Selasa, 08 November 2011

Kamera Kancing

Button camera adalah yang bentuknya kancing baju. Kamera ini sama persis dgn kancing baju.
Kamera kancing ini bisa digunakan untuk mengambil gambar atau rekam video. Hasil rekaman videonya bagus, karena resolusi 640×480 dengan kecepatannya 25 sampai 30 fps, formatnya AVI. Hasil pengambilan gambarnya pun cukup detail karena ukurannya 1280 kali 1024.
Kamera kancing yg satu ini dapat rekam video dengan waktu sekitar 1 jam. Dapat di charge ulang kalau baterai habis. Semua hasil rekam atau gambar akan save di memori internal yg cukup besar, 4 Gigabyte. Kamu mampu menyimpan banyak data dalam memori sebesar itu.
Tidak perlu khawatir dicurigai kalau saat mengambil gambar serta record video yg ada di hadapan Kamu. Karena mengaktifkan serta menon-aktifkannya tak perlu dgn pegang atau memencet tombol di kamera. Kamera tersembunyi dapat menyala caranya dgn dekatkan cincin ajaibnya. Begitu pula saat Kamu ingin menon-aktifkannya.
Tipe kamera kancing yg satu ini sangat pas dipergunakan bila mendatangi sebuah meeting penting. Serta ingin awasi kinerja karyawan yg duduk di depan Kamu? Anda dapat tau apapun yang mereka kerjakan walaupun Anda tak melihatnya langsung.
Ringan sama dengan kamera remote, button camera ini telah support dengan operating system Windows ME/XP/Vista ata Mac OS 9.9.6 atau versi yang diatasnya.
Sumber Berita : http://tokokomputeronlinesurabaya.wordpress.com/2010/12/21

Emha Ainun Seharusnya Rakyat Dipameri Bagusnya Hukum

Emha menyatakan tidak terima jika harus membicarakan persoalan ringkihnya penegakan hukum di Indonesia. "SBY itu buruh saya. Saya bersama rakyat lainnya bayar dia. Lho kok saya ke sini disuruh melihat ringkihnya penegakan hukum. Mestinya saya ini dipameri bagusnya hukum. Saya ini pembayar pajak, ke mana-mana saya pergi enggak pernah minta APBN blas," kata Emha alias Cak Nun itu.
Cak Nun menjadi salah satu pembicara dengan tema penegakan hukum dalam perspektif budaya hukum masyarakat.
Selain Cak Nun, pembicara dalam diskusi tersebut adalah Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto dan Pemimpin Redaksi Tempo Wahyu Muradi.
Cak Nun yang merupakan teman sekolah Busyro ketika sama-sama di Yogyakarta menjadi salah satu pembicara yang menyegarkan di acara itu. Cak Nun, misalnya, mengungkapkan bagaimana masa muda Busyro yang malu-malu ketika berhadapan dengan lawan jenis.
"Suatu ketika Busyro cerita ke saya kalau dia patah hati. Lah saya bilang ke dia, 'Gimana kamu patah hati kalau pacaran saja tidak pernah'," kata Cak Nun.
Sumber Berita : http://nasional.kompas.com/read/2011/11/08/11461860/

