Senin, 27 Februari 2012

Jokowi Mobil Esemka Bukan Odong Odong

Jakarta (ANTARA) - Menanggapi pemberitaan negatif mengenai buruknya kualitas mobil Esemka, Walikota Solo, Joko Widodo menegaskan bahwa Esemka adalah produk yang teruji kualitasnya.
"Mobil Esemka bukan odong-odong, rancangannya telah dipikirkan baik-baik sejak lima tahun yang lalu," kata Joko Widodo di Kantor Perum LKBN ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Joko Widodo bahkan menantang mobil produksi lain berharga sama untuk adu kualitas.
"Dengan harga Rp95 juta, coba Esemka dijejerkan dengan mobil merk lain, pasti kualitas mobil Esemka lebih baik," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo.
Menjelang uji emisi standar Euro2 yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Serpong, Tanggerang Selatan, awal pekan depan, Jokowi merasa optimistis Esemka bisa lolos.
"Esemka telah berkali-kali diuji coba, saya optimistis mobil ini bisa lolos uji emisi karena nyatanya sampai Jakarta mobil baik-baik saja dan tidak ada kendala," kata dia.
Keberadaan Jokowi di Jakarta adalah untuk mengawal mobil Esemka
yang untuk pertama kalinya melakukan uji-jalan jarak jauh dari Solo ke
Jakarta, dan selanjutnya akan dilakukan uji emisi standar Euro2 di BTMP Serpong, Tangerang.
Jokowi merasa yakin, mobil Esemka akan mampu berkompetisi di pasar mobil nasional karena harga dan kualitas dinilainya bisa bersaing dengan kendaraan merk lainnya.
"Sekali lagi, Esemka bukan rancangan kemarin sore, tim Esemka di Solo Technopark sangat profesional, mereka telah berkali-kali melakukan riset dan uji coba," kata dia.
Meski begitu, Jokowi mengaku untuk tahap awal, Esemka tidak akan diproduksi secara besar-besaran.
"Target produksi hanya 200 hingga 300 per bulan, dan baru akan tersedia di Solo Raya dengan satu atau dua dealer, kalau sudah mapan baru akan dijual secara nasional. Kami tidak ingin `kemrungsung` atau tergesa-gesa," katanya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/jokowi-mobil-esemka-bukan-odong-odong-133209517.html

Pengguna Facebook Makin tak Bersahabat

TEMPO.CO , California - Facebook yang semula menjadi alat untuk menjalin persahabatan di dunia maya kini kondisinya berkebalikan. Menurut survei Pew Internet and American Life Project, pengguna layanan jejaring sosial itu semakin tidak bersahabat.
Salah satu faktor yang membuat anggota Facebook jadi pilih-pilih teman karena semakin banyaknya jumlah pengguna jejaring sosial tersebut. Mereka juga menghilangkan profil yang dianggap terlalu pribadi dan memutuskan pertalian pertemanan dengan beberapa orang.
Dari riset yang dilakukan melalui telepon kepada 2.277 orang Amerika dewasa yang menggunakan Facebook, 63 persen dari mereka telah menghapus beberapa nama dari daftar pertemanan.
Sebanyak 44 persen menghapus komentar yang dibuat temannya pada profil mereka. Sementara 37 persen dari jumlah itu menghapus nama mereka dari foto-foto yang di-tag.
Dari jumlah yang sama, sebanyak 67 persen perempuan menyatakan mereka telah mengatur kontrol privasi media sosial pada tingkat yang paling tinggi. Sementara para pria yang melakukan tindakan serupa sebanyak 48 persen.
Kendati ada yang mengatur privasi akun Facebook-nya sedemikian ketat, masih ada 20 persen dari pengguna jejaring sosial ini yang memilih pengaturan supaya siapa saja dapat melihat profilnya.
Kesimpulannya, survei Pew Internet and American Life Project menunjukkan sekitar dua pertiga pengguna Internet menggunakan jaringan sosial. Mereka semakin sadar akan keamanan data pribadi yang ada di dalamnya, sehingga harus memilih siapa saja dapat menilik akun Facebook, Google+, dan Twitter-nya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/pengguna-facebook-makin-tak-bersahabat-083808673.html

