Kamis, 07 Juni 2012

RCTI Akhirnya Minta Maaf

Terkait pelaporan yang dilakukan oleh organisasi Ampati, yang melaporkan stasiun televisi RCTI selaku televisi yang menayangkan Indonesian Idol, akhirnya berakhir damai. RCTI pun mengaku meminta maaf atas dugaan pelecehan yang ada di dalam salah satu tayangan Indonesian Idol.
"Dari pertemuan tadi antara Ampati dengan RCTI memang menghasilkan bahwa pihak RCTI sudah minta maaf. Selain itu, mereka berjanji tidak akan melakukannya lagi," ujar Hartoyo, Ketua Ampati saat ditemui usai mediasi dengan RCTI di Komnas HAM, Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/06).
Dalam kesempatan itu, juga dijelaskan bahwa nantinya RCTI diharapkan akan meminta maaf secara langsung melalui jurinya di akhir acara Indonesian Idol.
"Pihak RCTI akan menyatakan secara publik saat penutupan Idol nantinya. Point 3 itu tapi akan dikemas dengan gaya bahasa yang mungkin tidak secara langsung melakukan permintaan maafnya," pungkasnya. (kpl/adt/sjw)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/rcti-akhirnya-minta-maaf-184600035.html

Fasilitas BLK Jadul

SURADADI - Fasilitas berupa peralatan praktek ketrampilan siswa di Balai Latihan Kerja (BLK) Suradadi, Kabupaten Tegal, dewasa ini banyak yang sudah tua alias jadul (Jaman dulu). Dari mulai mesin bubut hingga peralatan bengkel, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, beberapa peralatan praktek sudah rusak namun masih tetap digunakan.
Kondisi demikian terkuak ketika Kepala UPTD BLK Suradadi, Supono, menuturkan hal tersebut kepada wartawan, kemarin di ruang kerjanya.
Menurut Supono, mestinya fasilitas tersebut sudah diganti. Sebab, kondisi peralatan ketrampilan banyak yang sudah tidak layak. Mesin bubut masih manual atau bukan standar nasional. Yang lebih parahnya lagi, alat krum yang digunakan untuk membersihkan logam, sama sekali tidak dimiliki. Padahal, alat tersebut sangat dibutuhkan untuk pengetahuan siswanya.
"Mesin bubut idealnya CNC. Tapi saat ini masih manual. Mesin jahit juga mestinya sudah pakai speed tinggi, tapi di BLK masih menggunakan dinamo atau dengan speed rendah," tuturnya.
Untuk melengkapi itu semua, pihaknya mengaku, membutuhkan dana sedikitnya Rp 4 miliar. Dana tersebut terbilang masih kecil dibanding dirinya pernah mengajukan ke pemerintah pusat yakni senilai Rp 10 milyar. Meski dirinya sudah berupaya maksimal, tapi sayangnya, permohonan tersebut hingga kini belum direalisasi. Padahal, pengajuan dilakukannya tidak hanya sekali.
"Mengajukan ke pusat, kami sudah tiga kali. Sedangkan ke pemerintah daerah, hampir setiap tahun. Namun sampai sekarang, pengajuan belum juga direalisasi," ujarnya.
Rencananya, apabila permohonan anggaran sampai di realisasi, selain untuk melengkapi fasilitas BLK, pihaknya juga akan membangun sebuah asrama untuk siswanya. Tujuaannya, guna mengurangi beban biaya siswa yang datang dari luar daerah. Mereka tidak perlu menyewa kamar atau ngekos selama menuntut ilmu di BLK. Mereka bisa langsung tinggal di asrama sekaligus untuk belajar.
"Kasihan yang datang dari luar kota. Mereka selama ini kost di rumah warga," tutupnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Fasilitas-BLK-Jadul.html

