Selasa, 11 Desember 2012

Sangkanjaya Terisolir

BALAPULANG - Desa Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal merupakan kawasan terisolir. Hal itu karena akses utama menuju desa tersebut hanya mengandalkan jembatan gantung yang cukup sempit. Jembatan sepanjang 273 meter yang melintas di atas Kali Gung, hanya bisa dilewati pejalan kaki. Jumlah orang yang lewat juga dibatasi. Maksimal hanya 10 orang. Sebab, jembatan setinggi 15 meter itu memiliki beban maksimal sekitar 500 kilogram. Sehingga ketika ada warga yang mengendarai sepeda motor, harus bergantian.
Sementara untuk kendaraan roda empat, sama sekali tidak bisa masuk ke desa yang memiliki ketinggian 600 meter di atas permukaan laut tersebut. Pasalnya, jembatan yang kerap dilewati oleh penduduk desa yang berjumlah sekitar 1.500 jiwa itu, lebarnya hanya sekitar satu meter.
Jembatan gantung tersebut menghubungkan ke desa tetangga, yaitu Danawarih. Akibat terisolirnya desa, warga kesulitan menjangkau akses pendidikan, perekonomian (pasar), maupun kesehatan.
Kaur Umum Desa Sangkanjaya, Rohayati, menuturkan, tahun 2005 lalu pemerintah menjanjikan akan membangun jalan tembus sepanjang sekitar 2,3 kilometer dengan memutar melalui hutan milik Perum Perhutani dan masuk ke kawasan Dukuh Slapi, Desa Danareja. Namun hingga sekarang, jalan tembus tersebut belum ada. Akses utama warga hanya mengandalkan jembatan gantung yang terbuat dari plat baja itu.
"Jumlah KK di Desa Sangkanjaya sekitar 300 KK. Sedangkan jumlah penduduknya, kurang lebih 1.500 jiwa," ujarnya.
Dia menyebutkan, bagi warga yang takut melintasi jembatan gantung tersebut, lebih memilih melintasi jalan setapak yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itu pun harus memutar dengan jarak beberapa kilometer lebih jauh. "Jaraknya lumayan jauh dibanding melewati jembatan gantung," ucapnya.
Kaur Ketentraman dan Ketertiban, Masri, menambahkan, jika dibandingkan dengan pembangunan jalan tembus, warga lebih memilih agar pemerintah membuat jembatan yang lebih besar. Hal itu juga berkaitan dengan efisiensi waktu. Sebab jika memutar melewati Danareja, butuh waktu lama untuk keluar desa.
 "Lebih baik membangung jembatan lagi yang ukurannya lebih besar. Sehingga untuk kendaraan roda empat, bisa masuk," harapnya. (yer)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Sangkanjaya-Terisolir.html

1 komentar:

Hasan erkia mengatakan...

Saya pernah main ke tanjung waktu SMA,skitar tahun 2003,..
Apakah betul ini jembatan gantung ya ada di tanjung.

Poskan Komentar