Senin, 14 November 2011

Lestarikan Lagu Tegalan

LAGU Tegalan saat ini memang sudah banyak orang yang menciptakan dan meyanyikannya. Namun jika hal itu dibiarkan tanpa dipelihara, maka lambat laun akan hilang. Hal itulah yang membuat Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Pangkah, Teguh Herdi S, ikut andil meletarikan lagu Tegalan tersebut.
Menurutnya, lagu Tegalan merupakan seni budaya lokal yang harus dipelihara oleh masayarakat Kabupaten Tegal sendiri. Pihaknya yang mempunyai satu album lagu Tegalan karya ciptanya sendiri, yakni "Damar Kanginan" dalam waktu dekat ini akan dilombakan dalam rangka peringatan hari ulang tahun PGRI di Kecamatan Pangkah.
"Kalau bukan kita sebagai warga Kabupaten Tegal asli yang memelihara, lalu siapa lagi? Sebelum booming sampai dikenal se-nusantara, paling tidak masyarakat Tegal sendiri dapat menyanyikan dan mencintainya," katanya.
Banyak lagu-lagu Tegal yang dinyanyikan oleh masyarakat dan juga oleh beberapa pejabat daerah. Bahkan ada juga yang sudah dijual kasetnya. Seperti Lagu yang dimiliki grup musik G-One, lagu tegalan milik Ketua DPRD Rojikin AH SH, lagu Tegalan milik Hadi, Imam Joend, dan banyak lagi yang lain.
Dikatakan Teguh, kalau lagu Tegalan ini tidak dipelihara atau dilestarikan dengan baik, maka akan hilang dan dimungkinkan masyarakatnya akan lebih cinta terhadap lagu dari daerah lain. Walaupun hal itu juga tidak dilarang.
"Dalam HUT PGRI kali ini, kami ingin ada nuansa kebersamaan baik dari guru maupun siswa dan masyarakat. Karenanya, lagu Tegalan yang kami lombakan nanti sementara diikuti oleh para guru saja, khususnya di lingkungan Kecamatan Pangkah," pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

RAPBD Belum Pro Rakyat

RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2012, dinilai belum pro rakyat. Pasalnya, RAPBD tahun 2012 belum sepenuhnya memberikan porsi yang lebih baik untuk pembangunan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari indikator masih timpangnya besaran antara Belanja Langsung dengan Belanja Tidak Langsung, yang selisihnya bahkan mencapai sekitar Rp 450 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Fatkhuriyanto SIP, dalam Sidang Paripurna, yang digelar di balai sidang DPRD Kabupaten Tegal, Senin (14/11) kemarin. Sidang tersebut memuat agenda utama penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang RAPBD 2012 beserta nota keuangannya.
Menurut Rudi, fraksinya memberikan penekanan terhadap porsi keuangan daerah yng dinilai pihaknya masih belum seimbang tersebut. "Seperti RAPBD-RAPBD sebelumnya, RAPBD 2012 ini juga belum memberikan prosi yang lebih baik untuk pembangunan masyarakat. Fraksi kami memahami dengan realita keuangan daerah yang belum seimbang ini, tapi apakah setiap tahun akan selalu begini?," ujarnya dengan nada bertanya.
Selain itu, lanjut Rudi, pihaknya juga menyoroti tentang perlunya optimalisasi penyerapan anggaran. Sehingga, besaran belanja daerah untuk belanja publik yang sebesar sekitar Rp 363,5 miliar dapat lebih dioptimalkan pemanfatannya oleh Pemkab Tegal. Fraksi kami berharap, Pemda dapat mengoptimalkan realisasi penyerapan anggaran serta mendukung upaya dalam mendorong pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien," ujarnya.
Dijelaskan Rudi, pihaknya menilai, Pemkab Tegal masih kesulitan dalam menerapkan disiplin anggaran. Sehingga, program-program yang seharusnya sudah dilaksanakan, banyak yang molor dari jadwal seharusnya. Selain itu, banyak pula kegiatan yang dilakukan pada akhir tahun, yang tentunya tidak akan mencapai hasil yang bagus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas pekerjaannya. "Disiplin anggaran ini, merupakan hal yang masih sulit dilakukan eksekutif," tandasnya.
Diambahkan dia, pihaknya juga menyoroti masih minimnya tanggapan Pemkab Tegal terhadap program-program kerakyatan pemerintahan SBY-Boediono. Sehingga, bnyak program pusat yang tidak terlaksana dengan baik di daerah.
"Padahal menurut Permendagri nomor 22 tahun 2011, pemerintah daerah perlu melakukan sinkronisasi dengan program-program pemerintah pusat atau SBY-Boediono. Tapi, fraksi kami memandang bahwa Pemkab Tegal masih belum tanggap terhadap program-program pusat. Dimana program tersebut terbagi dalam beberapa kluster, yang kesemuanya berbasis kerakyatan," imbuhnya.
Pihaknya berharap, Pemkab Tegal dapat melaksanakan anggaran dan belanja secara efektif dan efisien. Sehingga, nantinya dapat dirumuskan anggaran pembangunan yang memenuhi standar dan tidak hany menghambur-hamburkan keuangan daerah semata. Termasuk pula adanya sinkronisasi pembangunan dengan program-program pembangunan dari pemerintah pusat, agar arah pembangunan tersebut dapat berjalan secara beriringan. Juga agar terciptanya sinergitas hubungan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Minggu, 13 November 2011

