Senin, 05 Desember 2011

Mendongkrak Minat Baca Wong Slawi

MEMBACA adalah jendela informasi. Mungkin pepatah itu bila dikaji secara mendalam memang ada benarnya. Dengan membaca kita akan banyak tahu terkait hal yang sebelumnya tidak kita ketahui. Namun untuk menumbuhkan budaya baca ditengah-tengah masyarakat saat ini bukanlah merupakan hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan.ermas purwadi)
Menjadikan membaca sebagai budaya memang harus diperjuangkan dan ada yang memotorinya. Hal tersebut seperti yang dilontarkan Kepala Perpustakaan Daerah dan Arsip, Dra Nuzmatun Malinah. Diakuinya, untuk menumbuhkan minat baca dikalangan masyarakat Slawi perlu dukungan berbagai lapisan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pemerintah daerah, dan masyarakat itu sendiri. "Ketiga elemen itu punya peran penting untuk mendukung terciptanya minat baca yang bagus. Dan saat ini dukungan itu baru sebatas dari lingkungan keluarga dan sekolah. Sementara dari masyarakat sendiri belum terlihat nyata untuk bisa menciptakan budaya baca," cetusnya. Pihaknya sendiri tak menampik terus melakukan upaya pemupukan agar muncul budaya membaca dan minat baca melalui serangkaian kegiatan. Giat itu direaalisasikan melalui rangkaian lomba bercerita dan lomba membuat sinopsis, baik untuk kalangan pelajar, yang nantinya akan diperluas dengan melibatkan masyarakat umum. Diakuinya, dalam kurun waktu belakangan ini grafik peningkatan minat baca masih didominasi pelajar tahap SMA. Sementara untuk kalangan SMP dan SD sendiri prosentasenya bisa dibilang belum memenuhi target maskimal.  "Mudah-mudahan kedepan sudah ada pola pembiasaan membaca ditingkat SMP dan SD. Sehingga nantinya pelajar Kabupaten Tegal disemua lini punya daya saing dengan pelajar daerah lain terkait wawasan yang dia miliki dari hasil keterbiasaan membaca buku," terang dia.
Dia mengakui, saat ini diperpustakaan daerah yang dikelolanya terdapat buku umum sebanyak 29.659 eksemplar yang terdiri dari 18.958 judul. Dan untuk pemerataan minat baca masyarakat pihaknya juga mengoptimalkan kinerja perpustakaan keliling kewilayah pedesaan terutama yang berada didaerah selatan seperti Bojong, Bumijawa, Jatinegara, hingga Warurejo. Meski buku-buku yang ada diperpustakaan keliling tersebut untuk saat ini belum bisa dipinjamkan untuk dibawa pulang, lantaran terbatasnya koleksi yang ada. Dimana untuk buku koleksi perpustakaan keliling saat ini berjumlah 1300 buku saja.  "Untuk bisa dipinjamkan atau dibawa pulang paling tidak kita harus punya koleksi untuk perpustakaan keliling sebanyak 4000 buku. Jumlah yang ada sekarang masih kurang sekali dan harus didukung adanya pengadaan buku terlebih dahulu. Kami sudah berupaya mengajukan anggaran untuk itu, mudah-mudahan di 2013 mendatang bisa terealisasi, atau mungkin diperubahan anggaran 2012 nanti bisa terserap," katanya.
Perpustakaan keliling yang memang membidik masyarakat umum itu saban harinya melayani peminjaman ditempat sedari pukul 09.00 WIb hingga pukul 12.00 WIB, atau sekitar tiga jam saja. Meski diakuinya animo masyarakat sangat bagus, namun ibu-ibu juga mengaku lebih senang bila buku tersebut bisa dibawa pulang agar dapat dibaca sembari menjalankan aktifitas keseharian.  "Kami menangkap antusias minat baca masyarakat sekarang. Dan ini memang perlu segera mendapat jawaban terkait keterbatasan buku yang ada. Bila terlalu lama, kami khawatir minat yang sudah ada itu akan luntur dan masyarakat menjadi malas kembali untuk membaca, lantaran buku yang tersedia hanya itu-itu saja," ujarnya.