Senin, 07 November 2011

Distribusi Makanan Mirip di Penjara

MAKKAH - Meski pelayanan ibadah haji tahun ini dinilai meningkat, masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki seperti distribusi makanan. Di Mina, diketahui jamaah mengambil makanan dengan cara berbaris membawa piring untuk diisi oleh petugas katering.
”Jamaah memprotes cara tersebut. Dengan sistem seperti itu, jamaah seperti makan di penjara dimana para napi berbaris membawa piring berbaris panjang,” kata Ketua Tim Pengawas Haji DPR Marzuki Alie yang dihubungi, Senin (7/11).
Menurutnya, di setiap kloter hanya tersedia satu meja pelayanan sehingga yang antre 350-450 orang. Sistem itu mengandung banyak kelemahan. Pasalnya, bila meja ditempatkan di jalanan atau lorong maktab, jamaah berpanas-panasan di siang hari. Demikian pula untuk makan malam yang diberikan setelah magrib.
Marzuki menambahkan, sistem itu juga mengganggu waktu shalat. Kesulitan lain apabila meja katering ditempatkan dalam maktab, para pengantre harus melangkahi jamaah yang ada.
Padahal, Kementerian Agama sudah berkomitmen agar sistem makan diberikan dalam bentuk nasi kotak. Dari kunjungan Marzuki ke beberapa maktab, mayoritas jamaah juga meminta sistem nasi kotak tapi isinya tetap diawasi.
Dengan sistem prasmanan, ada muasasah yang tak bertanggung jawab. Marzuki juga memaparkan temuan masalah di Muzdalifah.
Temuan lain adalah laporan mengenai tenda yang dijual kepada warga asing dan tenda yang kotor tanpa dibersihkan sama sekali oleh muasasah. Akibatnya, suasana maktab menjadi kumuh.
Adapun Tim Haji PDIP menemukan fakta tingginya tingkat kematian calon jamaah haji yang mencapai lebih dari 100 orang. Bahkan ketika ritual ibadah haji belum dimulai.
”Ke depan, perlu penyaringan agar tidak meloloskan calon yang mengidap penyakit berisiko tinggi dan usia tua dengan kesehatan yang rawan,” tutur Ketua Tim Haji PDIP Tjahjo Kumolo.
Tjahjo menilai pelayanan ibadah haji 2011 lebih baik daripada tahun lalu, tapi problem klasik masih ada, mencakup pemondokan, katering, dan transportasi. ”Jarak pemondokan masih jauh, rata-rata 2,5 km. Seharusnya jarak ideal 1-2 km dari Masjidil Haram,” lanjut dia.
Lantaran masih banyak kendala klasik, PDIP sepakat bila DPR merevisi UU Haji agar pelayanan lebih baik dan bisa menekan ONH.  (H28,J22-25)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/08/165694/

