Senin, 25 Juni 2012

Agnes Monica Merinding Dengar Regina Bernyanyi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Regina bisa dikatakan kontestan Indonesian Idol 2012 paling istimewa. Penampilannya mampu membuat seorang Agnes Monica merinding ketika menyaksikan penampilannya di babak spektakuler yang memasuki babak tiga besar.
"Saya merinding kalau kamu menyanyi," ujar Agnes, Sabtu, (23/6/2012), di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam penampilan keduanya, Regina menyanyikan lagu berjudul "How Am I Supposed to Life Without You".
Agnes menilai Regina bukan sekadar memiliki kemampuan bernyanyi yang baik. Tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam setiap lagu yang dinyanyikannya.
"Saat bernyanyi kamy bukan hanya mengeluarkan suara. Tapi berkomunikasi dengan orang lewat lagu. Dalam komunikasi, pesan harus sampai. Enggak semua orang mengerti bahasa Inggris. Tapi kamu bisa menginterpretasikan lagu itu sedih atau senang. Dan, kamu selalu berhasil," ucapnya.
Demikian pula dengan Ahmad Dhani. Regina, menurut dia, berhasil menyanyikan lagu cengeng itu, dengan cengeng juga. "Enggak mungkin nyanyikan lagu ini dengan gagah berani," candanya.
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/agnes-monica-merinding-dengan-regina-bernyanyi-145208763.

Sean Lolos ke Grand Final Indonesian Idol

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sean dan Regina menjadi favorit untuk melaju ke babak grand final Indonesian Idol 2012.
Keduanya dinilai punya kemampuan teknis bernyanyi yang baik. Ahmad Dhani, Agnes Monica, dan Anang Hermansyah memprediksi demikian.
Prediksi ketiga juri itu mulai menunjukkan kebenaran. Sean menjadi kontestan pertama yang lolos ke grand final.
Penonton bersorak kegirangan. Suasana semakin tegang ketika Daniel Mananta hendak menyebutkan siapa kontestan yang mendampingi Sean di grand final.
Tinggal nama Yoda dan Regina. Namun, Regina lebih unggul karena penampilannya selalu menuai decak kagum para juri dan pemirsa di rumah. Ia merupakan satu-satunya kontestan Indonesian Idol yang belum pernah menempati posisi zona tidak aman.
Sedangkan Yoda acapkali menuai kritik dari ketiga juri tersebut. Apalagi, saat ia menyanyikan lagu "Mahadewi" yang dipopulerkan grup band Padi. Dhani menilainya bernyanyi tanpa penjiwaan. Penilaian serupa juga disampaikan oleh Anang. Menurutnya, Yoga gagal menyanyikan lagu tersebut.
Jadi, siapakah yang mendampingi Sean di babak grand final? Regina atau Yoda? Tunggu saja!!!
Sumber berita : http://id.omg.yahoo.com/news/sean-lolos-ke-grand-final-indonesian-idol-2012-171016088.

Olga Syahputra Dinilai Melecehkan Kata Salam

Tidak hanya sekali, lawakan Olga Syahputra berbuntut persoalan. Bahkan dirinya sempat dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah sebelumnya diprotes para penonton televisi dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat pendamping korban pemerkosaan.
Saat ini guyonan Olga kembali dipermasalahkan. Dia dinilai mencela salah seorang penonton di Studio Dahsyat dengan kata-kata yang tidak patut diucapkan. Celaan itu bernada merendahkan seorang penonton yang diminta berdiri di depannya.
"Kalau dia (Gisel) mah lahir dari rahim ibunya, kalau lo dikebutin kayak bangs*t," ucap Olga seraya tertawa.
Situs KPI juga menerima sejumlah pengaduan masyarakat tentang Olga yang dinilai melecehkan ucapan salam, Assalammu'alaikum saat tampil di acara Fesbukers yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6). Secara tidak langsung Olga menyebut kalimat salam sebagai ucapan pengemis, meski saat itu bernada guyonan agar penonton tertawa.
Saat itu seorang penelepon menghubungi studio dan diterima oleh rekannya Julia Perez yang saat menyapa penelepon dengan ucapan salam. "Assalammu'alaikum," kata Jupe saat itu.
Namun Olga dengan maksud memancing tawa menimpali salam yang diucapkan Julia Perez dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu."
Para pengadu di situs KPI tersebut, menilai ada unsur pelecehan yang dilakukan oleh Olga dan meminta KPI untuk bertindak tegas. (kpl/dar)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/olga-syahputra-dinilai-melecehkan-kata-salam-032800597.html

