhjati Kidul, Kecamatan Pangkah ambrol. Karenanya, talud yang panjangnya kurang lebih 50 meter tersebut membahayakan pengendara, karena yang belum ambrol sudah terlihat miring.
Salah satu pengendara angkutan, Andi menuturkan, ambrolnya talud jembatan cacaban itu terjadi pada, Minggu (24/6) sore. Pada saat itu ada salah satu kendaraan angkutan tanah yang berhenti di sebelah selatan jembatan dan berhenti di sebalah barat jalan. Akibatnya banyak kendaraan pengangkut tanah melewati jalan di sebelah timurnya. Karena angkutan tanah muatannya sangat berat, talud di sebelah timur menjadi ambrol.  “Talud itu menjadi ambrol dan membahayakan pengendara yang lain. Kami minta itu segera diperbaiki, karena jika lama-lama dibiarkan talud yang belum ambrol akan mengikutinya karena miring dan sudah retak,” katanya.
Kalau talud tidak segera diperbaiki, lanjutnya, besar kemungkinan jalan juga akan cepat tergerus karena longsoran tanah disebelah timur jalan tersebut. “Bayangkan jika jalan itu longsor, dan jalan tidak bisa di lewati pasti harus memutar ke timur yang panjangnya tiga kali lipat dari jalan utama ini,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, karena talud itu adalah talud jembatan, jika dibiarkan jembatan itu juga akan terkena dampaknya. Karena sungai tersebut jika musim hujan juga sering banjir. “Kalau sungai cacaban banjir pasti sampai keatas. Nah, jika talud itu dibiarkan, lama kelamaan jembatan juga akan terkena dampaknya jika tidak segera diperbaiki,” ungkapnya.
Sementara, Kasi Jalan Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Provinsi Wilayah Tegal, Ir Fatoni Azis, menuturkan, talud jembatan cacaban yang dibangun pada tahun 2009 dengan panjang kurang lebih 50 meter tersebut sudah lama dilihatnya. Menurutnya, keretakanya tersebut akibat seringnya truk pengangkut tanah hasil penambangan yang sering parkir di jalan tersebut.
“Pada saat kami melakukan pemantauan dua pekan yang lalu, talud itu sudah terlihat retak. Dan kami melihat sendiri banyak truk yang muatannya berat banyak yang parkir di jalan itu. Jadi wajar jika kemudian taud tersebut akhirnya ambrol,” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan dengan melibatkan para pengusaha penambangan yang ada.  “Kami akan segera rapatkan dengan para pengusaha penambangan, terkait dengan longsornya talud ini,” tambahnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Talud-Jembatan-Cacaban-Ambrol.html