Stroke Bisa Dicegah

HINGGA saat ini, setiap enam detik, ada satu orang yang meninggal dunia karena stroke. Tentu saja di antara mereka adalah saudara kita, entah istri, suami, bapak, ibu maupun teman yang kita cintai. Oleh sebab itu, Organisasi Stroke Dunia (WSO=World Stroke Organization) mencanangkan Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober, yang dimulai sejak  2010.
Mengapa perlu dicanangkan Hari Stroke Dunia? Sebab kita perlu bekerja keras secara bersama-sama, untuk melawan stroke dan menjadikannya sebagai agenda kesehatan sehari-hari. Tema yang diambil untuk tahun ini masih sama dengan tema tahun lalu, yaitu One in Six  (satu dalam enam), sebab dari enam orang pasti ada satu diantaranya yang terserang selama perjalanan hidupnya. Jadi, setiap orang berpotensi untuk terserang. 
Sebaiknya, kampanye ini dicanangkan tidak hanya untuk pencegahan, namun harapan hidup dan kualitas hidup pasien diupayakan dapat meningkat, seandainya mendapatkan penanganan dan dukungan yang benar dari dokter maupun keluarga. Dalam tiga tahun terakhir kampanye stroke diharapkan mampu menurunkan angka serangan  melalui enam langkah berikut.
Pertama, usahakan mengenali faktor risiko (faktor yang mempermudah) terjadinya Stroke, seperti: tekanan darah tinggi (hipertensi), DM (diabetes), dan hiperkolesterol (kelebihan kolesterol) darah. Seseorang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) diusahakan mengendalikan tekanan darah mendekati batas normal dengan cara: membatasi diet yang mengandung garam (masakan terlalu asin). Sebab, garam yang berlebihan (masakan terlalu asin) berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Tidak jarang obat penurun tekanan darah harus dikonsumsi seumur hidup. Sebagian pasien merasa khawatir apabila mengkonsumsi obat hipertensi dalam jangka waktu lama, karena dipikirkan akan menimbulkan efek samping yang mengganggu jantung, hati dan ginjal. Dengan demikian tidak sedikit diantara mereka yang menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dokter. Padahal yang benar adalah sebaliknya. Jika dokter telah memilihkan obat antihipertensi, tentu dokter sudah mempertimbangkan efek kerja obat maupun efek samping.
Kedua, usahakan kita aktif melakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur dan terukur. Seandainya memungkinkan sempatkanlah melakukan gerakan secukupnya bagi yang biasa bekerja dengan duduk dalam waktu lama. Coba disempatkan untuk melakukan kegiatan olahraga secara teratur dan terukur (paling tidak tiga kali seminggu dengan  intensitas yang cukup).
Ketiga, upayakan jangan sampai kegemukan (obesitas). Caranya dengan mengusahakan diet yang sehat. Antara lain dengan mengurangi konsumsi karbohidrat (nasi, jagung, ketela dan roti, makanan ringan, kue cemilan). Disamping itu, perlu pembakaran kalori yang cukup.
Diet
Diet yang sehat idealnya mengandung unsur ìempat sehat lima sempurnaî. Diet yang seimbang, diupayakan ada unsur karbohidrat, lemak, dan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme dasar tubuh. Bagi yang sudah terlanjur kegemukan, usahakan tidak menjadi tambah gemuk.
Keempat, pembatasan konsumsi minuman yang mengandung alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan akan memudahkan terjadinya kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis).
Kelima, tidak mengkonsumsi rokok sigaret. Bila terlanjur merokok, upayakan untuk berhenti sesegera mungkin, syukur bisa berhenti saat ini juga. Seperti kita ketahui, nikotin yang ada di rokok juga mempermudah terjadinya kekakuan pembuluh darah yang mengakibatkan mudahnya terjadi serangan stroke. Tidak jarang, seseorang yang tidak ada riwayat Hipertensi, tidak ada diabetes (DM), Kadar kolesterol juga normal, hanya karena mengkonsumsi rokok secara teratur bisa mendapatkan serangan Stroke. Oleh sebab itu, stop rokok sekarang juga.
Keenam, kenali tanda dini dan mengetahui apa langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi Stroke pada tahap awal.
Hingga saat ini, Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah serangan jantung dan kanker, melebihi kematian yang disebabkan oleh AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Stroke sendiri tidak selalu menyebabkan kematian secara langsung, akan tetapi kecacatan setelah serangan ke (komplikasi) yang memudahkan pasien meninggal dunia.
Repotnya, sebagian besar kasus tidak sempat mendapat akses pelayanan di Unit Stroke, tidak memperoleh rehabilitasi yang layak dan tidak mampu mencegah serangan ulang.
Untuk itu, guna melawan penyakit ini, tentu tidak cukup jika hanya diperingati dalam satu hari. Kita secara bersama-sama harus berperang melawannya sepanjang hari selama satu tahun penuh(365 hari) tanpa henti.
Kelemahan
Gejala dini pasien yang perlu kita ketahui adalah kelemahan anggota gerak separo badan (bisa hanya sebelah kanan = lengan kanan tungkai kanan, lengan kiri tungkai kiri), gangguan bicara secara tiba-tiba (sulit bicara, atau berkata ìpelo, celadî), mendadak tidak dapat melihat (sehingga ke dokter mata), mendadak tidak mampu mendengar (berobat ke dokter THT), kesulitan menelan, ada gangguan memori sesaat (tiba-tiba lupa apa yang dikerjakan dan apa yang akan dilakukan) dan masih banyak lagi sesuai dengan letak gangguan aliran darah di otak kita.
Dalam penanganan ada istilah Golden periode (waktu emas) untuk sesegera mungkin mendapatkan pelayanan saat serangan. Yaitu 3 (tiga) jam setelah timbulnya serangan agar mendapatkan hasil yang terbaik. Akan tetapi berdasarkan penelitian, di Indonesia, pasien rata-rata baru mendapatkan penanganan setelah 13 jam. Hal ini antara lain dikarenakan akibat pihak keluarga yang tidak jarang kebingungan untuk mengambil langkah awal. Sebab pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini gejalanya dan bahwa ”penangan Stroke  haruslah segera dilakukan” masih belum mencukupi.
Karena itu, dalam memperingati hari stroke sedunia, diperlukan pencegahan yang lebih baik agar tidak terjadi, antara lain dengan mengendalikan faktor risiko terjadinya stroke melalui enam langkah di atas, disertai pengamalan pola hidup sehat. Jika terjadi serangan  bersegeralah merujuk pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan  terdekat. Jangan ditunda. (11)