Negara Absen Tangani Kekerasan Agama

JAKARTA, KOMPAS.com — Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menanggapi kasus-kasus terkait dengan kekerasan agama di Indonesia, terutama kekerasan di Pandeglang dan Temanggung, terjadi karena negara, dalam hal ini pemerintah, sering absen untuk menindaklanjuti kasus-kasus yang sudah sering terjadi di Indonesia.
Menurut dia, absen berarti pemerintah memilih tidak melakukan sesuatu yang konkret dalam penanganan kasus kekerasan dengan simbol agama. "Negara memilih absen. Dimaksudkan absen di sini karena memilih untuk tidak melakukan sesuatu, tidak mengambil sikap tegas untuk kasus kekerasan seperti ini," ucap Anies dalam jumpa pers di Energy Building, Rabu (9/2/2011).
Anies juga menambahkan, kecenderungan absen ini sebagai kecenderungan negara mencari aman dalam peristiwa-peristiwa itu. Hal ini mengakibatkan kesan seolah-olah negara Indonesia menoleransi adanya kekerasan agama. Padahal, Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki toleransi besar dalam hidup beragama.
"Negara kita memang negara yang memiliki toleransi beragama secara garis besar. Namun, karena pemerintah absen untuk kasus-kasus agama seperti itu, ada kesan seolah-olah Indonesia menoleransinya," kata Anies.
Anies Baswedan memberikan pernyataan sikap ini setelah melihat adanya bentuk pembiaran terhadap kekerasan (violence by omission), termasuk kekerasan dengan label agama. Ia mengharapkan negara menargetkan untuk mengatasi kekerasan di Indonesia secara tegas, tidak melalui pernyataan semata.
Sumber Berita : http://nasional.kompas.com/read/2011/02/09/18140646/

Ingin Terlihat Awet Muda : Tersenyumlah

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai cara dilakukan orang agar terlihat lebih awet muda dari usia sebenarnya. Hal yang paling sering adalah dengan memakai produk kosmetik atau mengonsumsi suplemen tertentu. Padahal cara sederhana seperti tersenyum, sudah bisa membuat seseorang terlihat lebih muda.
Peneliti asal Jerman melakukan sebuah percobaan terhadap beberapa orang untuk menebak usia orang lain dengan melihat beberapa foto wajah dari 171 orang muda, setengah baya, dan lebih tua. Pada beberapa foto, menampilkan wajah yang tersenyum. Di sisi lain, diperlihatkan juga foto dengan ekspresi wajah marah, takut, jijik, atau sedih.
Dalam studi yang dimuat dalam Journal Cognition & Emotion itu, peneliti menunjukkan bahwa ekspresi wajah memiliki pengaruh besar pada berapa orang dengan usia lebih tua. Tersenyum ternyata membuat penampilan seeorang menjadi lebih muda. Bahkan, kebanyakan orang cenderung meremehkan usia seseorang ketika melihat foto mereka yang sedang tersenyum.
Peneliti memberikan beberapa alasan terkait efek tersenyum terhadap usia. Pertama, akan sulit untuk mengatakan apakah kerutan yang terlihat di wajah ketika tersenyum bersifat sementara atau permanen. Kedua, dengan tersenyum seseorang akan terlihat lebih menarik dan memberikan efek positif layaknya anak muda. Sehingga orang lain akan menilai mereka lebih muda dari usia yang sebenarnya.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Buku Karya Musik SBY Diluncurkan di ASEAN Fair