1.500 Tunjangan Guru Swasta Terpangkas

SLAWI - Sejumlah 1.500-an guru sekolah swasta terancam tidak mendapatkan bantuan tunjangan. Hal ini diduga terjadi sebagai dampak keterbatasan alokasi anggaran Pemkab Tegal. Untuk tahun 2012 ini, Pemkab mengalokasikan dana tunjangan bagi guru sekolah swasta sebesar Rp 4,291 miliar. Padahal jika mengacu pada jumlah yang ada, semestinya dibutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 8.615.725.000. Dengan adanya pemangkasan jumlah penerima tunjangan tersebut, dikhawatirkan nantinya dapat menimbulkan gejolak di kalangan guru sekolah swasta, yang sebelumnya secara rutin menerima bantuan.
Berdasarkan data yang dihimpun Forum Guru Sekolah Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, selaku organisasi yang mewadahi para guru sekolah swasta, jumlah total guru sekolah swasta yang ada di Kabupaten Tegal tercatat sejumlah 7.056 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam dua kelompok yakni dibawah koordinasi Kementrian Agama (Kemenag) sejumlah 3.815 orang, serta sisanya dibawah naungan Dinas Dikpora sejumlah 3.241 orang.
Ketua Forgusta Kabupaten Tegal, Drs M Fatah Yasin M MPd, menjelaskan, dengan alokasi anggaran yang ada sejumlah Rp 4,291 miliar, pihaknya akan mengalokasikan untuk tiga kategori. Kategori pertama yakni murni mendapatkan tunjangan Rp 300 ribu per orang per bulan untuk sejumlah 1.966 orang. Kategori kedua yakni guru sekolah swasta dengan status wiyata bakti dan mendapatkan bantuan dari pemerintah propinsi sebesar Rp 175 ribu per orang per bulan sejumlah 257 orang, maka Forgusta akan mengalokasikan tunjangan sebesar Rp 125 ribu per orang per bulan. Sedang kategori ketiga yakni untuk guru sekolah swasta yang telah mendapatkan tunjangan fungsional dari Kemenag pusat sebesar Rp 250 ribu per orang per bulan sejumlah 1.996 orang, maka Forgusta akan mengalokasikan tunjangan sebesar Rp 50 ribu per orang per bulan. Sehingga, total jumlah guru sekolah swasta yang menerima tunjangan sejumlah 4.219 orang.
"Kami memang mengacu pada angka Rp 300 ribu per orang per bulan. Angka ini muncul sesuai amanat Sekda Kabupaten Tegal selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), agar menyesuaikan dengan besaran tunjangan yang diterima dari pemerintah pusat," terang Fatah Yasin. Sembari ditambahkannya jika beberapa diantara guru sekolah swasta ada pula yang telah menerima dana sertifikasi serta sebagian lainnya telah menerima tunjangan fungsional dari Dinas Dikpora sebesar Rp 300 ribu per orang per bulan.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Fatah Yasin, karena keterbatasan alokasi anggaran dari Pemkab Tegal, maka tunjangan yang semestinya diterimakan kepada sejumlah 4.219 orang itu harus dipangkas. Tunjangan bagi sedikitnya 1.500-an guru, terancam harus dipangkas. Adapun kelompok yang terpangkas untuk kategori murni sekitar 900 orang, wiyata bakti sekitar 50 orang, serta penerima tunjangan fungsional Kemenag sekitar 600 orang. Sehingga jumlah total yang terpangkas diperkirakan sekitar 1.550 orang.
"Untuk yang dipangkas adalah para guru yang tercatat mulai pengabdian tahun 2009 serta sebagian dari tahun 2008. Inipun menjadi permasalahan tersendiri bagi kami, karena kami sangat kesulitan dalam menentukan siapa-siapa yang harus dipangkas. Bagaimanapun juga, kami tidak sampai hati melakukan pemangkasan ini," ungkap Fatah Yasin, yang juga tercatat menjabat sebagai Kepala SMK Diponegoro Lebaksiu itu.
Sementara itu secara terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal dari FPKB, Agus Salim SE, mengaku prihatin dengan adanya rencana pemangkasan tersebut.
"Tunjangan ini adalah hak para guru, yang seharusnya mendapat alokasi anggaran yang mencukupi. Kalau memang belum tercukupi dalam anggaran reguler tahun 2012, semestinya Pemkab dapat mengalokasikan penambahannya pada anggaran perubahan 2012," ungkapnya, saat ditemui disela-sela Rapat Badan Anggaran DPRD kabupaten Tegal, Selasa (26/6) kemarin.
Ditambahkannya, rencananya Rabu (27/6) hari ini, Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal akan mengundang Forgusta untuk mengurai akar permasalahan yang ada seputar pemberian tunjangan tersebut. Diagendakan, pertemuan aka digelar di ruang rapat Komisi IV DPRD setempat. "Kami sudah mengagendakan pertemuan dengan Forgusta. Kami akan mencoba berdialog untuk menemukan akar permasalahan, dan semoga saja mendapatkan solusi yang terbaik," ujarnya. (aan)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/1.500-Tunjangan-Guru-Swasta-Terpangkas.html

Senin, 25 Juni 2012

Agnes Monica Merinding Dengar Regina Bernyanyi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Regina bisa dikatakan kontestan Indonesian Idol 2012 paling istimewa. Penampilannya mampu membuat seorang Agnes Monica merinding ketika menyaksikan penampilannya di babak spektakuler yang memasuki babak tiga besar.
"Saya merinding kalau kamu menyanyi," ujar Agnes, Sabtu, (23/6/2012), di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam penampilan keduanya, Regina menyanyikan lagu berjudul "How Am I Supposed to Life Without You".
Agnes menilai Regina bukan sekadar memiliki kemampuan bernyanyi yang baik. Tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam setiap lagu yang dinyanyikannya.
"Saat bernyanyi kamy bukan hanya mengeluarkan suara. Tapi berkomunikasi dengan orang lewat lagu. Dalam komunikasi, pesan harus sampai. Enggak semua orang mengerti bahasa Inggris. Tapi kamu bisa menginterpretasikan lagu itu sedih atau senang. Dan, kamu selalu berhasil," ucapnya.
Demikian pula dengan Ahmad Dhani. Regina, menurut dia, berhasil menyanyikan lagu cengeng itu, dengan cengeng juga. "Enggak mungkin nyanyikan lagu ini dengan gagah berani," candanya.
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/agnes-monica-merinding-dengan-regina-bernyanyi-145208763.

