Minggu, 20 November 2011

Sensasi Sensual French Kiss

BIBIR, konon memiliki sensitivitas dua ratus kali lebih tinggi daripada jari. Pada bibirlah, muara menuju sensasi sensual terwujud. Namun, jika ciumannya terasa "datar", lantas bagaimana mendapatkan ciuman yang hangat, melegakan, sensual dan juga susah dilupa?
Cobalah ajari dia tentang teknik ciuman yang andal, dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Saat bibir saling terpaut, perlahan usapkan lidah ke bibirnya secara lembut. Inilah awalan yang baik, sebagai sinyal Anda menginginkan french kiss (ciuman dengan lidah, red).
2. Jika ia tidak merespos sentuhan lidah Anda di bibirnya, sebaiknya french kiss ditunda hingga ia bersedia "terbuka".
3. Pancing dia dengan ciuman lembut di bibirnya perlahan. Saat bibirnya terbuka, inilah momen yang pas, dorong lidah secara lembut sedikit lebih jauh ke dalam mulutnya, hingga lidah Anda berdua saling bertemu.
4. Mainkan ritme "permainan" lidah. Biarkan lidah Anda dan dia saling mengusap satu sama lain. Sembari menikmati lidahnya yang bermain di mulut, cobalah godalah dia dengan menarik tiba-tiba bibir Anda menjauh.
5. Buat si dia penasaran melanjutkan aksi ciuman panas itu.  Inilah sinyal jika Anda ingin memegang kendali. Tatap matanya dengan senyum menggoda. Lekatkan kembali bibir Anda dan usap perlahan bibirnya dengan lidah sambil sesekali memagut lembut bibir bawahnya. Lecuti gairahnya dengan membasahi bibirnya dengan jilatan sensual.
6. Saat itulah dorong lidah Anda lebih jauh ke dalam mulutnya, sehingga ujungnya terasa mengusap deretan giginya.
7. Saat menciumnya, biarkan tangan Anda bebas membelai wajah, leher atau rambutnya. Sembari menciumnya, perlahan hisap dan berikan juga gigitan kecil di bibir dan lehernya.
8. Hangatnya napas dan desahan seksi Anda akan semakin menambah sensasi ciuman. Biarkan ia tahu Anda sangat menikmati ciumannya.
9. Akhiri ciuman secara lembut, lalu tataplah matanya penuh dengan kemesraan.
Mencium dia yang Anda cintai memang tak cukup hanya sekali, Anda hanya perlu menciumnya lagi, lagi dan lagi. Jadi, sudah siap melancarkan aksi ciuman "unforgetable" untuk si dia, malam ini? Light the fire, ladies!
(maya/CN19)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2011/11/21/1195/