Nusa Dua, CyberNews. Buku berjudul "Tembang Untuk Bangsa, Bahasa Musik SBY" diluncurkan dalam ajang pameran ASEAN Fair di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Minggu (13/11) malam.
"Buku ini memberi gambaran tentang proses kreatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menciptakan syair dan lagu yang dikerjakannya saat senggang setelah menjalani kegiatan padat sebagai seorang presiden," kata wartawan senior Bens Leo yang menjadi salah satu penulis buku tersebut.
Buku ini menjadi dokumentasi karya-karya musik Presiden yang berisi komentar para seniman yang terlibat dalam penciptaan musiknya dan ditulis Bens selama delapan bulan bersama Nini Sunny yang berprofesi tidak jauh beda darinya. Buku tersebut kemudian dibedah oleh Bens Leo sendiri sebagai penulis, pujangga Remy Silado dan pengamat musik Frangky Raden, dipandu Al Zastouw.
Remy Sylado menyatakan, Yudhoyono sebagai sosok presiden penghayat dan pejuang sastra, sementara Frangky Raden mengingatkan tradisi tertulis memang penting untuk mengukur kemajuan yang telah tercapai dalam penciptaan karya.
"Apa yang dilakukan Pak SBY dalam penciptaan musik hingga berhasil menelurkan empat album itu dapat menjadi kekuatan politik dan ekonomis bagi para pemusik di Tanah Air," ucap Frangky.
Bens Leo menambahkan, harapan kepada Yudhyono untuk "mampu menyatukan tulang-tulang terpisah dari seniman musik dan menjadi orang tua asuh bagi mereka."
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/11/14/101731/

PDIP Jajaki Duet Megawati Surya Paloh

SEMARANG - Komunikasi politik tengah dijajaki PDI Perjuangan dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Partai berlambang banteng gemuk itu sedang mencari kawan politik untuk Pilpres 2014.

Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya masih menimbang-nimbang apakah dalam pemilu nanti partainya akan maju sendiri atau berkoalisi.

”Sebenarnya terhadap semua parpol pun kami jajaki, termasuk parpol yang baru lolos verifikasi Kementerian Hukum dan HAM, seperti Nasdem, kalau cocok ya jalan,” kata dia di sela-sela kunjungan di Semarang, kemarin.

Tjahjo mengakui, dari platform ada kecocokan dengan Partai Nasdem. Adanya kesamaan itulah, PDIP mencoba untuk menjajaki.

Namun demikian, komunikasi politik itu belum bisa disimpulkan partainya nanti akan menduetkan Megawati Soekarnoputri dengan Surya Paloh. ”Kami belum ke arah saja. Belum bicara siapa yang akan diduetkan nanti. PDIP pun masih menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan calon presidennya,” tandas dia.

Saat ini PDIP cukup intensif mejalin komunikasi dengan Partai Nasdem. Tidak hanya dilingkup Jakarta saja, melainkan di beberapa daerah sudah ada komunikasi.

Terbukti DPP telah menginstruksikan kepada pimpinan DPD supaya membuka wacana dengan tokoh partai lain yang bisa diajak koalisi.

”Sepanjang programnya sama, tidak masalah (koalisi). Apalagi bila dikaitkan dengan pilkada. Pak Murdoko pun sudah berkomunikasi dengan semua partai termasuk dengan Nasdem Jateng,” kata dia.

Koalisi dengan partai lain yang punya program sama dinilai Tjahjo sebagai salah satu strategi PDIP untuk memenangi pemilu mulai dari Pilgub sampai Pilpres. Sedangkan untuk Pemilu Legislatif, PDIP menargetkan perolehan suara minimal 20%.

Sementara Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus pada Pilgub Jateng. Konsolidasi internal telah diintensifkan sampai tingkat ranting, termasuk sudah disiapkannya organisasi sayap, menyiapkan seribu satgas di setiap kabupaten/kota dan pembuatan kartu tanda anggota (KTA).

Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan strategi yang dibebankan pengurus pusat sudah dilaksanakan jauh-jauh hari. Seperti program 1.000 Satgas sudah dilakukan. Sedangkan konsolidasi internal pun sudah dikuatkan. ”Termasuk ada program asuransi bagi pemegang KTA,” ungkap dia. (H37,J9-80)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/14/166346/

Pamer Mobil DPR Menuai Kritik

JAKARTA- Guru Besar Ilmu Politik Universias Indonesia (UI), Prof Iberamsyah menilai gaya hidup mewah yang dipertontonkan oleh anggota DPR RI, khususnya dalam hal pamer mobil mewah Bentley seharga Rp7 miliar, menunjukkan jika anggota legislatif itu tidak mempunyai sense of crisis.