Sean Lolos ke Grand Final Indonesian Idol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sean dan Regina menjadi favorit untuk melaju ke babak grand final Indonesian Idol 2012.
Keduanya dinilai punya kemampuan teknis bernyanyi yang baik. Ahmad Dhani, Agnes Monica, dan Anang Hermansyah memprediksi demikian.
Prediksi ketiga juri itu mulai menunjukkan kebenaran. Sean menjadi kontestan pertama yang lolos ke grand final.
Penonton bersorak kegirangan. Suasana semakin tegang ketika Daniel Mananta hendak menyebutkan siapa kontestan yang mendampingi Sean di grand final.
Tinggal nama Yoda dan Regina. Namun, Regina lebih unggul karena penampilannya selalu menuai decak kagum para juri dan pemirsa di rumah. Ia merupakan satu-satunya kontestan Indonesian Idol yang belum pernah menempati posisi zona tidak aman.
Sedangkan Yoda acapkali menuai kritik dari ketiga juri tersebut. Apalagi, saat ia menyanyikan lagu "Mahadewi" yang dipopulerkan grup band Padi. Dhani menilainya bernyanyi tanpa penjiwaan. Penilaian serupa juga disampaikan oleh Anang. Menurutnya, Yoga gagal menyanyikan lagu tersebut.
Jadi, siapakah yang mendampingi Sean di babak grand final? Regina atau Yoda? Tunggu saja!!!
Sumber berita : http://id.omg.yahoo.com/news/sean-lolos-ke-grand-final-indonesian-idol-2012-171016088.

Olga Syahputra Dinilai Melecehkan Kata Salam

Tidak hanya sekali, lawakan Olga Syahputra berbuntut persoalan. Bahkan dirinya sempat dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah sebelumnya diprotes para penonton televisi dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat pendamping korban pemerkosaan.
Saat ini guyonan Olga kembali dipermasalahkan. Dia dinilai mencela salah seorang penonton di Studio Dahsyat dengan kata-kata yang tidak patut diucapkan. Celaan itu bernada merendahkan seorang penonton yang diminta berdiri di depannya.
"Kalau dia (Gisel) mah lahir dari rahim ibunya, kalau lo dikebutin kayak bangs*t," ucap Olga seraya tertawa.
Situs KPI juga menerima sejumlah pengaduan masyarakat tentang Olga yang dinilai melecehkan ucapan salam, Assalammu'alaikum saat tampil di acara Fesbukers yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6). Secara tidak langsung Olga menyebut kalimat salam sebagai ucapan pengemis, meski saat itu bernada guyonan agar penonton tertawa.
Saat itu seorang penelepon menghubungi studio dan diterima oleh rekannya Julia Perez yang saat menyapa penelepon dengan ucapan salam. "Assalammu'alaikum," kata Jupe saat itu.
Namun Olga dengan maksud memancing tawa menimpali salam yang diucapkan Julia Perez dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu."
Para pengadu di situs KPI tersebut, menilai ada unsur pelecehan yang dilakukan oleh Olga dan meminta KPI untuk bertindak tegas. (kpl/dar)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/olga-syahputra-dinilai-melecehkan-kata-salam-032800597.html

