Jumat, 15 Juni 2012

Walcott dan Welbeck Selamatkan Inggris

Kiev (AFP/ANTARA) - Inggris tetap berada di jalur untuk lolos ke fase sistem gugur di Piala Eropa 2012, setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Swedia dari turnamen ini, melalui kemenangan 3-2 pada Jumat waktu setempat atau Sabtu dinihari WIB.
Penyerang Manchester United Danny Welbeck mencetak gol penentu kemenangan Inggris di menit ke-78 setelah pemain pengganti, Theo Walcott, mencetak gol penyama kedudukan untuk membust Inggris lolos dari Grup D.
Inggris terlihat seperti mendapat awal impian ketika Andy Carrol mencetak gol melalui tandukan kepala pada menit ke-23.
Namun gol bunuh diri Glen Johnson pada menit ke-49, yang diikuti sundulan Olof Mellberg di menit ke-59, membuat pasukan Roy Hodgson terancam melalui malam yang buruk.
Bagaimanapun, masuknya Walcott yang menggantikan James Milner membawa perubahan pada pertandingan ini. Sepakan pemain sayap Arsenal ini di menit ke-64 membuat skor menjadi imbang 2-2, kemudian laju Walcott dan diikuti umpan silangnya yang diteruskan sentuhan Welbeck membuat Inggris balik memimpin.
Ini merupakan kemenangan perdana Inggris atas Swedia di ajang kompetitif. Melalui kemenangan ini, Inggris hanya memerlukan satu poin saat mereka melakukan pertandingan fase grup terakhir melawan tuan rumah Ukraina di Donetsk, Selasa (19/6) depan, untuk memastikan lolos ke perempat final.
Bagaimanapun, pelatih Inggris, Hodgson, akan memerlukan perkembangan signifikan dari timnya jika mereka ingin mengamankan hasil seri, setelah Inggris tampil dengan diwarnai beberapa kesalahan serta rapuhnya barisan pertahanan.
Inggris memulai pertandingan dengan positif, Scott Parker memaksa Andreas Isaksson melakukan penyelamatan hebat saat pertandingan baru memasuki menit ketujuh, melalui tembakan dari luar kotak penalti.
Swedia harus menunggu sampai menit ke-20 sebelum mereka dapat mengancam gawang Inggris, kapten Zlatan Ibrahimovic melepaskan tembakan jarak jauh, yang mampu diblok dengan sempurna oleh Joe Hart.
Setelah itu, Inggris terlihat begitu mudah kehilangan bola serta sering gagal melepaskan operan-operan akurat.
Setelah sejumlah umpan silang Ashley young dan Milner gagal mencapai sasaran, kapten Steven Gerrard memberi umpan sempurna pada menit ke-23.
Menguasai bola dari lapangan tengah, Gerrard melepaskan umpan diagonal jarak jauh yang disambut sundulan Carrol, untuk menembus gawang Swedia.
Inggris mendapat peluang untuk memperbesar keunggulan di menit ke-36, ketika Asshley Cole menyodorkan umpan kepada Young, namun pemain Manchester United tersebut gagal menguasai bola dengan sempurna dan melepaskan tembakan mendatar yang melebar.
Serangan balik Swedia hampir memperoleh hasil ketika Ibrahimovic yang lepas dari pengawalan Johnson mampu mengirim umpan bagus kepada Kim Kallstorm, yang melepaskan tembakan melambung di atas mistar gawnag Inggris.
Penampilan baik Inggris di babak pertama kemudian menjadi buntu, dengan lima menit babak kedua bergulir, Swedialah yang mendominasi permainan.

