Minggu, 29 Mei 2011

Bupati Ingin Kebersamaan Semua Instansi

BUPATI Tegal saat memimpin Rakor dinas lintas Sektoral dengan instansi vertikal yang ada di Kabupaten Tegal, berharap adanya sinkronisasi program kerja antara insransi vertikal dan Pemkab Tegal. Hal itu agar terjadi keselarasan capaian antara instansi vertikal dengan semua program kerja instansi di Pemkab Tegal. Sehingga kedepan visi misi Tegal Gotong Royong, bisa tercapai sesuai harapan.
Hal itu dikatakan Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM, melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tegal, Drs Adi Mardiatno.
Dikatakan Adi Mardiatno, Rakor dinas lintas Sektoral itu diselenggarakan belum lama ini di ruang rapat Bupati Tegal. Hadir pada kesempatan itu Plt Sekda Drs Hartanto MM, Asisten I, II, dan III, Kepala Bappeda, DPU, Dinas UKM Pasar dan Koperasi, serta sejumlah kepala SKPD lainnya yang ada di Pemkab Tegal.
“Acara juga dihadiri lengkap oleh semua instansi vertikal seperti PLN, Kemenag, Perhutani, Telkom, PT KAI, Bulog, Perbankan yang ada di Kabupaten Tegal, dan sejumlah instansi vertikal lain,” ucap Adi.
Menurut dia, pelaksanaan Rakor lintas Sektoral itu bukan semata adanya spesifikasi dan agenda khusus yang luar biasa. Namun hanya ingin mewujudkan kebersamaan antara semua instansi baik instansi dibawah Pemkab Tegal maupun instansi vertikal. Terutama dalam menyamakan persepsi kerja agar sinkron, guna pencapaian visi dan misi daerah Kabupaten Tegal.
Sementara, dari hasil Rakor itu jika dilaksanakan kedepan bakal memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Baik instansi vertikal maupun instansi Pemkab Tegal, jika memberikan layanan terbaiknya maka niscaya bakal berimbas positif kepada Pemkab Tegal dan Bupati selaku kepala daerah. Dicontohkan, pernah ada layanan instansi vertikal yang baik kepada masyarakat sehingga berimbas pada masyarakat yang dilayani merasa berterima kasih. Hal itu juga disampaikan kepada Bupati Tegal.
“Inilah maksud digelarnya Rakor dinas lintas sektoral. Yakni untuk menemukan kesepahaman program, sehingga bisa mewujudkan Kabupaten Tegal menjadi daerah yang lebih baik dan maju dengan visi misi gotong royongnya,” pungkas Adi.
Sumber Berita : Radar Tegal 29 Mei 2011

Manfaat Apel

Makan apel ternyata bisa menghambat penuaan, jadi kalo kita besok makan makanan ber-kolesterol mendingan kita imbangin dengan minum segelas jus apel sebagai minuman. Atau kita mengkonsumsi lima buah apel selama seminggu, di jamin seger.


ANTIOKSIDAN
Ada berbagai macam antioksidan dalam apel. Ada yang disebut quercetin. Antioksidan ini juga terdapat dalam bawang, teh dan anggur merah. Gunanya melindungi paru- paru dari efek polusi dan asap rokok juga berfungsi mencegah asma dan penyakit paru- paru lainnya.
Selain quercetin, ada antioksidan lain yang berguna untuk melawan kolesterol jahat hasil dari makanan berlemak yang kita makan. Berkat antioksidan ini resiko penyakit jantung bisa dilawan.
Antioksidan lain seperti flavanoids dan polyphenols, juga bisa melawan potensi kanker dalam tubuh. Terutama kanker usus, kanker prostat, dan kanker paru- paru.
Vitamin C, mirip jeruk, apel juga mengandung vitamin C yang berkhasiat tinggi bagi kesehatan terutama kekebalan tubuh dari penyakit. Minum atau makan 100 gram apel setara dengan 1500 mg vitamin C.


PHYTOCHEMICAL
Kulit apel mengandung phytochemical. Kandungan ini berguna untuk membantu reproduksi sel tubuh. Lima puluh milligram phytochemical dari kulit apel bisa membantu reproduksi kulit sebanyak 43 persen. Bayangkan kalo kita makan banyak apel dan tiap hari.


ANTI ALLERGENIC
Beberapa kandungan kimia dalam apel bersifat antialergi. Zat- zat ini bekerja di wilayah sistem kekebalan tubuh manusia. Sehngga jika ada zat asing yang masuk kedalam tubuh, tubuh bisa melawan sehingga nggak terjadi alergi.