Kekuatan Besar di Balik Gangster Kei

TEMPO.CO, Jakarta - Diburu selama kurang-lebih sebulan, tokoh kelompok Kei, John Refra Kei, akhirnya ditangkap di sebuah "hotel jam-jaman" di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Selain menjadikan John tersangka pelaku pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, polisi akan menjeratnya dengan belasan kasus kejahatan lain yang ia dan kelompoknya lakukan.  
Pekan ini Majalah Tempo menurunkan laporan utama "Gangster Kei" setelah melakukan penelusuran mendalam ke berbagai sumber hingga ke Pulau Kei, Maluku Tenggara. Menurut sumber Tempo di Kepolisian Geng Kei terkenal sadis.
Pembunuhan yang telah diakui oleh tiga anak buah John Kei itu konon bermotif utang. Bos PT Sanex Steel Indonesia itu tak kunjung membayar utang Rp 600 juta. Karena itu pada 26 Januari 2012, Tan Harry, atau dikenal dengan nama Ayung, dibunuh di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat.
Soal motif pembunuhan terhadap Ayung, sejumlah sumber Tempo yang kenal John dan Ayung ragu jika itu hanya tentang duit jasa menagih utang. "Kalau hanya Rp 600 juta, itu kecil bagi Ayung," kata sumber yang juga anggota partai politik itu. Sumber Tempo lain yakin pembunuhan Ayung dilatarbelakangi persaingan bisnis. "Ada orang yang memakai John untuk membunuh Ayung," kata sumber itu.
Pendapat itu didasarkan pada hubungan antara John dan Ayung yang selama ini sangat baik. Ayung berkenalan dengan John Kei saat dia masuk penjara. Gara-garanya, dia bersengketa dengan Ho Giok Kie alias Arifin dalam perebutan saham PT Sanex Steel pada 2005. Perselisihan ini merembet ke kasus lain yang membuat Ayung dipenjara.  "Arifin ini bisa dibilang musuh besar Ayung," ujar sumber itu.
Tito Refra mengaku kakaknya memang berteman baik dengan Ayung. "Mereka bagai saudara," kata Tito. Sumber Tempo lain menyebutkan Ayung berkunjung ke Pulau Kei saat ulang tahun ayah John tiga tahun lalu. "Karena itu, jika John sampai membunuh Ayung, pasti ada kekuatan lebih besar, lebih kuat, yang membuat dia melakukan itu semua," kata sumber ini.
Tempo tak bisa meminta konfirmasi perihal konflik Arifin-Ayung ini kepada Arifin. Dihubungi Kamis pekan lalu, istri Arifin, Eflin, juga menyatakan tak akan berkomentar apa pun tentang hal ini. "Saya ini sibuk," ujarnya. Lalu, klik, ia mematikan telepon.  (Selanjutnya >>)
John Kei, 43 tahun, memang bukan nama asing bagi polisi. Bertubuh tegap dan kekar, pria asal Kepulauan Kei, Maluku, itu lekat namanya dengan dunia kekerasan. Kelompok John--dikenal dengan nama kelompok Kei--beberapa kali terlibat bentrokan berdarah dengan kelompok preman lain di Ibu Kota. Geng Kei, misalnya, menghabisi nyawa Basri Sangaji, pemimpin geng Maluku lainnya, pada 2004. "Geng Kei memang dikenal sadis dan tak kenal ampun jika sudah berhadapan dengan musuh-musuhnya," ujar seorang polisi.
John sendiri dikenal keras. Pada 2008, misalnya, ia ditangkap Detasemen Khusus Antiteror karena menebas putus jari dua orang yang terbilang masih familinya (lihat "Jejak Berdarah John"). Di Jakarta, geng Kei dikenal sebagai spesialis penagih utang dan penjaga keamanan, dua mata pencarian yang membuat mereka kerap berhadapan dengan kelompok sejenis.
Keterlibatan John dalam pembunuhan Tan menjadi terang-benderang ketika polisi membuka rekaman CCTV Swiss-Belhotel. Menurut sumber Tempo, rekaman itu menunjukkan, pada pukul 21.28, bersama belasan anak buahnya, John Kei menuju kamar Ayung di kamar 2701.
Selama ini, seorang penyelidik, John kerap lolos dari tuduhan penganiayaan atau pembunuhan karena ia selalu memanfaatkan kesetiaan anak buahnya untuk menjadi martir: mengaku sebagai pelakunya. "Para martir itu sendiri lantas naik derajatnya di komunitas mereka," kata sumber itu. Hanya, kali ini, rupanya John kena batunya. "Kali ini kerja John jorok. Ia terekam CCTV," ujar seorang penyelidik.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/kekuatan-besar-di-balik-gangster-kei-013808336.html