Gol penyeimbang kedudukan terjadi setelah tendangan bebas Ibrahimovic membentur barisan pemain Inggris, dan bola kemudian jatuh di kaki Mellberg yang tidak berada dalam posisi offside karena masih ada Johnson sebagai pemain terakhir.
Tembakan Mellberg gagal dihalau Hart dan sempat membentur Johnson yang gagal mengamankan bola sebelum melintasi garis gawang. Mellberg mengklaim dirinya sebagai pencetak gol, namun gol tersebut diakui sebagai gol bunuh diri Johnson.
Inggris terpukul dan situasi semakin buruk bagi pasukan Hodgson di menit ke-59, ketika Swedia berbalik unggul 2-1. Sebastian Larsson melepaskan tendangan bebas melengkung, dan buruknya pertahanan Inggris membuat Mellberg tidak kesulitan untuk mencetak gol kedua Swedia.
Milner, yang melakukan pelanggaran sehingga Swedia mendapat tendangan bebas untuk membuka peluang terciptanya gol kedua, kemudian ditarik keluar untuk digantikan Walcott.
Pemain sayap Arsenal ini segera memberi dampak, dan beberapa menit kemudian ia membawa Inggris menyamakan kedudukan. Tembakan Walcott dari luar kotak penalti tidak dapat dihentikan Isaksson yang berada dalam posisi kurang seimbang, untuk membuat skor menjadi 2-2.
Swedia terus mengancam gawang Inggris melalui serangan balik, dan tembakan Ibrahimovic memaksa Hart untuk melakukan penyelamatan hebat di menit ke-76.
Namun dua menit kemudian Walcott kembali menyelamatkan Inggris, menusuk masuk ke kotak penalti Swedia, ia kemudian memberi umpan silang pendek untuk Welbeck, yang sambil memutar badan menyetuh bola dengan tumitnya, dan membuat Inggris unggul 3-2.(ar)
Sumber Berita : http://id.olahraga.yahoo.com/news/walcott-dan-welbeck-selamatkan-inggris-221813630--sow.html

Antisipasi Kerusakan Jalan Pasca Tebang Tebu

SAAT tebangan tebu jelang Pabrik Gula (PG) mengadakan gilingan, biasanya truk pengangkut tebu yang melintas banyak membuat rusaknya infrastruktur. Guna mengatisipasi itu, Komisi III DPRD respek dan mengundang pihak terkait guna Penyelesaiannya. Disamping PG Pangka sudah diundang, juga nanti PG Jatibarang dan PG Sumberharjo, instansi terkait juga diundang guna pembahasan solusi perbaikan.
 Untuk PG Pangka sendiri siap dan sudah memberikan kontribusi terkait perbaikan infrastruktur yang rusak diakibatkan angkutan tebunya. Namun terkait infrastruktur lain seperti saluran juga disepakati dan siap melakukan perbaikan. Bahkan kompensasi PG Pangka, dari tahuh ke tahun lewat DPPKAD sebagai sumbangan pihak ketiga maupun desa dan warga sudah dilaksanakan.  “Untuk tahun 2010, kompensasi bagi desa yang dilewati sekitar Rp 90 juta lebih dan bagi pemkab sekitar Rp 50 juta dari hitungan Rp 30 setiap kuintal. Namun di tahun 2011 sedikit menurun,” jelas ADM PG Pangka, Ir Harjanto MM, Jumat (15/6) saat diundang Komisi III DPRD Kabupaten Tegal.
 Dikatakan Harjanto, kompensasi itu setiap tahun dilakukan. Pihak PG sendiri respon dan memahami akibat angkutan tebu truk angkutnya, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Dari situlah, pihak PG menganggarkan guna perbaikan, baik kepada desa maupun sumbangan pihak ketiga pada Pemkab Tegal. Bahkan selain infrastruktur jalan, PG juga siap melakukan perbaikan kerusakan infrastruktur lain, seperti saluran irigasi pertanian dan infrastruktur lainnya, akibat kendaraan pengangkut tebu.
 Menurut dia, kondisi itu sudah dilakukan dari dulu dan untuk angkutan di sub kotraktorkan begitu juga untuk perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak. Untuk PG Pangka, cukup lama menjalin kemitraan dengan pemerintah setempat. Bahkan selalu melakukan komunikasi.  “Jadi terkait kerusakan infrastruktur pun sudah dilakukan pembahasan. Terkait undangan Komisi III, pihak PG sangat menghargai,” jelasnya.
 KEJELASAN
 Disisi lain, ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Sriyanto SSi dari FP Demokrat dan sekretaris Komisi, dr Budi Sutrisno asal Gerindra dari FPDI P, menjelaskan jika diundangnya PG Pangka untuk kejelasan terkait penanganan perbaikan infrastruktur. Khususnya pasca tebangan tebu milik PG itu yang menggunakan kendaraan truk. Hal itu juga untuk mengetahui batas tonase yang diangkut.  “Kami ingin kejelasan agar tidak ada buruk sangka dan guna mengetahui hal yang sebenarnya, terkait PG dan angkutan yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur,” jelas Sriyanto dan dr Budi.
 Menurut dia, dengan kejelasan dan apa yang sudah dilakukan pihak PG, menurut keduanya sudah cukup baik dan tidak ada yang menyalahi prosedur. Namun dalam pertemuan penjelasan itu, menjadi jelas, kompensasi yang diberikan ternyata ada dan PG sendiri siap memperbaiki infrastruktur yang rusak, akibat angkutan tebu PG-nya. “Ini menjadi transparan dan tidak ada saling buruk sangka,” ujar keduanya.
 Sementara, terkait tonase angkutan tebu, baik DPU maupun Dishubkominfo Pemkab Tegal menjelaskan, jika tonase maksimum jalan kabupaten 8 ton. Sedang truk angkut tebu hanya seberat 7,5 ton. Menurut DPU maupun Dishubkominfo masih batasan wajar dan tidak menyalahi aturan tonase.  “Kami kira jika benar dan kami juga punya ukuran, truk angkutan tebu PG Pangka, masih batasan wajar dalam angkut tebu,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Antisipasi-Kerusakan-Jalan-Pasca-Tebang-Tebu.html