DIET
Serat yang di kandung apel sangat berguna untuk kita yang akan mulai khawatir sama berat badan. Jika kalo mau kalian nurunin berat badan, buah apel bisa jadi pilihan untuk di konsumsi.
Salinan dari : http://andhikawardhana.blogspot.com

Mengenal Kanker Payudara Lebih Dini

Apakah Itu Kanker Payudara?
Kanker payudara adalah suatu keganasan yang berkembang pada jaringan payudara. Kanker adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, namun pada pria kanker payudara juga mungkin terjadi hanya saja jumlahnya sangat kecil.
Jenis kanker payudara yang umum
Penyebaran Kanker Payudara
Kanker payudara memiliki potensi untuk menyebar tidak hanya ke jaringan disekitar sel kanker tapi juga ke organ lain yang lokasinya relative jauh dari tempat asalnya. Penyebaran ini tergantung pada stadium kanker payudara, umumnya terjadi pada kanker payudara yang sudah stadium lanjut. Ada beberapa jenis dan sub jenis kanker payudara yang menyebar
Sering terjadi pada:
  • Kanker payudara jenis inflamasi (terjadi di kulit)
  • Penyakit puting Paget’s
Gejala Kanker Payudara
  • Adanya benjolan atau penebalan pada payudara atau ketiak
  • Terjadi perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Ada cairan pada puting susu namun bukan ASI
  • Terjadi perubahan ukuran atau bentuk puting payudara
  • Terjadi perubahan warna atau tekstur puting atau areola, bisa juga terjadi perubahan pada kulit payudara itu sendiri (lesung, ruam)
Nyeri pada Payudara
Pada stadium dini kanker payudara mungkin tidak akan menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara secara rutin, baik itu dengan pemeriksaan sendiri (Pemeriksaan Payudara Sendiri) atau dengan metode yang lebih canggih seperti mamografi, tentu saja untuk melakukan ini harus dibantu oleh dokter. Dengan pemeriksaan secara rutin ini diharapkan anda akan mengetahui jika terjadi perubahan pada payudara.
Namun yang harus diingat adalah banyak benjolan dan ruam yang bukan merupakan kanker dan dapat memberikan respon yang baik pada pengobatan.
Saat ini perkembangan pengobatan pada kanker payudara sangat berkembang pesat dan tentunya target pengobatan adalah 100% bebas dari kanker payudara. Pemeriksaan secara dini sangatlah membantu dan menjadi kunci bagi keberhasilan pengobatan kanker payudara.

Sumber Berita http://tentangkanker.com

Wanita Indonesia Tak Mandiri

Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. “Sebagian yang telah mempunyai rencanapun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya,” ujar Sonitha Poernomo, Vice President Corporate Affairs Head, Citibank N.A. dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, 20 April 2010.
Padahal, kata dia, memperingatin Hari Kartini, semangat pahlawan wanita itu dicerminkan melalui peran wanita Indonesia dalam bentuk pergerakan hak dan keadilan yang diekspresikan di kehidupan ekonomi, sosial dan politik, namun untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan..
Lantas, mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:
1.   Terbuai Asmara
Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive) sementara wanita tidak.
Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia – sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.
Untuk itu hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.

2.   Terlalu Muda Untuk Menabung

Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.
Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.

3.   Tergoda Belanja & Terlilit Utang

Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.
4.   Terintimidasi Sukses
Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, terdapat sejumlah wanita yang merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.
5.   Terdorong untuk Membantu Orang Lain
Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri, sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.
Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogyanya wanita memperhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekedar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga
Sumber Berita : http://www.asaljangan.com/lifestyle

