Rabu, 14 Desember 2011

KIR SMAN I Slawi Peringati Bulan Bahasa

DALAM rangka memperingati bulan bahasa tahun 2011, Kelompok Ilmiah Ramaja (KIR) SMA Negeri 1 Slawi mengadakan acara seminar yang bertajuk “kita tingkatkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa melalui berbagi pengalaman dengan penulis”.
Seminar yang menghadirkan penulis, Soetjiningrat dan Atmo Tan Sidiq tersebut, Selasa (13/121), bertempat di Aula SMAN 1 Slawi diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 dan 11 SMAN 1 Slawi. Terlihat para peserta seminar dengan serius tapi santai mendengarkan pemaparan dari dua orang penulis tersebut. Sesekali juga mereka menanyakan, bagaimana cara atau teknis menulis atau sebelum menulis.
Diawali dari penulis novel dan cerpen, Soetjiningrat, yang sudah menulis tujuh buah buku diantaranya, ada kumpulan cerpen dan novel, sungai suara dan luka, asap itu mengepul, bukan segimen senja. Dan yang akan diterbitkan Januari nanti berjudul Lolong lelaki lansia menjelaskan, bahwa menulis itu sangat asik jika dinikmatinya. Salah satu acara untuk dapat menulis itu sebelumnya harus banyak membaca buku.  “Kalau sudah sering membaca maka akan dapat menulis,” kata Soetjiningrat yang sudah berumur 76 tahun dan bertempat tinggal di Kota Tegal, memberikan motivasi kepada peserta.
Begitupun Atmo Tan Sidiq, dalam pemaparannya menyampaikan hal yang sama. Bahwa salah satu cara untuk bisa menulis, harus sering baca satu buku saja dahulu, sebelum membaca buku yang lain. Hal itu nantinya akan memunculkan karakter terhadap si penulis tersebut.  “Kegiatan tulis menulis itu sangat penting, karenanya jika ingin menulis, silahkan membaca satu buku karangan satu orang dulu. Nanti akan terlihat karakternya dalam tulisan tersebut,” ungkapnya.
Dalam penyampainya, ia juga memberikan motivasi kepada siswa, untuk menyebutkan nama-nama penulis di Kabupaten Tegal. Siapa yang mampu dirinya mmberikan kenangan sebuah buku kepada peserta. Itupun diberikan kepada peserta yang bertanya maupun memberikan pernyataan.
Sementara, Plt Kepala UPTD SMA N 1 Slawi, Dra Mimik Supriyatin melalui Wakil Management Mutu, Agus Dwi Prodo S, didampingi Waka Kesiswaan, Setyaningsih SPd mengatakan, bahwa kegiatan seminar ini dilakukan setiap tahun, dan dilakukan oleh siswa dalam hal ini adalah OSIS. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang budaya dan bahasa Indonesia dan anak-anak SMAN 1 Slawi untuk lebih dekat dengan buku.  “Dengan dihadirkannya para penulis tersebut, paling tidak dapat memberikan motivasi terhadap siswa dan menumbuhkan kreatifitas untuk dapat menulis dengan baik. Dengan harapan dapat meningkatkan kualitas belajar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di SMA N 1 ini banyak kegiatan demi menunjang kreatifitas siswa. Mereka hanya perlu di dorong agar lebih meningkatkan kemampuannya. Karena dari beberapa pengalaman, di sekolahnya ini, para siswa setiap kali diberikan materi, mereka langsung memahami dan mengerjakannya. (fatur)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php