Ratusan Lansia Senam Bersama

SLAWI – Ratusan lanjut usia (Lansia) se Kabupaten Tegal melakukan senam sehat bersama pegawai di lingkungan Pemkab Tegal, Jumat (15/6). Kegiatan senam lansia yang bertempat di halaman pendopo Pemkab Tegal tersebut dilakukan dalam rangka peringatan hari lanjut Usia Nasional (HLUN) XVI tingkat Kabupaten Tegal 2012.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal, Drs Berlian Adji mengatakan, kegiatan senam lansia dalam memperingati HLUN XVI sekaligus sebagai ajang sosialisasi terbentuknya Komisi Daerah (Komda) Lansia Kabupaten Tegal. Selain itu juga meningkatkan kesehatan kaum lansia di Kabupaten Tegal.  “Senam ini diikuti kepala SKPD beserta staf, camat se Kabupaten Tegal dan perkumpulan-perkumpulan lansia di Kabupaten Tegal,” katanya.
Selain itu, lanjut Berlian Adji, dalam peringatan HLUN ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, baik untuk lansia maupun peserta senam yang lain.  “Setelah senam dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” tuturnya.
Dalam senam tersebut, terlihat ibu-ibu lansia merasa gembira, karena dapat melakukan senam bersama dengan para pejabat ataupun pegawai dilingkungan pemkab.
Sementara, Wakil Bupati Tegal, H. Moch. Hery Soelistiyawan SH Mhum, dalam memberikan sambutan pengarahan sebelum senam dimulai mengatakan, bahwa lansia tidak akan menjadi beban jika para lansia dapat hidup dengan sehat, mandiri dan memiliki sumber daya yang baik. Oleh karena, pemberdayaan terhadap orang lansia diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak terutama dari keluarga, masyarakat dan pemerintah.  “Kalau kita melihat dari data BPS, saat ini Indonesia merupakan negara terpadat keempat dunia, dan memiliki penduduk lansia terbesar ke 10, yang diperkirakan mencapai 28,8 juta jiwa atau 11 persen dari total penduduk Indonesia,” ungkapnya.
Dikatakannya, dengan prediksi tersebut, tentunya akan berimbas jumlah lansia di Kabupaten Tegal seiring dengan tingkat harapan hidup yang semakin bertambah.
Pihaknya berharap, semua pihak dapat memberikan dukungan, tempat dan perhatian yang baik pada para lansia, khususnya dalam hal kesehatan. Hal ini agar para lansia tidak mengalami penurunan fungsi dan daya tahan tubuh yang menyebabkan sakit-sakitan hingga terjadi kematian. Walaupun lansia sudah menjadi kewajaran dan penurunan fungsi tubuh menyertai usia yang semakin lanjut.  “Kami berharap lansia di Kabupaten Tegal diupayakan terus meningkat, seiring dengan membaiknya gizi dan kesehatan para lansia,” ujarnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Ratusan-Lansia-Senam-Bersama.html