Surga Flora dan Fauna di Sempu

Bagi mereka yang berjiwa petualang, Cagar Alam Pulau Sempu sangat cocok untuk menambah pengalaman dan riset pengetahuan. Karena wilayah konservasi alam seluas 877 hektare itu di dalamnya terdapat hutan belantara yang masih alami. Terbukti dengan terdapat sekitar 144 lebih jenis burung (Aves), sekitar 223 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 144 marga dan 60 suku. Tempt ini juga menyimpan kekayaan lain, sepeti mamalia dan reptil. Jumlahnya pun terbilang cukup membanggakan.
Meski, terletak di wilayah kelautan Samudera Indonesia, cagar alam ini terbilang sangat aman untuk dijadikan jujukan bagi para wisatawan. Karena ombak laut yang bermura di sana relatif tenang. Tak salah bila kita berkunjung ke sana menjumpai tebing tinggi sambil berdiri memandang kekuasaan Tuhan.
Di Cagar Alam Pulau Sempu sendiri terdapat alternatif tempat untuk berekreasi juga. Seperti Segara Anakan, sebuah laguna dengan didukung pasir putih yang luas. Selain itu adapula Telaga Lele, yang kerap dijadikan tempat pilihan bagi para penghobi memancing.
Menuju ke Sempu
Lokasi Cagar Alam Sempu berada di perairan Samudera Indonesia, yang secara administratif pemerintahan termasuk ke dalam Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Menuju wilayah konservasi alam itu dapat dicapai dengan menyeberang dari Sendang Biru. Ada dua alternatif dari sini. Yaitu pengunjung dapat membayar sebesar Rp. 75 ribu untuk menyeberang dengan menggunakan sebuah perahu motor, dari kendaraan ini kita dapat janjian dengan pemilik perahu motor mengenai waktu penjemputaannya. Sedangkan yang ingin berpetualang sambil menyisiri seluruh area di wilayah Pulau Sempu, kita dapat menyewa sebuah perahu dayung senilai Rp. 80 ribu, untuk kita kendalikan sendiri dengan batasan waktu tak terbatas. Namun, para pengunjung terlebih dahulu sebelum masuk ke Pulau Sempu sangat diharapkan untuk mengurus administrasi perijinan di pos konservasi Cagar Alam Pulau Sempu.
Sedangkan wilayah Sendang Biru, berada sekitar 69 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Jalan menuju lokasi sudah sangat bagus, ditambah lagi beberapa rambu jalan yang ada sangat membantu mencapainya.
Selain sepanjang jalan akan terasa khas dan harap berhati-hati, sebab jalurnya berkelok-kelok naik-turun. Beberapa jalan ada yang berhadapan langsung dengan jurang di sampingnya. Ada pula yang menempel pada tebing karang. Di beberapa areal lain deretan pohon jati akan menyapa perjalanan kita. Jalur ini akan Anda jumpai setelah lepas dari kawasan Turen.
Mengenai transportasinya dapat ditempuh dengan seluruh macam kendaraan. Lebih enak memang menggunakan kendaraan pribadi. Tetapi jangan kuatir bila ingin ke sana dengan menggunakan kendaraan umum juga tersedia.
Dengan panduan setelah sampai di Terminal Kota Malang langsung menuju terminal Gadang. Naiklah bus mini jurusan Malang-Dampit, lalu turun di Turen. Dari Turen ganti angkutan pedesaan warna biru muda. Dan mobil ini terakhir menuju ke Sendang Biru dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap. Namun, mobil ini hanya beroperasi dari pukul enam pagi hingga tujuh malam. Selain kendaraan itu juga tersedia ojek yang siap melayani Anda.


naskah:m.ridlo’i – foto:wt atmojo
Sumber Berita : http://www.eastjavatraveler.com

Konservasi Alam, Konservasi Moral

BUKAN sekadar omong kosong bila sekarang konservasi alam menjadi kecenderungan. Banyak ide bermunculan, seperti go green, green school award, back to nature. Di Indonesia, salah satu penyandang go green adalah Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ya, universitas itu telah mendeklarasikan diri sebagai universitas konservasi.

Kini, wajah universitas itu telah menampakkan kehijauan pepohonan, wajah sejuk penuh berbagai keanekaragaman (biodiversity), yang makin lama kian indah dipandang mata dan menyejukkan jiwa.
Tak cuma manusia yang dapat menikmati kehijaurindangan kampus go green itu. Berbagai jenis kupu-kupu dan burung-burung pun meikmati.

Gerakan Sukarela

Gerakan konservasi alam juga dilakukan di Jepang, misalnya di Chukyo University, lewat gerakan Gomihirio-tai. Itulah pasukan pemungut sampah yang bertujuan mewujudkan kampus Chukyo sebagai kampus tercantik di Jepang. Gomihiroi-tai bersifat sukarela. Mereka rela memungut sampah, bahkan kotoran sekalipun, dengan wajah tersenyum, tanpa perasaan malu atau dengan mengumpat.