Minggu, 26 Februari 2012

FPI Magelang Kepung Ruko Pengobatan Gratis

MUNTILAN, suaramerdeka.com — Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Magelang mengepung sebuah ruko di Jalan Pemuda 152 Muntilan, Selasa siang. Mereka menempeli tembok ruko dengan berbagai macam tulisan berisi kecaman.
Massa FPI meminta pemilik ruko menghentikan aktivitas pengobatan gratis karena diduga disalahgunakan untuk penyebaran agama tertentu. Jika permintaan ini ditolak, FPI mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran. ”Kami akan datang dengan lebih banyak massa jika Anda (pemilik ruko) tidak segera menghentikan kegiatan pengobatan gratis,” teriak Ketua DPW FPI Kabupaten Magelang Muhammad Muslih.
Anggota FPI mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengendarai mobil pick up. Dengan mengenakan seragam khas FPI putih-putih, massa melakukan orasi sekitar 15 menit. Aksi itu sempat menjadi perhatian masyarakat yang kebetulan melewati kawasan Jalan Pemuda Muntilan.
Warga khawatir aksi akan berlanjut dengan perusakan karena tidak terlihat petugas kepolisian yang melakukan penjagaan. Setelah itu, massa menuju ke Mapolsek Muntilan untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam tuntutannya, FPI menuntut polisi turun tangan untuk menyelesaikan kasus di ruko tersebut karena dinilai menyimpang.
FPI juga meminta agar Polsek Muntilan berani untuk memberantas judi dan miras yang masih marak. Menurut pantuan FPI di lapangan, mereka masih mendapati banyak penyakit masyarkat seperti miras, judi, togel, dan judi kuda lari. ”Polisi harus bertanggung jawah terhadap masih banyaknya penyakit masyarakat seperti judi dan bentuk-bentuk maksiat. Kami siap membantu,” tegas Muhammad Muslih.
Dalam kesempatan ini, FPI juga menyuarakan dukungannya terhadap Ketua FPI Jogjakarta Bambang Tedi yang disidang dalam kasus dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan di PN Kota Jogjakarta.
FPI juga menyatakan penolakan atas berbagai opini masyarakat yang selama ini menyudutkan FPI. "Kami menolak pembubaran FPI. Kami ini membantu polisi untuk menciptakan suasana kondusif kok dibubarkan,” kata Muslih.
Menanggapi hal ini, Wakapolsek Muntilan Iptu Sudarmadji mengatakan pihaknya siap menindak penyakit masyarakat di Muntilan. ”Kami akan terus berusaha dan tidak akan berhenti berusaha untuk menertibkan penyakit masyarakat,” kata janji Sudarmadji.
( MH Habib Shaleh / CN26 / JBSM )
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/02/21/110184/FPI-Magelang-Kepung-Ruko-Pengobatan-Gratis

PT Tira Kramat Dirampok

SLAWI- Untuk kali ketiga dalam dua pekan terakhir, perampok bersenjata tajam kembali beraksi di wilayah Kabupaten Tegal. Minggu (26/2) kemarin sekitar pukul 04.00, pelaku beraksi di PT Tira Austenite Tbk Jalan Garuda nomor 44, Kecamatan Kramat.
Pelaku diperkirakan berjumlah sepuluh orang. Kawanan ini menyekap dua petugas satpam, Yayan Sofyan (25) dan Sudarto (35). Setelah berhasil melumpuhkan satpam, mereka masuk ke kantor perusahaan yang bergerak di bidang pengisian gas tersebut. Kawanan ini berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp 20 juta yang disimpan di dalam brankas besi.
Kapolres Tegal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK melalui Kapolsek Kramat AKP Ngakan Putra SH menjelaskan, pelaku diduga masuk melewati pagar depan. Mereka kemudian langsung melumpuhkan dua petugas satpam yang sedang menonton televisi di pos jaga.
“Dua petugas satpam diancam dengan parang dan golok. Tangan mereka diikat dan mulut mereka dilakban. Pelaku kemudian masuk ke ruang administrasi atau kantor dan merusak brankas besi,” ujarnya di lokasi  kejadian, kemarin.
Menggunakan Mobil
Kapolsek menyebutkan, berdasarkan pengakuan petugas satpam, pelaku menggunakan mobil. Tidak ada korban jiwa dalam aksi perampokan tersebut. Diduga, aksi tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama yang merampok rumah milik pengusaha mebel di Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, pada Kamis (16/2) pekan lalu.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lokasi, kondisi ruang administari juga tampak berantakan. Berkas-berkas di meja komputer tampak berserakan di lantai. Pihak perusahaan tidak bersedia memberikan keterangan terkait aksi perampokan.
Namun, disebutkan oleh salah satu karyawan yang enggan disebut namanya, hanya uang tunai yang diambil oleh para pelaku. Barang-barang berharga lain seperti komputer dan LCD tidak diambil.
Sebelumnya, perampok bersenjata tajam juga menggasak sejumlah uang tunai di rumah pengusaha penggilingan beras di Desa Banjarturi, Kecamatan Warureja pada Selasa (21/2). Pelaku mengambil uang tunai dan barang berharga senilai Rp 15 juta. (K22-88)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/02/27/178467/PT-Tira-Kramat-Dirampok