Pemkab Perlu Buat Sanksi

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal lebih tegas dalam mendisiplinkan pegawainya. Baik yang berangkatnya tidak tepat waktu maupun yang pulang belum waktunya. Hal itu sebagaimana dikatakan sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Yuswan Maulana ST, yang mengungkapkan bahwa jika ini telah dilakukan, maka pelayanan bisa difokuskan untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan sepenuh hati agar masyarakat bisa menilai dengan baik. “Jika itu tidak dilakukan akan muncul dugaan yang terkesan pemerintah tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” ungkap politisi yang akrab disapa Yuswan, kepada Radar, Jumat (15/6).
Menurutnya, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari tingkat kehadiran para Pengawai Negeri Sipil (PNS) dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu, pemerintah daerah diminta memperhatikan ini agar tidak menjadi terus menerus dan juga keberadaan PNS nampak di kantor agar tidak terkesan memakan gaji buta.  “Sampai hari ini masih banyak pegawai yang belum di siplin, hal ini dapat dilihat disetiap kantor pasti pegawainya tidak ada yang penuh. Selain itu, ketika jam pulang, yang seharusnya pukul 15.45 wib, tapi kenyataan dilapangan, sekitar pukul 14.00 wib saja sudah terlihat sepi,” ujarnya.
Dengan seperti itu, lanjut Yuswan, para pengawai tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik karena tidak disiplin dengan waktu.  “Pegawai tidak boleh pulang, sebelum jam pulang, sesuai yang telah ditetapkan yaitu masuk pukul 07.15 sampai pukul 15.45 Wib,” tegasnya.
Demi terwujudnya pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat dan menjalankan kedisiplinan dalam pekerjaan, pihaknya berharap pemkab melalui lembaga ataupun instansi terkait untuk bisa melakukan tindakan tegas kepada pegawai yang masih suka pulang sebelum waktunya atau yang berangkat terlambat.  “Kami yakin jika ini dilakukan, kedepan tidak ada yang menyepelekan kerja,” pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Pemkab-Perlu-Buat-Sanksi.html