Dan minat baca itu memang harus dipupuk terus menerus. Dimana masyarakat sendiri juga mulai sadar bahwa untuk meningkatkan potensi diri sedini mungkin bisa terjawab salah satunya dengan membaca. (h
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Bawa Kayu Jati Curian Ditangkap

BALAPULANG - Meski Operasi Wana Lestari candi yg di gelar Oleh Polda Jateng dan Perum Perhutani Unit I Semarang berakhir, kegiatan patroli keamanan hutan KPH Balapulang terus berjalan. Kondisi itu terkait dengan tindak kejahatan dengan sasaran benda, orang, cara distribusi/angkutan tindak kejahatan Illegalloging. Justru KPH Balapulang dengan pasukan keamanan KPH Balapulang terus melakukan beroperasi.
Bekerja sama dengan Polres maupun Polsek disekitar wilayah hutan terus dilakukan. Belum lama ini, tepatnya di jalan Cisadap Ketanggungan Brebes Gabungan Polhut dan KRPH (Kepala Resort Polisi Hutan) berhasil menangkap aksi pencurian kayu jati. Pencuri dengan menggunakan kendaraan minibus Mitsubishi Maven Nopol: G 9294 GG sarat muatan jati curian berhasil ditangkap.
“11 batang kayu jati olahan persegian tanpa di sertai dokumen SKSHH ( Surat Keterangan sahnya Hasil Hutan), berhasil diamankan,” kata Wakil ADM KSKPH Weda Panji Hidayat SHut, Sabtu kemarin.
Dikatakan Weda Panji, pihaknya segera menindaklanjuti informasi dari masyarakat, dibantu Perwira Pembina Pabin Jagawana, AKP Suwarno SH dan sejumlah, anggota Polhut dan anggota KRPH mengadakan penelusuran ke lokasi informasi tersebut. Bermula kendaraan pencuri kayu yang mencoba mengelabuhi petugas dengan menggunakan mobil mitsubishi T.120 SS warna biru. Namun sebelum keluar ke jalan raya kayu tersebut di pindah ke jenis mobil Minibus agar petugas terkecoh.
Sekitar pukul 05.00.WIB melintas kendaraan yg di curigai, setelah di berhentikan kelima penumpang kendaraan berhamburan lari ke arah pemukiman penduduk. Dari ke lima penumpang sebagian sudah di ketahui identitasnya. “Barang bukti berupaya kayu jati curian sementara kami amankan di kantor Perum Perhutani KPH balapulang. Kami menunggu pemilik pemilik maupun pelaku pencurian tersebut,” jelasnya.
Terkait dengan kendaraan yang digunakan aksi pencurian kayu, masih menurut Weda Aji Hidayat SHut, kondisi kendaraan sudah di modifikasi untuk biasa mengangkut kayu curian. Itu terbukti dimana kaca depan, samping maupun belakang, sudah dilapisi kaca film gelap tanpa jok penumpang dan lainnya. Namun Fisik kendaraan sudah sering dilaporkan masyarakat kepada pihak keamanan KPH Balapulang, bahkan plat nomor yang digunakan diduga palsu.  
Ditambahkan pihak KPH Balapulang sangat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya belum lama baru saja pihaknya membagi sharing produksi kepada LMDH, dengan jumlah cukup banyak Rp 1,2 Miliar. Belum pinjaman kredit Program Kemitraan Bina Lingkungan sebesar Rp 60 juta lebih dan program pencanangan GP3K untuk kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.  “Mengapa masih ada oknum yang masih kurang peduli akan kelestarian hutan malah justru merusak hutan,” ujarnya.