Pilot Terkunci Dalam Toilet Awak Pesawat Panik

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Seorang pilot terkunci di dalam toilet, mungkin terdengar seperti sebuah lelucon. Namun jika hal ini terjadi maka yang terjadi berikutnya adalah kepanikan penumpang.
Situasi konyol ini terjadi dalam penerbangan Chautauqua Airlines, sebuah maskapai penerbangan domestik di Amerika Serikat.
Dalam penerbangan Delta 6132 jurusan Asheville, Karolina Utara menuju New York pekan lalu itu terjadilah ‘tragedi’ unik ini.
Saat itu, pesawat terbang tinggal berjarak 30 menit dari Bandara LaGuardia, New York saat sang pilot menggunakan toilet pesawat terbang.
Entah apa yang terjadi, pintu toilet macet dan sang kapten terjebak di dalamnya. Karena tak bisa keluar maka sang kapten mengetuk pintu toilet untuk meminta tolong.
Salah seorang penumpang yang mendengar ketukan itu kemudian menghampiri toilet dan berusaha membantu.
Karena penumpang itu juga gagal membuka pintu, maka sang kapten memberi kata sandi untuk masuk ke kokpit kepada penumpang itu.
Di saat yang bersamaan, ko-pilot yang tidak mengetahui kondisi itu melaporkan ‘hilangnya’ sang kapten melalui radio. Akibat laporan ini nyaris dua jet tempur mendekati pesawat berpenumpang 18 orang itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kapten telah menghilang dan saya mendengar seseorang dengan logat asing mencoba masuk ke kokpit dan saya harus menangani masalah ini,” kata si kopilot.
Padahal, suara asing itu adalah penumpang yang diberikan kata sandi untuk masuk ke dalam kokpit.
Mendengar laporan itu, menara pengawas bandara menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan kopilot untuk mendarat di mana saja.
Beruntung di saat genting itu, sang kapten akhirnya bisa keluar dari toilet dan kembali memegang kendali kokpit.
“Saya kapten dan saya sudah kembali. Pintu toilet rusak,” kata dia melalui radio.
“Kami hanya ingin memastikan, apakah ada masalah di dalam pesawat?” tanya petugas menara pengawas.
“Negatif. Saya terkunci di dalam toilet karena pintunya rusak. Saya harus berusaha untuk keluar dari sana,” kata kapten.
Pesawat itu akhirnya bisa mendarat dengan selamat di New York, meski demikian para petugas kepolisian dan FBI tetap melakukan pemeriksaan.
Manajemen Chautauqua Airlines kemudian memberikan penjelasan soal masalah sepele yang nyaris berbuntut panjang itu.
“Tak satupun penumpang kru pesawat dalam bahaya,” kata juru bicara Chautauqua Airlines, Peter Kowalchuk.
“Kopilot menjalankan tugas dengan benar. Dia tak mengizinkan siapapun masuk ke kokpit sebelum bisa memastikan kondisi kapten penerbangan,” tambah Kowalchuk.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

Kelamaan Duduk Sebabkan Kanker

DUDUK merupakan hal biasa yang dilakukan manusia pada umumnya, namun berhati-hatilah karena duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker usus.
Sebuah riset terbaru yang dilakukan para ahli dari Alberta Health Services Cancer Care, Kanada. Menyebutkan, dalam risetnya yang melibatkan catatan medis dari 92 ribu pasien, mendapati sebagian besar dari pasien yang kurang aktif dan menghabiskan banyak waktu dengan duduk berjam-jam, menderita kanker payudara juga kanker usus.
Para ahli berpendapat, kurang aktifnya tubuh menyebabkan kelainan pada pertumbuhan sel. Inilah yang menjadi asal muasal kanker. “Terlalu banyak duduk dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama serangan kanker payudara dan kanker usus.”
“Kami juga menemukan, gaya hidup aktif adalah kunci untuk menangkal berbagai serangan kanker. Bahkan, gaya hidup aktif dapat mengurangi risiko serangan kanker payudara hingga 30%,” kata pimpinan penelitian, Christine Friedenreich.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, terlalu lama duduk juga bisa meningkatkan risiko pembekuan darah di paru-paru. Pembekuan itu akan menyebabkan emboli paru-paru berkembang. Emboli paru-paru berkembang akibat gumpalan-gumpalan darah beku ikut mengalir melalui pembuluh darah vena ke seluruh tubuh.
Sedangkan gejala umum yang biasanya dirasakan pasien adalah nyeri dada dan kesulitan bernapas. Jika tidak segera ditangani, siklus itu akan berujung pada serangan jantung.
(rifki/CN34)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sehat/2011/11/18/675/