Prestasi SD Kemuning di Tingkat Kabupaten Tegal

UAR biasa! Siapa sangka seorang gadis cilik yang belum genap berusia 8 tahun, mampu meraih Juara I lomba nyanyi tunggal diajang Pentas Seni Pelajar (PSP) 2012 di tingkat Kabupaten Tegal belum lama ini.
Dara cantik bernama Hasthajun Illona Zoe Putri Setiawan ini, mampu mengalahkan sejumlah peserta lainnya yang merupakan kakak-kakak tingkatnya mulai dari kelas III hingga kelas V. Sementara, Hasta sapaan akrab siswi SD Kemuning Kecamatan Kramat ini, baru menginjak kelas II. Gadis berambut ikal yang lahir di Tegal 8 Juni 2004 itu, memang patut dibanggakan. Selain suaranya indah, vibrasinya juga seperti penyanyi-penyanyi yang sudah kawakan. Sebelum meraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten Tegal, dia pun menjadi idola di wilayah kecamatannya. Kini, piala yang dikoleksinya di lemari kaca sekolahnya, sudah ada dua buah. Mengacu pada aturan yang ada, dalam waktu dekat ini, anak pertama pasangan dari Yudi Setiawan dan Siti Mutoharoh itu, bakal di kirim ke propinsi Jawa Tengah, guna mengikuti lomba yang serupa. "Dia (Hasta), suaranya memang bagus. Alhamdullilah, dia meraih Juara I. Mungkin tidak lama lagi, dia akan dikirim ke Semarang untuk mewakili kabupaten. Waktunya kapan, saya belum tahu karena saya belum mendapat kabar dari dinas," kata Kepala SD Kemuning, Bedi, Sabtu (25/2).
Prestasi yang diraih sekolahnya diajang Popda dan PSP itu, tidak hanya lomba nyanyi tunggal semata. Namun, lomba lainnya juga sempat membawa harum nama sekolahnya, yakni meraih Juara Harapan I lomba sipnosis. Peraihnya adalah, Ros Paulina siswi kelas V. Dengan sejumlah prestasi itu, pihaknya mengaku bakal selalu mendidik dan membimbing peserta didiknya, agar bisa lebih baik lagi di tahun berikutnya. "Dua buah video Hasta ketika sedang belajar menyanyi, sudah kami upload ke Youtube dengan judul Hasta Si Suara Merdu dan Hasta Si Burung Camar. Bagi yang hendak mendengarkan suara merdunya, silahkan klik kedua judul tersebut," ujarnya.
Sementara itu, ketika Hasta ditanya seputar kelebihannya dalam bernyanyi, dia mengaku memang hobi menyanyi sejak belum sekolah. Lagu yang menjadi andalannya kini adalah, Alamat Palsu yang dibawakan oleh Ayu Ting-ting. Ketika dicoba untuk menyanyikan lagu tersebut, Hasta tanpa ragu langsung menyanyi di depan sejumlah guru-gurunya. Suaranya memang merdu dan indah layaknya orang dewasa. "Kalau di rumah, saya sukanya diajaran nyanyi sama Mamah. Sedangkan di sekolah, saya diajarin sama ibu dan bapak guru," ucapnya lugu.
Gadis cantik yang gemar makan ikan bakar ini mengaku, ingin menjadi dokter dan penyanyi terkenal. Dia ingin menunjukan kelebihan suaranya kepada dunia melalui layar televisi. Setelah itu, dia ingin membantu orang tuanya yang dia sayangi. "Saya sayang sama Mamah. Saya ingin membahagiakan Mamah," celetuk Hasta penuh makna.  
Gaya lucunya, kerap diperlihatkan meski didepannya banyak orang yang baru dikenalnya. Hasta bukanlah gadis yang cenderung pendiam. Dia justru sering banyak bicara dan sangat energik sekali. Dia juga pandai bermain komputer dan hafal dengan judul-judul lagu dangdut. "Mamah saya sukanya dangdut, karena itu, saya jadi terbiasa menyanyi lagu dangdut," kata Hasta seraya menutup perbincangannya dengan Radar. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Prestasi-SD-Kemuning-di-Tingkat-Kabupaten-Tegal.html