Rapat Komisi IV DPRD dengan Dikpora Kabupaten Tegal

Walaupun saat ini sudah banyak bantuan dari pemerintah, agar semua anak di Indonesia dapat melangsungkan sekolah wajib belajar sembilan tahun. Tapi kenyataan yang ada, masih banyak yang tidak bisa sekolah, khususnya di Kabupaten Tegal. Hal ini kemudian dirapatkan antara Komisi IV DPRD dengan Dikpora Kabupaten Tegal. Seperti apa?
LAPORAN : M FATKHUROHMAN
MENGAWALI rapat dengan Dikpora, Jumat (15/6), ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Marhaenismanto mempertanyakan pendidikan di wilayah perbatasan, khususnya di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong. Dimana di desa tersebut tidak ada SMP. Padahal di Desa Suniarsih ada sudah ada siswa SLTP yang sampai sekarang sudah kelas 8.  “Kami mempertanyakan sekolah disana, apakah sudah satu atap atau belum. Karena pada saat ini pengelola di sana sedang mengalami kegalauan. Sementara pengelola butuh kejelasan dan disana butuh sekolah agar anak-anak di perbatasan tidak ada yang putus sekolah,” katanya mempertanyakan kepada dinas Dikpora.
Pihaknya merasa, ternyata adanya bantuan dari pemerintah belum dapat mengatasi semua. Karenanya, bagaimana kemudian kedepan dapat bersama-sama agar tidak ada lagi anak putus sekolah.
Ia menjelaskan, sekolah tingkat SLTP di Desa Suniarsih saat ini butuh status. Jika tidak ada sekolah disana, masyarakat akan belajar di wilayah pemalang. Itupun jika orangnya mampu. Karena jika harus sekolah ke Tuwel-Bojong, biaya angkutan untuk ke sekolah juga sangat berat.  “Daerah perbatasan seharusnya performancenya harus bisa lebih baik,” ungkapnya.
Hal yang sama juga di tegaskan Wakil Ketua Komisi IV, Amirudin Jamal, saat ini yang paling penting adalah bagaimana kemudian anak-anak itu tidak putus sekolah, hanya gara-gara sekolahnya jauh dari rumahnya. “Persoalan yang ada itu yakni masalah finansial dan geografis, padahal pemerintah sudah memberikan bantuan, tapi nyatanya masih ada yang kesulitan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Tegal, Drs Edi Pramono, didampingi Sekdin, Edy Budiyanto, dan semua Kabid di Dikpora menjelaskan, bahwa kaitan dengan SMP satu atap di Desa Suniarsih, pihaknya sudah pernah mengusulkan agar ijinya bisa keluar. Namun karena belum memenuhi syarat usulan dari sekolah di Sunarsih belum dapat dikabulkan.
“Kami sudah pernah mengusulkan sekolah satu atap agar masyarakat tidak ada yang putus sekolah, namun yang bisa dikabulkan baru di daerah lain. Namun melihat kenyataan itu kami akan siap untuk menfasilitasi manakala menjadi satu atap,” katanya.
Pada saat itu, lanjut Edy, pihaknya sudah pernah mengumpulkan pengelola dan masyarakat khususnya untuk sekolah satu atap tersebut. Karena belum ada ijin diminta untuk tidak beroperasi terlebih dahulu, namun pihaknya tetap akan berusaha untuk memperjuangkan.  “Kalaupun tahun penerimaan siswa baru kali ini belum bisa satu atap, paling tidak sementara kejar paket B terlebih dahulu. Yang penting bagaimana siswa tersebut bisa diselamatkan,” ungkapnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Rapat-Komisi-IV-DPRD-dengan-Dikpora-Kabupaten-Tegal.html

Padi MSP Banyak Diminati

PAGER BARANG - Bibit padi jenis Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang dikembangkan DPP PDI Perjuangan, dewasa ini banyak diminati petani. Hal itu disebabkan, hasil produksi jenis padi tersebut, lebih bagus dibanding varietas padi lainnya. Demikian dikatakan anggota Departemen Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti SIP, disela-sela panen padi MSP di Desa Srengseng, Kecamatan Pagerbarang, Jumat (15/6).
Dirinya tak menampik, permintaan dari masyarakat untuk mendapatkan bibit padi MSP, sangatlah banyak. Tapi berhubung bibit yang diproduksi DPP masih terbatas, sehingga baru diberikan ke beberapa petani. “Nantinya dari hasil panen pada setiap lahan uji coba, hasilnya akan dikembangkan untuk bibit dan disebarkan untuk masyarakat luas,” terang Damayanti.
Dirinya tak menampik, panen padi MSP yang ditanam diatas lahan sawah seluas 3.500 meter persegi milik Kepala Desa Rajegwesi Haryoto itu, tidak sesuai dengan target yakni hanya 6,48 ton per hektar. Sementara target yang ditetapkan, 10 ton per hektar. Hasil produksi itu, setelah mendapat konfersi dari hasil ubinan yang dilakukan oleh UPTD Tanbunhut kecamatan setempat.  "Produksi masih jauh dari harapan, mestinya 10 ton per hektar. Itu mungkin karena faktor tanah yang belum mencukupi," ujarnya.
 Kendati tidak sesuai dengan target, namun produksi itu sudah melebihi dari varietas lainnya. Hal ini senada yang dilontarkan Kepala Desa Rajegwesi, Haryoto. Dia menilai, panen padi MSP dengan pencapaian 6,48 ton per hektar itu, termasuk bagus dibanding dengan varietas yang ada di wilayahnya. Menurutnya, varietas lain masih dibawah standar MSP yang saat ini tengah di panen. "Ini justru paling bagus dibanding yang lain. Khususnya di wilayah desa kami," ucapnya singkat.
Ketua PAC PDIP Pagerbarang, Teguh Waluyo, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, padi MSP memiliki potensi produksi yang lebih unggul dibanding bibit padi lainnya. Terbukti, produksi padi MSP lebih tinggi 20 persen dari varietas yang biasa di tanam di wilayah setempat. "Padi jenis MSP sudah sangat bagus. Ini perlu dikembangkan untuk petani-petani lainnya," harapnya.
Sebelumnya, ketua Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan, DR Ir Lukman Hakim Sibuea, menjelaskan, padi jenis MSP selain tahan terhadap hama dan serangan tikus, hasilnya juga diatas padi jenis lainnya. Pada uji coba tanam di lahan seluas 800 meter persegi, menghasilkan gabah sebanyak 692 kilogram. Jika ditanam di lahan seluas satu hektar, maka akan menghasilkan 8, 65 ton gabah. Usia padi MSP sejak mulai tanam sampai panen hanya 105 hari.
“Selain tahan hama dan hasilnya banyak, padi MSP yang merupakan program DPP PDI Perjuangan, juga menekan biaya produksi semurah mungkin agar petani menikmati keuntungan yang banyak,” ujar Lukman.
Dijelaskan, selama masa tanam, padi MSP harus dilakukan penyemprotan dengan pupuk organic cair MSP, yang harganya hanya Rp 30 ribu per liter. Pupuk bisa digunakan untuk tanaman padi seluas satu hektar. Sementara obat-obatan lainnya harganya antara Rp 45 - 60 ribu per liter. Penggunaan pupuk organic cair MSP dari tanam sampai panen hanya dilakukan 5 sampai 6 kali. Selain itu, masa panen padi jenis MSP bisa lebih cepat 20 hari dari padi jenis lainnya.
“Biasanya, biaya produksi untuk lahan seluas satu hektar mencapai Rp 6 juta, tapi dengan menggunakan bibit padi dan pupuk MSP bisa ditekan hanya sekitar Rp 4 jutaan. Keuntungan lainnya, panen bisa lebih cepat dan hasilnya 1 hingga 2 ton diatas jenis padi lainnya,” pungkasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Padi-MSP-Banyak-Diminati.html