Kumandangkan Indonesia Raya di Kilimanjaro

Setelah menaklukkan puncak tertinggi di Eropa, Elbrus, 17 Agustus silam, pemanjat difabel Sabar Gorky kembali beraksi. Pada 13 November lalu, dia menaklukkan gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro.
KEINGINAN Sabar untuk menyanyikan “Indonesia Raya” di puncak Kilimanjaro yang memiliki tinggi 5.895 meter di atas permukaan laut akhirnya terwujud. Menyanyikan lagu kebangsaan sebagai tanda syukur itu sudah diniatkannya sejak sebelum berangkat mendaki gunung yang berada di Tanzania tersebut.
“Di Elbrus, Rusia, saya tak sempat menyanyi ’Indonesia Raya’ karena memang durasi saat berada di puncaknya tidak lama. Ketika di Kilimanjaro, waktu cukup lama sehingga kami bisa bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan,” papar Sabar di rumahnya di Jurug, Kampung Gendingan RT 03 RW 16 Jebres, Solo, Minggu (20/11).
Meski niat itu tercapai, Sabar agak kecewa karena keinginan lain tidak terpenuhi. Dia semula berencana mendaki Kilimanjaro untuk memperingati Hari Pahlawan.
Dalam skenario awal, Sabar sudah berada di puncak gunung tertinggi di dunia itu tepat pada 10 November. Rencana tinggal rencana.
Lambatnya dana operasional yang turun menyebabkan pendakian baru dimulai 11 November. “Gela (kecewa) memang, tapi karena sudah diniati hanya menjadi kekecewaan sesaat,” imbuh dia.
Sabar tidak sendiri dalam ekspedisi tersebut. Dia memanjat bersama empat pendaki lain dari Indonesia. Seorang pendaki berasal dari kelompok pencinta alam Top Ranger and Mountain Pathfinder (Tramp). Dua orang merupakan pelajar SMA 68 Jakarta, seorang lagi dari pihak sponsor. Didampingi empat pemandu lokal, petualangan Sabar dkk dimulai 11 November pukul 13.00 waktu setempat dari titik pendakian pertama di Maragu Gate. Tempat ini berketinggian 1.828 di atas permukaan laut.
Difabel Pertama
Berikutnya selama empat jam perjalanan, rombongan bergerak menuju Mandara (2.743 dpl). Setelah itu mereka kembali berjalan menuju Horombo (3.799 dpl) selama enam jam. Setelah beristirahat sebentar, Sabar cs bergegas menuju Uhuru Peak yang merupakan puncak Kilimanjaro (5.895 dpl). Butuh waktu 10 jam dari Horombo ke Uhuru Peak. Rute terberat ditempuh para peserta ekspedisi saat berjalan menuju Gilman’s Point, titik yang berada di antara Kibo dan Uhuru Peak. Medannya berupa tanjakan terjal.
Menipisnya kadar oksigen dengan suhu minus 5 derajat Celcius membuat Sabar dan rekan-rekan harus pandai mengatur ritme perjalanan. Rombongan pun memilih berjalan melambat daripada cepat untuk menghemat tenaga.
“Ketika sampai, saya menjadi orang difabel pertama dengan usaha sendiri yang berhasil naik ke puncak gunung tertinggi di Afrika. Dua pelajar yang ikut dalam rombongan menjadi pelajar pertama dari Indonesia yang mampu mencapai puncak gunung tertinggi,” papar pria berusia 43 tahun ini.
Ada sensasi tersendiri dalam penjelajahan dua gunung tertinggi yang sukses ditaklukkannya itu. Puncak Elbrus memiliki medan berat dengan suhu ekstrem mencapai minus 15 derajat Celcius. Adapun Kilimanjaro yang baru didakinya itu memiliki rute perjalanan yang panjang. “Dua gunung sudah saya kalahkan. Masih ada lima gunung lagi di tiga benua lain yang masih harus saya atasi,” tutur Sabar menjelaskan keinginannya.
Sabar saat ini selalu menyematkan tambahan nama baru “Gorky” di belakang nama aslinya yang hanya terdiri atas satu kata. Bukan tanpa alasan jika nama dari bahasa Rusia yang berarti Sedih itu selalu dipakainya.
Ayah Novalia Eka Sadriani (10) itu menyebut nama “Gorky” diberikan seorang pemandu asal Rusia yang menemaninya menaklukkan Elbrus pada hari kemerdekaan tahun ini. “Sedih memiliki arti keterbatasan bahwa dengan kondisi tanpa kaki saya masih mampu mencapai prestasi yang tidak mudah dicapai setiap orang,” papar pria yang mengalami cacat putus kaki karena terjatuh saat menumpang kereta api dari Jawa Barat, 22 tahun silam, itu. 
Setelah menaklukkan dua puncak gunung tertinggi dalam waktu setahun, Sabar menahan diri untuk tidak mendaki lagi. Dia memilih beristirahat hingga akhir tahun sembari mengawasi rumah yang tengah direnovasi. “Setelah itu, sekitar pertengahan 2012 saya berencana bersepeda di Gurun Sahara,” ungkap Sabar menjelaskan keinginan berikutnya. (Gading Persada-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/21/167205/

Surat Jeng Sri dan Kegaduhan Politik

KEDATANGAN Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati (Jeng Sri) ke Istana bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (8/11),  menyisakan pertanyaan.