Minggu, 24 Juni 2012

Onthelis Akan Daki Gunung Slamet

SLAWI - Anggota Paguyuban Penggemar Sepeda Onthel (PSPO) Kendal, Ronny Hartono berniat mendaki Gunung Slamet yang ada di Kabupaten Tegal. Selain itu dia berniat mendaki 10 gunung di pulau Jawa dan Bali guna memecahkan rekor MURI.
Saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (POMPA), Rabu (20/6) lalu, Ronny Hartono didampingi Ketua POMPA, Agus Endi Supriyo, mengatakan, saat ini dia telah mendaki dua gunung yang ada di Jawa Barat, yaitu Gunung Ciremai dan Gunung Gede Pangrango.
”Saya berangkat dari Kendal pada 27 Mei lalu. Hingga saat ini, sudah dua gunung yang sudah saya daki. Saya menuju jalur pendakian dengan menggunakan onthel. Lalu sepeda onthel tersebut saya titipkan di pos terdekat,” katanya.
Gunung ketiga yang akan dia daki yaitu Gunung Slamet. Kemarin, dia sudah berkoordinasi dengan Gabungan Pecinta Alas Slamet (GALAS) terkait hal teknis pendakian.
Pria kelahiran Surabaya 17 Agustus 1978 itu, setelah mendaki Gunung Slamet, dia berencana mendaki Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Arjuna Wlirang, dan Semeru Jatim, Gunung Agung Bali, dan Gunung Rinjani NTB. Pendakian sepuluh gunung tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir September mendatang.
”Selain ingin memecahkan rekor MURI, saya juga ingin bersilaturahim dengan para penggemar sepeda onthel di daerah-daerah yang saya singgahi,” ujarnya.
Disebutkan, saat ini keluarganya tinggal di Desa Purwosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Sebelumnya, pada rentang waktu tahun 2001 hingga 2006, dia pernah berjalan kaki keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Agus Endi Supriyo menambahkan, Ronny Hartono juga pernah mengikuti ekspedisi jalan kaki pendakian enam puncak gunung yaitu Semeru, Slamet, Kerinci, Gunung Agung, Rinjani, dan Gunung Jaya Wijaya.
”Adapun berdasarkan catatan, dia juga pernah menjelajahi empat penjuru nusantara dengan sepeda onthel. Empat penjuru itu yaitu ujung Barat di Pulau We Sabang, ujung Timur di Sota Merauke, ujung Selatan di Pulau Rote NTT, dan ujung Utara di Pulau Miangas Sulawesi Tenggara,” imbuhnya. (fat) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Onthelis-Akan-Daki-Gunung-Slamet.html

70 Persen Buruh Masih Kontrak

JUMLAH pekerja atau buruh di Indonesia, sebanyak 36 juta jiwa. Dari jumlah itu, 70 persennya berstatus kontrak atau outsourching. Sementara 30 persen lainnya, sudah permanen meski ada sebagian belum tercover dengan tunjangan yang memadahi.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja/Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Togar Marbun, usai menggelar rapat koordinasi wilayah Jawa Tengah di aula Pring Sewu Taguya Jalan Raya Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu (23/6) sore.
Dia mengungkapkan, undang-undang (UU) tentang ketenagakerjaan di Indonesia kian melemah. Karenanya, belum lama ini pihaknya mengajukan UU No 24 tahun 2011 tentang ketenagakerjaan. Meski UU tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan kaum buruh. UU akan dilaksanakan dua sampai tiga tahun kedepan. Pada UU tersebut, salah satu pasal berbunyi bahwa buruh harus difasilitasi dengan jaminan sosial seperti kesehatan, kecelakaan, kematian, hari tua, dan pensiun.
"Kami sudah mengajukan UU tersebut ketika tahun 2011 lalu. Tapi anehnya, UU baru bisa dilaksanakan tahun 2014 dan 2015. Ini sangat lucu, kenapa pemerintah lebih mementingkan pengusaha dibanding orang kecil seperti kami (buruh)," tandasnya.
Kendati demikian, pihaknya akan terus mendesak pemerintah agar buruh kontrak lekas menjadi permanen. Dia mengaku akan melakukan apapun untuk menyejahterakan kaum buruh di Indonesia. Termasuk meminta revisi Kepmenaker no 17 tahun 2005 dan item kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 122 item.
"Kami telah mendesak pemerintah agar outsourching tenaga kerja segera dihapus dan dikeluarkan peraturan yang baru," tegasnya.
UUD Negara RI tahun 1945 pasal 27 ayat (2) mengamanatkan, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Kemudian pasal 33 ayat (3), juga mengamanatkan, bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyatnya.
"Padahal, UUD sudah mengamanatkan demikian. Tapi kenyataan yang terjadi, justru sebaliknya," kata Togar.
Sementara itu, kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri ratusan buruh se-Jawa Tengah yang tergabung dalam KSBSI. Hadir pula dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Dindikpora Kabupaten Tegal, Drs Sartono MM.
Menurut Sartono, menanggapi masalah buruh di wilayahnya, perlu dukungan dari pemerintah agar mereka atau kaum buruh dapat hidup layak. Sejauh ini, buruh di Kabupaten Tegal tidak sedikit yang belum sejahtera. Tatkala demikian, pihaknya juga berharap agar buruh selalu berkoordinasi antara yang satu dengan lainnya. Tujuannya, agar bisa mengikuti perkembangan masalah buruh di wilayah sekitar.
"Janganlah menjadi buruh yang pasif. Karena jika pasif, buruh akan terus ditindas oleh perusahaan," kata Sartono, yang mengaku akan mencalonkan diri sebagai orang nomer satu di Kabupaten Tegal ini. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/70-Persen-Buruh-Masih-Kontrak.html