Kamis, 14 Juni 2012

Ruhut Sitompul Anas Bukan Level SBY

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan peringatan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk tidak melawan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, perlawanan terhadap SBY akan sia-sia. "Kalau Anas coba lawan Pak SBY, saya bilang nggak level itu," ujarnya kepada Tempo, Kamis 14 Juni.

Kemarin, SBY menyatakan akan menyingkirkan sejumlah kader Partai Demokrat yang bermasalah. Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, SBY mengaku gerah dengan elektabilitas partainya yang merosot tajam akibat sejumlah kadernya disebut terlibat kasus korupsi.

Meskipun tidak menyebutkan nama, SBY tampak sedang menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Wakil Sekjen Angelina Sondakh serta Menpora Andi Malarangeng yang disebut terlibat dalam kasus wisma atlet dan Hambalang. SBY juga meminta mereka mengundurkan diri ketimbang didepak dari Partai Demokrat.

Dalam pertemuan itu, Anas sendiri tak hadir. Demikian pula dengan sejumlah pejabat teras DPP Partai Demokrat yang disebut-sebut dekat dengan mantan anggota KPU itu.

Ruhut sendiri menilai ketidakhadiran Anas bukan sebagai bentuk pembangkangan. Namun, ia tetap memperingatkan Anas dan kawan-kawan untuk tidak melawan titah SBY. "Demokrat itu ya SBY, beliau ikon Demokrat. Bukan Anas. Apapun yang terjadi pasti Pak SBY akan ambil tindakan tegas kepada kader yang bermasalah itu," katanya.

Ia mengatakan hanya ingin melihat ketidakhadiran Anas sebagai hal yang positif. "Mungkin dia tidak hadir karena ada kesibukan yang lebih penting. Saya berfikir positif saja. Saya tak mau berfikir Anas tidak hadir karena menggalang kekuatan dan sebagainya. Kalau itu dilakukan sia-sia saja. Ibaratnya tinju SBY itu kelas berat, Anas itu kelas bulu," kata politikus yang juga dikenal dengan sebutan Poltak ini.

FEBRIYAN
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/ruhut-sitompul-anas-bukan-level-sby-142544672.html