Pasalnya, setelah pertemuan itu justru yang mengemuka adalah sikap tidak simpatik Presiden Yudhoyono menanggapi spekulasi berita tentang kedatangan mantan Menkeu terkait dengan kasus bailout  Bank Century.

Spekulasi dari rival politiknya semakin berkembang karena ditengarai  SBY mengalami kerisauan. Dia mengatakan, tidak waras orang yang menuding pertemuan dirinya dengan Sri Mulyani adalah untuk membicarakan persoalan kasus Bank Century.

Pertama, Presiden disebut-sebut sedang risau dengan audit forensik  yang segera selesai meskipun hasilnya tidak akan signifikan.Timwas Bank Century DPR RI sedang menunggu hasil audit yang menurut rencana disampaikan pekan depan. Harapannya, dalam paparan hasil audit forensik BPK ada kejelasan status kasus itu.

Menyangkut masa kerja tim yang akan berakhir, DPR akan mempertimbangkan apakah perlu memperpanjang atau tidak.

Secara prinsip masa kerja Timwas Century akan berakhir pada masa sidang ini, sehingga perlu mendengarkan hasil audit forensik dari BPK. Setelah itu akan disampaikan ke Badan Musyawarah (Bamus) dan baru ke rapat paripurna. Di sinilah penentuan apakah bisa mendorong hak untuk menyatakan pendapat oleh DPR RI. Kerisauan kedua adalah gugatan arbitrase dua terpidana kasus korupsi Century Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi yang memojokkan posisi pemerintah.

Selain itu, rival politiknya juga menengarai bahwa Yudhoyono khawatir dengan pergantian pimpinan KPK akhir tahun ini, karena pimpinannya saat ini tersandera dengan deponering. Jadi kalau diganti Presiden diperkirakan akan kebingungan. Terbukti KPK hingga kini mengaku belum menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggelontoran dana talangan untuk Bank Century tersebut.

Bantahan

Apalagi lawan-lawan politiknya juga mempermasalahkan bantahan Yudhoyono bahwa dirinya tidak pernah dimintai arahan dan keputusan terkait kebijakan pemberian dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Padahal, Sri Mulyani selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan/KSSK saat itu, telah memperingatkan sebanyak tiga kali.

Dengan pernyataan yang diutarakan pada 4 Maret 2010, Presiden Yudhoyono seolah melempar tanggung jawab kesalahannya kepada anak buahnya yang kini menjabat di Bank Dunia itu.

Berdasarkan dokumen berupa tiga surat yang dilayangkan Sri Mulyani  saat masih menjabat Ketua KSSK, mantan menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II itu sudah memperingatkan Presiden Yudhoyono yang menyebutkan bahwa kebijakan bailout Bank Century itu menyalahi aturan.

Anehnya, dalam pidato tanggal 4 Maret 2010, atau sehari sesudah pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI tentang kasus bailout Bank Century, Presiden menyatakan bahwa dirinya tengah di luar negeri untuk menghadiri KTT G20 di Amerika Serikat.

”Sekali lagi, di saat pengambilan keputusan itu, saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu, antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu No 4/2008 memang tidak memerlukan keterlibatan presiden,” tandas SBY, kala itu.

Berawal dari surat Bank Indonesia (BI) kepada Menteri Keuangan selaku ketua KSSK Sri Mulyani, yang diparaf oleh Gubernur BI (kala itu) Boediono tertanggal 20 November 2008, dinyatakan bahwa perkembangan terakhir dari Bank Century bahwa rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minus 3,53 persen (-3,53).

Dengan begitu bank tersebut tak layak menerima dana talangan, dan Bank Century dinyatakan sebagai bank berdampak sistemik.

Mendapat penjelasan dari BI, selanjutnya Sri Mulyani mengirim surat kepada Presiden SBY tanggal 25 November 2008 dengan nomor surat S-01/KSSK/.01/2008. Surat tersebut merupakan surat peringatan pertama kepada SBY.

Surat yang ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Menteri Negara BUMN, Sekjen Departemen Keuangan dan Sekretaris KSSK itu kembali meneguhkan bahwa Bank Century adalah bank gagal dan ditenggarai berdampak sistemik oleh BI dan selanjutnya ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan UU 24 Tahun 2008 tentang LPS.

