Selasa, 08 Januari 2013

Penilaian Bibit Terhadap Kabupaten Tegal

KABUPATEN Tegal dimata Gubernur Jateng, Bibit Waluyo sangat bagus. Kekayaan alam di kota yang ber-icon poci ini, dinilai tidak sedikit jumlahnya. Dari kekayaan laut hingga pengunungan, Kabupaten Tegal memilikinya.
Selain itu, potensi pertanian dan kereatifitas perajinnya juga cukup unggul. Utamanya perajin di sekitar Kecamatan Talang yang memproduksi sejumlah logam. Karena itu, Bibit meminta supaya kekayaan dan potensi Kabupaten Tegal ini, terus dijaga. Pemerintah harus terus mendampinginya agar potensi dan keunggulan para perajin kian meningkat. "Kabupaten Tegal memiliki prestasi dan keunggulan yang sangat bagus. Khususnya di Kecamatan Talang yang harus didampingi dengan teknologi canggih," cetus Bibit seusai melantik HM Herry Soelistyawan SH MHum menjadi Bupati Tegal, Kamis (3/1) kemarin.
Saat ini, lanjut Bibit, Indonesia telah melakukan kerjasama dibidang ekonomi dengan negara Asean. Maka dari itu, daerah di wilayah Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Tegal, harus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) nya agar lebih baik lagi. Karena menurutnya, tahun 2014-2015 mendatang, daya saing akan semakin tinggi. Apabila tidak disertai dengan SDM yang handal, maka Indonesia bakal tertinggal.  "Jateng ini merupakan sentralnya ekonomi di Indonesia, khususnya beras. Dan saat ini, Jateng mampu memberikan kontribusi beras ke negara Indonesia sedikitnya 16 persen," tegas Bibit.
Untuk mempertahankan itu, maka ia meminta agar lahan pertanian di Kabupaten Tegal supaya difungsikan dengan baik dan maksimal. Lahan pertanian jangan disalahgunakan dengan menyulap menjadi area pemukiman penduduk. Tidak dipungkirinya, di wilayah Kabupaten Tegal, banyak lahan pertanian yang berubah menjadi perumahan. Dia mengisahkan, ketika dirinya masih bertugas menjadi TNI AD di Slawi pada tahun 1985, kondisi wilayah Kabupaten Tegal masih dikelilingi dengan lahan pertanian. Khususnya di sepanjang jalan Slawi menuju Lebaksiu. Kala itu, di tepi jalan banyak ditumbuhi sawah. Namun kini, area persawahan tersebut berubah menjadi perumahan warga dan beberapa menjadi lahan industri.  "Lahan pertanian harus di pertahankan, jangan semuanya dirubah menjadi perumahan penduduk," pintanya.
Lebih jauh Bibit mengatakan, bahwa ketahanan pangan Jateng di tahun ini sudah cukup bagus. Bahkan, stok beras di setiap gudang bulog, bertahan sampai 8 bulan ke depan. "Cadangan pangan di Jateng, bertahan sampai bulan Agustus mendatang," ucapnya.
Dia meminta, wilayah Jateng agar terus meningkatkan ketahanan pangan. Yakni melalui modernisasi sektor pertanian dan memperbaiki infrastruktur pedesaan. Sehingga ketahanan pangan dan produktifitas pangan di Jateng terus meningkat. "Secara keseluruhan, program di Jateng berjalan dengan baik, utamanya infrastruktur," tutupnya. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Penilaian-Bibit-Terhadap-Kabupaten-Tegal.html

0 komentar:

Poskan Komentar