Pacu Percepatan ADD

LANGKAH memacu percepatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD)  terus ditempuh pihak Kecamatan Dukuhturi dalam sepekan belakangan ini. Dimana proses pencairan sebesar 60 persen ditahap I bisa terlaksana dengan segera bila tahapan persyaratan dari pemerintah desa sudah diterimanya.
"Merujuk Keputusan Bupati Tegal nomor 414.1/436/2012 penggelontoran Alokasi Dana Desa Kecamatan Dukuhturi tahun ini mencapai Rp 1.846.451.718 yang akan terdistribusikan secara porposional di 18 desa yang ada," cetusnya.
Dia berharap, maksimal dalam bulan ini semua persyarakat dari pemerintah desa sudah masuk di kecamatan.
"Bila persyaratan molor, tentu kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu pencairan," tegasnya.
Dia berharap, langkah mengundang semua kades dan bendahara desa yang sempat dilakukan dapat benar-benar direspon pihak pemerintah desa guna mempersiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam pencairan ADD tahap pertama.
Diakuinya indikator besaran ADD yang dialokasikan secara porposional di masing-masing desa terpatok pada dua variabel. Variabel utama mencakup jumlah kemiskinan, pendidikan dasar, kesehatan, dan keterjangkauan. Sementara variabel tambahan mencakup jumlah penduduk, luas wilayah, pelunasan PBB tahun sebelumnya, dan luas tanah kas desa.
Dia juga merinci untuk penggunaan ADD terfokus pada dua item dimana 30 persen untuk biaya operasional pemerintah desa, dan 70 persen akan digunakan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Dimana kegiatan itu mencakup didalamnya untuk pembiayaan kegiatan RT/RW, Linmas, PKK, dan kegiatan lain sesuai usulan masing- masing desa dalam hal ini pembangunan fisik desa. Proses pembuatan SPJ kegiatan yang sudah ditetapkan desa sesuai RAB menjadi pedoman yang disepakati dalam Perdes dan ditetapkan dalam APBDes 2012. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pacu-Percepatan-ADD.html

Paska Pencapaian Mahkota Adipura

Euforia masyarakat Kota Slawi menyambut kedatangan mahkota Adipura yang penuh sukacita, seakan menyisakan asa baru bagi pemkab untuk menggerakkan peran aktif warganya dalam menjaga lingkungan.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang selama ini menjadi tulang punggung sekaligus garda terdepan menciptakan iklim bersih, hijau , dan teduh seakan tak mau terlena dengan apa yang baru saja didapatkan. Hal ini tak berlebihan. Tak ada pilihan untuk segera berbuat demi mempertahankan mahkota tersebut, agar tidak melayang ditahun berikutnya. Dan hasil puncak pencapaian Adipura tahun ini, harus segera disikapi menyusul penilaian Adipura tahun 2012-2013 tahap I yang bakal mulai digulirkan bulan Septembar 2012 mendatang.
Jadwal kedatangan tim penilai tahap I untuk Adipura 2012-2013 dari Kementrian LH pusat pada bulan September 2012 mendatang, membuat upaya persiapan kali ini ditingkatkan secara serius oleh tim yang lebih tinggi tingkatannya ditataran Pemkab Tegal.
Kepala BLH Kabupaten Tegal, Ir Khoffifah MM, menyatakan, dari hasil yang sempat dicapai secara maksimal, pihaknya kedepan akan lebih berkosentrasi pada titik-titik yang kurang maksimal, meskipun untuk sementara ini bisa ditutup nilainya lewat poin yang tinggi di sektor lain.
"Jujur saja, untuk memaksimalkan upaya mempertahankan Adipura seyogyanya memang harus dipersiapkan oleh tim yang lebih tinggi tingkatannya. Dengan kesolidan tim, bukan hal yang terlalu sulit untuk merajut poin maksimal di semua titik pantau," terangnya.
Dijelaskannya titik-titik yang segera dipacu agar lebih optimal dalam penilaian tahun ini diantaranya keberadaan PKL di areal Letjen Suprapto, terminal bus, dan pasar Trayeman. "Mudah-mudahan pada perubahan anggaran nanti, ada nominasi anggaran yang jelas untuk penyelesaian penempatan PKL di Letjen Suprapto. Begitu juga dengan penataan pasar Trayeman dan pembenahan terminal," tegasnya.
Selebihnya, BLH sebagai garda depan juga akan terus memotivasi warga untuk selalu mempertahankan budaya bersih, teduh, dan hijau di jantung kota agar poin keindahan yang sempat naik nilai bobotnya bisa terulang kembali. Dimana dari pengakuannya bobot nilai jalan tahun ini berhasil mematok nilai 9 yang merupakan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Langkah selanjutnya, kami juga akan memacu keindahan di sekolah, dimana tahun ini bobot nilai di titik pantau sekolah meraih poin 8. Perlu kita pacu menuju poin sempurna agar dapat menutup kekurangan poin di sektor lain," tegasnya.
Peningkatan kinerja! Itulah kata kunci yang kini terus dilecutkan BLH pada jajarannya mengingat persiapan penilaian tahap I sudah dipelupuk mata. Menjadikan budaya bersih, memang butuh waktu dan perlu terus dipacu. Setidaknya apa yang didapat hari ini, bakal terus menjadi lecutan bagi masyarakat Kota Slawi untuk mempertahankan mahkota tersebut ditahun depan. (hermas purwadi) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Paska-Pencapaian-Mahkota-Adipura.html