Notulen

Dalam surat peringatan pertama itu, juga dilampirkan notulen rapat KSSK tanggal 21 November 2008, notulensi rapat tertutup KSSK pada tanggal yang sama yang dihadiri oleh Boediono dan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan.

Juga dilampirkan keputusan KSSK No 04/KSSK.03/2008 tentang penetapan PT Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik serta keputusan penyerahan Bank Century ke LPS.

Surat peringatan kedua dari Sri Mulyani kepada SBY dikirim tanggal 4 Februari 2009 dengan nomor surat SR-02/KSSK.01/II/2009.

Bahkan dalam surat peringatan kedua ini yang ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Ketua Dewan Komisioner LPS dan Sekretaris KSSK, Sri Mulyani mencantumkan CAR Bank Century (negatif 3,53%) secara jelas.

Yang dipermasalahkan sejumlah politikus inisiator kasus Century adalah hal yang tidak lazim bahwa surat resmi itu menggunakan kalimat pembuka yang tak biasa sebagaimana surat resmi yang ada dan tetap merujuk pada surat pertama. ”Sebagaimana Bapak Presiden maklum, dalam surat tersebut (S-01/KSSK.01/2008), KSSK melaporkan....” demikian isi surat pembuka.

Tak ada tanggapan, Sri Mulyani kembali mengirim surat kepada SBY setelah terpilih menjadi presiden bersama Boediono, tepatnya tanggal 29 Agustus 2009. Nomor surat itu adalah SR-36/MK.01/2009.

Dalam surat ketiga itu, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kembali mencantumkan surat pertama dan kedua dengan kalimat pembuka yang dinilai tak lazim yang juga ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner LPS dan Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan. Sebanyak tiga kali Menteri Keuangan Sri Mulyani mengirim surat kepada Presiden SBY sebelum dilakukan pemberian dana talangan Bank Century.

Oleh karenanya muncul pertanyakan atas sikap reaktif Presiden SBY itu. Apakah kepanikan Presiden SBY tersebut ada korelasinya dengan surat-surat yang sudah mulai terbuka kepada publik? Timwas  DPR RI bergerak untuk meminta klarifikasi soal surat-surat tersebut.

Sisi lain menambah kepanikan adalah bergulirnya gerakan tokoh lintas agama dan masyarakat/LSM agar Presiden Yudhoyono-Wapres Boediono mundur secara damai dan konstitusional. Gerakan Indonesia Bersih (GIB) bersama tokoh lintas agama, LSM dan mahasiwa akan terus menggulirkan lewat kasus Century.

Meski keterlibatan parpol dalam gerakan ini menghadapi kendala karena masuknya parpol di jajaran eksekutif dan koalisi Setgab Parpol pendukung pemerintah, namun secara tidak formal orang-orang parpol mendukung gerakan ini.

Contoh, sikap politikus PKS yang disuarakan Sekjen DPP Anis Matta dan Fahri Hamzah yang tetap konsisten akan kritis menyuarakan soal Bank Century meskipun Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring ditunjuk menjadi juru bicara Wapres Boediono terkait Bank Century.(A Adib-05)
Sumber Berit: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/21/167214/

Usman Gumanti Pimpin Jatimulya.