Dari Rangkaian Bulan Bung Karno 2012 Tingkat Kabupaten Tegal

Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2012 tingkat Kabupaten Tegal, digelar berbagai kegiatan. Salah satunya yakni jalan sehat yang dipusatkan di GOR Tri Sanja Slawi, Minggu (24/6), dengan diikuti Wakil Gubernur Jawa Tengah serta puluhan ribu simpatisan dan kader PDI Perjuangan. Seperti apa ?
LAPORAN : FATKHURROHMAN
Jalan sehat yang diadakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal dalam rangka memeriahkan Bulna Bung Karno, diikuti puluhan ribu peserta yang kebanyakan mengenakan  kaos berwarna merah. Selain puluhan ribu masyarakat yang mengikuti, jalan sehat tersebut juga diikuti Wakil Gubernur Jateng, Dra Hj Rustiriningsih, beberapa anggota DPR RI, DPRD Propinsi, dan Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Rojikin AH SH, Perwakilan Polres Tegal, Perwakilan Brigif 4/Dewa Ratna, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tegal, serta pengurus DPC PDI Perjuangan.
Dengan mengambil star dan finis di GOR Tri Sanja Slawi, peserta jalan sehat berjalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dari GOR di jalan Ir H Juanda menuju Utara sampai ke Desa Trayeman. Kemudian, menuju Desa Pakembaran dan terus ke Selatan menuju ke jalan KS Tubun. Peserta kemudian berbelok ke kanan menuju perempatan patung obor dan kembali ke GOR Tri Sanja.
Sesampainya di lokasi finis, ribuan orang tersebut langsung dihibur dengan nyanyian lagu dangdut nasional, dan tembang Tegalan. Seperti jalan sehat pada umumnya, pada acara tersebut para peserta diberikan doorprize dan hadiah utama. Mulai dari hadiah pemasangan instalasi vision, DVD, Kipas angin, kulkas, TV berwarana 29 inch, sepeda gunung, sepeda motor, dan hadiah utama berupa umroh.
Pantauan Radar, para peserta jalan sehat terlihat bersemangat, karena selain mengharapkan hadiah juga karena ikut berjalan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang notabene adalah kader perempuan yang diusung dari PDI Perjuangan.
Dengan suasana yang sangat merakyat, para peserta jalan sehat rela menunggu hadiah yang diundi dengan hiburan tembang-tembang Tegalan yang dinyanyikan oleh Rojikin AH SH, Imam Jund, Agus Jembrong, Teguh Herdi S, dan banyak lagi yang lain.
Ketua Panitia, KRT Sugono Adinagoro, mengatakan, jalan sehat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan ribuan masyarakat. Karena pada kegiatan yang lain, yakni panggung rakyat yang memutarkan film dokumenter yang direncanakan akan dilakukan di tiap kecamatan, hanya melibatkan ratusan masyarakat.
“Pada jalan sehat ini, kami menyediakan kupon yang berjumlah 50 ribu kupon. Dan ternyata, kupon yang kami sediakan habis,” katanya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjungan, Rojikin, saat memberikan sambutan menjelaskan, terkait dengan sejarah Bung Karno, pada masa orde baru telah banyak diselewengkan. Dia juga menjanjikan, kalau tahun depan pada momentum yang sama akan menyiapkan kupon lebih banyak lagi karena ternyata masih banyak orang yang meminta. Karenanya pihaknya minta maaf jika ada masyarakat yang tidak kebagian kupon gratis. “Tahun depan kami akan menyiapkan kupon lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Sementara, pada pengundian kupon yang dilakukan sampai pukul 14.00 WIB, hadiah utama umroh diraih oleh ibu rumah tangga dari Desa Trayeman RT 01 RW 03, Sulastri (28), yang belum memiliki anak. Hadiah utama tersebut diberikan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan, didampingi pengurus lainnya.
“Kami sangat bersyukur, ternyata kami mendapatkan hadiah umroh,” kata Sulastri yang memiliki suami Riswanto. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Rangkaian-Bulan-Bung-Karno-2012-Tingkat-Kabupaten-Tegal.html