”Itu membuktikan anggota DPR hidup dengan gaya hedonisme. Gedung DPR tak ubahnya sebuah display mobil-mobil mewah,”ujarnya dihubungi di Jakarta Minggu malam kemarin.

Selain itu, menurutnya juga tidak mempunyai rasa krisis yang merupakan oasis kemanusiaan seorang negarawan atas dasar kemampuan membaca krisis yang terjadi di masyarakat.

Dia percaya mobil-mobil mewah seharga miliaran rupiah tersebut sebagian besar dibeli ketika politikus itu telah menjadi anggota DPR. ”Rata-rata (beli) sesudah menjadi DPR. Ini menunjukkan anggota DPR kita tidak mempunyai kepekaan,” tegasnya lagi.

Meski demikian Iberamsyah mengatakan tidak semua anggota DPR mempunyai kendaraan dan kehidupan mewah setelah menjadi anggota DPR. Karena ada sebagaian yang telah memiliki latar belakang karir yang telah sukses baik itu sebagai pengusaha dan sebagainya sebelum terjun ke dunia politik.

Namun dari jumlah itu, menurutnya, nama-nama yang belakangan mencuat mempunyai mobil mewah jauh dari background tersebut, sehingga kepemilikannya layak dipertanyakan. ”Menyedihkan, masuk ke DPR seharusnya mewakili kepentingan rakyat tetapi malah dijadikan lahan untuk mencari materi,”keluhnya.

Iberamsyah mengaku telah lama mengetahui tentang kemewahan hidup anggota DPR, namun dia enggan membeberkan nama-nama anggota DPR dimaksud. Bahkan ia mengungkapkan bahwa terkait mobil mewah ini dirinya sudah kerap menyampaikan kritikan. Namun kritik demi kritik yang ia sampaikan tidak pernah digubris, karena nyatanya hingga sekarang mereka tetap memamerkan mobil mewah tersebut ke Senayan.

Kritik sama juga dilontarkan  rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan. Dia menilai anggota DPR yang memiliki mobil super mewah membuktikan anggota tersebut hidup dengan gaya hedonisme. ”Mereka adalah representasi rakyat sepantasnya berkesaharian seperti orang publik seperti rakyat. Yang sering kita lihat kemewahan,” ucap Anies Baswedan.

Hidup Sederhana

Anies menyarankan, selama menjabat menjadi anggota DPR sebaiknya anggota tersebut menyimpan asetnya karena akan menjadi sorotan masyarakat.

”Selama jadi anggota DPR jadi pejabat disimpan dulu asetnya. Hiduplah sederhana. DPR jangan jadi display mobil mewah. Nanti jadi sinisme. Kesederhanan jadi barang mewah karena jarang sekali,” kata Anies.

Menurutnya hidup sederhana memiliki kredebilitas yang tinggi. Saat ini kata Anies, Indonesia kekurangan orang yang sederhana dan apa adanya.

”Orang yang apa adanya citranya langgeng karena apa adanya. Tapi yang kosmetical nggak menarik. Yang autentik bukan kosmetik. Bahaya yang kosmetik apalagi pejabat daerah yang kelihatan betul langsung upgrade mobil, rumah,” pungkasnya.

Politikus muda Partai Golkar Indra J Piliang, sebelumnya mengungkapkan ada anggota DPR memiliki mobil Bentley seharga Rp7 miliar.

”Ada anggota DPR punya mobil Bentley harganya Rp 7 miliar, banyak yang punya Alphard, dan sebagainya. Artinya, ada kepentingan mencari materi, sementara kepahlawanan tidak memikirkan nilai.”

Anggota DPR pemilik mobil super mewah itu adalah seorang politikus muda yang berlatar belakang aktivis yang kemudian menjadi pengusaha. Tiga orang anggota DPR itu berasal dari tiga partai politik berbeda dengan latar belakang yang juga berbeda.

Tiga anggota DPR yang disebut-sebut memiliki kendaraan mewah adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Selain itu juga politikus asal Partai Golkar dan politikus asal Partai Demokrat. Selain berbeda asal partai politiknya, ketiga politikus muda ini juga mempunyai latar belakang yang berbeda.(di,dtc-80)
umber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/14/166351/