Minggu, 24 Juni 2012

Onthelis Akan Daki Gunung Slamet

SLAWI - Anggota Paguyuban Penggemar Sepeda Onthel (PSPO) Kendal, Ronny Hartono berniat mendaki Gunung Slamet yang ada di Kabupaten Tegal. Selain itu dia berniat mendaki 10 gunung di pulau Jawa dan Bali guna memecahkan rekor MURI.
Saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Onthel Masyarakat Pangkah (POMPA), Rabu (20/6) lalu, Ronny Hartono didampingi Ketua POMPA, Agus Endi Supriyo, mengatakan, saat ini dia telah mendaki dua gunung yang ada di Jawa Barat, yaitu Gunung Ciremai dan Gunung Gede Pangrango.
”Saya berangkat dari Kendal pada 27 Mei lalu. Hingga saat ini, sudah dua gunung yang sudah saya daki. Saya menuju jalur pendakian dengan menggunakan onthel. Lalu sepeda onthel tersebut saya titipkan di pos terdekat,” katanya.
Gunung ketiga yang akan dia daki yaitu Gunung Slamet. Kemarin, dia sudah berkoordinasi dengan Gabungan Pecinta Alas Slamet (GALAS) terkait hal teknis pendakian.
Pria kelahiran Surabaya 17 Agustus 1978 itu, setelah mendaki Gunung Slamet, dia berencana mendaki Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Arjuna Wlirang, dan Semeru Jatim, Gunung Agung Bali, dan Gunung Rinjani NTB. Pendakian sepuluh gunung tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir September mendatang.
”Selain ingin memecahkan rekor MURI, saya juga ingin bersilaturahim dengan para penggemar sepeda onthel di daerah-daerah yang saya singgahi,” ujarnya.
Disebutkan, saat ini keluarganya tinggal di Desa Purwosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Sebelumnya, pada rentang waktu tahun 2001 hingga 2006, dia pernah berjalan kaki keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Agus Endi Supriyo menambahkan, Ronny Hartono juga pernah mengikuti ekspedisi jalan kaki pendakian enam puncak gunung yaitu Semeru, Slamet, Kerinci, Gunung Agung, Rinjani, dan Gunung Jaya Wijaya.
”Adapun berdasarkan catatan, dia juga pernah menjelajahi empat penjuru nusantara dengan sepeda onthel. Empat penjuru itu yaitu ujung Barat di Pulau We Sabang, ujung Timur di Sota Merauke, ujung Selatan di Pulau Rote NTT, dan ujung Utara di Pulau Miangas Sulawesi Tenggara,” imbuhnya. (fat) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Onthelis-Akan-Daki-Gunung-Slamet.html

70 Persen Buruh Masih Kontrak

JUMLAH pekerja atau buruh di Indonesia, sebanyak 36 juta jiwa. Dari jumlah itu, 70 persennya berstatus kontrak atau outsourching. Sementara 30 persen lainnya, sudah permanen meski ada sebagian belum tercover dengan tunjangan yang memadahi.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja/Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Togar Marbun, usai menggelar rapat koordinasi wilayah Jawa Tengah di aula Pring Sewu Taguya Jalan Raya Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu (23/6) sore.
Dia mengungkapkan, undang-undang (UU) tentang ketenagakerjaan di Indonesia kian melemah. Karenanya, belum lama ini pihaknya mengajukan UU No 24 tahun 2011 tentang ketenagakerjaan. Meski UU tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan kaum buruh. UU akan dilaksanakan dua sampai tiga tahun kedepan. Pada UU tersebut, salah satu pasal berbunyi bahwa buruh harus difasilitasi dengan jaminan sosial seperti kesehatan, kecelakaan, kematian, hari tua, dan pensiun.
"Kami sudah mengajukan UU tersebut ketika tahun 2011 lalu. Tapi anehnya, UU baru bisa dilaksanakan tahun 2014 dan 2015. Ini sangat lucu, kenapa pemerintah lebih mementingkan pengusaha dibanding orang kecil seperti kami (buruh)," tandasnya.
Kendati demikian, pihaknya akan terus mendesak pemerintah agar buruh kontrak lekas menjadi permanen. Dia mengaku akan melakukan apapun untuk menyejahterakan kaum buruh di Indonesia. Termasuk meminta revisi Kepmenaker no 17 tahun 2005 dan item kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 122 item.
"Kami telah mendesak pemerintah agar outsourching tenaga kerja segera dihapus dan dikeluarkan peraturan yang baru," tegasnya.
UUD Negara RI tahun 1945 pasal 27 ayat (2) mengamanatkan, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Kemudian pasal 33 ayat (3), juga mengamanatkan, bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyatnya.
"Padahal, UUD sudah mengamanatkan demikian. Tapi kenyataan yang terjadi, justru sebaliknya," kata Togar.
Sementara itu, kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri ratusan buruh se-Jawa Tengah yang tergabung dalam KSBSI. Hadir pula dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Dindikpora Kabupaten Tegal, Drs Sartono MM.
Menurut Sartono, menanggapi masalah buruh di wilayahnya, perlu dukungan dari pemerintah agar mereka atau kaum buruh dapat hidup layak. Sejauh ini, buruh di Kabupaten Tegal tidak sedikit yang belum sejahtera. Tatkala demikian, pihaknya juga berharap agar buruh selalu berkoordinasi antara yang satu dengan lainnya. Tujuannya, agar bisa mengikuti perkembangan masalah buruh di wilayah sekitar.
"Janganlah menjadi buruh yang pasif. Karena jika pasif, buruh akan terus ditindas oleh perusahaan," kata Sartono, yang mengaku akan mencalonkan diri sebagai orang nomer satu di Kabupaten Tegal ini. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/70-Persen-Buruh-Masih-Kontrak.html