 Sementara ADM KPH Balapulang, Ir Toni Suratno MM terkait dengan pencurian maupun perusakan area hutan, siap terus menerima pengaduan. Bahkan pihaknya siap menindak lanjuti setiap laporan masyarakat.  “Jangan sungkan mengadu kepada kami, selama laporan yang disampaikan valid dan A1, kami siap 24 jam. Bahkan pelapor kami kasih bonus pengganti pulsa,” pungkas Toni. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php

Ahli Waris Ancam Segel Sekolah

ADIWERNA - Setelah 32 tahun berjuang untuk meminta haknya atas tanah yang dibangun SDN Harjosari Lor 03 Adiwerna tak kunjung mendapatkan ganti rugi, ahli waris keluarga Sagim bin Jaswad berencana menggelar aksi demo mengambil alih tanah tersebut disertai penyegelan. Penyegelan dilakukan dengan cara penanaman pohon pisang berikut penutupan gedung SD dengan pagar bambu. Pemberitahuan aksi tersebut juga telah diterima Kasek SDN Harjosari Lor 03, Djumaidi A MaPd, Senin  (5/12) kemarin.
Pihak sekolah mengaku sangat terpukul dengan diterimanya surat tersebut, mengingat saat ini siswa didiknya sedang mengikuti Ujian Akhir Semester Gasal.  "Kami juga sedang melakukan pembangunan rehab berat kelas sebanyak tiga lokal bantuan dari APBN P senilai Rp 194.259.000 dimana pembangunan tersebut harus kelar akhir Desember ini. Surat pemberitahuan demo yang dilayangkan ahli waris tersebut tidak disertai tembusan pada pemerintah desa, kecamatan, maupun Dindikpora. Ini yang membuat kami harus segera bertindak melakukan koordinasi agar tidak terjadi gesekan saat demo berlangsung. Baik gesekan dengan wali murid dan pekerja yang saat ini mengerjakan bangunan kelas," ujarnya. Pihaknya mengakui posisinya sebagai kasek saat ini hanya sebatas sebagai tenaga pendidik yang tidak punya kapasitas penuh untuk menyelesaikan sengketa tersebut.
Diakuinya, sebelum melayangkan surat pemberitahuan demo, pihak ahli waris sempat melakukan aksi pengukuran lahan yang diklaim menjadi miliknya. Diapun mengaku sudah melakukan kontak dengan kepala UPTD Dindikpora terkait adanya rencana demo tersebut termasuk mengontak pihak pemerintah desa dan kecamatan. Dia berharap dari hasil konfirmasi ini setidaknya pihak pemerintah desa yang tahu persis duduk persoalan soal aset tersebut bisa berkoordinasi dengan kecamatan dan meneruskan ditataran pemkab untuk menyelesaikan permasalahan yang dimaksud.
Terpisah kepala UPTD Dindikpora Adiwerna, Drs Mahdi Wiyono mengaku tidak menerima surat permohonan ijin demo dari pihak ahli waris lahan yang kini ditempati SDN Harjosari Lor 03. Namun dia menyatakan upaya penyelesaian soal ganti rugi lahan tersebut kini sedang didalami pemkab.  "Kami bersama camat memang sempat diundang rapat disekretariat pemkab bersama asisten II untuk menyikapi sengketa tanah SD Harjosari Lor 03 paska didemo ahli warisnya beberapa waktu lalu. Saat itu rapat juga dihadiri bagian hukum, agraria, serta kepala sekolah SD Harjosari 03. Dan hingga kini masalah tersebut masih dalam tahap pembahasan ditingkat kabupaten. Dimana bagian hukum akan menggali informasi terhadap tokoh masyarakat sekitar dan saksi hidup saat proses pengalihan status tanah untuk pendirian SD Inpres," cetusnya.
Dia juga menyarankan ahli waris bisa mengedepankan kesabaran mengingat permasalahan tersebut sedang diproses oleh pemkab dan sudah ditindaklanjuti secara prosedural.
Pihaknya mengaku juga baru bisa mengambil sikap setelah adanya keputusan resmi dari pemkab terkait penyelesaian masalah tersebut.  "Jadi langkah terbaik ahli waris diminta bersabar menunggu hasil keputusan oleh pejabat yang berwenang. Sebab masalah ini perlu dikaji agar keputusan yang dihasilkan berdasarkan dengan kondisi yang sebenarnya," terang dia.