Dari Pemutaran Film Dokumenter Peristiwa Bom Bali

Peristiwa Bom Bali beberapa tahun lalu telah di buatkan film dokumenter oleh salah seorang sutradara, DR Nurhuda Ismail. Ini telah diputar di Aula SMA-SMK Wahid Hasyim Talang dengan maksud memberikan makna Jihad untuk mengantisipasi Teroris di Indonesai. Bagaimana Kegiatannya?
LAPORAN : M FATKHUROHMAN
SALAH satu cara untuk mengantisipasi terhadap teroris di Indonesia, SMK-SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang, Tegal, melakukan pemutaran film dokumenter peristiwa bom bali, kemarin.
Pemutaran Film dokumenter yang diputar di aula sekolah tersebut, dengan ditonton ratusan siswa dan beberapa badan otonom NU berdurasi sekitar 90 menit. Selanjutnya dilakukan diskusi bersama penulis dan sutradara film dokumenter yang juga ketua yayasan prasasti perdamaian, DR Nurhuda Isma’il, dengan didampingi ketua LDNU PCNU Kabupaten Tegal, Misbakhul Mundzir SAg, dan Ketua LESBUMI PCNU Kabupaten Tegal, Moh. Mi’roj Adhika AS.
Dalam pemutaran film dan diskusi tersebut, peserta banyak yang tercengang terutama saat mendengar alasan para pelaku pemboman hotel di Bali. Hal ini karena alasan tentang jihad antara kelompok teroris dengan kelompok lain meski dalam ayat qur’an yang sama tetapi pemahaman yang berbeda.
Menurut DR Nurhuda Isma’il, dalam alasan membuat dan keliling pemutaran film kasus bom Bali ini adalah untuk memberikan penjelasan terhadap masyarakat tentang sebenarnya jihad menurut Islam.  “Kita menayangkan alasan pelaku pengeboman hotel di Bali dan tempat-tempat lain. Dasar ayat yang menjadi alasan pelaku pemboman tersebut, dengan kelompok lain dalam memaknai dasar ayat yang dijadikan dasar pelaku pengeboman. Ada ayat yang sama, tetapi aplikasi dan memaknainya berbeda,” kata Huda.
Dikatakannya, keyakinan mereka dalam berjihad itu baik, tetapi harus diluruskan dalam memaknai jihad dalam al-qur’an. Jihad itu bukan  pengrusakan, bahkan membunuh sesama muslim, karena itu bukan yang dikehendaki Qur’an. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. “Kalau kita diamati, mereka yang melakukan pem-bom-an bukan orang bodoh, juga bukan orang miskin. Mereka hanya salah menafsirkan makna jihad dan kemudian mereka membentuk kelompok-kelompok dengan pemahaman yang sama,” tegasnya.
Ia menghimbau para orangtua guru dan tokoh masyarakat untuk lebih waspada. Pemahaman ajaran Islam yang benar, ajaran ahlusunah waljamaah ini bisa menangkal mereka. Maksudnya kalau sudah memahami tentang Islam yang benar dan haq tidak mungkin terpengaruh oleh doktrin mereka.
Ketua LDNU Kabupaten Tegal, Misbakhul Mundzir SAg, dalam pemaparannya mengatakan, bahwa mengamati film dokumenter tersebut sangat menarik, terutama penyalah artian terhadap perintah jihad dalam Al-Qur’an.
Ia menjelaskan, ayat dalam al-qu’ran ini biasanya perintah Allah terhadap Rosulullah Muhammad SAW. Tetapi belum pernah Rosulullah dalam menyebarkan dakwahnya melalui jihad membunuh orang kafir yang tidak memerangi. Apalagi dengan pengrusakan bangunan orang kafir sampai bangunan orang umum yang disitu juga banyak umat islamnya. Yang lebih parah, lanjut Misbah, orang islam menganggap jihad dengan melakukan mengeboman di masjid. Dimana umat islam sendiri lagi melakukan sholat.
“Mereka banyak salah tafsir terhadap ayat al-qur’an yang menyatakan jihad,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Ketua Lesbumi, Mikroj Andika mengatakan, bahwa pemutaran film peristiwa bom Bali itu perlu di sosialisasikan ke masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh doktrin yang salah.  “Pemutaran film dokumenter peristiwa bom Bali serta diskusi tentang pemahaman makna Jihad di dalam Islam kepada para pelajar, mahasiswa juga tokoh agama dan masyarakat itu sangat penting. Untuk menjelaskan secara tuntas tentang pemahaman Jihad. Karena yang paling gampang di provokasi adalah mereka kader-kader muda yang masih energik namun pengetahuan agama dangkal,” ujarnya.  (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Selasa, 13 Desember 2011