Dari Rangkaian Bulan Bung Karno 2012 Tingkat Kabupaten Tegal

Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2012 tingkat Kabupaten Tegal, digelar berbagai kegiatan. Salah satunya yakni jalan sehat yang dipusatkan di GOR Tri Sanja Slawi, Minggu (24/6), dengan diikuti Wakil Gubernur Jawa Tengah serta puluhan ribu simpatisan dan kader PDI Perjuangan. Seperti apa ?
LAPORAN : FATKHURROHMAN
Jalan sehat yang diadakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal dalam rangka memeriahkan Bulna Bung Karno, diikuti puluhan ribu peserta yang kebanyakan mengenakan  kaos berwarna merah. Selain puluhan ribu masyarakat yang mengikuti, jalan sehat tersebut juga diikuti Wakil Gubernur Jateng, Dra Hj Rustiriningsih, beberapa anggota DPR RI, DPRD Propinsi, dan Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Rojikin AH SH, Perwakilan Polres Tegal, Perwakilan Brigif 4/Dewa Ratna, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tegal, serta pengurus DPC PDI Perjuangan.
Dengan mengambil star dan finis di GOR Tri Sanja Slawi, peserta jalan sehat berjalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dari GOR di jalan Ir H Juanda menuju Utara sampai ke Desa Trayeman. Kemudian, menuju Desa Pakembaran dan terus ke Selatan menuju ke jalan KS Tubun. Peserta kemudian berbelok ke kanan menuju perempatan patung obor dan kembali ke GOR Tri Sanja.
Sesampainya di lokasi finis, ribuan orang tersebut langsung dihibur dengan nyanyian lagu dangdut nasional, dan tembang Tegalan. Seperti jalan sehat pada umumnya, pada acara tersebut para peserta diberikan doorprize dan hadiah utama. Mulai dari hadiah pemasangan instalasi vision, DVD, Kipas angin, kulkas, TV berwarana 29 inch, sepeda gunung, sepeda motor, dan hadiah utama berupa umroh.
Pantauan Radar, para peserta jalan sehat terlihat bersemangat, karena selain mengharapkan hadiah juga karena ikut berjalan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang notabene adalah kader perempuan yang diusung dari PDI Perjuangan.
Dengan suasana yang sangat merakyat, para peserta jalan sehat rela menunggu hadiah yang diundi dengan hiburan tembang-tembang Tegalan yang dinyanyikan oleh Rojikin AH SH, Imam Jund, Agus Jembrong, Teguh Herdi S, dan banyak lagi yang lain.
Ketua Panitia, KRT Sugono Adinagoro, mengatakan, jalan sehat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan ribuan masyarakat. Karena pada kegiatan yang lain, yakni panggung rakyat yang memutarkan film dokumenter yang direncanakan akan dilakukan di tiap kecamatan, hanya melibatkan ratusan masyarakat.
“Pada jalan sehat ini, kami menyediakan kupon yang berjumlah 50 ribu kupon. Dan ternyata, kupon yang kami sediakan habis,” katanya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjungan, Rojikin, saat memberikan sambutan menjelaskan, terkait dengan sejarah Bung Karno, pada masa orde baru telah banyak diselewengkan. Dia juga menjanjikan, kalau tahun depan pada momentum yang sama akan menyiapkan kupon lebih banyak lagi karena ternyata masih banyak orang yang meminta. Karenanya pihaknya minta maaf jika ada masyarakat yang tidak kebagian kupon gratis. “Tahun depan kami akan menyiapkan kupon lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Sementara, pada pengundian kupon yang dilakukan sampai pukul 14.00 WIB, hadiah utama umroh diraih oleh ibu rumah tangga dari Desa Trayeman RT 01 RW 03, Sulastri (28), yang belum memiliki anak. Hadiah utama tersebut diberikan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan, didampingi pengurus lainnya.
“Kami sangat bersyukur, ternyata kami mendapatkan hadiah umroh,” kata Sulastri yang memiliki suami Riswanto. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Rangkaian-Bulan-Bung-Karno-2012-Tingkat-Kabupaten-Tegal.html