Hery Segera Jabat Bupati

SLAWI – HM Hery Soelistiyawan SH MHum, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati Tegal akan segera diangkat menjadi Bupati Tegal. Hal ini karena Pemkab Tegal sudah mengusulkan hasil amar putusan Kasasi yang menjerat Bupati Tegal (non aktif), H Agus Riyanto SSos MM, yang diturunkan oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus proyek Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) kepada Gubernur Jawa Tengah.
“Pemkab sudah menjalankan proses sesuai dengan UU nomor 32 tahun 2006, terkait dengan putusan MA pada kasus yang menimpa pak Agus Riyanto. Proses yang dilakukan yakni mengirimkan surat hasil putusan Kasasi tersebut kepada Gubernur,” kata Sekda Kabupaten Tegal, Drs Haron Bagas Prakosa MHum, kemarin.
Dengan demikian, lanjut Bagas, proses pemberhentian Agus Riyanto sebagai Bupati Tegal  itu tinggal menunggu surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Jika surat pemberhentian tersebut sudah turun, baru kemudian diadakan sidang paripurna istimewa tentang usulan pengangkatan wakil bupati menjadi bupati.
“Proses ini sedang dilakukan. Pemkab sedang menunggu surat pemberhentian dari Mendagri. Jika sudah turun, baru diadakan sidang paripurna usulan pengangkatan menjadi bupati, dan dilantik hingga masa periode jabatan habis setelah SK dari Mendagri diturunkan,” jelasnya.
Dijelaskan, dengan diangkat dan dilantiknya Wakil Bupati Tegal menjadi Bupati, maka kemudian terjadi kekosongan jabatan Wakil Bupati Tegal. Disitulah, lanjut Bagas, dibahas agenda kekosangan jabatan Wakil Bupati, apakah bisa diadakan pengangkatan Wakil Bupati atau tidak.
“Kalau masih ada waktu sampai 18 bulan (sebelum periode jabatan Pak Agus Riyanto habis, Red), proses yang dilakukan yakni partai pengusung mengusulkan calon wakil bupati,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Ahmad Fatihudin, menilai, peluang adanya Wakil Bupati setelah Wakil Bupati diangkat menjadi Bupati, sangat kecil. Hal ini karena dengan waktu 18 bulan sampai masa periode jabatan habis, sudah tinggal menghitung hari.
“Peluang adanya Wakil Bupati baru nanti, kemungkinannya sangat kecil. Karena keterbatasan waktu,” katanya.
Namun, menurut Fatihudin, walaupun kemungkinan itu kecil, kalau semua pihak yang berkepentingan memiliki keniatan adanya Wabup, semua itu bisa saja terjadi. “Jadi, walaupaun waktunya sudah sangat mepet tetapi semuanya tergantung keniatan dari pihak yang berkepentingan,” ujarnya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan, H Rojikin AH SH, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tegal, menyikapi kaitan dengan amar putusan Kasasi yang sekarang sedang ramai dibicarakan di tingkatan DPRD, nampak masih tenang-tenang saja.
“Sementara ini pemberhentian Agus Riyanto sebagai bupati saja belum turun, jadi kami juga belum bisa memikirkan Wakil Bupati nanti. Apalagi kalau sampai batas waktu 18 bulan sebelum masa periode yakni 8 Juli nanti Wakil Bupati yang akan diangkat menjadi Bupati belum dilantik,” kata H Rojikin AH SH, yang merupakan pimpinan partai pengusung.
Dia menegaskan, kalau waktunya cukup, sebagai partai pengusung maka pastilah kesempatan itu akan diambil. Namun, menurutnya, kemungkinan hal itu juga menjadi sangat kecil karena waktunya hanya sampai 8 Juli 2012.
“Waktunya tinggal 14 hari, sementara surat pemberhentian belum turun. Apakah mungkin sempat mengusung Wakil Bupati baru ? Ketika Hery naik menjadi bupati, itu pun diusung oleh PDI Perjuangan karena pasangan Agus-Hery diusung oleh DPI Perjuangan,” tegasnya.
Ditambahkan, menanggapi rumor yang berkembang jika Hery mengaku diusung PPP, hal itu tidaklah benar. Karena, yang mengusung Hery menjadi Wakil Bupati itu adalah satu paket dan partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan. Sementara PPP, hanya menjadi partai pendukung. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Hery-Segera-Jabat-Bupati.html