Hari Ini Piala Adipura Diarak

KABUPATEN Tegal berhasil mendapatkan Piala Adipura. Dimana piala tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI di Istana Presiden dan diterima oleh Wakil Bupati Tegal, H Moch Herry Soelistiyawan SH MHum, Selasa (5/6) kemarin. Demi menyambut kedatangan piala Adipura tersebut, rencananya Rabu (6/6) hari ini, akan diarak keliling Kota Slawi dengan tajuk "Kirab Adipura".
Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Tegal, Drs Adi Mardiatno, menjelaskan, piala tersebut akan dikirab dengan menggunakan mobil hias untuk diperlihatkan kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi melakukan gotong royong kebersihan di wilayah sekitar.
Kirab tersebut dimulai dari Kelurahan Procot di depan perusahaan Pilkita di jalan A Yani, menuju ke Selatan dan berbelok ke kanan menuju Jalan HOS Cokroaminoto, menuju ke Kelurahan  Slawi Wetan lalu ke Selatan menuju Desa Dukuhsalam dan kembali ke jalan utama menuju ke Utara menuju perempatan utama Slawi. Kemudian, iring-iringan akan berbelok ke kiri ke arah komplek ruko Slawi, sampai perempatan patung obor.
Dari patung obor menuju ke GOR Trisanja sampai ke perempatan Trayeman, lalu ke Selatan melewati jalan Prof Moh Yamin dan menuju ke Rumah Dinas Bupati Tegal. Setelah sampai ke Rumah Dinas Bupati, arak-arakan diteruskan dengan berjalan kaki menuju ke kantor Pemkab Tegal yang berada di Jalan Dr Soetomo Slawi.
“Kirab Adipura tersebut dimaksudkan agar masyarakat tahu bahwa Kabupaten Tegal telah mendapatkan penghargaan piala Adipura,” katanya.
Adi, panggilan akrab Adi Mardiatno, mengucap syukur dan memberi apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Tegal. Karena pencapaian Piala Adipura tak lepas dari peran serta masyarakat, terutama masyarakat perumahan, perkantoran, sekolah, dan lainnya. Sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh Kabupaten Tegal, terletak pada sektor jalan dan hutan. Di bawahnya dari sektor perumahan, sekolah, saluran terbuka, sungai, pertokoan, tempat pembuangan akhir, dan lainnya.
Dikatakannya, prestasi yang telah dicapai tersebut jangan sampai membuat masyarakat terlena. Hal itu dikarenakan pada September 2012, pemerintah kembali akan melakukan penilaian serupa. Sektor yang perlu menjadi perhatian, yakni pasar. Pihaknya berharap agar para pedagang dapat ikut menjaga perilakunya sehingga pasar tetap bersih.
“Terima kasih kepada seluruh warga Kabupaten Tegal yang telah menjaga kebersihan lingkungan. Anugerah Adipura ini adalah bonus atas kepedulian serta kesadaran kita dalam menjaga lingkungan. Mari jadikan anugerah ini sebagai pemacu semangat untuk semakin ramah kepada lingkungan sebagai wujud kebanggaan dan kecintaan kepada Kabupaten Tegal,”  tuturnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Hari-Ini-Piala-Adipura-Diarak.html