Hal senada juga dilontarkan Plt Kadindikpora Drs Edi Pramono yang menyatakan pihaknya sebatas pelaksana dari keputusan yang nantinya akan dihasikan pejabat berwenang di pemkab. Namun pihaknya bersama UPTD akan merangkul pihak kecamatan dan pemerintah desa untuk mengupayakan menggelar pertemuan dengan pihak keluarga ahli waris, agar ancaman demo yang akan dilakukan Rabu (7/12) tidak terjadi.
"Kasihan anak didik yang sedang menjalankan UAS semester gasal bisa terganggu dengan aksi demo tersebut. Mudah-mudahan dengan menggelar pertemuan nanti akan tercipta pola kesabaran bagi pihak yang berkompeten agar anak didik tidak trauma dan bisa tetap tenang dalam menjalankan ujian," tegasnya. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Minggu, 04 Desember 2011

Derita Nelayan Pantura Kabupaten Tegal

Pendangkalan lumpur di muara sungai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Kecamatan Kramat, kian memprihatinkan. Tak heran, apabila sejumlah nelayan selalu mendorong perahunya ketika hendak berlayar dan masuk ke pelabuhan kecil tersebut. Bagaimana ceritanya?
LAPORAN: YERI NOVEL
AKTIFITAS mereka pun kerap terhambat oleh lumpur laut yang kiat meninggi. Dan celakanya lagi, pendangkalan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin perahu. Jumlah perahu di pelabuhan Larangan mulai dari cantrang hingga purshein mini, sekira 130 perahu. Para nelayan yang mayoritas berdomisili di Desa Munjung Agung ini, hasil tangkapannya tak lain adalah ikan-ikan kecil seperti terinasi, udang, dan kepiting atau rajungan.
Menurut salah satu pemilik kapal, Martin (34), pendangkalan lumpur dan pasir di muara sungai tersebut, terjadi sejak awal musim kemarau. Ketinggian air muara tersebut, tidak lebih dari pinggang orang dewasa, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas kapal terganggu. Pemilik kapal yang memiliki 3 anak buah kapal (ABK) ini, mengaku, sudah ganti mesin perahu dua kali dalam kurun waktu dua bulan.  "Ketika perahu akan keluar, kami harus mendorongnya sampai ke tengah lautan. Dan sebaliknya, jika kami akan masuk, juga demikian," tuturnya prihatin, Sabtu (3/12).
Dia mengatakan, waktu yang dibutuhkan untuk mendorong perahunya, sedikitnya satu jam. Kondisi itu dilakukannya, sejak tiga bulan silam. Dia menyayangkan, sampai dengan sekarang, pemerintah seolah tak peduli dengan kesulitan para nelayan. Mereka hanya membiarkan saja, sampai musim hujan tiba. Sehingga, air akan tinggi kembali dan lumpur akan menepi sendiri. "Biasanya memang begitu. Tapi apa salahnya, jika sekali-kali, muara ini dikeruk (normalisasi). Pemerintah jangan diam saja," tegurnya.
Nelayan lainnya, Tarjo (51), mengatakan, pendangkalan pasir dan lumpur di muara sungai TPI Larangan rutin terjadi setiap awal hingga akhir musim kemarau. Hal itu diakibatkan, peningkatan material yang masuk ke alur sungai sehingga sedimentasi di muara semakin tinggi. Dia menambahkan, tak jarang para nelayan yang kerap mengganti mesin baling-balingnya yang digunakan untuk mendorong perahu.  "Kalau diganti, memerlukan biaya yang tinggi. Tapi kalau diperbaiki, biayanya antara Rp 250 ribu - Rp 300 ribu," tukasnya.
Terpisah, Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Kuswoyo mengatakan, selama muara ini dangkal, perahu tidak bisa melintas apabila air laut sedang surut. Mereka pun terpaksa harus menunggu air laut pasang.  "Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan hasil tangkap nelayan menurun. Dan lagi, omset untuk kas daerah juga ikut menurun pula," katanya.