- Dr Retnaningsih SpS-KIC, Spesialis Saraf RSUP Dr Kariadi- dosen FK UNDIP
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/02/164966

7 Muara Alami Pendangkalan

TUJUH Muara sungai di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tegal, mengalami pendangkalan. Kondisi ini berlangsung sejak awal musim kemarau beberapa bulan silam. Ironisnya, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal belum menanganinya secara serius.
Ketua Pengelolaan Kawasan Pantai dan Hutan Mangrove Kabupaten Tegal, Warnadi, mengatakan, tujuh muara itu berada di sungai Kelurahan Dampyak, sungai Pah Desa Padaharja, sungai Desa Bongkok yang merupakan pelabuhan perahu nelayan Larangan, dan sungai Cacaban Desa Maribaya. Keempatnya berlokasi di Kecamatan Kramat.
Sementara yang lainnya, berada di sungai Cenang yang merupakan tempat pendaratan ikan di Desa Suradadi, dan sungai Desa Bojongsana. Keduanya di Kecamatan Suradadi. Kemudian yang terakhir di Sungai Rambut Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja. Ketujuh muara itu, mayoritas digunakan sebagai jalur lintasan perahu nelayan. Utamanya nelayan kecil yang mencari ikan teri nasi, rajungan, dan lainnya.
"Terjadinya pendangkalan sangat mengganggu aktifitas nelayan. Mereka kesulitan melaut. Meski bisa, mereka terpaksa mencebur dan mendorong perahunya hingga ke tepi laut," katanya, Senin (7/11).
Jumlah perahu di Kabupaten Tegal, Warnadi menyebutkan, sekira 530 perahu. Dari jumlah itu, 130 perahu diantaranya, merupakan nelayan Larangan Kramat. Sementara sisanya, merupakan nelayan Suradadi.
Selain nelayan yang mengalami kesulitan akibat pendangkalan, petani tambak juga mengalami hal serupa. Menurutnya, saat ini petani tambak sedang kesulitan untuk mengganti air. "Sirkulasi air terhambat. Karenanya, petani tambak mengalami kerugian yang tidak sedikit. Sepanjang jalur Pantura di Kabupaten Tegal, ada ribuan hetar tambak yang sedang kesulitan sirkulasi air," ungkapnya.
Dirinya tak menampik, adanya break water atau pemecah gelombang, memang membantu terjadinya abrasi. Namun demikian, alangkah baiknya apabila pembangunan break water dikurangi dan diganti dengan penanaman mangrove. Sehingga, air laut dapat diantisipasi dan akresi atau pasir yang menumpuk, tidak akan terjadi.
Menurut Warnadi, break water tersebut sangat mempengaruhi adanya pendangkalan di muara. Dimana pasir akan menumpuk setelah dibawa gelombang besar. "Selama tidak ada pembuatan hutan mangrove, maka akan sulit untuk menghentikan abrasi dan akresi. Untuk itu, Pemda harus serius dalam menangani ini. Dan dinas terkait harus bertanggungjawab," cetusnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Darsono, mengatakan, sejak Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Suradadi Kecamatan Suradadi dibangun belasan tahun silam, muara sungai yang digunakan sebagai lalu lintas perahu tak pernah mendapat pemeliharaan dari pemerintah setempat. Tak heran, jika kondisi muara tersebut mengalami pendangkalan yang sangat parah.
"Para nelayan yang hendak melaut, mengalami kesulitan. Jalur masuk perahu ke pelabuhan tersebut, tertutup dengan pasir yang membentuk layaknya pulau kecil. Setiap nelayan hendak melaut, mereka harus rela mendorong perahunya sejauh 50 meter lebih," ujarnya.
Darsono mengaku, sejauh ini pihaknya kerap mengajukan ke dinas yang bersangkutan untuk adanya bantuan normalisasi. Tetapi, hingga kini belum ada realisasinya. "Kami harap, pemerintah memperhatinkan nelayan di sini. Kasihan para nelayan, jika kondisi ini cukup dibiarkan saja," pungkasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kanker Payudara Tak Otomatis Diturunkan