Seribu Manfaat Jambu Biji Dari Penangkal- Fu Hingga Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Jambu biji memang tidak sepopuler jeruk atau semahal apel. Jika Anda berpikir jeruk adalah yang terbaik untuk vitamin C, Anda perlu mencoba jambu biji.
Satu jambu biji memiliki 165 miligram (mg) vitamin C. Sementara, satu jeruk hanya mengandung 69 mg saja. Kandungan vitamin C pada jambu biji ini efektif dalam mengobati infertilitas pria.
Di bawah kulitnya yang hijau, jambu biji memiliki banyak manfaat yang ditawarkan. Satu buah jambu sehari berguna mengurangi resiko penyakit mulai dari flu biasa, gusi bengkak, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes sampai kanker.
Jambu biji memiliki serat makanan berlimpah sehingga baik dikonsumsi bagi yang mengalami sembelit. Bagi yang sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, tingginya kandungan serat jambu biji juga sangat bermanfaat.
Buah ini kaya vitamin, serat dan mineral. Jika dijadikan bagian dari makanan sehari-hari, penelitian menunjukkan jambu biji sangat efektif mencegah kanker dan penyakit jantung. Buah yang memiliki nama latin Psidium guajava ini membantu tubuh memerangi radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme.
Para peneliti bekerja untuk departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah menemukan bahwa jambu biji mungkin di antara buah terkaya antioksidan. Buah yang lezat ini juga memiliki beta karoten, kalium dan serat larut.
Jambu biji dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Kemampuan jambu biji untuk menurunkan tekanan darah disebabkan adanya kandungan kalium. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk reaksi listrik dalam tubuh termasuk pada jantung.
Buah ini juga dikenal bisa menyembuhkan luka eksternal serta mengobati pendarahan hidung dan gusi. Buah yang hidup di daerah tropis ini bisa juga mencegah penyakit 'orang tua' seperti pikun dan katarak. Adanya karbohidrat kompleks dan kandungan serat yang tinggi bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Makan satu jambu biji untuk sarapan memberikan dosis harian yang sangat dibutuhkan seperti zat besi, asam folat, kalsium, serat, protein, karbohidrat, vitamin A, B dan banyak vitamin C. Kandungan lemak total satu jambu biji sekitar 0,9 gram atau 84 kalori. Dibandingkan dengan apel, buah ini memiliki 38 persen lemak dan 42 persen kalori yang lebih sedikit.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Peneliti Ini Bisa Ciptakan Pelangi

Ghiboo.com - Pelangi, biasanya tercipta akibat faktor alam. Beberapa diantara kita tidak menyadari, bahwa pelangi ternyata bisa diciptakan dengan sebuah kecanggihan teknologi.

Software engineer Google Iman Sadeghi melakukan penelitian pada angka-angka yang terkait dengan ilmu fisika bagaimana menciptakan pelangi di University of California, San Diego. Dia kemudian menciptakan perangkat lunak yang mampu mensimulasikan pelangi dan cara mereka bisa terjadi di alam.

Perangkat lunak ini menciptakan geometri dari setetes air hujan dan pantulan cahaya yang menciptakan warna-warna yang kita lihat pada pelangi. Tidak hanya satu pelangi, tapi dua.

Dalam menciptakan sebuah pelangi, perangkat lunak ini bisa menghasilkan efek ganda. Kemudian digunakan jenis tetesan, air hujan yang tergabung dengan dengan tetesan kecil yang kemudian membesar. Pergeseran cahaya dalam satu arah dan tetesan kecil menghasilkan pelangi terpisah.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Bergaya suster Ngesot Malah Kena Tendang

Sungguh malang nasib Mega Tri Pratiwi (20 tahun). Berniat menakut-nakuti temannya dengan berdandan ala hantu “suster ngesot”, ia malah kena tendang di wajah, masuk rumah sakit dan kini berniat menuntut satpam yang melakukan hal itu.

Peristiwanya sendiri terjadi pada Sabtu (10/12) dinihari WIB, di apartemen Galeri Ciumbuleuit , Bandung. Rekaman video CCTV yang dirilis pihak apartemen menunjukkan, Mega saat itu berdandan ala suster ngesot, menunggu di depan lift bermaksud untuk menakut-nakuti temannya, Fitra, yang tengah berulang tahun.

Alih-alih mendapati Fitra menjerit ketakutan, yang diterima Mega adalah tendangan di wajah. Yang melakukannya adalah Sunarya (37), satpam di apartemen tersebut. Dalam video dari CCTV yang dirilis pengelola apartemen, Sunarya yang berdiri di dekat pintu lift bergerak menendang Mega di saat penumpang lift yang lain tengah ketakutan.

Mega dan keluarganya kemudian menuntut Sunarya dengan tuduhan penganiayaan. Mereka bahkan menolak upaya berdamai. Hal inilah yang kemudian memancing reaksi keras dari sebagian pengguna Internet di Indonesia.

Di Facebook, kini muncul gerakan bertajuk “1.000.000 Facebookers mendukung SATPAM penendang "Suster Ngesot"”, beberapa waktu setelah kasus tersebut mencuat di media. Hingga Selasa (13/12/2011) siang pukul 11.41 WIB, gerakan tersebut diikuti oleh 233 anggota.