Dia menjelaskan, hasil produksi ikan pada tahun 2010 di TPI Larangan sebanyak 282.141 kilogram dengan nilai Rp Rp 2.387.012.000. Sementara uang yang masuk ke kas daerah sebanyak 1 persen dari jumlah pencapaian tersebut. Dan target untuk tahun ini menurutnya, ada peningkatan yang cukup lumayan tinggi. Untuk itu, dia berharap, Pemda melakukan sentuhannya terhadap muara tersebut. "Minimal ada normalisasi. Supaya nelayan bisa berlalu lintas tanpa hambatan," pintanya.
Ketua Pengelolaan Kawasan Pantai dan Hutan Mangrove Kabupaten Tegal, Warnadi, mengatakan, jumlah perahu di Kabupaten Tegal, sekira 530 perahu. Dari jumlah itu, 130 perahu diantaranya, merupakan nelayan Larangan Kramat. Sementara sisanya, merupakan nelayan Suradadi. Dirinya tak menampik, kondisi nelayan saat ini, sangat memprihatinkan. Banyak dijumpainya, yang mengalami tambal sulam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. "Mencari ikan memang sedang sulit. Ditambah, muara-muara yang ada di Kabupaten Tegal, seluruhnya mengalami pendangkalan. Melihat kondisi demikian, saya heran kenapa pemerintah tidak tanggap. Mestinya, pemerintah langsung turun ke bawah dan melihat kondisi yang sebenarnya," cetusnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Dari Pelantikan Pengurus PJT

SABTU (3/12), jajaran pengurus Paguyuban Jip Tegal (PJT) secara resmi dilantik. Seremonial pelantikan dan pengukuhan dipusatkan di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong yang dihadiri sejumlah penggemar jip, pejabat Muspida plus dari Kota dan Kabupaten Tegal, unsur Muspika Bojong, pemerintahan Desa Buniwah dan sekitarnya, serta warga masyarakat setempat.
Pelantikan dihadiri sejumlah unsur Muspida dari Kabupaten dan Kota Tegal. Juga jajaran pengurus organisasi otomotif diantaranya pengurus Indonesian Offroad Federation (IOF) Korwil Pekalongan serta ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Pekalongan. Selain itu, hadir pula sejumlah perkumpulan organisasi komunitas penggemar otomotif lainnya seperti VW, Timor, dan DX. Pelantikan dipimpin langsung Ketua IOF Korwil Pekalongan, Novel Fatrio.
Pelantikan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan awal PJT, setelah sebelumnya didirikan secara resmi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tahun ini atau 28 Oktober 2011. Organisasi perkumpulan jip pertama yang berakta notaris dengan nomor 23 tersebut, menjadi wadah pemersatu para penggemar jip dari semua jenis di Kabupaten dan Kota Tegal.
Menurut Ketua PJT, H Lukman Hakim melalui Sekretaris PJT Noer Agung LA, rangkaian acara pelantikan diwarnai dengan beberapa kegiatan. Selain seremonial pelantikan dan pengukuhan, acara juga diramaikan dengan hiburan bagi masyarakat sekitar. "Rangkaian acara pelantikan juga diwarnai pencanangan program penanaman 1 miliar pohon untuk wilayah Kecamatan Bojong. Selain itu, kami juga menyiapkan panggung hiburan masyarakat. Kesemuanya ini sengaja kami lakukan untuk lebih mempererat hubungan PJT dengan warga masyarakat setempat," urainya.
Ditambahkan dia, penyelenggaraan acara pelantikan sudah disusun dan dipersiapkan serapi mungkin. Sehingga, kegiatan tidak hanya berorientasi kepada jajaran pengurus PJT, tetapi dapat dirasakan dampaknya bagi masyarakat setempat. "Panggung hiburan ini hanya sebagai langkah awal. Selanjutnya, kedepan kami dari PJT juga akan menyusun kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung. Bentuknya bisa berupa bakti sosial pemberian bantuan maupun gotong royong dengan warga. Sehingga, keberadaan PJT ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para penggemar jip, tetapi juga dapat menjadi wadah mengasah kepekaan sosial bagi para anggotanya," ungkap Noer Agung.