PEREMPUAN yang memiliki keluarga menderita kanker payudara terkait dengan mutasi genetik BRCA, tidak perlu khawatir akan menderita kanker yang sama jika hasil tes gen mereka negatif.  Sekitar 5-10 persen kejadian kanker payudara dipengaruhi oleh faktor genetik yang sebagian besar diakibatkan ketidaknormalan gen BRCA1 atau BRCA2. Wanita yang memiliki mutasi gen ini berisiko 5-20 kali lebih besar menderita kanker payudara atau kanker ovarium.
Karena itu wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau 2 ini dianjurkan untuk melakukan skrining kanker dan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko kanker. Bahkan tak sedikit wanita yang memutuskan untuk mengangkat payudara atau indung telur mereka agar tidak terjadi kanker.
Namun dalam studi yang terbaru yang dilakukan dengan menganalis data lebih dari 3.000 keluarga dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 ditemukan bahwa tidak ada bukti wanita yang tidak memiliki gen bermutasi memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara. Studi ini dilakukan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Hasil riset ini sekaligus menyanggah studi tahun 2007 yang menyebutkan risiko kanker tetap tinggi meski seseorang tidak membawa mutasi gen di keluarganya. Studi sebelumnya menemukan jika ditemukan mutasi gen tersebut dalam keluarga, anggota keluarga lain sebaiknya juga dilakukan skrining. Wanita yang memiliki hasil tes negatif dianggap risikonya sama seperti populasi umum.

***

Aspirin Kurangi Risiko Kanker Usus
ASPIRIN yang dikonsumsi secara terus-menerus mampu mengurangi risiko kanker kolorektal (usus) hingga 60 persen. Demikian menurut para peneliti sebagaimana dipublikasikan di jurnal The Lancet, baru-baru ini.
Studi tersebut melibatkan sejumlah penderita Lynch Syndrome, yaitu kesalahan genetis yang mengubah susunan sel sehingga menyebabkan berbagai macam kanker, termasuk kanker usus. Sebanyak 861 partisipan dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok mengonsumsi dua butir aspirin berdosis 600 mg setiap hari. Kelompok lainnya mengonsumsi pil biasa atau disebut juga plasebo selama sedikitnya dua tahun. Kemudian usus besar mereka diperiksa.
Ketika data tersebut diperiksa pertama kali pada 2007, tidak ada perbedaan di antara dua kelompok itu. Namun semuanya berubah ketika para peneliti memeriksa data itu kembali beberapa tahun kemudian. Saat itu terdapat 34 kasus kanker usus di kelompok plasebo, sementara di kelompok aspirin yang terserang hanya hanya 19 orang atau 44 persen lebih sedikit dibanding kelompok plasebo.
Para dokter kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap 60 persen pasien yang mengonsumsi aspirin dan plasebo selama lebih dari dua tahun. Hasil penelitian sub-kelompok itu lebih mengesankan. Terdapat 23 penderita kanker usus di kelompok plasebo, dan hanya 10 penderita di kelompok aspirin, atau 63 persen lebih sedikit dibanding kelompok plasebo. Perbedaan itu baru terlihat setelah lima tahun.