Di dinding gerakan tersebut, kebanyakan anggota mengecam aksi Mega yang menyamar menjadi suster ngesot untuk menakut-nakuti rekannya dan mendukung tindakan Sunarya yang dianggap sebagai refleks semata.

“Jangan mentang2 bnyk uang smaunya ja,ayo dukung pa satpam,” demikian tulis seorang anggota bernama Adyn Mdn. “Seharusnya pihak Apartemen memberikan penghargaan kepada Pak Satpam pembasmi ababil,” kata anggota lain bernama Yelli Yoselino.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Penusuk Kameramen TV One Ngaku Diperintahkan Jin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Entah apa yang ada di pikiran Adil Firmansyah. Tiba-tiba ia menyerang kru Apa Kabar malam TV One yang sedang shooting di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2011) sore sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat ditanya wartawan, mengenai maksudnya menyerang kru TV One dengan pisau dapur Adil malah menjawab ngelantur. Pria asal Cilacap tersebut tidak memberikan keterangan yang rasional.
"Saya disuruh sama Allah, jin saya yang menyuruh. Yang membela saya. One itu satu, satu itu Allah," katanya saat diamankan petugas di Wisma Nusantara.
Adil tampak seperti orang kesurupan, ia meloncat palang pintu keluar masuk kendaraan dari Wisma Nusantara dan langsung menyerang kru TV One secara membabi buta dengan menggunakan sebilah pisau dapur.
Andri (24) Pengarah Lapangan Apa Kabar Indonesia Malam menuturkan saat kejadian shooting sedang berlangsung. Ketika acara sedang diselingi iklan, tiba-tiba Adil masuk lewat portal depan.
"Ia melompati portal depan kemudian masuk. Lalu ia mengeluarkan pisau yang berada di dalam jaketnya," ucapnya
Adil pun langsung berteriak. "Diam lho semua, Allahuakbar," kata Andri menirukan kata-kata Adil.
Karena keadaan lantai yang licin, Adil pun sempat jatuh dan tasnya terlempar, tetapi Adil justru mengejar Dadang seorang kru supporting kameramen bernama Dadang hingga perut bagian kanannya terkena sabetan pisau.
"Saya kemudian masukin Grace Natalie (pembawa acara kabar Indonesia malam) ke dalam ruangan," tutur Andri.
Kemudian, pelaku yang masuk ke Wisma Nusantara melalui pintu depan, langsung dihadang Abdul seorang petugas keamanan dan perkelahian pun terjadi. Beruntung Dadang hanya terkena sabetan pisau Adil di celananya saja. "Dia (pelaku) jatuh, sehingga pisaunya lepas," ujarnya.
Akhirnya perlawanan pelaku berakhir, sehingga pria putih berambut panjang tersebut bisa diringkus kru TV One bersama petugas keamanan.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Ustaz Muda Yang Senang Pamer

Industri hiburan dan televisi Indonesia tumbuh dengan pesat. Berbagai judul bermunculan. Mulai dari sinetron, reality show sampai film televisi (FTV) laris manis.
Salah satu fenomena yang menarik dan menggelitik adalah munculnya ustaz-ustaz muda di program infotainment.
Wajah mereka lumayan, usianya mulai dari 20-an tahun sampai 30-an tahun dan lucunya, mereka mampu pamer harta di depan kamera.
Saat muncul di infotainment, bukan nilai-nilai agama atau tempat mereka belajar agama yang menjadi topik wawancara. Melainkan rumah baru mereka, mobil baru, koleksi sepatu sampai motor besar seharga ratusan juta rupiah.
Memang agama tidak melarang kita untuk kaya-raya bergelimang harta. Yang dilarang ialah mendapatkan kekayaan dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, menipu atau mencuri.
Tapi secara akal sehat apakah pantas para ustaz muda tersebut pamer harta bahkan pamer kemesraan seperti layaknya artis sinetron di layar infotainment?
Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan miliaran umat muslim tidak pernah hidup dalam kemewahan. Ia dikenal dengan kesederhanaannya, kebersahajaannya dan sopan santunnya dalam perkataan serta perbuatan. Sepantasnya para ustaz muda ini mencontoh.
Lagipula di negara ini masih ada puluhan juta rakyat Indonesia yang untuk makan sekali dalam sehari saja sulit.
Miris rasanya melihat para pendakwah yang punya kewajiban memberi contoh yang baik dan bijaksana malah pamer harta di infotainment.
Sumber Berita : http://id.yearinreview.yahoo.com/2011/blog/8376/