Salah satu sesepuh PJT, H Kartono berharap, secara bertahap para penggemar jip dapat berhimpun dibawah panji-panji PJT. Sehingga, nantinya dapat tercipta kebersamaan diantara sesama penggemar jip dari Kabupaten dan Kota Tegal. "Saya sangat berharap, semua penggemar jip dapat bersatu dibawah PJT. Mari kita sama-sama membesarkan organisasi ini, tanpa harus memandang jenis jip atau ukuran cc nya. Pelantikan ini hanya sebagai alangkah awal kiprah PJT, yang kedepannya memerlukan dukungan penuh dari semua penggemar jip yang ada," harapnya.
Sementara itu, secara terpisah, Ketua IOF Korwil Pekalongan, Novel Fatrio, menyambut baik pelantikan pengurus PJT. Dia berharap, keberadaan PJT mampu memberikan andil dalam perkembangan dunia otomotif di Kabupaten dan Kota Tegal. "Saya sangat mendukung pendirian PJT ini. Saya berharap, PJT dapat terus tumbuh berkembang dengan tetap mengedepankan azas kebersamaan diantara anggotanya. Dan yang terutama, agar keberadaan PJT dapat ikut meningkatkan taraf kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya," harap Novel, yang juga menjabat Direktur LP3i Slawi itu.
Ditambahkan Novel, dia juga mengharapkan agar pengurus PJT nantinya dapat menjalankan roda organisasi secara efiktif dan seefisien mungkin. Pengurus PJT juga diharapkan dapat mewujudkan misi agar PJT dapat memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat. "Nantinya kami berharap agar pengurus PJT dapat mengagendakan waktu untuk sekedar berbagi dengan warga masyarakat," kata Novel.
Pasca pelantikan pengurus PJT, rencananya akan disusul dengan event kegiatan touring advanture yang melibatkan penggemar jip dari beberapa wilayah diluar Kabupaten dan Kota Tegal. Kegiatan tersebut rencananya bakal digelar pada awal tahun 2012 mendatang. (YERI NOVEL)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kasus PPI Masih Ada Tersangka Baru

KRAMAT - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Independen Pemantau Pelayanan Publik (LSM JIPPP) Kabupaten Tegal, Dedy SP menerka masih ada tersangka lain, terkait kasus tindakan korupsi dana pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Suradadi. Menurutnya, keterangan tersebut didapatnya dengan adanya keganjilan pada pengerjaan proyek yang menghabiskan dana pemerintah tahun 2008 senilai Rp 10 milyar.
"Saya menyangka demikian. Karena tidak mungkin mantan Kadislatan Kabupaten Tegal, Ir Suhadi melakukannya sendiri," kata Dedy, saat ditemui di kediamannya, Perumahan Mejasem, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Minggu (4/12).
Saat ini, lanjut Dedy, mantan Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Perternakan (PKP) tersebut telah menjadi tersangka. Dia ditahan di Lapas Kedungpane Semarang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi setelah dilakukan penyidikan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah belum lama ini. Karena itu, Dedy sangat mendukung penuh dengan langkah-langkah tersebut. Utamanya kepada Kejari Slawi, yang tidak pandang bulu dalam menangani suatu masalah yang kaitannya dengan tindakan korupsi.  "Kami sangat menyambut baik atas ditetapkannya mantan Kepala Dinas tersebut. Kami juga tetap akan memberikan motivasi kepada Kejari agar pelaku lainnya cepat terungkap," tegas Dedy.
Dia menghimbau kepada LSM dan wartawan yang ada di Kabupaten Tegal ini untuk selalu mendukung langkah Kejari dalam menindak para pelaku korupsi negara. Apabila rekan-rekan menemukan permasalahan yang berkaitan dengan hukum, untuk secepatnya melaporkan ke pihak-pihak berwenang. Tujuannya agar di Kabupaten Tegal yang tercinta ini, bebas dari pelaku korupsi yang menggeroti uang rakyat. "Langkah kejari sudah bagus. Kami sangat bangga dengan beliau," tandasnya.