164 Motor Kena Penghapusan

SLAWI - sebanyak 164 motor dinas PLKB Pemkab Tegal, sesuai rencana bakal dilakukan penghapusan. Hal itu mendasari PP 6 tahun 2.000 dan Permendagri 17 tahun 2007 serta Perda Nomor 12 tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Inventaris Daerah. Kedepan juga bakal dilakukan penghapusan barang inventaris yang sama pada SKPD Dinkes, Tanbunhut dan sejumlah kecamatan. Saat ini baru memasuki tahap inventarisasi.  “Untuk motor inventaris PLKB, sebanyak 164, baru tahapan inventarisasi oleh Bidang Aset Daerah, DPPKAD Pemkab Tegal,” kata Kabag Humas Pemkab Tegal, Drs Adi Mardiatno, didampingi koordinator penghapusan barang inventarisasi yaitu Asisten III Sekda Kabupaten Tegal, Fajar Rokhwidi SIP, kemarin.
 Dikatakan Adi Mardiatno, saat ini dalam tahapan inventarisasi yang dilakukan oleh Bidang DPPKAD selaku sekretaris penghapusan. Selanjutnya bakal dilaporkan kepada koordinator yaitu Asisten III, untuk dimintakan persetujuan kepada Sekda Pemkab Tegal, selaku pengelola aset daerah. Sedang untuk semua SKPD dalam aturannya hanya sebagai pengguna.
 Menurut dia, nantinya penghapusan barang inventaris dimaksud direncanakan melalui proses lelang. Sedang proses lelang sendiri bisa dilakukan dengan dua kemungkinan, yaitu lewat lelang tertutup dan lelang terbuka. Jika lelang tertutup penyelenggara pemkab setempat, namun untuk lelang terbuka melalui badan lelang tersendiri. “Barang inventaris yang dilakukan penghapusan, semuanya sudah melalui mekanis dan kini tengah diinventarisasi,” terang Adi Mardiatno.
 Sementara, sepeda motor inventaris PLKB yang bakal dilakukan penghapusan, saat ini berada disekitar kantor DPPKAD Pemkab Tegal. Untuk pelaksanaan lelang sendiri belum bisa ditentukan waktunya, karena tahapan iventarisasi tengah dilaksanakan oleh Bidang Aset Daerah DPPKAD. Jika itu sudah selesai dilakukan baru memasuki tahapan proses pelelangan. (gon)       
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/164-Motor-Kena-Penghapusan.html