SURADADI - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatimulya, Kecamatan Suradadi dimenangkan Usman Gumanti yang diusung dengan gambar Padi. Usman yang sebelumnya merupakan salah satu perangkat desa setempat meraih angka sebanyak 2.764 suara. Sementara suara terbaik kedua direbut Nurohmat yang diusung dengan gambar Ketela yakni sebanyak 1.859 suara. Dan yang terakhir, Sahidin dengan gambar Jagung sebanyak 688 suara. Pelaksanaan pilkades yang dihadiri Muspika Suradadi ini diselenggarakan di lapangan Desa Jatimulya, Minggu (20/11) pagi.
Ketua Panitia Pilkades Jatimulya, Drs Suharjo mengatakan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di wilayahnya sebanyak 7.615 suara. Sejumlah itu, yang hadir hanya 5.402 orang. Sementara blanko kosong, 23 suara dan tidak sah sebanyak 68 suara.  "Pilkades ini dimenangkan oleh Usman Gumanti. Dia memperoleh suara terbanyak," ucapnya, disela-sela kesibukannya usai menghitung suara.
Dia menjelaskan, pilkades ini menghabiskan anggaran sebanyak Rp 108.075.000. Sejumlah itu berasal dari APBD II Rp 7 juta, APBDes Rp 4 juta, dan sisanya merupakan swadaya para calon kades. Masing-masing calon dibebani Rp 32.360.000. Menurutnya, selama pilkades ini berlangsung, suasananya kondusif. Meskipun ada sedikit kendala, namun dapat ditangani oleh petugas keamanan dan panitia pilkades. "Sejauh pemantauan kami, para calon tidak melakukan money politik. Dalam aturan, jika ada money politik kami langsung membawanya kepihak yang berwajib," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama pula, Camat Suradadi, Tri Guntoro mengatakan, bagi kades terpilih supaya jangan melupakan janji visi misinya pada saat pengundian gambar beberapa hari silam. Karena menurutnya, janji adalah hutang. “Sumpah atau janji itu mengandung tanggung jawab kepada manusia dan Allah SWT. Artinya, mengemban amanat sebagai pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, camat juga berharap, kedepan, kades terpilih mampu bekerja sama dengan baik. Khususnya dengan lembaga-lembaga yang ada di desa maupun dengan pemerintah kecamatan serta daerah. Kemudian yang terpenting adalah melakukan pelayanan kepada warga masyarakat dan mengutamakan kesejahteraannya.  "Jabatan kades sebenarnya berat. Karena konsekwensi kerjanya selama 24 jam penuh. Maka dari itu, upayakan agar warga tidak kecewa setelah memilih kades terpilih (Usman Gumanti, red)," tukasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Selalu Dampingi Warga

HAMPIR di semua kecamatan di Kabupaten Tegal, saat ini tengah berlangsung perekaman data e-KTP, bagi warga yang wajib KTP. Begitupun yang terjadi di wilayah Kecamatan Bumijawa, warga wajib KTP diwilayahnya tengah merekam data e-KTP di kecamatan setempat salah satunya Desa Muncanglarang. Warga Desa Muncanglarang sedikit terbantu, karena warga yang ke kecamatan dibantu oleh desa dengan menggunakan kendaraan operasional desa setempat.
Tidak hanya itu, bahkan selama di kecamatan untuk merekam dat e-KTP, Kades Muncanglarang, Alek Subekti selalu hadir di kecamatan untuk mendampingi warga. Itu sebuah bukti kepedulian kades terhadap warga desanya.  ”Kami dibantu perangkat, setiap hari mengantar warga yang akan rekam data e-KTP di kecamatan, jarak desa ke kecamatan sekitar 2 KM,” ucap Kades Muncanglarang, Aleks Subekti.
Tidak hanya itu, kades yang tengah menempuh kuliah pasca sarjana itu selalu setia mendampingi warga sampai batas akhir dilaksanakannya wajib e-KTP warga desanya. Kades yang gemar membaca dan mengoleksi buku itu, juga dikenal warganya cukup fleksibel dan memiliki jiwa sosial cukup tinggi. Bahkan saaat warga kejenuhan menunggu giliran untuk direkam data, selalu menghibur warga dengan joke-jokenya.
Menurut dia, itu sebuah bentuk pengabdian terhadap warga desanya. Karena menurut dirinya bentuk pengabdian tidak hanya saat berdinas di kantor. Tetapi saat dibutuhkan seperti sekarang ini, dirinya juga siap membantu warga demi tercapainya keinginan warga.  “Tidak ada maksud apapun, selain sekedar membantu dan memahami apa yang diinginkan warga desanya,” ujarnya.
Sementara, apa yang dilakukan tidak terbatas hari kerja saja. Sebagai bukti di hari Sabtu yang seharusnya libur, dirinya terus mendampingi warga dengan berseragam lengkap. Bagi dirinya, bentuk pengabdian kades terhadap warga tidak bisa disamakan saat hari dinas saja. “Saat libur jika dibutuhkan dan kami berada dirumah, siap membantu warga,” pungkas Alek Subekti. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/