Sebenarnya dengan langkah konservasi seperti itu, nilai-nilai seni, budaya, dan akademik pun terangkat dan akhirnya bisa menjadi simbol suatu negara. Konservasi seperti itulah yang acap digembar-gemborkan sampai ke seantero dunia; berbagai ragam pembangunan dan kegiatan dilaksanakan untuk mendukung program go green.
Konservasi berasal dari kata conservation yang terdiri atas con (together) dan servare (keep/save) yang berarti upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have) secara bijaksana (wise use). Ide itu dikemukakan Theodore Roosevelt (1902). Dialah orang pertama di Amerika Serikat yang mengemukakan gagasan konservasi.

Tak Cuma Fisik

Pembangunan yang terus-menerus, tanpa disertai pembangunan dari dalam, hanya akan tampak bagus di luar. Padahal, di dalamnya tak mengandung nilai sama sekali. Walau, sebenarnya tujuan pembangunan adalah untuk mewujudkan pendidikan berkarakter, menuju Indonesia adil, sejahtera, dan bermartabat.
Manifestasi konservasi seperti itulah yang semestinya dihindari. Sebab, saking fokus mengejar konservasi alam, tujuan perguruan tinggi yang sebenarnya justru terabaikan.

Sepertinya tidak adil jika hanya memperbaiki prasarana dan sarana fisik, tanpa perbaikan dan pemeliharaan sama sekali pada kepribadian. Ironis melihat degradasi moral yang makin menggerogoti negeri ini. Generasi muda yang seharusnya menjadi pemeimpin masa depan, kini rentan mengalami pergaulan bebas. Tingkah laku, sopan santun. dan budi pekerti seakan-akan hilang karena kurang pengawasan dan kesadaran diri.

Ketika suatu sivitas akademika menyelenggarakan deklarasi moral sebagai usaha meningkatkan dan memperbaiki tingkah laku dan moralitas, saya berharap itu bukan isapan jempol belaka — langkah untuk menambah nilai plus universitas, tanpa implementasi sama sekali. Sebaiknya, deklarasi moral benar-benar dilaksanakan secara nyata.
Tak bisa dimungkiri, memperbaiki kesadaran moral perlu dorongan dari diri sendiri. Kesadaran diri sendiri itulah yang utama dan penting. Karena kesadaran diri sendiri menjadi benteng pencegahan krisis moral, sedangkan aturan dan disiplin dari orang lain sebagai motivasi penggerak moralitas. Jadi, apa yang kita bangun selama ini tak hanya dapat dirasakan dan dilihat, tetapi juga dijaga dan dipelihara.

Dengan pembenahan moral, bangsa ini akan dihormati dan disegani bangsa lain. Jadi, mari kita lestarikan moral bangsa dengan berbudi pekerti luhur dan mengembangkan konservasi moral seiring sejalan dengan konservasi alam. Itu jika kita tak mau bangsa ini dipandang rendah oleh bangsa lain. (51)

— Rina Widyastuti, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa FBS Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 29 Mei 2011

Cara Mengetes Jantung Kita

Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti punya tips mudah yaitu cukup dengan menyentuh ujung jari kaki. Jika tubuh Anda masih fleksibel untuk meraih jari kaki, berarti jantung Anda masih cukup sehat.
Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiology disebutkan bahwa dengan mengetes salah satu elemen tubuh (jari kaki), seseorang bisa tahu jantungnya masih sehat atau tidak, bahkan di tengah-tengah liburan sekalipun.


Caranya mudah, cukup dengan duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Setelah itu cobalah menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Jika Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki artinya jantung Anda masih sehat dan fleksibel juga.

Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas dan beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan antara umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan kemudian mengikuti tes fleksibilitas tubuh sambil diukur tekanan darah, pembuluh arteri dan aktivitas jantungnya.

Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tidak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.

Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh dan gagal mencapai ujung jari kaki ternyata memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung menjadi kurang baik, efisien dan risiko penyakit jantung pun meningkat.

Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengatakan, meski teori antara hubungan otot punggung dan kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tapi dengan adanya studi ini cukup membantu.

Kekakuan otot punggung, kaki dan pembuluh jantung yang saling berhubungan tersebut dikarenakan komposisi kolagennya yang sama.

"Jika Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih cukup baik. Tapi jika tidak bisa, mungkin Anda perlu mendatangi kardiolog," ujar Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti dikutip dari New York Times.

Namun Yamamoto menyebutkan tidak selamanya otot kaku adalah pertanda penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit dan sehat saja dari yang seharusnya.

Sumber :
jekethek.blogspot.com