Pemimpin Bangsa Sudah Menjauhi Pancasila

SLAWI – Seperti pada tahun sebelumnya, Simphoni Kebangsaan selalu memperingati hari lahir pancasila 1 Juni 1945. Namun tahun ini bukan dilakukan diskusi tetapi ketua-ketua setiap OKP dan BEM memberikan pendapatnya dihadapan masyarakat dan pejabat yang hadir. Kegiatan peringatan yang dilakukan di padepokan Simphoni Kebangsaan, Selasa (5/6) malam berlangsung hidmat, selain para ketua OKP dan BEM memberikan pendapat, juga diputarkan pidato-pidato Bung Karno serta diadakan pembacaan doa bersama.
Dipandu oleh Bangun Rizki Darmawan, mengawali pendapatnya dari ketua PMII Kabupaten Tegal, Samsul Falah, yang menyampaikan bahwa pancasila baginya merupakan landasan berfikir, landasan bergerak. Apapun yang dilakukan tetap berpedoman pada ideologi pancasila. Karena baginya, kita berdiri di negara Indonesia yang merupakan negara nasionalis dan agamis.  “Bagi kami pancasila adalah harga mati untuk berbangsa dan bernegara. Mengutip perkataan yang disampaikan KH Wahab hasbulloh, ketika kita memahami pancasila berarti kita orang yang agamis,” tegasnya.
Kedua, Amirudin, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Ia meyampaikan pancasila sebagai percaturan internasional. Menurutnya, pancasila terlahir untuk menyatukan bangsa Indonesia. Terbukti penjajah yang ada mampu ditumpah oleh masyarakat Indonesia dan semua itu karena pancasila.  “Sekarang ini bangsa kita sudah semakin jauh dari nilai pancasila. Ini terlihat dari mulai Presiden Suharto yang terlalu jauh bermain dengan internasional, terbukti dengan penandatanganan dengan IMF. Padahal sepantasnya yang pantas menjadi negara adikuasa adalah Indonesia, karena kaya raya,” ucapnya.
Berbeda dengan Ketua HMI Tegal, Marzuki yang menyampaikan korelasi antara pancasila dan hak azasi manusia (HAM). Ia menceritakan, amerika disaat Jhon Kennedy takut terhadap negara di asia, yakni Indonesia yang berazaskan pancasila. Namun sekarang ini masyarakat Indonesia telah kehilangan identitas. Ketika sudah kehilangan identitas, maka akan kehilangan kemerdekaan, dan didalamnya termasuk HAM.
Begitupun dengan Ketua GMNI Tegal, Heri Abianto. Ia menyampaikan demokrasi dan kebebasan berserikat. Ia mempertanyakan tentang demokrasi pancasila apakah sudah pancasilais atau belum. Menurutnya, ketika demokrasi lebih cenderung menggunakan demokrasi secara langsung, padahal demokrasi pancasila lebih menjunjung tinggi demokrasi dengan musyawarah mufakat. Hal ini demokrasi pancasila belum pancasilais.
Ia juga menyinggung tentang kebebasan berserikat dan berkumpul yang menjadi ajaran pancasila. Namun sekarang prakteknya masih cukup jauh sesuai dengan ajaran pancasila.  “Mungkin pemahaman nilai-nilai pancasila belum kita resapi,” tegasnya.
Ia mencoba menyampaikan pemahaman dengan memutarkan film tentang nilai-nilai pancasila dengan syair dari lagu-lagu pancasila.
Ketua Sapma PP, Kiki Dwi Aryanto menyampaikan tentang banyaknya keributan yang terjadi di negara ini. Padahal bhineka tunggal ika merupakan penyatu. “Sebagai bangsa harus mampu memahami bhineka tunggal ika sebagai pemersatu bangsa,” ungkapnya.
Sementara Presiden BEM UPS, Miftahudin, menyampaikan tentang sistem ekonomi kerakyatan.
Sebelum ketua OKP dan BEM memberikan pendapatnya, Marsinggih Marnadi yang merupakan pendiri Simphoni Kebangsaan menyampaikan tentang pancasila. Menurutnya, lahirnya pancasila yakni pada 1 Juni 1945 yaitu pada saat Ir Sukarno pidato dasar negara atas permintaan ketua BPUPKI, diterima dan dipakai acuan untuk menjabarkan dalam UUD 45. Pancasila adalah sebuah ideologi, karena itu bicara ideologi harus damai.  “Bicara pancasila adalah bicara kedamaian, bukan kekerasan, bicara tentang keadilan, etika, toleransi, keadaban, persatuan dan kesatuan. Namun pemerintah sering mengabaikan pancasila. Kalau sudah diabaikan mereka berarti melanggar UUD,” ungkapnya.
Dijelaskan, pancasila digali dari nilai-nilai gotong royong. Pancasila adalah idelogi atau cita-cita bangsa indonesia yang plural, majemuk, oleh karena itu, pancasila sebagai konsensus nasional adalah merupakan bingkai kemajemukan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan itu hadir, ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH SH, Perwakilan Rektor UPS Tegal, Wahyono,perwakilan dari BEM Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, OKP dan beberapa masyarakat. (fat)
Sumber Beritahttp://www.radartegal.com/index.php/Pemimpin-Bangsa-Sudah-Menjauhi-Pancasila.html