***

Umur Panjang Bisa Diwariskan
UMUR panjang ternyata bisa diwariskan. Setidaknya demikianlah hasil riset para ilmuwan Amerika Serikat (AS). Para peneliti itu menemukan bahwa memblokir atau memodifikasi salah satu dari tiga protein kunci dalam DNA dapat meningkatkan lama hidup hewan dan keturunannya, meskipun modifikasi terhadap sel asli tidak lagi ada dalam DNA keturunannya. Temuan pertama di dunia ini menunjukkan bahwa umur panjang bisa diwariskan dengan cara nongenetik selama beberapa generasi.
Masih diperlukan penelitian lanjutan terkait temuan ini. Namun penelitian ini bisa menjadi petunjuk mengenai kemungkinan bahwa modifikasi DNA yang terjadi pada kakek-nenek buyut kita dapat mempengaruhi lama kehidupan kita sendiri. "Penelitian ini berkaitan dengan gagasan pewarisan sifat-sifat yang hampir sesat karena telah lama dipasung oleh hukum Mendel. Tapi kami menunjukkan melalui penelitian ini bahwa pewarisan umur panjang terjadi pada cacing gelang melalui pengubahan protein tertentu," kata profesor genetika, Anne Brunet, PhD., penulis utama penelitian. (Nur Hidayatullah-11)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/02/164964/

Pendidikan Karakter Melalui Kurban

KESEMPATAN Hari Raya Idul Adha 1432 H, dimanfaatkan Sekolah Islam Terpadu MI Luqman Al Hakim Slawi untuk menggelar kegiatan kurban. Kegiatan itu melibatkan seluruh peserta didik.
Pelaksanaan kurban berlangsung Senin (7/11) kemarin di kampus MI Luqman Al Hakim. Sebanyak 8 kambing dikurbankan berasal dari wali murid yang menyerahkan pengelolaannya kepada MI Luqman Al Hakim.
Kepala Madrasah, Wiyarso SAg, menyatakan, bahwa kegiatan kurban seperti ini merupakan langkah nyata pendidikan karakter kepada anak. “Saya yakin, pengalaman ini akan membekas dalam ingatan sampai mereka dewasa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, momen ini menyimpan makna keikhlasan dan berbagi, yang memiliki pahala berlipat dengan nilai satu bulu satu kebaikan. “Bisa kita bayangkan ada berapa ribu kebaikan yang bisa didapatkan dari berkurban,” katanya.
Dia menambahkan, kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai media belajar anak bagaimana cara syarat-syarat hewan yang bisa dikurbankan, mengenai ketajaman alat pemotong, hingga menyaksikan pemotongan hewan kurban, dan ikut mempraktekkan cara memisahkan kulit dari gading hewan kurban.
“Anak-anak diberikan kesempatan untuk melakukan itu semua dengan pendampingan guru-gurunya,” tambah Wiyarso.
Saat pemotongan hewan kurban, anak-anak tanpa sungkan turut menyaksikan dengan melafalkan takbiran bersama-sama sehingga menghindari kesan ngeri. Begitu selesai, sebagian dari mereka turut membantu menguliti, dan juga memotong daging kurban. Mereka nampak begitu antusias membantu memotong daging dan mengemasnya untuk dibagikan kepada warga sekitar. Sedemikian antuasiasnya mereka, sampai-sampai mereka rela menunggu giliran untuk membantu karena keterbatasan pisau.
Ketua Panitia Kurban, Fathurachman SPdI, menjelasan, dari delapan hewan kurban itu akan dibagi menjadi 250 paket daging kurban, dan rencananya paket tersebut akan dibagikan kepada warga di sekitar MI Luqman Al Hakim dan juga warga di sekitar rumah dewan guru.
Adapun salah satu kegiatan yang dilaksanakan sehari sebelumnya sebagai rangkaian dari kegiatan Idul Adha, yakni menjalankan puasa sunnah Arafah.
Sementara itu, Yoda, siswa kelas VI (enam) mengaku senang dan puas dengan kegiatan ini. Dalam kegiatan kurban itu dia berkesempatan untuk membersihkan jeroan hewan kurban. “Bau sih, tapi seneng banget. Hanya di sekolah saya bisa bantu-bantu kayak gini. Yang jelas, aku nggak bakalan lupa dengan pengalaman ini,” katanya riang. (aan)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/