Hery Segera Jabat Bupati

SLAWI – HM Hery Soelistiyawan SH MHum, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati Tegal akan segera diangkat menjadi Bupati Tegal. Hal ini karena Pemkab Tegal sudah mengusulkan hasil amar putusan Kasasi yang menjerat Bupati Tegal (non aktif), H Agus Riyanto SSos MM, yang diturunkan oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus proyek Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) kepada Gubernur Jawa Tengah.
“Pemkab sudah menjalankan proses sesuai dengan UU nomor 32 tahun 2006, terkait dengan putusan MA pada kasus yang menimpa pak Agus Riyanto. Proses yang dilakukan yakni mengirimkan surat hasil putusan Kasasi tersebut kepada Gubernur,” kata Sekda Kabupaten Tegal, Drs Haron Bagas Prakosa MHum, kemarin.
Dengan demikian, lanjut Bagas, proses pemberhentian Agus Riyanto sebagai Bupati Tegal  itu tinggal menunggu surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Jika surat pemberhentian tersebut sudah turun, baru kemudian diadakan sidang paripurna istimewa tentang usulan pengangkatan wakil bupati menjadi bupati.
“Proses ini sedang dilakukan. Pemkab sedang menunggu surat pemberhentian dari Mendagri. Jika sudah turun, baru diadakan sidang paripurna usulan pengangkatan menjadi bupati, dan dilantik hingga masa periode jabatan habis setelah SK dari Mendagri diturunkan,” jelasnya.
Dijelaskan, dengan diangkat dan dilantiknya Wakil Bupati Tegal menjadi Bupati, maka kemudian terjadi kekosongan jabatan Wakil Bupati Tegal. Disitulah, lanjut Bagas, dibahas agenda kekosangan jabatan Wakil Bupati, apakah bisa diadakan pengangkatan Wakil Bupati atau tidak.
“Kalau masih ada waktu sampai 18 bulan (sebelum periode jabatan Pak Agus Riyanto habis, Red), proses yang dilakukan yakni partai pengusung mengusulkan calon wakil bupati,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Ahmad Fatihudin, menilai, peluang adanya Wakil Bupati setelah Wakil Bupati diangkat menjadi Bupati, sangat kecil. Hal ini karena dengan waktu 18 bulan sampai masa periode jabatan habis, sudah tinggal menghitung hari.
“Peluang adanya Wakil Bupati baru nanti, kemungkinannya sangat kecil. Karena keterbatasan waktu,” katanya.
Namun, menurut Fatihudin, walaupun kemungkinan itu kecil, kalau semua pihak yang berkepentingan memiliki keniatan adanya Wabup, semua itu bisa saja terjadi. “Jadi, walaupaun waktunya sudah sangat mepet tetapi semuanya tergantung keniatan dari pihak yang berkepentingan,” ujarnya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan, H Rojikin AH SH, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tegal, menyikapi kaitan dengan amar putusan Kasasi yang sekarang sedang ramai dibicarakan di tingkatan DPRD, nampak masih tenang-tenang saja.
“Sementara ini pemberhentian Agus Riyanto sebagai bupati saja belum turun, jadi kami juga belum bisa memikirkan Wakil Bupati nanti. Apalagi kalau sampai batas waktu 18 bulan sebelum masa periode yakni 8 Juli nanti Wakil Bupati yang akan diangkat menjadi Bupati belum dilantik,” kata H Rojikin AH SH, yang merupakan pimpinan partai pengusung.
Dia menegaskan, kalau waktunya cukup, sebagai partai pengusung maka pastilah kesempatan itu akan diambil. Namun, menurutnya, kemungkinan hal itu juga menjadi sangat kecil karena waktunya hanya sampai 8 Juli 2012.
“Waktunya tinggal 14 hari, sementara surat pemberhentian belum turun. Apakah mungkin sempat mengusung Wakil Bupati baru ? Ketika Hery naik menjadi bupati, itu pun diusung oleh PDI Perjuangan karena pasangan Agus-Hery diusung oleh DPI Perjuangan,” tegasnya.
Ditambahkan, menanggapi rumor yang berkembang jika Hery mengaku diusung PPP, hal itu tidaklah benar. Karena, yang mengusung Hery menjadi Wakil Bupati itu adalah satu paket dan partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan. Sementara PPP, hanya menjadi partai pendukung. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Hery-Segera-Jabat-Bupati.html