144 Orang Kena HIV dan Aids

KRAMAT – Jumlah penderita virus HIV dan Aids di wilayah Kabupaten Tegal setiap tahun meningkat. Terhitung hingga  akhir 2011 silam, jumlah penderita kedua penyakit tersebut mencapai angka 144 orang. Dari jumlah itu, cenderung  yang mengidap adalah Wanita Pekerja Seks (WPS) yang berkeliaran di wilayah Pantura setempat. Data ini terkuak ketika Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan pertemuan intervensi struktual yang bertempat di Rumah Makan Taguya, Kramat, Sabtu (25/2) siang.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendadi diwakilkan Kabid Pencegahan Penyakit (P2) Toto Raharjo SKM,  Staf Distrik LPP LSH Banyumas Kris Maulana, pengurus dari tiga lokalisasi yakni Wandan, Peleman, dan Gang sempit, kemudian sejumlah mucikari serta WPS dari tiga lokalisasi tersebut. Kegiatan ini di pimpin oleh Sekretaris KPAD Kabupaten Tegal, Juliono SSos, didampingi stafnya, Guntur Gunawan.
Dalam paparannya, Toto Raharjo menyebutkan, dari jumlah 144 orang itu, yang mengidap virus HIV adalah 69 orang. Sedang yang mengidap Aids, 75 orang. Hingga kini, para penderita tidak dikarantina. Mereka tetap berkeliaran di sekitar wilayah setempat. Sementara itu, berdasarkan data yang ada, penderita HIV dan aids tahun 2010, hanya 31 orang. Menurutnya, 11 diantaranya mengidap HIV dan sisanya aids. Jumlah penderita yang mati akibat mengidap penyakit tersebut, hingga akhir 2011 silam, mencapai 23 orang.  Dipastikan, jumlah itu akan bertambah, karena penderita HIV dan Aids di tahun ini meningkat.
“Tahun 2009  merupakan angka tertinggi, yakni 48 orang. Jumlah penderita aids di tahun itu sebanyak 46 orang, dan 2 orang lainnya mengidap HIV. Kami upayakan, di tahun ini jumlah penderita semakin berkurang,” pintanya.
Langkah sigap guna mengurangi penyakit mematikan itu, dia bersama KPAD memberikan bantuan berupa kondom gratis khusus untuk WPS di wilayahnya. WPS tidak diwajibkan membelinya, karena alat itu merupakan bantuan dari KPA pusat.  Dia berharap, WPS selalu menggunakan alat tersebut, setiap sedang bersenggama dengan tamunya.  “Hindari virus HIV dan Aids. Kami sangat mengkwatirkan, apabila sampai menular ke pasangan resminya di rumah,” himbaunya.
Lebih jauh dia membeberkan, jumlah WPS di lokalisasi Wandan Desa Munjung Agung Kecamatan Kramat, ada 65 orang. Di lokalisasi Gang Sempit Desa Maribaya, 45 orang. Di turunan Desa Kramat, 40 orang. Di Karang gondang Lebaksiu, 30 orang.  Sementara di Peleman Desa Sidaharja, 300 orang. Sehingga jumlah total WPS di Kabupaten Tegal, sebanyak 480 orang.  “Jumlah itu fluktuatif karena mereka berpindah-pindah. Saya hanya berdasarkan pendataan akhir Desember 2011 silam,” cetusnya.
Sekretaris KPAD Kabupaten Tegal, Juliono mengatakan, kegiatan penyuluhan dan pencegahan virus HIV dan Aids itu, digelar setiap 4 bulan sekali. Kegiatan kali ini, sekaligus mensosialisasikan kondom khusus untuk WPS yang diberikan secara cuma-cuma. “Jumlah kondom sekitar 1000 biji. Dalam waktu dekat, akan kami bagikan secepatnya,” tukasnya. (yer)
Sumber Beritahttp://www.radartegal.com/index.php/144-Orang-Kena-HIV-dan-Aids.html