Sementara, bagi kepala UPTD, kepala sekolah, dan kepala desa yang merasa diperas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk segera melaporkan ke Polres. Sehingga mereka akan jera dan tidak akan melakukannya kembali. "Kalau memang tidak bersalah, laporkan saja mereka (oknum tersebut, red)," himbaunya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Posisi Tidur Si Dia Bangkitkan Gairah

BAHASA tubuh mampu mengungkapkan perasaan kita yang sebenarnya terhadap pasangan. Tapi pada saat tidur, apakah bahasa tubuhnya bisa terbaca mata? Lalu bagaimana posisi tidur si dia yang membuat Anda bergairah?
1. Eye see you
Posisi ini terjadi ketika Anda dan dia saling berhadapan dalam tidur, dengan mata saling menatap satu sama lain. Posisi ini memungkinkan Anda berdua untuk saling menyentuh bagian depan tubuh masing-masing.
Anda bisa dengan leluasa membelai dadanya yang bidang sambil menatap matanya mesra, menggoda. Pun Anda memiliki akses penuh untuk menyentuhkan kaki Anda lembut ke kakinya. Posisi ini dinikmati oleh pria karena ia dapat dengan mudah membelai paha dan lekuk tubuh Anda sambil memastikan Anda merasa nyaman tidur disisinya.
2. Cuddly-wuddly
Pada posisi ini, si dia tidur dalam posisi terbuka, sementara Anda merebahkan diri dengan posisi kepala menyandar di dada atau bahu kekarnya. Posisi berpelukan ini sangat intim, karena dia bisa leluasa menempatkan tangannya mengelus lembut punggung Anda.
Posisi ini mampu membuatnya bergairah, karena fakta begitu dekatnya Anda berdua, hingga terdengar detak jantungnya berdegup kencang dan bahwa ia sangat ingin membawa Anda nyaman dan merasa terlindungi dalam pelukannya.
3. Backwards Bear
Anda dan dia tidur bersisian, dalam posisi tubuh masing-masing meringkuk seperti janin di dalam rahim. Saat itulah Anda bisa memeluknya dari belakang, memiliki dia sepenuhnya. Posisi ini sangat menggairahkan, karena dia bisa merasakan payudara Anda menyentuh punggungnya. Sementara, kaki saling terkait dan lengan Anda memeluknya.
Posisi ini juga memberi kesempatan Anda membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairahnya, dengan sesekali mengembuskan napas lembut di belakang telinganya. Jika ingin sedikit mengusilinya, berikan gelitikan kecil di pinggangnya.
4. Forwards Bear
Kali ini, biarkan dia ganti memeluk Anda dari belakang. Posisi ini menjadi penanda si dia ingin memberikan rasa aman dan nyaman dengan melindungi Anda ke dalam pelukannya.
5. Twister Snore
Meski tidak terlalu mudah, posisi tidur ini bisa menambah nuansa keintiman diantara Anda berdua. Sementara Anda berada diatas tubuhnya, dengan wajah saling berhadapan dan kaki serta lengan saling terkait, Anda bisa leluasa menatap matanya sembari mendengarkan degap degup jantungnya menahan gairah.
6. Pillow Fluffy
Dalam posisi ini, Anda berbaring telentang dan si dia meletakkan kepalanya ke dada Anda. Percayalah, pria menyukai posisi tidur ini, karena bersandar di dada Anda jauh lebih nyaman dan menenangkan daripada tidur di bantal empuk.
7. All those Bright Lights
Pada posisi tidur ini, si dia berbaring telentang, sementara kepala Anda berada di atas perutnya. Ia bisa dengan leluasa membelai rambut Anda dan berfantasi jika seandainya wajah Anda turun hanya beberapa inci ke bawah menuju area intimnya.
(maya/CN19)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2011/12/02/1200/